Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

Ridwan Kamil Dipanggil Kejati Jabar Terkait Dana Hibah BCCF

Terkait Kasus Penyelewengan Dana Hibah BCCF, Ridwan Kamil Dipanggil Kejati Jabar

Setelah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Ridwan Kamil selaku Ketua BCCF waktu itu, data-data yang didapatkan terkumpul cukup banyak.

BANDUNG, Arrahmahnews – Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Ia dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan dana hibah yang diterima Bandung Creative City Forum (BCCF) tahun 2012 yang mana saat itu dirinya merupakan Ketua BCCF.

Ridwan Kamil, pria yang biasa disapa Emil ini datang sekitar pukul 15.30 WIB melalui pintu belakang langsung naik ke lantai III Kejati Jabar, Jalan LRE Martadinata, Kamis (17/9/2015). Ia diperiksa sekitar 1,5 jam dan keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 17.19 WIB. Seketika itu juga Emil langsung diserbu pertanyaan oleh para wartawan.

BACA JUGA:  Sosmed, Media Tepat Tangkal Radikalisme dan Terorisme

“Tenang, tenang, enggak akan ke mana-mana,” kata Ridwan Kamil usai memberikan keterangan.

Kali ini, Ridwan Kamil tidak sembunyi-sembunyi dan menghindar seperti kedatangannya pada sore tadi ke kantor Kejati Jabar saat akan diperiksa. Jepretan kamera pun tak terhenti-hentinya menyambar wajahnya.

“Sebagai warga negara yang baik saya datang sesuai panggilan dari kejaksaan untuk memberikan keterangan. Sebelum jadi Wali Kota, saya pernah mengetuai komunitas kreatif, namanya BCCF. Kemudian ada yang melaporkan, minta pertanggungjawaban apa yang dikerjakan di tahun 2012, kira-kira begitu,” jelas Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil, Wali Kota yang hobi bersepeda itu juga menjelaskan bahwa BCCF yang pernah dipimpinnya bukanlah termasuk organisasi yang abal-abal.

BACA JUGA:  Benarkah Indonesia Pasar Narkoba Terbesar di Asia ?

“Saya menerangkan kalau ini organisasi baik-baik. Pernah mendapat penghargaan sebagai organisasi sosial terbaik dari Majalah Gatra, punya 300 kegiatan dan punya jaringan lebih dari 100 organisasi di dunia,” beber Ridwan Kamil.

Dalam keterangannya kepada penyidik, terhadap apa yang dituduhkan kepadanya itu tidaklah akurat. Ridwan Kamil mengaku mengklarifikasi semua tudingan pelapor yang menyebut ada aliran dana hibah yang dikorupsi. Akan tetapi sampai sekarang belum diketahui siapa pelapor itu.

“Jadi, saya datang hari ini hanya untuk mengklarifikasi, apa saja kegiatannya, bagaimana pertanggungjawabannya dan sebagainya, seperti apa yang dilaporkan dari pihak yang melaporkan,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ferry Wibisono mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum masuk penyidikan.

BACA JUGA:  Adam Amrullah Menyaebut Dirinya Panglima ISIS Indonesia

“Masih penyelidikan,” kata Ferry singkat.

Setelah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Ridwan Kamil selaku Ketua BCCF waktu itu, data-data yang didapatkan terkumpul cukup banyak.

“Sekarang sudah mulai terbuka,” ucap Ferry.

Perlu diketahui, Pada 2012 lalu, BCCF menerima dana hibah sebesar Rp 1,3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menghelat kegiatan Helarfest. Selain itu, dana hibah juga dibuat untuk mengurus pembuatan Hak Cipta ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk 4 merek. Yakni logo BCCF, logo .bdg, logo Helarfest, serta logo MAGZ.bdg.

Logo itu untuk kemudian digunakan untuk merchandise dan keperluan promosi lainnya. Penggunaan dana hibah tersebut diakui telah dilaporkan seluruhnya ke Bagian Perekonomian Kota Bandung pada 2013. (AL/ARN/Uraikan.com)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker