Berita Iran

Rencana Rusia Kirim Rudal S-300 ke Iran Bikin Israel Panik

Rencana Rusia yang Akan Kirim Rudal S-300 ke Iran Bikin Israel Panik

Pejabat Rusia pada hari Senin kemarin menyatakan, Rusia dan Iran telah menandatangani kontrak untuk memulai pengiriman sistem rudal S-300 dari Moskow ke Teheran. ”Berbicara tentang sistem pertahanan udara S-300, kontrak telah ditandatangani,” kata Sergei Chemezov, Kepala Russian Technologies Rosoboronexport, perushaan senjata negara Rusia, seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti.

 

 

Islam-Institute, TEL AVIV – Pemerintah Israel mulai ketir-ketir dengan rencana Rusia memasok sistem rudal pertahanan udara S-300 ke Iran. Israel tidak berharap kesepakatan pengiriman sistem rudal itu akan memicu perlombaan senjata di kawasan regional Timur Tengah.

BACA :  Pasukan Suriah Berjaya, Oposisi Minta Gencatan Senjata

Israel sebelumnya cemas dengan kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia (Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman). Kesepakatan itu dianggap Israel tidak akan mencegah Teheran untuk memiliki senjata nuklir.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencegah penjualan sistem rudal pertahanan udara S-300 sejak 2013. Namun, Putin resmi mencabut larangan penjualan rudal S-300 ke Iran beberapa bulan lalu.

Arieh Herzog, mantan ketua program pertahanan rudal Israel mengatakan kepada Associated Press, bahwa dia berharap kesepakatan penjualan sistem pertahanan rudal S-300 antara Moskow dan Teheran itu tidak akan memicu perlombaan senjata di wilayah Timur Tengah.

BACA :  Arti di Balik 10 Pernyataan Vladimir Putin Kepada Turki
banner gif 160 600 b - Rencana Rusia Kirim Rudal S-300 ke Iran Bikin Israel Panik

”Sifat penyebarannya di Iran akan defensif dan mencoba untuk mencegah kemampuan angkatan udara untuk beroperasi di sana, karena mungkin hari ini masih mampu beroperasi,” kata Herzog. ”Akan ada perubahan dramatis dalam kemampuan mereka (Iran), dan tidak akan menciptakan lingkungan yang wajar untuk setiap operasi angkatan udara kami,” lanjut dia, yang dilansir Senin (10/11/2015).

Pejabat Rusia pada hari Senin kemarin menyatakan, Rusia dan Iran telah menandatangani kontrak untuk memulai pengiriman sistem rudal S-300 dari Moskow ke Teheran. ”Berbicara tentang sistem pertahanan udara S-300, kontrak telah ditandatangani,” kata Sergei Chemezov, Kepala Russian Technologies Rosoboronexport, perushaan senjata negara Rusia, seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti.

BACA :  Israel Persenjatai Kelompok Teroris di Suriah

Menurut laporan Financial Times, Rusia diperkirakan akan mulai mengirimkan sistem rudal ke Iran pada akhir 2016. Rudal S-300 adalah sistem pertahanan rudal anti-pesawat dengan presisi tepat.

Kesepakatan penjualan sistem rudal dengan nilai kontrak 800 juta dollar itu awalnya ditandatangani pada tahun 2007. Tetapi diblokir pada 2010 di bawah kepemimpinan Presiden Dmitry Medvedev (pemimpin Rusia kala itu) ketika Teheran terkena sanksi internasional karena mengembangkan program nuklirnya.

Lantaran dibataIkan, Iran kemudian mengajukan gugatan ke Rusia sebesar 4 miliar dollar pada 2011. Namun sejumlah laporan terkini menyebut bahwa persoalan gugatan itu sudah selesai.  (Al/Sfa/MM)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker