Inspirasi Islam

Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar Dakwah Wahabi

Ketika Pembohong (H. Mahrus Ali) Dielu-elukan: Sekali Lagi, Kebohongan Atas Nama Pengarang Kitab I’anah

H Mahrus Ali - Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar Dakwah Wahabi
H Mahrus Ali dan para muridnya.

Catatan Singkat Oleh ;
Ats-Tsauriy (Bangkalan)

Tulisan ini semata-mata sebagai nasehat agar tidak mudah menerima (menelan) informasi yang datang kepada kita tanpa mengecek atau meneliti informasi tersebut.

Ana sangat heran dengan sikap sebagian kalangan yang tidak pernah mau mengambil hikmah dan pelajaran dari fenomena kebohongan yang mengatas namakan ulama. Seorang H. Mahrus Ali yang mengaku sebagai mantan Kiayi NU pernah membuat gebrakan dengan menulis buku yang menggugat Tahlilan, Istighasah, Ziarah dan yang lainnya, dimana semua itu merupakan amaliyah kaum Muslimin terutama warga Nahdliyin.

Berangkat dari keprihatinan terhadap remaja-renmaja yang menjadi korban internet yang menjadikan sebuah kebohongan sebagai kebanggaan. Dalam hal ini adalah kasus H. Mahrus Ali seorang muslim keblinger, maka ana kembali akan mengutip salah satu kebohongan dari sekian banyak kebohongan H. Mahrus Ali dalam bukunya.

Sejak diedarkannya buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik”, telah menimbulkan pro kontra dan keresahan dikalangan warga Nahdliyin, sebab mereka merasa dilecehkan. Bahkan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magelang KH Said Asrori dengan sigap meminta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melaporkan H Mahrus Ali kepihak kepolisian karena kebohongan yang dilakukan. Namun, Ketua PWNU Jawa Timur Dr H Ali Maschan Moesa, Msi nampaknya menganggap itu bukan persoalan yang serius dan perlu ditangani dengan segera sebab masih banyak urusan lain yang harus dilakukan daripada meladeni yang jelas-jelas rekayasa kebohongan tersebut. [NU Online, 24/02/2008]

KH Said Asrori mengaku bersyukur dengan munculnya buku bantahan yang disusun oleh LBM PCNU Jember. Buku yang diberi judul “Membongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik” itu sangat membantu dirinya untuk menenangkan warga NU di daerahnya. Dengan adanya buku itu, ia tidak perlu susah-susah lagi menjelaskan satu persatu persoalan yang sedang dihadapi. [Ibid]

Sebelumnya, NU Jember pun pernah menantang debat dengan penulis buku yang ‘menyerang” Aswaja tersebut, namun penulis buku nampaknya tipe orang yang pengecut atau tidak bertanggung jawab. Bisa jadi karena ilmunya yang masih minim. Info lainnya telusuri di situs NU Online.

Al-Qur’an telah mengajarkan kepada kita agar tidak mudah mengambil begitu saja informasi-informasi yang datang kepada kita, semua itu agar kita terhindar dari tindakan yang bisa menyebabkan kerugian terhadap orang lain, baik berupa fitnah atau yang lainnya, sebagaimana tercantum dalam surat Al-Hujarat ayat 6 :

banner 2 2 - Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar Dakwah Wahabi

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

‘Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”

Berikut ini salah satu kutipan yang jelas-jelas bohong, yang berasal dari penulis buku “Menggugat Tahlilan” dan mengatas namakan pengarang kitab I’anath Thalibin,

Didalam buku yang berjudul “Membongkar Kesesatan Tahlilan”, hal. 31, disana dituliskan :

“Dan di antara bid’ah munkaroh yang sangat dibenci adalah apa yang dilakukan orang di hari ketujuh dan di hari ke-40-nya. semua itu haram hukumnya” (lihat buku Membongkar Kesesatan Tahlilan, hal. 31).

Penulis buku tersebut mengutip kalimat tersebut dari kitab Ianatuth Thalibin, yang mana kalimatnya telah di gunting/dipotong atau belum tuntas dan ini yang dijadikan rujukan oleh remaja korban internet. Kutipan diatas juga tercantum dalam buku “Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan”, isinya sebagai berikut :

“Di antara bid’ah munkarat yang tidak disukai ialah perkara yang sangat biasa diamalkan oleh individu dalam majelis untuk menyampaikan rasa duka cita (kenduri arwah), berkumpul dan membuat jamuan majelis untuk kematian pada hari keempat puluh, bahkan semua itu adalah haram” (lihat buku Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, hal. 69).

Perhatikanlah kutipan kalimat diatas, maka silahkan bandingkan dengan teks asli dari kitab I’anah,

وفي حاشية العلامة الجمل على شرح المنهج: ومن البدع المنكرة والمكروه فعلها: ما يفعله الناس من الوحشة والجمع والاربعين، بل كل ذلك حرام إن كان من مال محجور، أو من ميت عليه دين، أو يترتب عليه ضرر، أو نحو ذلك

“Dan didalam kitab Hasiyatul Jamal ‘alaa Syarh al-Minhaj (karangan Al-‘Allamah asy-Syekh Sulaiman al-Jamal) ; “dan sebagian dari bid’ah Munkarah dan Makruh mengerjakannya yaitu apa yang dilakukan orang daripada berduka cita , berkumpul dan 40 harian, bahkan semua itu haram jika (dibiayai) dari harta yang terlarang, atau dari (harta) mayyit yang memiliki (tanggungan) hutang atau (dari harta) yang bisa menimbulkan bahaya atasnya, atau yang lain sebagainya”

Kalimat yang seharusnya di lanjutkan tapi di potong. Mereka telah menyembunyikan maksud yang sebenarnya dari ungkapan ulama yang berasal dari kitab aslinya. Mereka memenggal kalimat secara “seksama” (penipuan yang direncanakan/kebohongan disengaja, red) demi tercapainya tujuan mereka yaitu melarang bahkan mengharamkan Tahlilan, seolah olah tujuan mereka didukung oleh pendapat Ulama, padahal hanya didukung oleh tipu daya mereka sendiri yang mengatas namakan ulama. Bukankah hal semacam ini juga termasuk telah memfitnah Ulama ? Ucapan mereka yang katanya menghidupkan sunnah sangat bertolak belakang dengan prilaku penipuan dan kebohongan yang mereka lakukan.

Itulah sekilas kebohongan yang dijadikan kebanggaan oleh sebagian da’i-da’i keblinger. Waspadalah!

Wallahu A’lam.

Ingin tahu lebih detail? Silahkan baca buku berjudul : Membongkar Kebohongan Buku; Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik (H. Mahrus Ali). Penulis: Tim Bahtsul Masail PCNU Jember. Penerbit: Khalista Surabaya.

sumber

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

108 thoughts on “Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar Dakwah Wahabi”

  1. Ping-balik: Tweets that mention Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar Dakwah Wahabi: -- Topsy.com
  2. Astagfirullah , kebohongan dan Dusta pun mereka ( wahaby/salafy )lakukan, memunculkan sebagian dengan menyembunyikan sebagian lainnya, merupakan sunnahnya kaum yahudi dan Nashrani, yang biasa mereka lakukan terhadap kitab mereka, dengan perilaku seperti ini, tanpa malu sedikitpun mereka katakan kamilah Ahli Sunnah wal-Jama`ah yang kembali kepada Qur`an dan Hadist Shohih sesuai pemahaman Salaf, kamilah Salafy, sungguh tidak tahu malu, mengaku muslim pengikut Salaf sementara prilaku percis kelakuan Nashrani dan Yahudi. Naudzubillahi minhum

  3. Pertanyaan buat teman-teman Wahabi semuanya….

    Saya merasa heran kenapa wajah-wajah tokoh Wahabi nyaris tidak memancarkan nilai Islam? Mulai dari Mufti Saudi yang pertama hingga sekarang; Syaik Muhammad Bin Saikh Ibrahim (mufti pertama), Syaikh Ibnu Humaid (mufti ke II), Syaik Bin Baz (mufti ke III) dan sekarang Abdul Aziz Aal Syeikh kesemuanya buta (maaf, sama sekali tidak bermaksud menghina), saya belum pernah melihat foto-foto mereka yang kelihatan manis wajahnya sehingga sejuk dipandang. Begitu juga H. Mahrus Ali yang fotonya bisa dilihat di blog ini, tidak menyangka kok sama saja tidak kelihatan manis sehingga kelihatan nilai-nilai Islamnya gitu lho. Dan rata-rata setahu saya mereka serem-serem tidak memancarkan keindahan Islam yang sejuk, manis dan enak dipandang. Kenapa ini? Bisakah Yusuf Ibrahim atau Abu Hanin, Muhammad Hasan menjelaskan tentang hal ini?

    Kenapa ini saya tanyakan? Sebab kalau saya melihat misalnya tokoh-tokoh Ahlussuunnah Waljama’ah itu manis-manis wajah mereka sehingga sejuk dipandang. Pancaran nilai-nilai Islamnya itu kelihatan sekali, tidak serem kalau dipandang, tapi berwibawa. Contohnya Sayyid Alawy Almaliki Makkah, Habib Umar Hadramaut, Habib Munzir Jakarta, dan lain-lain. Coba lihat dan bandingkan sendiri kalau gak percaya. Kenapa ini, mungkin teman-teman Wahabi tahu rahasianya?

    1. Pertanyaan sama yang sering saya lemparkan dibeberapa forum, namun fihak yang terkait tidak pernah memberikan jawaban. Kalau saya katakan muka-muka kusam dengan ekspresi yang menyeramkan, padahal air muka itu cerminan hati ya?

      Lihatkan Ibnu Taymiyyah, Abdul Wahab, Ibnu Saud, Albani, Ar’ur, Barrak, Kalbani, dll. Semua air mukanya asam, jidatnya (maaf) hangus. Tidak terkesan adanya ketenangan, keteduhan, kesabaran, keramahan, atau lebih dari itu, aura positif dari seorang ulama.

      Barangkali memang jauh dari nur Illhiyyah.

    1. Kacung Ngaran @

      Mengenai Rekayasa Kebohongannya gemana? Kan itu modal dasar dakwah kaum wahabi? Hobby Ngacak-acak kitab Ulama, say heran kok bisa bangga sih kalian? Mau tanya nih sekalian, bisa-bisanya antum-antum bangga pada kebohongan, kalian itu setan yang pandai berdalil atau manusia asli? Tolong dijawab Kacung Ngaran!!!

      1. Firman Allah SWT Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (malaikan Raqib dan Atid) . (Q.S Qaaf[50]:18)
        Rasulullah SAW bersabda  Barangsiapa yg menuduh seorang muslim secara dusta, maka Allah akan menempatkannya di tanah lumpur neraka sehingga dia mencabut ucapannya.. (H.R Abu Dawud : 3597, Ahmad 11/70, al-Hakim dalam al-Mustadrak 11/27 dan beliau menshahihkannya);
        Rasulullah SAW bersabda ” Hati-hatilah kamu terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu sedusta-dusta omongan “. (Riwayat Bukhari)
        Rasulullah SAW bersabda ” Kalau kamu akan menyangka, maka jangan kamu nyatakan.”. (Riwayat Thabarani)

        1. Kacung Ngaran @

          Dusta kepalamu peyang, baca dong artikelnya di atas, itu ada bukti dan fakta di bukunya H. Mahrus Ali. Baca dulu artikel baru datangkan dalil biar gak salah alamat! Jangan asal nyerocos menggunakan dalil, sebab so’al kebohongan H. Mahrus Ali itu ada buktinya di dalam bukunya tersebut! Itu semua bukan menyangka tapi bukti! Dasar dungu Kacung Ngaran! Matamu gak mau melihat ya pada kitab-kitab ulama yang diacak-acak wahabi? Ini bukan nyangka tapi ada buktinya banyak kitab dipreteli agar sesuai dengan hawa nafsu Wahabi!

          Maaf para pengunjung yang lain, saya galakin aja manusia kayak dia ini, biar makin tersesat kalau maunya tersesat, kalau mau mikir biar dapat hidayah Allah SWT.

    2. saya heran mengapa anda begitu berani menghina seorang ulama sekaliber KH.MAHRUS ALI.Padahal beliau dulu adalah tokoh NU bagian juru islah.dan kehidupannya banyak dilakukan di pesantren ayahnya juga seorang ulama KH.ALI BIN ABDUL AZIS PENDIRI DAN PENGASUH PONDOK GEDONGAN.dan kakek dari ibunya juga seorang ulama besar di jawa barat pada akhir abad 18.ada yang mengatakan beliau bukan mantan kiai NU seperti dalam buku “membongkar kebohongan buku mantan kiai NU” dariPenulis: Tim Bahtsul Masail PCNU Jember
      Penerbit: Khalista Surabaya
      Cetakan: I, Januari 2008
      Tebal: xi+ 254 halaman
      Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan
      ini jelas sangat berlawanan dengan buku ANTOLOGI NU KARANGAN H.SOELEIMAN FADELI DAN MUHAMMAD SUBHAN,SOS.dimana kedua pengarang ini juga orang NU dibuku ini dituliskan bahwa KH.MAHRUS ALI adalah salah satu pengurus NU SEBAGAI JURU ISLAH.sebegitu bencikah anda wahai sang penulis tidak mengakui bahwa KH.MAHRUS ALI bagiaan dari NU sendiri.Kalau saya menilai KH.MAHRUS ALI MENGATAKAN APA YANG SELAMA INI BELIAU RASAKAN DI NU.JADI WAJAR SAJA BELIAU MENGUNGKAP APA YANG MUNGKIN BELIAU ANGGAP GANJIL DARI APA YANG BELIAU RASAKAN KETIKA DI NU.

    1. Astaghfirullah al’adziim…. a’udzubillahi min al-sysyaithoni al-rajiim,

      Semoga Allah SWT mengampuni kita semua,

      Laa ilah illallah muhammadurrasulullah,

      yaa Allah biha, Ya Allah biha, Yaa Allah biha…. yaa Allah bkhusnil khotimah, amin….

  4. @ Kacung Ngaran :
    Sebelum komentar silakan baca artikel berikutnya :”Istilah Mantan Kiai NU Bukan Dari Machrus Ali” dan “Mahrus Ali : Mau Ittiba’ Rasul Shalat Pakai Sandal Jepit”.

    Buku “Mantan Kiau NU Menggugat …….” memang dulunya sangat populer dikalangan rekan2 saya yang sal/wah. Alhamdulillah ada yang menjawabnya.

    @ Arumi : Nah, gitu dong. Innallaaha ma’ash shaabiriin.

      1. he…he…mas Ronggolawe untung sekali anda ngomong gitu di dunia maya ….kalau didunia nyata boro boro satu minggu …detik ini anda ( maaf sekali ) MANGAP ……aduuuuh maafin mas aku kadang ingat masa lalu …..astaqfirulloh…. saking seringnya ketemu orang kaya anda rata2 MULUTNYA doang yang gede …..maaf maaf deh …jangan nantangin sombong kali anda ya . kayak udah ngga mempan golok ……jangan gitu ah mas Ronggo ….he…he …santai aja lah

      1. @. ronggo lawe juga Bloon
        ada gak wahabi/salafi yang Alim , ilmunya dalam , arif dan bijaksana berpandangan luas ? ko aku ketemunya yang model kaya gini terus yah ? nanyainnya hukum tajwid, masuk masjid kaki mana dulu , pelajaran tk kok ditanyain , udah gitu petangtang petengteng iieeh sangat jauh dari akhlak Islami , oh pantes namanya juga ronggo lawe agamanya masih hindu ya ? mo nantangin apasih ?

        1. Wkwkwkwkwkwk…
          Itulah islam Aswaja yang loe akui sekarang bro…
          Buka mata loe dan lihat realita umat islam sekarang…
          Jauh dari tuntunan Rasul…
          Adab kecil seperti itu aja mereka bloon minta ampun…Karena gak mau belajar islam yang benar…
          Sekarang, di Indonesia yang loe akui banyak Islam Aswaja khan…
          Loe lihat Islam Aswaja loe,,,
          Banyak meninggalkan sholat wajib, bodoh dan gak bisa baca qur’an..
          Loe lihat kalo cara musik di lapangan,,,Gimana waktu masuk waktu sholat, mereka tetap dengan denger aja musik yang haram itu tanpa menghiraukan adzan…
          Jauh kali dari tuntunan Rasul…

    1. Ronggolawe Gitu lho @

      Wahabi dan para pengikutnya seperti Ronggolawe selalu mengatakan: “Tidak ada sahabat yang bertawasul dengan Rasul setelah Rasul wafat”. Benarkan perkataan para wahabi ini?

      Jelas mereka tidak benar. Perkataan Wahabi tsb berlawanan dengan riwayat shahih pegangan Ahlussunnah Waljama’ah sbb: “Telah datang kepada utsman bin hanif ra seorang yang mengadukan bahwa Utsman bin Affan ra tak memperhatikan kebutuhannya, maka berkatalah Utsman bin Hanif ra : “berwudulah, lalu shalatlah dua rakaat di masjid, lalu berdo’alah dengan do’a : “Wahai Allah, Aku meminta kepada-Mu, dan Menghadap kepada-Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku” (do’a ini berdasar hadits shahih)”, nanti selepas kau lakukan itu maka ikutlah denganku ke suatu tempat.

      Maka orang itupun melakukannya lalu utsman bin hanif ra mengajaknya keluar masjid dan menuju rumah Utsman bin Affan ra, lalu orang itu masuk dan sebelum ia berkata apa apa Utsman bin Affan lebih dulu bertanya padanya : “apa hajatmu?”, orang itu menyebutkan hajatnya maka Utsman bin Affan ra memberinya. Dan orang itu keluar menemui Ustman bin Hanif ra dan berkata : “kau bicara apa pada utsman bin affan sampai ia segera mengabulkan hajatku ya…?”. Maka berkata Utsman bin hanif ra : “Aku tak bicara apa – apa pada Utsman bin Affan ra tentangmu. Cuma aku menyaksikan Rasul saw mengajarkan do’a itu pada orang buta dan sembuh”. (Majmu’ zawaid Juz 2 hal 279).

      Tentunya do’a tersebut dibaca setelah wafatnya Nabi saw, dan itu diajarkan oleh Utsman bin hanif kepada si miskin tsb dan dikabulkan Allah.

      Pada Zaman Nabi Masih hidup, beliau mengajarkan do’a itu kepada orang buta: ketika seorang buta mengadu tentang kebutaannya kepada Rasul saw, dan minta didoakan agar sembuh. Maka Rasul saw menyarankannya agar bersabar, namun orang ini tetap meminta agar Rasul saw berdoa untuk kesembuhannya. Maka Rasul saw memerintahkannya untuk berwudhu, lalu shalat dua rakaat, lalu Rasul saw mengajarkan do’a ini padanya, ucapkanlah: “Wahai Allah, Aku meminta kepada Mu, dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku” (Shahih Ibn Khuzaimah hadits No.1219, Mustadrak ala shahihain hadits No.1180 dan ia berkata hadits ini shahih dengan syarat shahihain Imam Bukhari dan Muslim).

      Hadits diatas ini jelas-jelas Rasul saw mengajarkan orang buta ini agar berdo’a dengan do’a tersebut (bertawassul). Rasul saw yang mengajarkan padanya untuk bertawassul, bukan orang buta itu yang membuat-buat do’a tawassul itu, tapi Rasul saw yang mengajarkannya agar berdo’a dengan do’a tawassul tsb.

      Jadi kalau Para Wahabi berkata tidak ada sahabat bertawassul dengan Nabi SAW setelah wafatnya, maka perkataan Wahabi ini bertentangan dengan dua riwayat shahih di atas. Menurut riwayat diatas kita boleh bertawassul setelah wafatnya beliau, dan tawassul adalah ajaran Nabi Saw.

      Kenapa Wahabi menentang tawassul, jawabnya adalah karena Wahabi bukan ahlussunnah Waljama’ah. Wahabi adalalah aliran menyimpang yang mengaku-ngaku ahlussunnah. Faktanya tindakan mereka nyaris selalu bertentangan Ahlussunnah Waljama’ah.

      1. Kalolah benar hadist di atas shohih, karena gue gak tahu banyak tentang hadist,,,
        Yang jadui permasalahan, mereka bertawasul kepada Rasul yang jelas kemuliannya, bukan sama Wali, habib ato orang saleh lainnya…

        1. asalamualaikum.coba anda baca dulu sejarah tentang wahab secara benar.jangan asal memfitnah.ternyata wahab yang dianggap sesat itu adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi An-Najdi rahimahullahu.Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa bahwa alwahabiyah adalah khawarij.ternyata setelah diselidiki ternyata maksud imam Al-lakhmi bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi,Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya.fatwa imam Al-lakhmi ini bisa dilihat dalam kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11.kalaulah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi itu sesat dan sengaja ingin mengacak agama.mengapa para ulama dunia memujinya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi.Pujian ulama dunia terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya amatlah banyak. Namun karena terbatasnya ruang rubrik, cukuplah disebutkan sebagiannya saja.
          1. Al-Imam Ash-Shan’ani (Yaman).
          Beliau kirimkan dari Shan’a bait-bait pujian untuk Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya. Bait syair yang diawali dengan:
          Salamku untuk Najd dan siapa saja yang tinggal sana
          Walaupun salamku dari kejauhan belum mencukupinya
          2. Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu (Yaman). Ketika mendengar wafatnya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau layangkan bait-bait pujian terhadap Asy-Syaikh dan dakwahnya. Di antaranya:
          Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan
          Referensi utama para pahlawan dan orang-orang mulia
          Dengan wafatnya, nyaris wafat pula ilmu-ilmu agama
          Wajah kebenaran pun nyaris lenyap ditelan derasnya arus sungai
          3. Muhammad Hamid Al-Fiqi (Mesir) . Beliau berkata: “Sesungguhnya amalan dan usaha yang beliau lakukan adalah untuk menghidupkan kembali semangat beramal dengan agama yang benar dan mengembalikan umat manusia kepada apa yang telah ditetapkan dalam Al-Qur`an…. dan apa yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta apa yang diyakini para shahabat, para tabi’in dan para imam yang terbimbing.”
          4. Dr. Taqiyuddin Al-Hilali (Irak). Beliau berkata: “Tidak asing lagi bahwa Al-Imam Ar-Rabbani Al- Awwab Muhammad bin Abdul Wahhab, benar-benar telah menegakkan dakwah tauhid yang lurus. Memperbaharui (kehidupan umat manusia) seperti di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya. Dan mendirikan daulah yang mengingatkan umat manusia kepada daulah di masa Al-Khulafa` Ar-Rasyidin.”
          5. Asy-Syaikh Mulla ‘Umran bin ‘Ali Ridhwan (Linjah, Iran). Beliau –ketika dicap sebagai Wahhabi– berkata:
          Jikalau mengikuti Ahmad dicap sebagai Wahhabi
          Maka kutegaskan bahwa aku adalah Wahhabi
          Kubasmi segala kesyirikan dan tiadalah ada bagiku Rabb selain Allah Dzat Yang Maha Tunggal lagi Maha Pemberi.kata-kata wahabi telah dihembuskan belanda.ketika melihat orang2 islam Indonesia melakukan ajaran islam sesungguhnya.dicap sebagai wahabi.ketahuilah wahai saudaraku ajaran islam Indonesia masih banyak tercampur dengan budaya agama hindu.lihatlah ritual-ritual pernikahan di jawa.lalu bandingkan jika anda melihat pernikahan ala hindu ketika melihat film india.
          jadi kesimpulannya jgn marah dulu ketika ada org yg mengkritik tetapi tanyakan dulu kedalam diri serta bandingkan dengan rujukan Al-qur’an dan hadits yg shohih.bukan merujuk kepada kata orang.ataupun kpd orang yang kita anggap alim.sehingga terkesan taqlik.maaf jika ada kata2 yg menyinggung perasaan anda.percayalah shobat saya d

      1. mamo cemani gombong @

        Tenang Mas Mamo, Rasulullah membolehkan kita sombong di depan orang yang sombong. Mas Ronggolawe adalah nyata kesombongannya, kita boleh lebih sombong lagi. Tapi kalau bisa bersikap lemah lembut tentunya lebih baik, demikian Mas Mamo. Jadi, tenanglah….

  5. Ronggo lawe – bahasanya kok loe -loe . nggak perduli sama Ustadz Ahmad Syahid atau Ustadz Mamo Cemani Gombong – saya justru khawatir Ronggo Lawe ini memang sudah SILUNG ( SInting dan lingLUNG)(kalo baru bisa belajar alip-alipan) , mending jongkok di pojok jangan lupa pake tuh pampers….EEEhhh..Ronggo Lawe …coba deh kamu belajar tatakrama nanggapi komentar yang kamu baca ….biar kamu nantinya jadi orang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa, wassalam.

    1. Wijhatul Haq@

      Kamu nyerocos: “Justru sebaliknya para ahlul ilmu dakwah di bangun di atas ilmu, sedangkan para ahlul ahwa )bid’ah) di bangun di atas hawa nafsu dan kebodoahan.”

      Koment saya: “Contohnya adalah kamu sendiri, merasa nggak sih?”

    2. hmm..
      kalo ambil hadist yg cocok lalu mengenyampingkan yg tak cocok walaupun hadist2 tsb shohih itu bidah apa nggak kang..?hehehe…
      lalu merubah kitab para imam sesuai dengan hawa nafsu dan kebodohan seperti yg ente bilang bidah apa kagak kang..?
      he..he..he..

  6. @wijdatul haq
    nt say:pastilah itu kerjaannya pengikut ahlul bida’ dholalah waljama’ah
    alamaak mantab kali nt punya omong aswaja di bilang begitu…wkwkwk…
    kalo merubah kitab/merusak kitab para imam itu kerjaan nya para kaum sa-wah alias ahlul talafi ya…wkwkkk

    1. cagur@

      Maaf Mas cagur, rasanya sulit hati kita bersatu selama salafy wahabi tetap agresif menyebarkan propaganda yang menyesatkan ummat. Saya katakan dari lubuk hati yang paling dalam bahwa ajaran Syi’ah lebih mendekati ahlussunnah Waljama’ah dibanding ajaran Salafy Wahabi. Salafy Wahabi itu khowarij sesat dan menyesatkan Ummat, sedangkan Syi’ah hanya beda-beda sedikit dengan Ahlussunnah Waljama’ah. Wahabi sangat beda jauh, sebab Wahabi memandang kaum muslimin yang tidak sepaham dengannya dipandangnya kafir dan musyrik!

      Di masa depan, antara Ahlussunnah Waljama’ah dan Syi’ah bisa bersatu, tapi dengan Salafy Wahabi sulit dan mustahil bersatu karena hawa panas yang dimunculkan faham wahabi. Salafy Wahabi hobby memusyrikkan amalan kaum muslimin, sedangkan Syi’ah tidak demikian.

  7. 4 all nahdiyin, jwb!
    1.emang mahruz ali pnah blang klo dia pndah k salafy/wahabi y?
    2.okelah ttg prnytaan m ali yg dptong2 dr ktb rujukan, lalu bgmn dg mslah ziarah k kuburan pra wali n mmnta brkah kpd mrka?
    3.ap krn 1 ksalahan m ali (ykni dlm mngutip) mk smw prkataanny dlm 1 bku yg ckup tbal itu kta tolak mntah2 tnp mlhat kbnaran yg mgkn sedikitny bliau smpaikn?
    4.bid’ah hanasah. Adakah? Hal ap sj yg bs msuk dlm lingkup bid’ah? Ap adzan dg mic jg bid’ah?
    Sy hny mngetes. N sy jg bkan salafi atw nu. Tlong jwb. Mw tw siapa sy? Bc qs. Al Hajj ayt trakhir.

    1. 4 all wahabi/salafi, ga usah jwb !
      1. emang mahrus ali pernah di NU ?
      2. okelah rekayasa dan kebohongan kalian andalkan, lalu bagaimana dengan Tauhid dibagi 3 sebutkan satu dalil saja ?
      3. apakah karena kedangkalan pemahaman kalian terhadap Qur`an dan Hadist , kalian anggap semua yang tidak sepaham dengan kalian adalah sesat , ahli bid`ah dan Musyrik ?
      4. Tauhid ada tiga , emangnya Rosulallah SAW mengajarkannya ? bukankah itu Bid`ah Dolalah ?

      saya ga ingin ngetes, dan saya juga bukan orang Alim atau Ustad apalagi kiai.

      1. mmelanjutkan masalah mengambil tanah kuburan sebagai wasilah.
        Wasilah yang dibenarkan oleh agama, itu diperbolehkan, .. wasilah yang memang terbukti secara teori atau berdasarkan penelitian itu terbukti kebenarannya, dan tidak bertentangan dengan syariat islam, itupun diperbolehkan,contohnya kasus bodrek diatas,..

        Jika kita meyakini karena bodrek itulah penyakit kita itu sembuh, tanpa pertolongan Allah sama sekali, maka itu merupakan perbuatan kesyirikan juga.. dalam hal ini keyakinannya yang salah, akan tetapi wasilahnya sudah benar, karena kita disuruh berobat ketika sakit,.. dan salah satunya dengan menggunakan obat diatas

        Akan tetapi, jika wasilahnya itu adalah tanah kuburan, ini adalah wasilah yang tidak syar’i, tidak masuk akal sama sekali, hanya orang yang bodoh saja yang melakukan hal demikian.

        Apakah orang-orang kafir quraisy di mekkah ketika jaman Rasulullah itu meyakini berhala yang mereka sembah itu bisa menyelamatkannya? memberinya rejeki, dan lain-lain?
        Orang kafir quraisy tidak mempercayai patung-patung atau berhala itu bisa menolong mereka, memberi rejeki, karena mereka sendiri yang buat,..
        Lalu kenapa mereka membuat patung dan menyembahnya?
        Karena patung-patung itu hanyalah sebagai wasilah, perantara untuk menyampaikan hajat mereka kepada Allah,..

        Jadi, tanah kuburan sebagai wasilah adalah cara yang sangat keliru, jauh dari kebenaran, dan itu merupakan perbuatan kesyirikan, walaupun ada tokoh-tokoh agama yang menganjurkan,… cukuplah Rasulullah sebagai suri tauladan kita,..

        1. abu ahmad assalafi-alwahabi @.

          pernyataan anda berbahaya anda menyamakan Musyrikin quresy dengan muslimin mu`minin ahli Tauhid , dimana titik kesamaannya ? orang yang berSyahadat dengan orang musyrik ? orang yang mengambil tanah kuburan sebagai washilah dengan orang Musyrik yang menyembah Patung ?

          jika saya mengambil patung untuk melindungi diri dari serangan golok untuk ( menangkis )apakah saya juga Musyrik ? jelaskan ,

          jika saya sholat sementara dihadapan saya ada patung yang otomatis saya akan bersujud dihadapan kedua kaki patung tsb apakah saya juga Musyrik ? silahkan jawab dan bjelaskan.

          oh ya dihadist mana disebutkan Bodrek sebagai Washilah yang Syar`i ?

          1. Sabaiknya Si Ahmad Syahaid juga menggunakan akal sehatlah agar tidak terlalu dominan mengikuti hawa nafsunya yang sudah lengket mendarah dading sampai ketulang sumsum,
            coba renagkan padahal alasan/dasar mas Abu secara eksplisit sudah logis kenapa yaa mas syahaid kok malah semakin jauh dari agamanya truss cara apa untuk menasehati dia.

            maka inilah kalau orang yang gak ngerti eksistensi Laa ilaaha illah

          2. Abdan Rahman @

            Mentang di dunia Maya ente nggak punya malu, kalau seorang beriman kepada Allah dan tahu serta menghayati laa ilaha illallah, tentunya ente nggak berani mencla-mencle. Dari segi namamu aja sudah ketahuan kamu orang nggak bener. Terus kamu bela abu ahmad as salafi, yg sebenarnya itu adalah kamu sendiri. Terus Nasi Uduk kamu sendir, terus kucing gering juga kamu sendiri, terus mbh bejo kamu sendiri, hassan, yusuf ibrahim, wijhatul kaq, dll, dilihat dari nada tulisan sama saja kamu sendiri. Kok bisa ya orang kayak kamu merasa tahu tentang makna laa ilaha illallah. Orang ahli tauhid kok maun manipulasi? Sya tidak heran, sekedar koreksi, sebab rata-rata orang wahabi suka sekali memanipulasi terutama memanipulasi artikel agar terkesan ilmiyah. Tapi beginiya, yang namanya kebatilan pasti akan mentok, saya berani jamin, walupun Wahabi berupaya sekuat tenaga dg segala manipulasinya, Allah Swt tidak akan rela. Tunggu runtuhnya Kerajaan Arab Saudi, kalian Wahabi juga akan lenyap karena sudah nggak ada lagi penyandang dana dakwah kalian. Dakwah kalian pasti nggak laku kecuali konsumennya orang-orang awam yang tertipu.

            Udah ah, capek ngetiknya, he he he he ….

  8. ustad admin kalian dah ga mau jawab pertanyaan ane,,,
    pertanyaannya mungkin konyol,, tapi penting buat ane,,, jangan diketawain ya,, he,, kabanyakan orang yang membolehkan praktek bid’ah hasanah itu sering berdalil dengan perbuatan khalifah ustman bin affan yang melakukan adzan 2x pada sahalat jum’ah, mereka bilang hal itu udah terbukti baik. sekarang ane mau tanya kenapa antum ga bikin adzan 3x ato lebih,,, kan ada manfaatnya,,,???? monggo di jawab ya kang,,,

    1. hasan@

      Mas Hasan, sudah tahu pertanyaan konyol kok masih dipertanyakan juga sih? Benar-benar konyol sampeyan, he he he… jangan terlalu bangga dengan hal-hal konyol dong.

      Oke, kami jawab. Adzan dua kali shalat Jum’at itu sunnah Syayyidina Utsman. Adzan itu sudah ada contohnya, jangan ngarang Mas. Ikuti saja sunnah Nabi dan sunnah Syayyidina Utsman (sunnah khulafa’urosyidin), sampaean sudah tahu dalilnya tapi mungkin nggak ngeh aja ya? Oleh Rasulullah Saw kita disuruh mengikuti sunnah Syayyidina utsman, Syayyidina Abu Bakar, Syayyidina Umar, dan Syayyidina Ali Karromallohu Wajhah. Ya memang perintah Rasulullah begitu, kok pada berani ummatnya yang sok pinter itu pada memvonis bid’ah adazn dua kali? Kalau tiga kali itu baru bid’ah yang nggak ada contohnya. Insyaallah nggak ada Ummat islam yang melakukan itu, demikian Mas Hasan.

      Lain kali sudah tahu konyol jangan ditanyain lagi ya? Dua kali aja yang ada contoh kalian anggap bid’ah, lalu bagaimana kalau tiga kali? Jangan mengada-ada dong?!

      1. hehe,,
        rupanya antum ma admin dari blog pembela ahlussunnah beda pendapat ya,, jauh banget……. kaya langit ma bumi,,he, antum jangan bilang ane yang ngada-ngadain,, harusnya antum bilang ma admin blog pembela ahlussunnah,, yang ngebolehin adzan mpe 20x,, hhe,, ga percaya,, tanya aja deh langsung ma orangnya,, antum pasti kenal kan ma dia,, he,

        mas soal adzan 2x???
        ane setuju kok ,, karena yang ngadainnya khalifah ustman,,yang udah dijamin kebenarannya ma nabi kita,, kecuali kalo kyai antum yang ngadainnya,, baru ane ga setuju,, he,

        tu antum tau,, dalil tentang mengikuti khalifah yg 4 itu,, sekarang yang jadi pertanyaan,, kenapa orang-orang zaman belakangan ini,,, yang seneng-senengnya ma praktek-praktek bid’ah hasanah,, selalu make dalil itu,, mereka selalu berkata “liat tuh ma sampean khalifah
        ustman ngadain adzan 2x,, nabi ngelakuin ga?? ga kan? berati itu dalil bolehnya bid’ah hasanah,,”

        he,, coba deh antum komentarin perkataan orang-orang dari kalangan antum itu,,, apa mereka ga salah,, make dalil itu buat mendukung praktek-praktek bid’ahnya???

    2. @hasan, maaf dipotong ditengah-tengah ‘ni.
      Keyakinan Wahabi mengatakan bahwa Tuhan memiliki 2 buah tangan, sepasang kaki, sepasang mata, serta sebuah mulut. Tapi ketika ditanyakan tbuh serta kepalanya, tidak ada yang sanggup menjawab selugas menyatakan bahwa Tuhan memiliki anggota badan. Kalau Tuhan sudah dipersonifikasik, atau memiliki jisim, tetnunya harus ada konsekwensi logis yang menyertainya (Sunnatullah). Yaitu butuh baju, masa telanjang bulat. Butuh makanan, masa kelaparan. Butuh peturasan, masa be’ol dimana-mana. Butuh tukang cukur, butuh gunting kuku, dst. dst.

      Terus ke 8 ekor kambing hutannya apa engga dikasih makan, diberi kandang, diurus baik-baik. Sebab begitu sebagian diantaranya sakit atau melahirkan, Tuhan engga bisa jalan-jalan dong. Kendaraannya cuman itu-itunya.

      Jumud dan taqlid. Muihkamat dan Mutasyabihat sama saja. No mantiq, unlogic.

      Tolong jawab, lugas. Jangan muter-muter cari copasan kesana kemari.

      1. mas,,, para imam 4 itu apabila menemui ayat-ayat yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah,, mereka mengartikan secara tekstual tanpa berani untuk menta’wilnya,, di qur’an dan hadist disebutkan tentang sifat-sifat Allah maka mereka mengartikan seperti apa yang terdapat di qur’an maupun hadist itu,
        mereka ga berani menta’wil apalagi nambah-nambahin yang lebih parah lagi sampai mantasybih (menyerupakan dengan makhluk)
        Antum bilang Allah butuh baju dan yang lainnya ,,?? apa antum hendak mensamakan Allah dengan manusia??

  9. Silahkan dibaca dengan kepala dingin dan hati yg tenang.
    1. Allah Ta’ala berfirman, “hanya Engkaulah yg kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” QS Al Fatihah : 5.
    Allah Ta’ala berfirman, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” QS An Nisaa : 36.
    Nah akhi, contoh ayat2 ini adalah dasar dari tauhid uluhiyah yaitu mengesakan segala bentuk peribadahan hanya kepada Allah Azza wa Jalla.

    2. Allah Ta’ala berfirman, “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.” QS Al Fatihah : 2.
    Allah Ta’ala berfirman, “Mahasuci Allah Yang di Tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” QS Al Mulk : 1.
    Contoh ayat2 ini adalah dasar dari tauhid rububiyah yaitu mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kekuasaan, pengaturan dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin hal 14)

    3. Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik).” QS Al Isra’ : 110.
    Allah Ta’ala berfirman, “…Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS Al Baqarah : 137.
    Contoh dari ayat2 ini adalah dasar dari tauhid asma wa shifat yaitu sifat2 Allah yang Dia tetapkan didalam Al Qur’an untuk kita imani.

    Sudah jelaskah akhi, pembagian tauhid itu sendiri telah punya dasar didalam Al Qur’an dengan dalil2 yg sangat banyak sekali yg tidak mungkin saya sebutkan satu persatu disini. Dan kalaupun antum hanya meyakini tauhid itu sebatas mengesakan Allah dan beribadah hanya pada Allah, itupun tidak ada masalah. Spt yg telah disebutkan oleh akh Maulana Mufti, pembagian tauhid menjadi 3 adalah sebuah wasilah agar memudahkan kaum muslimin dalam mengenal dan mempelajari tauhid. Adapun mengenai bid’ah, Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam telah bersabda dengan sejelas2nya bahwa semua bid’ah itu sesat. Terang dan sangat jelas dan lebih diperkhusus lg dengan sabda beliau, “barang siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan (agama) kami ini yang tidak berasal darinya, maka dia tertolak.”

    Akan tetapi bila tetap ada yg menganggap ada bid’ah hasanah dalam perkara agama, yah saya tidak akan memaksa. Tetapi, sebaik2 perkataan adalah Kitabullah dan sebaik2 petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam.

    Yuk monggo silahkan dilanjut diskusinya dengan tertib, tentram dan aman sentosa.
    Allahul Muwaffiq.

    1. Hasbi @.

      pembagian tauhid menjadi tiga belum pernah dikatakan oleh seorangpun sebelum masa Ibnu Taimiyah. Rosulallah SAW pun juga tidak pernah berkata bahwa disana ada tiga macam Tauhid dan kamu tidak akan menjadi Muslim sebelum bertauhid dengan ketiganya. kemudian ayat suci alqur`an yang anda bawakan juga tidak menunjukkan terhadap pembagian Tauhid , ayat – ayat itu hanya menunjukkan bahwa Allah SWT adalah Ilah dan Rob yang memiliki Asma`ul Husna , sama sekali tidak menunjukkan pembagian kepada tiga tauhid.

      Pandangan Ibnu Taimiyah yang membagi tauhid menjadi tiga diikuti oleh Muhammad bin abdil wahhab perintis ajaran Wahabi, dalam pembagian tersebut Ibnu Taimiyah membatasi ma`na Rob terhadap sifat tuhan sebagai pencipta,pemilik dan pengatur bumi dan se isinya , sedangkan ma`na Ilah dibatasi pada sifat Tuhan sebagai Dzat yang berhak untuk disembah dan menjadi tujuan dalam beribadah.

      Pembagian tauhid menjadi tiga ini jelas bertentangan dengan Al-qur`an dan Hadist serta pendapat seluruh Ulama Ahlu Sunnah Wal-jama`ah, sebab ayat-ayat Al-qur`an , hadist-hadist serta pernyataan para Ulama Aswaja tidak ada yang membedakan antara ma`na Rob dengan ma`na Ilah , seperti Firman Allah yang artinya : ” Dan ALLAH tidak menyuruhmu menjadikan malaikat dan para Nabi sebagai Arbab ( jam`a dari kata Rob).al-imron : 80
      juga firmannya : ” Demi Allah sungguh kita dahulu dalam keseatan yang nyata, karena kita dahulu (didunia) mempersamakan kamu dengan Robbul Alamin Qs. assyua`ra : 97-98
      juga firmannya : ( qs..al-kahfi : 38 ) Tetapi aku percaya dialah Allah, Robku dan aku tidak menyekutukan seorangpun dengan Robku
      juga hadist Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari al-barra bin a`zib Nabi SAW bersabda ” Allah berfirman , Allah meneguhkan Iman orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh Nabi bersabda ayat ini turun mengenai Adzab kubur, orang yang dikubur itu ditanya , Siapa Robmu ? lalu ia menjawab Allah Robku dan Muhammad SAW adalah Nabiku.

      Dari beberapa ayat dan Hadist diatas tidak satupun yang membedakan Ilah dengan Rob sehingga pernyataan ,Ibnu Taimiyah bahwa Tauhid Rububiyah juga diyakini oleh semua orang baik orang Musyrik maupun Orang mu`min adalah Bathil, bertentangan dengan banyak ayat Al-qur`an dan Hadist, andai Ilah dan Rob itu berbeda seperti yang dipahami oleh Ibnu Taimiyah maka Malaikat akan menanyakan Siapa Rob dan Ilahmu ? tetapi malaikat hanya menanyakan Man Robuka siapa Robmu ? andai Ma`na Rob dan Ilah itu memiliki esensi yang berbeda maka Pasti Allah dan Rosulnya akan menjelaskan itu secara tegas dan gamblang.

      Kesimpulan
      1. Pembagian Tauhid menjadi tiga tidak ada dasarnya sama sekali baik dari Qur`an maupun Hadist.
      2. ayat-ayat yang menyebut kata Rob dan Ilah sama sekali tidak menunjukkan pembagian Tauhid , ayat-ayat tersebut hanya menunjukkan bahwa Allah sebagai pencipta,pemilik dan pengatur bumi dan se isinya , Ilah dan Rob yang Wajibul wujud yang berhak disembah
      3. pembagian Tauhid menjadi tiga adalah Bid`ah dlolalah yang tidak diridloi Allah dan Rosulnya.
      4. pembagian Tauhid menjadi tiga adalah sumber perpecahan Ummat karena mempersamakan orang yang sudah bersyahadat (muslim/mu`min) dengan orang yang belum bersyahadat ( kafir/Musyrik).
      5. kaum wahabi /salafi menolak Bid`ah Hasanah dalam masalah Furu` dan menerima , mengamalkan serta menyebarkan Bid`ah dlolalah dalam Masalah I`tiqod. (Ushul ).

      1. Bagaimana Para penganut tiga tahid, sudah jelas ya? Kalau masih belum jelas boleh tanya lagi, insyaallah Mas Syahid siap menjawab.

        Semoga menjadi penjelasan yang bermanfaat apa yang disampaikan oleh Mas Syahid, amin….

  10. hasbi @

    Ilmu tentang keislaman ini memiliki patron pemahaman. Sedangkan patron pemahaman antum adalah patron paham Wahabi, memang seperti itu pemahaman wahabi, kami maklum. Tapi yang tidak bisa dimaklumi adalah akibat dari paham seperti itu, bisa menimbulkan fitnah. Fitnahnya tidak main-main, sebab antum bisa secara otomatis menganggap Imam Syafi’i dan Imam yang lain sebagai Ahli bid’ah, sebab beliau dan para Imam yang lainnya telah membagi bid’ah jadi bid’ah khasanah dan bid’ah Syayyi’ah, yang mana pembagian beliau-beliau itu juga berdasar hadits-hadits tentang bid’ah secara lebih komprehensif (hadts tentang bid’ah ada banyak, Mas). Dari semua hadits-hadits tentang bid’ah itu disinkronkan, maka muncul yang namanya bid’ah hasanah dan bid’ah dlolalah/syayyi’ah.

    Tidak ada yang salah dengan Ayat-ayat AlQur’an dan Hadits-hadits Rasul Saw. Yang salah adalah pemahamnnya. Pemahaman yang tidak komprehensif akan mengakibatkan berbenturan dengan fakta dan realitas. Coba renungkan secara mendalam tentang paham antum itu, maka secara otomatis dampaknya Imam syafi’i jadi ahli bid’ah. Apa iya Imam Syafi’i, Imam Nawawi, Imam ibnu Hajar Atsqalani dll ahli bid’ah? Mungkin konsekwensi ini yang tidak disadari oleh orang-orang yang mengingkari bid’ah khasanah.

    Sebagai pelariannya, Wahabi (aliran baru) membagi bid’ah jadi bid’ah dunia dan bid’ah agama. akhirnya itulah mau tak mau mereka harus membagi bid’ah juga, sebab kalau tidak maka akan bertabrakan dengan realitas dan fakta. Padahal pembahasan tentang bid’ah sudah tuntas oleh para Imam yang ahli agama sejak zamannya Imam Syafi’i dan lainnya.

  11. @admin
    saya heran deh ama kalian-kalian…
    kalian koq sepertinya anti banget dg firqoh2 islam diluar kalian, terutama dg muhammadiyah, persis terlebih lg yang dikatakan wahabi…
    tp koq kalo dengan selain umat islam (contohnya nashrani) yang udah jelas2 melenceng dari islam kalian akrab banget.., sampe ngadain natal bersama lah, do’a lintas agama dll..
    kalo menurut saya sih lebih baik cenderung “ekstrim” spt wahabi, dari pada cenderung liberal seperti “JIL”…
    ha ha

    1. mbok ya lihat dahulu sana yg menjadi corong nya wahabi …bgm mereka dgn para kaum kafir..mbok ya lihat juga kelakuan mereka terhadap sesama muslim yg lain yg berbeda faham…tuk jelasnya antuk cari di ummati2 artikel lainnya…

    2. Pembela tauhid @

      Keberadaan firqah-firqah adalah keniscayaan, Nabi Saw sudah memberi isyarat akan munculnya firqah-firqah sejak 1400 tahun yang lalu. Dan tentang firqah terbaru (Wahabi) juga sudah diberitahu oleh Rasul Saw akan kemunculannya, bahwa menurut beliau akan muncul tanduk syetan dari Najd. Jadi kalau sudah tahu akan adanya fitnah Tanduk Syetan, lalu untuk apa kami harus anti?

      Kami tidak anti, hanya saja kami merasa berdosa kalau saja membiarkan begitu saja fitnah tanduk syetan (isu-isu bid’ah, vonis musyrik kafir, dll) bertebaran di tengah ummat Islam. Dari sudut pandang antum sebagai Wahabi, wajar kalau kami dianggap anti/benci, tapi sesungguhnya tidak demikian. Kami hanya mencoba menginformasikan nilai-nilai kebenaran secara jujur tanpa trik-trik atau rekayasa kebohongan.

      Islam adalah rahmatan lilalamin, karena itu kami menempuh jalan tengah, tidak liberal juga tidak ekstreem. Itulah jalan Ahlussunnah Waljama’ah, yaitu jalan yang sudah dirintis oleh Rasulullah, Para Sahabat, Tabii’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para salafus shalih. Mereka tidak ekstreem juga tidak liberal. Mereka memilih jalan tengah sehingga menjadi “ummatan wasathon” (ummat tengah-tengah) yaitu ummat yang memiliki keseimbangan, tidak njomplang ke kiri atau kanan.

    1. ardi@

      Saya rasa-rasa, nada komentarmu sama dengan Hasan, hasbi, abu ahmad assalafy. Kalian sama-sama ndablek yang merupakan ciri-ciri orang sesat, susah dikasih penjelasan padahal sudah jelas.

      Yang bikin saya heran, kenapa kata-kata dan kalimat kalian bisa sama, bisa mirip, mencerminkan kedunguan yang khas? Saya benar-benar heran tentang kemiripan kalian, apakah belajar pada ustadz yang sama? Jawab keheranan saya ya Mas?

  12. @ardi dan wahabi kenapa selalu bid’ah yg dituduhkan. Golongan anda juga berbuat bid’ah, semua golongan berbuat bid’ah. Kalau tidak bertentangan dgn syariat dan ada kemaslahatannya buat umat maka itu adalah bid’ah yg baik. Pemahaman kita berbeda tentang bid’ah, karena kita berbeda dalam memahami Al quran dan Sunnah. Jadi sebaiknya anda pelajari ilmu agama lebih dalam, sehingga anda tidak sembarangan menuduh bid’ah, sehingga tanpa sadar menuduh para ulama dan meremehkan ijtihad mereka. Adakah yang kami kerjakan tidak mengikuti para ulama? Coba anda renungkan… Kalau anda tidak mengikuti ulama, siapa yang anda ikuti? Kalau anda tidak mengerti, seharusnya anda bertanya. Kalau anda tidak paham dan tidak setuju, sebaiknya anda tawaquf saja dan berprasangka baik, kalau anda lebih cenderung dengan pendapat seorang ulama maka hormatilah pendapat ulama yang berbeda.

  13. @dianth
    andaikan ada suatu kitab asli dan terdapat 5 bab,
    maka kitab palsu nya hny sampe bab 3 ,nah yang bab ke3 itu tentang bid,ah…
    ya jadi begini ini lah..,mentok lah sampe bid,ah doank kajian nya..he..he..
    jadi kita nggak usah anehlah kalo banyak sdr kita teriak ini teriak itu,
    oleh karena nya jika ada yg lebih ngerti perlulah kiranya meluruskannya..

    ibarat kata udah dari sonooo nya atau kiriman buku dari sonooo nya di batasin smp bab 3 doank…nah yg lanjutin bab 4 atau 5 nya insya Allah kalo bisa temen2 aswaja yg lebih ngerti dan faham spt mas mamo,syahid,wong,arumi dll (bukan spt saya he..he..)terutama yg ada di sini…Insya Allah…

    1. @prass he…he… masalah agama jangan berandai andai ….yang di luruskan selalu ngeyel , ndableg , tambeng , hatinya dah tertutup syetan yang berkarat ….kita bisanya menyampaikan ……selanjutnya serankan ke Alloh makanya Abu Hanan bilang dan ngeluarin dalil berdebat sangat menyesatkan dan untuk membela diri kalau dia nggan bisa ngejawab dari teman2 Aswaja dalihnya MALAS BERDEBAT ….he…he… keliatan dangkalnya kan …..BERBAGI ILMU TIDAK SAMA DGN BERDEBAT ,…..SALAM .

  14. @ahmadsyahid
    ahmad syahid berkata:pernyataan anda berbahaya anda menyamakan Musyrikin quresy dengan muslimin mu`minin ahli Tauhid , dimana titik kesamaannya ?

    abu ahmad berkata:Mana pernyataan saya seperti diatas?? tolong copi pastekan disini dong,…jangan ditambah-tambahin sendiri,…

    ahmadsyahid berkata:orang yang berSyahadat dengan orang musyrik ?

    abu ahmad berkata:Apa yang anda maksudkan orang yang bersyahadat dengan orang musyrik? orang musyrik quraisy, atau mana? tolong dilengkapi lagi pernyataan anda,..

    ahmadsyahid berkata:orang yang mengambil tanah kuburan sebagai washilah dengan orang Musyrik yang menyembah Patung ?

    abu ahmad:Orang mengambil tanah kuburan sebagai wasilah,tanah kuburan sebagai sarana, bertabaruk kepada tanah kuburan,.. padahal tanah kuburan tidak bisa mendatangkan kesembuhan, atau barakah,..
    Orang musyrik quraisy menyembah patung, mereka menjadikan patung itu sebagai sarana dalam beribadah kepada Allah, mereka tidak meyakini patung itu bisa menolong mereka, karena itu buatan mereka sendiri, malah patung tersebut bisa dimakan, jika terbuat dari adonan tepung,…
    mereka menjadikan patung itu hanya sebagai wasilah saja, ini kesamaannya,.
    Bahkan mungkin lebih parah orang2 yang bertabaruk dengan tanah kuburan tersebut, karean tidak menutup kemungkinan, dengan tanah kuburan tersebutlah mereka bisa mengambil manfaat, wal iyadzubillah,..

    ahmadsyahid:jika saya mengambil patung untuk melindungi diri dari serangan golok untuk ( menangkis )apakah saya juga Musyrik ? jelaskan ,

    abu ahmad:Ya tidak, selama itu kebetulan anda sedang ada disitu, trus tiba-tiba ada yang menyerang, berlindung diri, tapi ini juga pernyataan yang mengada-ada, emangnya anda sedang perang atau sedang apa ya??
    Tapi itu bisa juga musyrik, jika anda mempunyai keyakinan dalam diri anda bahwa patung itulah yang dapat melindungi anda dari serangan tersebut, bukan karena Allah yang telah menyelamatkan anda, sehingga engkau menggantungkan hidupmu pada patung tersebut,..

    ahmadsyahid: jika saya sholat sementara dihadapan saya ada patung yang otomatis saya akan bersujud dihadapan kedua kaki patung tsb apakah saya juga Musyrik ? silahkan jawab dan bjelaskan.

    abu ahmad: Ada pertanyaan yang lucu sekali buat anda jawab, Memangnya anda sholat dimana? kok ada patungnya segala?? Memang ada masjid yang ada patungnya?? sepertinya suatu yang mustahil, anda menanyakan pertanyaan seperti itu, memangnya tidak ada tempat lain??
    Untuk itu saya tidak bisa menjawabnya, tapi ada jawaban yang mungkin mengena terhadap kasus diatas,
    Misalkan anda shalat, dihadapan anda ada alquran, lalu anda shalat menghadapnya, dan meniatkan didalam hati untuk menyembah alquran yang ada didepannya, maka anda telah terjatuh ke dalam kesyirikan,. mudah-mudahan permisalan ini bisa membantu anda dalam memahami kasus diatas,..

    ahmadsyahid: oh ya dihadist mana disebutkan Bodrek sebagai Washilah yang Syar`i ?

    mohon dijawab ya kang..

    abu ahmad: Ada, hadits yang menyuruh berobat, jika kamu sakit,…
    Sedangkan bodrex, waktu jaman Rasulullah belum ada pabrik bodrex mas,…
    Dan itu tentunya lebih syar’i, daripada tanah kuburan,…wong secara penelitian juga bodrex bisa menyembuhkan kok, tentunya dengan ijin Allah,..mudah-mudahan bisa dimengerti jawaban saya,… jazakallahu khairan,..

    1. abu ahmad as salafi@

      Kelihatan sekali sampean linglung dengan komentar sendiri, menunjukkan sampaean nggak paham dengan komentar sendiri. Seperti burung beo aja, bisa ngoceh tapi nggak ngerti apa ocehannya sendiri. Ngomong dengan sampean sama dengan dengan bicara dengan burung beo, ini tentunya pekerjaan berat dan sia-sia.

  15. abimanyu @

    Mas Abimanyu n Mas Syahid,
    Wahabi ngajinya pakai buku Kasyfu Syubuhat tulisan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, makanya gak bakalan ketemu deh sama aqidatul Awam. Mereka pasti KO sebab rujukan mereka lemah dan malu-maluin….

    1. wong ko lutan @.

      mas wong , saya menduga kekeliruan mereka terletak pada dua hal yang krusial

      1. metodologi
      2. pemahaman kata Ibadah

      karena mereka Wahabi/Salafi keliru dalam dua hal ini mereka terjerumus kedalam kemusyirikan , Tasybih atau Tajsim , Bid`ah dolalah, pengkafiran dan pemusyrikan,

      kesalahan mereka ini turut didorong oleh keengganan mereka ,mengikuti salah satu Madzhab yang mu`tabar.

      ditambah dengan dorongan ” Ijtihad ” sementara mereka bukan ahlinya.

  16. @ahmadsyahid

    maaf, mas ana bukan nanyain pembagiannya,,
    tapi isi alias makna dari ketiganya itu,,, apakah di qur’an itu tidak ada???
    atau dizaman nabi tidak dikenal hal tauhid seperti itu?? (bukan pembagiannya lho mas,, tapi maknanya)

  17. Mas Ahmadsyahid, Hasan dan kelompoknya ternyata kurang fair dalam bersikap. Mereka ngotot menyatakan pembagian tauhid menjadi 3 bukan bidah, disisi lain mereka ngotot membidahkan dan menyesatkan akidah As’ariyah, yg merupakan pegangan para ulama aswaja sejak dulu kala. Mereka mengatakan akidah asy ariyah dibangun berdasarkan logika semata padahal semuanya mempunyai dalil ya jelas dan pasti. Beginilah jadinya memahami Alquran dan Sunnah hanya secara zahir semata, dan menolak akal untuk memahami maknanya lebih dalam. Lihatlah bgmn sikap tidak fair Hasan dan kelompoknya dalam memahami tauhid Uluhiyah dan Rubbubiyah, mereka hanya menafsirkan menurut pemahaman Ibnu Taymiah dan pengikutnya, tanpa meninjau lebih jauh dan membandingkannya dgn pendapat ulama lainnya, lalu memakainya untuk menyesatkan kelompok muslim lainnya. Ter..lalu… Kalau untuk makna yg namanya makna itu tergantung penafsiran, yang saya pelajari, makna tauhid seperti yg dipahami Hasan dan kelompoknya tidak seperti penafsiran ulama tentang tauhid, kemungkinan kalian salah tafsir.

    1. kelompok Wahabi / Salafi memang tidak fair , tidak konsisten bahkan cenderung menggunakan standar ganda , bolak balik ga karuan karena memang mereka tidak memiliki sedikitpun sandaran madzhab sebagai patokan atau rujukan dalam ber Istidlal.

  18. hhe… daripada nyerocos ga karuan, mas dianth dan mas ahmadsyahid,,, monggo di jawab dulu pertanyaan saya diatas,,, saya ulang lagi deh,,, jawab ya mas,,,

    @ahmadsyahid

    maaf, mas ana bukan nanyain pembagiannya,,
    tapi isi alias makna dari ketiganya itu,,, apakah di qur’an itu tidak ada???
    atau dizaman nabi tidak dikenal hal tauhid seperti itu?? (bukan pembagiannya lho mas,, tapi maknanya)

    1. hasan @.
      baik dalam Al-qur`an maupun dizaman Nabi SAW tidak ada ma`na Tauhid seperti yang dipahami oleh Wahabi/Salafi , saya tegaskan jangankan pembagiannya, Ma`nanya pun tidak ada.

      jadi apa yang difahami sekte wahabi/salafi soal I`tiqod dengan tiga Tauhidnya adalah Bathil, dan Bid`ah Dolalah.

  19. ana tertarik untuk membahas macam2 Tauhid, yaitu Tauhid Rubbubiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Asma wa Shifat. setidaknya inilah yang diakui oleh golongan salafiyun.

    namun sebelumnya ana ingin membahas satu persoalan yang terkait dengan ketiga macam Tauhid tersebut. selama ini golongan Asya’iroh, mungkin Al Akh Ahmad (afwan ana menghilangkan kata Syahid karena memang itu tidak pantas) termasuk salah satunya, menyamakan ketiga Tauhid tersebut dengan konsep aqidah trinitas ketuhanan kaum Nasrani. yang ana tanyakan, dimana letak kesamaan keduanya?

  20. Capek deh diskusi sama orang yg bernama Ibnu Abi Irfan, ketinggalan melulu. Pertanyaanmu sudah ada jawaban dari Mas Syahid di atas. Makanya simak dulu, jangan sok pintar karena antum adalah seorang pemuda yg hoby berdalil dengan Al-Qur’an n hadits tapi nggak mudeng apa maksud ayat Qur’an n hadits yg antum bawain.

    ini jawaban Mas Syahid di atas, klik

    atau ini saya kutipkan jawaban Mas Syahid, bacalah biar diskusinya nyambung alis tidak meleset ngalor-ngidul

    ahmadsyahid :
    Hasbi @.
    pembagian tauhid menjadi tiga belum pernah dikatakan oleh seorangpun sebelum masa Ibnu Taimiyah. Rosulallah SAW pun juga tidak pernah berkata bahwa disana ada tiga macam Tauhid dan kamu tidak akan menjadi Muslim sebelum bertauhid dengan ketiganya. kemudian ayat suci alqur`an yang anda bawakan juga tidak menunjukkan terhadap pembagian Tauhid , ayat – ayat itu hanya menunjukkan bahwa Allah SWT adalah Ilah dan Rob yang memiliki Asma`ul Husna , sama sekali tidak menunjukkan pembagian kepada tiga tauhid.
    Pandangan Ibnu Taimiyah yang membagi tauhid menjadi tiga diikuti oleh Muhammad bin abdil wahhab perintis ajaran Wahabi, dalam pembagian tersebut Ibnu Taimiyah membatasi ma`na Rob terhadap sifat tuhan sebagai pencipta,pemilik dan pengatur bumi dan se isinya , sedangkan ma`na Ilah dibatasi pada sifat Tuhan sebagai Dzat yang berhak untuk disembah dan menjadi tujuan dalam beribadah.
    Pembagian tauhid menjadi tiga ini jelas bertentangan dengan Al-qur`an dan Hadist serta pendapat seluruh Ulama Ahlu Sunnah Wal-jama`ah, sebab ayat-ayat Al-qur`an , hadist-hadist serta pernyataan para Ulama Aswaja tidak ada yang membedakan antara ma`na Rob dengan ma`na Ilah , seperti Firman Allah yang artinya : ” Dan ALLAH tidak menyuruhmu menjadikan malaikat dan para Nabi sebagai Arbab ( jam`a dari kata Rob).al-imron : 80
    juga firmannya : ” Demi Allah sungguh kita dahulu dalam keseatan yang nyata, karena kita dahulu (didunia) mempersamakan kamu dengan Robbul Alamin Qs. assyua`ra : 97-98
    juga firmannya : ( qs..al-kahfi : 38 ) Tetapi aku percaya dialah Allah, Robku dan aku tidak menyekutukan seorangpun dengan Robku
    juga hadist Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari al-barra bin a`zib Nabi SAW bersabda ” Allah berfirman , Allah meneguhkan Iman orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh Nabi bersabda ayat ini turun mengenai Adzab kubur, orang yang dikubur itu ditanya , Siapa Robmu ? lalu ia menjawab Allah Robku dan Muhammad SAW adalah Nabiku.
    Dari beberapa ayat dan Hadist diatas tidak satupun yang membedakan Ilah dengan Rob sehingga pernyataan ,Ibnu Taimiyah bahwa Tauhid Rububiyah juga diyakini oleh semua orang baik orang Musyrik maupun Orang mu`min adalah Bathil, bertentangan dengan banyak ayat Al-qur`an dan Hadist, andai Ilah dan Rob itu berbeda seperti yang dipahami oleh Ibnu Taimiyah maka Malaikat akan menanyakan Siapa Rob dan Ilahmu ? tetapi malaikat hanya menanyakan Man Robuka siapa Robmu ? andai Ma`na Rob dan Ilah itu memiliki esensi yang berbeda maka Pasti Allah dan Rosulnya akan menjelaskan itu secara tegas dan gamblang.
    Kesimpulan
    1.Pembagian Tauhid menjadi tiga tidak ada dasarnya sama sekali baik dari Qur`an maupun Hadist.
    2.ayat-ayat yang menyebut kata Rob dan Ilah sama sekali tidak menunjukkan pembagian Tauhid , ayat-ayat tersebut hanya menunjukkan bahwa Allah sebagai pencipta,pemilik dan pengatur bumi dan se isinya , Ilah dan Rob yang Wajibul wujud yang berhak disembah
    3.pembagian Tauhid menjadi tiga adalah Bid`ah dlolalah yang tidak diridloi Allah dan Rosulnya.
    4.pembagian Tauhid menjadi tiga adalah sumber perpecahan Ummat karena mempersamakan orang yang sudah bersyahadat (muslim/mu`min) dengan orang yang belum bersyahadat ( kafir/Musyrik).
    5.kaum wahabi /salafi menolak Bid`ah Hasanah dalam masalah Furu` dan menerima , mengamalkan serta menyebarkan Bid`ah dlolalah dalam Masalah I`tiqod. (Ushul ).

  21. salah satu akibat yang nyata dari tauhid tiga adalah salafy/wahaby memasukkan tawassul/istighasah, tabaruk ke dalam amalan musyrik/kemusyrikan…. saya mau tanya ke semua salafy/wahaby, siapakah yang pertama kali memasukkan tawassul/istighasah/tabarruk menjadi amalan musyrik ? coba sebutkan.. apa Nabi pernah menyebutkannya ? ( padahal Nabi sendiri bertawassul ) apa sahabat ? siapa ?, tabiit tabiin siapa ?, ulama salaf siapa ?, imam siapa ?, muhaddits siapa ?, atau ustadz siapa ? yang pertama kali menyebutkannya …. atau emang salafy/wahaby ternyata tukang bohong dan tukang fitnah??

  22. Hayo, siapa, siapa??? Harusnya yg jawab ini dedengkot salafy wahabi Indonesia Bp. Abdul Hakim Amir Abdat, sebab yg awam-awam dan ustadz-ustadz kan cuma pengikut yang ikut-ikutan?

    Hai pengikut Salafy wahabi, tanyain kepada Bapak A Hakim Amir Abdat ya, dan suruh beliau jawab pertanyaan Abah Zahra, oke ditunggu.

  23. Ping-balik: Buku-buku Sesat Buatan Para Aktifis Wahabisme di Indonesia « UMMATI PRESS
  24. Masalahnya bukannya tuding menuding akan tetapi realita memang harus demikian maka ini bukannya perintah-Nyakan? maka inilah hikmah diturunkan syari’at betulkan?. coba berpikir yang jernih dengan pertanyaan di bawah ini; Untuk apakah al Qur’an diturunkan? tentnya kita akan menjawab? membedakan, membedakan (antara yg haq dan yg batil, memecahkan segala persoalan, mengadili/menghukumi bid’ah, sunnah, tauhid, syirik, munafiq au beriman, kafir mukmin, halal haram dsb.. yaa kan? betul kan? apa masih beralasan?.
    Apa kita rela saudaru kita (muslim) dalam kesesatan dan bergelimang dosa, bahkan mereka melakukan kedaliman. maksud saya adalah kedoliman menempatkan sesuatu tdk pada tempatnya misalnya memmulyakan, mengagungkan, sifat ubudiyah diberikan kepada yg tidak berhak menerimanya berarti inilah yg dimaksud firman Allah SWT “Innasyirka ladhulmun adhiim”

  25. Ping-balik: Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar Dakwah Wahabi | GUDANG ILMU

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker