Berita Rusia

Ramzan Kadyrov Ajak Umat Islam Bersatu Melawan ISIS

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Ajak Umat Islam Bersatu Melawan ISIS

Di akhir postingannya itu, Ramzan Kadyrov menyeru 1,5 miliar umat Islam yang “muda, sehat, tegas dan berani” untuk bersatu dan menemukan cara untuk meniadakan semua kontradiksi internal Umat Islam, serta bersama-sama mengalahkan musuh yaitu kelompok teroris yang dikenal dengan sebutan IS/ISIS.

 

 

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Ajak Umat Islam Bersatu Melawan ISIS.

 

Islam-Institute, GROZNY – Presiden Republik Chechnya menyeru kepada seluruh Umat Islam di dunia untuk bersatu dan bersama-sama menghancurkan ISIS. Ia mengatakan bahwa tidak ada siapa pun yang berhak untuk bersikap netral setelah semua kekejaman yang dilakukan oleh para ekstremis ISIS tersebut.

Ramzan Kadyrov membuat pernyataan ini pada hari Rabu (11/10/15) segera setelah menyaksikan sebuah video yang dirilis ISIS di mana di dalamnya diperlihatkan kelompok teror ISIS tersebut mengeksekusi 200 anak Suriah dengan senapan mesin. Ramzan Kadyrov merasa kekejaman ISIS tidak layak ada di dunia, tidak layak mengatas-namakan Islam. Umat Islam seharusnya tidak layak bersikap netral karena ISIS telah merusak Islam.

BACA :  Serangan Teroris ISIS Digagalkan Pasukan Khusus Rusia

“Dua ratus anak ditembak mati. Jutaan orang diseluruh dunia telah melihat video ini dan seluruh media massa ternama juga telah memberitakannya. Sebelum ini kita juga telah menyaksikan monster-monster itu membunuh para wanita, anak-anak dan juga para orang tua. Orang-orang Islam tewas dibunuh di tangan mereka yang menyatakan diri sebagai Muslim,” tulis Ramzan Kadyrov dalam akun Istagramnya, tempat yang biasa ia gunakan untuk membuat pernyataan publik.

BACA :  Sejumlah 308 WNI di Suriah Dicekal Pulang ke Indonesia
banner gif 160 600 b - Ramzan Kadyrov Ajak Umat Islam Bersatu Melawan ISIS

Ia juga kembali menegaskan pendapatnya bahwa saat krisis Tengah-Timur yang saat ini terjadi, didalangi oleh Barat.

“Layanan khusus dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya telah membeli para pemimpin kelompok-kelompok teroris itu dengan harga murah, dan kemudian memerintahkan mereka untuk terus menumpahkan darah umat Islam, menghancurkan kestabilan negara serta menghitamkan reputasi Islam,” tulisnya.

Ramzan Kadyrov kemudian menyatakan bahwa ia menganggap bahwa sudah menjadi tugasnya untuk langsung menyeru kepada para pemimpin negara-negara Muslim besar dan menanyakan kepada mereka, masih untuk berapa lama mereka berniat untuk mentolerir penghancuran masyarakat Muslim di dunia.

“Kenapa kalian tidak berkumpul dan mendiskusikan masalah ini? Mengapa kalian tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan ISIS? Mengapa tidak kalian katakan kepada Amerika Serikat dan sekutunya bahwa semua ini sudah cukup bagi kalian?“ ungkap Ramzan Kadyrov lebih lanjut.

BACA :  132 Warga Malaysia yang Gabung ISIS Ditolak Kembali ke Malaysia

Pemimpin Chechnya itu juga memperingatkan bahwa musuh-musuh Islam tidak pernah berniat untuk menghentikan kampanye mereka. Mereka bisa membeli tangan muslim untuk berbuat kejam terhadap umat Islam.

“Besok, di bawah kedok ‘revolusi demokratis’, mereka akan mulai api peperangan di negara-negara kalian. Saya tidak ingin ini terjadi. Saya tidak ingin kematian baik seorang Muslim atau non-Muslim,” tulisnya.

Di akhir postingannya itu, Ramzan Kadyrov menyeru 1,5 miliar umat Islam yang “muda, sehat, tegas dan berani” untuk bersatu dan menemukan cara untuk meniadakan semua kontradiksi internal Umat Islam, serta bersama-sama mengalahkan musuh yaitu kelompok teroris yang dikenal dengan sebutan IS/ISIS.  (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker