Berita Arab Saudi

Raja Salman Sewa Hotel Mewah di Turki 18 Juta dolar

Raja Salman Sewa Hotel Mewah di Turki 18 Juta dolar, Pesangon Tragedi Mina Terlantar

Dari Mana Kekayaan Raja Arab Saudi?

Dalam buku “Perekonomian dari Haji dan Umrah” yang ditulis oleh Dr. Ali Hassan Al-Nagur, kepala Komite Transportasi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jeddah, bisa diketahui dari mana asal sumber utama kekayaan raja Arab saudi.

Dalam buku itu, Dr. Al-Nagur menulis bahwa pendapatan sektor swasta dari industri haji pada tahun 2004-2005 mencapai 30, 6 milyar riyal Saudi atau sekitar 8, 2 milyar dollar. Dengan perincian, dari haji sebesar 14 milyar riyal dan dari umroh sekitar 16, 6 milyar riyal.

 

Hotel Antalia Turki Tampak Dari Luar

Islam-Institute, ANKARA – Raja Salman bin Abdul Aziz, raja Arab Saudi, telah memesan sebuah hotel mewah di Turki secara keseluruhan dalam rangka menghadiri pertemuan G20. Harga sewa hotel tersebut dilaporkan mencapai angka 18 juta dolar. Sebagaimana diketahui, Raja kaya Arab Saudi ini memperoleh kekayaan terbesarnya dari wisatawan Haji dan Umrah yang nilainya mencapai 10 Miliar lebih pertahun, selain itu Arab Saudi juga jualan minyak tanah dengan harga murah ke AS.

Laporan mengenai sewa hotel mewah di Turki itu menunjukkan bahwa Raja Salman akan tinggal di Mardan Palace. Penginapan yang dikenal sebagai resor mewah yang paling mahal di Eropa dan wilayah Mediterania. Ia diperkirakan akan melakukan check-in di hotel yang akan tertutup bagi semua tamu lainnya, beberapa hari menjelang KTT G20, yang akan diselenggarakan di Anatalya, Turki.

BACA JUGA:  Fatwa Ulama Saudi: Muslim Boleh Salat di Masjid Syiah dan di Gereja

Hotel mewah yang memiliki 560 kamar tersebut, dikabarkan akan mempersiapkan secara khusus semua detil ruangannya. Tentunya termasuk ruangan kamar tempat nantinya raja Salman akan menginap. Juga dirancang acara penyambutan dengan karpet merah serta pelatihan staf dan chef hotel kelas istimewa. Pihak hotel yang memiliki restoran lengkap dengan Aquarium raksasa berisi 2400 ikan di dalamnya itu, juga menyiapkan pasukan khusus keamanan hotel selama raja Salman menginap.

Selain menghadiri KTT G20, Raja Salman juga diperkirakan akan membahas investasi di Turki.
Menurut pejabat berwenang, Turki sendiri akan mempersiapkan keamanan tingkat tinggi dikarenakan kehadiran Presiden AS Barack Obama, pemimpin Uni Eropa, Rusia dan para pemimpin Cina.

Dalam kunjungannya, Raja Salman akan didampingi oleh hampir 1.000 orang. Raja Arab Saudi ini memang memiliki reputasi untuk selalu bepergian dengan rombongan besar. Baru-baru ini, untuk tiga malam di ibukota AS, ia memesan seluruh hotel Four-seasons secara utuh yang yang memiliki 222 kamar.

Baru-baru ini, Raja Salman juga dikritik atas liburan VIP-nya di Cote d’Azur di Perancis, ketika 1.000 orang dari rombongannya memenuhi pantai Riviera Perancis dan menutup pantai tersebut. Rombongan itu terpaksa harus mempercepat liburan mereka setelah petisi dari sejumlah 150.000 penduduk di sana menuntut pembukaan kembali pantai di luar vila yang sebelumnya ditutup.

BACA JUGA:  Musibah Kebakaran Hotel Jamaah Haji Indonesia

 

 

 

Pemandangan kontras di saat Raja Salman menghabiskan 18 juta dolar hanya untuk menginap 3 malam di hotel Mardan Palace, sementara serangan udara jet tempur Arab Saudi masih terus membombardir Yaman. Penghamburan kekayaanArab Saudi sungguh menggambarkan kedunguan tanpa hati di tengah bencana kemanusiaan di Yaman, Suriah, Irak, dan di tengah serangan Israel terhadap warga sipil Palestina. Juga di tengah ketidak jelasan nasib pengungsi Suriah di negara-negara Eropa.

Dan beberapa hari yang lalu Kemenag RI diminta DPR untuk menanyakan uang pesangon yang dijanjikan kerajaan Arab Saudi kepada para korban Tragedi Mina, Crane yang tak kunjung cair, sehingga dana yang dijanjikan itu seperti terlantar tanpa kejelasan.

Dari Mana Kekayaan Raja Arab Saudi?

Dalam buku “Perekonomian dari Haji dan Umrah” yang ditulis oleh Dr. Ali Hassan Al-Nagur, kepala Komite Transportasi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jeddah, bisa diketahui dari mana asal sumber utama kekayaan raja Arab saudi.

Dalam buku itu, Dr. Al-Nagur menulis bahwa pendapatan sektor swasta dari industri haji pada tahun 2004-2005 mencapai 30, 6 milyar riyal Saudi atau sekitar 8, 2 milyar dollar. Dengan perincian, dari haji sebesar 14 milyar riyal dan dari umroh sekitar 16, 6 milyar riyal.

BACA JUGA:  Bau Kemunafikan dalam Khutbah Mufti Wahabi Arab Saudi

Sementara itu, data dari Kementerian Haji menyebutkan, pada kurun waktu 2004 – 2005 tersebut, jumlah jamaah umroh lebih dari enam juta orang dan jumlah jamaah haji sekitar 2, 3 juta orang.

Setiap tahun, terjadi peningkatan jumlah jamaah haji, sejalan dengan makin bertambahnya jumlah umat Islam di seluruh dunia. Kerajaan Arab Saudi menerapkan sistem kuota untuk membatasi jumlah jamaah haji yang datang ke tanah suci, yaitu 1. 000 jamaah untuk setiap satu juta jumlah penduduk di suatu negara. Sedangkan kuota untuk umrah, biasanya lebih besar daripada kuota untuk musim haji.

Jika pada tahun 2004 – 2005 sudah menghasilkan 8,2 miliar dollar dari haji dan umrah, lalu berapa pendapatan raja Arab Saudi tahun ini? Begitu gampangnya Arab saudi mendapatkan kekayaan dan begitu gampang pula membuang-buangnya. Sampai kapan kezaliman Arab Saudi ini akan dipertontonkan? Wallohu a’lam….     (AL/ARN/RM/TheExpressTribune)

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Raja Salman Sewa Hotel Mewah di Turki 18 Juta dolar
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker