Berita Indonesia

Putri Munawaroh, Wanita Indonesia yang Terjerat Kasus Terorisme

Radicalisme Studies: Ada Sembilan Wanita Indonesia Terjerat Kasus Terorisme ….

Upaya meminimalisir aksi terorisme di Indonesia berdasar regulasi tentang tindak pidana terorisme telah berjalan sejak tahun 2002, setelah muncul peristiwa teror besar, Bom Bali 1 dan Bom Bali 2. Paska tragedi ‘bom Bali’ yang dilakukan Amrozi dan kawan-kawannya ini, muncul Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian dikonkretkan dengan membentuk Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang.

Dari peristiwa-peristiwa aksi terorisme di Indonesia, umumnya para pelakunya didominasi laki-laki. Namun, tindak pidana terorisme yang sarat akan tindak kekerasan atau ancaman kekerasan ini juga melibatkan beberapa aktor wanita.

Dalam laporan khusus yang dirilis Radicalism Studies, Selasa (09/16), dari kasus-kasus tindak terorisme yang sampai hari ini tercatat melibatkan 700 orang lebih dinyatakan bersalah, dengan 400 orang telah menjalani hukuman. Di antara kasus-kasus terorisme yang masuk kategori tindak pidana khusus, setidaknya ada 9 nama wanita yang pernah terlibat kasus ini, 8 diantaranya diputuskan bersalah.

BACA :  Sosmed, Media Tepat Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Para wanita ini dalam catatan Radicalism Studies memiliki peran “membantu” aktor-aktor utama bergerak menjalankan misi dan alur panjang proses yang mereka klaim sebagai jihad. Umumnya, para wanita ini memiliki hubungan khusus dengan para pelaku teror, misalnya Munfiatun adalah istri kedua Noordin M. Top.

Namun konteks ‘pemberi bantuan’ tidak serta merta mengecilkan peranan seseorang, karena bisa saja jika seandainya para pelaku utama tidak diberi bantuan, maka peristiwa terornya belum tentu akan terjadi. Atau contoh lain (yang paling banyak dilakukan oleh perempuan) adalah jika saja pelaku teror tersebut tidak disembunyikan, maka proses penegakan hukum pasti akan berjalan dengan semestinya.

banner gif 160 600 b - Putri Munawaroh, Wanita Indonesia yang Terjerat Kasus Terorisme

Putri Munawaroh

Putri Munawaroh bukanlah perempuan pertama yang terlibat dalam kasus tindak pidana terorisme. Namun peristiwa yang dialaminya cukup menarik perhatian khalayak banyak.

BACA :  Pemberantasan Terorisme di Suriah Adalah Keputusan Rakyat

 

Putri Munawaroh

Putri Munawaroh adalah istri dari Susilo Adib alias Hasan yang selama hampir tiga bulan lamanya menyembunyikan Noordin M.Top di rumahnya. Saat itu Noordin sedang dikejar oleh aparat kepolisian karena keterlibatannya dalam peristiwa peledakan bom bunuh diri di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton jilid II tahun 2009.

Selama hampir tiga bulan itu pula Putri Munawaroh membantu Susilo menyediakan makanan dan minuman bagi “tamu” suaminya itu hingga akhirnya disergap oleh Densus 88. Putri Munawaroh bersama suami dan tamunya Noordin M. Top, Urwah serta Aji dikepung oleh aparat kepolisian selama kurang lebih 9 jam lamanya. Saat diminta untuk menyerah mereka membalas dengan tembakan dari dalam rumah.

Karena tidak mau menyerahkan diri, tim penindak dari mabes Polri kemudian menyerbu masuk dan menembak mati Noordin M. Top, Urwah, Aji dan Susilo. Putri Munawaroh yang sedang hamil tua selamat namun tertembak dibagian pinggulnya.

BACA :  UMP 2015 di DKI Jakarta, UMP 2015 di Seluruh Indonesia

Peristiwa 9 jam itulah yang dijadikan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai dasar menjatuhkan pidana selama 3 tahun penjara kepada dirinya. Proses hukum mulai dari penangkapan hingga peradilan selama hampir 9 bulan lamanya, membuat Putri Munawaroh harus mengalami kenyataan pahit harus melahirkan putranya dalam keadaan tidak merdeka.

Pada 22 Juli 2012 Putri Munawaroh telah selesai menjalani hukuman dari Lapas Wanita Tangerang dan dijemput oleh sejumlah ummahat (ibu-ibu) dari kelompok pengajian Abu Jibril (aktivis MMI).

Setelah bertemu dengan Abu Jibril, Putri Munawaroh juga sempat membesuk Ustadz Abu Bakar Baasyir saat masih ditahanan Bareskrim Mabes Polri sebelum ke Bandung untuk menemui mertuanya. Informasi terakhir menyebutkan Putri Munawaroh telah menikah kembali dengan seorang warga binaan (napi) terorisme yang sedang menjalani hukuman di sebuah LP Jawa Timur. (al/beberapa sumber)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker