Berita Turki

Putin & Jokowi Bikin AS Kepanasan dalam KTT G-20 di Turki

Vladimir Putin & Presiden Jokowi  Bikin AS dan Barat  ‘Kepanasan’ dalam KTT G-20 di Turki

Selain Vladimir Putin yang telah membuat kepanasan negara-negara yang ikut KTT G20, dia adalah presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi mengatakan ketika dalam kegiatan Working Dinner KTT G20 di Hotel Reqnum Carya di Kota Antalya, Turki, bahwa “Sudah waktunya merombak total arsitektur keuangan global. Salah satunya, tidak lagi bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS)”.

 

 

 

Islam-Institute, TURKI – Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam pertemaun KTT G20 di Anatolia Turki bahwa ia telah mengetahui dan menyampaikan informasi penting kepada para mitra-mitranya terkait rahasia jalur pendanaan terorisme dan perdagangan minyak ISIS dengan menayangkan kepada mereka beberapa gambar-gambar yang diambil oleh satelit Rusia yang menunjukkan dimensi perdagangan illegal khususnya minyak oleh ISIS.

Vladimir Putin mengatakan dalm konferensi persnya pada hari Senin 16 November di Anatolia, Turki: “Kami membahas masalah ini dengan para mitra kami dan kami berharap akan terus melanjutkan pekerjaan ini, karena hal ini sangatlah penting guna memerangi terorisme dari segala sisi….”

BACA :  Terlibat Masalah dengan Rusia, Turki Gandeng Israel Lagi

Putin menekankan perlunya penghentian perdagangan minyak ilegal yang dilakukan oleh para teroris. Vladimir Putin berkata: ” kami telah tunjukkan kepada rekan-rekan kami beberapa gambar dari satelit dari ketinggian 4000-5000 ribu meter yang dengan jelas menunjukkan dimensi perdagangan minyak ilegal dan seluruh hal yang berkaitan dengannya. Di situ tampak jelas puluhan kilometer konvoi mobil dan kapal tanker dan nampak di situ pipa-pipa minyak para teroris”.

 

 

 

 

Pada KTT G20 tersebut Vladimir Putin juga menyampaikan bahwa Rusia telah menunjukkan beberapa contoh pendanaan para teroris di Suriah oleh beberapa orang dari 40 negara, termasuk negara-negara yang ikut dalam “KTT G20” dan dia mengatakan bahwa “masalah ini merupakan tema amat sentral perangi terorisme terutama setelah terjadinya peristiwa tragis penculikan dan pembunuhan orang-orang di Paris.”

BACA :  Turki Ajukan Ekstradisi Fethullah Gulen
banner gif 160 600 b - Putin & Jokowi Bikin AS Kepanasan dalam KTT G-20 di Turki

Putin mengatakan bahwa ia telah membahas pentingnya menerapkan rancangan resolusi Dewan Keamanan yang diprakarsai oleh Rusia dan swasta untuk mencegah perdagangan ilegal yang dilakukan oleh para teroris ini. Siapa pembelinya, inilah yang membuat mereka gerah dengan pernyataan Putin yang menelanjangi mereka.

Selain Vladimir Putin yang telah membuat kepanasan negara-negara yang ikut KTT G20, dia adalah presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi mengatakan ketika dalam kegiatan Working Dinner KTT G20 di Hotel Reqnum Carya di Kota Antalya, Turki, bahwa “Sudah waktunya merombak total arsitektur keuangan global. Salah satunya, tidak lagi bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS)”.

Menurut presiden Jokowi, masalah utama yang dihadapi perekonomian dunia saat ini adalah menciutnya likuiditas dolar AS di hampir semua negara berkembang atau emerging market dunia.

BACA :  Operasi Militer Turki di Suriah, Turki Berharap Berlangsung Singkat

Selain itu, sejak diciptakannya mata uang euro pada 1999, tidak ada mata uang dunia atau global reserve currency yang baru.

“Ketergantungan yang tinggi terhadap dolar AS telah menyebabkan banyak distorsi global yang kini amat sangat mengancam kemajuan pada ekonomi global,” kata presiden Jokowi seperti disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana dalam keterangannya, Senin (16/11/2015).

 

 

Lebih lanjut lagi, Presiden Jokowi menyampaikan kepada negara-negara berkembang untuk harus segera mengimplementasikan sejumlah reformasi ekonomi yang fundamental di negara masing-masing.

“Reformasi perekonomian yang nyata amat sangat diperlukan untuk membangun kembali kredibilitas pasar, serta untuk merebut kembali kepercayaan investor dan pelaku ekonomi,” demikian ditegaskan presiden Jokowi.

Reformasi ekonomi yang fundamental ini, menurut Jokowi, perlu diikuti likuiditas finansial yang kuat agar tidak mengalami gejolak ekonomi karena terjadinya gangguan pada likuiditas.  (AL/ARN/AM)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker