Opini Inspiratif

Pubertas Agama: Konde dan Tingkah-Polah Kaum Muslim Unyu-Unyu

GAYA SATIRE, Sumanto Al Qurtuby bicara soal konde dan tingkah-polah kaum muslim “unyu-unyu”, kaum yang mengalami pubertas agama bertingkah remaja puber sehingga mempersempit tema-tema dalam al-Qur’an yang maha luas…

 

 

Islam-Institute, JAKARTA – Adanya gerakan anti-konde yang dianggap sebagai “kurang Islami” dan “tidak syar’i” semakin menambah daftar kasus “keunyuan” umat Islam di Indonesia dewasa ini. Islam sebetulnya adalah “agama intelek” yang sangat inovatif dan menghargai kreativitas berfikir umatnya. Tetapi gara-gara tingkah-polah sebagian kaum Muslim yang “unyu-unyu”, Islam kemudian tampak seperti “agama unyu” yang hanya mengurusi masalah remeh-temeh seperti konde, pakaian, rambut, label, klenik, dlsb.

BACA JUGA:  Ketika Ulama Wahabi Dianggap Sebagai Ulama Sunni

Al-Qur’an berisi ajaran dan wacana yang maha luas dengan topik-topik bahasan yang beraneka ragam. Enam ribuan ayat-ayat dalam Al-Qur’an berbicara beragam isu dan tema: sejarah, kebudayaan, pendidikan, pengetahuan, teknologi, pluralitas suku-bangsa, kemajemukan agama, sosial-kemanusiaan, kemiskinan, kebodohan, lingkungan hidup, pelestarian alam, moralitas, kepolitikan, keadilan sosial, dan masih banyak lagi, bukan melulu soal ritual, alam akhirat, siksa kubur, surga-neraka.

BACA JUGA:  Wirda Yusuf Mansur Terbang ke New York

Tetapi, lagi-lagi, oleh sejumlah kelompok Islam “tengil” dan unyu-unyu tadi, fakta-fakta dan perspektif Al-Qur’an yang maha luas tadi telah “dibajak” dan “dikorupsi” menjadi “dokumen dunia lain” yang seolah-olah tidak membumi sama sekali. Al-Qur’an yang merupakan “korpus terbuka” dengan aneka ta’wil dan tafsir yang fleksibel dan dinamis kemudian menjelma menjadi “korpus tertutup” yang kaku njeku dan anti-perubahan dan kemodernan.

Ruh atau spirit Al-Qur’an yang membebaskan umat manusia dari belenggu ke kemerdekaan berfikir itu kemudian berubah menuju arah sebaliknya: dari manusia merdeka menjadi manusia-manusia yang mandeg deg tanpa kreativitas intelektual dan inovasi spiritual-kebudayaan karena semua itu dianggap sebagai “kapir”, haram, bid’ah, sesat, tidak relijius dan klaim-klaim omong-kosong lain.

BACA JUGA:  Wahabi, Gerakan Pembaharuan Yang Paradok

Pelan tapi pasti, sejumlah umat Islam dewasa ini menjadi tampak “antik” karena hidup di alam modern tetapi pola-pikir dan tingkah-polahnya seperti “makhluk purba” di zaman batu… (SFA)

Sumber: Akun Facebook Sumanto Al Qurtuby

 

Tags

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker