Bisnis Online

Presiden Jokowi Akan Panggil WNI Pemilik Dana di Luar Negeri

JAKARTAPresiden Jokowi akan memanggil WNI pemilik dana di luar negeri setelah lebaran Idul Fitri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengantongi detil nama-nama warga negara Indonesia (WNI) yang memarkir dananya di luar negeri.

Sebanyak 95% berasal dari kalangan dunia usaha. Presiden Jokowi pun berjanji akan memanggil dan mengundang mereka secara bertahap setelah lebaran Idul Fitri.

Presiden Jokowi mengatakan, daftar nama WNI yang dikantonginya tersebut lengkap dengan alamat, salinan paspor, dan negara tempat mereka menyimpan uangnya tersebut. Menurut pengakuannya, sejauh ini, hanya tiga orang yang mengantongi nama tersebut yaitu dirinya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugeastiadi.

BACA JUGA:  Ustadz Firanda Tuduh Ustadz Salafiyyin Sembunyikan fatwa

“‎Saya sudah mengantongi nama-nama (WNI yang parkir dana di luar negeri). Tapi kan saya nggak ngomong-ngomong. Pak Menkeu juga pegang. Yang pegang hanya tiga orang. Saya sudah wanti-wanti betul, saya, Menkeu, dan Dirjen Pajak. Hanya itu. Nanti tinggal saya undang satu persatu. Namanya jelas, nyimpan di mana juga jelas. By name, by address. Paspornya ada semuanya,” katanya di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jumat (1/7/2016) di Jakarta.

 

jokowi akan panggil wni pemilik dana di luar negeri setelah idul fitri mFu thumb - Presiden Jokowi Akan Panggil WNI Pemilik Dana di Luar Negeri
Preiden Joko Widodo; Foto Sindonews

Menurut Presiden Jokowi, pemanggilan para WNI tersebut akan dilakukan bertahap dalam sebuah kelompok. Mereka akan dijelaskan bahwa dana-dana tersebut sudah sepatutnya disimpan di Indonesia, karena mereka pun mencari uang di Indonesia.

BACA JUGA:  Pembayaran Dana Pensiun Melalui CIMB Niaga - ASABRI

“‎Ini kan dana milik kita, masa mereka hidup di Indonesia, mencari rezeki di Indonesia, uangnya ditaruh di luar. Saya hanya ingin mengajak agar dana-dana itu bisa kembali ke negara kita,” imbuh presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan, selain telah mengantongi nama-nama tersebut, Indonesia juga akan menerapkan keterbukaan informasi perpajakan melalui kerja sama pertukaran informasi secara otomatis‎ (Automatic Exchange of Information/AEoI) dengan negara-negara OECD dan G20 pada 2018. Dengan begitu, data-data wajib pajak yang dimiliki Indonesia akan semakin lengkap.

“Tahun 2018 akan ada keterbukaan total informasi, jadi bapak ibu yang menyimpan uang di luar semuanya akan kita tahu berapa, di mana, meskipun sekarang ini saya sudah tahu,” tuturnya.

BACA JUGA:  Saham Seumur Hidup, Mau Saham Seumur Hidup?

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menghimbau agar para WNI tersebut segera memulangkan dananya ke Tanah Air dan mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty) dibanding harus menunggu 2018.

“Jadi enggak usah nunggu 2018. Peluang itu yang ingin kita tangkap, ingin kita manfaatkan. UU ini memberi payung hukum yang jelas sehingga bapak ibu tidak usah ragu, tidak usah takut. Dan kita harapkan potensi yang besar sekali itu bisa kembali semuanya,” tandas presiden Jokowi.  (al/sn)

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker