Berita Suriah

Presiden Assad Tak Akan Buang Waktu Layani Perancis

Presiden Assad Tidak Akan Buang Waktu Layani Perancis Jika Perancis Tak Berniat Serius Tumpas Terorisme

 

Seperti diketahui, Presiden Suriah Bashar al-Assad mendapat tekanan dari AS, negara-negara Barat dan sebagian negara-negara Arab, agar Bashar al-Assad hengkang dari kepemimpinan Suriah. Tekanan eksternal ini sungguh tidak adil, padahal rakyat Suriah terbukti sangat cinta kepada pemimpinnya, yaitu presiden Bashar al-Assad.

 

 

Islam-Institute, DAMASKUS – Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pada Selasa (17/11) dalam sebuah wawancaranya dengan majalah Perancis bahwa ia siap untuk melakukan pertukaran informasi intelijen dengan Perancis dengan syarat mau mengubah kebijakan politiknya terhadap Suriah.

Presiden Assad mengatakan, “Jika pemerintah Perancis tidak serius dalam memerangi terorisme, kita tidak akan membuang-buang waktu dengan Negara, lembaga atau rezim yang mendukung terorisme”.

BACA :  28 Teroris Jabhat Al-Nusra Tewas Disergap Pasukan Khusus di Hama

Presiden Assad menyebutkan, “Kami berulang kali menyerukan akan pentingnya pembentukan koalisi internasional untuk melawan terorisme.”

Di sisi lain, Presiden Assad menekankan bahwa: “Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang diinginkan bangsa Suriah adalah melalui komunikasi langsung, bukan dengan cara tekanan eksternal seperti sekarang.”

Seperti diketahui, Presiden Suriah Bashar al-Assad mendapat tekanan dari AS, negara-negara Barat dan sebagian negara-negara Arab, agar Bashar al-Assad hengkang dari kepemimpinan Suriah. Tekanan eksternal ini sungguh tidak adil, padahal rakyat Suriah terbukti sangat cinta kepada pemimpinnya, yaitu presiden Bashar al-Assad.

banner gif 160 600 b - Presiden Assad Tak Akan Buang Waktu Layani Perancis

 

Para Gubernur AS dari Partai Republik Sepakat Tolak Pengungsi Suriah, dengan Alasan Takut Bom Paris

 

BACA :  Serangan Rusia Tewaskan 300 Militan ISIS

NEW JERSEY – Seakan menemukan alasan tepat untuk menolak pengungsi Suriah, Gubernur New Jersey, Chris Christie punya sikap yang sama dengan rekan-rekan gubenur lainnya yang berada di wilayah negara bagian Amerika Serikat dari para pendukung Partai Republik. Di mana Chris Christie akhirnya ikut menyatakan penolakannya untuk menerima pengungsi Suriah bahkan jika mereka adalah balita yang yatim piatu. Demikian seperti yang diberitakan oleh kantor berita skynewsarabia.

Chris Christie mengatakan dalam sebuah pidatonya, “Saya tidak percaya pada kemampuan pemerintah Amerika Serikat dalam memilih orang yang tepat, sehingga saya akan menolak untuk menyambut mereka demi untuk menjamin keselamatan dan keamanan rakyat Amerika.”

Menanggapi pertanyaan dari presenter Hugh Hewitt tentang kemungkinan penerimaan dan pemberian perlindungan pada anak yatim Suriah yang masih berusia lima tahun, Gubernur New Jersey menjawab dengan tegas: “Saya pikir seharusnya mereka tidak diperbolehkan memasuki Amerika Serikat.” Chris Christie menambahkan, “Mereka tidak memiliki keluarga di sini, maka bagaimana mungkin kita dapat merawat mereka?”

BACA :  BNPT: 2,7 Juta Orang Indonesia Terlibat Terorisme

Dalam tujuh deklarasi negara Amerika Serikat, pada hari senin (16/11), Chris Christie menyampaikan penolakannya untuk menjadi tuan rumah bagi para pengungsi Suriah. Dia juga mengungkapkan kekhawatirannya akan adanya kemungkinan terjadinya serangan teroris seperti serangan yang melanda Paris Jumat lalu.

Alasan itu hanya dibuat-buat sekedar untuk penolakan pengungsi Suriah, sebab para pengungsi adalah korban kejahatan aksi terorisme yang melanda Suriah selama 4 tahun lebih. (AL/SFA)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker