Berita Indonesia

Politisi PKS Jorok, Bobrok dan Ngotot Berkuasa Demi Duit

HMI: Moral Politisi PKS Jorok, Bobrok dan Ngotot Berkuasa Demi Meraup Duit

publik tahu bahwa dalam rezim Yudhoyono, di mana Tifatul Sembiring ada di dalamnya, kabinet memang kompak, sangat solid. Karena di antara mereka memang saling menutupi rahasia kegelapan masing-masing.

 

HMI: Moral Politisi PKS Jorok, Bobrok dan Ngotot Berkuasa Demi Meraup Duit.

 

Islam-Institute, JAKARTA – Moralitas Tifatul Sembiring semakin miring dan bobrok karena dia satu kongsi dengan Sudirman Said, menteri ESDM, yang selama ini merasa punya beking dan dukungan politisi PKS dalam menghadapi ”revolusi mental” ala Sang Rajawali (Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli). Elite politisi PKS selalu ngotot berkuasa demi menangguk duit dengan mengatasnamakan kepentingan umat Islam. Namun Islam yang mana?  ”Jorok, bobrok dan jebol semua moral politisi PKS kalau isinya mahluk kayak Tifatul, Sudirman dan sejenisnya,” kata para aktivis HMI dan GMNI di media sosial.

Makin jelas bahwa para politisi PKS dan simpatisannya macam Tifatul Sembiring dan Sudirman itu punya dendam terhadap Menko Rizal Ramli yang pro-rakyat dan melakukan Revolusi Mental serta menegakkan Trisakti Soekarno dan Nawacita dengan susah payah, transparan dan terbuka di ruang pbulik demi kepentingan publik. Pernyataan miring Tifatul Sembiring yang menilai kabinet Jokowi tidak solid dan gaduh sejak masuknya tokoh pergerakan Rizal Ramli, membuktikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu gagal paham politik pencegahan korupsi.

BACA :  Polri Ungkap dari mana Asal Aliran Dana Teroris 1,3 Miliar

Sebab apa yang dilakukan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli tidak bisa dikategorikan sebagai “kegaduhan”, apalagi pertikaian politik dengan Wapres Jusuf Kalla, sebagaimana ditafsirkan bekas Menkominfo kabinet SB Yudhoyono itu.

Demikian disampaikan Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 5/11).

banner gif 160 600 b - Politisi PKS Jorok, Bobrok dan Ngotot Berkuasa Demi Duit

“Dalam perspektif politik pemberantasan korupsi (KKN), mengangkat ke permukaan proyek-proyek pemerintah yang semula tertutup sehingga jadi transparan, seperti dilakukan Rizal Ramli, merupakan cara paling efektif mencegah permainan (korupsi) di jajaran pejabat negara pemegang kuasa atas proyek-proyek itu,” ujarnya.

BACA :  Foto Hubungan Mesra Kopassus dan FPI Ternyata Foto Hoax

Dia juga mencontohkan rencana pembelian pesawat Airbus A-350 yang dipaksakan Meneg BUMN Rini Soemarno, misalnya. Kalau tidak “dikepret” Rizal Ramli, niscaya hal itu akan berjalan mulus. Sehingga bangsa Indonesia tinggal menunggu hari bangkrutnya maskapai penerbangan nasional itu, sebagaimana terjadi pada MNA (Merpati Nusantara Airlines) karena (dipaksa) membeli pesawat yang tidak diperlukan.

“Padahal kita tahu, dalam setiap pembelian barang (dan jasa) selalu ada komisi, fee atau istilah halusnya kick-back. Dalam bisnis pesawat, itu nominalnya bisa mencapai 25-30 persen. Kalau menterinya jujur, mungkin fee itu disetor ke kas negara. Tapi jangan lupa, di Garuda ada pengusaha besar pemegang saham (publik) mayoritas (sekitar 30 persen) di luar pemerintah yang juga punya hak atas komisi itu,” kata mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Jadi apa yang menurut tafsiran Tifatul Sembiring sebagai “kegaduhan”, sejatinya itu adalah pencegahan korupsi, tindakan preventif atas kerugian keuangan negara. Dan hal seperti itu juga (pencegahan kerugian negara) yang dilakukan Rizal Ramli dalam kasus ladang gas raksasa Blok Masela, tambang emas besar yang dikelola PT Freeport, proyek listrik 35 MW, dan banyak lagi.

BACA :  Benarkah Al-Qur’an Syiah Beda dengan Al-Qur'an Sunni ?

“Makanya, saya (GIB) menentang saran politisi PKS ini agar ‘kegaduhan’ atau pencegahan tindak pidana korupsi dalam pemerintahan Jokowi dihentikan, dengan berlindung di balik ‘soliditas kabinet’ sebagaimana terjadi dalam kabinet rezim Yudhoyono,” terang Adhie Massardi.

Sambungnya, publik tahu bahwa dalam rezim Yudhoyono, di mana Tifatul Sembiring ada di dalamnya, kabinet memang kompak, sangat solid. Karena di antara mereka memang saling menutupi rahasia kegelapan masing-masing.

“Tapi kegelapan sejumlah menteri Yudhoyono berhasil dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehinga Andi Malarangeng, Jero Wacik, Surya Dharma Ali dam Muhaimin Iskandar harus berurusan dengan lembaga anti-rasuah itu, demikian Adhie Massardi. (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker