Faham Najd

Persamaan Wahabi & Khawarij Berdasarkan Atsar Sahabat

Persamaan Wahabi & Khawarij Berdasarkan Ciri-ciri yang Diriwayatkan dalam Atsar Sahabat

Inilah di antara ciri-ciri Khawarij yang dapat disimpulkan dari 2 atsar Sahabat Nabi di atas. Sebenarnya masih banyak lagi ciri-ciri Khawarij, namun belum sempat kami tampilkan di sini. Dengan adanya kesimpulan ini, kita berharap dapat dihindarkan dari sifat sifat Khawarij.

Ada 2 atsar sahabat yang akan saya tampilkan di sini. Kita akan mengetahui di antara ciri-ciri Khawarij yang ternyata ciri tersebut menempel atau melekat pada golongan Wahabi yang mengaku-ngaku sebagai Ahlussunnah Wal Jamaah.

1. Telah mengeluarkan Ibnu Mardawaih dari Mush’ab bin Sa’d, beliau berkata : “Seorang laki-laki dari Khawarij memandang Sa’d yakni Sa’ad bin Abi Waqqash ra. kemudian berkata : “Ini termasuk pimpinan orang kafir !”. Lalu Sa’ad bin Abi Waqqash menjawab : “Kamu berbohong, justru aku yang memerangi pimpinan-pimpinan orang kafir”. Kemudian Khawarij yang lainnya berkata : “Laki-laki ini termasuk orang-orang yang merugi amalnya (merujuk kepada ayat dalam surat al-Kahfi: 103), maka Sa’ad bin Abi Waqqash berkata : “Kamu juga berbohong ! merekalah orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan-Nya (surat al-Kahfi: 105). Atsar ini disebutkan dalam kitab Fathul Bary (10/40).

2. Telah meriwayatkan Imam Thabroni dalam al-Kabir dan al-Awsath : “‘Umaroh bin Qordh telah berangkat pada suatu peperangan, kemudian menetap di tempat tersebut dalam waktu yang agak lama, lalu beliau pulang dari sana. Dalam perjalanan pulang, ketika beliau sampai di sebuah tempat dekat dengan “Ahwaz”, beliau mendengar suara adzan, maka beliau berkata : “Demi Allah, aku belum pernah merasakan shalat berjama’ah dengan orang-orang muslim yang lain sejak 3 hari yang lalu”. Akhirnya beliau bergegas menuju suara adzan yang terdengar di daerah tersebut, dan ingin sholat bersama ahli kampung, ternyata beliau bertemu dengan kaum Azaaroqoh di situ (1 kelompok dari Khawarij), maka orang-orang Khawarij berkata : “Apa yang menyebabkan engkau datang ke sini wahai musuh Allah ?!!?”. Maka ‘Umaroh menjawab : “Bukankah kalian adalah saudaraku? “(karena beliau mendengar adzan dari daerah situ). Mereka tidak menjawab tapi berkata lagi : “Kamu saudaranya syaithan! kami pasti akan bunuh kamu!”. Lalu ‘Umaroh menjawab : “Apakah kalian tidak ridho terhadap perkara yang Rasulullah Saw. saja ridla dengannya ?” Lalu mereka bertanya : “Perkara apa yang menyebabkan Rasulullah ridho denganmu ?”. ‘Umaroh menjawab : “Aku datang kepada nabi saat masih kufur kemudian aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya beliau adalah utusan Allah maka lepaskanlah saya”, kemudian mereka menangkap Umaroh dan membunuhnya. Dalam kitab Majma’uz Zawaid, sanad perawinya shahih .

banner 2 2 - Persamaan Wahabi & Khawarij Berdasarkan Atsar Sahabat

Keterangan :
Dari 2 atsar / hadist yang kami nukil di atas, ada beberapa ciri-ciri Khawarij dan itu mirip sekali dengan watak dan sifat kaum Wahabi yang ngaku-ngaku pengikut salaf dan ngaku-ngaku Ahlussunnah Wal Jamaah:

1. Gampang memvonis kafir, syiah, bid’ah tanpa ada penelitian terlebih dahulu seperti yang disebutkan di dalam atsar di atas. Padahal mereka tau siapa Sa’ad bin Abi Waqqash. Tapi, tetap saja tudingan kafir langsung dilemparkan dengan seenaknya.

2. Terbiasa memakai ayat-anya yang ditujukan kepada orng kafir / musyrik untuk menyerang umat muslim seperti kata-kata : انت من الاخسرين اعمالا. Diambil dari surat al-Kahfi ayat 103 yang mana ayat ini di tujukan kepada Yahudi dan Nashrani.

3. Menganggap orang yang bukan golongan dia adalah musuh Allah, kafir, tidak faham tauhid, dan lain-lain (Liat atsar ke-2 pada kata-kata “apa yang menyebabkan engkau datang kemari wahai musuh Allah”).

4. Tidak menerima dalil dari kelompok lain karena menurut mereka golongan merekalah yang paling benar (liat atsar kedua : walaupun ‘Umaroh menjelaskan tentang persaudaraan di antara muslim, beliau mendengar adzan dari daerah itu, bahwa Nabi ridla dengan syahadat beliau), tetapi tetap saja mereka tidak mau menerima dalil atau alasan ‘Umaroh yang akhirnya beliau dibunuh oleh Khawarij.

5. Hukuman bagi yang tidak sesuai dengan golongan mereka adalah hukuman bunuh (mirip dengan kejadian yang diceritakan dalam kitab Tarikh Najd (tentang kekejaman Wahabi)).

6. Mereka terbiasa mengambil dengan dhahirnya ayat tanpa melihat tafsir para ulama’.

7. Enggan untuk berhusnuddlon dengan golongan selain mereka.

Inilah di antara ciri-ciri Khawarij yang dapat disimpulkan dari 2 atsar Sahabat Nabi di atas. Sebenarnya masih banyak lagi ciri-ciri Khawarij, namun belum sempat kami tampilkan di sini. Dengan adanya kesimpulan ini, kita berharap dapat dihindarkan dari sifat sifat Khawarij. Aamiin. (al/mfa)

Oleh: Ustadz M. Hasan Hasbullah, via santri.net

Judul Asli: Persamaan Khawarij dan Wahabi Berdasarkan Atsar Sahabat

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker