Berita Palestina

Perdana Menteri Palestina Menolak Proposal Benyamin Netanyahu

palestina tolak proposal netanyahu 9Lr - Perdana Menteri Palestina Menolak Proposal Benyamin Netanyahu
Penolakan Palestina disampaikan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah dalam  pertemuan dengan Perdanan Menteri Prancis Manuel Valls di Ramallah (Reuters)

 

Islam-Institute, RAMALLAH – Pemerintah Palestina menolak proposal dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, terkait upaya perdamaian Israel dan Palestina. Netanyahu menawarkan pertemuan langsung dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk membahas perdamaian di Paris, sebagai ganti dari konferensi perdamaian yang diinisiasi Prancis.

Penolakan Palestina ini disampaikan langsung Rami Hamdallah, Perdana Menteri Palestina kala melakukan pertemuan dengan Perdanan Menteri Prancis Manuel Valls di Ramallah.

“Waktu yang ada sangat sedikit. Netanyahu berusaha untuk membuang-buang waktu, tapi kali ini apa yang dia lakukan tidak akan luput dari pandangan dunia internasional,” ucap Rami Hamdallah seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (25/5).

Seperti diberitakan sebelumnya, saat melakukan pertemuan dengan Valls di Yerusalem, Netanyahu dengan tegas menolak inisaitif damai Prancis. Dirinya juga menyampaikan sebuah proposal yang berisi pembicaraan langsung antara dirinya dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Valls sendiri paska pertemuan tersebut mengaku akan berbicara dengan Presiden Prancis Francois Hollande untuk membahas proposal yang disampaikan Netanyahu tersebut. Namun, dirinya juga menuturkan, walaupun ada proposal dari Netantahu, konferensi damai akan tetap digelar pada musim panas mendatang.

BACA JUGA:  Mufti Palestina: Masjid 'Al-Haram Al-Ibrahimi' Dirampas Zionis

 

 

rami hamdallahreuters - Perdana Menteri Palestina Menolak Proposal Benyamin Netanyahu

 

Propasal Perundingan Langsung Adalah Upaya Benyamin Netanyahu “Membeli Waktu”

 

Selasa (24/05), Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah menolak proposal Israel untuk melakukan negosiasi langsung dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Menurutnya proposal hanya untuk menghindari inisiatif perdamaian multilateral Prancis, dan menyebut hal itu sebagai upaya Israel untuk “membeli waktu”.

Rami Hamdallah menyatakan hal itu saat ia bertemu dengan Perdana Menteri Perancis Manuel Valls, yang telah mengadakan pembicaraan dengan entitas Zionis dan wilayah Palestina pekan ini untuk mendorong inisiatif perdamaian Paris.

“Waktu adalah singkat,” kata Rami Hamdallah. “Netanyahu berusaha untuk membeli waktu … tapi kali ini ia tidak akan lepas dari masyarakat internasional,” tambahnya sebagaimana dikutip dailymail, Selasa (24/05).

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali menyatakan menolak inisiatif Perancis untuk mengadakan pembicaraan damai multilateral antara beberapa negara termasuk Perancis, Israel dengan Palestina.

Saat bertemu rekannya, PM Perancis, Manuel Valls, Benjamin Netanyahu menawarkan sebagai gantinya mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Paris.

BACA JUGA:  Fatwa Mufti Wahabi : Haram Bunuh Orang Zionis Israel

Valls mengatakan kepada Benyamin Netanyahu ketika mereka bertemu pada hari Senin (23/05) kemarin, bahwa ia akan membahas usulan itu dengan Presiden Prancis Francois Hollande, tapi ia bersikeras bahwa Paris berencana untuk tetap dengan pendekatannya.

Inisiatif Perancis rencananya akan mengadakan pertemuan yang melibatkan para menteri luar negeri dari berbagai negara pada 3 Juni, tapi tanpa kehadiran Israel dan Palestina.

Konferensi internasional kemudian akan diadakan di musim gugur, dengan kehadiran Israel dan Palestina. Tujuannya adalah untuk akhirnya meluncurkan perundingan perdamaian Israel-Palestina.

Negosiasi antara Israel dan Palestina telah terhenti sejak inisiatif pimpinan AS runtuh pada bulan April tahun 2014.

 

iran salahkan israel atas buruknya standar kesehatan di palestina eI5 - Perdana Menteri Palestina Menolak Proposal Benyamin Netanyahu

Seyed Hassan Qazizadeh Hashemi, Menteri Kesehatan Iran, menyalahkan Israel atas buruknya tingkat kesehatan dan kebersihan di wilayah Palestina. (Fars)

dibaca 91x

Semaikin Buruknya Standar Kesehatan di Palestina

JENEWA – Seyed Hassan Qazizadeh Hashemi, Menteri Kesehatan Iran, menyalahkan Israel atas buruknya tingkat kesehatan dan kebersihan di wilayah Palestina, khususnya wilayah Palestina yang berada di bawah pendudukan Israel.

BACA JUGA:  Pembersihan Etnis Yahudi oleh Palestina Tak Masuk Akal

Hassan Qazizadeh Hashemi yang berbicara saat pertemuan Majelis Kesehatan Dunia ke-69 di Swiss mengatakan, kebijakan yang diambil Israel di wilayah pendudukan telah menyebabkan krisis kesehatan dan kebersihan di wilayah Palestina.

“Kondisi medis dan kesehatan di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya al-Quds, serta Dataran Tinggi Golan yang memburuk, merupakan hasil dari tindakan berbahaya rezim Zionis,” kata Hashemi, seperti dilansir Fars News pada Selasa (24/5).

Di kesempatan yang sama, Hassan Qazizadeh Hashemi juga turut menggarisbawahi, Gerakan Non-Blok (GNB) turut prihatin tentang kondisi kesehatan di wilayah Palestina dan Dataran Tinggi Golan. Ia menyebut Israel telah lalai dalam menanggulangi masalah kesehatan di wilayah yang mereka duduki.

Berdasarkan data pada tahun 2014, hanya tersedia satu dokter untuk setiap 1.000 orang di wilayah Gaza, dan dua dokter untuk wilayah Ramallah. Untuk perawat, untuk setiap 1.000 orang hanya tersedia tiga orang di Ramallah, dan lima orang di Gaza.  (al/esn/sn)

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker