Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Opini Inspiratif

Percetakan Al-Quran Kemenag Rp 28 Miliar Terbengkalai

Percetakan Al-Quran Kemenag seharga Rp 28 miliar terbengkalai alias tak terurus. Mungkin akan segera dikubur sebagai besi tua. Akibatnya program pemerintah era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I melalui Kementerian Agama terancam gagal. Yakni program satu rumah memiliki satu Kitab Suci Alquran terancam tak terwujud.

Hal ini menjadi kekhawatiran setelah mesin Percetakan Al-Quran Kemenag (Kementerian Agama) yang digunakan untuk mewujudkan program tersebut segera akan “dikubur”. Mesin-mesinnya yang bernilai Rp 28 miliar segera menjadi besi tua.

“Ya, jadi mesin besi karatan dan besi tua,” ungkap Maftuh Basuni, di kediamannya, Rabu malam (11/8) lalu. Maftuh Basuni adalah mantan Menteri Agama yang membangun Percetakan Al-Quran Kemenag pada tahun 2008.

Terkait nasib Percetakan Al-Quran Kemenag, Maftuh Basuni menanggapi dengan nada sedih dan suara serak lantaran kesehatannya terganggu. Menteri agama era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I tersebut mengatakan tidak habis pikir. Dana yang diinvestasikan demikian besar dan diharapkan dapat memenuhi harapan, program satu rumah umat Islam dapat memiliki satu Al-Quran. Dalam perjalanannya justru menjadi besi tua. Mungkin akan segera masuk “liang kubur” alias mati tak terurus.

BACA JUGA:  Hizb Al Falah, Wiridan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari

Di lingkungan Kementerian Agama, menurut Maftuh Basuni, masih ada oknum yang tidak suka percetakan Al-Quran itu dapat berjalan dengan baik. Alasannya, bila percetakan itu berjalan bagus tentu ke depan pengadaan Al-Quran tidak lagi dilakukan dengan tender. Jika dengan tender, tentu ada komisinya.

“Ujungnya ya komisi,” sebut Maftuh yang saat itu pembicaraan kerasnya didengar penulis biografinya, Lingga Akbar.

 

percetakan al quran kemenag ri - Percetakan Al-Quran Kemenag Rp 28 Miliar Terbengkalai

 

Percetakan Al-Quran kemenag ini dibangun dengan uang dari APBN

Lembaga percetakan Al-Quran Kemenag dibangun dengan dukungan uang APBN. Dan akan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah pembinaan Departemen Agama (kini Kemenag). Dana yang dihabiskan mencapai Rp 30 miliar di atas lahan 1.530 meter.

BACA JUGA:  ISLAM NUSANTARA : INSPIRASI DAN SOLUSI UNTUK PERADABAN DUNIA

Percetakan Al-Quran Kemenag di atas lahan seluas itu. Ada mesin pracetak, mesin cetak web, mesin cetak warna, mesin cetak sheet DS4, dan mesin-mesin lainnya. “Saya mencari mesin cetak terbaik. Saat itu saya minta rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kenang Maftuh Basuni dengan nada meninggi.

Maftuh Basuni mengatakan, lembaga percetakan Al-Quran ini dibangun dengan uang dari APBN. Dan akan dikelola sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah pembinaan Departemen Agama. Lokasi Percetakan Al-Quran Kemenag di Jalan Raya Puncak, Km 65, Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Itu diresmikan pada 15 November 2008 dan mulai berhenti beroperasi sejak pertengahan 2015.

“Saya enggak tahu, sejak dicopot, mengapa percetakan itu tak jalan lagi,” ungkap Samidin Nashir, melalui saluran telepon Kamis pagi.

BACA JUGA:  Pesan Nabi Saw dan Yesus: Terlupakan di Hari Maulid dan Natal

Hadirnya Percetakan Al-Quran Kemenag ini sudah lebih dari 38 tahun dinantikan. Setelah Maftuh Basuni lengser, mencuat kasus korupsi Al-Quran di era menteri Suryadharma Ali. Padahal, Percetakan Al-Quran Kemenag tersebut tergolong modern. Kapasitas produksi mencapai 1,5 juta eksemplar per tahun. Rencananya, percetakan itu diharapkan dapat menjadi awal menentukan bentuk pelat baku dan meminimalkan salah cetak Al-Quran.

Melalui standar pengawasan mutu ketat yang ditangani Lajnah Pentashih Al-Quran tentu kesalahan cetak bisa dihindari. Lagi pula, perlakuan mencetak kesuciannya terjaga. “Bukan sampul Al-Quran dijadikan terompet seperti kasus tahun lalu,” ujarnya.

Percetakan Al-Quran itu kini hanya ditunggui penjaga. Tidak ada lagi aktivitas. “Sedih, walaupun saya sudah ngasih solusi ke sekjen Kemenag,” ungkap Samidin berkomentar soal nasib Percetakan Al-Quran Kemenag.

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker