PERBEDAAN ANTARA SYI’AH DAN SUNNI

25 comments 2942 views

Pengantar Redaksi: PERBEDAAN ANTARA SYI’AH DAN SUNNI. Berikut ini kami ketengahkan perbedaan antara Syi’ah dan Sunni versi Yayasan Al Bayyinat pimpinan Habib Ahmad Zain Al Kaff. Semoga bisa menjadi pertimbangan bagi kita semua, walaupun sebenarnya semua ini masih membutuhkan klarifikasi dari pihak kaum Syi’ah. Bagi kebanyakan kaum Aswaja, informasi tentang  Syi’ah sebenarnya adalah masih merupakan misteri dan simpang siur.

Bahkan sebagian kaum Aswaja ada yang menganggap Syi’ah adalah madzhab dalam Islam. Oleh karena itu agar kita tidak menghakimi secara sepihak, alangkah baiknya jika ada pengunjung dari kaum Syi’ah ikut memberikan klrifikasinya di sini  (kalau bisa secara jujur alias tidak taqiyah) jika seandainya menurut anda salah apa yang kami ketengahkan di sini. Semoga Allah Swt menyelamatkan kita semua dari pemahaman sekte-sekte menyimpang, amiin…..

17 PERBEDAAN SUNII (ASWAJA) DENGAN SYI’AH

Oleh: Habib Ahmad Zain Al Kaff ( Yayasan Albayyinat  http://www.albayyinat.net/ )

Perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.

Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).

Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan. Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.

Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

1. Rukun Islam
Rukun Islam Ahlussunnah kita ada 5:
1. Syahadatain
2. As-Sholah
3. As-Shoum
4. Az-Zakah
5. Al-Haj
Rukun Islam Syiah juga ada 5 tapi berbeda:
1. As-Sholah
2. As-Shoum
3. Az-Zakah
4. Al-Haj
5. Al wilayah

 

2. Rukun Iman
Rukun Iman Ahlussunnah ada enam:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
3. Iman kepada Kitab-kitab Nya
4. Iman kepada Rasul Nya
5. Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
6. Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Rukun Iman Syiah ada 5 :
1. At-Tauhid
2. An Nubuwwah
3. Al Imamah
4. Al Adlu
5. Al Ma’ad
3. Syahadat

3. Syahadat
.Ahlussunnah mempunyai Dua kalimat syahada, yakni: “Asyhadu An La Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”.
Syiah mempunyai tiga kalimat syahadat, disamping “Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4. Imamah
Ahlussunnah meyakini bahwa para imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah meyakini dua belas imam-imam mereka, dan termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5. Khulafaur Rasyidin
Ahlussunnah mengakui kepemimpinan khulafaurrosyidin adalah sah. Mereka adalah: a) Abu Bakar, b) Umar, c) Utsman, d) Ali radhiallahu anhum
Syiah tidak mengakui kepemimpinan tiga Khalifah pertama (Abu Bakar, Umar, Utsman), karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

6. Kemaksuman Para Imam
Ahlussunnah berpendapat khalifah (imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum. Mereka dapat saja berbuat salah, dosa dan lupa, karena sifat ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi. Sedangkan kalangan syiah meyakini bahwa 12 imam mereka mempunyai sifat maksum dan bebas dari dosa.

7. Para Sahabat
Ahlussunnah melarang mencaci-maki para sahabat. Sedangkan Syiah mengangggap bahwa mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa, bahkan berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8. Sayyidah Aisyah
Sayyidah Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai oleh Ahlussunnah. Beliau adalah termasuk ummahatul Mu’minin. Syiah melaknat dan mencaci maki Sayyidah Aisyah, memfitnah bahkan mengkafirkan beliau.

9. Kitab-kitab hadits
Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmidz, Sunan Ibnu Majah dan Sunan An-Nasa’i. (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Kitab-kitab hadits Syiah hanya ada empat : a) Al Kaafi, b) Al Istibshor, c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih, dan d) Att Tahdziib. (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

10. Al-Quran
Menurut Ahlussunnah Al-Qur’an tetap orisinil dan tidak pernah berubah atau diubah. Sedangkan syiah menganggap bahwa Al-Quran yang ada sekarang ini tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Surga
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya. dan Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya. Menurut Syiah, surga hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah. Dan neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

12. Raj’ah
Aqidah raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah ialah besok di akhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah, dimana diceritakan bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain. Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali, sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri, yang berlainan dengan Imam Mahdi yang diyakini oleh Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13. Mut’ah
Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram. Sementara Syiah sangat dianjurkan mut’ah dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14. Khamr
Khamer (arak) najis menurut Ahlussunnah. Menurut Syiah, khamer itu suci.

15. Air Bekas Istinjak
Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci, menurut ahlussunnah (sesuai dengan perincian yang ada). Menurut Syiah air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16. Sendekap
Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah. Menurut Syiah meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri sewaktu shalat dapat membatalkan shalat. (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah dan batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

17. Amin Sesudah Fatihah
Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah. Menurut Syiah mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah dan batal shalatnya. (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).
Demikian telah kami nukilkan beberapa perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

author
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
25 Respon
  1. author

    al faqir4 tahun ago

    mirip2 sama wahabi lah….tapi lebih piter dikit dari wahabi….

  2. author

    Anwar4 tahun ago

    Pada bagian awal di atas ditulis “walaupun sebenarnya semua ini masih membutuhkan klarifikasi dari pihak kaum Syi’ah.”
    Saya jawab: itu menunjukkan akhlak mulia dari penulis dgn bersikap rendah hati, menahan diri dari tergesa-gesa memvonis pihak lain sebelum memberi kesempatan kpd pihak yg dituding utk memberikan klarifikasi/penjelasan ttg tuduhan2 kpd mereka. Mudah2an Allah Al-Hadi memberi kelapangan kpd Anda utk mendapatkan cakrawala berpikir yg lebih luas lagi.

    Saya tidak bisa menyatakan diri sbg wakil Syiah karena saya belum pernah menyatakan diri saya sbg bermazhab Syiah. Saya diajari & belajar Islam dari sudut pandang Sunni sejak masa anak2 hingga sekarang (bahkan saya dulu pernah berfaham Wahabi) . Baru sejak tahun 2000 saya menambah belajar Islam dari sudut pandang Syiah. Saya memandang Sunni & Syiah sbg khazanah ilmu yg memperkaya pengetahuan saya.

    Perihal tulisan dari al-bayyinat.net di atas, saya melihat terlalu banyak hal yg mesti diklarifikasi, diluruskan. Sebagian tulisan adalah tuduhan salah (bahkan bisa disebut buhtan) yg dialamat kpd Syiah, sebagian lagi adalah tuduhan yg muncul karena ketidaktahuan cara memandang faham Syiah, sebagian lain adalah tuduhan yg bersifat overgeneralisasi (hantam kromo), dan sebagian lagi adalah kalimat2 yg bias subjektif karena memandang faham diri sendiri sbg faham yg tidak mungkin salah/dikoreksi/dilengkapi.
    Salam persaudaraan Sunni-Syiah.

    • author

      Aryati Kartika4 tahun ago

      Mas Anwar, syukron. Kalau anda punya informasi tentang Syi’ah tolong sampaikanlah, saya akan sangat berterimakasih. Sebab bagi saya sendiri, seperti kata pengantar UmmatiPress di tas bahwa Syi’ah bagi saya pun sebenarnya masih misteri. Beda dg Salafi Wahabi yg setiap hari berada di tengah2 kehidupan kami sebgai penyebar fitnah, jadi kami bisa lebih banyak kenal Salafi Wahabi dibanding Syi’ah.

      Saya sendiri pernah dengar dari ustadz Salimin Dani seorang pengasuh tafsir “Munir” karya Syaikh Nawawi Al Banteni di RADIO DAKTA Bekasi, bahwa Syi’ah itu hampir mirip dg Aswaja, alias beda2 sedikit dalam hal furu’iyyah. Perlu diketahui ustadz Salimin Dani pernah tinggal di negeri Iran dalam waktu yg cukup lama. Jadi saya bisa mempercayai beliau karena beliau adalah seorang Aswaja Asli alias bukan Syi’ah.

      Adapun tulisan Al Bayyinat tsb mungkin berdasar sumber2 yg bukan berkaitan langsug dg Syi’ah alias dari sumber2 tulisan yg dibuat ileh pihak ketiga. Bisa jadi demikian kan? Bahkan ada yg mengatakan Qur’an Syi’ah itu beda, apakah masuk akal ketika ada anak2 Iran yg mampu bicara dg bahasa Al Qur’an dalam percakapan sehari-hari?

      • author

        Jakfar Mahdi4 tahun ago

        Kalau persamaan antara Aswaja dan Syi’ah saya sangat tahu, yaitu sama2 dimusuhi Wahabi. Aswaja dimusuhi sehingga ajaran-ajaran Awaja dirusak atau didistorsi oleh Wahabi, dengan cara mentahrif atau memalsu kitab2 para Ulama Aswaja. Sedangkan Syi’ah dimusuhi Wahabi dg cara mwerusak citranya, dg memfitanahnya secara membabi-buta agar umat Islam membencinya. Dan terbukti pengaruhnya banyak umat Islam takut dituduh sebgai Syi’ah, termasuk para Kiyai juga menjadi takut dituduh sbgai Syi’ah, sehingga mereka ikut2an mengutuk Syi’ah tanpa alasan yg shahih tapi hanya sebagai solideritas kepada Wahabi, di sini tampaknya Wahabi sukses.

        Orang sekapasitas Ustadz Muhammad Idrus Ramli juga ikut2an wahabi dalam membenci Syi’ah, semoga ustadz Aswaja kebangaan saya ini msegera mendapatkan fakta yg benar tentang Syi’ah. Mungkin dari Iran sangat bagus kalau mengundang ustadz M idrus Ramli datang ke Iran untuk melihat sendiri Syi’ah dari dekat.

  3. author

    Muly De La Vega4 tahun ago

    Memang benar! Untuk mengetahui dan memahami bagaimana sesungguhnya hal-hal berbeda yang ada pada penganut Islam Shi’ah, kita harus meminta keterangan pada pihak yang benar. Dalam arti pihak yang mampu memberikan keterangan yang jujur dan sebenarnya. Seingat saya Almarhum Gus Dur sendiri (kurang lebihnya dan semoga saja saya tidak salah) pernah menyatakan bahwa nahdhiyin itu juga mengaplikasikan aspek-aspek religio-kultural yang dalam beberapa sisi seperti Shi’ah. Beliau juga (kurang lebihnya dan semoga saja saya tidak salah) pernah menyatakan bahwa nahdhiyin itu Shi’ah minus imamah dan Shi’ah itu juga ahlussunnah plus imamah. Sekali lagi, semoga apa yang saya tulis ini tidak salah!
    Padahal, beliau kita kenal sebagai seseorang yang memiliki referensi pengetahuan mengenai aspek-aspek penting dalam agama Islam, termasuk pula dari sisi sejarah serta budaya. Saya juga amat yakin bahwa beliau itu juga memiliki pemahaman yang sangat bagus terkait dengan hadist, Al Qur’an, dan tasawuf. Paling tidak, kita bisa menilai bahwa apa yang beliau nyatakan itu tetaplah berdasar. Karena itulah, semoga saja artiekl utama di atas segera memperoleh imbangan sehingga diskusi mengenai Shi’ah bisa terlaksana dengan elegan. Mohon ma’af bila ada sesuatu yang salah dan syukron.

  4. author

    ucep4 tahun ago

    Wahabiyun yang biasa koment disini pada kemana nih (abu dzar, ibnu suradi, ibn abdul chair dll), apa mereka lagi baca kitab2nya albani ? yah mudah2an jadi pada pinter2 tentang agama islam yang sebenarnya.
    Wahabiyun kalau diajak diskusi, selalu bilang “ini blognya syiah”, “dasar aliran syiah”, “ente syiah”. Nah pas diposting tentang syiah, mereka tahu bahwa blog ini juga mengupas tentang syiah….. wah.. wah.
    Mantab mas @admin.

  5. author

    abi raka4 tahun ago

    saya pernah mendengar syi’ah terbagi menjadi beberapa golongan, diantaranya ada yang mirip2 dengan aswaja, barangkali admin punya infonya jadi bisa di share gitu!

  6. author

    mamak4 tahun ago

    Bismillah,

    Sebagai tambahan pengetahuan tentang Syi’ah yang masih sangat mungkin untuk diklarifikasi oleh ahlinya

    Sebatas yang kami tahu tentang Syi’ah, selain kelompok/sekte yang disebut dalam artikel diatas yakni Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyar ada sekte lain yang juga masih eksis hingga sekarang, yakni Syi’ah Zaidiyah yakni kelompok yang meyakini Zaid bin Ali bin Husain bin Ali sebagai salah satu pemimpin (Imam) mereka. kelompok ini lebih moderat karena mengakui kekholifahan Abu Bakar dan Umar Ibn Khotthob -rodhiyallohu ‘anhuma-.
    disamping itu kelompok ini juga meyakini bahwa “Imamah” tidak harus dengan “Nash” tetapi boleh dilakukan dengan pemilihan. Sebatas yang kami tahu “Syi’ah Zaidiyah” terbagi menjadi tiga kelompok:

    a. Jarudiyah : Kelompok yang menganggap Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam telah menentukan Sayyidina Ali sebagai Imam, tetapi hanya melalui Isyarat (menyinggung) atau al washf (menyebut keunggulannya dibanding yang lain)
    b. Sulaimaniyah : Kelompok ini menganggap seorang pemimpin dipilih melalui musyawarah dan tidak harus yang terbaik di antara ummat islam.
    c. Badriyah/Shalihiyah : Berpandangan sama dengan “Sulaimaniyah”, tapi dalam masalah kekholifahan Utsman -rodhiyallohu ‘anhu- mereka bersikap Tawaqquf (tidak membahasnya)

    Menurut beberapa sumber Syi’ah Zaidiyah ini sampai sekarang masih berkembang, khususnya di Yaman (bagian utara), Sawahi, Tabaristan, dan Najran (wilayah selatan Saudi)

    Selain dua kelompok/sekte yang telah disebutkan yakni Syi’ah Imamiyah dan Syi’ah Zaidiyah terdapat dua kelompok lain yang menurut beberapa sumber keberadaannya telah punah, yakni Syi’ah Kaisaniyah dan Syi’ah Ghulat, kelompok terakhir ini yang mendewakan Sayyidina Ali dan menganggapnya sebagai manusia yang seharusnya menjadi Rosul bukan Nabi Muhammad, bahkan lebih Ekstreem pecahan dari kelompok ini ada yang beranggapan bahwa Sayyidina Ali sebagai jelmaan Tuhan.

    Mohon koreksi bila terdapat kesalahan.

  7. author

    kang kirun4 tahun ago

    syahadat seperti ini :
    “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi Muhammad adalah pesuruh Allah, dan aku bersaksi akan adanya Hari Qiyamat, syurga dan neraka”

    saya dapat kirimanan dari syiah klo syahadat seperti ini bagaimana apakah masuk islam / masih golongan kafir… karna dalam pandangan saya menerima adanya hari kiamat , surga dan neraka merupakan iman tapi bagaimana klo syahadat seperti itu… wassalam

  8. author

    kang kirun4 tahun ago

    “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi Muhammad adalah pesuruh Allah, dan aku bersaksi akan adanya Hari Qiyamat, syurga dan neraka”
    saya dapat kirimanan dari syiah klo syahadat seperti ini bagaimana apakah masuk islam / masih golongan kafir… karna dalam pandangan saya menerima adanya hari kiamat , surga dan neraka merupakan iman tapi bagaimana klo syahadat seperti itu… wassalam

  9. author

    kang kirun4 tahun ago

    “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi Muhammad adalah pesuruh Allah, dan aku bersaksi akan adanya Hari Qiyamat, syurga dan neraka”
    saya dapat kirimanan dari syiah klo syahadat seperti ini bagaimana apakah masuk islam / masih golongan kafir… karna dalam pandangan saya menerima adanya hari kiamat , surga dan neraka merupakan rukun iman tapi bagaimana klo syahadat seperti itu… wassalam

  10. author

    shinta4 tahun ago

    Assalamualaikum Wr Wb

    urun rembug ya saudaraku 🙂 ?
    saya dulu pernah ikut pengajian yg dipimpin ustadz-ustadz Syi’ah.
    tapi sejauh pemahaman saya, tidak ada diantara mereka yg mencaci maki para sahabat dan istri-istri Nabi Saw. Bahkan ada satu ustadz yg mengatakan bahwa para sahabat dan istri-istri Nabi Saw adalah orang-orang yg baik, dan kalau tidak salah pernah menyebut Umar Ra dan Abu Bakar Ra adalah sahabat-sahabat yg baik pula. Hanya memang, mereka lebih memakai hadist-hadist dari ahlul bayt, seperti dari Imam Ali Ra, Fatimah Azzahra Ra, dsb.

    saya tidak tahu mereka Syi’ah golongan yg mana. tapi ajarannya sangat lembut, dan tidak mempersoalkan hal-hal yg sifatnya furu’riyah. Mereka lebih mendalami tasawuf, dan dari akhlak mereka pun terlihat sangat santun dan baik. bahkan ada ustadz yg telah bertemu dg baginda Nabi Saw, dan ada ibu-ibu yg ikut pengajian beliau yg sudah bertemu baginda Nabi Saw di mimpi beliau.

    jadi karena dulu (sekitar 9 atau 10 tahun yg lalu) pernah ikut pengajian mereka, saya jadi yakin apabila ada Syi’ah yang tidak menyimpang dan ada Syi’ah yg menyimpang. yang tidak menyimpang tentunya hanya berbeda madzhab dari kita.
    seperti yang dikatakan oleh habib Rizieq dari FPI, yang dilarang adalah Syi’ah yg rafidhoh dan yang tidak dilarang yang tidak rafidhoh.
    jadi sebaiknya kita tidak men-generalisir bahwa semua Syi’ah itu fafidoh seperti halnya yg dilakukan Salafiyyun/Wahabiyyun.

    maka saya sangat menyayangkan ulah para Salafiyyun/Wahabiyyun yang mengaku-ngaku sebagai ahlusunnah dengan memukul rata semua Syi’ah dan menebar permusuhan di sana-sini, bahkan terhadap ahlusunnah yg asli pun mereka melakukan permusuhan.
    gara-gara ulah Salafiyyun/Wahabiyyun ini, ulama-ulama ahlusunnah seperti Imam Nawawi jadi jelek di mata orang-orang Syi’ah. Wahabi/Salafi menyebarkan doktrin mereka di internet yg mengatakan Imam Nawawi mengatakan bahwa Orang tua Nabi Saw kafir dan masuk neraka. Salafi/Wahabi menilai Imam Nawawi dengan pemahaman sempit mereka. Padahal Imam Nawawi sendiri tidak berani bicara bahwa yg dimaksud “abiy” di hadist Imam Muslim adalah orang tua kandung Nabi Saw. Benar-benar ulah Wahabiyyun/Salafiyyun ini merusak nama baik Imam-Imam ahlusunnah waljama’ah yg mu’tabar. Padahal ahlusunnah waljama’ah yang asli tidak ada yg memvonis orang tua Nabi Saw kafir, bahkan kami semua membela orang tua Nabi Saw bahwa mereka ahlu fatrah dan mereka wafat dalam keadaan tidak kafir.
    jadi untuk saudaraku yg Syi’ah, mohon kiranya untuk tidak menyamakan kami dengan Wahabiyyun/Salafiyyun.

    belum lagi kelakuan jelek sebagian ulama Wahabiyyun/Salafiyyun ini yg merubah isi-isi kitab para Ulama Klasik ahlusunnah, membuat kaum Syi’ah berburuk sangka terhadap ulama klasik ahlusunnah setelah membaca kitab-kitab palsu hasil tahrifan tangan-tangan kotor oknum ualama Wahabi/Salafi.

    jadi, mari kita bersatu. bukankah oleh baginda Nabi Saw yg diperangi adalah yg tidak ingin berdamai diantara kita?

  11. author

    shinta4 tahun ago

    mbak Aryati said :

    Adapun tulisan Al Bayyinat tsb mungkin berdasar sumber2 yg bukan berkaitan langsug dg Syi’ah alias dari sumber2 tulisan yg dibuat ileh pihak ketiga. Bisa jadi demikian kan? Bahkan ada yg mengatakan Qur’an Syi’ah itu beda, apakah masuk akal ketika ada anak2 Iran yg mampu bicara dg bahasa Al Qur’an dalam percakapan sehari-hari?

    @mbak Aryati:
    Iya mbak, saya juga sependapat dengan mbak Aryati.
    Yang saya ketahui, yg mengatakan Qur’an Syi’ah dengan Qur’an ahlusunnah berbeda itu adalah Syi’ah yg rafidhoh. Yah mungkin Syi’ah rafidhoh itu seperti Salafi/Wahabi kalau dalam ahlusunnah, alias sama-sama menjadi duri dalam daging.

    • author
      Penulis

      Ummati4 tahun ago

      syukron infonya mBak Sinta.

    • author

      Aryati Kartika4 tahun ago

      Mbak Shinta said:

      Yah mungkin Syi’ah rafidhoh itu seperti Salafi/Wahabi kalau dalam ahlusunnah, alias sama-sama menjadi duri dalam daging.

      Wah…. setuju Mbak Shinta, Kalau di Syi’ah ada Rafidhoh sedangkan kalau di Sunni ada Salafi Wahabi, saya setuju banget. keduanya menjadi duri dalam daging di masing2 sekte, Syi’ah dan Aswaja. Atau bisa diibaratkan mereka menjadi benalu bagi masing-masing sekte yg didomplenginya. Syi’ah Rafidhoh adalah minoritas di Syi’ah dan mengklaim yg paling benar di antara Syi’ah-syi’ah yang ada, demikian juga Salafi Wahabi minoritas yg mengklaim satu2nya kebenaran, walaupun sekarang di Indonesia mereka sudah tidak berani terang2an dalam klaim kebenaran tsb.

      Hal2 seperti ini mestinya memang perlu diungkap secara terbuka alias jangan ditutup-tutupi lagi, biar umat Islam bisa melihat dg jelas, biar umat Islam bisa menilainya sendiri. Syukron Mbak Shinta.

      • author

        shinta4 tahun ago

        @mbak Aryati:
        Sepertinya kita perlu mengadakan dialog terbuka dengan pengikut Syi’ah yg non rafidhoh, supaya kita saling mengenal satu dengan yang lainnya.
        Mungkin Ummati bisa memfasilitasi?

        Saya sangat berharap agar kita umat Islam bisa bersatu. Karena setahu saya, Syi’ah yg non rafidhoh memiliki banyak persamaan dengan kita, misal:
        – Sama2 tidak mengkafirkan orang tua Nabi Saw
        – Sama2 tidak mengkafirkan Abu Thalib (krn yg saya baca, ternyata ulama2 aswaja pun banyak yg tidak mengkafirkan Abu Thalib)
        – Sama2 mempelajari tasawuf sehingga akhlak mrk pun mirip dg akhlak ulama2 aswaja
        – Sama2 menginginkan persatuan umat Islam
        dan persamaan yg lainnya kita perlu menggali dengan mengajak mereka berdialog…

  12. author

    hafid Muhsin4 tahun ago

    Yg jelas friksi dan konflik sunny – syiah sudah berlangsung lama dgn berbagai sebab yg melatar belakangi. Kita waktu beru – baru belajar dan tahu tentang syiah, yg terbayang dibenak kita syiah kaum sempalan yg dibikin oleh Abdullan bin Saba’. Nah skrg zaman serba terbuka sudah saatnya kita blak2an sj sehingga kknum ben Saba’ tsb menjadi diragukan validitasnya.
    Sebelum segala sesuatu dlam kaitannya dgn persatuan umat Islam, tentu kalangan sunny meminta klarifikasi dari kaum syiah atau klu di negara kita ada IJABI tentang tuduhan2 di atas, betulkah demikian syiah seperti itu?. Tlg kang Prof. Jalaludin Rahmat dkk betulkah Syiah seperti itu?. Dengan dialog yg santun kita jadi saling memahami dan mngerti. Ketika kita mamahami bukan berarti kita pro dan masuk didalamnya. Tetap jaga kerukunan antar umat Sayyidina Muhammad saw. Allahumma ashlih ummata sayyidina Muhammad wa allif baina qulubihim

  13. author

    Rauf4 tahun ago

    Assalamu a’laikum Wr Wb…
    Salawat dan salam semoga tercurah utk Nabi Muahammad SAAW dan Keluarganya…
    Saya tdk layak mewakili/menyandang pengikut syi’ah krn ketidak pantasan saya, tp berusaha menjadi pengikut syi’ah itsna Asyari (12 Imam); dan perlu anda ketahui bahwa Hb Zein ini salahsatu provokator penyerangan pengikut syi’ah di sampang madura, polisi tdk menangkapnya mgkn karena dia seorang Habib (juriyah Rosul/yg jg saya hormati (sayangi)) jg pengaruh di jatim… semua tulisan nya pun provokatif (fitnah).
    1. Rukun Islam & Rukun Iman
    di kami memang tdk tertulis seperti di SUNNI tp dikami ada USHULUDIN (Tauhid, Adalah, Nubuwah, Imamah, Ma’ad), yg penguraiannya akan mengikat rukun Iman & Islam di SUNNI (tdk bertentangan bahkan terurai secara argumentatif)
    2. Syahadat
    Syahadat kami sama dgn SUNNI, disunahkan (tdk wajib) menambah wa Ali wali Allah… bkn ke 12 Imam disebutkan (di lebih-lebihkan).
    3. Imam
    Syi’ah 12 Imam mengakui ke 12 Imam syi’ah maksum (juriyah Rosiullah sampai ke Imam Mahdi/ke 12), tp syiah Zaidiyah atau yg lain tdk… tp tdk membatalkan kemukminan seseoran apalagi muslimnya, begitu sikap kami thd SUNNI..
    4.5.6. Kulafaur Rasyidin % kemaksuman..
    sesuai dg no 3, maka khalifah adlah orang-orang yg terbaik yg menyandangnya (ke 12 Imam) krn ini jg kami sering disebut Syiah (pengikut) 12 Imam, perllu pembanding jg di rukun Iman & Islam SUNI tdk ada kewajiban mengakui kulafaur rasyidin (sehingga ini tsk membatalkan ke Islaman seseorang) benar? jg do’a Nabi Ibrahim di Alqur’an utk menjadikan kuturan nya Imam di muka bumi dan Allah mengabulkan… kemaksuman Alqur’an 33:33 tlg dibaca tafsir Mizan… maaf bkn kapasitas saya menafsirkannya

    7. Para Sahabat
    Fatwa Sayyid Ali Khamenei sdh jelas ‘mengharamkan semua mukalitnya melaknat siapaun yg dimuliakan oleh magzhab lain)…

    8. Sayyidah Aisyah…
    memang ada -perang antara Imam Ali dengan Sayyidah Aisyah (shifin), sesuai no 7…

    9. Hadits
    Kami memakai jg hadist bukhori, muslim dll dgn prinsip tdk bertentangan dg hadits yg diriwayatkan Keluarga Nabi, di syi’ah byk hadits yg blm mendapat label dhoif atau mutawatir shg byk yg msh dlm proses (biharul anwar) mgkn ini yg dianggap di sembunyikan..

    10. Alqur’an
    (fFITNAH BESAR)
    Saya pakai Alqur’an dept Agama jg Syammil (krn enak dibacanya setiap halaman pas batas ayat tdk berseberangan)

    !!. Surga
    surga punya semua Mukmin yg di ridhoi Allah… bahkan di Syi’ah ada argument yg mengatakan jika seorang kafir tp krn tdk sampai informasi Islam kpd nya maka dapat maghfiroh Allah… misal dipedalam irianjaya atau hutam amazon…

    12. Raj’ah
    ada 2 pendapat di syi’ah :
    1. semua karaakter manusia terburuk dan terbaik akan muncul di akhir jaman dan keadilan akan ditegakkan.
    2. bukan hanya karakternya tp jg orangnya…
    tp dalil 1 yg lebih byk meyakininya..

    13. Mut’ah
    tdk haram jk seseorang merasa perlu/penting boleh melakukannya, sgt tdk dianjurkan jika seseorang ingin suluk … dan tetap dikalangan umu dianggap TABU.
    setahu saya Qurais Shihab jg tdk mengharamkannya…

    14.15. Khamr, air istinja
    (FITNAH BESAR)
    Fiqih syi’ah Bukan hanya Najis dan haram diminum, jg jk kita belanja sesuatu di tempat yg menjual khamr kembaliannya pun haram di makan…
    hukum air lbh ketat (mutanajis dll)dari Sunni, bahkan air yg memakai listrik tp listrik mencuri dri pln haram diminum apalagi utk Wudhu

    16. Sedekap
    Imam Maliki jg tdk sedekap sama dgn syi’ah….. (saya tdk mengusai ushul fiqh) tlg lihat hukum Imam maliki dn referensi ulama Syi’ah.

    17.. Amin
    Disyiah (sesuasi dg masing2 imam yg diikuti) dilarang mengeluarkan kata2 yg bukan bagian dari surat. kecuali ketika do’a….

    Demi Allah yg saya tulis apa adanya sesuai kemampuan saya…..

    DENGAN SANGAT MENGHORMATI JURIYAH NABI (SYI’AH JG DISEBUUT MAGZHAB AHLUL BAIT ATAU JUGA GERAKAN SAYYID) MOHON ANTUM SEMUA MENILAI BAIK-BAIK TUJUAN JAHAT HABIB INI…

    ‘SEMOGA UKHUWA ISLAM TETAP TERJAGA DAN ALLAH MENGANCURKAN SEMUA ORANG YG BERUSAHA MERUSAKNYA”

    Wasalamua’laikum Wr Wb

  14. author

    Rauf4 tahun ago

    Tambahan….
    mohon jika fiqh, jangankan Syi’ah dengan Suni, sesama Suni pun berbeda… begitu juga sesama Syi’ah sesuai Imamnya masing-masing ini furudin (cabang agama) tdk menunjukkan benar atau salah tapi bagaiman cara mereferensikannya berdasar atau tidak,,,,

    Mut’ah misalnya ada juga Imam Syi’ah yg mengharamkan nya krn alasan akhlak dlll…

  15. author

    shinta4 tahun ago

    saya berdoa…semoga kita bisa bergandeng tangan dalam ukhuwah, karena kita bersaudara apapun madzhabnya 🙂

    karena kita tidak masuk surga karena madzhab, namun karena jiwa yg muthma’inah. sudah saatnya Islam bersatu….Islam berjaya…

    Allahuakbar!!!!

    salam persaudaraan 🙂

  16. author

    shinta4 tahun ago

    Saudaraku…coba tonton video ini agar kita bisa obyektif dalam memandang saudara kita yg Syi’ah : http://www.youtube.com/watch?v=As9DLMf7Ihs

  17. author

    TheSalt Asin4 tahun ago

    14. Khamr
    Khamer (arak) najis menurut Ahlussunnah. Menurut Syiah, khamer itu suci.

    maaf ana mau tanya …siapa ulama yang me NAJIS kan Khamar…soalnya keterangan ini agak rancu
    Imam Syafi’i = atau para Ulama Imam asy-Syafi’i . tidak ada yang menajiskan ( kecuali menjijikan ) .
    yang bilang Arak / Alkohol itu najis adalah Syeikh Abdul Wahab – pencetus Sekte Wahabi dan para antek-anteknya.

    .terimakasih.wassalam.,

  18. author

    TheSalt Asin4 tahun ago

    Jumhur ulama menegaskan bahwa khamar adalah najis berat sebagimana firman Allah dalam Alquran:

    Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijs termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maidah: 90).

    Menurut mereka kata rijs menunjukkan bahwa ia najis berat.

    Namun, pendapat itu dibantah oleh sebagian ulama. Di antaranya oleh Rabi’ah dari kalangan Maliki, al-Shan’ani, dan al-Syaukani. Menurut mereka, yang dimaksud dengan rijs (najis) di atas adalah najis maknawi, dengan melihat kepada perbuatannya yang terlarang bukan pada zatnya. Sebagaimana hal itu terlihat pada rangkaian perbuatan lainnya yang dilarang (berjudi dsb). Karenanya, secara zat, khamar menurut mereka suci.

Tinggalkan pesan "PERBEDAAN ANTARA SYI’AH DAN SUNNI"