Berita Arab Saudi

Perang Suriah Tak Lepas dari Campur Tangan Arab Saudi

Rezim Suriah bersama rakyat Suriah telah berjuang mempertahankan tanah airnya dalam perang melawan teroris militan yang didukung kekuatan asing sejak Maret 2011. Konflik berdarah ini telah menewaskan lebih dari 240.000 orang.

Perang Suriah: Arab Saudi Kembali Menyerukan Perubahan Rezim di Suriah

Islam-Institute.com, LONDONArab Saudi melalui Menteri Luar Negerinya, Adel al-Jubeir sekali lagi menyerukan perubahan rezim di Suriah. Dalam sambutannya tanpa malu-malu malu memperlihatkan campur tangan Arab Saudi secara langsung dalam urusan internal negara asing yang berdaulat.

Menteri Luar Negeri Saudi melontarkan pernyataan tersebut saat konferensi pers bersama dengan PM Inggris Philip Hammond di London, pada Rabu (26/8/2015).

Adel Jubeir mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak akan menjadi bagian dari solusi masa depan untuk krisis di negara itu.

Pada tanggal 11 Agustus, Jubeir juga mengatakan Riyadh tidak akan bekerja dengan pemerintah Suriah dalam menanggapi panggilan untuk kerjasama dari Rusia dalam pertemuan di Moskow.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi menuduh Al-Assad bagian dari masalah di Suriah, bukan solusi.

Riyadh dan sejumlah sekutu regionalnya telah terbukti mendukung kelompok teoris Takfiri yang sebagian besar beroperasi di Suriah, Irak dan Libya. Nyaris seluruh tentara teroris yang bertempur di Suriah, Irak dan Libya adalah mereka yang mengikuti ajaran faham Wahhabi (Wahabisme).

Bashar Al-Assad sebelumnya mengatakan bahwa ISIS, al-Nusra dan lainnya adalah agen Israel.

banner gif 160 600 b - Perang Suriah Tak Lepas dari Campur Tangan Arab Saudi

Rezim Suriah bersama rakyat Suriah telah berjuang mempertahankan tanah airnya dalam perang melawan militan yang didukung kekuatan asing sejak Maret 2011. Konflik berdarah ini telah menewaskan lebih dari 240.000 orang.

Lebih dari 7,2 juta warga Suriah juga telah mengungsi dan lebih dari empat juta orang lainnya terpaksa mengungsi ke negara-negara tetangga termasuk Yordania dan Lebanon.

 

Raja Salman dan Putra Mahkota Berselisih Soal Bashar Al-Assad

RIYADHPutra mahkota Mohammed bin Nayef, Menteri Dalam Negeri Arab saudi, mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan hubungan dengan rezim Suriah dan keberlangsungan hidup Bashar Al-Assad dengan alasan keamanan dan pertukaran informasi, demikian Associated Pers melaporkan.

Sumber itu, juga menyebutkan bahwa pangeran Mohammed bin Nayef mengakui keakuratan informasi yang diberikan oleh intelijen Rusia, yang mengutip intelijen Suriah kepada keamanan Arab Saudi. Informasi itu mengakibatkan penggerebekan dan penangkapan ratusan teroris ISIS di Arab Saudi, yang berencana melakukan serangan teroris selama bulan Ramadhan.

Menurut Pangeran Mohammed bin Nayef pemerintahan Bashar Al-Assad lebih baik dari pada organisasi teroris, dan tidak bisa dibandingkan.

Tapi sayangnya Raja Salman dan putranya wakil deputi putra mahkota Mohammed bin Salman menentang hal itu, karena mereka berdua anti Al-Assad dan menolak keberadaannya. Namun, Al-Assad saat ini dalam kondisi bahagia karena kekerasan yang terjadi di Suriah, akan berlangsung di Arab Saudi, dan hal ini akan memaksa Saudi bekerjasama dengan dengan Suriah cepat atau lambat. (al/PressTV/ Mepanorama/Arn)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker