100000187875203 454598411284864 449699861706932
Wednesday , 22 October 2014
Info Islam
Home » Berita Muslim Dunia » Perang Suriah 2014 : Pertikaian dan persaingan di antara pemberontak

Perang Suriah 2014 : Pertikaian dan persaingan di antara pemberontak

Perang Suriah 2014 tampaknya memasuki babak baru, yaitu pertikaian dan persaingan di antara pemberontak. Konflik di anata mereka kini semakin meruncing dan mereka bergerak dengan agendanya masing-masing di Suriah. Hal ini rupanya membuat Bos mereka di AS berencana mendamaiakan pertikaian sesama pemberontak.

perang suriah 2014Babak baru Perang Suriah 2014, menurut sumber oposisi Suriah pada Sabtu, 14/12/13, mengatakan, kontak antara Washington dan pemberontak itu menjajaki sejauh mana aliansi Front Islam dari Al Qaeda dengan Tentara Bebas Suriah (FSA) yang didukung Barat, dimana negara-negara Barat dan Arab mencoba membangun kekuatan yang mampu menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Para pejabat Amerika di Turki berencana mengadakan pembicaraan dengan komandan kelompok pejuang al Qaeda yang mengaku sebagai “Front Islam” yang menguasai pangkalan milik pemberontak FSA dukungan Barat pekan lalu.

Pembicaraan itu juga rencananya untuk bisa menentukan arah masa depan Front Islam, yang terlibat dalam pertikaian dengan beberapa kelompok pejuang lain dari al Qaeda, termasuk Negara Islam Irak dan Levant (ISIL), demikian seperti diberitakan al-Akhbar dan laporan berita outlet Sabtu (4/1/2014).

Perang Suriah 2014 memasuki episode tak terbayangkan sebelumnya, di mana sesama kelompok pemberontak saling bertempur untuk saling. Sebuah sumber kelompok pejuang dari Front Islam menegaskan bahwa ia berharap, bahwa pembicaraan antara bos mereka di Turki itu membahas apakah Amerika Serikat akan membantu persenjataan dan menetapkan tanggung jawab untuk menjaga ketertiban di wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah utara.

Meskipun sumber anonim tidak menawarkan rincian lebih lanjut, namun sumber-sumber diplomatik di Turki menyatakan, utusan Washington untuk Turki, Robert Ford di Istanbul segera menetapkan jadwal yang belum dikonfirmasi.

Kelompok Front Islam dibentuk oleh enam kekuatan kelompok-kelompok Islam besar pada bulan lalu. Dan pada minggu lalu menguasai gudang senjata yang dikendalikan oleh Dewan Komando Militer Suriah (SMC) yang sebelumnya direbut oleh ISILmelalui pertempuran sengit.

Perang Suriah 2014, Sejumlah 200 Personil Pejuang Al Qaeda Serahkan Diri pada Tentara Suriah

Sekitar 200 personil petempur al Qaeda dari Janbhat al Nusra dan Tentara FSA yang beroperasi di Suriah telah menyerahkan diri kepada tentara SAA di ibukota Damaskus.

Menurut sumber militer yang tidak disebutkan namanya, para pejuang Al Qaeda menyerahkan diri kepada tentara Suriah di lingkungan kota Barzeh, seabagaimana yang dilansir kantor berita resmi SANA pada hari Minggu 5/1/14.

Para pejuang Al Qaeda juga menyerahkan senjata mereka ke unit militer Suriah, sumber tersebut menambahkan.

Tentara SAA juga berhasil membongkar puluhan peralatan peledak improvisasi yang ditanam oleh pejuang al Qaeda di jalanan dan di gedung-gedung daerah tersebut, sumber itu menambahkan.

Perang Suriah 2014, Tentara Suriah (SAA) Tahan 45 Teroris Asal Indonesia

Mengutip berita Merdeka.com bahwa Tentara Suriah SAA menangkap dan menahan 45 teroris asal Indonesia. Mereka menyusup ke negara bergolak itu dua bulan lalu untuk ikut bertempur dengan jaringan Al-Qaeda.

Sumber Merdeka.com kemarin mengungkapkan kelompok teroris dari Indonesia awalnya berjumlah 55. “Sebanyak dua orang terbunuh dan delapan lainnya berhasil lolos dan bergabung dengan kelompok Al-Qaeda,” katanya.

Sampai awal tahun, perang Suriah 2014 telah berlangsung 34 bulan. Lebih dari sepertiga penduduk Suriah telah mengungsi akibat konflik berdarah ini dan hampir 200 ribu lainnya tewas.

Musuh pemerintah Suriah kini terbelah. Kelompok Koalisi Nasional Suriah berjuang untuk mendongkel pemerintahan Bashar al Assad. Sedangkan kelompok teroris terkait Al Qaeda, seperti ISIL dan Jabhat an-Nusra, bercita-cita mendirikan negara Islam di Suriah dan Irak.

Duta Besar Indonesia untuk Suriah Abdul Wahib Jawad mengetahui soal adanya teroris dari Indonesia lewat media setempat. Namun dia tidak bisa memastikan lantaran mereka masuk secara ilegal. “Saya mengetahui kabar itu dua bulan lalu,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya hari ini. Namun pemerintah Suriah sampai kini belum memberitahukan secara resmi.

Dihubungi terpisah, Duta Besar Suriah buat Indonesia Bassam al-Khatib mengaku belum mengetahui mengenai hal itu. “Belum ada informasi resmi soal ini.” (Islam Institute – merdeka.com – SANA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


nine + = 14

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>