Inspirasional

Sebab Perceraian: Suami Istri Tak Mampu Kelola Konflik

Masalah ekonomi, bukan menjadi masalah yang dominan yang jadi penyebab perceraian di kota Besar.

Faktor Ego Jadi Penyebab Perceraian Yang Sering Terjadi di Kota Besar. Seorang Konselor pernikahan, Elly Nagasaputra, yang juga pendiri situs www.konselingkeluarga.com menyebutkan, penyebab perceraian yang paling utama dan kerap terjadi di kota-kota besar, selain perselingkuhan adalah ketidakmampuan pasangan suami istri dalam mengelola konflik.

Sedangkan masalah ekonomi, bukan menjadi masalah yang dominan yang jadi penyebab perceraian di kota Besar.

Perempuan 47 tahun kelahiran Magelang ini menyebutkan, pada era seperti ini, suami dan istri – atau laki-laki dan perempuan – tumbuh dengan tingkat pendidikan yang seimbang alias setara.

BACA :  Nabi Palsu: Sudah Ada Delapan Nabi Palsu Asal Indonesia

Paradigma bahwa istri harus 100 persen menuruti perkataan suami juga tidak lagi berlaku.

”Jadi masalah utamanya adalah ego. Istri tidak 100 persen mau menuruti apa maunya suami. Kalau istri menganggap kehendak suami tidak tepat, maka istri tidak akan mengalah. Ini berbeda dengan zaman dahulu,” kata Elly.

Penyebab Perceraian Selain Saktor Ego

Selain faktor ego, penyebab perceraian yang juga terjadi di kota besar adalah ekspektasi atau harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Apa yang dipikirkan sebelum pernikahan ternyata tidak sesuai realitas sekarang.

banner gif 160 600 b - Sebab Perceraian: Suami Istri Tak Mampu Kelola Konflik

Saat akan menikah ataupun saat pernikahan masih seumur jagung, baik istri maupun suami memiliki gambaran yang ideal tentang bagaimana harusnya kebiasaan dan sikap pasangannya.

BACA :  Rasul Cecep Bebas dari Jerat Hukum Setelah Baca Syahadat

Namun saat pernikahan berlangsung cukup lama, ternyata realita sama sekali berbeda dengan ekspektasi.

Saat realitas ini tak bisa diterima, muncul konflik yang berujung pada keinginan untuk saling bercerai. Hal inilah salah satu penyebab perceraian.

”Nah inilah pentingnya ada konseling pernikahan, yaitu untuk mencocokkan persepsi antara suami dan istri. Karena pada dasarnya, dalam pernikahan itu pasti ada masalah yang sulit dipecahkan yang kadang-kadang berujung ke perceraian,” lanjutnya.

Yuni Apsari, Dekan Fak Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menambahkan, norma sosial yang semakin kendor menambah gampangnya perceraian terjadi.

BACA :  Kebajikan Nusantara: Obat Penawar Virus Radikalisme di Indonesia

Ia melihat sekarang ini banyak sekali perilaku yang menabrak norma sosial. Artinya, yang dulu dianggap hal buruk sekarang dianggap biasa.

Perceraian yang dulu dianggap aib bagi masyarakat karena menjadi bentuk kegagalan, sekarang dianggap bukan masalah. Bahkan di kalangan artis, masalah itu diumbar dan biasa saja.

“Mereka sepertinya bangga kalau statusnya janda. Memang tidak ada masalah sih berstatus janda. Tetapi harus ada unsur edukasi, bukan sekadar mengekspos diri,” tegasnya.  (al/tribunnews)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker