Fikih Sunnah

Penjelasan Tentang Pembagian Bid’ah ke Dalam Lima Bagian

BID’AH TERBAGI KEPADA LIMA BAGIAN DAN CONTOH-CONTOH 5 MACAM BID’AH

Di dalam kitab ‘Zaadul Muslim fiimat Tafaqa ‘alaihil Bukhori wa Muslim’ (Artinya: “Bekal Muslim di dalam Masalah Menerangkan tentang Hadits-hadits Nabi saw yang Sudah Menjadi Kesepakatan atau Konsensus antara Imam Bukhori dan Imam Muslim) karya Sayyid Muhammad Habibullah pada jilid 3 halaman 46-56, cetakan “Darul Fikr”, Beirut Libanon, diterangkan mengenai masalah bid’ ah secara panjang lebar sampai sebelas halaman (lihat tulisan Arab yang ada di foto !), yang bersumber pada hadits (shohih) Nabi saw sebagai berikut:

BACA JUGA:  Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji

 

 

من أحدث فى أمر نا هذا ما ليس منه فهو رد

Artinya:
=====
“Barangsiapa membuat perkara baru di dalam agama kami (Islam) yang bukan termasuk dari ajaran Islam, maka perbuatan perkara baru itu tertolak.

Adapun yang dimaksud perbuatan perkara baru di dalam hadits tersebut karena tidak bersumber pada Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas sebagai sumber hukum Islam. Dengan demikian, perbuatan perkara baru tersebut disebut “bid’ah haram atau bid’ah tercela’. Karena, di dalam kitab ini (lihat foto keempat !) diterangkan tentang pembagian bid’ah yang dibagi ke dalam lima bagian, yaitu:

BACA JUGA:  Bersedekah Atas Nama Mayit Adalah Ajaran Nabi Muhammad

1. Bid’ah wajib, seperti : pembukuan ilmu-ilmu Islam, pembukuan Al-Qur’an pada zaman khalifah Utsman bin Affan r.a. dengan kesepakatan (ijma’) para sahabat Nabi saw, pembukuan ilmu nahwu dan bahasa dengan tujuan untuk memahami al-Quran dan Hadits, dan lain sebaginya.

2. Bid’ah sunnah, seperti : shalat taraweh, mendirikan pesantren, madrasah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya, memperbaiki jalan dengan membangun jembatan, mengarang kitab, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Kisah Taubatnya Salafy Tobat

3. Bid’ah mubah, seperti : membuat ayakan tepung, memakai celana panjang, dan lain sebagainya.

4. Bid’ah makruh, seperti: mengkhususkan hari Jum’ah untuk berpuasa, menghias masjid, dan lain sebagainya.

5. Bid’ah haram, seperti: memungut pajak (tanpa ada kemashlahat agama dan umat), mendahulukan orang-orang bodoh atas ulama, dan lain sebagainya.

 

By: KH Thobary Syadzily

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

3 thoughts on “Penjelasan Tentang Pembagian Bid’ah ke Dalam Lima Bagian”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker