Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Arab Saudi

Pengungsi Suriah dan Pudarnya Kemanusiaan Negara Arab

Pengungsi Suriah dan pudarnya kemanusiaan Negara Arab bukanlah sesuatu yg layak didiamkan. Bangsa Negara Arab telah menggadaikan kemanusiaannya tak peduli derita Pengungsi Suriah di Eropa. Adalah kenyataan bahwa pemerintah negara-negara Arab makin menutup diri menjadi pemerintah yang cuek terhadap saudaranya sesama ras Arab.

Jutaan pengungsi Suriah yg ras Arab, termasuk para bayi, balita, orang tua sakit-sakit-sakitan. Mereka terkatung-katung di Eropa, hidup sengsara mati pun tak mau. Kenapa mereka justru mencari suaka di negara yang bukan “saudaranya sendiri”.

Kenapa para pengungsi Suriah itu tidak masuk ke Turki, Arab Saudi atau negara-negara Arab lainnya. Kenapa justru mereka masuk ke negeri yang jauh di Eropa sana dengan segala resikonya? Bukan karena mereka tak mau ke Turki atau ke Arab Saudi. Tetapi apakah negara-negara Arab yang dekat dari sisi geografis itu mau menerima mereka? Apakah negara-negara Arab itu masih memegang Ajaran Nabi Muhammad bahwa sesama muslim adalah bersaudara, entahlah.

BACA JUGA:  Presiden Indonesia Joko Widodo Kirim Utusan ke Raja Salman

Pengungsi Suriah di Mata para Raja Arab

Lihatlah, para Raja Arab yang kaya raya menampilkan wajah glamournya. Ambil contoh harga satu sendok kepunyaan mereka lebih mahal daripada seluruh isi koper para pengungsi itu. Dan sendok itu tertutup rapat oleh sekat-sekat lemari perhiasan mereka.

Segunung uang hasil penjualan BBM. Dan berlimpahnya “uang suci” upeti devisa dari umat Islam seluruh dunia yang mengharap surga. Yang datang dengan menjual sawah dan kambing mereka. Uang berlimpah itu sepertinya tak dimanfaatkan untuk meredakan kesenjangan nasib sesama ras Arabnya. Mereka yang nota bene adalah saudara-saudaranya sendiri, sesama ras Arab dan sesama muslim.

BACA JUGA:  Aktifis HAM Demo Lagi di Kedubes Arab Saudi di London

Beberapa pejabat dari negara-negara saudara yang menolak para pengungsi Suriah beralasan bahwa negara mereka terlalu “mahal” bagi para pengungsi. Pengungsi Suriah tak akan bertahan secara ekonomis dengan mahalnya barang dan jasa di negara-negara itu. Selain itu, alasan mereka, sulit untuk menerima orang-orang yang berbeda (aliran agama?) untuk bisa campur.

Entah mereka menganggap para audiens bodoh atau mereka yang memang bodoh. Semua orang tahu bahwa negara-negara Eropa seperti Jerman – yang jadi salah satu target utama para pengungsi Siriah, juga biaya hidupnya tidak berbiaya murah. Dan jelas-jelas sulit untuk dikatakan saudara (kecuali saudara sesama manusia yang berpikir dan berhati manusiawi). Apalagi jika hendak dikaitkan dengan tataran keyakinan bahwa sesama Muslim adalah saudara.

BACA JUGA:  Serangan Udara Arab Saudi Tewaskan 30 Warga Sipil Yaman

Para pejabat ‘suci’ dari Negara-negara ‘suci’ ini mungkin terlalu suci untuk berurusan dan bersentuhan dengan para orang tua malang. Orang-orang berbaju kotor, bau keringat, bayi-bayi bau pesing dan berisik. Dan para ayah yang berjibaku melakukan segala cara untuk memenuhi makan anak istrinya.

Kemanusiaan Negara-negara Arab telah tergadaikan. Kemanusiaan negara-negara Arab telah pudar dan sirna hanya karena ketakutan mereka ditinggalkan oleh Mr Amerika. Dan kita baru saja menyambut mereka bak pahlawan suci. Wallohu a’lam. (al)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker