Berita Suriah

Penembakan Jet Tempur Rusia Aksi Balas Dendam Erdogan

Penembakan Terhadap Jet Tempur Rusia Aksi Balas Dendam Erdogan Atas Kerugian Yang Dialami ISIS

Sikap terbuka Rusia itu sebagai bukti keseriusan Rusia, tak ada kepentingan apa pun dalam misinya selain membasmi teroris di Suriah. Bahkan untuk terbentuknya koalisi gabungan untuk membasmi teroris itu, Rusia siap menyambut hangat Turki yang telah “menusuk” Rusia dari belakang dengan menmbak jatuh jet tempur Rusia yang sedang melaksanakan tugas dekat perbatasan Turki.

 

Penembakan Terhadap Jet Tempur Rusia Aksi Balas Dendam Erdogan Atas Kerugian Yang Dialami ISIS.

 

Islam-Institute, MOSKOW – Warga Rusia sangat marah dengan insiden penembakan yang dilakukan Turki terhadap jet tempur SU-24 milik Rusia. Jet tempur yang ditembak Turki tersebut sedang melaksanakan misi anti-terorisme di Suriah. Media Rusia Insider pada hari ini, Rabu (25/11), memberitakan bahwa masyarakat membicarakannya dimana-mana, di rumah, dalam transportasi publik, dan bahkan di kafe-kafe.
Warga Rusia merasa bahwa mereka telah dikhianati Turki. Mereka mengira Turki adalah seorang teman, salah satu negara yang pertama kali melakukan penerbangan ke Krimea setelah bergabung dengan Rusia, dan tujuan wisata paling favorit bagi warga Rusia.

BACA :  Perundingan Al-Nusra dan Ahrar ash-Sham Dihantam Rudal Rusia

“Aku tidak akan pernah berlibur ke Turki lagi,” ungkap seorang wanita berumur 50 tahun kepada temannya di sebuah kendaraan umum di Moskow. “Presiden Putin menyebut hal ini “tindakan menikam dari belakang” sedang Menlu Lavrov membatalkan kunjungannya ke Turki.”

Para politisi, pakar dan ahli tak kalah juga mengeluarkan komentar terkait insiden ini. Igor Chernyshov, anggota Dewan Federasi (senat Rusia) dan mantan pilot menyatakan:

“Turki telah memberi kita bukti jelas bahwa ISIS adalah sapi perah mereka. Mereka selama ini mendapatkan minyak murah dari sana, lewat militan, dan memulangkan mereka untuk pengobatan. Jelas, kami berada dalam zona kepentingan ekonomi bagi Turki, yang mendapat keuntungan dari kegiatan teroris yang disebut ISIS tersebut.”

Alexei Mukhin, Direktur Jenderal Pusat Informasi Politik, sebuah think tank yang dekat dengan Kremlin menyatakan:

“Sekarang, Turki mungkin tidak terlalu senang bahwa mereka terlibat dalam insiden ini. Jika pesawat yang jatuh itu terbang di atas wilayah Suriah, maka akan menjadi alasan untuk menyatakan perang,” katanya, “Turki adalah penerima dan zona transit utama untuk minyak yang telah dicuri oleh ISIS.”

banner gif 160 600 b - Penembakan Jet Tempur Rusia Aksi Balas Dendam Erdogan

“Kritik kami akan ditertawakan, mengingat peringatan Pentagon bahwa Rusia akan menghadapi kerugian parah. Di jaringan sosial, apa yang mereka sebut sebagai sayap liberal kami dikatakan tidak bisa menyembunyikan kepuasannya. Sungguh tak tahu malu ! ”

BACA :  Presiden Assad: Iran dan Rusia ‘Robin Hood’ Bagi Rakyat Suriah

Valeriy Burkov, seorang pilot yang pernah menerima penghargaan tertinggi sebagai “Pahlawan Rusia” menyatakan:
“Rincian mengenai apa yang sebenarnya terjadi di udara tidaklah terlalu penting. Bahkan jika pesawat Rusia menyeberangi perbatasan Turki selama satu menit dan pergi sejauh 1, 2 atau 5 kilometer, karena misalkan terjadi, itu akan menjadi pelanggaran yang sangat singkat. Bahkan sebuah rudal pun tidak akan punya waktu untuk mencapainya.

“Sudah jelas bahwa ini adalah tindakan yang direncanakan, mereka sudah bersiap dan hanya menunggu sebuah pesawat Rusia untuk muncul. Pesawat Itu tidak jatuh karena kesalahan pilot, atau karena pilot terlalu senang atau apa pun. Insiden ini direncanakan sebelumnya, sebuah tindakan terencana.”

“Turki dan para pemimpinan politiknya tahu siapa yang kami perangi di Suriah. Tindakan ini menunjukkan mereka menentang apa yang kita lakukan di Suriah, dan hal itu membuktikan Turki mendukung mereka yang kami perangi (yaitu teroris ISIS).”

BACA :  Presiden Erdogan Dianggap Buat Kudeta Militer Palsu

 

Dubes Rusia di Paris Tantang Perancis, AS, Turki Bentuk Koalisi Gabungan Tumpas ISIS

 

PARIS – Duta besar Rusia di Paris, Rabu (25/11) mengatakan bahwa negaranya siap untuk membentuk “koalisi gabungan” guna hadapi ISIS, yang terdiri dari Perancis, Amerika Serikat dan bahkan Turki meskipun saat ini sedang meningkatnya ketegangan antara Ankara dan Moskow. Menurut kantor berita Raialyoum (25/11)

Alexander Orlov mengatakan kepada radio Europe 1 Prancis: “Kami siap untuk merencanakan secara bersama-sama aksi serangan ke markas teroris ISIS, dan kami siap untuk bergabung dalam pembentukan kesatuan staf gabungan yang meliputi Perancis, Amerika dan semua negara yang ingin berpartisipasi dalam koalisi ini…,” dia menambahkan bahwa, “bahkan jika Turki juga tertarik untuk itu, kami pun akan siap menyambut hangat mereka.”

Sikap terbuka Rusia itu sebagai bukti keseriusan Rusia, tak ada kepentingan apa pun dalam misinya selain membasmi teroris di Suriah. Bahkan untuk terbentuknya koalisi gabungan untuk membasmi teroris itu, Rusia siap menyambut hangat Turki yang telah “menusuk” Rusia dari belakang dengan menmbak jatuh jet tempur Rusia yang sedang melaksanakan tugas dekat perbatasan Turki.  (SFA/AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker