Kajian Ilmiyah

Penelitian: Cara Asuh Orang Tua Pengaruhi Penghasilan Anak

Tokyo – Penelitian oleh Nishimura Kazuo dari Kobe University dan Yagi Tadashi dari Doshisha University mengungkap hubungan perhatian orang tua dengan berbagai aspek dalam kehidupan anak. Penelitian mereka mengungkapkan anak yang menerima perhatian positif dari orang tuanya akan berpenghasilan tinggi, memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi, sukses secara akademik, dan punya moral yang kuat.

Sebanyak 5 ribu pria dan wanita menjawab pertanyaan tentang hubungan mereka dengan orang tua semasa kecil. Peneliti menemukan pernyataan seperti,“ Orang tua sangat mempercayai saya,” atau “Saya merasa keluarga tak memperhatikan saya.”

BACA JUGA:  Perang Yaman, Anak-anak Korban Paling Menderita

 


106628 620 - Penelitian: Cara Asuh Orang Tua Pengaruhi Penghasilan Anak

Sxc.hu


Menggunakan data ini, peneliti mengindentifikasi empat faktor. “Empat faktor itu adalah perhatian dan tidak perhatian, rasa percaya, aturan, dan kebebasan,” kata Kazuo. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengkelompokan metode pengasuhan menjadi enam.

Supportive (Mendukung)
Metode ini memberi tingkat kebebasan yang tinggi atau rata-rata pada anak. Tingkat kepercayaan tinggi, menunjukkan perhatian yang tinggi pada anak, dan menghabiskan banyak waktu bersama anak.

Strict (Otoriter)
Dengan metode ini, anak memiliki tingkat kebebasan yang rendah. Kepercayaan pada anak tingkatnya medium hingga tinggi, perhatian yang cukup, dan banyak aturan.

BACA JUGA:  Satu dari Empat Anak di Arab Saudi Mengalami Pelecehan Seksual

Indulgent (Membiarkan anak melakukan yang disukai)
Orang tua akan memberi kepercayaan yang tinggi pada anak dan tak ada aturan yang ketat sama sekali. Waktu yang dihabiskan bersama anak cukup banyak.

Easygoing (Santai dan toleran)
Anak mendapat perhatian yang sedikit, tak ketat sama sekali, sedikit waktu kebersamaan, dan aturan yang sangat sedikit.

Harsh (Didikan keras)
Perhatian yang dicurahkan pada anak sangat sedikit, orang tua hanya memberi sedikit kebebasan dan kepercayaan. Aturan yang diterapkan orang tua, ketat.

BACA JUGA:  Beragama yang Benar dengan Mengenal Rukun Agama

Average (Rata-rata)
Semua faktor diberikan dalam tingkat rata-rata.

Hasil penelitiannya, orang yang diasuh dengan metode supportive, punya gaji tinggi, sukses secara akademis, dan kebahagiaannya tinggi. Sebaliknya, partisipan yang diasuh dengan metode otoriter dengan perhatian tinggi dan ketatnya disiplin, punya gaji tinggi dan sukses secara akademis. “Tapi lebih sering stress dan kurang bahagia,” kata Kazuo.

SCIENCE DAILY | TRI ARTINING PUTRI | TEMPO

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker