Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

Pencopotan Arcandra Tahar Dinilai Prematur

JAKARTAPencopotan Arcandra Tahar dari posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ada yang menilainya prematur. Keputusan Presiden Jokowi atas Pencopotan Arcandra Tahar secara mendadak dari posisi Menteri ESDM menimbulkan tanda tanya di kalangan publik. Khususnya Anggota Dewan Energi Nasional Syamsir Abduh mengatakan terkait hal ini. Bahwa alasan pergantian karena masalah dwi kewarganegaraan dinilai terlalu prematur (dini).

Hal ini karena dengan Pencopotan Arcandra Tahar, menurutnya Arcandra seperti tidak diberi kesempatan. Untuk membuktikan kinerjanya terlebih dahulu kepada publik di sektor yang krusial ini. Terlebih lagi, dengan kondisi energi di dalam negeri yang masih belum pulih dari berbagai aspek.

BACA JUGA:  Menlu Iran Javad Zarif Minta Umat Islam Bersatu Melawan Israel

“Pergantian kemarin itu saya rasa masih terlalu prematur. 20 hari saja kan, tapi ternyata sudah dicopot. Karena masalah kewarganegaraan,” kata Syamsir dalam Talkshow Polemik SindoTrijaya bertajuk ‘Geger Arcandra dan Nasib Sektor ESDM’. Di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/8/2016). Seperti dilansir SindoNews.

 

pencopotan arcandra dari posisi menteri esdm dinilai prematur KVG thumb - Pencopotan Arcandra Tahar Dinilai Prematur

Pencopotan Arcandra Tahar dan tantangan besar sektor energi

Syamsir Abduh menambahkan sektor energi memang penuh dengan tantangan besar. Namun Arcandra baru bekerja 20 hari sebagai menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II sudah diberhentikan. Lanjut dia menerangkan bahwa tidak mudah menjadi Menteri ESDM. Lantaran hanya memangku jabatan yang menyangkut hajat hidup bangsa Indonesia. Namun juga harus menguasai hingga isi-isi dan kulit di sektor ESDM.”Tentunya dia mesti memiliki kaliber yang bagus terhadap sektor ini. Jadi tidak hanya cuma menjabat kemudian bikin kebijakan,” sambung Syamsir Abduh.

BACA JUGA:  Pembunuhan Sadis Aktivis Salim Kancil Atas Kasus Tambang Besi

Selain itu menurut Syamsir, sosok Menteri ESDM harus mempelajari berbagai jenis aturan. Juga Undang-undang (UU) dan kebijakan dalam sektor ini yang membutuhkan waktu tidak sebentar. Karena hal itu menurutnya jika tidak dipilih orang yang betul-betul mampu, maka akan keteteran mengatur sektor ini (minerba dan migas).

“Memang berat dan harus mengerti semuanya. Karena selain pengalaman dan memiliki kaliber yang bagus. Dia juga harus mempelajari keseluruhan ESDM. Karena untuk mempelajari aturan energi yang begitu banyak, butuh waktu 6 bulan. Saya kira semua setuju kalau mempelajari peraturan dan kebijakan energi itu enggak sebentar,” tutupnya menyesalkan Pencopotan Arcandra Tahar.

BACA JUGA:  Blogger dan Hacker Indonesia Sepakat Perangi Radikalisme

Syamsir Abduh adalah Anggota Dewan Energi Nasional yang menilai prematur menyesali Pencopotan Arcandra Tahar.

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker