Berita Suriah

Pemberantasan Terorisme di Suriah Adalah Keputusan Rakyat

SURIAH – Pemberantasan terorisme di Suriah adalah keputusan rakyat, demikian Assad menegaskan. Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Sabtu, menegaskan bahwa rakyat memutuskan tetap membela tanah air mereka. Dan mengukuhkan persatuan nasional. Pemberantasan terorisme di Suriah tak akan berhenti. Meskipun semua tekanan dan penderitaan mengancam keamanan, ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Pemberantasan terorisme di Suriah adalah keputusan rakyat, mengutip kantor berita resmi Suriah SANA. Situs kantor berita Suriah itu melaporkan bahwa Assad menegaskan hal itu ketika menerima kunjungan bilateral dari Kementerian Luar Negeri India. Dan delegasi yang menyertainya di Damaskus. Untuk membahas situasi yang dialami oleh Suriah, bahaya terorisme dan hubungan bilateral kedua negara.

 

assad e1468489568480 - Pemberantasan Terorisme di Suriah Adalah Keputusan Rakyat

Bashar al-Assad dalam pertemuan itu, terkait pemberantasan terorisme di Suriah, mengatakan “banyak negara sahabat, termasuk India. Yang telah berdiri di samping rakyat Suriah. Secara signifikan telah memperkuat ketabahan rakyat Suriah dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris. Yang didukung dan didanai oleh negara-negara Barat dan sekutu regional mereka.”

Pada kesempatan itu, Menteri India juga mengatakan: “kesiapan negaranya untuk memberikan semua yang dapat meringankan penderitaan rakyat Suriah. Dan siap berkontribusi secara aktif dalam proses pembangunan dan rekonstruksi.”

banner 2 2 - Pemberantasan Terorisme di Suriah Adalah Keputusan Rakyat

Menteri India juga menekankan menyangkut soal pemberantasan terorisme di Suriah. Yaitu “perlunya kerjasama dengan Suriah dalam bidang kontra-terorisme”. Dan menambahkan “salah, orang yang mengatakan bahwa terorisme, ekstrimisme dan ancaman stabilitas global” telah berakhir.

 

Pemberantasan terorisme di Suriah tewaskan komandan teror Salafi di Aleppo Selatan

Akun media sosial pro-jihadi berduka, kemarin. Komandan militer kelompok salafi Ansar al-Islam, Abu Leith al-Tunisi, tewas dalam pertempuran dengan tentara Suriah di Aleppo selatan. Pemberantasan terorisme di Suriah terus berlanjut sebab mendapat dukungan rakyat Suriah secara bulat.

Al Masdar melaporkan pada Sabtu (20/08) bahwa kepala kelompok teror itu tewas saat berusaha memukul mundur pasukan pemerintah. Dari ketinggian Al-Mahroukat yang terletak di selatan distrik strategis Ramouseh. Sejumlah jihadis dari kelompok garis keras yang sama juga dilaporkan tewas termasuk Muhajer al-Kurdi, Abu Zakaaya al-Kurdi dan Habib al-Kurdi.

Kelompok ekstrimis Salafi Wahabi Kurdi ini pertama kali didirikan di Irak pada tahun 2001. Mereka melawan pasukan pimpinan Amerika menyusul invasi Irak tahun 2003. Dengan pecahnya perang Suriah, kelompok ini bersama dengan faksi jihad lain berpartisipasi dalam beberapa pertempuran melawan Tentara Suriah.

Agustus 2014, bagian dari kelompok ini berjanji setia kepada ISIS dengan memproklamirkan diri bergabung dengan kelompok terror tersebut. Sedangkan sebagian sisanya tetap menyatakan fungsi sebagai organisasi independen. Sebagian mereka tewas ketika berlangsung aksi rakyat Suriah dalam pemberantasan terorisme di Suriah.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker