Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Arab Saudi

Pembebasan WNI Korban Perdagangan Manusia di Arab Saudi

Kronologi ‘Drama Pembebasan’ WNI Korban Perdagangan Manusia di Arab Saudi

Kepolisian Arab Saudi sendiri telah menangkap pelaku dan sejumlah orang yang dianggap ikut membantu pelaku. Para pelaku dituntut dengan pasal perdagangan manusia dengan tuntutan penjara maksimal 15 tahun atau denda sebesar satu juta Riyal Saudi atau sekitar Rp. 3,5 miliar.

Islam-Institute, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Indonesia membeberkan kronologi pembebasan 39 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perdagangan manusia di Arab Saudi. Semua bermula ketika salah satu korban berinisial TAT (39) asal Indramayu berhasil menghubungi Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Riyadh dan minta diselamatkan pada tanggal 7 Oktober lalu.

“Setelah dengan berbagai cara yang penuh resiko selama empat hari, KBRI berhasil mengeluarka TAT dari penampungan tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti awal. Selanjutnya bersama TAT, KBRI menyampaikan laporan resmi kepada Kepolisian Qatif dan berusaha meyakinkan Badan Investigasi dan Penuntutan Umum (BIPU) untuk melakukan penggeledahan ke rumah WN Arab Saudi atas nama Basma Al-Ghanif yang diduga menjadi otak pelaku perdagangan manusia,” bunyi keterangan yang diterima Sindonews pada Minggu (25/10).

BACA JUGA:  Aneh Tapi Nyata, Arab Saudi Undang Iran Diskusikan Ibadah Haji

Kemlu menuturkan, sesuai dengan Keputusan Raja Arab Saudi tahun 2009 mengenai Pemberantasan Perdagangan Manusia, sehari setelah menerima laporan, BIPU bersama Tim KBRI Riyadh lantas melakukan penggeledahan bersama ke rumah Basma Al-Ghanif. Dari penggeledahan tersebut berhasil diselamatkan 40 orang korban perdagangan manusia, termasuk satu orang warga Kenya.

“Kepolisian Arab Saudi sangat kooperatif, sehingga hanya dalam waktu satu hari, laporan KBRI ditindaklanjuti dengan melakukan penggeledahan bersama. Kasus seperti ini banyak terjadi seiring dengan ditutupnya pengiriman TKI PLRT. Dengan dukungan Kepolisian Saudi kita akan terus upayakan penanganan kasus-kasus serupa,” ujar Atase Hukum KBRI Riyadh, Muhibuddin yang ikut penggerebekan.

Kronologi ‘Drama Pembebasan’ WNI Korban Perdagangan Manusia di Arab Saudi.

 

BACA JUGA:  'Khalifah ISIS' Al-Baghdadi Bertemu Mohammed bin Salman

Dari hasil wawancara dengan para korban diketahui bahwa sebagian besar korban diberangkatkan pada tahun 2013 oleh PT. AP yang berkantor di Cileungsi, Bogor. Mereka diberangkatkan dengan tujuan ke Bahrain dan dengan janji penghasilan sekitar tujuh juta Rupah. Namun setibanya di Bahrain para korban diperdagangkan ke Arab Saudi.

Di Arab Saudi, lanjut keterangan Kemlu ke-39 WNI itu ditampung di tempat yang sangat tidak layak dan hanya diberikan makan seadanya satu kali sehari. Mereka dipekerjakan ke rumah-rumah warga Saudi dengan bayaran sekitar Rp.800 ribu per hari tanpa hari libur. Namun demikian, seluruh uang disetorkan kepada Basma Al-Ghanif dan mereka hanya menerima penghasilan sekitar tiga juta per bulan.

BACA JUGA:  Arab Saudi Ingin Hidup Berdampingan dengan Zionis Israel

“Menurut pengakuan korban, mereka sudah berusaha menghubungi perusahaan yang mengirimkan mereka, namun perusahaan tidak mau bertanggungjawab dan hanya memberikan nomor telpon staf KBRI di Manama, Bahrain,” sambungnya.

Kepolisian Arab Saudi sendiri telah menangkap pelaku dan sejumlah orang yang dianggap ikut membantu pelaku. Para pelaku dituntut dengan pasal perdagangan manusia dengan tuntutan penjara maksimal 15 tahun atau denda sebesar satu juta Riyal Saudi atau sekitar Rp. 3,5 miliar.

“Ini bukan kasus WNI korban perdagangan manusia pertama yang berhasil diselamatkan KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah. Trendnya semakin meningkat. Tapi kita yakin, dengan bantuan Kepolisian Saudi kita akan dapat menyelamatkan lebih banyak dalam waktu dekat,” pungkas Muhibuddin. (AL/ARN/MM)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker