Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Pendidikan

PBNU Ingin Perpres Pendidikan Bantu Madrasah Diniyah

Kementerian yg berhubungan yakni Kemendikbud, Kementerian Agama maupun Kemenristek Dikti, jangan mematikan madrasah diniyah.

PBNU Ingin Perpres Pendidikan terkait Sekolah Lima Hari nantinya bisa bantu Madrasah Diniyah. Hal ini masih terkait keputusan Presiden Joko Widodo yang akhirnya menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang edukasi karakter terkait program sekolah lima hari. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sebelum ini menolak Full Days School, bakal ikut Perpres tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, usai bertemu Presiden Jokowi. Perpres ini bakal dikeluarkan pada Rabu 6 September 2017 besok.

“Iya besok, kelak saya ke sini lagi (Istana) dengan Muhammadiyah dengan ulama, bakal mengeluarkan, Presiden akan menerbitkan Perpres tentang edukasi karakter,” ujar Said Aqil, di Istana Negara.

BACA JUGA:  Jokowi Kumpulkan Ulama Terkait Perpres Pendidikan

KH Said Aqil menyatakan sekilas isi dari Perpres tersebut. Bahwa kementerian yg berhubungan yakni Kemendikbud, Kementerian Agama maupun Kemenristek Dikti, jangan mematikan madrasah diniyah.

Selama ini, protes dari PBNU bersangkutan kepandaian Mendikbud yang sebelumnya melewati Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 mengenai Hari Sekolah, disebut bakal mematikan madrasah diniyah. Namun dinyatakan Said, dengan Perpres ini nantinya madrasah diniyah akan ditolong oleh tiga kementerian tersebut.

BACA JUGA:  CALON MAHASISWA UNIVERSITAS AL-AHGAFF YAMAN TAHUN 2012

“Semua menteri, Mendikbud, Menag, maupun Dikti mesti menyokong pendidikan karakter yang telah berjalan yakni madrasah diniyah, swasta di bawah swadaya masyarakat tetap berjalan. Bahkan didukung,” ujarnya menjelaskan.

Tak melulu itu, agar madrasah diniyah yang selama ini semua gurunya digaji dari swadaya, bisa jadi akan memperoleh dana dari pemerintah. Melalui program edukasi karakter ini.

“Dengan adanya Perpres terdapat kewajiban, terdapat payung keharusan mengeluarkan anggaran. Malah bantuan,” katanya. Di mana sebelum ini gaji dari semua guru itu, diongkosi sendiri oleh madrasah diniyah.

PBNU sebelumnya adalah ormas yang sangat getol menolak kepandaian sekolah lima hari atau full day school (FDS) yang digagas pemerintah. Pasalnya, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan mematikan pendidikan madrasah diniyah yang sebelum ini berjalan.

BACA JUGA:  Idul Adha Kaum Perkotaan: Memupuk Jiwa Sosial Anak-anak

Program FDS dinilai bakal menggusur madrasah diniyah yang dibina masyarakat, yang gurunya dihonor oleh masyarakat secara swadaya, yang jumlahnya menjangkau 76 ribu guru se-Indonesia.

Bahkan, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menampik berkompromi dengan pemerintah soal aturan pendidikan tersebut. Ia mengunci rapat dialog soal sekolah lima hari atau full day school.

source

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker