Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Yaman

Pasukan Revolusioner Bertekad Rebut Kota Aden

Pemimpin Revolusi Yaman: Pasukan Revolusioner Bertekad Secepatnya Ambil Alih Kota Aden

Pasukan revolusioner Yaman telah menangkap beberapa warga negara Arab Saudi dan warga asing yang berperang melawan orang-orang Yaman.

Islam-institute.com, SANA’A – Para pemimpin senior Yaman menggaris-bawahi tekad mereka untuk kembali mengambil alih kendali atas kota Aden dari tangan Al-Qaeda dan para milisi pro-Hadi. Kota Aden lepas dari tangan pasukan revolusioner Yaman setelah dibombardir dalam serangan udara kolalisi Arab saudi.

“Terlepas dari kenyataan bahwa kami telah mundur dari Aden, sebenarnya kami masih berada di sana dan semua teroris, pasukan koalisi Arab dan pro-Hadi tetap berada dalam incaran senjata kami,” ungkap Nayef Qayes, wakil kepala dewan revolusi Yaman, kepada FNA, Rabu(7/10) kemarin.

BACA JUGA:  Dunia dan UNESCO Diseru Agar Stop Agresi Arab Saudi di Yaman

 

Ia menggaris-bawahi bahwa kekuatan revolusioner dan rakyat Yaman akan segera kembali ke Aden guna mendapatkan kembali wilayah mereka dari musuh dan penjajah asing.

Perwakilan kelompok perlawanan Ansarullah dalam pembicaraan damai Yaman, Abdol Rahman Mokhtar, juga mengumumkan bahwa pasukan revolusioner Yaman telah menangkap beberapa warga negara Arab Saudi dan warga asing yang berperang melawan orang-orang Yaman.

BACA JUGA:  Pemimpin Milisi Syiah Houthi Sebut Arab Saudi 'Tanduk Setan'

Pernyataan mereka ini diumumkan setelah 18 tentara UEA tewas dalam serangan granat berpeluncur roket di sebuah hotel di kota pelabuhan Aden.

Sekitar 20 pasukan militer yang kemudian tewas dalam serangan tersebut sebagian besarnya adalah tentara dari Uni Emirat Arab (UEA) yang menjaga Hotel Qasr, di mana mantan Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah tinggal.

Beberapa orang yang belum teridentifikasi juga terluka dalam serangan.

BACA JUGA:  Arab Saudi Bombardir Pesta Pernikahan di Yaman

Arab Saudi telah menyerang Yaman selama 197 hari, terhitung sampai Kamis (8/10), demi mengembalikan tampuk kekuasaan kepada mantan presiden yang buron, Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Hingga kini, serangan koalisi pimpinan Arab Saudi itu telah menewaskan 6.453 rakyat Yaman, termasuk wanita dan anak-anak.

Meski kerajaan Arab Saudi mengklaim pihaknya hanya menargetkan posisi Ansharullah dan tentara yaman, pada kenyataannya Serangan Udara koalisi pimpinan Arab Saudi itu juga dengan sengaja menargetkan pemukiman penduduk sipil dan beberapa infrastruktur sipil. (Sfa/lm/fna)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker