Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Irak

Pasukan Irak Tangkap Ahli Senjata Kimia ISIS

Ahli Senjata Kimia ISIS, Suleiman Daoud al-Afari, ditangkap di Irak dalam serangan gabungan di utara Irak …

 

Islam-Institute, BAGHDAD – Para pejabat intelijen Irak mengatakan ahli senjata kimia ISIS, yang bertanggung jawab untuk mengembangkan senjata kimia ditangkap dalam serangan gabungan di utara Irak.

Dua pejabat Irak yang namanya tidak disebutkan, telah mengidentifikasi seorang militan Takfiri sebagai Suleiman Daoud al-Afari yang bekerja untuk mengembangkan senjata kimia dan biologi.

BACA JUGA:  Mungkin Irak Akan Minta Bantuan Rusia Perangi Teroris ISIS

Afari yang berusia sekitar 50 tahun, ditangkap dalam sebuah operasis serangan di dekat kota Tal Afar. Para pejabat mengatakan bahwa ia adalah kepala penelitian dan pengembangan senjata kimia, TV Al Sumaria melaporkan.

ISIS yang mengendalikan sebagian Irak, dilaporkan sedang berusaha memproduksi senjata kimia dan diyakini telah membentuk unit khusus untuk penelitian senjata kimia. Ilmuwan Irak yang bekerja mengembangkan senjata kimia dan biologi di era Saddam serta ahli asing, diduga bekerja untuk kelompok teroris ISIS saat.

BACA JUGA:  Untuk Rebut Mosul dari ISIS, Irak Tak Butuh Turki

Para pejabat Irak prihatin tentang upaya teroris ISIS yang beroperasi dan menyembunyikan laboratorium kimia di daerah di bawah kendali mereka.

Para militan terbukti telah menggunakan bahan kimia di medan perang di Irak dan tetangga Suriah. Namun, para ahli mengatakan kelompok teror tidak bisa meluncurkan serangan senjata kimia karena membutuhkan peralatan yang tepat, bahan dan rantai pasokan yang cukup dari bahan kimia.

BACA JUGA:  Perekrutan ISIS di Indonesia dapat Diredam Berkat NU

Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obaidi menekankan bahwa kelompok teroris ISIS tidak memiliki “kemampuan kimia”, dan menambahkan bahwa serangan mereka hanya dimaksudkan untuk “menghancurkan moral pejuang kita.”

Teroris ISIS telah melancarkan serangan di Irak pada bulan Juni 2014 dan menguasai sejumlah besar wilayah di Irak. Para militan telah melakukan kejahatan keji terhadap semua kelompok etnis dan agama di negara itu, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, dan Kristen.  (AL/ARN)

 

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker