Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Fakta

Para Sufi Dituduh Anti Jihad: Faktanya Ulama Sufi Adalah Tokoh Jihad Terdepan

Ulama Sufi – Mungkin di antara kita semua ada yang belum tahu bahwa Para sufi adalah sosok-sosok yang selalu difitnah oleh ajaran WAHABISME. Fitnah ini berhasil mempengaruhi sebagian anak-anak muda yang awam agama, mereka jadi kontra belebihan kepada sufi dan tashawuf. Bahkan saking bencinya, mereka bangga menisbatkan dirinya sebagai Anti Sufi.

Sungguh mereka yang ikut-ikutan sebagai anti sufi itu adalah asli korban fitnah ajaran Wahabisme. Dan salah satu fitnah Wahabisme yang paling populer beredar di masyarakat adalah bahwa sufi dan ilmu tasawuf mengjarkan anti jihad. Benarkah fitnah yang selalu dilontarkan kepada para sufi tersebut? Sebelum menjawab sebaiknya kita lihat faktanya dalam sejarah yang ternyata para sufi adalah para tokoh terkemuka dalam berjihad membela agama Allah Swt….

imam - Para Sufi Dituduh Anti Jihad: Faktanya Ulama Sufi Adalah Tokoh Jihad Terdepan
CC BY-NC-ND by miss_ubisetela

Perjuangan Ulama Sufi Menegakkan Islam Di Medan Perang

Oleh : Ustaz Husni Allangkati

Wajah Umar Mukhtar “Lion Of The Desert”

Banyak sekali kita dengar dari golongan yang memusuhi dan anti sufi  bahwa ulama sufi tidak pernah mengikuti peperangan jihad fisabilillah, mereka hanya sibuk dengan ibadah dan melupakan kewajiban jihad, mereka mencoba untuk menghilangkan sejarah yang pernah diukir oleh pembesar-pembesar sufi yang ikut dalam perjuangan melawan kafir-kafir penjajah negeri islam, mereka memutar balikkan fakta yang ada, selanjutnya mereka membanggakan diri dengan menyebut sebagai pahlawan yang mati-matian menyerang musuh islam dan mengobarkan panji jihad, mereka adalah musuh Amerika yang tidak takut mati, musuh umat kristen yang gagah berani, ditangan mereka berdirinya syari`at, merekalah kelompok yang benar dan berjaya mendapatkan naungan surga.

Tetapi apakah jihad mereka sesuai dengan peraturan al-Qur`an dan sunnah Nabi, kenapa banyak umat islam yang mereka bunuh dengan letupan bom, berapa banyak nyawa melayang dengan serangan bom rakitan yang diledakkan oleh mereka, berapa banyak perempuan yang jadi janda hanya karena tidak faham makna jihad sebenarnya, berapa banyak anak-anak menjadi yatim karena bom bunuh diri, Bali yang indah digoncang oleh bom atas nama jihad mereka, Jakarta yang megah diserang bom atas nama jihad, Besawir Pakistan yang meriah hancur luluh lantah dihantam bom bunuh diri atas nama jihad, Syarmun Syeikh Mesir yang cerah tidak ketinggalan di bom oleh mereka, somalia menjadi tempat darah bersimbah hanya atas nama jihad, yang mati juga orang islam, yang diperangi juga orang islam, inikah jihad mereka, padahal Rasulullah saw melarang kita untuk membunuh kafir Zimmi, bagaimana pula mereka membunuh umat islam?

BACA JUGA:  Akidah Asy'ariyyah dalam Analisa Kritis: Cara Menemukan Golongan Selamat

Para ulama sufi dari dahulunya memang sudah dikenal tangguh di medan perang, mereka tidak pernah takut mengikuti peperangan, tetapi mereka tidak suka membesar-besarkan keikutsertaan mereka di dalam peperangan, karena hal tersebut bisa membuat niat tidak ikhlas. Sebab itulah Imam Bukhari meletakkan hadits niat di dalam bab berjihad fisabilillah, karena niat yang ikhlas dalam bejihad sangat penting sekali, orang yang mati dalam peperangan fisabilillah jika tidak memiliki niat yang ikhlas maka dia mati sia-sia tidak mendapatkan gelar syahid.

Tetapi diantara para Sufi yang mengikuti peperangan melawan kaum kuffar ada terdapat sebahagiannya yang telah ditulis oleh sejarah, diantara ulama-ulama sufi yang mengikuti peperangan melawan musuh adalah :

1 – Imam Abu Hasan Syadzuli, sebagai Imam Sufi yang teragung, dan telah menggambungkan ilmu hakikat dan syari`at, Qutub pada zamannya, mengikuti peperangan yang terjadi di Kota Mansurah ( Mesir ) pada tahun 642 hijriyah. Walaupun umur beliau telah melewati enam puluh tahun, mata beliau telah buta tetapi tidak mematikan semangatnya untuk menyertai jihad fisabilillah. Siang malam beliau berdo`a agar Allah memberikan kemenangan dalam peperangan melawan pasukan Salib yang datang melalui kota Dimyath. Akhirnya pada suatu malam beliau mendapat kabar gembira dari Rasulullah saw dalam mimpinya tentang kemenangan umat islam.  Sulthan ulama izzuddin Abdussalam meminta pasukan Islam mendengarkan kabar gembira dari Syeikh Abu Hasan Syadzuli sehingga kabar gembira tersebut menjadi kenyataan yang indah, pasukan salib dapat dikalahkan bahkan Raja Lois IX ditawan oleh umat islam dan diletakkan dirumah Ibnu Luqman dikota Mansurah ini terjadi pada tahun 648, tempat ini masih ada sampai sekarang, syeikh Abu Hasan meninggal dunia pada tahun 656 hijriyah dan dikuburkan di Humaisara. (1 )

2 – Syeikhul Islam Sulthonul ulama al-Mujtahid Izzuddin Abdussalam merupakan seorang sufi yang hebat dan berani, beliau merupakan ulama yang sangat ditakuti dan di segani, tidak hanya ahli dalam ilmu agama tetapi juga ikut tampil didalam peperangan melawan musuh islam, keberaniannya juga terlihat dihadapan para pemerintahan islam yang tidak patuh terhadap ajaran agama, beliau juga selalu mengikuti pengajian Syeikh Abu Hasan Syadzili dan sangat menghormatinya, diantara peperangan yang beliau ikuti adalah :

BACA JUGA:  Fakta Wahabi : Kata Ulama Wahabi Abu Jahal CS Lebih Murni Imannya

a ) Peperangan Salib yang terjadi di kota Mansurah menghadang pasukan musuk yang datang melalui kota Dimyath menuju kota Kairo, didalam peperangan ini beliau beserta Syeikh Abu Hasan Syadzuli ikut terjung langsung ke medan jihad sehingga tertawannya Raja Lois IX, diantara peristiwa yang sangat dikenang ketika itu adalah teriakan Syeikh Izzuddin kepada angin ketika melihat banyaknya kapal-kapal perang Francis yang menghadap ke dermaga Dimyath, dengan suara yang kuat Syeikh Izzuddin berkata : ” Wahai angin hancurkan meraka “, ketika itu juga angin menghancurkan kapal-kapal perang Francis, sehingga seorang prajurit muslim mengatakan :  Segala puji bagi Allah yang telah melihatkan kepada kami dari golongan umat Nabi Muhammad yang telah Allah mudahkan untuk menundukkan angin.

b) Peperangan melawan Tatar, ketika itu Tatar telah menguasai Baghdad dan ingin menuju Syam, mendengar kabar kedatangan tentra Tatar yang tidak berprikemanusian dan terkenal biadap, maka Sulton Saifuddin Quthruz mempersiapkan tentera untuk menyerang pasukan Tatar, tetapi serangan tersebut setelah hari raya, Syeikh Izzuddin menyeru kepada Sulthan agar menyerang mereka ketika bulan ramadhan dan menjanjikannya dengan kemenangan, janji tersebut menjadi kenyataan sehingga pasukan Tatar ( Mongngolia ) kalah didalam peperangan Ainul Jalut pada tahun 658 hijriyah.  Beliau meninggal dunia tahun 660 hijriyah (2 ).

3 – Pangeran Abdul Qadir al-Jaza`iri, seorang yang ahli didalam ilmu hadits dan tasawuf yang memiliki sifat tawadhu` dan rendah hati, tetapi tidak ingin negerinya dijajah oleh Francis, beliau menyerang tentera musuh dengan gagah berani sehingga melemahkan pasukkan Francis dan keuangan mereka, peperangan ini memakan waktu lebih dari tujuh belas tahun lamanya.(3 ).

4 -Syeikh Ahmad Syarif Sanusi, ketika Syeikh Ahmad telah dilantik menjadi pemimpin Zawiyah Tariqah Sanusiyah pada tahun 1900 Masehi bertepatan tahun 1320 Hijriyah, beliau langsung menyatakan perang melawan musuh Allah penjajah tanah air mereka, gerakan ini membuat pasukkan Francis kewalahan menghadapi serangan pasukan Sanusiyah, ketika itu juga pasukan Italia telah menguasai Barqah, tetapi mendapat perlawanan dari Syeikh Ahmad Syarif Sanusi, perjalanan hidupnya penuh dengan perjuangan sehingga beliau meninggal dengan tenang di kota Madinah setelah datang dari Syam.( 4 )

BACA JUGA:  Keganasan Bahaya Laten Wahabi Terbukti di Pakistan

5 – Umar Mukhtar, seorang tenaga pendidik di Jawiyah Sanusiyah yang telah mengambil Tariqah dari Mursyid Sanusiyah, beliau mengajak murid-muridnya untuk berjihad fisabilillah melawan Italia yang telah menduduki kota Banghazi Libya, beliau telah memerangi Italia sebanyak 263 kali dalam masa duapuluh bulan saja, membuat Pasukkan Italia marah dan mengepung pasukkannya, sehingga banyak tentera islam yang menyertainya jatuh gugur menghadap Allah, akhirnya beliau ditangkap dan dipenjara selama empat hari, kemudian dihukum gantung sampai mati pada tahun 1350 hijriyah.( 5 )

6 – Muhammad Izzuddin Qassam Syadzuli, beliau merupakan seorang syeikh Jawiyah Syadzuliyah di gunung al-Adhamiyah dibahagian negeri Suria, setelah selesai perang dunia pertama tahun 1918 M negeri Francis menjajah bahagian tepi pantai Suria, ketika itu beliau mengajak para muridnya untuk mengangkat senjata menyerang penjajahan Francis, beliau juga turut perang melawan Israel yang telah menduduki Palestina, pada tahun 1934 meletus revolusi sehingga beliau gugur Syahid dalam peperangan, kemudian dikuburkan di Haifa, murid-muridnya sampai sekarang masih ada dan memiliki pasukkan yang berani didalam peperangan, pasukkan itu adalah Kata`ib Izzuddin Qassam. ( 6 )

Masih banyak lagi pahlawan-pahlawan sufi yang gugur didalam peperangan baik yang dicatat di dalam sejarah maupun tidak tertera, semoga Allah melimpahkan surga kepada mereka dan kita semua.

Rujukan :

( 1 ) Bayanul Jazim Anna Tasawuf litazkiyatil Insan Nahjul Lazim karya Sa`id Abul `As`ad : 132, Tabaqat Syadzuliyah al-Kubra karya Abu Ali Hasan bin Muhammad al-Faasi : 20. Husnul Muhadharah Fi Tarikhi Mesr Wal Qahirah Karya Imam Sayuti : 1 /401.

( 2 ) Bayanul Jazim : 133 , Husnul Muhadharah Fi Tarikh Mesr wal Qahirah : 1 / 142, Maktabah al-`Ashriyah Lubnan.

( 3 ) Bayanul Jazim : 134

( 4 ) Bayanul Jazim : 136

( 5 ) Natsrul Jawahir Wa Dururu Fi Ulama Qarni Rabi` `Asyar :1/939, Bayanul Jazim : 144.

( 6 ) Natsrul Jawahir Wa Dururu Fi Ulama Qarni Rabi` `Asyar : 2 / 1352.

Biodata Ustaz Husni Allangkati :

Medan, Sumatra Utara, Indonesia Lahir di Besitang Langkat tarikh 26 Dzulqa`idah 1400 H,Tamat SDN 050780 thn 1992, Ijazah Tsanawiyah Negeri 31 Mei 1996,Ijazah Tsanawiyah Ma`had Musthafawiyah 1997 M, Musthafa,Ijazah Mas 29 Mei 1999 M, Ijazah Lisence Universitas Al-Azhar 2004 M, Ijazah Defloma Master Ma`had Ali Darasat Islamiyah 17 Januari 2007 M, Kuliyah Usuluddin al-Azhar Jurusan Hadits Syarif.

Sumber : http://allangkati.blogspot.com/2010/02/para-ulama-sufi-di-medan-perang.html

http://www.facebook.com/note.php?note_id=175464309163689&id=108304072564570

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

42 thoughts on “Para Sufi Dituduh Anti Jihad: Faktanya Ulama Sufi Adalah Tokoh Jihad Terdepan”

    1. para Sufi dalam ibadah apapun selalu LILLAHI TA’ALA jadi nggak pamer semua karena Alloh wujud menCINTAI kepada Alloh …..

  1. Sufi sejati adalah best of the best dari Ummat Nabi Muhammad Saw, ada pun sufi gadungan adalah seburuk-buruk ummat Nabi Muhammad Saw. Sufi gadungan adalah mereka yg getol mempelajari ilmu tazkiyatun nafsi secara teoritis tanpa bimbingan guru mursyid yg kamil mukamil.

  2. Mas arumi benar, mereka yg mempelajari teori tasawuf tanpa bertarekat dan berguru ama mursyid biar botak sampai jadi profesor juga tak akan bisa jadi sufi sejati. Karena ilmu ini ada di dada para ulama, sebagaimana ada di dada rasulullah. Ilmu ini hanya bisa diambil dari ulama pewaris nabi. Karena ilmu ini kata imam ghazali adalah cahaya kenabian. Kasihan pengikut wahabi tidak mau merasakannya.

  3. Kok bisa tahu ya isi dada Rasul. trus ulama yang mana pewaris nabi. gak pernah dengar imam hanafi, malik, syafi’i, imama ahmad, tsaury, al auza’i ngaku jadi sufi. jangan-jangan ulama pewaris nabi yang lain. dan cahaya nabi yang lain. bukan Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib.

  4. Isi dada rasul tentu keimanan dan ilmu. Lalu ilmu mana lagikah yg lebih tinggi selain ilmu tentang jalan menuju keridhoaan tuhannya? Yaitu ilmu untuk selalu mengingatNya? Ilmu itulah yg diwariskan oleh beliau SAW. Sungguh rugi tidak mengambilnya dari ulama pewaris nabi.

  5. Mas Dianth dan teman-teman semuanya, ini saya dapatkan kata-kata seorang Imam Sufi Mutaqoddimin (seorang Tabi’in):

    “Aku tahu.. Rizki-ku tak mungkin diambil orang lain, Karenanya hatiku tenang. Aku tahu.. Amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain, Maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu.. Allah selalu melihatku, Karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan kemaksiatan sekecil apapun. Aku tahu.. Kematian menantiku, Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabb-ku.
    Hasan Al-Bashry”

  6. Nasehat beneran dari saya, ini buat all muslim yang saya cintai semuanya….

    Kita harus sadar bahwa manusia itu sulit beneran menaikkan maqam (derajat), kebanyakan kita memang berwujud manusia tapi derajatnya hewan, hewan, hewan! Karena itu seandainya tidak ada syafaat Kanjeng Rasul Saw, entah bagaimana kita-kita ini nantinya di akherat.

    Saya bukannya mengajak psimis, saya pribadi sungguh menyadari derajat saya yang demikian, karena itulah saya banyak-banyak membaca shalawat supaya nanti dikenali oleh Kanjeng Rasul Saw. Dan oleh karena itu pula, saya mengajak antum semua dengan segenap rasa cinta yang dalam, marilah kita banyak-banyak-banyak membaca shalawat agar kita semua nanti dikenal oleh Kanjeng Rasul Saw. Kalau kita dikenali oleh Kanjeng Rasul Saw, maka bisalah berharap memperoleh syafaatnya kelak, amin….

  7. baca tulisan diatas ky nton film angling dharma… hebat ya angin bisa di suruh2,ky pembantu aja..

    baru tau klo mas wong ko lutan tu derajatnya hewan to,,,

    sufi aneh..

  8. Mas wong, terima kasih atas nasehatnya. Saya jadi sadar betapa dalam hidup ini kita hampir selalu mengikuti hawa nafsu. Betapa kita berharap mendapatkan syafaat kanjeng rasul. Semoga kita semua mendapat syafaat kanjeng rasul. Buat yg anti tasawuf, semoga lekas sadar dan hilang bebalnya, karena tanda-tanda kebodohan itu tidak mengerti nasehat dan perkataan orang lain.

  9. anti tasawuf@

    Yang nggak sadar akan maqamnya (derajatnya) yang rendah adalah Iablis. Iblis lebih parah dari hewan.

    Kalau kita menyadari derajat kita yang rendah seperti kontemplasi yg diungkapkan Mas Wong, itu artinya kita sadar, dengan kesadaran itu bisa menjadi modal untuk berusaha meningkatkan derajat (maqam) kita, salah satunya dengan banyak-banyak membaca shalawat kepada Nabi Saw.
    Tetapi kalau nggak sadar bagaimana dia bisa memulainya? Merka akan terus-terusan dalam kubangan nafsu hewaniyah dan tidak akan naik derajat. Ingat dan sadarlah, bahwa manusia adalah hewan-hewan yg pandai berpikir dan bicara! Justru yg sadar seperti Mas Wong itu otomatis sudah keluar dari derajat binatang.

    Insyaallah, kalau antum cerdas bisa mengerti setelah dikasih penjelasan ini.

  10. Mas wong adalah seorang muslim yg insya allah mendapat syafaat nabi. Kalau ada muslim yg menghina orang yg mengharap syafaat nabi, tentu kita maklum bgmn ahlak dan akal orang itu. Kasihan…

    1. mas dianth , sebenarnya para Mujassim Wahabi ngerti Tashowuf tidak sih ? kok ya kaya kerbau dicocok hidungnya , kemana Imamnya brangkat diikutin , tanpa kritisi sedikitpun.

  11. Mas syahid dan mas mamo, para pembenci sufi dan tasawuf berusaha untuk memadamkan cahaya kenabian dgn segala cara, bahkan pendapat orientalis yg jelas-jelas membenci islam asalkan menghujat tasawuf juga mereka ambil. Mereka tidak sadar atau pura-pura tidak tahu bahwa kajian-kajian ilmu tasawuf islam telah diakui para imam dan ulama, mereka tidak mau tahu kalau para sufi telah banyak berjasa menyebarkan agama ini, mengajarkan ahlak dan perbersihan jiwa serta turut memberikan warisan kajian ilmu keislaman yg tiada taranya. Tiada ulama yg menolak tasawuf islam, yg mereka tolak adalah penyusup dan sempalan atas nama tasawuf. Hanya zaman sekarang inilah ada orang-orang yg menolak tasawuf islam secara mutlak. Bahkan menganggap tasawuf islam bukan dari islam, mereka mengutip pernyataan orientalis musuh islam. Masyaallah.

    1. sebetulnya kalau kita berfikir yang santai ,….rilax,…..ngga ada beban ,……kita berbprasangka baik ” MEREKA ITU BELUM TAU ” apa itu ilmu tasawuf yang betul yang sesuai dgn Al Qur’an dan hadist ….yang memprihatinkan mereka nggak mau mempelajarinya bahkan sudah ada doktrin dari “ulama” mereka tasawuf itu bukan dari islam …….jadi mendengar namanya aja udah ALERGI …… laa…..udah gitu NGEYELNYA …..masyaAlloh ……..

  12. @mamo

    ya kayaknya mereka-mereka itu sudah terdoktrin begitu kuatnya sehingga tidak bisa melihat lebih jernih apa itu tasawuf.
    Tapi saya punya temen yang aneh lho, Dia anak dan sering ikut kajian salafi tetapi hobinya wiridan di maqam wali. Bahkan hampir semua maqam wali di tanah Jawa sudah di kunjungi, tp motivasinya biar sakti. Bahkan memasang susuk di tubuhnya. ANEH kan mas he he he he

    1. ya termasuk aneh itu …..ya memang sih semua yang di ajarkan di salafi itu salah sumua …..banyak ajaran yang sesuai syariat juga ……nah kalau sudah masuk ranah Bid’ah itu yang menurut pemahaman mereka dalam penerapanya saya kira keliru sebab banyak dalil atau hadist dalam mentafsirkan menurut selera mereka tanpa melihat / membandingkan dgn pemahaman dari ulama2 terdahulu yang jelas2 seumur hidup beliau2 hanya untuk islam dan di akui umat islam di dunia……la yang sangat memprihatinkan baru tahapan belajar saja sudah berani komen di masyarakat yang ini/itu bid’ah …..dianggapnya mudah sekali membuat FATWA ……begitu pendapat ana @lemah ireng .

    1. mas mamo benar , tidak semua yang diajarkan Wahabi salah semuanya , hanya prosentase kesalahannya jauh lebih banyak ketimbang yang benarnya , bahkan beberapa kesalahannya sangat fatal, menggiring kepada kekufuran dan kemusyrikan , semoga Ummat Islam sadar akan hal itu. amien.

  13. All ASWAJA@

    Kami menyadari sepenuhnya menulis komentar itu tidak gampang, apalagi berkomentar dalam blog yang postingan-postingannya berisi artikel yang menyoroti WAhabisme semacam UMMATI PRESS, untuk berkomentar diperlukan ilmu pengetahuan yang cukup lumayan. Kami menilai sungguh sangat bermanfaat apa-apa yang dikomentarkan oleh teman-teman di sini, semuanya berbobot dan insyaallah sanggup menggugah pikiran orang-orang yang malas berpikir. Semoga orang-orang yang seperti kerbau dicocok hidungnya itu menemukan dirinya kembali setelah tersesat jalan dalam gelapnya kebohongan-kebohongan Wahabisme.

    Kami sampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada teman-teman semuanya, Mas Syahid, Mas mamo, Mas Arumi, Mas Dianth, Mas Wong, Mas Gondrong, Bang Abar Caniago, Lemahireng, dan semuanya yang tak bisa disebut satu persatu.
    Jazaakallohu khoiron katsiro, semoga komentarnya berkah, amin….

  14. Postingan di atas hanya sebagian kecil dari fakta yang ada tentang fatwa jihadnya ulama sufi..

    Yang ana tunggu ini, mana fatwa jihadnya wahabi??

    Omong kosong, masi mending syiah dalam hal perlawanan ke israel dan antek2nya

  15. para ‘mujahidin’ wahabi tidak tahu bagaimana kemarahan kaum sufi ketika Kesucian Jihad dikotori oleh mereka..

    Wallahualam

  16. aaalllaaaaammmmaaaaa. . . .disambung juga. . .

    tutup di satu tempat buka juga tempat lain. . .

    kapan pula ini selesainya. .

    ce ka. .ce ka. .

  17. Doa saja tidak cukup. Dari jiwa-jiwa yang sejuk itu lahir perlawanan yang tangguh. Bagi Ilahi mereka bersimpuh. Atas tirani mereka bertarung.

    Gerakan Jihad para Sufi pada masa modern.
    Awal abad ke 20 M Gerakan revolusi di libya dipimpin oleh tarekat sanusiyah. Diantara pemimpin nya adalah Umar al-Mukhtar dan Ahmad Syarif al-Sanusi.

    terlepas dari perpecahan umat Islam di Aljazair pada masa khilafah Utsmaniyyah, umat Islam di sana tetap bersatu dalam menghadapi pasukan salib demi menjaga kehormatan Agama. “Kaum Sufi-lah yang mempelopori perang agama pada saat itu (Majallah al-Turats al-‘Arabi tahun 1994 dengan judul al-Hudhur al=Shufi fi al-Jaza’ir ‘ala al-Ahdi al-utsmani)”

    “Ketika memulai serangan di Al-Jazair, penduduk AlJazair bersatu demi mempertahankan negara mereka dan menghadapi serangan musuh. Mereka terdiri dari kaum muslimin dan warga pribumi Aljazair. Pemimpin perlawanan tersebut adalah kelompok-kelompok tarekat. Merekalah yang mempersatukan masyarakat Aljazair (al-harakah al wathaniyyah al-jaza’iriyah, jilid 1, h. 298)”

    Ahmad Tawfiq Madani, dalam Tarikh al-Jaza’ir mengatakan : “Kelompok Tasawuf berhasil mempertahankan Islam disaat kebodohan dan kegelapan melanda negara ini. Kalaulah tidak dengan perjuangan mereka, mungkin kita tidak akan menemukan suasana kearaban atau ilmu keislaman di negara ini.”

    Itu sekelumit tambahan tentang perjuangan Sufi di medan Jihad. Ingat! Sufi berjuang dengan hati, maka Allah menguatkan jasadi mereka. Sangat berbeda dengan orang yang merasa berjuang tapi dengan emosi dan ego diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker