Buku

Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi

Bagi antum yang ingin menguasai ilmu secara cepat bagaimana berdebat dengan Wahabi, ada buku panduannya. Yaitu: "Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi".

Sudah pernah membaca buku Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi. Ya, ancaman ajaran Wahabi kepada kaum muslimin tampak semakin serius dari waktu ke waktu. Bahkan terkadang kaum wahabi itu sampai bertindak keterlaluan yaitu mereka mengajak berdebat kepada orang-orang awam. Tentu kaum muslimin yang tidak mendalami ilmu masalah-masalah bid’ah akan kelabakan menghadapi tantangan berdebat dengan Wahabi. Karena kenyataannya kebanyakan kaum muslimin memang masih awam soal-soal kebid’ahan yang senantiasa dituduhkan kepadanya.

Selama ini jika berkaitan praktek ibadah kesehariannya kaum muslimin sudah ikhlas beribadah sesuai dengan yang diajarkan oleh para guru agama. Sementara mayoritas  kaum muslimin  kurang menganggap penting  seluk-beluk masalah kebid’ahan yang selalu dilontarkan kaum Wahabi. Semua dibiarkan mengalir jadi isu-isu khas Wahabi. Sehingga ketika dihadapkan pada ‘provokasi debat’  yang muncul dari isu-isu tersebut kaum muslimin terpaksa memilih diam disebabkan tidak ada persiapan ilmunya.

Pernah terjadi pada  suatu pagi setelah shalat Subuh di sebuah kampung Betawi. Jama’ah yang sedang membaca ratib Haddad dilabrak beberapa orang Wahabi. Intinya mereka meminta agar pembacaan ratib Haddad itu dihentikan karena bid’ah menurut mereka. Selain itu kata mereka bacaan tersebut mengganggu tetangga kiri-kanan Musalla. Padahal yang sebenarnya adalah di dekat Musalla ada keluarga Kristen yg merasa terbantu untuk bangun pagi-pagi karena untuk persiapan masuk kerja. Justru di depan Musalla ada keluarga baru yang tidak pernah ikut berjama’ah, rupanya mereka kelurga Salafi Wahabi.

BACA :  Buku Bagimu Negeri..., Inspirasi untuk Mencintai Tanah Air Indonesia

Ternyata keluarga tersebut yang terganggu dengan bacaan dzikir Ratib Haddad. Mungkin ada syetan yang bercokol di hatinya sehingga tidak kuat mendengar bacaan dzikir dari Musalla. Kabar terakhir rumah keluarga Salafi Wahabi tersebut sedang ditawarkan untuk dijual.

Seharusnya tidak perlu kuatir kalah Berdebat Dengan Wahabi kalau saja kita mau belajar tentang dasar-dasar ilmu tentang kebid’ahan. Karena ilmu yang dipakai sebagai dasar kaum Wahabi dalam pembid’ahan atau pemusyrikan adalah dasar yang tak memiliki pijakan kuat sebagai hujjah. Jika kita memiliki kejelian, Wahabi bisa dibungkam dengan dalil-dalil mereka sendiri.

BACA :  Fakta Imam Suyuti di Balik Tuduhan Sesat Oleh Kaum Salafi Wahabi
banner gif 160 600 b - Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi

Karena Berdebat Dengan Wahabi secara langsung akan menyulitkan mereka berkelit. Kalaupun berkelit kita bisa terus mengejarnya sampai terdesak dan tidak sanggup lagi menghindar. Lain jika berdebat di internet, bila terdesak mereka bisa dengan mudah berganti-ganti nama atau pindah topic dan menyerang dari awal lagi.

Bagi antum yang ingin menguasai ilmu secara cepat bagaimana berdebat dengan Wahabi, ada buku panduannya. Yaitu: “Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi”.

================

Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Bina Aswaja & LBM NU Jember

Harga: Rp. 25.000,-

Sejak Tahun 2008 M, Tim LBM NU Jember seringkali diminta mengisi pelatihan dan internalisasi ASWAJA di kalangan warga Nahdliyyin di berbagai level. Tidak jarang, dalam acara-acara tersebut dilakukan debat terbuka dengan mendatangkan tokoh-tokoh Salafi. Dari sekian banyak perdebatan itu, akhirnya penulis tertarik untuk membukukannya dalam buku ini.

BACA :  Sejarah Hitam Kaum Wahabi

Selain itu, buku ini juga memasukkan kisah-kisah perdebatan para ulama dulu dengan kaum Wahhabi.  Seperti dialog terbuka Sayyid Alwi Al-Maliki vs Syaikh Ibn Sa’di di MAsjidil Haram, dialog terbuka Syaikh al-Syanqithi dengan ulama Wahhabi tuna netra, dialog al-Hafidz Ahmad al-Ghumari di Makkah al-Mukarramah, dialog Syaikh Salim Alwan vs Dimasyqiyat di Australia, serta kisah-kisah dialog teman-teman yang pernah terlibat langsung dalam sebuah dialog dengan kaum Wahhabi, dengan harapan buku ini menjadi panduan dalam berdialog dengan aliran Wahhabi yang dewasa ini menamakan dirinya aliran Salafi.

Dengan membaca buku Pintar berdebat dengan Wahabi ini, Insya’Allah, pembaca akan mampu berdialog dengan kaum Wahhabi dan Salafi.

Bagi yang memerlukan buku ini silahkan hub:

http://toko-buku-albarokah.blogspot.com/2011/01/buku-pintar-berdebat-dengan-wahhabi.html

Save

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

52 thoughts on “Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi”

  1. Wah buku bagus nih , saya mo beli sepuluh ah, buat dibagiin ketemen-temen , soalnya Wahabi/salfi berani ngajak debatnya sama orang awam doang , trus saya juga pernah punya pengalaman debat langsung dengan wahabi , ternyata mereka itu kayak anak kecil, mancla mencle tidak konsisten.

    ceritanya begini , saya punya teman yang baru kenal dua tiga bulanan , terus ngajakin ngobrol soal Tahlilan , dari obrolan ringan jadi perdebatan serius , yang pada akhirnya teman saya itu berjanji dia akan bawa gurunya untuk melanjutkan perdebatan , dan ternyata benar setelah satu minggu dia datang dengan gurunya yang dia sebut dengan Asyaikh, tuan guru.

    singkat cerita baru diskusi setengah jam gurunya ini Tawaqquf dia bilang , maaf saya belum bisa jawab pertanyaan saudara, saya akan konsultasi dulu dengan guru saya, temen saya yang jadi muridnya marah dia bilang Syeikh kenapa antum bawain dalil itu ? dalil yang lain aja biar diskusinya bisa lanjut, rupanya gurunya itu tetap pada pendiriannya dia katakan pada muridnya ,tidak, saya harus konsul dulu nanti gampang dilanjut.

    ternyata satu minggu berikutnya dateng lagi tidak tanggung Syeikh ini bawa dua orang gurunya yang satu berjenggot panjang yang satu bilang Ainnya teleb banget melebihi orang arab aslinya, jadi yang datang waktu itu empat Orang , temen saya gurunya dan dua orang yang katanya guru dari gurunya itu.

    kami diskusi dari Ba`da dzuhur hingga Isya, waduh ternyata mereka itu bener bener kayak anak kecil, mencla mencle ga paham yang dia omongin sendiri. bahkan saya langsung katakan dalam diskusi itu kalian jangan kaya anak kecil lah barusan bilang a sekarang b mereka jawab oh enggak emang tadi mah salah, ok saya bilang sekarang ucapan kalian saya tulis kalian pegang pendapat yang mana a atau b ? mereka jawab b saya bilang coba pikir lagi biar ga muter muter mereka jawab udah b , bener nih b ? iya b , ok saya tulis ya , mereka jawab ya , kemudian jawaban mereka saya tulis dan saya minta mereka memberikan paraf, setelah di paraf, saya tunjukkan fakta bahwa b itu jawaban yang salah mereka bengong tidak percaya dan minta bukti , saya berikan buktinya dari salah satu kitab, mereka bilang ooooh masa sih kok kami baru tahu ya, akhirnya mereka minta waktu lagi dengan alasan kitab mereka ketinggalan , alhamdulillah sampai waktu yang mereka jangjikan hingga sekarang mereka tidak pernah datang lagi padahal mereka janji akan datang lagi minggu berikutnya.

    sayang moment itu tidak direkam hingga tidak ada bukti bahwa cerita diatas itu benar terjadi, detil dari tingkah lucu, kejahilan dan Inkonsistensi mereka dalam berdiskusi tidak terabadikan untuk dijadikan pelajaran.
    Al-hamdulillah ada buku panduan cara cepat pintar berdebat dengan wahabi, semoga virus itu bisa diminimalisir penyebarannya.

    1. Bagus juga kalau disampaikan/disharing rangkuman/summary/kesimpulan isi diskusinya dimana letak perbedaan pemahaman dengan merekA.

      Kita paham bahwa sebagian Wahabi/Salafi ada kemungkinan berupaya menggunakan hujjah/dalil untuk sekedar membenarkan pemahaman mereka sehingga bukan lagi menegakkan kebenaran, bahkan kita ketahui ada upaya perubahan-perubahan buku-buku ulama-ulama terdahulu yang kita duga termasuk upaya pembenaran pemahaman.

      Untuk itu perlu upaya penyelamatan buku-buku ulama-ulama terdahulu di negeri kita sebagai sumber yang asli, termasuk upaya penterjemahan dan maupun penerbitan kembali.

      Ulama-ulama kita terdahulu dan beberapa dari mereka pernah menjadi imam di tanah suci sesungguhnya sudak menolak paham Wahabi. Jadi penolakkan ini sudah terjadi sejak dahulu kala. Waktu itu bagi yang menolak disebut sebagai kaum tua sedangkan bagi yang menerima keseluruhan atau sebagian disebut kaum muda. Untuk kaum muda juga ada beberapa sebutan seperti pembaharu agama, modernisasi agama atau pemurnian Tauhid. Padahal agama maupun tauhid adalah tetap sebagaimana yang telah disampaikan Rasulullah.

      Kitapun tahu ormas NU didirikan dikarenakan telah terjadi “perubahan” pemahaman ulama di wilayah kerajaan Saudi.

      Pernah sekali waktu ada teman saya kembali dari pendidikan diperguruaan tinggi wilayah kerajaan Saudi menyampaikan bahwa dia telah menemukan kebenaran di sana dan apa yang selama ini dilakukan umat muslim di negeri kita keliru. Keadaan ini persis sama dengan yang kita ketahui tentang H Mahrus Ali dengan buku “MANTAN KIAI NU..”

      Sekarang sebagian orang tua baik di Indonesia dan Malaysia mulai khawatir mengirim anak mereka untuk mendapatkan pendidikan di wilayah kerajaan Saudi, begitu juga kekhawatiran orang tua di negeri kita untuk mengirimkan anaknya mendapatkan pendidikan di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), kalau ini termasuk khawatir dengan paham Liberalisme.

      Kesimpulannya adalah memang telah terjadi sesuatu di wilayah Kerajaan Saudi dan itu diketahui oleh ulama-ulama kita terdahulu termasuk alasan pendirian ormas NU.

      Wassalam

    1. he….he….he…..mas Syahid kira2 hampir samalah baru seminggu kemarin …..ujung2 nya NGLOOOYOOOR pokoknya . tapi yang herannya kok ngga mau TOBAT ya …????

  2. He he he …. sangat menegangkan tapi lucu Mas Syahid. Seperti film action comedy. He he he he ….

    Ini teman-teman saya pada ngakak semua saat saya bacain, Mas.

    Lain kali kalau ada lagi direkam pakai handycam aja Mas. Cari teman pendamping buat rekamnya, pasti seru. Soalnya itu termasuk serius lho, pakai bawa-bawa syaikhnya syaikh.

    Nah, itu pelajaran baut yg lain, kalau mereka ngajak debat, siapkan handycam untuk mengabadikan moment tersebut. Nanti kan bisa di-upload di YOUTOBE. Biar YYOUTOBE makin ramai dengan kejenakaan Wahabi.

      1. Betul Mas Mamo, buku tersebut bisa dibeli di Gramedia, Gunung Agung, Walisongo, Kharisma, Kwitang Book Center, dan toko-toko buku terdekat di kota Anda.

        Tapi dijamin tidak akan ada di toko buku jaringan Wahabi Indonesia.

        1. siiiiip @admin …..menambah semangat anti wahabiisme dan membuat saudara2 kita yang lagi tersesat bisa kembali ke jalan yang lurus……semoga Alloh meridhoiNya Amiin

        2. Buku2 anti wahabi atau buku2 yg mengupas siapa wahabi, peredarannya kurang meluas sebaliknya buku2 wahabi peredarannya meluas dan sangat merajai di toko2 buku Gramedia diseluruh Indonesia ditambah lagi emperan2 Masjid yg dijual oleh penjual sicelana cingkrang (pengikut wahabi)

          1. biarin aja mas ,…..kita doakan aja agar mereka sadar n dapat hidayah . umat sekarang banyak yang pinter2 mas bisa memilih mana yang bener dan yang salah …..kita serahkan ke Alloh namun tetap berupaya memberitahukan kebenaran ….semoga Alloh meridhoiNya Amiin….

  3. Terimakasih infonya, great info. Dengan adanya buku ini semoga makin memintarkan orang awam dalam mengimbangi atau meredam provokasi Wahabi di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

    Saya akan beli 100 exemplar buat dibagikan ke jama’ah pengajian kami.

  4. @ahmad syahid : saya punya usul, barangkali sampeyan bisa sharing disini inti / garis besar diskusi itu…..
    InsyaAllah bisa kita ambil manfaatnya.

    1. Alkhamdulullah, saya sudah beli bukunya. Sangat bagus, uraiannya detail dan komprehesif buat bekal mendebat Wahabi. Saya acungkan dua jempol buat ustadz Idrus Ramli, oye!!!

      Ngomong-ngomong Wahabi sdah tak ada yang berani nongol, padahal blog ini bebas tanpa moderasi? Saya mendapat kesan mendalam kalau berkunjung ke blog-blog ASWAJA. Bebasnya oke banget, beda dg blog-blog Wahabi yng sangat ketat moderasinya.

  5. Seharusnya kaum wahabi memanfaatkan situs ini kalau mau mendakwahkan ajarannya. Disini bebas tanpa moderasi. Ada gak ya situs mereka yg bebas moderasi ? . Skrg yg terbaru di situs abu salafy, abu salafy mengomentari ustadnya salafi, firanda yg membantah artikel abu salafy ttg kemusyrikan kaum qurais yg dianggap wahabi bertauhid rububiyah tapi tak bertauhid uluhiyah.

  6. Kami sangat mendukung penerbitan “Buku pintar berdebat dengan Wahhabi” dan perlu didukung dengan pemasaran seluas-luasnya. Kita harus bergerak cepat untuk menghindari terpecah-belah umat akibat kurangnya informasi bagi umat muslim khususnya di negeri kita.

    Sebaiknya dijelaskan bahwa Ahlussunnah Wal Jama’ah bukanlah “monopoli” organisasi kemasyarakatan NU semata, namun berlaku bagi seluruh umat muslim yang mengikuti Sunnah Rasulullah. Kitapun sadar bahwa di NU pun ada yang berpemahaman liberalisme dll, walaupun jumlah mereka relatif kecil.

    Sedangkan kita tahu bahwa “Pemasaran” pemahaman Wahabi/Salafi begitu cepat dan secara internasional bahkan mereka memberikan beasiswa bagi pemuda/pemudi di seluruh dunia untuk mendapatkan pendidikan (indoktrinisasi) dengan pemahaman mereka di universitas-universitas pada wilayah kerajaan Saudi atau yang bekerjasama dengan mereka. Termasuk langkah-langkah untuk pembiayaan “perwakilan” mereka di setiap negara muslim guna melakukan penyebaran pemahaman.

    Hal yang terpenting adalah tidak mensesatkan sesama muslim yang telah bersyahadat secara perorangan atau secara sepihak.

    Apalagi mensesatkan keseluruhan kaum Salafy. Sesungguhnya ada permasalahan atau kerancuan dengan nama manhaj Salaf. Seharusnya ada kejelasan mana manhaj/pemahaman Ibnu Taimiyah mana manhaj/pemahaman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sampai saat inipun kita ketahui berbagai macam kelompok Salafi / Salafiyyah.

    Bisa saja seorang yang mengaku Salafi atau Wahabi, tidak tahlilan, tidak maulidan, tidak istighotsah namun dalam kenyataannya mereka mengambil yang baik-baik saja dari manhaj Salaf/Wahabi meninggalkan yang “diperdebatkan” seperti konsep tentang dzatNya (konsep/pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah) dan mereka melakukan sholat lima waktu tepat waktu ditambah segala sholat macam sholat sunnah, bagi prianya sholat berjamaah di masjid setiap waktu baik di rumah ataupun di tempat kerja termasuk sholat Subuh, berdzikir dan berdoa sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah, setiap hari ada waktu untuk membaca dan memahami Al-Qur’an, apakah mereka bisa dikatakan sesat , apakah mereka bisa dikatakan lebih buruk dibandingkan kita ?

    Oleh karenanya marilah kita hindari hujatan, olok-olok, merendahkan orang lain karena sesungguhnya tidak akan bercampur antara yang Haq dengan yang bathil.

    Marilah kita berlomba-lomba untuk menuju kepada Allah ta’ala, berlomba-lomba mengerjakan amal kebaikan / sunnah sehingga dicintai Allah ta’ala, bagi prianya berlomba-lomba sholat jama’ah di baitullah (masjid) termasuk sholat shubuh. Yok kita makmurkan rumah Allah / Baitullah / Masjid

    Sebelumnya saya berpendapat bahwa masjid itu tidak selalu masjid sebagaimana yang kita ketahui namun berarti tempat sujud dan itu bisa berarti di mana saja, sehingga saya membolehkan diri saya untuk tidak sholat berjama’ah di masjid.

    Untuk menyadarkan saya, kalau metode wahabi/salafi mereka akan menyampaikan hadits tentang Rasulullah hendak membakar rumah bagi kaum pria yang tidak sholat jamaa’ah di masjid.

    Sedangkan teman saya yang mendalami tasawuf menyadarkan saya dengan ala sufi, cukup dia bertanya kepada saya, apa yang hendak saya tuju, apakah Ridho Allah atau Maafnya Allah ?

    Karena sesungguhnya bagi pria yang tidak sholat berjamaah ke masjid tanpa alasan yang berarti dan mereka yang tidak sholat waktu tepat waktu tanpa alasan yang berarti adalah mereka yang mengharapkan maafnya Allah ta’ala. Sedangkan kita butuh ridho Allah ta’ala untuk mendapatkan akhir yang baik.

    Wassalam

    1. “mutiarazuhud”

      Maaf Bang EMZED, saya tidak hendak mendebat antum. Sikap antum yg tergambar dalam komentar di atas memang sangat ideal dan terbaik. Sungguh sangat mulia, jangan menghujat, jangan mencemooh, jangan mengolok-olok dan merendahkan orang lain. Tapi saya menangkap maksud komentar antum terarah kepda salah satu dari kelompok yg terlibat dalam “debat” ini. Tepatnya antum arahkan ke pendukung blog ini. Saya paham dg maksud antum mau berdiri di semua pihak, tapi menurut yg saya tangkap secara pribadi, antum tak sengaja memojokkan pendukung blog sebagai penghujat, pencemooh dan merendahkan orang lain.

      Maaf Bang EMZED, walaupun selama ini saya diam tidak ikut komentar tapi saya menyimak dan memperhatikan, kelompok pendukung blog masih dalam batas wajar, dalam arti masih dalam batas-batas toleransi. Walaupun sepintas ada yg kelihatan agak keras, saya melihat maksud mereka untuk menstimulasi agar orang-orang yg dituju mau berpikir. Itu saya lihat karena yg dituju tersebut ngeyel/ngotot/bersikap seperti orang dungu nggak mau melihat fakta yg diajukan.

      Bang EMZED, saya dua tahun terlibat di dalam ta’lim kelompok Salafy/Wahabi, walaupun mereka tekun ibadah dan hanya memilih yg ada contoh dari Nabi seperti yg antum gambarkan dalam komentar di atas, tahukah antum bahwa dalam pembicaraan intern mereka tidak jauh dari masalah-masalah bid’ah, syirik, khurafat, tahayul yg diarahkan ke saudara-saudara mereka terutama di kalangan nahdhiyyin? Dalam ta’lim-ta’lim mereka walaupun sudah ada tema tertentu yg dibahas, tetapi arah pembicaraan selalu akan berbelok mengarah ke isu-isu yg biasa dilakukan di kalangan Nahdliyyin. Bahwa yg dilakukan oleh “orang kampung” (demikian mereka menyebut) adalah bid’ah masuk neraka. Dan parahnya, mereka menyebut “orang-orang” kampung sebagai musyrik! Na’udzubillah.

      Silahkan antum masuk ikut mendengarkan ta’lim mereka, apakah yg saya katakan ini tidak benar? Ikutlah dalam kelompok-kelompok kecil ta’lim mereka yang biasanya digilir dari rumah ke rumah sesama anggota ta’lim, ikutlah dalam beberapa pertemuan adakah yg dibahas selain masalah-masalah bid’ah, syirik dan hal-hal negativ yang ditudingkan ke jama’ah nahdliyyin? Menurut pengalaman saya tidak ada, pembicaraan akan selalu berbelok ke isu-isu tersebut. Ini karena memang ustaz-ustaz Salafy/Wahabi sangat menguasai perso’alan tersebut menurut versi keilmuan mereka.

      Bang EMZED, sekali lagi ini tidak saya maksudkan mendebat antum, ini hanya informasi menurut pengalam pribadi saya ketika dulu pernah rajin ikut ta’lim mereka. Saya sadar setelah secara tidak sengaja dalam perjalanan malam di daerah Jalan Raya Buaran Jakarta Timur ada ceramah Habib Munzir yg dihadiri puluhan ribuan kaum muslimin, saya berhenti ikut duduk mendengarkan bersama mereka, Habib Munzir menjelaskan tentang masalah-masalah bid’ah yg biasa dibicarakan di ta’lim-ta’lim Salafy/Wahabi. Habib Munzir dg sangat meyakinkan menyitir Hadits-hadit shahih Imam Bukhori dan Imam Muslim, saya jadi mengerti dg kesan sangat mendalam. Sejak itu pun saya jadi ketagihan mengikuti setiap ada jadwal pengajiannya yg diselenggarakan di wilayah Jakarta Timur.

      Inti dari informasi ini adalah bahwa walaupun para pengikut Salafy rajin beribadah seperti yg antum gambarkan di atas, menurut saya hal itu menjadi cacat (wallahu a’lam) karena diiringi dengan kegemaran mereka membicarakan fitnah-fitnah yg dialamatkan ke saudara-saudara Nahdliyyin. Kenapa saya menyebutnya fitnah? Sebab apa yg dibicarakan dalam ta’lim mereka tidak sesuai kenyataan bahwa Nahdliyyin adalah quburiyyin musyrik atau ahlul bid’ah. Setidaknya inilah pengalaman pribadi saya, seandainya ada salahnya itu semata-mata kelemahan saya saja.

      Maaf Bang EMZED, jika kalimat-kalimat penyampaian saya ini kurang berkenan, samudra kemaafan dari antum saya harapkan. Terima kasih.

      1. Mas AM,
        Mohon maaf kalau komentar saya menganggu antum.
        Tidak ada maksud saya untuk menuliskan komentar untuk mengarah kepada seseorang atau satu kelompok.

        Oleh karenanya komentar diatas bukanlah membalas komentar yang lain.
        Juga dalam ajakan untuk tidak menghujat dll, saya awali dengan “marilah kita” itu maknanya mengarah pula pada diri saya pribadi.
        Sedangkan mengenai batas wajar untuk menghujat, berolok-olok dll saya pribadi belum menemukan petunjuk baik dalam Al-Qur’an dan Hadits.
        Tentu kita paham bahwa Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan pokok kita “melangkah” di bumi yang diciptakanNya.

        Mas AM , jadikanlah pengalaman mengikuti ta’lim dengan Wahabi/Salafy sebagai bekal antum untuk membandingkannya dengan ta’lim Ustadz Habib Munzir, beliau mempunyai sanad ilmu yang jelas. Sehingga antum dapat memutuskan mana yang lebih baik.

        Namun apakah ta’lim Wahabi/Salafy yang antum pernah ikuti itu dapat mengeneralisir keseluruhan Salafy atau khususnya Wahabi ?

        Permasalahan pada kaum Salafy/Wahabi, mereka tidak mau memberi nama kelompok mereka karena mereka tidak mau berkelompok (jama’atul minal muslimin). Mereka berpemahaman bahwa kalau berkelompok maka akan ada kecenderungan membanggakan kelompok dan kecenderungan memecah Ukhuwah Islamiyah. Namun kenyataannya mereka akhirnya terpecah-belah juga.

        Wahabi adalah Salafi di wilayah kerajaan Saudi yang merupakan pemahaman resmi yang ditetapkan oleh kerajaan.

        Sedangkan Salafi di negara kita terdiri dari beberapa kelompok yang tidak seluruhnya mengambil pemahaman Wahabi. Namun ada juga yang mengambil pemahaman Wahabi secara bulat-bulat dan itu terasa mulai “hasil didikan” terhadap mahasiswa asal negeri kita beberapa tahun terakhir ini.

        Hak kita untuk menghadapi mereka adalah menyampaikan apa yang kita pahami dan landasan/hujjah yang dipergunakan, agar umat muslim khususnya negeri kita dapat membedakan dengan paham Wahabi yang mau tidak mau akan semakin deras masuk ke negeri kita.
        Terlebih bagi umat muslim pada umumnya dalam pandangan mereka , kiblat ilmu adalah dari Wilayah Kerajaan Saudi dan mereka tentu penguasaan bahasa Arab yang baik.

        Apa yang dilakukan LBM-NU Jember barulah sebagaian kecil. Perlu upaya yang lebih besar dan kalau perlu menjadi agenda khusus bagi ormas NU itu sendiri, contoh selenggarakan seminar, diskusi dll.

        Marilah tunjukkan apa yang meraka katakan sebagai orang kampung atau orang kolot adalah orang-orang yang menegakkan kebenaran bukan menegakkan pembenaran.

        Wassalammualaikum Wr Wb

        Note:
        Mas AM, untuk mengurangi kejengkelan antum pada mereka, silahkan baca tulisan pada
        http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/07/02/perbuatan-afal/
        Tulisan tsb didapat dari sebuah situs, link/sumber saya cantumkan.

  7. komentar yang bisa dijadikan rujukan memperbaiki ahlak ………apabila diterapkan sumua muslim Insya Alloh Islam kembali jaya umat non muslim akan sangat menghormati dan menyegani muslimin ……Amiin…

  8. Maaf, gemana kalo judulnya diganti “Panduan Cara Cepat Pintar Menyadarkan Wahabi” (tentu buku ini hanya khusus untuk para ahli ilmu. Bagi sy yang awam cukup aja “Panduan Cara Cepat Pintar Menjadi Islam”. Perbedaan akan semakin bernilai rahmat jika kita tidak saling menghujat. Terkadang kita melangkah terlalu berlebihan, alangkah indahnya jika saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.

    QS Ali Imran : 147, insyaallah kurang lebih artinya :
    Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami [] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    Maha Benar Allah dengan segala firman-firman NYA.
    Semoga bermanfa’at.

  9. Samaranji @

    Maaf, Judul Bukunya memang sudah begitu dari penerbit, mungkin akhi Samaranji perlu beli bukunya terus nanti bisa hubungi penerbit suruh ganti Judu Buku tsb.

    Tapi menurut hemat kami, judul sudah benar seperti itu, sebab memang buku tersebut diperuntukkan kaum awam agar bisa menghadapi provokasi Wahabi yg suka mengajak debat kepada orang-orang awam. Kalau orang yg sudah berilmu tingkat lanjut seperti yang antum maksudkan sudah ada kitabnya, yaitu MAFAAHIM YUJIIBU AN TUSHOHHAH karya Sayyid Muhammad Allawy Al-Maliki Al-Hasani. Silahkan diruju’ kitab tersebut.

  10. Alhamdulillah,ane sudah mendapatkan buku tersebut. ane bahkan malu sama ALBAROKAH, karena ane belum sempat transfer uangnya tapi bukunya sudah lebih dulu dikirim. nanti kalo ane gajian baru ane Transfer ke Albarokah.semoga ummati&albarokah slalu dalam keberkahan dan rahmat Allah.

  11. Subhanallah…… kalian ingin mendebat dengan Ahlusunnah (Salafy)……….?????????
    Agama bukan untuk berdebat tapi untuk mencari kebenaran, ngapain mengeluarkan buku semacam ini..? terkesan ketakutan yg sangat besar akan kembalinya orang2 awam mengetahui dan menjauhi syirik bid’ah, khurafat yg dapat menyelamatkan mereka dari dosa yg tidak bakalan di ampuni oleh Allah yaitu syirik, lihat ulah orang yg mengeluarkan buku di atas..Apa yg diinginkan oleh si pengarang buku tersebut?? ingin mendebat orang2 yang bertauhid..??? la haulawala quatailla bilahi. nau’zubillah mindzalik..

    1. abu jufri

      wahabi pake nama salafy ya ga pas , ga nyambung , ga cocok karena pake nama apapun tetep Wahabi , dengan buku tersebut mudah-mudahan Orang awam mengerti mana Ahlu sunnah yang Aslinya , kalo Wahabi ya tetep Wahabi , Mujassimah Musyabihah , salah satu golongan sesat.

      dan Justru kebanyakan yang kebawa Faham Wahabi tuh , orang awam jahil yang ngeyel , kalo orang terpelajar akan menjauh bahkan mewanti awas faham sesat Wahabi ngaku Ahlu Sunnah ….?

      dan jika dikaji lebih dalam ternyata Faham Wahabi , menjerumuskan Orang dalam kemusyrikan dan Bid`ah dolalah , oleh karena itu kita Wajib menghindar dan memperingatkan kepada semua Orang akan bahaya faham Wahabi , sebab disamping akan menjerumuskan dalam Syirik dan Bid`ah faham Wahabi juga akan menyeret penganutnya menjadi merasa Paling …paling …..paling…… kaya Iblis, selalu merasa paling.

    2. betul @Abu ketakutan yang sangat ……tapi ketakutan orang2 ikut paham yang sebetulnya sesat namun merasa benar …..apa nt ngga ngebaca artikel lainya kemudian menyimpulkan …???? akidah maupun panutan ulama yang keliru @abu ……orang2 awam mudah di kibulin …….ya Alloh berilah petunjuk buat @Abu jufri ( walau nama mungkin PALSU ) ……..Amiin……

  12. Abu Jufri dan All pengunjung Ummati press,

    Kita tunggu keberanian MUI mengambil keputusannya dalam menjatuhkan vonis sesat kepada kaum SALAFY WAHABI. Tapi sepertinya MUI belum akan berani, atau paling tidak bersabar menunggu Keruntuhan Bos Salafy Wahabi yaitu Dinasti Arab Saudi. Sebab kalau diputuskan sekarang, bisa-bisa Ummat Islam seluruh dunia tidak bisa pergi Haji, akan dilarang oleh Bos Kaum Salafy Wahabi, inilah mungkin bagaikan makan buah simalakama.

    Sepertinya itulah kenapa MUI Jakarta Utara tidak berani, bahkan menyatakan Salafy Wahabi bukan aliran sesat. Padahal kesesatannya sudah sangat transparan, mereka adalah dedengkot ahlul bid’ah yg tiada tandingannya. Lihat saja mereka membagi Tauhid jadi tiga, TRINITAS. Ini saja sudah cukup menjadi alasan kaum jidat gosong ini adalah kaum tersesat. Na’udzubillah….

    1. beneer mbak Arumi, Wahabi itu memang sekte sesat, masa berani2nya mengubah tempat sa’i, menembok tempat melempar jumroh dll, yg merupakan hukum wajib haji, Dosa besar hai para wahabi, Wahabi memang harus diberantas sampai keakar-akarnya biar nggak tumbuh lagi.

  13. semoga Allah SWT memanjangkan umur saudara2 kita yang tegak dalam kebenaran dan menyebarkan ilmu yang benar seperti mas Ahmad syahid, ustadz idrus ramli dan yang lain
    untuk abu jufri kalo memang agama dan kidah tidak untuk diperdbatkan lalu kenapa di dalam buku-buku terbitan kaum salafi selalu memuat dsn membahas tentang masalah yang kalian anggap bidah yang selalu dilakukakan oleh kaum sunni? contoh aja buku Kiai NU menggugat Tahlilan yg katanya mantan kiai NU tobat ikut salafi ternyata setelah dicek oleh NU tidak ada orang yang memiliki profil yg dimaksud bahkan ketika penulis diundang untuk mempertahankan argumen yg ada didalam bukunya dia pun tidak hadir?! KEMANA TUH ORANG
    Kaum salafi sealu berkata agama tidak untuk diperdebatkan tetapi hanya ketika mereka kalah dan lemah dalam beargumentasi tp kalo sama orang awam yg blum luas ilmunya mulut mereka sampe berbusa untuk berdalil
    DASAR ORANG2 KAMPUNG

  14. Bismillahirrahmanirrahim…..

    Untuk meminimalkan komentar-komentar tidak bermutu yang akhir-akhir ini dilontarkan oleh pendukung ajaran Wahabisme, maka sejak hari ini, Ahad 20 Februari 2011, kami terpaksa membuat peraturan baru. Peraturan ini berlaku buat pembela ASWAJA maupun pembela WAHABI.

    1. Bagi pengirim komentar wajib menggunakan nick-name “nama manusia”. Contoh: Arumi, Ahmad Syahid, Miranda, Abu Fida, Yusuf Ibrahim dll.

    2. Peraturan no. 1 tersebut tidak berlaku buat “pemilik blog/website”. Contoh: Artikel Islami, Mutiara Zuhud, Pencari Kebenaran, Bicara Salafy, Wild West Wahabi, dll.

    3. Dilarang mengumpat dan tidak boleh mengandung pornografi.

    Bagi komentator yang melanggarnya, komentar akan didelete tanpa kompromi. Oleh karena itu bagi yang belum menggunakan nick-name “nama manusia” agar segera mengganti namanya dengan “nama manusia” agar tidak terkena delete.

    Terimakasih atas perhatiannya.

  15. Ping-balik: Inilah Ciri-ciri Aliran Sesat, Semuanya Ada di Salafy Wahabi « UMMATI PRESS
  16. syukran info nya…
    pengen beli buku nya….
    bbrp bulan lalu sempat berdebat dgn kaum SA-WAH. seakan2 mrk dgn PD nya paham sekali ttg ilmu agama dan tdk segan2 menyuruh orang yg mrk debat untuk belajar lagi ilmu agama yg dalam…
    ternyata setelah bbrp lama diskusi berlangsung…memang rapuh logika yang digunakan dan pemahaman nya sangat contextual dari bacaan buku2 terjemahan yg tokoh2 Sa-wah buat. sehingga mrk membunuh diri mereka sendiri dari pernyataan mereka sendiri…

    in fact…mereka ttp gak mau berubah hehehehe….bahkan tambah sombong

  17. I simply required some good info and was looking on search engines like google for this. We frequented every site that arrived upon very first site and did not got any kind of related outcome i quickly considered to look at out the 2nd 1 and also got your site. this really is things i desired!

  18. Assalamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuh
    Terus terang saya adalah salafy/wahabi juga …sangat tertarik membaca catatan-2 dan komentar diatas…saya sdh siap berargumen di lembar yg disiapkan namun setelah saya baca komentar Asoya Musa untuk EMZED telah di delete ..gak jadi deh…mngkin alasan EMZED dihapus krn bukan nama manusia…gak apa-apa itu hak anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker