Berita Asia

Osama bin Laden Sosok Fiktif, Kata Dosen Universitas Malaysia

KUALA LUMPURMalaysia, Seorang dosen Studi Peradaban Islam dan Asia (TITAS) Universitas Teknologi Malaysia (UTM) mengatakan kepada para mahasiswanya bahwa Osama bin Laden adalah sosok fiktif atau rekaan dan serangan 11 September oleh teroris kemungkinan hanya teori konspirasi.

Seorang mahasiswa yang meminta tak disebut namanya mengatakan bahwa dosen TITAS mengatakan dalam kuliah pagi bahwa serangan bunuh diri oleh pesawat yang menabrak menara World Trade Center (WTC) di New York City pada 11 September 2001 digunakan oleh Barat sebagai alasan untuk menganiaya Muslim.

BACA JUGA:  125 Pramugari di India Akan Dipecat karena Gemuk

”Dia mengatakan bahwa Osama mungkin rekaan, bahwa dia benar-benar tidak ada,” kata mahasiswa itu tentang perkataan dosennya kepada Malay Mail Online, yang dilansir (29/6/2016), Rabu di Kuala Lumpur.

”Dia berkomentar tentang bagaimana dalam videonya, Osama hanya berbicara ‘tiga detik berbahasa Arab’ dan kemudian segala sesuatu yang lain dalam bahasa Inggris,” lanjut dia menirukan dosennya. Inilah alasan kenapa sang dosen tidak percaya Osama bin Laden adalah tokoh nyata.

Sang dosen melanjutkan bahwa dia tidak pernah pecaya pada semua media Barat. “Tidak ada agama yang bertanggung jawab atas tindakan terorisme atau kekerasan,” kata dosen itu ditirukan mahasiswanya.

BACA JUGA:  Detik-detik Ustazah Wafat Saat Baca Al-Qur'an Terekam Video

 

 

dosen universitas malaysia bilang osama bin laden sosok fiktif 0SC - Osama bin Laden Sosok Fiktif, Kata Dosen Universitas Malaysia
Pendiri Al-Qaeda, Osama bin Laden. | (Reuters)

 

Indentitas Dosen Tidak Diungkap Media Malaysia

Osama bin Laden merupakan pendiri kelompok Al-Qaeda yang mengaku bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang. Osama bin Laden dibunuh di Pakistan pada 2011 oleh pasukan khusus AS di tempat persembunyiannya.

Namun, jasad Osama tidak pernah diperlihatkan oleh Pemerintah Barack Obama.

Dosen itu juga dikenal kerap mengkritik sekularisme di Barat. Menurutnya, salah satu produk sampingan dari filsafat Barat adalah legalisasi pernikahan gay.

BACA JUGA:  Korea Utara Ancam Hancurkan Seoul dan Pangkalan AS

” ‘Sperma dan sperma tidak bisa membuat bayi’,” lanjut mahasiswa itu mengutip komentar san dosen.

Pihak universitas berjanji untuk menyelidiki pernyataan kontroversial sang dosen.”Yakinlah bahwa penyelidikan dilakukan saat kita menerima laporan berkenaan dengan masalah ini,” kata pihak universitas kepada Malay Mail Online.

”Universitas ini memiliki kode etik bahwa semua staf kami, termasuk akademisi, diharapkan untuk patuh. Kegagalan untuk melakukannya akan mengakibatkan tindakan disipliner.”  (al/mas/sn)
dibaca 926x

 

Tags

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker