Berita China

Organ Ribuan Orang Dipanen Setelah Dieksekusi di China

BEIJING – Organ ribuan orang dipanen setelah dieksekusi di China. Pemerintah China dituduh melakukan pembantaian massal terhadap ribuan orang yang tidak bersalah untuk dipanen organnya guna kepentingan transplantasi, demikian sebuah laporan menuding China.

Laporan soal Organ ribuan orang dipanen tersebut dibuat oleh mantan politikus Kanada sekaligus pengacara HAM; David Matas, dan wartawan Ethan Gutmann. Menurut mereka, transplantasi organ dilakukan di China sebanyak 10 kali lipat dari angka resmi yang diungkap Pemerintah China.

”(Partai Komunis) mengatakan jumlah total transplantasi legal adalah sekitar 10.000 per tahun. Tapi kami bisa dengan mudah melampaui angka resmi China hanya dengan melihat dua atau tiga rumah sakit terbesar,” kata Matas dalam sebuah pernyataan terkait laporan soal Organ ribuan orang dipanen di China.

Laporan mengenai Organ ribuan orang dipanen itu memperkirakan bahwa 60.000 sampai 100.000 organ ditransplantasikan setiap tahun di rumah sakit China.

BACA JUGA:  Presiden Filipina Duterte Ingin Bersekutu dengan Rusia

 

 

china dituduh bantai ribuan orang untuk dipanen organnya Es9 - Organ Ribuan Orang Dipanen Setelah Dieksekusi di China

Laporan Organ ribuan orang dipanen yang ditulis pengacara HAM dan wartawan. Mereka menuduh China bantai ribuan orang untuk dipanen organnya. | (Alamy Live News)

Masih menurut laporan tentang Organ ribuan orang dipanen di China tersebut. Puluhan ribu transplantasi organ yang tidak dilaporkan secara resmi oleh Pemerintah China berasal dari tahanan. Mereka dieksekusi karena keyakinan agama atau pandangan politik mereka.

Organ ribuan orang dipanen, korban anggota Falun Gong

”Perbedaan meningkat itu membawa kami untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi pembantaian yang jauh lebih besar. Mereka praktisi Falun Gong dibantai untuk organ mereka jauh lebih besar dari yang kami perkirakan pada awalnya,” lanjut laporan itu. Seperti dikutip news.com.au, Selasa (28/6/2016).

”Kesimpulan akhir adalah bahwa Partai Komunis China telah melibatkan negara dalam pembunuhan massa tak bersalah. Terutama dari kelompok latihan spiritual Falun Gong. Juga Uighur, Tibet, dan House Christian untuk diambil organnya guna transplantasi.”

BACA JUGA:  China Tingkatkan Pendidikan Islam Tangkal Ekstrimisme Agama

Para penulis laporan terkait Organ ribuan orang dipanen di China itu mengklaim bahwa para praktisi Falun Gong yang ditahan dipaksa. Untuk menjalani tes medis sebelum hasilnya masuk database sebagai sumber organ.

Gutmann menambahkan pengambilan organ di China terjadi kembali hampir 20 tahun. Ketika Falun Gong—sebuah gerakan spiritual berdasarkan tradisi China—mendapatkan momentum.

”Partai Komunis China khawatir akan pertumbuhan gerakan (Falun Gong). China takut atas supremasi ideologi yang dilarang pada tahun 1999 tersebut,” kata Gutmann.

”Praktisi Falun Gong yang ditangkap ratusan ribu dan diminta untuk mengakui kesalahan. Jika mereka tidak (mengakui), mereka disiksa,” ujarnya.

”Jika mereka masih tidak mengakui kesalahan, mereka ‘menghilang’. Dugaan muncul pada tahun 2006 bahwa ‘menghilang’ karena dibunuh, organ mereka dijual dalam jumlah besar terutama untuk transplantasi turis asing. Hal ini berlaku umum bahwa China membunuh tahanan untuk (panen) organ,” imbuh Gutamann.

BACA JUGA:  China Resmi Luncurkan AIIB, Saingi Bank Dunia dan IMF ?

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan bahwa negaranya memiliki hukum. Juga peraturan yang ketat tentang masalah ini.

”Adapun kesaksian dan laporan yang diterbitkan, saya ingin mengatakan bahwa cerita tentang pengambilan organ secara paksa di China tersebut adalah khayalan dan tidak berdasar. Mereka tidak memiliki dasar faktual,” katanya membantah pada sebuah konferensi pers.  (al/mas/sn)

Laporan soal organ ribuan orang dipanen di China, korbannya kebanyakan adalah anggota Falun Gong. Pemerintah komunis China diduga lakukan pembantaian terhadap anggota praktisi Falun Gong tersebut. Sehingga Organ ribuan orang dipanen.

Simpan

Simpan

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker