Berita AS

Obama Penghambat Serangan Tumpas ISIS di Suriah

Kongres AS Marah: Obama Penghambat Serangan Tumpas ISIS di Suriah dan Irak

Pensiunan Jenderal AS, Jack Keane saat pertemuan Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS, menguatkan akan pandangan Ketua Komite dan pada saat yang sama ia juga mengkritik kebijakan politik pemerintahan Obama yang memerintahkan untuk membatasi serangan militer terhadap teroris ISIS.

 

Kongres AS Marah: Obama Penghambat Serangan Tumpas ISIS di Suriah dan Irak

Islam-Institute, AMERIKA – Mengutip keterangan dari pilot angkatan udara AS dan dari para Anggota terkemuka Kongres AS, mereka mengungkapkan bahwa Barack Obama telah menghambat penumpasan sebesar 75 persen dari serangan yang menargetkan posisi ISIS. Hal ini seperti dilaporkan oleh kantor berita FNA (22/11).

pemerintahan Obama telah membentuk koalisi dari 60 negara guna melawan ISIS, sebagai bentuk tanggapan atas jatuhnya Mosul dan semakin bertambahnya kekuatan regulasi ISIS di daerah luas baik di Irak maupun di Suriah, hal itu sesuai dengan klaim Washington. Namun setelah lebih dari setahun ternyata strategi Obama dan pemerintahannya bersama koalisi yang dipimpinannya belum mampu menunjukkan kemampuan dan hasil maksimal dalam melawan ISIS. Hal itu nampak dari masih tersebarnnya aksi-aksi serangan teror dari organisasi teroris tersebut di kedua Negara (Suriah dan Irak).

BACA :  Pidato Presiden Argentina di PBB Dihentikan, Kritik Obama?

Washington Free Beacon, salah satu Situs Amerika melaporkan, pernyataan dari anggota senior Kongres AS yang menjelaskan bahwa para pilot Angkatan Udara AS yang telah kembali dari perang di Irak melawan ISIS mengatakan bahwa pemerintahan Obama telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan 75 persen dari rencana serangannya ke atas teroris ISIS.

banner gif 160 600 b - Obama Penghambat Serangan Tumpas ISIS di Suriah

 Ed Royce George W, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Kongres mengungkapkan tentang motif dari pembatalan sejumlah 75% dari rencana penyerangan terhadap ISIS, bahwa serangan itu dihentikan dengan dalih kebijakan politik Obama berupa pengurangan kematian warga sipil dan kerugian yang disebabkan oleh serangan. Padahal Amerika memiliki radar dan alat canggih yang bisa mendeteksi musuh dengan ketapatn yang akurat.

BACA :  Serangan Rusia Tewaskan 300 Militan ISIS

Dia juga melontarkan ucapannya itu kepada pemerintahan Obama “Anda telah merencanakan untuk menargetkan ISIS lebih dari 12 bulan sementara elemen organisasi teroris itu masih juga berkeliaran bebas, kenapa Anda tidak menggunakan angkatan udara, dan ketika para pilot datang kembali hari ini, mereka memberitahu kepada kami bahwa tiga perempat dari rencana serangan belum dilaksanakan, mereka mengatakan perintah itu datang karena dilihat ada ketidaktepatan sasaran, kita tidak mengerti maksud dari strategi ini karena hal itu memungkinkan ISIS untuk mengeksploitasi kekejamannya.”

BACA :  Tentara Suriah Lancarkan Serangan Darat Besar-Besaran

Pensiunan Jenderal AS Jack Keane saat pertemuan Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS, menguatkan akan pandangan Ketua Komite dan pada saat yang sama ia juga mengkritik kebijakan politik pemerintahan Obama yang memerintahkan untuk membatasi serangan militer terhadap teroris ISIS.

Dia mengatakan “Sejak awal hal ini sangat mengherankan, karena Presiden mengeluarkan pernyataan yang membatasi senjata Angkatan Udara sejak awal kegiatannya (operasi serangan udara)”.

Pensiunan jenderal itu mengkritik pembatasan yang ditetapkan oleh Obama dalam serangan udara pemerintah AS yang menargetkan ISIS. Jack Keane menjelaskan “Kekuatan senjata pasukan militer udara Perancis dan Rusia tidak mengasumsikan adanya pembatasan dalam menjalankan misi penyerangan ke pos-pos para teroris di Irak dan Suriah. Karena mereka berkoordinasi dengan pemerintah dan pasukan Suriah meskipun mereka menggunakan alat deteksi canggih”. (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker