Sejarah

NU Salah Satu Benteng Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia

Ahlus Sunnah Wal Jamaah dari Jalur NU Sampai ke Rasulullah Saw. Ya, Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Semenjak zaman  awal-awal berdirinya NU, ternyata Syaikh KH. Muhammad Hasyim asyari sang pendiri NU sudah mendeteksi lalu-lintas dan hilir-mudiknya pemahaman Wahabi yang terinpirasi pemikiran Syaikh Ibnu Taymiyah. Di tengah para Ulama zaman itu, kemunculan  Wahabi itu begitu terasa menggerogoti Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, padahal waktu itu alat komunikasi sebagai distribusi informasi masih sangat alami, belum ada telepon apalagi internet seperti sekarang .

Tetapi berkat kapasitas ke-Ulama-an para Ulama zaman itu kita layak berterimakasih khususnya kepada beliau Hadratusy Syaikh KH Muhammad Hasyim Asyariy yang mampu mendeteksi pemahaman-pemahan bathil sehingga dengan cepat beliau membentengi paham yang  mengumbar tuduhan-tuduhan musyrik, khurafat, bid’ah dan kafir kepada Ummat Islam. Bermodal slogan mentereng kembali ke Pemurnian Tauhid berdasar al Qur’an dan As Sunah, mereka merasa punya legalitas dakwah Tauhid sehingga merasa layak congkak dan sombong di hadapan kaum yang dipandangnya musyrik dan kafir.

Padahal semua itu hanyalah  isu – isu yang terbukti hanya kedustaan belaka, tetapi akibatnya bisa menimbulkan perselesihan tanpa ujung , atau bahkan ujung-ujungnya adalah bertujuan memecah belah Ummat Islam. Ini karena mereka berda’wah dengan menebar tuduhan-tuduhan palsu berdasar pemahaman hitam putih yang picik denggan kedangkalan nalar ilmiyyah Islamiyyah yang dimilikinya.

Nah, tulisan di bawah ini adalah nukilan-nukilan dari kitab yang ditulis oleh Syaikhuna KH Hasyim Asyariy dalam kitabnya ” Risalah Ahlus Sunnah wal Jamaah “.  Dan KH Thobary Syadzili menyunting dan menerjemahkannya untuk anda. Selamat membaca, semoga bermanfaat….

HADRATUSY SYEIKH HASYIM ASY’ARI (PENDIRI PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG DAN PENDIRI NAHDHATUL ULAMA) MENOLAK AJARAN WAHABI

Di dalam kitab “Risalah Ahlus Sunnah wal Jamaah” karya Hadratusy Syeikh Hasyim Asy’ari (pendiri pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan pendiri organisasi Nahdhatul Ulama) halaman 9-10 diterangkan sebagai berikut:

قد كان مسلمو الأقطار الجاوية فى الأزمان السالفة الخالية متفقي الاراء و المذهب , متحدي المأخذ و المشرب , فكلهم فى الفقه على المذهب النفيس مذهب الامام محمد بن ادريس , و فى أصول …الدين على مذهب الامام أبى الحسن الأشعري , و فى التصوف على طذهب الامام الغزالي و الامام أبى الحسن الشاذلي رضي الله عنهم أجمعين

ARTINYA:

BACA :  Fakta Libya, Negeri Makmur yang Dihancurkan Kaum Radikal

======

Pada masa lalu Umat Islam di Jawa sepakat dalam berpendapat dan bermadzhab dengan satu rujukan dan pegangan, yaitu dalam bidang fiqih mengikuti kepada Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, dalam masalah ushuluddin mengikuti kepada madzhab Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, dan dalam bidang tasawuf mengikuti kepada Imam Al-Ghozali dan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili.

قال العلامة الشيخ

ثم انه حدث فى عام ألف و ثلاثمائة و ثلاثين أحزابا متنوعة , و أراء متدافعة , و أقوال متضاربة , و رجال متجاذبة , فمنهم سلفيون فائمون على ما عليه أسلافهم من التمذهب بالمذهب المعين , و التمسك بالكتب المعتبرة المتداولة , و محبة أهل البيت و الأولياء و الصالحين , و التبرك بهم أحياء و أموات , و زيارة القبور , و تلقين الميت , و الصدقة عنه , و اعتقاد الشفاعة و نفع الدعاء و التوسل و غير ذلك

ARTINYA:

======

Kemudian pada tahun 1330 H muncul bermacam-macam golongan, pendapat-pendapat yang bertentangan, pikiran-pikiran yang berseberangan , dan para tokohnya saling tarik-menarik (kontroversi). Dari mayoritas para tokoh, ada para ulama salaf yang konsisten terhadap kesalafan-nya, yang mengikuti terhadap madzhab yang telah ditentukan, dan berpegang teguh pada kitab-kitab yang dianggap presentatif (mu’tabaroh) yang biasa beredar (masyhur). Mencintai ahli bait (keluarga Nabi Muhammad SAW), mencintai para wali dan orang-orang yang shaleh, mengambil berkah kepada mereka, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, ziarah kubur, men-talqin mayit, bersedekah untuk mayit, meyakini adanya syafa’at (pertolongan), manfa’at do’a, wasilah dan lain-lain.

و منهم فرقة يتبعون رأي محمد عبده و رشيد رضا , و يأخذون من بدعة محمد بن عبد الوهاب النجدي , و أحمد بن تيمية و تلميذه ابن القيم و ابن عبد الهادى , فحرموا ما أجمع المسلمون على ندبه , و هو السفر لزيارة قبر رسول الله صلى الله عليه و سلم , و خالفو هم فيما ذكر و غيره , قال ابن تيميه فى فتاويه : و اذا سفر لاعتقاده أنها أي زيارة قبر النبي فلى الله عليه و سلم طاعة , كان ذلك محرما باجماع المسلمين , فصار التحريم من الأمر المقطوع به .

ARTINYA:

BACA :  Ali bin Abi Thalib & Asal Muasal Perseteruan Sunni Syiah
banner gif 160 600 b - NU Salah Satu Benteng Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia

======

Sebagian lagi ada golongan yang mengikuti kepada pendapat Muhammad Abduh dan Rosyid Ridho. Mereka mengikuti kepada perbuatan bid’ah Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi, Ahmad Ibnu Taimiyah, dan kedua muridnya, Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abdil Hadi. Golongan ini mengharamkan apa yang telah disepakati oleh mayoritas umat Islam untuk dilaksanakan sebagai sunnah Nabi, seperti berziarah ke makam Rasulullah. Mereka menolak semua hal yang telah disebutkan di atas dan hal-hal lainnya.

Ibnu Taimiyah dalam kitab “Fatawi”-nya berpendapat: Apabila seseorang melakukan ziarah ke makam Rasulullah, karena yakin bahwa ziarah itu perbuatan taat, ziarah yang dianggapnya menurut Ibnu Taimiyah adalah haram yang telah disepakati oleh kaum muslimin, maka ziarahnya adalah perbuatan yang haram secara pasti.

قال العلامة الشيخ محمد بخيت الحنفي المطيعي فى رسالته المسماة تطهير الفؤاد من دنس الاعتقاد : و هذا الفريق قد ابتلي المسلمون بكثير منهم سلفا و خلفا , فكانوا وصمة و ثلمة فى المسلمين و عضوا فاسدا يجب قطعه حتى لا يعدى الباقى ف…هو كالمجذوم يجب الفرار منه , فانهم فريق يلعبون بدينهم , يذمون العلماء سلفا و خلفا , و يقولون : انهم غير معصومين فلا ينبغى تقليدهم , لا فرق فى ذلك بين الأحياء و الأموات , و يطعنون عليهم و يلقون الشبهات , و يذرونها فى عيون بصائر الضعفاء لتعمى أبصارهم عن عيوب هؤلاء , يقصدون بذلك القاء العداوة و البغضاء , بحلولهم الجو و يسعون فى الأرض فسادا , يقولون على الله الكذب و هم يعلمون , , يزعمون أنهم قائمون بالأمر بالمعروف و النهي عن المنكر , حاضون الناس على اتباع الشرع و اجتناب البدع , و الله يشهد انهم لكاذبون , قلت : و لعل وجهه أنهم من أهل البدع و الأهواء , قال القاضى عياض فى الشفاء : و كان معظم فسادهم على الدين , و قد يدخل فى أمور الدنيا بما يلقون بين المسلمين من العداوة الدينية التى تسرى لدنياهم

BACA :  KISAH TAUBATNYA IBNU TAIMIYYAH DI HADAPAN ULAMA ASWAJA

ARTINYA:

======

Menurut Al-‘Allamah Syeikh Muhammad Bahit Al-Hanafi Al-Muthi’i dalam kitabnya yang bernama “Tathirul Fu’adi min Danasil I’tiqod” (Mensucikan Hati Dari Keyakinan Yang Kotor), ia berpendapat: “Bahwa golongan ini merupakan cobaan besar bagi umat Islam yang salaf (tempo dulu) maupun yang kholaf (modern)”. Mereka adalah aib, pemecah belah umat, dan sebagai organ yang rusak yang harus dipotong, sehingga tidak menular ke organ lainnya. Ia bagaikan penyakit kusta yang harus dihindari. Mereka adalah golongan menjadikan agama sebagai permainan. Mereka mencaci maki ulama salaf dan ulama kholaf, mereka sambil berkata: Mereka semuanya tidak ma’shum (tidak terpelihara dari perbuatan dosa), maka tidak layak untuk mengikutinya dan tidak ada bedanya yang hidup dan yang mati.

Golongan tersebut mendiskreditkan ulama dan menciptakan persoalan-persoalan syubhat, kemudian menyebarkannya secara luas ke masyarakat awam supaya orang awam tidak mengerti terhadap kekuarangan yang ada pada golongan tersebut. Tujuan mereka… adalah menebar permusuhan dan kebencian. Mereka berkeliling di atas muka bumi untuk menciptakan kerusakan. Mereka berkata bohong tentang Allah, padahal mereka tahu tentang hal yang sebenarnya. Mereka berdalih sedang melakukan “amar ma’ruf nahyi munkar” (memerintah kebaikan dan mencegah kemunkaran). Mereka mengajak manusia mengikuti agama yang mereka jalankan dan menjauhkan bid’ah (menurut mereka). Padahal, Allah tahu bahwa mereka adalah para pendusta. Menurut pendapat saya, sangat mungkin mereka adalah para pelaku bid’ah yang selalu mengikuti hawa nafsu mereka.

Imam Qadhi ‘Iyadh berkata: Kehancuran terbesar dalam agama sampai urusan dunia adalah karena ulah perbuatan mereka. Dengan menimbulkan permusuhan antar umat Islam, yang menyebabkan mereka terperangkap dalam masalah urusan dunia.

Oleh: KH Thobary Syadzily

https://www.facebook.com/notes/thobary-syadzily/hadratusy-syeikh-hasyim-asyari-pendiri-pondok-pesantren-tebuireng-jombang-dan-pe/361467937236769

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

9 thoughts on “NU Salah Satu Benteng Ahlus Sunnah wal Jamaah di Indonesia”

  1. Assalamualaikum wr. wb.
    Apakah benar pernyataan Anda? Apa betul NU pembela/pengikut sunnah Nabi s.a.w. dan Imam Syafi’i seratus persen? Apakah ada acara niga hari, nujuh hari, sampai haul orang mati, dalam sunnah Nabi s.a.w. dan dikerjakan oleh sahabat sampai Imam Syafi’i? Ataukah orang Wahabi yang mengikuti sunnah Nabi s.a.w., karena Nabi s.a.w., sahabat termasuk Imam Syafi’i tidak mengerjakannya/tidak mengajarkannya? Bahkan para sahabat sepakat (Ijma’ Sahabat), bahwa berkumpul-kumpul pada akhli mayit hukumnya sama dengan meratap, yaitu haram. Dalam hadits-hadits Nabi s.a.w. tidak ada satu pun riwayat yang sahih bahwa nabi melafadzkan niat dalam sholat, puasa, dsb., tapi NU menganggap sunat berdasarkan fikiran bahwa itu menolong hati. Jadi dalilnya bukan Al Quran, Hadits atau Ijma’ Ulama, hanya pemikiran beberapa ulama saja. Dalam Al Umm Imam Imam Syafi’i pun tidak menyebutkan sama sekali lafadz niat. Demikian juga dalam merayakan maulid Nabi s.a.w., Isra’ Mi’raj, dll., apakah ada dalam sunnah Nabi s.a.w., atsar Sahabat atau Imam Syafi’i’? Tidak satu pun Riwayat bahwa Nabi, para sahabat dan Imam Sfai’i ada mengerjakannya. Jadi, siapa yang mengikuti sunnah Nabi s.a.w. ? Apakah NU yang mengerjakannya atau Wahabi yang mengikuti Nabi tidak mengerjakannya? Kalau anda mengikuti Nabi s.a.w., seharusnya tarawih & witir 11 rakaat, nyatanya 12 rakaat. , karena Nabi s.a.w. mengerjakan seperti itu. Kalau mengikuti Nabi s.a.w. Adzan Jumat hanya sekali, demikian juga ajaran Imam Syafi’i dalam Al Umm.

    Itulah antara lain beberapa contoh yang perlu anda cek kebenarannya baik, dalam sunnah Nabi s.a.w.. atasar sahabat dan Kitab Imam Syafi’i’.
    Walllau a’lam.
    Wassalam Turob Djuhani.

    1. thurob djuhani said:

      Apa betul NU pembela/pengikut sunnah Nabi s.a.w. dan Imam Syafi’i seratus persen?

      Komentku: Kalau bukan NU siapa kang? Emangnya Wahabi? Konyol banget antum nih.

  2. Mas Turob@. Begitu yakin anda dengan vonis yang berdasar pada ketidak tahuan anda, Bukankah “‘ADAMUL ILMI LAA YADULLU ‘ALAA AL’ADAM”. Silahkan satu persatu anda tanyakan! agar permasalahan tidak kabur…

  3. NU Sebagai Salah Satu Benteng Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia? Ah, yang bener, nih! Bukannya NU itu sebagai Salah Satu Benteng AHLU BID’AH WAL JAMA’AH di Indonesia?

    Aya.. aya.. wae, sia mah, gelo!!!

    1. Wahabi Nggak bisa mendatangkan hujjah, akhirnya cuma mampu mengumpat dan memaki doang, pantas kalau disebut Wahabi setan dari NEJED.

    2. @aswaja wahabi
      bantah aja yang ilmiyah…. jangan cuma mencaci kaya kebiasaab orang wahabi. Yang jelas NU ormas islam terbesar di Indonesia, dan akan terus membentengi umat islam indonesia dari serangan viris-virus wahabi yang di impor dari saudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker