Berita Hongkong

MUSLIM TIONGKOK TERNYATA JUGA TAHLILAN DI KUBURAN

Tradisi ziarah kubur di komunitas muslim Tiongkok ternyata telah berlangsung lama.

TIDAK HANYA DI INDONESIA, TERNYATA MASARAKAT MUSLIM TIONGKOK JUGA TAHLILAN DI KUBURAN. Ziarah kubur dilakukan oleh mayoritas muslim sunni di berbagai negara, dan bukan warisan nenek moyang atau meniru agama lain.

Dengan demikian semakin jelas bahwa ziarah kubur dilakukan oleh mayoritas muslim sunni di berbagai negara, dan bukan warisan nenek moyang atau meniru agama lain sebagaimana dituduhkan oleh kaum Wahabi Indonesia.

Islam-Institute, Rombongan PWNU Jatim yang melakukan kunjungan ke Tiongkok, diawali dengan ziarah ke makam murid sahabat Saad bin Abi Waqash. Ketika berada di area makam tersebut ternyata sejumlah jamaah muslim setempat sedang membacakan tahlil seperti layaknya di tanah air.

Pengalaman ini disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdurrahman Navis kepada media ini. “Selama di pemakaman tersebut, mereka membaca al-Qur’an dan berdzikir seperti layaknya tahlilan di tanah air,” katanya, Jumat, 30 Oktober 2015. Rombongan juga terlihat sangat khusyuk saat membaca doa.

Yang menarik, saat rombongan dari PWNU Jatim yang terdiri dari KH Anwar Manshur (Pjs Rais Syuriah), H Ahmad Shiddiq (Wakil Ketua), Prof Ach Muzakki (Sekretaris), H Misbahul Munir dan H Husnul Yaqin (Wakil Sekretaris), ada jamaah yang membagikan uang Negara setempat yakni yuan kepada seluruh peziarah yang berada di area pemakaman.

BACA :  Ziarah Kubur Itu Sunnah, Tapi Wahabi Nekad Menghina Peziarah Kubur

“Semua dapat bagian, dan setelah saya hitung ternyata jumlah yang saya terima 30 Yuan,” kata Kiai Navis, sapaan akrabnya.

banner gif 160 600 b - MUSLIM TIONGKOK TERNYATA JUGA TAHLILAN DI KUBURAN

Ziarah kubur di komunitas muslim Tiongkok

Bahkan sejumlah rombongan dari tanah air yang tidak ikut tahlilan, namun berada di lokasi makam juga mendapatkan “bisyarah” atau amplop yang sama. “Kawan dari Muhammadiyah yang saat itu tidak ikut tahlilan malah ada yang dapat 60 Yuan,” terangnya.

BACA :  Mengapa Salafi Wahabi Dianggap Meresahkan

Bagi Kiai Navis, soal berapa “bisyarah” yang diterima jamaah, mungkin jumlahnya sangat relatif. “Namun yang perlu dicatat adalah tradisi ziarah kubur di komunitas muslim Tiongkok ternyata telah berlangsung lama dan dijaga dengan baik,” ungkapnya. Hal ini tentu saja sangat membanggakan.

Dengan ditemukannya fakta ini, berarti tradisi ziarah kubur tidak hanya ada di Indonesia. “Ternyata kaum muslimin Tiongkok juga mentradisikan ziarah ke makam para sahabat, auliya dan orang yang mereka hormati, khusus para tokoh agama,” tandas Direktur Aswaja NU Center Jatim ini.

Dengan demikian semakin jelas bahwa ziarah kubur dilakukan oleh mayoritas muslim sunni di berbagai negara, dan bukan warisan nenek moyang atau meniru agama lain sebagaimana dituduhkan oleh kaum Wahabi Indonesia.

BACA :  Paham ISIS Diduga Menyusup dalam Pengajian TKI Hong Kong

Tidak hanya itu, persamaan yang ditemukan selama kunjungan. “Saat kami bersilaturahim ke masjid di Kota Xiamen Tiongkok, fasilitas di masjid tersebut juga layaknya di Indonesia,” kata dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Di masjid tersebut terdapat mimbar yang menggunakan tongkat untuk bilal dan khatib. “Sedangkan di mihrab masjid juga terdapat tasbih,” terangnya.

Pada kegiatan tersebut, rombongan PWNU Jatim bergabung dengan 20 pemuka agama Islam dari propinsi ini. Mereka melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi yang berbuansa agama. Rombongan adalah perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan MUI Jatim.

Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Oktober hingga 4 November ini bertujuan membangun silaturahim antara para pemuka agama Islam.  (AL/MFA)   

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker