Thursday , 24 April 2014
Info Islam
Home » Inspiratorial » MISI ZIONIS YAHUDI YANG DIBAWA WAHABI UNTUK MEMECAH BELAH UMAT ISLAM

MISI ZIONIS YAHUDI YANG DIBAWA WAHABI UNTUK MEMECAH BELAH UMAT ISLAM

Sekolah Najd di Arab Saudi MISI ZIONIS YAHUDIPerang Suriah: Iran Akan ke Rusia Membicarakan Ancaman Perang Amerika. Read more ... » KETIKA BERGANDENG MESRA DENGAN FATWA WAHABI / SALAFI

Oleh: Mundzir Ahmad

Beberapa tahun yang lalu ketika usiaku masih belasan tahun dan sedang pendidikan di sebuah Pesantren, aku mendapati selebaran yang berisi peringatan terhadap kaum Muslimin untuk mewaspadai misi Zionis, diantara yang kami ingat adalah :
1. PISAHKAN UMMAT ISLAM2.000 Lebih Anggota Ikhwanul Muslimin Ditangkap untuk Pulihkan Keamanan Mesir. Read more ... » DARI ULAMAKH Sahal Mahfudz Wafat, Jum'at 24 Januari 2014. Read more ... »’NYA
2. PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI NABINYA
3. PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI KITAB SUCINYA ( AL QUR’AN )
4. PECAH BELAH DAN HANCURKAN !

Beberapa tahun setelah aku kembali ke kampung, kami dapati fenomena SALAFI/WAHABI, dan ketika kami mencermati dogma (ajaran) serta cara mereka “berdakwah” (menyampaikan ajarannya), timbul kecurigaan kuat mereka adalah kaki tangan ZIONIS. Kecurigaan kami bukan tanpa qorinah/alasan, berikut mari bersama kita cermati secara kritis dengan fikiran dan hati yang jernih tentang beberapa fatwa SALAFI/WAHABI sekaligus effek yang terjadi dalam konteks keselarasan fatwa-fatwa tersebut dengan misi ZIONIS :

Misi Zionis 1: PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI ULAMA’NYA

Misi ini bertujuan agar Ummat Islam kehilangan central command/ komando yang terpusat dalam segala hal, baik dalam berpolitik, bersosial, beragama, serta menghilangkan methode yang benar dalam memahami agama. Mereka sadar bahwa kegagalan mereka selama ini diakibatkan oleh kuatnya semangat dan persatuan kaum muslimin dalam melawan mereka. Dan semangat serta persatuan kaum muslimin tersebut faktanya berpusat pada para Ulama. Fakta terbaru, adalah betapa dahsyat akibat/effek dari “Resolusi Jihad” (22-Okt-1945) yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari (NU) juga betapa dahsyat dampak dari seruan para Ulama dalam menumpas PKI.

Fatwa Wahabi/Salafi yang disinyalir “Mendukung” misi tersebut diantaranya adalah :

1. SESATNYA MADZHAB ASYA’IROH/ASY’ARIYAH DAN MATURIDIYAH

Bukti paling dekat atas fatwa tersebut adalah buku yang berjudul “Mulia Dengan Manhaj Salaf” yang ditulis oleh Ust. Yazid Ibn Abdil Qodir. Dalam buku tersebut pada bab terakhir dengan gamblang Ust. Yazid Jawas mengelompokkan Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai kelompok sesat dan menyesatkan. Sebuah buku yang kontradiktif dengan buku yang mereka ciptakan sebelumnya yang merupakan Tahrif (penyimpangan) dari al Ibanah yang berjudul “Buku Putih Imam Al Asy’ari” dengan penerjemah Abu Ihasan Al Atsari, penerbit At Tibyan.

2. PROPAGANDA : PARA ULAMA’ ADALAH MANUSIA YANG TIDAK MA’SHUM (Tidak terjaga dari salah)

Propaganda “Para Ulama’ Adalah Manusia Yang Tidak Ma’shum” adalah “Kalimatu Haqqin Uriida Biha Al Bathil” (pernyataan yang benar yang disertai misi bathil). Propaganda ini berperan untuk mendorong ummat Islam keluar dari Madzahib yang mu’tabar dan beralih kepada “Madzhab” yang mereka bangun (Madzhab yang tidak bermethode dalam memahami al qur’an dan assunnah). Propaganda ini mengesampingkan pesan Alloh : “Maka bertanyalah kalian pada Ahlidz Dzikri jika kalian tidak tahu” (An Nahl : 43 dan Al Anbiya’ : 7)
Effek lain dari propaganda ini dapat anda buktikan dalam sikap Prof. Salim Bajri ketika berdialog dengan Buya Yahya dalam Tema “Sampainya Pahala Kebaikan Yang dihadiahkan untuk orang-orang yang telah meninggal”. Dalam dialog tersebut sang Prof enggan menerima pendapat para ulama dengan alasan mereka tidak ma’shum.

3. TUDUHAN “TA’ASSHUB” (FANATIK) TERHADAP PARA PENGANUT MADZHAB
4. TUDUHAN “GHULUW” (BERLEBIHAN) BAHKAN MUSYRIK TERHADAP UMMAT ISLAM YANG MENGHORMATI PARA ULAMA DENGAN CARA MENCIUM TANGAN
5. HARAMNYA TAWASSULTawassul Itu Amal Shalih, Para Ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah Adalah Pelaku Tawassul. Read more ... » DENGAN ORANG-ORANG SHOLIH YANG SUDAH MENINGGAL

Effek lain yang ditimbulkan dari fatwa-fatwa dan propaganda tersebut diantaranya adalah :
a. Hilangnya atau setidaknya berkurangnya trust/kepercayaan ummat islam terhadap para Ulama’ khususnya yang bermadzhab Asy’ariyah atau Maturidiyah semacam Imam Ibnu Hajar Al Asqolani, Imam An Nawawi, Imam Al Haitami, Imam Al Qurthubi, bahkan sebagian besar Pengarang “Al Kutub As Sittah” serta ratusan ulama yang lain.
b. Membuang semua/sebagian pendapat para ulama Asy’ariyah & Maturidiyah yang tidak sesuai misi mereka.
c. Bebas men-tahrif (merubah) karya-karya mereka yang tidak sesuai keinginan dan bahkan membakarnya, karena dianggap karya orang-orang sesat.
d. Menggantikan peran/pendapat para Ulama’ sejak abad ketiga hingga abad 19 (Munculnya Muhammad Ibn Abdil Wahab) dengan para “ulama” yang mereka ciptakan diabad 19 dst…
e. Cukup banyak ulama’ yang pemikirannya dijauhkan dari ummatnya.
f. Menghilangkan atau setidaknya mengurangi rasa hormat Ummat Islam terhadap para Ulama’nya.
g. Menghilangkan atau setidaknya mengurangi kepatuhan Ummat Islam terhadap para Ulama’nya.
h. Menghilangkan methode yang benar dalam mamahami Islam. (hal ini penting untuk misi yang lain)
i. Ibarat hutan yang telah ditinggal “Macan”nya, dan yang tersisa hanyalah “Macan” ompong piaraan dengan fatwa-fatwa aneh.
j. dll

Misi Zionis 2: PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI NABINYA

Misi ini penting, mengingat ikatan emosiaonal ummat islam dengan Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wasallam- adalah faktor fital yang mampu membuat Ummat Islam rela mengorbankan segalanya.

Adapun Fatwa dan Tindakan yang disinyalir “Mendukung” misi tersebut adalah :

1. HARAMNYA BEPERGIAN MENZIYARAHI (QUBBATUL HADHROO’) MAQBAROH ROSULULLOH SAW

Anda yang pernah menziyarahi Makam Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wasallam-pasti tahu effek emosiaonal bagi penziyarah baik ketika berziyarah ataupun sesudahnya…. Betapa hati yang normal takkan mampu membendung air mata ketika berada di pusara mulia beliau… Rasa haru, bahagia, malu, rindu, bangga, terimakasih, bercampur dalam sebuah hidangan istimewa berupa “Mahabbah” (rasa cinta) yang tidak dapat diungkapkan dengan kata….
Anehnya menurut teman-teman yang pernah muqim di SaudiSaudi: Pemuda Bersaudara Mati Diburu Muthawiin Wahhabi. Read more ... », ada ulama’ kebanggaan Wahabi (maaf tidak disebut nama karena orangnya sudah meninggal) yang bersyukur karena tidak pernah menziyarahi makam Nabi selama 25 tahun tinggal di Madinah…hingga pra santri disana bilang : “Memang Nabi nggak mau ketemu anda”….

2. HARAMNYA PELAKSANAAN MAULID NABI SAW

Mereka sadar betul akan effek tumbuhnya rasa cinta kepada Nabi Muhammad –shollallohu ‘alaihi wasallam- melalui pujian dan pembacaan siroh Nabi yang ada dalam kitab-kitab maulid yang identik lebih mengangkat sisi Irhash dan Mu’jizat Nabi. Fakta telah membuktikan effek Maulid yang terjadi pada masa Sholahuddin Al Ayyubi, bahkan fakta terbaru adalah betapa dahsyat effek “Sholawat Badar” dalam membakar semangat ummat Islam guna menumpas PKI.

3. HARAMNYA TAWASSUL DENGAN NABI SAW SETELAH WAFAT

Hal ini jika kita cermati argument mereka kita dapati sebuah fakta : Menghilangkan atau setidaknya mengurangi pemahaman Ummat Islam terhadap Nabinya dalam aspek Nubuwwah dan lebih menonjolkan aspek Bsyariyah Nabi (sisi kemanusiaan). Bukti dari effek tersebut adalah pernyataan Ulama kebanggaan mereka yang menyatakan bahwa : ”Tongkatnya lebih berguna daripada Rosululloh yang sudah wafat”.
Dan bukti lain adalah sikap Prof. Salim Bajri ketika berdialog dengan Buya Yahya dalam Tema “Sampainya Pahala Kebaikan Yang dihadiahkan untuk orang-orang yang telah meninggal”. Dalam dialog tersebut sang Prof tidak puas ketika diajukan hadits shohih dari Imam Al Bukhori dengan dalih Nabi Muhammad bisa salah berdasar QS: ‘Abasa…

4. MENGHILANGKAN SITUS-SITUS BERSEJARAH YANG BERKAITAN DENGAN ROSULULLOH SAW DAN PARA SAHABATDo'a Hujr bin 'Adi Ketika di penjara, Langsung Terkabul. Read more ... »

Effek yang ditimbulkan dari tindakan tersebut adalah : Hilangnya bukti fisik perjuangan Rosululloh dan para sahabat yang dapat membangkitkan semangat dan keimanan Ummat Islam.
Jika dalam penghancuran situs-situs bersejarah tersebut Salafi/Wahabi beralasan “Syaddudz Dzari’ah” (mencegah kemungkaran yang mungkin ditimbulkan) yakni sikap “Ghuluw” (berlebihan), maka faktanya mereka mengalihkan sikap “Ghuluw” tersebut kepada Syeh Al ‘Utsimin dengan membangun museum Yayasan Al ‘Utsaimin. Dimana dalam museum tersebut tidak hanya karya sang Syekh yang dihormati, bahkan pena terakhir sang Syekh-pun ditempatkan ditempat khusus dalam etalase mahal… aneh…

Misi Zionis 3: PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI AL QUR’AN

Kita semua tahu arti dan peran Kitab Suci bagi semua pemeluk agama, maka sangat wajar jika misi ketiga ini menjadi misi penting. Adapun fatwa dan propaganda Salafi/Wahabi yang disinyalir “Mendukung” misi tersebut diantaranya adalah :

1. HARAM MENGIKUTI MADZHAB TERTENTU

Silahkan anda baca Fatwa Syeh Albani tentang masalah tersebut… dan silahkan anda bayangkan ketika kaum awam melepaskan diri dari tuntunan para ulama dalam memahami al qur’an… Bukti akan adanya effek tersebut adalah propaganda yang didengungkan MTA, yakni : “Ngaji ko’ kitab kuning, Ngaji ya al qur’an sak maknanya”. Dan akibatnya fatwa-fatwa mereka ngawur dan paling ironis dengan enteng mereka mengkafirkan sesama saudara MuslimAl Quran Syiah Berbeda, Penampakan dalam Bukti Foto . Read more ... »….

2. JARGON “KEMBALI KEPADA AL QUR’AN DAN AS SUNNAH”

Coba kita cermati akibat yang ditimbulkan dari keberanian orang-orang awam menginterpretasikan al qur’an tanpa sarana ilmu yang memadahi… disamping pemahaman yang kontradiktif, mereka telah lepas dari nafas al qur’an itu sendiri, sehingga begitu mudah mereka mengkafirkan sesama ummat islam…
Hal inilah yang diwanti-wanti Rosululloh dalam sabdanya :

يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ .

” Mereka mengajak pada kitab AllahDoa Bersama dan Memakan Makanan di Rumah Keluarga si Mayit. Read more ... » tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Qur’an. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari ,Muslim)

Selanjutnya misi Zionis yang ke 4 (empat):

Misi Zionis 4: PECAH BELAH LALU HANCURKAN !!!

Inilah tujuan pokok dari misi-misi penghantar yang kami sebutkan diatas. Sebagaimana di wanti-wantikan Alloh dalam al qur’an :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka” (QS : Al Baqoroh:120)

Sedang tindakan kongkrit dalam mendukung misi ini adalah menciptakan kelompok yang menyimpang yang mereka lindungi atas nama HAM semisal “AHMADIYAH” di India, dan disaat bersamaan mereka ciptakan “WAHABI” di Timur Tengah, sebuah kelompok yang berhasil membuat Ummat Islam saling menghujat, saling mengkafirkan, dst….

Lantas adakah korelasinya misi Zionis tersebut dengan fatwa dan atau propaganda diatas ? Mari kita cermati bersama :

bagaimanakah jadinya ketika Ummat Islam sudah tidak lagi menghormati figur-figur yang dapat meredam pertikaian dan mempersatukan ummat, yakni para Ulama? Dan apa jadinya ketika Ummat Islam memandang dan memahami Nabinya hanya dari aspek Basyariyah ? dan apa jadinya ketika Ummat Islam yang tidak memiliki sarana ikut-ikutan berijtihad dan mengesampingkan tuntunan para Ulama?
Fakta yang sudah didepan mata adalah PERPECAHAN UMAT ISLAMAhlan Wa Sahlan, Selamat Datang di Islam Institute. Read more ... » !

Wal ‘Iyaadz Billah…




counter create hit

Incoming search terms:

36 comments

  1. Assalaamu’alaikum,Selamat datang wahai sobatku.

    Ana juga merasakan betapa indah dulu waktu kecilku , Fitnah SalafiWahabi sungguh masa yg berat saat ini, betapa tidak mereka didukung 2Milyar USD dari negeri pak Su’ud
    Dinasti Boneka Yahudi ttp maklum Pak Su’ud emang dari Ras Yahudi. bukti kongkrit saat ini Dinasti Pak Su’ud dilindungi Syetan besar US dan Zionis Israel.

  2. test…!
    Wah besar juga dukungan finacial dari pak Su’ud untuk sebarkan fitnah, ajiib dah.

    ahlan wa sahlan Mas Abdusysyukur,
    web baru ini ibaratnya bayi baru belajar merangkak, dan belum didaftarkan ke Yahoo maupun Google…. jadi belum diindex oleh Search Engine. Belum ada kunjungan dari masyarakan dunia maya.

  3. Assalamualaikum…..
    Alhamdulillah ikut berbangga dan bahagia….. semoga aswaja tetap istiqomah, mudawamah dan al ishobah……

  4. Wa alaikumussalam…. ustadz Lasykar Aula, salam Aswaja selalu, amiin….

  5. Assalamu’alaikum Warrahmatullah….

    wah ada rumah baru nih….bakalan asik nih banyak berita tiap hari yg bisa dibaca dari ummati dan website ini…..terima kasih kang admin udah rela berjuang membantu dakwah ASWAJA….semoga semuanya mendapat keberkahan dari ALLAH SWT, Amiin Ya Rabbiy

  6. ane siap gabung tuk mengambil manfaat dari web ini mas admin. mari kita selalu jaga Aswaja dari kejahatan musuh musuhnya yang licik.

  7. Assalamu’alaikum,

    Bismillah, alhamdulillah akhirnya kami bisa nyampai disini, semoga bermanfaat dengan taufiq dan hidayah Alloh juga semoga Alloh meridhoi….

  8. alhamdulillah, syukrom mas mamak.

  9. Alhamdu Lillah

  10. Wahabi membawa missi Yahudi itu sudah sangat jelas kelihatan, bahkan untuk kasus yg terjadi di Suriah, para pemberontak (Wahabi yg mendompleng kepada nama besar Ahlussunnah) terng-terangan bekerja sama menggempur negara Suriah. Padahal presiden Bassar Assad adalah selama ini dikenal bermusuhan dg Israel / Yahudi.

    Di sini umat Islam banyak yg tertipu oleh Wahabi yg ikut-ikutan menggunakan nama besar Ahlussunnah, bukankah Wahabi sudah begitu jelas perbedaannya dg Ahlussunnah?

    Semoga dg terbitnya web baru ini bisa membuat sadar umat Islam tentang tipu daya Wahabi yg bermarkas di kota suci Umat Islam. Semoga tidak lama lagi Umat Islam diberi kekuatan Oleh Allah azza wa Jalla untuk merebut kota suci dari tangan-tangan kaum Wahabi yg bengis dan kejam, amiiin….

  11. Bismillah,

    Mas admin@, maaf mau nanya, kenapa Ummati sepertinya kok belum ada yang ngelola?
    sayang mas… web tsb adalah salah satu web besar aswaja

  12. Sudah ada pengelolanya mas Mamak, sabar aja… sebab teman-teman kita di sana masih terkendala soal teknis, maklum lah, kelihatannya masih mempelajari teknis posting atau editingnya, insyaallah akan lancar kembali seperti sedia kala. Amiin….

  13. Alhamdulillah… amiin…

  14. Al hamdulillah, semoga sukses dan bermanfaat

  15. nasir eks wahabi

    Termasuk saya ikut gabung, tiap hari selalu membuka web anti wahabi, baik yang baru maupun yang lama.
    Syukur Alhamdulillah web anti wahabi semakin banyak dan semarak untuk membendung firqah wahabi baik didunia maya maupun didunia nyata, keberadaan artikel-artikelnya sangat membantu untuk disebarkan dimasjid2, majelis yasinan dan majelis taklim ibu2.

  16. thanks gan ,,n mp3 nya jg mantaaap

  17. You’re welcome, Gan….

  18. JARGON “KEMBALI KEPADA AL QUR’AN DAN AS SUNNAH” mengingatkan saya pada suatu majlis inkarussunnah berpusat di solo (mta|).
    apakah betul majlis tsb memang sempalan wahabi?

  19. waah ini situs aswaja baru yh, ada ebooknya ga mas admin?

  20. assalamualaikum mas/mbak admin.. tolong di sediain e-book untuk mempermudah kami khususnya orang awam supaya bisa mempelajari ASWAJA lebih mendalam … terimakasih..

  21. assalamualaikom saudara..bolehkah saudara admin beri sedikit penjelasan berkenaan situasi di syria sekarang yang mana melibatkan puak syiah,wahabi dan sunni..ada pandangan menyatakan FSA itu mujahidin yg menentang syiah..di pula saya di paparkan kekejaman,kezaliman dan kesesatan puak wahabi di dalam FSA..bagaimana perkara ini saling berkait..saya amat amat perlukan penjelasan utk memahami keadaan yang sebenar..

  22. Alhamdulillah bisa nyasar ke blog ini, hehe…! numpang tanya gan, mas Admin ini yg dulu mengelola ummati bukan?

  23. Patut diketahui juga bahwa Wahabi juga “meramaikan” misi Illuminati yang diusung oleh Albert Pike, yakni menciptakan aliran dalam berbagai agama, termasuk Islam, yang gersang spiritualitasnya. Ketika orang-orang mengalami kekeringan spiritualitas, mereka akan mencari-cari alternatif spiritualitas lain di luar agama. Di saat itulah spiritualitas alternatif, termasuk atheisme dan nihilisme, yang ditunggangi ajaran Lucifer, dikeluarkan untuk mengatasi kekeringan spiritualitas ini.

    Perlu diperhatikan : Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa Wahabi bekerjasama dengan Lucifer. Mereka tetaplah saudara-saudari kita dalam Islam. Tapi perbuatan mereka yang terlalu terpusat ke ibadah luar dan mengabaikan spiritualitas dapat mengarah ke bahaya ini.

    http://www.thetruthseeker.co.u k/article.asp?ID=1086

    Seorang Wahabi murtad menjadi Buddha karena mengalami kegersangan spiritual :
    http://www.masud.co.u k/ISLAM/misc/wobb.htm

    He suffered a kind of spiritual heart-attack. His attempt to change his spiritual makeup finally collapsed, as I should have anticipated. A crisis which must have tortured him almost beyond endurance brought about his sudden departure from the university, and from the country. He renounced Islam, and encountered and married a Chinese girl. He now practices a form of Nishiren Buddhism which no doubt helps to satisfy, as Wahhabism never could, his craving for contemplation and beauty.

  24. Silahkan di-tabayyun ke sumber ini (maaf bahasa Inggris). Maaf saya di sini bukan untuk memprovokasi. Kebenaran dari Allah dan kesalahan adalah milik saya. Wassalam.

    http://www.sunniforum.co m/forum/showthread.php?53350-observation-on-salafi-view-on-modern-psychiatry-as-opposed-to-tasawwuf&p=439146&viewfull=1#post439146

  25. Al faqir ila rohmatillah

    Mas admin, siapkan segalanya untuk membendung segala fitnah. Kalo2 ada wahabi kesasar kesini. Kami siap dibelakangmu.

  26. syukron atas dukungannya, barokallohu fik.

  27. MUI tidak menjatuhkan fatwa sesat terhadap salafy/wahabby. sedang ente2 menuduh sesat. ente lebih pintar dari mui ya,,,,?. sudah berapa lama ente melakukan research. ana yakin ente2 ga pernah ikut kajian salaf. ente tau salaf dari orang yg memusuhi salaf. ya beginilah jadinya. menghujat, menyesatkan tanpa dasar ilmu. coba anda pikirkan ini ya akhi ; jika antum ingin mengenal si fulan atau si fulanah, cara terbaik adalah dengan bertanya langsung kepada orang yang bersangkutan, bukan kepada orang lain. demikian pula halnya jika anda ingin betul2 mengetahui kebenaran manhaj salaf,,,please deh datang ke kajian2 salaf.

  28. abu harun@

    Apakah antum pura2 nggak tahu bahwa yg bilang sesat kepada Wahabiyah (sekarang jadi Salafy) adalagh para Ulama Ahlussunnah sedunia?

    Banyak sekali kitab-kitab karya para ulama Ahlussunnah yang mereka tulis sebagai bantahan terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab dan ajaran-ajarannya, baik karya-karya yang secara khusus ditulis untuk itu, atau karya-karya dalam beberapa disiplin ilmu yang di dalamnya dimuat bantahan-bantahan terhadapnya, baik yang masih dalam bentuk manuskrip maupun yang sudah turun cetak. Di antaranya adalah karya-karya berikut ini dengan penulisnya masing-masing:

    1) Ithâf al-Kirâm Fî Jawâz at-Tawassul Wa al-Istighâtsah Bi al-Anbiyâ’ al-Kirâm karya asy-Syaikh Muhammad asy-Syadi. Tulisan manuskripnya berada di al-Khizanah al-Kittaniyyah di Rabath pada nomor 1143.

    2) Ithâf Ahl az-Zamân Bi Akhbâr Mulûk Tûnus Wa ‘Ahd al-Amân karya asy-Syaikh Ahmad ibn Abi adl-Dliyaf, telah diterbitkan.

    3) Itsbât al-Wâsithah al-Latî Nafathâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Qadir ibn Muhammad Salim al-Kailani al-Iskandarani (w 1362 H).

    4) Ajwibah Fî Zayârah al-Qubûr karya asy-Syaikh al-Idrus. Tulisan manuskripnya berada di al-Khizanah al-‘Ammah di Rabath pada nomor 4/2577.

    5) al-Ajwibah an-Najdiyyah ‘An al-As-ilah an-Najdiyyah karya Abu al-Aun Syamsuddin Muhammad ibn Ahmad ibn Salim an-Nabulsi al-Hanbali yang dikenal dengan sebutan Ibn as-Sifarayini (w 1188 H).

    6) al-Ajwibah an-Nu’mâniyyah ‘An al-As-ilah al-Hindiyyah Fî al-‘Aqâ-id karya Nu’man ibn Mahmud Khairuddin yang dikenal dengan sebutan Ibn al-Alusi al-Baghdadi al-Hanafi (w 1317 H).

    7) Ihyâ’ al-Maqbûr Min Adillah Istihbâb Binâ’ al-Masâjid Wa al-Qubab ‘Alâ al-Qubûr karya al-Imâm al-Hâfizh as-Sayyid Ahmad ibn ash-Shiddiq al-Ghumari (w 1380 H).

    8) Al-Ishâbah Fî Nushrah al-Khulafâ’ ar-Rasyidîn karya asy-Syaikh Hamdi Juwaijati ad-Damasyqi.

    9) al-Ushûl al-Arba’ah Fî Tardîd al-Wahhâbiyyah karya Muhammad Hasan Shahib as-Sarhandi al-Mujaddidi (w 1346 H), telah diterbitkan.

    10) Izh-hâr al-‘Uqûq Min Man Mana’a at-Tawassul Bi an-Nabiyy Wa al-Walyy ash-Shadûq karya asy-Syaikh al-Musyrifi al-Maliki al-Jaza-iri.

    11) al-Aqwâl as-Saniyyah Fî ar-Radd ‘Alâ Mudda’i Nushrah as-Sunnah al-Muhammadiyyah disusun oleh Ibrahim Syahatah ash-Shiddiqi dari pelajaran-pelajaran al-Muhaddits as-Sayyid Abdullah ibn ash-Shiddiq al-Ghumari, telah diterbitkan.

    12) al-Aqwâl al-Mardliyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya ahli fiqih terkemuka asy-Syaikh Atha al-Kasam ad-Damasyqi al-Hanafi, telah diterbitkan.

    13) al-Intishâr Li al-Awliyâ’ al-Abrâr karya al-Muhaddits asy-Syaikh Thahir Sunbul al-Hanafi.

    14) al-Awrâq al-Baghdâdiyyah Fî al-Jawâbât an-Najdiyyah karya asy-Syaikh Ibrahim ar-Rawi al-Baghdadi ar-Rifa’i. Pemimpin tarekat ar-Rifa’iyyah di Baghdad, telah diterbitkan.

    15) al-Barâ-ah Min al-Ikhtilâf Fî ar-Radd ‘Alâ Ahl asy-Syiqâq Wa an-Nifâq Wa ar-Radd ‘Alâ al-Firqah al-Wahhâbiyyah adl-Dlâllah karya asy-Syaikh Ali Zain al-Abidin as-Sudani, telah diterbitkan.

    16) al-Barâhîn as-Sâthi’ah Fî ar-Radd Ba’dl al-Bida’ asy-Syâ’i-ah karya asy-Syaikh Salamah al-Uzami (w 1379 H), telah diterbitkan.

    17) al-Bashâ-ir Li Munkirî at-Tawassul Bi Ahl al-Maqâbir karya asy-Syaikh Hamdullah ad-Dajwi al-Hanafi al-Hindi, telah diterbitkan.

    18) Târîkh al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Ayyub Shabri Basya ar-Rumi, penulis kitab Mir-âh al-Haramain.

    19) Tabarruk ash-Shahâbah Bi Âtsâr Rasulillâh karya asy-Syaikh Muhammad Thahir ibn Abdillah al-Kurdi. Telah diterbitkan.

    20) Tabyîn al-Haqq Wa ash-Shawâb Bi ar-Radd ‘Alâ Atbâ’ Ibn Abd al-Wahhâb karya asy-Syaikh Taufiq Sauqiyah ad-Damasyqi (w 1380 H), telah diterbitkan di Damaskus.

    21) Tajrîd Sayf al-Jihâd Li Mudda’î al-Ijtihâd karya asy-Syaikh Abdullah ibn Abd al-Lathif asy-Syafi’i. Beliau adalah guru dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab sendiri, dan beliau telah membantah seluruh ajaran Wahhabiyyah di saat hidupnya Muhammad ibn Abd al-Wahhab.

    22) Tahdzîr al-Khalaf Min Makhâzî Ad’iyâ’ as-Salaf karya al-Imâm al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari.

    23) at-Tahrîrât ar-Râ-iqah karya asy-Syaikh Muhammad an-Nafilati al-Hanafi, mufti Quds Palestina, telah diterbitkan.

    24) Tahrîdl al-Aghbiyâ ‘Alâ al-Istighâtsah Bi al-Anbiyâ Wa al-Awliyâ karya asy-Syaikh Abdullah al-Mayirghini al-Hanafi, tinggal di wilayah Tha’if.

    25) at-Tuhfah al-Wahbiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Dawud ibn Sulaiman al-Baghdadi an-Naqsyabandi al-Hanafi (w 1299 H).

    26) Tath-hîr al-Fu-âd Min Danas al-I’tiqâd karya asy-Syaikh Muhammad Bakhith al-Muthi’i al-Hanafi, salah seorang ulama al-Azhar Mesir terkemuka, telah diterbitkan.

    27) Taqyîd Hawla at-Ta’alluq Wa at-Tawassul Bi al-Anbiyâ Wa ash-Shâlihîn karya asy-Syaikh Ibn Kairan, Qadli al-Jama’ah di wilayah Maghrib Maroko. Karya manuskrip berada di Khizanah al-Jalawi/Rabath pada nomor 153.

    28) Taqyîd Hawla Ziyârah al-Auliyâ Wa at-Tawassul Bihim karya Ibn Kairan, Qadli al-Jama’ah di wilayah Maghrib Maroko. Karya manuskrip berada di Khizanah al-Jalawi/Rabath pada nomor 153.

    29) Tahakkum al-Muqallidîn Biman Idda’â Tajddîd ad-Dîn karya asy-Syaikh Muhammad ibn Abd ar-Rahman al-Hanbali. Dalam kitab ini beliau telah membantah seluruh kesasatan Muhammad ibn Abd al-Wahhab secara rinci dan sangat kuat.

    30) at-Tawassul karya asy-Syaikh Muhammad Abd al-Qayyum al-Qadiri al-Hazarawi, telah diterbitkan.

    31) at-Tawassul Bi al-Anbiyâ’ Wa ash-Shâlihîn karya asy-Syaikh Abu Hamid ibn Marzuq ad-Damasyqi asy-Syami, telah diterbitkan.

    32) at-Taudlîh ‘An Tauhîd al-Khilâq Fî Jawâb Ahl al-‘Irâq ‘Alâ Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya asy-Syaikh Abdullah Afandi ar-Rawi. Karya Manuskrip di Universitas Cambridge London dengan judul “ar-Radd al-Wahhabiyyah”. Manuskrip serupa juga berada di perpustakaan al-Awqaf Bagdad Irak.

    33) Jalâl al-Haqq Fî Kasyf Ahwâl Asyrâr al-Khalq karya asy-Syaikh Ibrahim Hilmi al-Qadiri al-Iskandari, telah diterbitkan.

    34) al-Jawâbât Fî az-Ziyârât karya asy-Syaikh Ibn Abd ar-Razzaq al-Hanbali. asy-Sayyid Alawi ibn al-Haddad berkata: “Saya telah melihat berbagai jawaban (bantahan atas kaum Wahhabiyyah) dari tulisan para ulama terkemuka dari empat madzhab, mereka yang berasal dari dua tanah haram (Mekah dan Madinah), dari al-Ahsa’, dari Basrah, dari Bagdad, dari Halab, dari Yaman, dan dari berbagai negara Islam lainnya. Baik tulisan dalam bentuk prosa maupun dalam bentuk bait-bait syai’r”.

    35) Hâsyiyah ash-Shâwî ‘Alâ Tafsîr al-Jalâlain karya asy-Syaikh Ahmad ash-Shawi al-Maliki.

    36) al-Hujjah al-Mardliyyah Fî Itsbât al-Wâsithah al-Latî Nafathâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Qadir ibn Muhammad Salim al-Kailani al-Iskandari (w 1362 H).

    37) al-Haqâ-iq al-Islâmiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Mazâ’im al-Wahhâbiyyah Bi Adillah al-Kitâb Wa as-Sunnah an-Nabawiyyah karya asy-Syaikh Malik ibn asy-Syaikh Mahmud, direktur perguruan al-‘Irfan di wilayah Kutabali Negara Republik Mali Afrika, telah diterbitkan.

    38) al-Haqq al-Mubîn Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyîn karya asy-Syaikh Ahmad Sa’id al-Faruqi as-Sarhandi an-Naqsyabandi (w 1277 H).

    39) al-Haqîqah al-Islâmiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Ghani ibn Shaleh Hamadah, telah diterbitkan.

    40) ad-Durar as-Saniyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti madzhab Syafi’i di Mekah (w 1304 H).

    41) ad-Dalîl al-Kâfi Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbi karya asy-Syaikh Misbah ibn Ahmad Syibqilu al-Bairuti, telah diterbitkan.

    42) ar-Râ-’iyyah ash-Shughrâ Fî Dzamm al-Bid’ah Wa Madh as-Sunnah al-Gharrâ’, bait-bait sya’ir karya asy-Syaikh Yusuf ibn Isma’il an-Nabhani al-Bairuti, telah diterbitkan.

    43) ar-Rihlah al-Hijâziyyah karya asy-Syaikh Abdullah ibn Audah yang dikenal dengan sebutan Shufan al-Qudumi al-Hanbali (w 1331 H), telah diterbitkan.

    44) Radd al-Muhtâr ‘Alâ ad-Durr al-Mukhtâr karya asy-Syaikh Muhammad Amin yang dikenal dengan sebutan Ibn Abidin al-Hanafi ad-Damasyqi, telah diterbitkan.

    45) ar-Radd ‘Alâ Ibn ‘Abd al-Wahhâb karya Syaikh al-Islâm di wilayah Tunisia, asy-Syaikh Isma’il at-Tamimi al-Maliki (w 1248 H). Berisi bantahan sangat kuat dan detail atas faham Wahhabiyyah, telah diterbitkan di Tunisia.

    46) Radd ‘Alâ Ibn ’Abd al-Wahhâb karya asy-Syaikh Ahmad al-Mishri al-Ahsa-i.

    47) Radd ‘Alâ Ibn Abd al-Wahhâb karya al-‘Allâmah asy-Syaikh Barakat asy-Syafi’i al-Ahmadi al-Makki.

    48) ar-Rudûd ‘Alâ Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya al-Muhaddits asy-Syaikh Shaleh al-Fulani al-Maghribi. as-Sayyid Alawi ibn al-Haddad dalam mengomentari ar-Rudûd ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya al-Muhaddits asy-Syaikh Shaleh al-Fulani al-Maghribi ini berkata: “Kitab ini sangat besar. Di dalamnya terdapat beberapa risalah dan berbagai jawaban (bantahan atas kaum Wahhabiyyah) dari semua ulama empat madzhab; ulama madzhab Hanafi, ulama madzhab Maliki, Ulama madzhab Syafi’i, dan ulama madzhab Hanbali. Mereka semua dengan sangat bagus telah membantah Muhammad ibn Abd al-Wahhab”.

    49) ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Shaleh al-Kawasy at-Tunisi. Karya ini dalam bentuk sajak sebagai bantahan atas risalah Muhammad ibn Abd al-Wahhab, telah diterbitkan.

    50) ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Muhammad Shaleh az-Zamzami asy-Syafi’i, Imam Maqam Ibrahim di Mekah.

    51) ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Ibrahim ibn Abd al-Qadir ath-Tharabulsi ar-Riyahi at-Tunusi al-Maliki, berasal dari kota Tastur (w 1266 H).

    52) ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Muhsin al-Asyikri al-Hanbali, mufti kota az-Zubair Basrah Irak.

    53) ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh al-Makhdum al-Mahdi, mufti wilayah Fas Maroko.

    54) ar-Radd ‘Alâ Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya asy-Syaikh Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi asy-Syafi’i. Beliau adalah salah seorang guru dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab sendiri. asy-Syaikh Abu Hamid ibn Marzuq (asy-Syaikh Muhammad ’Arabi at-Tabban) dalam kitab Barâ-ah al-Asyariyyîn Min Aqâ-id al-Mukhâlifîn menuliskan: “Guru Muhammad ibn Abd al-Wahhab (yaitu asy-Syaikh Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi) telah memiliki firasat bahwa muridnya tersebut akan menjadi orang sesat dan menyesatkan. Firasat seperti ini juga dimiliki guru Muhammad ibn Abd al-Wahhab yang lain, yaitu asy-Syaikh Muhammad Hayat as-Sindi, dan juga dimiliki oleh ayah sendiri, yaitu asy-Syaikh Abd al-Wahhab”.

    55) ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya Abu Hafsh Umar al-Mahjub. Karya manuskripnya berada di Dar al-Kutub al-Wathaniyyah Tunisia pada nomor 2513. Copy manuskrip ini berada di Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah Cairo Mesir dan di perpustakaan al-Kittaniyyah Rabath pada nomor 1325.

    56) ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Ibn Kairan, Qadli al-Jama’ah di wilayah Maghrib Maroko. Karya manuskrip di perpustakaan al-Kittaniyyah Rabath pada nomor 1325.

    57) ar-Radd ‘Alâ Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya asy-Syaikh Abdullah al-Qudumi al-Hanbali an-Nabulsi, salah seorang ulama terkemuka pada madzhab Hanbali di wilayah Hijaz dan Syam (w 1331 H). Karya ini berisi pembahasan masalah ziarah dan tawassul dengan para Nabi dan orang-orang saleh. Dalam karyanya ini penulis menamakan Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan para pengikutnya sebagai kaum Khawarij. Penyebutan yang sama juga telah beliau ungkapkan dalam karyanya yang lain berjudul ar-Rihlah al-Hijâziyyah Wa ar-Riyâdl al-Unsiyyah Fî al-Hawâdits Wa al-Masâ-il.

    58) Risâlah as-Sunniyyîn Fî ar-Radd ‘Alâ al-Mubtadi’în al-Wahhâbiyyîn Wa al-Mustauhibîn karya asy-Syaikh Musthafa al-Karimi ibn Syaikh Ibrahim as-Siyami, telah diterbitkan tahun 1345 H oleh penerbit al-Ma’ahid.

    59) Risâlah Fî Ta-yîd Madzhab ash-Shûfiyyah Wa ar-Radd ‘Alâ al-Mu’taridlîn ‘Alayhim karya asy-Syaikh Salamah al-Uzami (w 1379 H), telah diterbitkan.

    60) Risâlah Fî Tasharruf al-Auliyâ’ karya asy-Syaikh Yusuf ad-Dajwa, telah diterbitkan.

    61) Risâlah Fî Jawâz at-Tawassul Fî ar-Radd ‘Alâ Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya mufti wilayah Fas Maghrib al-‘Allâmah asy-Syaikh Mahdi al-Wazinani.

    62) Risâlah Fî Jawâz al-Istigâtsah Wa at-Tawassul karya asy-Syaikh as-Sayyid Yusuf al-Bithah al-Ahdal az-Zabidi, yang menetap di kota Mekah. Dalam karyanya ini beliau mengutip pernyataan seluruh ulama dari empat madzhab dalam bantahan mereka atas kaum Wahhabiyyah, kemudian beliau mengatakan: “Sama sekali tidak dianggap faham yang menyempal dari keyakinan mayoritas umat Islam dan berseberangan dengan mereka, dan siapa melakukan hal itu maka ia adalah seorang ahli bid’ah”.

    63) Risâlah Fî Hukm at-Tawassul Bi al-Anbiyâ’ Wa al-Awliyâ’ karya asy-Syaikh Muhammad Hasanain Makhluf al-Adawi al-Mishri wakil Universitas al-Azhar Cairo Mesir, telah diterbitkan.

    64) Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Qasim Abu al-Fadl al-Mahjub al-Maliki.

    65) Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Musthafa ibn asy-Syaikh Ahmad ibn Hasan asy-Syathi ad-Damasyqi al-Hanbali.

    66) Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Ahamd Hamdi ash-Shabuni al-Halabi (w 1374 H).

    67) Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Ahmad ibn Hasan asy-Syathi, mufti madzhab Hanbali di wilayah Damaskus Siria, telah diterbitkan di Bairut tahun 1330 H.

    68) Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Ali ibn Muhammad karya manuskrip berada di al-Khizanah at-Taimuriyyah.

    69) Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Utsman al-Umari al-Uqaili asy-Syafi’i, karya manuskrip berada di al-Khizanah at-Tamuriyyah.

    70) ar-Risâlah ar-Raddiyyah ‘Alâ ath-Thâ-ifah al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Muhammad Atha’ullah yang dikenal dengan sebutan Atha’ ar-Rumi.

    71) ar-Risâlah al-Mardliyyah Fî ar-Radd ‘Alâ Man Yunkir az-Ziyârah al-Muhammadiyyah karya asy-Syaikh Muhammad as-Sa’di al-Maliki.

    72) Raudl al-Majâl Fî ar-Radd ‘Alâ Ahl adl-Dlalâl karya asy-Syaikh Abd ar-Rahman al-Hindi ad-Dalhi al-Hanafi, telah diterbitkan di Jeddah tahun 1327 H.

    73) Sabîl an-Najâh Min Bid’ah Ahl az-Zâigh Wa adl-Dlalâlah karya asy-Syaikh al-Qâdlî Abd ar-Rahman Quti.

    74) Sa’âdah ad-Dârain Fî ar-Radd ‘Alâ al-Firqatain, al-Wahhâbiyyah Wa Muqallidah azh-Zhâhiriyyah karya asy-Syaikh Ibrahim ibn Utsman ibn Muhammad as-Samnudi al-Manshuri al-Mishri, telah diterbitkan di Mesir tahun 1320 H dalam dua jilid.

    75) Sanâ’ al-Islâm Fî A’lâm al-Anâm Bi ‘Aqâ-id Ahl al-Bayt al-Kirâm Raddan ‘Alâ Abd al-Azîz an-Najdi Fî Mâ Irtakabahu Min al-Auhâm karya asy-Syaikh Isma’il ibn Ahmad az-Zaidi, karya manskrip.

    76) as-Sayf al-Bâtir Li ‘Unuq al-Munkir ‘Alâ al-Akâbir, karya al-Imâm as-Sayyid Alawi ibn Ahmad al-Haddad (w 1222 H).

    77) as-Suyûf ash-Shiqâl Fî A’nâq Man Ankar ‘Alâ al-Awliyâ’ Ba’da al-Intiqâl karya salah seorang ulama terkemuka di Bait al-Maqdis.

    78) as-Suyûf al-Musyriqiyyah Li Qath’ A’nâq al-Qâ-ilîn Bi al-Jihah Wa al-Jismiyyah karya asy-Syaikh Ali ibn Muhammad al-Maili al-Jamali at-Tunisi al-Maghribi al-Maliki.

    79) Syarh ar-Risâlah ar-Raddiyyah ‘Alâ Thâ-ifah al-Wahhâbiyyah karya Syaikh al-Islâm Muhammmad Atha’ullah ibn Muhammad ibn Ishaq ar-Rumi, (w 1226 H).

    80) ash-Shârim al-Hindi Fî ‘Unuq an-Najdi karya asy-Syaikh Atha’ al-Makki.

    81) Shidq al-Khabar Fî Khawârij al-Qarn ats-Tsânî ‘Asyar Fî Itsbât Ann al-Wahhâbiyyah Min al-Khawârij karya asy-Syaikh as-Sayyid Abdullah ibn Hasan Basya ibn Fadlal Basya al-Alawi al-Husaini al-Hijazi, telah diterbitkan.

    82) Shulh al-Ikhwân Fî ar-Radd ‘Alâ Man Qâl ‘Alâ al-Muslimîn Bi asy-Syirk Wa al-Kufrân, Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah Li Takfîrihim al-Muslimîn karya asy-Syaikh Dawud ibn Sulaiman an-Naqsyabandi al-Baghdadi al-Hanafi (w 1299 H).

    83) ash-Shawâ-iq al-Ilâhiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Sulaiman ibn Abd al-Wahhab. Beliau adalah saudara kandung dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab, telah diterbitkan.

    84) ash-Shawâ-iq Wa ar-Rudûd karya asy-Syaikh Afifuddin Abdullah ibn Dawud al-Hanbali. as-Sayyid Alawi ibn Ahmad al-Haddad menuliskan: “Karya ini (ash-Shawâ-iq Wa ar-Rudûd) telah diberi rekomendasi oleh para ulama terkemuka dari Basrah, Bagdad, Halab, Ahsa’, dan lainnya sebagai pembenaran bagi segala isinya dan pujian terhadapnya”.

    85) Dliyâ’ ash-Shudûr Li Munkir at-Tawassul Bi Ahl al-Qubûr karya asy-Syaikh Zhahir Syah Mayan ibn Abd al-Azhim Mayan, telah diterbitkan.

    86) al-‘Aqâ-id at-Tis’u karya asy-Syaikh Ahmad ibn Abd al-Ahad al-Faruqi al-Hanafi an-Naqsyabandi, telah diterbitkan.

    87) al-‘Aqâ-id ash-Shahîhah Fî Tardîd al-Wahhâbiyyah an-Najdiyyah karya asy-Syaikh Hafizh Muhammad Hasan as-Sarhandi al-Mujaddidi, telah diterbitkan.

    88) ‘Iqd Nafîs Fî Radd Syubuhât al-Wahhâbi at-Tâ’is karya sejarawan dan ahli fiqih terkemuka, asy-Syaikh Isma’il Abu al-Fida’ at-Tamimi at-Tunusi.

    89) Ghawts al-‘Ibâd Bi Bayân ar-Rasyâd karya asy-Syaikh Abu Saif Musthafa al-Hamami al-Mishri, telah diterbitkan.

    90) Fitnah al-Wahhâbiyyah karya as-Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan, (w 1304 H), mufti madzhab Syafi’i di dua tanah haram; Mekah dan Madinah, dan salah seorang ulama terkemuka yang mengajar di Masjid al-Haram. Fitnah al-Wahhâbiyyah ini adalah bagian dari karya beliau dengan judul al-Futûhât al-Islâmiyyah, telah diterbitkan di Mesir tahun 1353 H.

    91) Furqân al-Qur’ân Fî Tamyîz al-Khâliq Min al-Akwân karya asy-Syaikh Salamah al-Azami al-Qudla’i asy-Syafi’i al-Mishri. Kitab berisi bantahan atas pendapat yang mengatakan bahwa Allah adalah benda yang memiki bentuk dan ukuran. Termasuk di dalamnya bantahan atas Ibn Taimiyah dan faham Wahhabiyyah yang berkeyakinan demikian. Telah diterbitkan.

    92) Fashl al-Khithâb Fî ar-Radd ‘Alâ Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya asy-Syaikh Sulaiman ibn Abd al-Wahhab, saudara kandung dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab sendiri. Ini adalah kitab yang pertama kali ditulis sebagai bantahan atas segala kesesatan Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan ajaran-ajaran Wahhabiyyah.

    93) Fashl al-Khithâb Fi Radd Dlalâlât Ibn ’Abd al-Wahhâb karya asy-Syaikh Ahmad ibn Ali al-Bashri yang dikenal dengan sebutan al-Qubbani asy-Syafi’i.

    94) al-Fuyûdlât al-Wahbiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ ath-Thâ-ifah al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Abu al-Abbas Ahmad ibn Abd as-Salam al-Banani al-Maghribi.

    95) Qashîdah Fî ar-Radd ‘Alâ ash-Shan’âni Fî Madh Ibn ’Abd al-Wahhâb, bait-bait sya’ir karya asy-Syaikh Ibn Ghalbun al-Laibi, sebanyak 40 bait.

    96) Qashîdah Fî ar-Radd ‘Alâ ash-Shan’âni al-Ladzî Madaha Ibn ’Abd al-Wahhâb, bait-bait sya’ir karya as-Sayyid Musthafa al-Mishri al-Bulaqi, sebanyak 126 bait.

    97) Qashîdah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah, bait-bait sya’ir karya asy-Syaikh Abd al-Aziz Qurasyi al-‘Ilji al-Maliki al-Ahsa’i. Sebanyak 95 bait.

    98) Qam’u Ahl az-Zâigh Wa al-Ilhâd ‘An ath-Tha’ni Fî Taqlîd A’immah all-Ijtihâd karya mufti kota Madinah al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad al-Khadlir asy-Syinqithi (w 1353 H).

    99) Kasyf al-Hijâb ‘An Dlalâlah Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya manuskrip berada di al-Khizanah at-Taimuriyyah.

    100) Muhiqq at-Taqawwul Fî Mas-alah at-Tawassul karya al-Imâm al-Muhaddits Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari.

    101) al-Madârij as-Saniyyah Fî Radd al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Amir al-Qadiri, salah seorang staf pengajar pada perguruan Dar al-‘Ulum al-Qadiriyyah, Karatci Pakistan, telah diterbitkan.

    102) Mishbâh al-Anâm Wa Jalâ’ azh-Zhalâm Fî Radd Syubah al-Bid’i an-Najdi al-Latî Adlalla Bihâ al-‘Awâmm karya as-Sayyid Alawi ibn Ahmad al-Haddad, (w 1222 H), telah diterbitkan tahun 1325 H di penerbit al-‘Amirah.

    103) al-Maqâlât karya asy-Syaikh Yusuf Ahmad ad-Dajwi, salah seorang ulama terkemuka al-Azhar Cairo Mesir (w 1365 H).

    104) al-Maqâlât al-Wafiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Hasan Quzbik, telah diterbitkan dengan rekomendasi dari asy-Syaikh Yusuf ad-Dajwi.

    105) al-Minah al-Ilâhiyyah Fî Thams adl-Dlalâlah al-Wahhâbiyyah karya al-Qâdlî Isma’il at-Tamimi at-Tunusi (w 1248 H). Karya manuskrip berada di Dar al-Kutub al-Wathaniyyah Tunisia pada nnomor 2780. Copy manuskrip ini berada di Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah Cairo Mesir. Sekarang telah diterbitkan.

    106) Minhah Dzî al-Jalâl Fî ar-Radd ‘Alâ Man Thaghâ Wa Ahalla adl-Dlalâl karya asy-Syaikh Hasan Abd ar-Rahman. Berisi bantahan atas ajaran Wahhabiyyah tentang masalah ziarah dan tawassul. Telah diterbitkan tahun 1321 H oleh penerbit al-Hamidiyyah.

    107) al-Minhah al-Wahbiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Dawud ibn Sulaiman an-Naqsyabandi al-Baghdadi (w 1299 H), telah diterbitkan di Bombay tahun 1305 H.

    108) al-Manhal as-Sayyâl Fî al-Harâm Wa al-Halâl karya as-Sayyid Musthafa al-Mishri al-Bulaqi.

    109) an-Nasyr ath-Thayyib ‘Alâ Syarh asy-Syaikh ath-Thayyib karya asy-Syaikh Idris ibn Ahmad al-Wizani al-Fasi (w 1272 H).

    110) Nashîhah Jalîlah Li al-Wahhâbiyyah karya as-Sayyid Muhammad Thahir Al-Mulla al-Kayyali ar-Rifa’i, pemimpin keturunan Rasulullah (al-Asyraf/al-Haba-ib) di wilayah Idlib. Karya berisi nasehat ini telah dikirimkan kepada kaum Wahhabiyyah, telah diterbitkan di Idlib Lebanon.

    111) an-Nafhah az-Zakiyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Qadir ibn Muhammad Salim al-Kailani al-Iskandari (w 1362 H).

    112) an-Nuqûl asy-Syar’iyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Musthafa ibn Ahmad asy-Syathi al-Hanbali ad-Damasyqi, telah diterbitkan tahun 1406 di Istanbul Turki.

    113) Nûr al-Yaqîn Fî Mabhats at-Talqîn; Risâlah as-Sunniyyîn Fî ar-Radd ‘Alâ al-Mubtadi’în al-Wahhâbiyyîn Wa al-Mustauhibîn.

    114) Yahûdan Lâ Hanâbilatan karya asy-Syaikh al-Ahmadi azh-Zhawahir, salah seorang Syaikh al-Azhar Cairo Mesir.

    Nah, demikianlah fakta-fakta berupa kitab-kitab Ulama Ahlussunnah yang membantah dakwah sesat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Semoga bermanfaat bagi para pencari ilmu untuk menentukan pilahnnya. Jika masih ingin punya keinginan tetap menuntut ilmu dari Sanad Wahabi, silahkan itu pilihan anda.

  29. ayo abu harun keluarin lagi jurus ngeles bin ngeyelnya, biar seru! hehe…

  30. fazlah al wahabrot

    wahabi..penebar bibit permusuhan…merusak kerukunan…mengancam NKRI secara jelas dan nyata..berkoar2 atas nama Al Quran dan sunnah…kita tunggu hujjah mereka di mahkamah Alloh di hadapan Nabi mulia Sayyidina Muhammad SAW…..

  31. Muhammad syam Al-aidid

    sukron ijin save

  32. radio dan tv mereka tiap hari siaran tanpa iklan dana dari mana klu tdk ada yang menyokong

  33. salafi/wahabi tak akan berkembang di Indonesia ini, kenapa demikian??
    ini pengalaman saya…
    Waktu dulu tahun 1990 saya sekolah di SMA di daerah Garut, guru PAI saya seorang wahabi, waktu itu belum berkembang salafi
    aqidahnya, bahwa Alloh besemayam dia Arsy, beliau sering membid’ah2 kan amalan kebayakan muslim dan sangat membenci terhadap KITAB KUNING, dan beliau berterus terang bahwa beliau beraliran Wahabi, sekarang beliau masih mengajar.
    Sampai dengan tahun 2014 ini, belum ada seorang pun siswa dari ribuan siswa yang tepengaruh oleh ajaran beliau…
    coba selama lebih dari 20 th… ajaran wahabi tidak ditoleh oleh masyarakat di daerah saya.

    Saya suka tersenyum kalo membaca postingan tentang wahabi di internet…karena waktu SMA saya dan teman2 sering kali berdebat masalah Aqidah dan Fiqih dengan beliau.

  1. Pingback: Wahabi Dan Misi Zionis Yahudi Dalam Memecah Belah Umat Islam | BUMI ASWAJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


6 + = fourteen

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Banyak dibaca, mungkin anda juga sukaclose