Inspirasional

CARA MENGENAL USTADZ ASLI DAN USTADZ PALSU

Ustadz Selebritis, Ustadz Gaul, Ustadz Entertainis, Ustadz Komersil, Ustadz Panggung dan Ustadz jadi-jadian

Adapun istilah Ustadz Selebritis, Ustadz Gaul, Ustadz Entertainis, Ustadz Komersil, Ustadz Panggung dan Ustadz jadi-jadian seperti pada gambar “Ust. Teuku Wisnu” palsu dan lain-lain; semua ini tidak benar, ia bukan peristilahan yang benar. Derajat ustadz itu dekat dengan ulama. Itu harus dicatat!

Kalau orang Indonesia ditanya, apa sih arti kata ustadz? Belum tentu ada yg paham. Masih lumayan kalau dia menjawab, “Ustadz itu artinya guru.” Ini masih lumayan meskipun sebenarnya masih terlalu general (polos).

Di balik istilah USTADZ, ada sesuatu yang indah. Tapi kita jarang memahaminya…

Banyak hal yang tidak kita pahami tentang istilah ustadz, sehingga kemudian menjadi salah kaprah. Masyarakat begitu mudah memberikan atau menyebut gelar ustadz tanpa memahami maknanya. Coba baca salah satu artikel ini: Menyoal Gaya Hidup Hedonis Ustadz Selebritis.

Dalam tulisan ini kita akan jelaskan posisi ustadz yg sebenarnya (insya Allah), agar Anda semua tidak salah paham.

[1]. Secara umum, ustadz itu diartikan sebagai GURU atau pendidik. Ini adalah pengertian dasarnya. [2]. Guru dalam khazanah Arab atau Islam, memiliki banyak istilah yang berbeda-beda, yaitu: Mudarris, Mu’allim, Muaddib, Musyrif, Murabbi Mursyid, dan termasuk Ustadz. Masing-masing istilah memiliki makna tersendiri. [3]. Mudarris artinya guru, tetapi lebih spesifik: Orang yg menyampaikan dirasah atau pelajaran. Siapa saja yg menyampaikan pelajaran di hadapan murid-murid, dia adalah Mudarris. [4]. Mu’allim artinya guru juga, tetapi lebih spesifik: Orang yg berusaha menjadikan murid-muridnya tahu, setelah sebelumnya mereka belum tahu. Tugas Mu’allim itu melakukan transformasi pengetahuan, sehingga muridnya menjadi tahu. [5]. Muaddib atau Musyrif, artinya juga guru, tetapi lebih spesifik: Orang yg mengajarkan adab (etika dan moral), sehingga murid-muridnya menjadi lebih beradab atau mulia (syarif). Penekanannya lebih pada pendidikan akhlak, atau pendidikan karakter mulia. [6]. Murabbi artinya sama, yaitu guru, tetapi lebih spesifik: Orang yg mendidik manusia sedemikian rupa, dengan ilmu dan akhlak, agar menjadi lebih berilmu, lebih berakhlak, dan lebih berdaya. Orientasinya memperbaiki kualitas kepribadian murid-muridnya, melalui proses belajar-mengajar secara intens. Murabbi itu bisa diumpamakan seperti petani yg menanam benih, memelihara tanaman baik-baik, sampai memetik hasilnya. [7]. Mursyid artinya juga guru, tetapi skalanya lebih luas dari Murabbi. Kalau Murabbi cenderung privasi, terbatas jumlah muridnya, maka Musyrid lebih luas dari itu. Mursyid dalam terminologi shufi bisa memiliki sangat banyak murid-murid. [8]. Baru kita masuk pengertian Ustadz. Secara dasar, ustadz memang artinya guru. Tetapi guru yg istimewa. Ia adalah seorang Mudarris, karena mengajarkan pelajaran. Ia seorang Mu’addib, karena juga mendidik manusia agar lebih beradab (berakhlak). Dia seorang Mu’allim, karena bertanggungjawab melalukan transformasi ilmiah (menjadikan murid-muridnya tahu, setelah sebelumnya tidak tahu). Dan dia sekaligus seorang Murabbi, yaitu pendidik yg komplit. Jadi, seorang ustadz itu memiliki kapasitas ilmu, akhlak, terlibat dalam proses pembinaan, serta keteladanan.
BACA JUGA:  Ustadz Firanda Berhujjah dengan Hujjah Dusta dan Palsu (2)

Istilah maca-macam sebutan ustadz zaman sekarang

Dalam istilah Arab modern, kalau Anda menemukan ada istilah “Al Ustadz Ad Duktur” di depan nama seseorang, itu sama dengan “Profesor Doktor”. Jadi Al Ustadz itu sebenarnya padanan untuk Profesor. Kalau tidak percaya, coba tanyakan kepada para ahli-ahli Islam yg pernah kuliah di Timur Tengah, apa pengertian “Al Ustadz Ad Duktur”?

BACA JUGA:  Dai Radikal Wahabi, Kenapa Ditolak Serentak di Nusantara ?

Sejujurnya, istilah Ustadz itu dalam tataran ilmu, berada satu tingkat di bawah istilah Ulama atau Syaikh. Kalau seseorang disebut Ustadz, dia itu sebenarnya ulama atau mendekati derajat ulama. Contoh, Ustadz Hasan Al Hudaibi, Ustadz Muhammad Assad, dan lain-lain.

Nah, hal seperti ini perlu dijelaskan, agar kita tahu dan memaklumi. Istilah Ustadz itu tidak sesederhana yg kita bayangkan. Di dalamnya terkandung makna ilmu, pengajaran, akhlak, dan keteladanan. Kalau kemudian di Indonesia, istilah Ustadz sangat murah meriah, atau diobral gratis. Ya itu karena kita saja yg tidak tahu.

BACA JUGA:  Rumah Guru Mengaji Lolos dari Terjangan Longsor Banjarnegara

Ke depan, jangan mudah-mudah menyebut atau memberi gelar ustadz, kalau memang yang bersangkutan tidak pada proporsinya untuk menerima hal itu. Sebagai alternatif, orang-orang yang terlibat dalam dakwah Islam bisa disebut sebagai: Dai (pendakwah), muballigh (penyampai risalah), khatib (orator), ‘alim (orang berilmu), dan yg semisal itu.

Adapun istilah Ustadz Selebritis, Ustadz Gaul, Ustadz Entertainis, Ustadz Komersil, Ustadz Panggung dan Ustadz jadi-jadian seperti pada gambar “Ust. Teuku Wisnu” palsu dan lain-lain; semua ini tidak benar, ia bukan peristilahan yang benar. Derajat ustadz itu dekat dengan ulama. Itu harus dicatat! Wallohu a’lam

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat ya. Allohumma aamiin

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - CARA MENGENAL USTADZ ASLI DAN USTADZ PALSU
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker