Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Salafi Wahabi

Mengaku Pengikut Salaf; Wahabi Anti Takwil Padahal Salaf Shalih Melakukan Takwil

Untuk Membungkam Wahabi Yang Anti Takwil (Bag. 1). Mohon Disebarluaskan..!

Kitab ini “as-Saif ash-Shaqil Fi ar-Radd ‘Ala ibn Zafil” adalah karya al-Imam al-Hafizh Taqiyyuddin as-Subki (756 H); Ulama terkemuka dalam madzhab Syafi’i yang telah mencapai derajat Mujtahid Mutlak.

Kitab as Saif ash Shaqil Fi ar Radd Ala ibn Zafil adalah karya al Imam al Hafizh Taqiyyuddin as Subki - Mengaku Pengikut Salaf; Wahabi Anti Takwil Padahal Salaf Shalih Melakukan Takwil

 

Isinya dari a sampe z membantah aqidah sesat Ibn Qayyim (murid Ibn Taimiyah). Guru dan murid ini sama-sama berakidah tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya); mengatakan Allah duduk di atas arsy. Na’udzu Billah!!! Ibn Zafil yang dimaksud dalam kitab di atas adalah Ibn Qayyim.

(1)

Kitab as Saif ash Shaqil Fi ar Radd Ala ibn Zafil adalah karya al Imam al Hafizh Taqiyyuddin as Subki1 - Mengaku Pengikut Salaf; Wahabi Anti Takwil Padahal Salaf Shalih Melakukan Takwil

Terjemah 1:

al-Bayhaqi telah mengutip dalam kitab Manaqib Ahmad dari pemimpin ulama madzhab Hanbali –yang juga putra dari pimpinan ulama madzhab Hanbali–; yaitu Imam Abu al-Fadl at-Tamimi, bahwa beliau (Abu al-Fadl) berkata: “Imam Ahmad sangat mengingkari terhadap orang yang mengatakan bahwa Allah sebagai benda (jism). Dan ia (Imam Ahmad) mengatakan bahwa nama-nama Allah itu diambil dari tuntunan syari’at dan dengan dasar bahasa. Sementara para ahli bahasa mengatakan bahwa definisi “jism” (benda) hanya berlaku bagi sesuatu yang memiliki panjang, lebar, volume, susunan, bentuk, (artinya yang memiliki dimensi), padahal Allah Maha Suci dari pada itu semua. Dengan demikian Dia (Allah) tidak boleh dinamakan dengan “jism” (benda), karena Dia Maha Suci dari makna-makna kebendaan, dan penyebutan “jism” pada hak Allah tidak pernah ada di dalam syari’at; maka itu adalah sesuatu yang batil”.

BACA JUGA:  Keteladanan Seorang Syeikh Wahabi

 

(2)

Kitab as Saif ash Shaqil Fi ar Radd Ala ibn Zafil adalah karya al Imam al Hafizh Taqiyyuddin as Subki2 - Mengaku Pengikut Salaf; Wahabi Anti Takwil Padahal Salaf Shalih Melakukan Takwil

Terjemah 2:

al-Bayhaqi dalam kitab Manaqib Ahmad berkata: “Telah mengkabarkan kepada kami al-Hakim, berkata: Mengkabarkan kepada kami Abu Amr ibn as-Sammak, berkata: Mengkabarkan kepada kami Hanbal ibn Ishak, berkata: Aku telah mendengar pamanku Abu Abdillah (Ahmad ibn Hanbal) berkata: ”Mereka (kaum Mu’tazilah) mengambil dalil dalam perdebatan denganku, –ketika itu di istana Amîr al-Mu’minîn–, mereka berkata bahwa di hari kiamat surat al-Baqarah akan datang, demikian pula surat Tabarak akan datang. Aku katakan kepada mereka bahwa yang akan datang itu adalah pahala dari bacaan surat-surat tersebut.

Dalam makna firman Allah “Wa Ja’a Rabbuka” (QS. al-Fajr 23), bukan berarti Allah datang, tapi yang dimaksud adalah datangnya kekuasaan Allah. Karena sesungguhnya kandungan al-Qur’an itu adalah pelajaran-pelajaran dan nasehat-nasehat”. Dalam peristiwa ini terdapat penjelasan bahwa al-Imâm Ahmad tidak meyakini makna “al-Majî’” (dalam QS. al-Fajr di atas) dalam makna Allah datang dari suatu tempat. Demikian pula beliau tidak meyakini makna “an-Nuzûl” pada hak Allah yang (disebutkan dalam hadits) dalam pengertian turun pindah dari satu tempat ke tempat yang lain seperti pindah dan turunnya benda-benda.

Tapi yang dimaksud dari itu semua adalah untuk mengungkapkan dari datangnya tanda-tanda kekuasaan Allah, karena mereka (kaum Mu’tazilah) berpendapat bahwa al-Qur’an jika benar sebagai Kalam Allah dan merupakan salah satu dari sifat-sifat Dzat-Nya, maka tidak boleh makna al-Majî’ diartikan dengan datangnya Allah dari suatu tempat ke tampat lain. Oleh karena itu al-Imâm Ahmad menjawab pendapat kaum Mu’tazilah dengan mengatakan bahwa yang dimaksud adalah datangnya pahala bacaan dari surat-surat al-Qur’an tersebut. Artinya pahala bacaan al-Qur’an itulah yang akan datang dan nampak pada saat kiamat itu”.

BACA JUGA:  Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama'ah

Tambahan:

Riwayat al-Bayhaqi di atas juga telah dikutip oleh Ibn Katsir dalam kitab al-Bidâyah Wa al-Nihâyah, j. 10, h. 327) dengan redaksi berikut:

“al-Bayhaqi dalam Kitab Manaqib Ahmad meriwayatkan dari al-Hakim dari Abu Amr as-Sammak dari Hanbal, bahwa al-Imâm Ahmad ibn Hanbal telah mentakwil firman Allah: “Wa ja’a Rabbuka” (QS. al-Fajr: 23) bahwa yang dimaksud ”Jâ’a” bukan berarti Allah datang dari suatu tempat, tapi yang dimaksud adalah datangnya pahala yang dikerjakan dengan ikhlas karena Allah. Tentang kualitas riwayat ini al-Bayhaqi berkata: “Kebenaran sanad riwayat ini tidak memiliki cacat sedikitpun”.

Dari penjelasan di atas terdapat bukti kuat bahwa al-Imâm Ahmad memaknai ayat-ayat tentang sifat-sifat Allah, juga hadits-hadits tentang sifat-sifat Allah, tidak dalam pengertian zhahirnya. Karena pengertian zhahir teks-teks tersebut seakan Allah ada dengan memiliki tempat dan kemudian berpindah-pindah, juga seakan Allah bergerak, diam, dan turun dari atas ke bawah, padahal jelas ini semua mustahil atas Allah. Hal ini berbeda dengan pendapat Ibn Taimiyah dan para pengikutnya (kaum Wahhabiyyah), mereka menetapkan adanya tempat bagi Allah, juga mengatakan bahwa Allah memiliki sifat-sifat tubuh, hanya saja untuk mengelabui orang-orang awam mereka mengungkapkan kata-kata yang seakan bahwa Allah Maha Suci dari itu semua, kadang mereka biasa berkata “Bilâ Kayf…(Sifat-sifat Allah tersebut jangan ditanyakan bagaimana?)”, kadang pula mereka berkata “’Alâ Mâ Yalîqu Billâh… (Bahwa sifat-sifat tersebut adalah sifat-sifat yang sesuai bagi keagungan Allah).

BACA JUGA:  Hadits Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk Kota Makkah – Madinah

Kita katakan kepada mereka: ”Andaikan al-Imâm Ahmad berkeyakinan bahwa Allah bergerak, diam, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, maka beliau akan memaknai ayat-ayat tersebut dalam makna zhahirnya, juga beliau akan akan memahami makna al-Majî’ dalam makna datang dari suatu tempat atau datang dari arah atas ke arah bawah seperti datangnya para Malaikat. Namun sama sekali al-Imâm Ahmad tidak mengatakan demikian”.

Penting Untuk Membungkam Wahabi:

Kita katakan: “Wahai Wahabi, kalian anti takwil, kalian mengatakan: “al-Mu’awwil Mu’aththil” (orang yang melakukan takwil maka ia telah mengingkari al-Qur’an), lalu apa yang hendak kalian katakan terhadap Imam Ahmad yang telah melakukan takwil sebagaimana dalam riwayat di atas, –yang bahkan diriwayatkan oleh Ibn Katsir; salah seorang rujukan utama kalian? Mau lari ke mana kalian! Apakah kalian hendak mengatakan Imam Ahmad sesat? Sungguh  yang sesat itu adalah kalian sendiri…  Kalian Para Wahabi yang telah mengotori Madzhab Hanbali…!

sumber: Abou Fateh

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

28 thoughts on “Mengaku Pengikut Salaf; Wahabi Anti Takwil Padahal Salaf Shalih Melakukan Takwil”

  1. Firman Allah dalam surah Ali Imran, nyatanya ayat2 Mutasyabihat ada takwil.
    Cumanya hanya Allah saja yang tahu dan orang2 tertentu yang luas pengetahuan agama serta sentiasa patuh kepada Allah diberi pertunjuk mengenai takwilnya.

  2. Firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 7, nyatanya ayat2 Mutasyabihat ada takwil.
    Cumanya hanya Allah saja yang tahu dan orang2 tertentu yang luas pengetahuan agama serta sentiasa patuh kepada Allah diberi pertunjuk mengenai takwilnya.

    Wahhabi yang psychopathic itsbat texts secara zahiriah langsung menyamakan Allah dengan sifat2 makhluk sedangkan nyata firman Allah “Tidak menyerupai/menyamai sesuatu apapun”. Allah maha suci dari persamaan dengan apa sekalipun. Aqidah Wahhabi adalah aqidah mujssimah dan musyabbihah.
    Perhatikan juga firman2 Allah dalam surah Al Baqarah banyak yang cocok dengan sikap, sifat dan karektor Wahhabi. Jauhilah Wahhabi virus yang menjuruskan ummat ke neraka.

  3. Dalam kitab Insan Kamil karangan Ibnu Arabi dikatakan bahwa “Adam diciptakan bukan cerminan dari sang pencipta”, dari logika ini bisa kita artikan bahwa sang pencipta tidak sama dengan yang diciptakan. Jika Sang pencipta sama dengan Adam as, maka mahluk Allah swt yang lain (Malaikat, Iblis dan binatang) akan protes. Misalkan Allah sama dengan Adam as, maka malaikat akan protes, Aku (malaikat) juga mahluk Allah, maka Allah sama dengan aku, bagaimana Allah punya tangan, maka Gajah akan protes, bagaimana Allah punya kaki, Ikan akan protes.
    Jadi para wahabiyun jangan berpikir sangat pendek tentang sang pencipta. Jangan pikirkan ZatKu, tapi lihatlah ciptaanKu.
    Jika ada yang bertanya dimana Aku, maka Aku sedekat urat leher.

  4. Wahabi/Salafy itu mamang tukang bohong, plin-plan, tidak konsisten, kontradiktif dan layak disebut pendusta kelas berat. Ada yg tidak setuju silahkan koment, ane tunggu pencerahannya.

  5. sepertinya blog kaum sawah, tetangga sebelah kidul 😆 agak kulon sedikit :mrgreen: he..he… 😆 ,bantahansalafi…. sudah agak mendem semenjak para aswaja berkunjung kesana…hm… 🙂

  6. Konon Syech Albani meragukan keimanan Imam Bukhari karena Imam Bukhari juga mentakwil? Kalau benar demikian, sungguh-sungguh terlaluuuuu.

  7. Hayat Pernah Ajak Warga Pengajian (“Siapapun yang tak sesuai pahamnya dianggap kafir,” )

    CIREBON, KOMPAS.com- Warga Jalan Pandesan, Kota Cirebon, pernah menolak ajakan pengajian oleh kelompok Hayat (31), buron kasus bom Cirebon yang juga diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah.

    Sejak tahun 2001, Hayat cenderung bersikap ekstrem. “Rumah warga di sini didatangi satu per satu untuk diajak pengajian kelompoknya. Tetapi warga banyak menolak, karena perilaku dan cara penyampaian Hayat yang meragukan,” kata Riska (28), salah satu warga Pandesan.

    Dalam berpakaian, Hayat tampak biasa. Namun, untuk urusan beribadah, bapak satu anak itu dikenal tidak toleran.

    Menurut Uni Sahroni (61), salah satu warga, ia sempat berdebat dengan Hayat mengenai ritual tahlil dan ajaran agama. “Siapapun yang tak sesuai pahamnya dianggap kafir,” kata Uni.

    Orangtuanya pun sudah tidak lagi menghiraukan Hayat, karena berbeda pandangan. “Orangtuanya kelihatan stres sejak dia jadi buron,” kata Uni.

    HASIL DARI DOKTRIN SALAFIWAHABI

    1. Super Nova says: HASIL DARI DOKTRIN SALAFIWAHABI
      jangan berprasangka begitu…jgn terjebak fitnah,Super Nova…sepertinya kalian sangat membenci paham wahaby…tetapi jgn lah kebencian kalian merusak persaudaraan pada agama kita
      maaf jika tidak berkenan

      1. lihat Kompas.com mas itu bukan karangan ana. ente tahu sejarah berdirinya faham wahabi di saudi dan kerajaan saudi? mudah carinya mas gogling aja he he he he ….. 😀

        ente sepertinya orang awam, telah diketahui jumhur muslimin dunia bhw faham yang suka mengkafirkan orang muslim lain yang tidak sefaham adalah berasal dari pemikiran ibnu abdul wahab.

        sering datang kemari atau tanya2 diblog salafiwahabi atau ustad2 nya hayat bomber solo mengenai amalan muslim bab tahlilan, membaca yasin, tarawih 20 rakaat, ziara kubur, pentingnya bermadzhab dll baru ente boleh komen bahwa aswaja ummati tukang fitna. jangan biasakan diskusi dengan membunuh karakter orang mas, bisa2 liur diludah dijilat kembali.

        siap yang membenci wahabi? jangan salah presepsi istilah membenci dan meluruskan pemahaman teks2 kitabullah dan as sunnah. siapa yang merusak persaudaraan agama kita? baca kompas.com lagi mas, hayat yang merusak hubungan dengan keluarganya sendiri setelah tallaqi faham tersebut, dia merasa paling bener dalam berislam.

        oh ya satu pertanyaan lagi, ente setuju dengan pengeboman gereja dan masjid?

        syukron

  8. Itulah kalau orang sudah dicuci otaknya, sehingga yang ada didepannya sampai gak kelihatan. Banyak orang2 awan yang masih minim keislamannya, terbawa dan hanyut dalam pemikiran kosong. Kosong terhadap penjabaran Ilmu dan pergaulan.
    Tanda2 orang yang sdh dicuci otaknya biasanya mudah, 1. Jarang bergaul. 2. Sensitif kalau diajak bicara. 3. Mudah mengeluarkan kata2 yang kurang sopan. 4. Mau menang sendiri. 5. Banyak merenung.

  9. apa mereka tidak sadar perbuatan mereka merugikan dakwa islam, atau sengaja kita diadu domba, ana yakin bukanlah seorang muslim jika dia suka mengadudomba. hanya mereka yang terkontaminasi dan terbawa oleh rencana2 masonic yahudi

  10. Imam Baihaqi tidaklah lebih dahulu dibanding Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Ibnu Khuzaimah fahamnya sama dengan faham wahhabi, lantas wahhabikah Imam Ibnu Khuzaimah.

    1. Tanggapan ustadz ahmad syahid : Ibnu Khuzaimah Mujassim terkenal dan sangat sadis beliaulah yang berfatwa Kafirnya orang yang tidak mengakui Bahwa Allah berada diatas langit orang tersebut harus dibunuh jika tidak mau tobat dan mayatnya dibuang ke tempat sampah ” namun al-hamdulillah akhirnya beliau tobat dari Aqidah tajsim ini seperti yang dinyatakan oleh Imam al-baihaqi dalam asma wa as-sifat hal. 269 begitu juga dinyatakan oleh al-hafidz ibnu hajar dalam fathul bari juz 13 hal 492 , jadi rupanya Ustadz firanda belum tahu atau pura pura tidak tahu jika penulis kitab ” at-tauhid ” (ibnu khuzaimah) telah tobat dari aqidah yang tertulis dalam kitabnya itu , sehingga gugur lah sandaran ke enam atas klaim Ijmaknya Ustadz Firanda ini , sebab penulisnyapun sudah Tobat.

  11. Silahkan lihat kitab:
    1. Al-Radd ‘Ala man Yaqulu Al-Qur’an Makhluk, Ibnu An-Najaad (Hal: 31)
    2. Dzail Thabaqaat Al-Hanaabilah.
    Maka akan anda dapati:
    عبد الله بن أحمد بن حنبل قال:
    سألتُ أبي عن قوم يقولون: لما كلم اللّه موسى عليه السلام لم يتكلم الله بصوت، فقال أبي رحمه الله: بل تكلم عزَّ وجل بصوت. هذه الأحاديث نمرها كما جاءت.
    قال أبي رحمه الله: حديث بن مسعود ” إذا تكلم الله عز وجل سمع له صوت كمرِّ السلسلة على الصفوان ” . قال أبي: وهذه الجَهميَّة تنكره.

    Dalam Riwayat ini ditegaskan bahwa Imam Ahmad meyakini Allah berbicara dan mengeluarkan suara yang bisa didengar.

    Kemudian,

    Dalam masalah Iman Imam Ahmad berkata:
    Imam Ahmad mengatakan: Iman itu perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.(As-Sunnah, karya: ‘Abdullah bin Ahmad)

    Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari Imam ar-Rabi’, katanya, saya mendengar Imam Syafi’i berkata:
    “Iman itu adalah ucapan, perbuatan, dan keyakinan (i’tiqad) di dalam hati. Tahukah kamu firman Allah

    وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ

    “Allah tidak menyia-nyiakan iman kamu.” (Al-Baqarah: 143)
    Maksud kata “Imanakum” (iman kamu) adalah shalatmu ketika menghadap ke Baitul Maqdis. Allah عزّوجلّ menamakan shalat itu iman, dan shalat adalah ucapan, perbuatan dan i’tiqad.”( al-Intiqa’ hal. 81)

    Adapun hadis yang mencakup tiga perkara tersebut secara keseluruhan:

    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iman itu ada tujuh puluh tiga sampai tujuh puluh sembilan, atau enam puluh tiga sampai enam puluh sembilan cabang. Yang paling utama adalah perkataan, LAA ILAAHA ILLALLAHU (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

    Dua Akidah ini sangatlah berlawanan dengan keyakinan Asya’irah,, camkanlah!!

    1. @Zero says:
      September 29, 2011 at 5:56 am
      SILAHKAN LIHAT KITAB:
      1. AL-RADD ‘ALA MAN YAQULU AL-QUR’AN MAKHLUK, IBNU AN-NAJAAD (HAL: 31)

      Nama Kitabnya aja sudah mencerminkan pemikiran madzhab asyairoh “bantahan atas orang yang mengatakan al Qur’an Makhluq”.

      2. DZAIL THABAQAAT AL-HANAABILAH.
      MAKA AKAN ANDA DAPATI:
      عبد الله بن أحمد بن حنبل قال:
      سألتُ أبي عن قوم يقولون: لما كلم اللّه موسى عليه السلام لم يتكلم الله بصوت، فقال أبي رحمه الله: بل تكلم عزَّ وجل بصوت. هذه الأحاديث نمرها كما جاءت.
      قال أبي رحمه الله: حديث بن مسعود ” إذا تكلم الله عز وجل سمع له صوت كمرِّ السلسلة على الصفوان ” . قال أبي: وهذه الجَهميَّة تنكره.
      DALAM RIWAYAT INI DITEGASKAN BAHWA IMAM AHMAD MEYAKINI ALLAH BERBICARA DAN MENGELUARKAN SUARA YANG BISA DIDENGAR.

      Tarjamah yang Insya Alloh benar: “Aku bertanya pada Ayahku (Imam Ahmad bin Hanbal) tentang kaum yang mengatakan: Waktu Alloh berbicara dengan Nabi Musa AS, Alloh tidak berbicara dengan suara. Maka ayahku Rahimahulloh berkata: Bahkan Alloh Azza Wa jalla berbicara dengan Shout (suara:lughot), HADIST-HADIST INI AKU TETAPKAN SEBAGAIMANA DATANGNYA (menetapkan apa adanya, tanpa takwil)”
      Jadi Dalam hadist di atas Imam ahmad bin hanbal TIDAK MEMBERI MAKNA PADA LAFADZ AS SHOUT DAN TIDAK MENAFSIRINYA , sebagaimana madzhab tafwidl. BUKAN SEPERTI PEMAHAMAN TEMAN-TEMAN SALAFI YANG MEMBERI MAKNA DENGAN SUARA. Dan perlu di ketahui Imam Ahmad tidak menafikan madzhab takwil, sebagaimana artikel diatas.
      Wallohu a’lam.

      KEMUDIAN,
      DALAM MASALAH IMAN IMAM AHMAD BERKATA:
      IMAM AHMAD MENGATAKAN: IMAN ITU PERKATAAN DAN PERBUATAN, BERTAMBAH DAN BERKURANG.(AS-SUNNAH, KARYA: ‘ABDULLAH BIN AHMAD)

      Ini sesuai dengan Asyairoh

      IMAM IBN ‘ABDIL BAR MERIWAYATKAN DARI IMAM AR-RABI’, KATANYA, SAYA MENDENGAR IMAM SYAFI’I BERKATA:
      “IMAN ITU ADALAH UCAPAN, PERBUATAN, DAN KEYAKINAN (I’TIQAD) DI DALAM HATI. TAHUKAH KAMU FIRMAN ALLAH
      وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ
      “ALLAH TIDAK MENYIA-NYIAKAN IMAN KAMU.” (AL-BAQARAH: 143)
      MAKSUD KATA “IMANAKUM” (IMAN KAMU) ADALAH SHALATMU KETIKA MENGHADAP KE BAITUL MAQDIS. ALLAH عزّوجلّ MENAMAKAN SHALAT ITU IMAN, DAN SHALAT ADALAH UCAPAN, PERBUATAN DAN I’TIQAD.”( AL-INTIQA’ HAL. 81)

      Ini juga sesuai dengan asyairoh, malah ada takwil juga, yang mana satu diantara dua madzhab (tafwidl-takwil) yang juga di usung asyairoh

      ADAPUN HADIS YANG MENCAKUP TIGA PERKARA TERSEBUT SECARA KESELURUHAN:
      “RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM BERSABDA: “IMAN ITU ADA TUJUH PULUH TIGA SAMPAI TUJUH PULUH SEMBILAN, ATAU ENAM PULUH TIGA SAMPAI ENAM PULUH SEMBILAN CABANG. YANG PALING UTAMA ADALAH PERKATAAN, LAA ILAAHA ILLALLAHU (TIDAK ADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH). DAN YANG PALING RENDAH ADALAH MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN. DAN MALU ITU ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN.” (HR. MUSLIM)
      DUA AKIDAH INI SANGATLAH BERLAWANAN DENGAN KEYAKINAN ASYA’IRAH,, CAMKANLAH!!

      Berlawanan dari sisi mana? Coba jelaskan…. Sepengetahuan kami juga di akui ulama asyairoh? Pertentangannya di mana?

  12. Imam Ahmad wafat karena membela aqidah bahwa al-Qur`an bukan makhluq

    mengenai iman, apanya yg bertentangan dg aqidah asya’irah?

  13. Hai orang-orang Asy-‘ariyah dan kelompok2nya yang sejenis.

    Apakah kalian semua mengimani bahwa Allah berada di atas ‘Arsy?

    Tingggal jawab ya apa tidak. Tidak usah muter2

  14. Kami beriman dengan ayat ayat MUTASYABIHAT, semuanya dari sisi Rabb kami. Adapun orang orang yang cenderung hatinya kepada kesesatan mentakwilkan ayat ayat mutasyabihat seolah olah ayat ayat mutasyabihat itu adalah ayat ayat muhkamat. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah SWT.

  15. hai orang islam sadarlah, sesungguhnya kalian tidak tau lagi isi alquran kecuali sedikit sekali. jangan lupakan manfaat kitab kitab orang terdahulu, dalam hal ini tentunya kitab yang belum di palsukan. dia bisa benar dan salah. itulah petunjuk minimal kita saat ini. tapi jangan terpancing untuk mengarang hadist dan membuat kitab yang baru lagi. anda hanya akan menambah masalah. Carilah ilmu yang berguna, dalam hal ini tentunya tekhnologi. jika hal ini tidak kalian lakukan, celakalah kalian. Anak cucu kalian akan jadi makanan yang empuk dan lezat. Tanya pada diri kalian : ” apa yang telah kalian lakukan untuk menguasai dunia dan menegakkan LAAILAA HAILLALLAH ALLAHU AKBAR “.

    1. @meiko
      Cuma yang malas belajar yang gak tau isi al qur’an apalagi cuma baca terjemahan tanpa guru dan pembimbing, sehingga al Qur’an jadi sebuah tumpukan buku.
      Al Qur’an itu luas dari segala sisi, makanya orang islam sekarang tidak maju. Kenapa orang-orang kafir yang tidak diberi al qur’an menemukan ilmu-ilmu pengetahuan, seperti Anthony Hopkin yang bilang dulu alam materi ini satu, akhirnya ada sebuah ledaka besar (Big Bang), sehingga terjadi dan membentuk bintang2, planet2 dll. Padahal didalam al qur’an jelas-jelas sudah diterangkan bahwa : Dulu bumi dan langit ini bersatu, setelah itu Aku pisahkan keduanya.
      Dulu abad ke 2 H, seorang Muslim menemukan Aritmatika/Aljabar bernama Al Khawaritzmy (Dari Samarkand-Uzbekistan), Ibnu Sina menemukan dasar teori kedokteran, al Ghazali dalam teori perbintangan / Astronomi dan masih banyak lagi.

      Sekarang ini banyak Muslim yang cuma baru bisa bilang bid’ah dan sunnah, seolah-olah dia sudah mengusai seluruh isi al Qur’an. Masya Allah, inikah muslim ???
      Ane lihat masih banyak Ilmu yang belum ditemukan, seperti Dari mana air laut itu memenuhi 2/3 bumi, analisa ane dari kisah Nabi Nuh.
      Energy panas, dibidang fisika masih kekurangan Rumus tentang energy panas atau sumber panas. Padahal didalam al qur’an dijelaskan setiap partikel, khususnya manusia mempunyai energy panas yaitu Nafs. Mar Muslim wabil khusus mas @meiko menemukan rumus fisika nya.
      Maaf mas meiko ane tinjau dari teknology, karena ane bidang fisika tapi masih bodoh n bego.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker