akidah

Membantah Tauhid Uluhiyyah & Tauhid Rububiyyah

Kesesatan Ajaran Wahabi Yang Membagi Tauhid kepada 3 Bagian; Aqidah Mereka Ini Nyata Bid'ah Sesat.

Bicara mengenai Pembagian Tauhid Jadi Tiga yaitu Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Asma Wa Sifat, di situs web ini pernah terjadi diskusi  panjang.  Diskusi antara akhi @Dufal (Wahabi) dengan Mas Baihaqi dan dilanjut berikutnya antara Mas Joyo Marto dengan akhi @Abu Fathul (Wahabi). Inti yang ingin disampaikan oleh Mas Baihaqi dan Mas Joyo Marto dalam diskusi tersebut adalah bahwa pembagian Tauhid Jadi 3 itu tidak memiliki dalil sama sekali.

Oleh karena itu pembagian tauhid menjadi 3 masuk dalam kategori bid’ah dholalah. Bahkan dalam diskusi tersebut disinyalir ada kemiripan antara ajaran Tauhid 3 dengan ajaran Trinitas Kristen dalam segi definisinya. Akhi @Dufal mendifinisikan bahwa Tauhid 3 adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan yang berarti seseorang tidak disebut bertauhid jika salah satu dari unsur ketiga tauhid tersebut tidak ada dalam dirinya.

Hal ini secara sepintas tampak seperti kebenaran, akan tetapi sangat membingungkan. Sebab bagi Ummat Islam otomatis akan menganggap Rabb (Tuhan Pencipta-Pengatur) adalah sekaligus Ilah (Tuhan satu-satunya yang wajib kita beribadah kepada-NYA).

Lalu apakah benar ada kemiripan dengan ajaran Trinitas Kristen jika ditinjau dari segi definisinya? Mari kita lihat,  sebenarnya konsep Trinitas Kristen pun merupakan doktrin gereja yang sangat kontroversial sepanjang sejarah. Kontroversial konsep Trinitas dimulai sejak awal diperkenalkannya doktrin tersebut. Definisi Trinitas adalah kesatuan dari tiga yang tak terpisahkan, lihatlah persamaannya dengan definisi Tauhud Tiga di atas.

Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah (tuhan bapa), tuhan Yesus dan tuhan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Artinya, dalam ajaran Kristen tidak disebut tuhan jika “kurang” salah satu dari ketiga unsur tersebut.

Bagaimana duduk persoalan mengenai Pembagian Tauhid 3, apakah hal tersebut termasuk kebenaran ataukah kebatilan?  Silahkan simak presentasi ilmiyah yang disampaikan oleh utadz Abu Fateh berikut ini….

anak lucu6 - Membantah Tauhid Uluhiyyah & Tauhid Rububiyyah

Membongkar Kesesatan Ajaran Wahabi Yang Membagi Tauhid kepada 3 Bagian; Aqidah Mereka Ini Nyata Bid’ah Sesat

oleh: Abou Fateh

( AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT  )

Pendapat kaum Wahabi yang membagi tauhid kepada tiga bagian; tauhid Uluhiyyah, tauhid Rububiyyah, dan tauhid al-Asma’ Wa ash-Shifat adalah bid’ah batil yang  menyesatkan. Pembagian tauhid seperti ini sama sekali tidak memiliki dasar, baik dari al-Qur’an, hadits, dan tidak ada seorang-pun dari para ulama Salaf atau seorang ulama saja yang kompeten dalam keilmuannya yang membagi tauhid kepada tiga bagian tersebut.

Pembagian tauhid kepada tiga bagian ini adalah pendapat ekstrim dari kaum Musyabbihah masa sekarang; mereka mengaku datang untuk memberantas bid’ah namun sebenarnya mereka adalah orang-orang yang membawa bid’ah.

Di antara dasar yang dapat membuktikan kesesatan pembagian tauhid ini adalah sabda Rasulullah:

أمِرْتُ أنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتىّ يَشْهَدُوْا أنْ لاَ إلهَ إلاّ اللهُ وَأنّيْ رَسُوْل اللهِ، فَإذَا فَعَلُوْا ذَلكَ عُصِمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وأمْوَالَهُمْ إلاّ بِحَقّ (روَاه البُخَاريّ

 

“Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (Ilâh) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah. Jika mereka melakukan itu maka terpelihara dariku darah-darah mereka dan harta-harta mereka kecuali karena hak”. (HR al-Bukhari).

Dalam hadits ini Rasulullah tidak membagi tauhid kepada tiga bagian, beliau tidak mengatakan bahwa seorang yang mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh” saja tidak cukup untuk dihukumi masuk Islam, tetapi juga harus mengucapkan “Lâ Rabba Illallâh”. Tetapi makna hadits ialah bahwa seseorang dengan hanya bersaksi dengan mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh”, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah maka orang ini telah masuk dalam agama Islam (ber-tauhid).

Hadits ini adalah hadits mutawatir dari Rasulullah, diriwayatkan oleh sejumlah orang dari kalangan sahabat, termasuk di antaranya oleh sepuluh orang sahabat yang telah medapat kabar gembira akan masuk ke surga. Dan hadits ini telah diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

Tujuan kaum Musyabbihah membagi tauhid kepada tiga bagian

Tujuan kaum Musyabbihah membagi tauhid kepada tiga bagian ini adalah tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang Islam ahli tauhid yang melakukan tawassul dengan Nabi Muhammad, atau dengan seorang wali Allah dan orang-orang saleh. Mereka mengklaim bahwa seorang yang melakukan tawassul seperti itu tidak mentauhidkan Allah dari segi tauhid Ulûhiyyah. Demikian pula ketika mereka membagi tauhid kepada tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât, tujuan mereka tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat Mutasyâbihât.

Oleh karenanya, kaum Musyabbihah ini adalah kaum yang sangat kaku dan keras dalam memegang teguh zhahir teks-teks Mutasyâbihât dan sangat “alergi”  terhadap takwil. Bahkan mereka mengatakan: “al-Mu’aw-wil Mu’ath-thil”; artinya seorang yang melakukan takwil sama saja dengan mengingkari sifat-sifat Allah. Na’ûdzu Billâh.

BACA JUGA:  Aqidatul Awam, Kitab Aqidah Ahlussunnah Waljama'ah

Dengan hanya hadits shahih di atas, cukup bagi kita untuk menegaskan bahwa pembagian tauhid kepada tiga bagian di atas adalah bid’ah batil yang dikreasi oleh orang-orang yang mengaku memerangi bid’ah yang sebenarnya mereka sendiri ahli bid’ah. Bagaimana mereka tidak disebut sebagai ahli bid’ah, padahal mereka (wahabi) membuat ajaran tauhid yang sama sekali tidak pernah dikenal oleh orang-orang Islam?!

Di mana logika mereka, ketika mereka mengatakan bahwa tauhid Uluhiyyah saja tidak cukup, tetapi juga harus dengan pengakuan tauhid Rububiyyah?! Bukankah ini berarti menyalahi hadits Rasulullah di atas?! Dalam hadits di atas sangat jelas memberikan pemahaman kepada kita bahwa seorang yang mengakui ”Lâ Ilâha Illallâh” ditambah dengan pengakuan kerasulan Nabi Muhammad maka cukup bagi orang tersebut untuk dihukumi sebagai orang Islam (Ahli Tauhid).

Dan ajaran inilah yang telah dipraktekan oleh Rasulullah ketika beliau masih hidup. Apa bila ada seorang kafir bersaksi dengan ”Lâ Ilâha Illallâh” dan ”Muhammad Rasûlullâh” maka oleh Rasulullah orang tersebut dihukumi sebagai seorang muslim yang beriman (beriman). Kemudian Rasulullah memerintahkan kepadanya untuk melaksanakan shalat sebelum memerintahkan kewajiban-kewajiban lainnya; sebagaimana hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh al-Imâm al-Bayhaqi dalam Kitâb al-I’tiqâd. Sementara kaum Musyabbihah di atas membuat ajaran baru; mengatakan bahwa tauhid Ulûhiyyah saja tidak cukup, ini sangat nyata telah menyalahi apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Mereka tidak paham bahwa ”Ulûhiyyah” itu sama saja dengan ”Rubûbiyyah”, bahwa ”Ilâh” itu sama saja artinya dengan ”Rabb”.

Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir “Man Rabbuka”

Kemudian kita katakan pula kepada mereka; Di dalam banyak hadits diriwayatkan bahwa di antara pertanyaan dua Malaikat; Munkar dan Nakir yang ditugaskan untuk bertanya kepada ahli kubur adalah: ”Man Rabbuka?”. Tidak bertanya dengan ”Man Rabbuka?” lalu diikutkan dengan ”Man Ilahuka?”. Lalu seorang mukmin ketika menjawab pertanyaan dua Malaikat tersebut cukup dengan hanya berkata ”Allâh Rabbi”, tidak harus diikutkan dengan ”Allâh Ilâhi”. Malaikat Munkar dan Nakir tidak membantah jawaban orang mukmin tersebut dengan mengatakan: ”Kamu hanya mentauhidkan tauhid Rububiyyah saja, kamu tidak mentauhidkan tauhid Uluhiyyah!!”.

Inilah pemahaman yang dimaksud dalam hadits Nabi tentang pertanyaan dua Malaikat dan jawaban seorang mukmin dikuburnya kelak. Dengan demikian kata ”Rabb” sama saja dengan kata ”Ilâh”, demikian pula ”tauhid Uluhiyyah” sama saja dengan ”tauhid Rubûbiyyah”.

Dalam kitab Mishbâh al-Anâm, pada pasal ke dua, karya al-Imâm Alawi ibn Ahmad al-Haddad, tertulis sebagai berikut:

”Tauhid Uluhiyyah masuk dalam pengertian tauhid Rububiyyah dengan dalil bahwa Allah telah mengambil janji (al-Mîtsâq) dari seluruh manusia anak cucu Adam dengan firman-Nya ”Alastu Bi Rabbikum?”.  Ayat ini tidak kemudian diikutkan dengan ”Alastu Bi Ilâhikum?”.  Artinya; Allah mencukupkannya dengan tauhid Rububiyyah, karena sesungguhya sudah secara otomatis bahwa seorang yang mengakui ”Rububiyyah” bagi Allah maka berarti ia juga mengakui ”Ulûhiyyah” bagi-Nya. Karena makna ”Rabb” itu sama dengan makna ”Ilâh”. Dan karena itu pula dalam hadits diriwayatkan bahwa dua Malaikat di kubur kelak akan bertanya dengan mengatakan ”Man Rabbuka?”, tidak kemudian ditambahkan dengan ”Man Ilâhuka?”. Dengan demikian sangat jelas bahwa makna tauhid Rububiyyah tercakup dalam makna tauhid Uluhiyyah.

Orang kafir dan orang musyrik sebagai ahli tauhid rububiyyah ?

Di antara yang sangat mengherankan dan sangat aneh adalah perkataan sebagian pendusta besar terhadap seorang ahli tauhid; yang bersaksi ”Lâ Ilâha Illallâh, Muhammad Rasulullah”, dan seorang mukmin muslim ahli kiblat, namun pendusta tersebut berkata kepadanya: ”Kamu tidak mengenal tahuid. Tauhid itu terbagi dua; tauhid Rububiyyah dan tauhid Uluhiyyah. Tauhid Rububiyyah adalah tauhid yang telah diakui oleh oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik. Sementara tauhid Uluhiyyah adalah adalah tauhid murni yang diakui oleh orang-orang Islam. Tauhid Uluhiyyah inilah yang menjadikan dirimu masuk di dalam agama Islam.

“Adapun tauhid Rububiyyah saja tidak cukup”. Ini adalah perkataan orang sesat yang sangat aneh. Bagaimana ia mengatakan bahwa orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sebagai ahli tauhid rububiyyah?! Jika benar mereka sebagai ahli tauhid tentunya mereka akan dikeluarkan dari neraka kelak, tidak akan menetap di sana selamanya. Karena tidak ada seorang pun ahli tauhid yang akan menetap di dalam neraka tersebut sebagaimana telah diriwayatkan dalam banyak hadits shahih.

BACA JUGA:  Mengaku Ahlussunnah Waljamaah, Tapi Anggap Sesat Asy'ariyyah

Mentauhidkan ”Rabb” maka berarti ia telah mentauhidkan ”Ilâh”

Adakah kalian pernah mendengar di dalam hadits atau dalam riwayat perjalanan hidup Rasulullah bahwa apabila datang kepada beliau orang-orang kafir Arab yang hendak masuk Islam lalu Rasulullah merinci dan menjelaskan kepada mereka pembagian tauhid kepada tauhid Uluhiyyah dan tauhid Rububiyyah?! Dari mana mereka mendatangkan dusta dan bohong besar terhadap Allah dan Rasul-Nya ini?! Padalah sesungguhnya seorang yang telah mentauhidkan ”Rabb” maka berarti ia telah mentauhidkan ”Ilâh”. Dan seorang yang telah memusyrikan ”Rabb” maka ia juga berarti telah memusyrikan ”Ilâh”.

Bagi seluruh orang Islam tidak ada yang berhak disembah oleh mereka kecuali ”Rabb” yang juga ”Ilâh” mereka. Maka ketika mereka berkata ”Lâ Ilâha Illallâh”; bahwa hanya Allah Rabb mereka yang berhak disembah. Artinya mereka menafikan Uluhiyyah dari selain Rabb mereka, sebagaimana mereka menafikan Rububiyyah dari selain Ilâh mereka. Mereka menetapkan ke-Esa-an bagi Rabb yang juga Ilâh mereka pada Dzat-Nya, Sifat-sifat-Nya, dan pada segala perbuatan-Nya. Artinya tidak ada keserupaan bagi-Nya secara mutlak dari berbagai segi”.

Tauhid Uluhiyyah & tauhid Rububiyyah Sama di hati Umat Islam

(Masalah): Para ahli bid’ah dari kaum Musyabbihah biasanya berkata…. ”Sesungguhnya para Rasul diutus oleh Allah adalah untuk berdakwah kepada umatnya terhadap tauhid Uluhiyyah. Yaitu agar mereka mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Adapun tauhid Rububiyyah; yaitu keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan seluruh alam ini. Dan bahwa Allah adalah yang mengurus segala peristiwa yang terjadi pada alam ini. Maka tauhid ini tidak disalahi oleh seorang-pun dari seluruh manusia, baik orang-orang musyrik maupun orang-orang kafir. Dengan dalil firman Allah dalam QS. Luqman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

 

“Dan jika engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan seluruh lapisan langit dan bumi? Maka mereka benar-benar akan menjawab: “Allah” (QS. Luqman: 25)

(Jawab): Perkataan mereka ini murni sebagai kebatilan belaka. Bagaimana mereka berkata bahwa seluruh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sama dengan orang-orang mukmin dalam tauhid Rububiyyah?! Adapun pengertian ayat di atas bahwa orang-orang kafir mengakui Allah sebagai Pencipta langit dan bumi adalah pengakuan yang hanya di lidah saja. Bukan artinya bahwa mereka sebagai orang-orang ahli tauhid. Atau yang mengesakan Allah dan mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Terbukti bahwa mereka menyekutukan Allah, mengakui adanya tuhan yang berhak disembah kepada selain Allah. Mana logikanya jika orang-orang musyrik disebut sebagai ahli tauhid?!

Rasulullah tidak pernah berkata kepada seorang kafir yang hendak masuk Islam bahwa di dalam Islam terdapat dua tauhid; tauhid Uluhiyyah dan tauhid Rububiyyah! Rasulullah tidak pernah berkata kepada seorang kafir yang hendak masuk Islam bahwa tidak cukup baginya untuk menjadi seorang muslim hanya bertauhid Rububiyyah saja, tapi juga harus bertauhid Uluhiyyah! Oleh karena itu di dalam al-Qur’an Allah berfirman tentang perkataan Nabi Yusuf saat mengajak dua orang di dalam penjara untuk mentauhidkan Allah:

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

”Adakah rabb-rabb yang bermacam-macam tersebut lebih baik ataukah Allah (yang lebih baik) yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan yang maha menguasai?!” (QS. Yusuf: 39).

Dalam ayat ini Nabi Yusuf menetapkan kepada mereka bahwa hanya Allah sebagai Rabb yang berhak disembah.

Perkataan kaum Musyabbihah dalam membagi tauhid kepada dua bagian, dan bahwa tauhid Uluhiyyah (Ilâh) adalah pengakuan hanya Allah saja yang berhak disembah adalah pembagian batil yang menyesatkan. Karena tauhid Rububiyyah adalah juga pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, sebagaimana yang dimaksud oleh ayat di atas. Dengan demikian Allah adalah Rabb yang berhak disembah, dan juga Allah adalah Ilâh yang berhak disembah. Kata “Rabb” dan kata “Ilâh” adalah kata yang memiliki kandungan makna yang sama sebagaimana telah dinyatakan oleh al-Imâm Abdullah ibn Alawi al-Haddad di atas.

Ibnu Taimiyah Samakan Ahlul Tauhid dengan kaum Musyrik?

Dalam majalah Nur al-Islâm, majalah ilmiah bulanan yang diterbitkan oleh para Masyâyikh al-Azhar asy-Syarif Cairo Mesir, terbitan tahun 1352 H. Terdapat tulisan yang sangat baik dengan judul “Kritik atas pembagian tauhid kepada Uluhiyyah dan Rububiyyah” yang telah ditulis oleh asy-Syaikh al-Azhar al-‘Allamâh Yusuf ad-Dajwi al-Azhari (w 1365 H). Kutipannya sebagai berikut:

[[“Sesungguhnya pembagian tauhid kepada Uluhiyyah dan Rububiyyah adalah pembagian yang tidak pernah dikenal oleh siapapun sebelum Ibn Taimiyah. Artinya, ini adalah bid’ah sesat yang telah ia munculkannya. Di samping perkara bid’ah, pembagian tauhid ini juga sangat tidak masuk akal. Sebagaimana engkau akan lihat dalam tulisan ini.
BACA JUGA:  INILAH YANG DISEBUT KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Dahulu, bila ada seseorang yang hendak masuk Islam, Rasulullah tidak mengatakan kepadanya bahwa tauhid ada dua macam. Rasulullah tidak pernah mengatakan bahwa engkau tidak menjadi muslim hingga bertauhid dengan tauhid Uluhiyyah (selain tauhid Rububiyyah). Bahkan memberikan isyarat tentang pembagian tauhid ini pun tidak, walau dengan hanya satu kata saja. Sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah (tentang pembagian tauhid). Demikian pula hal ini tidak pernah didengar dari pernyataan ulama Salaf; yang padahal kaum Musyabbihah sekarang yang membagi-bagi tauhid kepada Ulûhiyyah dan Rubûbiyyah tersebut mengaku-aku sebagai pengikut ulama Salaf. Sama sekali pembagian tauhid ini tidak memiliki arti.

Ibn Taimiyah membangkang kepada apa yang telah difirmankah Allah

Adapun firman Allah:

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لَيَقُولَنَّ اللهُ (لقمان: 25)

“Dan jika engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan seluruh lapisan langit dan bumi? Maka mereka benar-benar akan menjawab: “Allah”. (QS. Luqman: 25)
Ayat ini menceritakan perkataan orang-orang kafir yang mereka katakan hanya di dalam mulut saja, tidak keluar dari hati mereka. Mereka berkata demikian itu karena terdesak tidak memiliki jawaban apapun untuk membantah dalil-dalil kuat dan argumen-argumen yang sangat nyata (bahwa hanya Allah yang berhak disembah). Bahkan, apa yang mereka katakan tersebut (pengakuan ketuhanan Allah) ”secuil”-pun tidak ada di dalam hati mereka. Dengan bukti bahwa pada saat yang sama mereka berkata dengan ucapan-ucapan yang menunjukan kedustaan mereka sendiri.

Lihat, bukankah mereka menetapkan bahwa penciptaan manfaat dan bahaya bukan dari Allah?! Benar, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dari mulai perkara-perkara sepele hingga peristiwa-peristiwa besar mereka yakini bukan dari Allah. Bagaimana mungkin mereka mentauhidkan-Nya?! Lihat misalkan firman Allah tentang orang-orang kafir yang berkata kepada Nabi Hud:

إِن نَّقُولُ إِلاَّ اعْتَرَاكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوءٍ (هود: 54)

”Kami katakan bahwa tidak lain engkau telah diberi keburukan atau dicelakakan oleh sebagian tuhan kami”. (QS. Hud: 54).

Sementara Ibn Taimiyah berkata bahwa dalam keyakinan orang-orang musyrik tentang sesembahan-sesembahan mereka tersebut tidak memberikan manfaat dan bahaya sedikit-pun. Dari mana Ibn Taimiyah berkata semacam ini?! Bukankah ini berarti ia membangkang kepada apa yang telah difirmankah Allah?! Anda lihat lagi ayat lainnya dari firman Allah tentang perkataan-perkataan orang kafir tersebut:

وَجَعَلُوا للهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَاْلأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا للهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَآئِنَا فَمَاكَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَيَصِلُ إِلَى اللهِ وَمَاكَانَ للهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَآئِهِمْ (الأنعام: 136)

”Lalu mereka berkata sesuai dengan prasangka mereka: ”Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka sajian-sajian yang diperuntukan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah. Dan saji-sajian yang diperuntukan bagi Allah maka sajian-sajian tersebut sampai kepada berhala mereka”. (QS. al-An’am: 136).

Ahlul Tauhid disamakan dengan kaum Musyrik

Lihat, dalam ayat ini orang-orang musyrik tersebut mendahulukan sesembahan-sesembahan mereka atas Allah dalam perkara-perkara sepele.

Kemudian lihat lagi ayat lainnya tentang keyakinan orang-orang musyrik, Allah berkata kepada mereka:

و َمَانَرَى مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاؤُا (الأنعام: 94)

”Dan Kami tidak melihat bersama kalian para pemberi syafa’at bagi kalian (sesembahan/berhala) yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu tuhan di antara kamu”. (QS. al-An’am: 94).
Dalam ayat ini dengan sangat nyata bahwa orang-orang kafir tersebut berkeyakinan bahwa sesembahan-sesembahan mereka memberikan mafa’at kepada mereka. Itulah sebabnya mengapa mereka mengagung-agungkan berhala-berhala tersebut.

Lihat, apa yang dikatakan Abu Sufyan; ”dedengkot” orang-orang musyrik di saat perang Uhud. Ia berteriak: ”U’lu Hubal” (maha agung Hubal), (Hubal adalah salah satu berhala terbesar mereka). Lalu Rasulullah menjawab teriakan Abu Sufyan: ”Allâh A’lâ Wa Ajall” (Allah lebih tinggi derajat-Nya dan lebih Maha Agung).

Anda pahami teks-teks ini semua maka anda akan paham sejauh mana kesesatan mereka yang membagi tauhid kepada dua bagian tersebut!! Dan anda akan paham siapa sesungguhnya Ibn Taimiyah. Orang yang telah menyamakan antara orang-orang Islam ahli tauhid dengan orang-orang musyrik para penyembah berhala tersebut. Yang menurutnya mereka semua sama dalam tauhid Rubûbiyyah!” ].

sumber

Save

wAAACwAAAAAAQABAEACAkQBADs= - Membantah Tauhid Uluhiyyah & Tauhid Rububiyyah
Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.
Tags

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

582 thoughts on “Membantah Tauhid Uluhiyyah & Tauhid Rububiyyah”

  1. Alhamdulillah, ana makin yakin dg kekeliruan pembagian TAUHID JADI TIGA, syukron artikelnya bagus dan ilmiyah. Dalilnya sangat kuat, terimakasih buat Ustadz Abou Fateh dan Ummati.

  2. mmmm ternyata selama mengikuti forum ini, makin kenal ma seluruh pemahamannya.. lucu lihat pembahasanya,semua membahas tentang wahabi.. takut dibilang bid’ah ya???

    ngapain takut klw merasa benar… :putnam:

    1. ente yang bilang takut : “…..semua membahas tentang wahabi.. takut dibilang bid’ah ya???…”
      ente sendiri yang bilang “…ngapain takut klw merasa benar…”

      jadi yang lucu ya komentar ente, hasil dari pemikiran dan pemahaman lucu ente sendiri…
      tapi biasa laah..semua orang juga tau sifat “golongan ini”…. nuduhnya ke orang lain…

      bukannya didiskusikan ………..

  3. Akhirnya benar-benar terbukti kebatilan Tauhid Trinitas Wahabi, dalil yg dipaparkan Ustadz Abu Fatih sangat kuat tak mungkin dibantah oleh para wahabiyyun. Biarin aja mereka pada kebakaran jenggot, mereka itu orang-orang sombong yg selalu menolak fakta dan kebenaran. Dungunya mentok sampai ke ubun-ubun tapi merasa benar, padahal mereka orang-orang perusak (TALAFI). Mereka mengaku penegak tauhid tapi membagi tauhid, apanya yg ditegakkan? Hawa nafsu kale yg ditegakkan?

    Hati-hatilah tercebur dalam kubangan batil Wahabisme/Salafisme Wahabi. Kesesatan mereka sangat samar, karena itu hanya para ahli yg ihlas saja yg tahu kesesatan Wahabi seperti yg sudah dijelaskan oleh artikel di atas. Syukron katsiron, akan ana coppy dan sebarkan di masjid-masjid di daerah saya….

    Ustadz-ustadz Salafy Wahabi tidak bakalan mau terus terang kalau ajarannya batil sebab ini menyangkut dapur ngebul keluarganya. Kasihan ya mereka?

  4. @Sayuti, ini komentar kamu di artikel lainnya :
    “maaf saya seorang yang tidak begitu paham dengan apa yang kalian omongkan..
    saya orang awam yang ingin mempelajari islam yang benar… saya sering membaca karangan syekh ibnu taimiyah.. muhammad bin abdul wahab.. subhanallah seluruh karangannya berdasarkan hadis shohih.. mereka juga menamakan diri ahlus sunnah wal jamaah.. subhanallah mahasuci engkau.. tunjuki kami jalan yang lurus, bukakanlah pintu hati kami untuk memilih jalan yang benar.. semoga umat islam tidak tertipu dengan satu pendapat, jika ingin mengetahui pelajarilah dari ke 2 sisi. semoga islam tidak berpecah belah dengan saling menyalahkan.. yang paling benar adalah orang yang mengikuti alquran dan sunnah nabi yang ditafsirkan para sahabat tabiin dan tabiuttabiin, jika ada perselisihan pilihlah yang menurut anda benar. jangan ikut dengan kalangan/ormas islam tertentu untuk mencari kebenaran. pelajarilah seluruhnya.”
    Terus Komentar kamu di atas :
    mmmm ternyata selama mengikuti forum ini, makin kenal ma seluruh pemahamannya.. lucu lihat pembahasanya,semua membahas tentang wahabi.. takut dibilang bid’ah ya???

    ngapain takut klw merasa benar… :putnam:
    Pertanyaan : Mana yang lucu? Kalau penilaianku, kamu LUCUUU BUANGEEEEET

    1. Bima AsSyafi’i@

      He he he… ceritanya itu @Sayuti bermaksud menyamar sebagai bukan wahabi, tapi akhirnya ketahuan oleh Mas Bima, gitu kan? Ya emang lucu, lho kok Mas Bima bisa mendeteksi penyamarannya pakai alat apa Mas? He he he….

  5. kaum musyirikin (menduakan Allah dalam beribadah dalam firman Allah disebutkan “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): Kami tidak menyembah orang-orang tersebut, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az Zumar: 3).
    mereka menjadikan berhala2 orang2 shalih tersebut sebagai perantara dalam beribadah kepada Allah Azzawajallah (bukan menyembah mereka).
    kalo cuma yang dimaksud tauhid adalah dengan tidak MENYEMBAH ORANG SHALIH YANG WAFAT YANG PENTING NGAK NYEMBAH MEREKA, TETAPI BERTAWASUL PADA MEREKA MAKA AYAT TERSEBUT UNTUK MEREKA YANG BERTAWASUL DENGAN MAYYIT (G DA BEDA MAYYIT AMA BERHALA KAU MUSYIRIKN)..kalo begitu ya mana bisa dibilang tauhid mas.
    tasyabbuh dan penyerupaan yang paling tepat pada kaum NASHRANI/HINDU ADALAH:
    NATAL NABI => MAULID NABI
    DANYANGAN => HAUL
    SELAMATAN => TAHLILAN
    TINGKEPAN => NUJUH BULAN
    BELUM LAGI SYAIR2 DARI BUSHIRI, BARZANJI, SALAWAT2 YANG GHULUW PADA RASULILLAH SALLALLAHUALAIHIWASALLAM DSB…
    @Zulvar
    SILAHKAN DISEBAR KARENA KEBENARAN ITU AKAN SELALU MENANG…
    WALLAHUALAM

    1. tanda tanda orang kena VIRUS WAHABI dah ADA di artikel UMMATI yang lain eeeee…….ini si BAPAKE JUPRI @ melengkapi yaitu KALAU BIKIN coment NGARANG hanya menuruti HAWA NAFSU ………

    2. @ abu jupri
      semua yang ente sebutkan diatas haram, syirik dan bid’ah tapi tidak bid’ah, maulid ibnu abdul wahab di saudi arabia yang diperingati 7hari 7malam, menyebut Rosulullah SAW, dengan sebutan Sayidina bid,ah tapi tidak penyebutan Ibnu Tai-miyah dengan sebutan Syaihul Islam. kesimpulannya ibnu tai miyah dan ibnu abdul wahab lebih mulia dibandingkan dengan Rosulullah SAW. apa gak kebalik itu.

    3. Banyak orang keliru dalam memahami esensi perantara (wasithah). Mereka memvonis dengan gegabah bahwa perantara adalah tindakan musyrik dan menganggap bahwa siapapun yang menggunakan perantara dengan cara apapun telah menyekutukan Allah Subhaanahu wa ta’aala dan sikapnya sama dengan sikap orang-orang musyrik yang mengatakan:

      ??? ???????????? ?????? ??????????????? ????? ??????? ???????

      “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. az-Zumar:3)

      Kesimpulan ini jelas salah dan berargumentasi dengan ayat di atas adalah bukan pada tempatnya.

      Untuk penjelasan tentang QS. Az-Zumar: 3 dapat dilihat di: http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/05/28/seri-kajian-kitab-mafahim-yajibu-an-tushohhah-%e2%80%93-bagian-16/

      dan penjelasan lanjutannya di:
      http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/06/05/seri-kajian-kitab-mafahim-yajibu-an-tushohhah-%e2%80%93-bagian-17/

  6. Nabi saw. sendiri membiarkan bangsa Arab mengadakan perayaan untuk mengenang kemenangan-kemengan bangsa mereka dengan melantunkan bait-bait syair tentang keutamaan suku mereka dan hari-hari kemengannya. Hal ini sebagaimana disinggung dalam hadist yang disebutkan dalam Shahihain dari ‘Aisyah r.a , bahwa pada suatu hari Nabi saw. mengunjunginya. Ketika itu terdapat dua orang budak perempuan bersama Aisyah yang sedang menyanyikan lagu mengenai Hari Bu’ats (Bu’ats adalah nama sebuah daerah dekat Madinah tempat terjadinya peperangan terakhir antara suku Aus dan Khazraj)

    Memperingati hari-hari besar islam seperti peringatan Lailatul Qadr, Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi saw. dan lain sebagainya adalah sesuatu yang baik selama tidak diikuti oleh perbuatan yang dilarang dalam agama. Karena, terdapat dalil dalam Al Qur’an yang menyuruh agar kita mengingatkan orang-orang tentang hari-hari Allah. Allah berfirman,

    “Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” (QS Ibrahim 5)

    Dengan demikian, mengadakan perayaan hari-hari besar islam adalah perbuatan yang dianjurkan, bukan bid’ah ataupun makruh. Justru itu adalah termasuk dalam menganggungkan syiar-syiar agama. Allah berfirman,

    “Dan barang siapa mengangungnkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (Al Hajj 32).

    Wallahu subhanahu wata’ala a’lam

    Referensi
    Fatwa Mufti agung Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad

  7. abu jufri@

    Tulisan antum batil, dalinya ngawur alias salah pasang dalil. Coba antum tulis teks ayat: 3 QS. Az Zumar, biar kelihatan antum mengartikannya seenak udel sendiri.

    Dalam ayat tsb kaum kafir-musyrik mekkah benar2 menyembah berhala, sedangkan kaum muslimin yg bertawassul tidak menyembah apa pun selain Allah Sw. Apakah antum belum bisa membedakan antara orang yg menyembah berhala dg orang yg bertawassul? Bertawassul itu tidak menyembah wasilah, sedangkan orang musyrik dalam ayat tsb menyembah berhala, jadi itulah bedanya.

    Oh ya, jangan lupa gemana tanggapan antum dg artikel di atas yg membuktikan aqidah Tauhid Trinitas Wahabi Salafy yg batil? Coba tanggapi pakai dalil shohih, apakah ada tuntunan Nabi saw yg membagi Tauhid?

  8. Abu jupri@semakin jelas perbedaan pemahaman antara pengikut salaf dan asyariah(nu,sufi.)baik dalam masalah pemahaman ttg bid’ah,sebagian masalah aqidah dan ttg tauhid.untuk itu akh abu jupri,sdh lah akhiri perdebatan dng mereka,akan tetapi tetap berbuat baik tetap menganggap muslim,ucapkan salam,kecuali kpd orang2 murtad yg sudah keluar dari islam.tetaplah istiqomah ,diatas tauhid yg lurus dan aqidah yg benar,sampai Allah mewafatkan kita.

    1. sufrit@

      Perbedaan ASWAJA dengan Wahabisme yg kalian aniut itu memang sudah sejak kemunculannya di Nejd dulu. Semenjak Wahabisme muncul dari wilayah Tanduk Syetan Nejd, perbedaan itu sudah sangat jelas makanya para Ulama’ zaman itu sudah beramai-ramai membantah ajaran Wahabi itu. Jadi antum-antum ini hanyalah penganut belakangan yg sudah ketinggalan zaman maka baru tahu kalau perbedaan itu kata antum semakin jelas. Bukannya semakin jelas, tetapi sudah jelas perbedaan itu semenjak kemunculan wahabisme di Nejd. Semoga semakin jelas bagi antum-antum semuanya….

  9. he.. he.. pamahaman abu jufri jungkir balik…

    “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): Kami tidak menyembah orang-orang tersebut, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az Zumar: 3).

    Ayat itu justru mengatakan satu2 nya alasan mereka MENYEMBAH berhala karena untuk mendekatkan diri pada Allah… “jadi mereka benar-benar MENYEMBAH berhala.”

    Contoh dengan kalimat lainnya :

    Saya(guru) tidak memukul anak(murid) itu melainkan supaya dia rajin belajar.
    Kalimat itu justru mengatakan bahwa satu2nya alasan guru MEMUKUL murid agar murid lebih rajin belajar…. “jadi guru benar-benar MEMUKUL murid”

    Saya tidak menikah denganmu melainkan agar bisa hidup bersama dengan mu.
    Kalimat itu justru mengatakan bahwa satu2nya alasan seseorang MENIKAH dengan kekasihnya agar dapat hidup bersama…. “jadi dia benar-benar MENIKAH dengan kekasihnya”

    Saya tidak mendorongmu melainkan adalah untuk menyelamatkanmu.
    Kalimat itu justru mengatakan bahwa satu2nya alasan seseorang MENDORONG temannya adalah untuk menyelamatkannya…. “jadi dia benar-benar MENDORONG temannya”

    “tidak” memberi sifat negatif pada suatu kalimat
    “melainkan” juga memberi sifat negatif pada suatu kalimat, jadi negatif dengan negatif akan menghasilkan kalimat yang bersifat positif, jadi ayat tersebut dapat diartikan : ” Kami tidak menyembah orang-orang tersebut, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”

    Kata “tidak” dan “melainkan” bisa dihilangkan karena tidak merubah arti menjadi :

    “Kami menyembah orang-orang tersebut, supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya” itu kata orang kafir / musyrik

    Adakah orang bertawasul itu MENYEMBAH orang sholeh ????

    Coba deh ente renungkan sehingga pemahaman ente tidak jungkir balik……

    1. Mantep mas penjelasannya. Tu ayat emang pamungkasnya WAHABI, tapi mereka kagak faham maksudnya apa. Maklum orang kagak belajar ama ulama, ya seenak otaknya aja mahaminya. Ilmu2 ulama yg digunain buat memahami Alquran dan Sunnah kaga dianggep ama mereka, kyk ilmu gramatikal dsb. Ya memang doktrinnya begitu ‘kita kembali pada alquran dan sunnah’ alias ‘fahami alquran dan sunnah seenakmu’. Maaf klo ada yg kesinggung ama tulisan ane.

  10. izinkan ane cerita nyate (mudah2an gak kepanjangan nih). Ane punye temen yang ude meninggal sekitar taon 2008 lalu. Masa lalu almarhum temen ane emang kurang baik, mungkin karena lingkungan dan pergaulan. Terlebih lagi die pernah ngekos karena tempat kerjanye yang jauh dan tinggal di lingkungan yang “kurang baik”. Tapi kehidupan seperti itu langsung die tinggalin dan die pilih keluar dari tempat kosnye untuk kembali tinggal di rumah meskipun jauh dari tempat kerjanye. Nah setelah tinggal di rume dan mengetahui beberape temen2 rumenye ude pade mulai ikut Majelis Ta’lim, die pun ikut juge. Almarhum terlihat semangat banget kalo ude mo hadir di Majelis Ta’lim kayak orang laper dikasih hidangan lezat.

    Singkat cerite, almarhum meminta izin kepade Ustadz untuk menyusun risalah kecil mengenai Ahlussunnah wal jama’ah. Dalam buku itu dijelaskan apa, siapa dan bagaimana tentang Ahlussunnah wal Jama’ah (TAUHID, SYARIAH & TASAWUF). Ane pernah baca sekilas karena bukunye juga tipis banget tapi sangat padat dan ringkas serta mudah dipahami. Disamping entu almarhum adalah sosok anak yang sangat berbakti pade kedua orang tuanye, terlebih lagi setelah kenal Majelis-majelis Ilmu yang sering dihadiri. Dalam kepanitian Maulid Nabi SAW pun die sangat aktif berkontribusi terutame karena die jago dalam segi dekorasi.

    Di taon 2008 (ane lupe bulan apaan) Allah SWT memanggilnya setelah beberapa hari koma akibat kecelakaan. Ketika ane ta’ziyah kebetulan pas jasadnye dimandiin, sungguh sebuah pemandangan indah terjadi. Wajah almarhum terlihat sangat bersih, tampan dan indah dilihat seperti bercahaya. Padahal semase hidupnye wajahnye terlihat biasa-biasa aje. Dan kejadian inipun ternyata diamini oleh beberapa kawan-kawan yang hadir di pemakaman. Ternyata yang lainnye pun bilang almarhum ganteng dan indah dilihat sewaktu meninggalnye. Subhanallaaaah….

    Kesimpulan sederhana dari ane, jika emang Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang kami yaqini ini adalah sebuah kesesatan karena tidak sesuai dengan aqidahnye Wahhabi, bagaimane korelasinye dengan cerite ane di atas…??? kawan ane yang cuman nyusun risalah tipis tentang Ahlussunnah wal Jama’ah, Allah SWT wafatkan dengan sebuah pemandangan yang indah dari tatapan wajahnye yang bercahaye. Nah bagaimane dengan Ulama-ulama Shalafush Sholeh yang sudah mengarang kitab2 yang tebal dan banyak dipelajari oleh ummat Islam sampai saat ini….???

    >>> Lah Ulama Wahhabi, diliat mukenye sekarang aje ude serem apelagi matinye yeh…???

    1. @ Bang Nur
      Kebayang gak sih jika yg wafat itu pengikut wahabi, waktu hidupnnya jidat hitam, kepala plontos, jenggot awut2an, kalo ketemu orang yg bukan groupnya muka di seram2kan se-olah2 ngeliat najis, celana cingkrang, kalo shalat kaki ngangkang lebar banget, kalo sujud tangan nyikut jamaah disebelahnya.

    2. ~Allohumma Inna Nasaaluka min husnilkhootimah wa na`udzu bika min suilkhotimah” … ingin sekali saya seperti temennya bang Nur saat meninggal nanti … Mudah2-an saya dan keluarga khususnya, umumnya kaum muslimin wal muslimat seluruhnya, meninggal dalam husnul khotimah … Allohumma Amin.

  11. @Admin, maaf komentar ana jadi dobel, soalnya kirain yg pertama gagal, terus ana kirim lagi.
    @Mas Baihaqi, kebetulan aza kok Mas saya lihat komentar Sayuti di dua artikel. Soalnya hiburan saya setiap hari hanya membaca Ummati.
    @Ustadz Abah Zahra, sangat jelas contoh2nya. Lagian kalau saya yang awam ini cermati, ayat tersebut jelas2 dengan kata2 “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata)….” Berarti mereka itu musyrik karena mengambil pelindung selain Allah. Kokok tega sih disamakan dengan muslim.

  12. Hmmm…Mantap. Tinggal tunggu argumentasi dari orang-orang SaWah…?

    >>> abang-abang SALAHFI tulung fokus pembahasan sesuai dengan artikel di atas yeh, jadi jg ngalor ngidul ke masalah yg laen semisal Maulid, Tahlil, Dzikir dan Ziarah dan laennye….

    (silahkan dilanjut for Ummatiers)

  13. abah asra :
    @ Bang Nur
    Kebayang gak sih jika yg wafat itu pengikut wahabi, waktu hidupnnya jidat hitam, kepala plontos, jenggot awut2an, kalo ketemu orang yg bukan groupnya muka di seram2kan se-olah2 ngeliat najis, celana cingkrang, kalo shalat kaki ngangkang lebar banget, kalo sujud tangan nyikut jamaah disebelahnya.

    Nah entu die ane pernah ngalamin tuh. Pan di kantor ane pernah ade Ustadz SaWah yg jadi Imam. Abis salam kanan kiri trus balik badan ngadep Jama’ah sambil komat-kamit dzikir sendirian ngelirik kadang melotot kadang merem kadang mendelik ke arah jama’ah. Dalem hati ane, serem amat yak nih Imam pandangannye…Jama’ah yg di depannye juga sama aje komat-kamit dzikir sendirian, ngelirik Imam kadang melotot kadang mendelik kadang merem melek. He…he…he…ane jadi nahan ketawe, jadi lucu aje Imam ame jam’ahnye saling liat-liatan plotot-plototan, kadang merem melek kagak jelas….cuman gara-garanye atu aje tuh, mereka mengharamkan (karena Bid’ah) dzikir berjama’ah setelah sholat.

    kembali ke masalah Aqidah, Tauhidnye SALAHFI (mereka lebih tepat disebut Salahfi dibanding Salafi) ude Bid’ah dholalah karena mirip Nasrani dan tidak pernah dicontohkan Nabi SAW. Yang paling lucu dari argumentasi mereka ketika dibilang hal tsb Bid’ah (karena Nabi SAW tidak pernah melakukan) mereka membantahnye dengan alasan untuk memudahkan pemahaman keilmuan mengenai Tauhid. Padahal pertanyaannye kan ade kagak contoh dari Nabi mengenai keharusan meyakini Tauhid yg 3 entu…? Nah kalo Nabi SAW aje kagak pernah nyontohin jadi namanye Bid’ah bukan tuhh…? ato mo dipelintir lagi pembagian Bid’ahnye versi orang SaWah…????????

  14. @abu jufri, kok komentarnya, mengulang bahasan yang sama seperti komentar di “artikel Pemalsuan Kitab-Kitab Ulama oleh tangan-tangan salafi wahabi”.

    1. Jafar@

      Mas Jafar, maklumlah @abu jufri bisanya baru segitu doang. biarin aja dia, kemauannya yg kuat dalam belajar di blog ini perlu diacungi dua jempol, semoga dapat hidayah, begitu juga Wahabiyyun yg lain. Amin….

  15. @wahabiyyun: kalo belajar itu jangan liat satu pendapat doang. Jangan liat pendapat ibnu taymiyyah and ibnu abdul wahhab doang. Pelajarilah dr 2 sisi. Itu ‘kan yg kalian bilang?
    Coba pelajari yg ini:

  16. mereka menuduh amalan ahlussunnah wal jama’ah melakukan tasyabbuh:
    1. maulid nabi = natalnya kristen
    2. haul = danyangan hindu
    3. tahlilan = ritual hindu

    akan tetapi aqidah mereka justru tasyabbuh dari aqidah trinitasnya kristen.

    1. padahal kata orang Hindu sendiri gada tuh ritual 3 harian, 7 harian, dst…. kasian banget wahabi… hidupnya diisi dengan memfitnah saudara muslimnya sendiri…. tapi lebih kasian saudara muslim awam yang tahlilan dll, disakiti dengan disamakan dengan non muslim/hindu, ini yang seharusnya kita bela dari mulut2 jahat wahabi…

    1. @abu jupri
      syukurlah kalo ente faham. benar kata artikelislami, kita jangan hanya liat pendapat ibnu taimiyah dan ibnu abdul wahab doang, yok kita buka mata dan hati kita untuk mau mempelajari dalil-dalil dan pendapat ulama lainnya.

  17. Coba kalo kalimah tauhid versi wahabi artinya apa ya??
    ” Tidak ada Tuhan melainkan Allah ” apakah akan diartikan benar2 tidak ada tuhan…
    wah jadi kacau donk… golongan yang paling tauhid tidak mengakui adanya tuhan?
    apakah memang itu maksudnya ??… karena wahabi bilang orang kafir sudah bertauhid rububiyah….

  18. Abu jufri@hati2 akh,nick name sufrit ada 2,ana yg pake paling duluan diartikel2 sebelumnya.afwan.

  19. Gak masalah nick name sufrit ada dua namun keduanya berbeda, yang satu sufrit mantan pengikut sesat wahabi tapi udah tobat kembali kepangkuan ASWAJA yang asli, yang satunya lagi – yang katanya sufrit orisinal – masih pengikut wahabi sesat yang ngaku2 salafy alias Aswaja tapi palsu.

  20. mantap banget diskusinya , ijin menyimak. Tetap semangat teman teman ASWAJA asli alias BUKAN WAHABI.

    1. @muda

      Yg pasti yang suka datang ketempat beginian pasti bukan orang aswaja. Trus maksud nt apa kok komen bawa alamat situs seperti itu. Wah jadi makin lucu tuh wahabiyun……

    1. he…he… gada yang lucu…. aswaja mengakui bid’ah hasanah, walaupun tidak ada di zaman Nabi SAAW, tetapi tidak bertentangan dengan agama malah mempermudah memahami agama… Imam Asy’ari akan mendapatkan pahala yang terus mengalir….

      Justru wahabi termasuk ente, yang lucu…. melakukan bid’ah dengan tauhid tiga yang ga diajarin Nabi SAAW… malah bertentangan dengan ajaran Nabi SAAW… termasuk bid’ah dolalah…..
      Golongan yang berkoar2 bid’ah…. malah melakukan bid’ah…. itu baru lu cu…..

    2. Ya, Wahabiyyun emang lucu-lucu, dari dulu gak pinter-pinter soal agama. Ironisnya mereka merasa pinter. Coba kalian para Wahabiyyun sanggah itu kebenran tentang bid’ah dholalahnya Tauhid Trinitas Wahabi di atas. Ayo, ane tunggu nati jam 10 malam ini, oke?

    3. @muda

      Berapa sih jumlah ayat Al Qur’an yg menjelaskan sifat Allah? Ayo jawab mas muda…..

  21. Muda :
    Emang Sifat 20, apa yang ngajari Rosul….???
    Lucu-lucu….

    @Muda harusnye ganti nama jadi bocah aje. maksudnye cara berpikirnye bener-bener bocah….kagak sesuai ame anak muda (orang yg sudah aqil baligh).

    Terus terang inilah yang kite sedihkan dari para komentar2 orang SaWah. Mereka tereak2 memurnikan Tauhid dan menegakkan Sunnah tapi kagak ngarti ame yang diomongin. Akhirnye mereka meremehkan dan bahkan sampe menyesatkan kitab2 para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Salah satu kitab Tauhid/Aqidah yang dipelajari oleh Aswaja adalah Kitab Arab Melayu “Sifat Dua Puluh”. Penyusunnye adalah Al Habib Utsman bin Aqil bin Abdullah bin Yahya entu Muftinye Betawi di jaman Kumpeni. Jangankan yang Muslim, yang kafir (Belanda) aje ngakuin kealiman ilmunye. Bahkan ni kitab juga dipelajarin ame Muslim di Australia. Nah ente (muda) anak masih baru kemaren ude berani menghujat Sifat Dua Puluh…..???? Ente ude bikin apaan buat Ummat Islam….???

  22. Sebuah kejanggalan bila masalah tawasul dan tabaruk yg diperselihkan dan hal khilafiyah menjadi salah satu dasar untuk permasalahan akidah dan tauhid. Yg namanya akidah dan tauhid itu harus berdasarkan dalil-dalil yg pasti dan tidak diperselisihkan secara tajam apalagi hanya berdasarkan pendapat satu golongan yg minoritas. Maka jelas dan nyata bagi kita bahwa pembagian tauhid wahabi ini berdasarkan dalil-dalil yg diperselisihkan pemahamannya dan bukan merupakan pemahaman mayoritas ulama, Oleh karena itu menetapkan ketauhidan dan kemusyrikan atau kekafiran berdasarkan tauhid versi wahabi tidak syah karena berdasarkan dalil-dalil yg mereka pahami sendiri yg berbeda dgn dalil-dalil ulama salaf maupun khalaf dalam menetapkan keimanan dan tauhid.

    1. @dianth:perkara ini jelas bukan masalah khilafiyah krna jelas para Wahabi itu telah mengafirkan siapa yg tidak sesuai dg pemahaman mereka, yg namanya khilafiyah itu tidak smpai mengafirkan umat Islam yg berbeda pemahaman. selain itu pemahaman wahabi sngat bertentangan dg mayoritas Ulama yg berpahamam Asy’ariyah, padahal madzhab Asy’ariyah inilah madzhab ahlussunah wal jam’ah, sbgai bukti atas pengafiran mereka kpda mayoritas Umat Islam bisa dilihat pada buku “Qurrah ‘uyun al-muwahhidin” yg tlah di syarah oleh cucu muhammad bin abdul wahab

      “Sabda Nabi SAW yg berbunyi:”…dilindungi harta dan darahnya, sedangkan perhitungan disisi Allah” ini adlh dalil yg menunjukkan bhwa hrta & darah seorang muslim tdak dilindungi jika dia hnya bersyahadat mengucapkan Laa ilaaha illa Allah” dan menolak ibadah kepda selain Nya… Jadi sesungguhnya syahadat saja tidak cukup u/ mjadikan darah dan harta sesorang dilindungi…””

      Ini adalah bukti nyata bhwa mereka tlah mengafirkan umat Islam yg berbeda pemahamn dg mereka

      1. Maksud saya bahwa dasar akidah 3 tauhid wahabi itu tidak memiliki landasan yang kuat dan dalil-dalil untuk membangun akidah ini adalah berdasrkan penafsiran wahabi semata yang berbeda dengan penafsiran ulama pada umumnya. Misalkan mereka menafsirkan bahwa sesorang yang mengakui beberapa sifat rubbubiyah Allah dianggap bertauhid rubbubiyah dan tidak mesti bertauhid ulluhiyah juga, sehingga tetap dianggap musyrik, padahal ulama lain menafsirkan bahwa sesorang yang bertauhid terhadap Rubbubiyah Allah pastilah juga mengakui Ulluhiya Allah.
        Dalam masalah takwil, mereka juga mengingkari takwil asy ariyah, ini adalah masalah ijtihad, padahal mereka juga melakukan takwil tapi menganggap ayat-ayat yang mengabarkan sifat Allah semua adalah muhkamat dan mesti ditafsirkan secara zhahir.

        1. intinya sama, antara Mas Dianth dg Mas Azfikar sama-sama kontra kepada doktrin wahabi yg kontradiktif.

  23. Tidak ada kita dapati ulama selain Ibnu Taymiah dan pengikutnya yg menganggap kaum muslimin yg bertawasul dgn orang saleh yg telah wafat telah musyrik atau tidak bertauhid, tidak pernah juga ada yg mengatakan yg menakwil sifat-sifat khabariyah Allah adalah tidak bertauhid. Semua ini masalah khilafiyah belaka yg tidak mengeluarkan seorang muslim dari agamanya dan meninggalkan keimanannya. Maka ini adalah bidah dan ghuluw dalam memahami sebuah masalah serta tidak meletakkannya sesuai porsinya.

  24. @bang nur, alhamdulillah, sifat 20 merupakan benteng umat islam dari serbuan filsafat yunani, kristenisasi dan akidah-akidah menyimpang lainnya bahkan menjaga akidah umat islam di indonesia selama ini. Maka lihatlah wahai pengikut wahabi indonesia, ulama aswaja yg mengislamkan nenek moyang anda dan menjaga akidahnya. Semua itu adalah hidayah dan rahmat Allah semata-mata.

  25. Klu dah kepepet, salwah pake kata sakti: pokoknya sesat, bid’ah, ga ada dalil dan kata2 semacamnya. Tambahan: mnrt riwayat, guru2 MIAW ga ada yg benar2 memahami kalimat tauhid

  26. @ABU JUFRI
    LOgikamu ngawur mas….

    ente blg

    1.NATAL NABI => MAULID NABI
    apa ente bermaksud menyerupakan Nabi SAW dengan “YESUS” yg disalib sedangkan seseorang yng salib tersebut adlh wajah Yehuda yg wajahnya diserupakan oleh Allh dgn wajah Nabi Isa???

    2. DANYANGAN => HAUL
    DANYANGAN artinya memberi sesaji kpd Penguasa suatu wilayah dlm dimensi gaib, yg biasa dilakukan sebagian masyarakat jawa zaman dulu (Danyang=lelembut).

    HAUL adalah memperingati untuk mengingat2 jasa seseorang ulama/tokoh yang telah meninggal dan dilakukan tiap tahun…. logika anda mnyerupakan DANYANGAN ==> HAUL adalah tidak nyambung, cb lbh cerdas lagi dalam menganalogikan sesauatu… mendoakan org yang meninggal bgs bkn??

    3. SELAMATAN => TAHLILAN
    SELAMETAN bisa diartikan berdoa bersama untuk memohon keselamatan dari Alloh dengan mengumpulkan berbagai makanan kemudian makanan tersebut disedekahkan….
    TAHLILAN telah umum diketahui semua orang yaitu Acara mendoakan bersama-sama untuk orang yang telah meninggal yang tidak selalu dibatasi rentang waktu seperti 1 ; 7 ; 40 ; 100 ; 1000 hari, sehingga bisa dilakukan kpn saja….

    4.TINGKEPAN => NUJUH BULAN
    Tingkepan merupakan acara syukuran dlm berbagai bentuk sperti baca Al-qur’an, sedekah ke tetangga, dmn Janin dlm kandungan telah mencapai umur 6 bln lebih yg dilihat secara medis, janin tersebut telah memiliki posisi kuat didalam rahim dan janin sudah bisa mengenali suara ibu dan sekitarnya, sehingga dengan adanya acara syukuran diharapkan orangtua menjaga lisannya, agar bicara kalimat2 thoyyibah seperti membaca Alqur’an. dengan demikian memori2 yg tersimpan dalam otak janin adalah ayat2 dan kalimat thoyyibah.

    5. BELUM LAGI SYAIR2 DARI BUSHIRI, BARZANJI, SALAWAT2 YANG GHULUW PADA RASULILLAH SALLALLAHUALAIHIWASALLAM DSB…
    BELUM LAGI SYAIR2 DARI BUSHIRI, BARZANJI, SALAWAT2 YANG GHULUW PADA RASULILLAH SALLALLAHUALAIHIWASALLAM DSB.

    eehhmm…. bisa ente beri contoh ghuluw trsebut pada maulid apa dan bait mana???

  27. contoh video dialog wahabi vs aswaja:
    KLIK

    JUDUL: 1.Dialog Tawasul dr buya yahya vs ustadz thoharoh Lc.
    2.Mudzakarah dr.buya yahya vs prof.dr.salim bajri

    untuk mp3

  28. @abu jupri. Mbok ya yang cerdas dikit dong. Komen nt tuh nunjukin klu nt ngawur n sembrono. Dua hal yg beda jauh substansinya nt anggap sama. Kasihan skl dirimu…..

  29. Assalaamu alaikum Wr Wb, Salam All Aswaja n Wahabi pendatang munggaran, bolehka ikut tolabulilmi disini? Syukron Wassalaam

  30. Hai Wahabi bertobatlah jangan buat ulah lagi, yang namanya tauhid ya satu mengesakan Allah bukan tiga

  31. @dianth : siapa bilang pengikut wahabi tidak menganggap musyrik umat Islam yg bertawasul..??
    coba liat di bukkunya ibnu Baz(tokoh wahabi) yg berjudul “Fatawa fi al-Aqidah”

    “orang yg beristighotsah dan bertawasul dg (kebenaran) Nabi Muhammad SAW dan para wali adlah orang2 musyrik kafir. Seorang muslim(yg sesuai dg pemahaman wahabi)tdk boleh menikah mereka….

    atau ta’liq ibnu baz trhadap kitab fath al-Bari
    “istighotsah itu dimulai dg memanggil-manggi orang mati(misal): Ya Rasulullah, ya badawai, Ya hussein, Ya Kahzim. ini adlha syirik terbesar. Tawasul seharusnya dimulai dg mengucapkan Ya Allah yakni pnggilan itu hanya untuk Allah”

    selain ini masih bnyak lgi komentar pengikut wahabi yg mengafirkan orang yg bertawasul padahal Rasulullah membolehkan bahkan yg mengajarkan Tawasul kpda para sahabatnya…

  32. @all
    maaf ya dah lama tak buka ne forum..

    saya senang kok kalaw kalian bilang saya wahabi karena saya suka dengan ajarannya..
    tapi sayang saya gak layak dikatakan begitu.. karena saya masih awam dan dangkal ilmu, maafkan saya klw saya menyinggung perasaan akhi.. mudah2an tuduhan akhi terhadap saya sebagai wahabi itu benar.. amin 🙁

    1. @ sayuti
      ente bilang baru mempelajari agama… saya ucapkan syukur Alhamdulillah..
      coba deh… kalau menurut ente atau ustadz ente, yang paling mudah aja, misalnya istighfar, sehari itu ente beristighfar itu berapa kali ya… karena saya pernah denger “katanya” kalo istighfar 1000 kali bid’ah ya? masuk neraka ya?

    2. sayuti@

      Wah, celaka bener antum kalau sampai benar2 mati sebagai pengikut Wahabi. Wahabi adalah kaum tanduk syetan yg muncul dari Najd (Arab Saudi) sebagaimana yg pernah dikatakan Rasul Saw. Mereka pembawa fitnah Islam, yang mana fitnah ini tidak akan terdeteksi oleh orang-orang awam (baru belajar agama). Kaum Wahabi/Salafi adalah kaum yg memiliki jargon KEMBALI KEPADA ALQUR’AN n HADITS, seolah-olah kaum muslimin sudah meninggalkan AlQur’an dan Hadits Nabi Saw. Mikirlah yg panjang sebelum memutuskan ingi mati sebagai Wahabi, sebab kalau sudah mati tidak bisa kembali lagi ke dunia untuk berganri aqidah ASWAJA, afwan akhi…..

  33. “berbicara sis sia untuk menumpahkan darah membela golongan masing-masing… buat all nich.. kita hidup di dunia, dan dunia itu luas, bukan sekedar NKRI , dunia bukan milik orang NU, salafi, atau lainya… semua berhak memiliki,,, dan berhak menjadi pemilik bila sudah ijin sama yang punya… ”
    bila kalian hanya saling menghujat.. kalian tidak akan sampai kepada tujuan, justru kalian nic smua tersandung dalam jebakan syaiton… saatnya bersatu bro, bukan berpecah…

    1. PRINCE OBEY@

      Biasalah antum wahabi nyamar, penganut wahabi seperti antum kalau gak berkutik dalam diskusi ngajak persatuan. Coba kalau di atas angin, kalian jadi sombong dan mentang-mentang merasa satu-satunya golomgan penghuni surga.

      Semua orang maunya juga bersatu, tapi bukan hanya ketika dalam keadaan kepepet saja. Ana jadi ingat sejarah Mu’awiyah ketika terdesak oleh Imam Ali bi Abi Thalib. Eh, Mu’awiyah ngajak damai tapi setelah tidak terdesak akhirnya berkhinat dan manikam dari dg tipu muslihatnya. Kira2 seperti itulah kalian wahai wahabiyyun.

  34. @ abah

    yang saya ketahui rasulullah menyuruh kita banyak beristigfar.. ajaran mana pula yang bilang istigfar ampe 1000x itu bid’ah.. maaf akhi saya tidak tau..

    @ariyopati

    semua berpendapat benar.. peganglah aqidah yang diajarkan rasul.. semua umat islam punya sumber yang sama.. punya perselisihan itu hal biasa, sahabat nabi juga pernah berselisih.. jadi kalaw akhi bilang wahabi kaum tanduk syetan berarti kamu menganggap wahabi kafir.. bukankah kita sama tau yang mengkafirkan umat islam berarti dialah yang kafir(saya baca dari ummatiummati)? yakinkah anda bahwa ajaran anda yang paling benar dari perpecahan ini?? 73 golongang umat islam semua merasa benar.. jadi hati2

    @prince

    persatuan islam yang terbaik… cayoo

    1. @ sayuti
      oh… berarti ente wahabi yang mana ya? bukankah wahabi harus ittiba pada Rasul SAAW secara leterleg, tanpa memperhatikan hukum fikih? ada lho wahabi yang membid’ahkan orang yang istighfar 1000 kali. Ternyata memang bener ya… sekarang wahabi sendiri sudah terpecah jadi beberapa bagian…….

  35. Buat yang bangga dengan ajaran2 dan mengaku sebagai SALAFI WAHABI (SAWAH), maka tolong perhatikan beberapa pernyataan ane berikut ini.

    1 – Jargon kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sangat tidak tepat dan salah kaprah ditujukan kepada kami (Ahlussunnah wal Jama’ah). Seolah-olah kami melakukan ibadah dalam beragama tidak berdasar kedua hukum tersebut apalagi meninggalkannya.
    2 – Sejujurnya mereka yang mengakui SALAFI adalah pengikut ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab yg terkenal dengan golongan WAHABI. Namun karena ada sejarah hitam dengan pergerakan Wahabi di Arab Saudi, maka mereka menutup diri untuk mengakui sebagai golongan Wahabi karena takut dakwahnya banyak ditentang.
    3 – Isu-isu Bid’ah dan Syirik adalah “lagu lama” yang wajib dihembuskan oleh kaum SAWAH untuk memenangkan Dakwah mereka. Meskipun mereka tau hal tsb makin hari makin tidak mempan tapi tetap cuma itu “senjata” yang mereka punya. Mau bukti, gak usah jauh2 semua ada di blog ini.
    4 – Lucunya, dikalangan pengikut Wahabi ada banyak pertentangan. Jika antum sering browsing ke blog2 dan web Salafi akan menemukan sendiri kontradiksi antar pengikut Wahabi. Seperti misalnya ada seorang Ustadz alumni LIPIA (terkenal sbg pusat pendidikan Wahabi) yang menerima Tasawuf, Do’a bersama setelah sholat, mengirim fatihah untuk mayyit dan bermadzhab. Bahkan beliau menentang Nashiruddin Al-albani yang tidak bermadzhab. Padahal contoh2 tsb di atas adalah “senjata” Wahabi untuk menjatuhkan Ahlussunnah wal Jama’ah.
    5 – Ketika mereka Wahabi merasa paling benar, maka saksikan sendiri sikap yang ditunjukkan kepada yang lain (Aswaja). Adalah sebuah kesombongan yang dibungkus dalam bentuk Da’wah Salafi.

    Jadi, untuk para saudaraku yang masih “junior” belajar sama Ustadz Salafi, belum terlambat jika antum kembali kepada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Karena disanalah antum akan menemukan Hakikat Islam yang rahmatan lil ‘alamiin sesuai dengan akhlaq Rasulullah SAW.

  36. Semalem nonton berita Top 9 News di Metro Tv, eh pas bgt temanya….

    Metrotvnews.com, Karanganyar: Nasionalisme makin tergerus. Rasa semangat kebangsaan itu hampir dilupakan. Penipisan nasionalisme bahkan sengaja dilakukan dan dilegalkan sekolah.

    Kejadian unik terjadi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dua sekolah berbasis agama dengan tegas melarang siswa mereka untuk memberi hormat kepada bendera Merah Putih. Bahkan, kedua sekolah itu juga tidak pernah menggelar upacara bendera, tidak membaca Pancasila, serta tak menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Kedua sekolah itu adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Irsyad Tawangmangu dan SD Al-Albani Matesih, Karanganyar. Kedua sekolah enggan melibatkan diri dalam penanaman nilai kebangsaan.

    Kepala SMP Al-Irsyad Sutardi mengatakan sengaja tak melakukan upacara hormat bendera untuk menjaga akidah Islam. “Tidak memberi hormat bendera merupakan bagian keyakinan kami sebagai orang muslim untuk melaksanakan akidah kami. Karena kalau kami hormat bendera, kami bertentangan dengan keyakinan kami, yaitu melakukan kesyirikan kepada Allah SWT,” ungkap Sutardi.

    Hal senada diungkap Kepala SD Al-Albani Heru Ichwanuddin. Bedanya, Heru tak pernah melarang siswanya memberi hormat kepada bendera. Meski demian, Pemrintah Daerah Karanganyar sudah melayangkan teguran. Namun, belum ada perubahan berarti. Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar berencana menggelar dialog dengan kedua sekolah tersebut.(****)

    Pegimane tuh mas-mas SaWah, hormat bendera Syirik ape bukan…..??? tulung tanyain Ustadz-ustadz antum dalilnye ade di kitab ape…???

    1. Bang Nur
      Daerah karang anyar dan surakarta, kalo gak salah daerah pengaruhnya abu bakar baasyir dan pengikut2nya. mereka memang mengharamkan menghormat bendera sebab menurut mereka sama saja menyembah bendera, sama halnya ziarah kubur dianggap menyembah kuburan jadi dianggap syirik. itulah pemahaman konyol wahabi yang ada dibuku Kamus Bid’ah dan Esiklopedia Bid’ah. tetangga saya ada buku tsb yg dibeli waktu pengajian akbar pengikut wahabi di Islamic Centre

  37. Bang Nur@

    Bang Nur, koplak beneran neh cara mikirnye Wahabiyyun ya? Hormat bendera disamakan nyembah bendera, dangkal deh logikanya. Hormat bendera dinilai musyrik, kalau bukan Wahabiyyun tak akan ada yg mikirnya koplak seperti itu, maaf….

  38. @bang nur

    Peristiwa macam gitu adalah bibit pengkhianat bangsa dan SUDAH WAJIB untuk ditumpas karena sudah melecehkan ideologi bangsa.

  39. Wahabi tidak bisa lagi membedakan pengagungan, penghormatan dan bentuk-bentuk simbolis maupun zhahir kecintaan manusia dgn penyembahan. Rusaklah dunia ini, rusaklah agama, bila mereka memahami semuanya secara sempit dan dangkal.

  40. @bang nur, ane jd ngebayangin kalo ada wahabi yang jadi tentara bisa berabe dong…. lha kalo pas upacara sang komandan perintahkan pasukannya hormat senjata , bisa-bisa ditembak tuh sama anak buah yang wahabi…. alasannya jelas : masa ane disuruh nyembah senjata ????

  41. @ sufrit
    ga juga… gada anak buah yang nembak komandannya… kan pake bedil adalah perbuatan bid’ah…..

  42. Nah fakta-fakta seperti inilah yang harusnye kite paparkan di media seperti enni. Insya Allah ini akan jadi pembuka mata hati mereka untuk memahami ‘Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Mari kite rapetin terus barisan Aswaja untuk “memerangi” serangan-serangan dari musuh2 Islam baik dari luar maupun dari dalam.

    1. @ Jabir
      sering ane lihat merapatkan syaf shalat para celana cingkrang, kaki ngangkang lebar banget kayak kuda2 orang yg mau pencak silat lantas ditempelkan ke kaki jamaah disampingnya, tangan sedekap diatas dada pas dibawah janggutnya yg awut2an, kalo sujud tangannya menyikut jamaah disampingnya, kalo tahyat jari telunjuk di-gerak2an katanya menandakan Tuhan itu hidup, sujudnya badanya dipanjangkan melebihi sajadah.

  43. Jabir :
    Bang Nur, antum pernah lihat wahabi kalau merapatkan barisan sambil ngangkang?

    Bukan cuma ngangkang, tapi sambil nginjek kaki disebelahnye bang he..he..hee…

    Udah ahh, kesian mereka kan sodare kite juga. Nyok pelan-pelan kite dakwah yang santun dan cerdas untuk menyikapi segale perbedaan ini….semoga Ummati bener-bener jadi milik ummat dalam mencerdaskan dan meluruskan ‘Aqidah Ummat, Aaamiiieennn….

  44. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (Al-Baqarah: 83)

  45. @ yudi oe ===> ente aja definisi bid’ah kagak tau, masih BLO’OOOON, internet di bilang bid’ah, mobil, telepon, pesawat di bilang bid’ah.. Jangan2 Al-Qur’an yang dicetak ya bid’ah ya..
    Yang ente pahami dalam Al-Qu’an dan As-Sunah itu apa? Jangan2 baca Al-Qur’an terjemahan berarti bid’ah..

  46. eh wahabi main internet aja ntar dibilang bid”ah loe internet ga ada di al-Qur’an dan hadits tuh

  47. assalamualikum..wr.wb,,,,sya disini hanya ingin berbagi kisah.sya dapatkan barusan setelah mengikuti peringatan isra miraj di masjid kampung sya.dari ustad yg memberi ceramah stelah panjang lebar memberikan tausiah tentang tauhid dsb,kemudian beliau bercerita tentang kejadian nyata benar2 terjadi di daerah tempat beliau tinggal (ust.tsbt dr slh st kt di jabar yg di undang u/ ceramah di msjd tmp sy tnggal) .yaitu tentang sejumlah kelompok golongan yaitu org2 yang biasa disebut wahabi yang menharamkan maulid,tahlil,dsb.pada suatu waktu ada salahseorang dari golongan mereka( wahabi ) meninggal dunia.disaat yg sama pula ada salah seorang dari warga setempat(bkn wahabi) meninggal dunia.singkat cerita di buat/pesan lah 2 lubang kubur kepada petugas pemakaman setempat 1 untuk org yg meninggal dunia dari golongan wahabi. 1 lagi untuk warga yg bkn dr wahabi.singkat cerita dari golongan wahabi lebih dulu menguburkan jenazah nya telah selesa di slah satu lubang kubur yng telah di gali.,celakanya ternyata lubang kubur yang mereka pakai ternyata itu adalah lubang kubur untuk wrga(bkn wahabi) karena lubang kubur nya bersebelahan.misalnya lubang yg kanan telah di pesan lbh dlu untk warga(bkn wahabi).setelah para pengusung jenazah (bkn dri wahabi) tiba di pemakaman alangkah trkejut nya mereka karena lubang kubur yg telah di pesan oleh keluarga alm. telah di pakai/ditempati oleh jenazah(dri wahabi).ahirnya di panggilah salah seorang dri keluarga alm(dri wahabi) stelah bertemu dgn keluarga alm (bkn wahabi) sempat terjadi adu argumen setelah di tengahi oleh kades stempat ahir nya spakat lubang kubur yg di tempati jenazah (dri wahabi) di gali kembali.apa yang terjadi kemudian adalah kejadian yg memilukan. jenazah yg dikuburkan(dri wahabi) mungkin belum sampai 3jam di kubrkan,jenazah tersebut hangus seperti terbakar!!!????. mungkinkah itu pertanda………….wa’llahu alam. wassalamualaikum.wr wb.( maafkan bila ada kata atau penulisan nya kurg di mengerti.maklum wong deso he…he..)

    1. Antum kebanyakan baca majalah misteri atau hidayah ya? Ustadz antum ditanya dulu sanadnya. Jangan jangan dia hanya mendapat berita dari pendusta dan kemudian menyampaikannya kembali ke semua orang. Cukuplah seseorang dikatakan pendusta bila ia menyampaikan semua yang didengarnya.
      Coba antum pikir. Kalau misalnya mayat seorang yang berdosa itu ditaruh saja di atas tanah atau di dalam kotak kaca di kamar ber-AC apakah lantas Allah tidak mampu memberikan siksa kubur kepadanya? Atau mayat di bakar dan abunya disebar ke seluruh negeri apakah Allah akan gagal menyiksa kubur si mayat itu? Siksa kubur itu bukan secara zhahir!

      Sebenarnya timbulnya permasalahan di atas hanya karena adanya orang-orang yang tersentil tata cara ibadahnya sehingga semua dicari-cari apa yang bisa disalahkan dari Wahhabi. Membagi tauhid menjadi 3 disamakan dengan trinitas. Ya jelas-jelas beda dong!
      Trinitas itu adalah pembagian ‘tuhan’ menjadi tiga oknum / pribadi yang nyata menurut pandangan kaum nasrani.

      Sedangkan pembagian tauhid menjadi rububiyah, uluhiyah dan asma wa sifat adalah pembagian dari sisi hakikat. Contoh, – bisa jadi seseorang beribadah hanya kepada Allah tetapi masih memiliki keyakinan orang mati dikubur bisa mendatangkan manfaat. Jelas tauhidnya rusak. Bisa jadi seseorang meyakini Rabb hanya Allah tetapi dalam beribadah masih mengikuti nenek moyangnya misalnya dengan melakukan ritual mandi kembang. Ini juga tidak sempurna tauhidnya. Sedangkan asma wa sifat adalah meyakini Allah sebagaimana apa yang Allah tetapkan bagi diri-Nya yang dijelaskan dalam firman-Nya maupun hadits shahih. Kalau Allah katakan punya tangan seperti di dalam surat Shad 75 lantas apa gunanya kita cari-cari takwilnya. Yang penting yakini saja Allah punya tangan tetapi tidak sama dengan tangan makhluk karena demikianlah firman Allah dalam As-Syuro 11.

      Allahu a’lam.

  48. @bang nur: kalo wahhabi abis sholat terus dzikir sambil merem melek dan melotot ga jelas, dan ga mau salaman, pantes aja rasa permusuhan dan kebencian mereka begitu besar.
    Makanya Nabi ajarkan kpd kita agar berjabat tangan, supaya menghilangkan kebencian, permusuhan, dan mempererat persaudaraan.
    Tp wahhabi emang didisain utk memecah ummat Islam. Jadi salaman yg dianjurkan nabi dibilang bid’ah.

    Mereka juga didisain utk menghapus amalan2 yg membawa kemenangan bg ummat, seperti tawassul dg Nabi, peringatan maulid Nabi, dsb.

    Mereka juga didisain utk mencaci Nabi dan Muslimin, menyebut Nabi sbg al-abtar, orangtuanya mati musyrik, menyebut beliau musyrik karena bertawassul dg nabi2 sblm beliau, dan menyebut mayoritas Muslimin sbg kafir, musyrik, ahlul bid’ah, musuh Allah, dan gelar buruk lainnya.

  49. pembagian tauhid menjdai tiga merupakan penelitian dari Ulama, seperti dalam kaidah Nahwu Bahasa Arab bahwa dalam Jumlah/kalimat teridiri dari Isim, dan Fi’il serta Huruf. jadi tidak betentangan sama sekali namun untuk memudahkan pemahaman.
    seperti rumus kimia dari Air adalah H2O maka zat air terdiri H2 dan O adalah dalam satu kesatuan dan tidak berdiri sendiri.

    1. donpay@,

      Siapa nama Ulama yg meneliti tentang pembagian Tauhid menjadi tiga? Terus dalilnya mana menurut ulama tsb yg mendasari pembagian Tauhid tiga?

      Kalau antum sudah membaca artikel di atas, Poin mana dari artikel di atas yg menurut antum salah?

      1. Antum tanya ke Penulis , kira-kira mana yang salah?
        emang penulis artikel itu Ulama, apalagi berani ngomentarin Ibnu Taimiyah?seandainya penulis berhadapan dengan Ibnu Taimiyah mungkin sudah nangis2 minta tobat deh…
        koq dia ngomentarin par Ulama, atau dia cuma nyuplik2 aja?
        seandainya dia ulama pasti dia sudah terkenal?

        1. donpay@

          Bagaimanapun Syaikh Ibnu Taymiyah adalah Ulama yg terlalu banyak kontroversialnya, sebagaimana Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebaiknya Ulama itu tidak terlalu kontroversial seandainya ulama tsb punya kredibilitas yang memadai. Kenapa antum tidak memilih saja ulama yg mu’tabar yg tidak memiliki kontroversial atau hanya sedikit kontroversial, kan banyak ulama mu’tabar, ya kan?

          Nah, antum itu aneh tapi nyata, masa antum tidak tahu bahwa Abu Fateh bukan seorang Ulama? Beliau itu masih ada orangnya, terus kalau bukan nyuplik2 seharusnya bagaimana? Antum maunya suruh Abu Fateh ngarang sendiri tentang Ulama dan track recordnya? Ada-ada saja antum ya?

  50. Wahai para Muslimin, kembalilah kepada Jalan Salaf kita.

    Melihat Artikel ini, telah jelas seperti yang dikatakan para Imam sebagai berikut:

    Al Imam Abu Hatim ar Rozi berkata,” tanda ahli bidah adalah mencela ahli atsar. Dan tanda Jahmiyah adalah menggelari Ahli Sunnah dengan Musyabbihah” (Syarh Ushul I’tiqod Ahli Sunnah Wal Jama’ah, Al Laalikai.

    Ishaq bin Rohawaih Rahimahullah berkata,: Tanda JAHM dan pengikutnya adalah menuduh Ali Sunnah dengan kebohongan dengan gelar Musyabbihah padahal merekalah sebenarnya Mu’aththilah (meniadakan/mengingkari sidat bagi Allah).
    Lihat Syarh Ushul I’tiqod Ahli Sunnah Wal Jama’ah, Al Laalikai dan Syarh Aqidah Thohawiyah, karya Ibnu Abi Izzi al Hanafi.

    1. donpay@,

      Nukilan perkataan Imam Abu Hatim ar Rozi dan Ishaq bin Rohawaih tersebut justru cocoknya ditujukan kepada kaum Wahabi atau kaumnya antum. Karena Wahabi itu bukan Ahlussunnah Waljamaah, sebaliknya Wahabi adalah musuh bebuyutan kaum Ahlussunnah Waljamaah semenjak wahabi muncul di Najd/Nejd. Sampai sekarang pun Wahabi masih belum pada tobat sehingga masih jadi musuh nomor wahid bagi Ummat Islam sedunia. Inilah faktanya, donpay…?

      1. Mas,
        dakwah Wahhabi itu, mengajak Manusia khususnya kaum muslimin ke Aqidah Shahihah…kenapa antum begitu dengki ya AKhi?
        jika antum mengetahui hakikat dakwah Wahhabi maka antum akan menemukan bahwa Wahhabi itu adalah dakwah islam yang murni itu sendiri, sebagaimana Nabi kita berkata bahwa Golongan yang selamat dari 73 golongan adalah Al Jamaah dimana ” Ma ana alaihi al yauma w ashhabi” yakni “aku dan para Sahabatku yang berada di atasnya”.

        tidak seperti Bid’ah-bidah yang dilakukan saat ini oleh masyarakat yang tidak ada dalilnya.
        kalo pun ada dalilnya maka yang dipakai adalah hadist dhoif/lemah, hadist palsu, hadis tidak ada asal usulnya, dlll.

        1. donpay2

          Teori antum boleh mengatakan apasaja tentang Wahabi, tetapi faktanya bagaomana Mas? Track record-nya bagaimana? Apakah fakta dan tracrecordnya sama dengan teori Wahabi yg mengklaim Islam Murni? Maaf kalau ana berkata demikian, ini bukan pendapat pribadi ana. Tetapi para Ulama menyebut Wahabi adalah fitnah Islam. Ditambah hadits Nabi saw yg mengatakan bahwa kan muncul fitnah kaum tanduk Syetan dari Nejd. Siapa mereka, tidak lain adalah Wahabi!!!

          Dan fakta menunjukkan Wahabi memang tukang fitnah Islam dan Ummatnya di setiap track record-nya dalam perjalan sejarah sampai hari ini.

          Berteori boleh, tapi lihat dong faktanya. Oke, oke, oke?

          1. 2jUMAN,
            Yang antum sebut Ulama itu sapa aja Mas?sebutkan nama-namanya?
            yang ada Ulama yang memfitnah Wahabi itu, tidak amanah. ato mungkin belum sampai derajat Ulama. ATO MASIH TARAF USTAD ATAU DI BAWAHNYA KALI YAAA…..
            ulama yang kami maksud disini adalah Ulama yang amanah dan mengerti ilmu hadist, dapat membedakan mana hadist dhoif/lemah, maudhu/palsu, lasla lahu (tidak ada asal usulnya).
            kalo ulama tersebut tidak bisa membedakan derajat hadist yaa bukan Ulama namanya.

  51. Wahai Abou Fateh dan Kaum Muslimin yang dirahmati Allah,

    perhatikanlah !!!!

    “”Dalam kitab “al-Mukhtashorul Mufid fi bayani Dalail Aqsami Tauhid, Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al Abbad -Rahimahullah- menukil ucapan-ucapan ulama Salaf yang menetapkan klasifikasi tauhid menjadi tiga ini seperti :
    – al Imam Abu Hanifah (w. 150 H),
    – Ibnu Mandah (182 H),
    – Ibnu Jarir (310 H),
    – ath Thohawi (w. 321 H),
    – Ibnu Hibban (354 H),
    – Ibnu Baththoh (387 H),
    – Al Qurthubi (671 H).
    Lantas, akankah setelah itu kita percaya dengan ucapan Abu Fateh di atas yang mengatakan bahwa klasifikasi ini baru dimunculkan Ibnu Taimiyah pada ABAD ke 8 Hijriah seperti ucapan penulis di atas?!pikirkanlah wahai orang-orang yang berakal. (Lihat majalah Al Furqon edisi ke 12 tahun ke 10).

    1. donpay@

      Mengenai kitab “al-Mukhtashorul Mufid fi bayani Dalail Aqsami Tauhid, Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al Abbad seorang pendakwah Wahabi, sekarang ini sudah menjadi polemik. Maklumlah seperti biasa, ini karena kredibilitas rendah para penulis/ulama Wahabi sendiri.

      Tapi oke, yang jelas diketahui di tengah-tengah Ummat islam sedunia bahwa sesungguhnya tidak ada pembagaian Tauhid rububiyah dan uluhiyah. Tauhid uluhiyah ialah tauhid rububiyah dan tidak bisa dipisah.

      Kalimat “laailaha illalllah” itu sudah mencakup rububiyah dan uluhiyah. Kalau saja uluhiayah tak mencukupi, maka syahadat akan menjadi sempurna jika ditambah: “laa ilaha WA RABBA illallah”
      tapi nyatanya kalimat Tauhid ini tetap seperti semula sesuai ajaran Nabi saw.

      Juga ditambah hadits tentang pertanyaan malaikat munkar nakir di kubur : “Man rabbuka?”
      Kalaulah tauhid rububiyah tak mencukupi, pastilah akan ditanya: “Man rabbuka WA ILAHUKA”, tapi nyatanya tidak kan? Jadi pembagian Tauhid itu benar-benar ilmu kebatilan yang diada-adakan, yaitu bid’ah dholalah.

      SATU LAGI KEBATILAN WAHABI YAITU WAHABY SUKA MENGGELARI ORANG YANG DI NASH KAFIR SECARA MUTLAK OLEH ALLAH DAN RASUL-NYA DENGAN GELAR “UMAT BERTAUHID RUBUBIYAH”, welleh welleh….

      1. Mas,
        kaum musyrikin jahiliyah itu sudah mengenal Allah dan 6 tuhan lainnya (latta, uzza, dll).
        buktinya di Al Quran, ketika mereka ditanya, siapa yang ,menciptakan langit dan bumi, maka mereka akan menjawab Allah. tapi kenapa mereka tidak menyembah Allah semata??
        karena mereka adalah orang Arab yang tahu pasti bahasa Arab, jika mereka mengucapkan Laa Ilaha Illallah maka konsekuensinya mereka wajib menyembah Allah saja dan meninggalkan 6 tuhan berhala yang lain.

        SEKARANG ANA NANYA SAMA ANTUM :
        1. APA MAKNA LAA ILAHA ILLALAH?
        2. APA RUKUN LAA ILAHA ILLALLAH?
        3. APA SYARAT LAA ILAHA ILLALLAH?

        1. kalau ana ngga bisa jawab mohon pencerahannya dari syeikh donpay disretai dalil ya 3 pertanyaan nt …..salam syeikh

    1. @Juman ……..
      mas Juman kita harus menghormati ULAMA lho ……………silahkan jawab SYEIKH DONPAY ……..salam SYEIKH ….

      1. MAKNA SYAHADATAIN, RUKUN, SYARAT, KONSEKUENSI, DAN YANG MEMBATALKANNYA
        Oleh
        Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan

        PERTAMA: MAKNA SYAHADATAIN
        [A]. Makna Syahadat “Laa ilaaha illallah”
        Yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala, menta’ati hal terse-but dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.

        Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, “Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah”. Khabar “Laa ” harus ditaqdirkan “bi haqqi” (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan “maujud ” (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu kebatilan yang nyata.

        Kalimat “Laa ilaaha illallah” telah ditafsiri dengan beberapa penafsiran yang batil, antara lain:

        [1]. “Laa ilaaha illallah” artinya:
        “Tidak ada sesembahan kecuali Allah”, Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.

        [2]. “Laa ilaaha illallah” artinya:
        “Tidak ada pencipta selain Allah” . Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti ini hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup.

        [3]. “Laa ilaaha illallah” artinya:
        “Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah”. Ini juga sebagian dari makna kalimat ” “. Tapi bukan itu yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup

        Semua tafsiran di atas adalah batil atau kurang. Kami peringatkan di sini karena tafsir-tafsir itu ada dalam kitab-kitab yang banyak beredar. Sedangkan tafsir yang benar menurut salaf dan para muhaqqiq (ulama peneliti), tidak ada sesembahan yang hak selain Allah) seperti tersebut di atas.

        [B]. Makna Syahadat “Anna Muhammadan Rasulullah”
        Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa beliau adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya: menta’ati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah
        Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan.

        KEDUA: RUKUN SYAHADATAIN
        [A]. Rukun “Laa ilaaha illallah”
        Laa ilaaha illallah mempunyai dua rukun:
        An-Nafyu atau peniadaan: “Laa ilaha” membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.

        Al-Itsbat (penetapan): “illallah” menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.

        Makna dua rukun ini banyak disebut dalam ayat Al-Qur’an, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

        “Artinya : Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beri-man kepada Allah, makasesungguhnya ia telah berpegang kepa-da buhul tali yang amat kuat …” [Al-Baqarah: 256]

        Firman Allah, “siapa yang ingkar kepada thaghut” itu adalah makna dari “Laa ilaha” rukun yang pertama. Sedangkan firman Allah, “dan beriman kepada Allah” adalah makna dari rukun kedua, “illallah”. Begitu pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Ibrahim alaihis salam :

        “Artinya : Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku …”. [Az-Zukhruf: 26-27]

        Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala , “Sesungguhnya aku berlepas diri” ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, “Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku”, adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua.

        [B]. Rukun Syahadat “Muhammad Rasulullah”
        Syahadat ini juga mempunyai dua rukun, yaitu kalimat “‘abduhu wa rasuluh ” hamba dan utusanNya). Dua rukun ini menafikan ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (meremehkan) pada hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah hamba dan rasulNya. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna dalam dua sifat yang mulia ini, di sini artinya hamba yang menyembah. Maksudnya, beliau adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama dengan bahan ciptaan manusia lainnya. Juga berlaku atasnya apa yang berlaku atas orang lain.

        Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

        “Artinya : Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, …’.” [Al-Kahfi : 110]

        Beliau hanya memberikan hak ubudiyah kepada Allah dengan sebenar-benarnya, dan karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala memujinya:

        “Artinya : Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hambaNya.” [Az-Zumar: 36]

        “Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur’an) …”[Al-Kahfi: 1]

        “Artinya : Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram …” [Al-Isra’: 1]

        Sedangkan rasul artinya, orang yang diutus kepada seluruh manusia dengan misi dakwah kepada Allah sebagai basyir (pemberi kabar gembira) dan nadzir (pemberi peringatan).

        Persaksian untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan dua sifat ini meniadakan ifrath dan tafrith pada hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena banyak orang yang mengaku umatnya lalu melebihkan haknya atau mengkultuskannya hingga mengangkatnya di atas martabat sebagai hamba hingga kepada martabat ibadah (penyembahan) untuknya selain dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka ber-istighatsah (minta pertolongan) kepada beliau, dari selain Allah.

        Juga meminta kepada beliau apa yang tidak sanggup melakukannya selain Allah, seperti memenuhi hajat dan menghilangkan kesulitan. Tetapi di pihak lain sebagian orang mengingkari kerasulannya atau mengurangi haknya, sehingga ia bergantung kepada pendapat-pendapat yang menyalahi ajarannya, serta memaksakan diri dalam mena’wilkan hadits-hadits dan hukum-hukumnya.

        KETIGA: SYARAT-SYARAT SYAHADATAIN
        [A]. Syarat-syarat “Laa ilaha illallah”
        Bersaksi dengan laa ilaaha illallah harus dengan tujuh syarat. Tanpa syarat-syarat itu syahadat tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya. Secara global tujuh syarat itu adalah:

        1. ‘Ilmu, yang menafikan jahl (kebodohan).
        2. Yaqin (yakin), yang menafikan syak (keraguan).
        3. Qabul (menerima), yang menafikan radd (penolakan).
        4. Inqiyad (patuh), yang menafikan tark (meninggalkan).
        5. Ikhlash, yang menafikan syirik.
        6. Shidq (jujur), yang menafikan kadzib (dusta).
        7. Mahabbah (kecintaan), yang menafikan baghdha’ (kebencian).

        Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

        Syarat Pertama: ‘Ilmu (Mengetahui).
        Artinya memahami makna dan maksudnya. Mengetahui apa yang ditiadakan dan apa yang ditetapkan, yang menafikan ketidaktahuannya dengan hal tersebut.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        “Artinya :… Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya). [Az-Zukhruf : 86]

        Maksudnya orang yang bersaksi dengan laa ilaaha illallah, dan memahami dengan hatinya apa yang diikrarkan oleh lisannya. Seandainya ia mengucapkannya, tetapi tidak mengerti apa maknanya, maka persaksian itu tidak sah dan tidak berguna.

        Syarat Kedua: Yaqin (yakin).
        Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan sya-hadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        “Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu …” [Al-Hujurat : 15]

        Kalau ia ragu maka ia menjadi munafik. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        “Artinya : Siapa yang engkau temui di balik tembok (kebon) ini, yang menyaksikan bahwa tiada ilah selain Allah dengan hati yang meyakininya, maka berilah kabar gembira dengan (balasan) Surga.” [HR. Al-Bukhari]

        Maka siapa yang hatinya tidak meyakininya, ia tidak berhak masuk Surga.

        Syarat Ketiga: Qabul (menerima).
        Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat; menyem-bah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selainNya.

        Siapa yang mengucapkan, tetapi tidak menerima dan menta’ati, maka ia termasuk orang-orang yang difirmankan Allah:

        “Artinya : Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: ‘Laa ilaaha illallah’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” [Ash-Shafat: 35-36]

        Ini seperti halnya penyembah kuburan dewasa ini. Mereka mengikrarkan laa ilaaha illallah, tetapi tidak mau meninggalkan penyembahan terhadap kuburan. Dengan demikian berarti mereka belum me-nerima makna laa ilaaha illallah.

        Syarat Keempat: Inqiyaad (Tunduk dan Patuh dengan kandungan Makna Syahadat).
        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        “Artinya : Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh.” [Luqman : 22

        Al-‘Urwatul-wutsqa adalah laa ilaaha illallah. Dan makna yuslim wajhahu adalah yanqadu (patuh, pasrah).

        Syarat Kelima: Shidq (jujur).
        Yaitu mengucapkan kalimat ini dan hatinya juga membenarkan-nya. Manakala lisannya mengucapkan, tetapi hatinya mendustakan, maka ia adalah munafik dan pendusta.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        “Artinya : Di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepa-da Allah dan Hari kemudian’, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” [Al-Baqarah: 8-10]

        Syarat Keenam: Ikhlas.
        Yaitu membersihkan amal dari segala debu-debu syirik, dengan jalan tidak mengucapkannya karena mengingkari isi dunia, riya’ atau sum’ah. Dalam hadits ‘Itban, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        “Artinya : Sesungguhnya Allah mengharamkan atas Neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illalah karena menginginkan ridha Allah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

        Syarat Ketujuh: Mahabbah (Kecintaan).
        Maksudnya mencintai kalimat ini serta isinya, juga mencintai
        orang-orang yang mengamalkan konsekuensinya.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        “Artinya : Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” [Al-Baqarah: 165]

        Maka ahli tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan ahli syirik mencintai Allah dan mencintai yang lainnya. Hal ini sangat bertentangan dengan isi kandungan laa ilaaha illallah.

        [B]. Syarat Syahadat “Anna Muhammadan Rasulullah”
        1. Mengakui kerasulannya dan meyakininya di dalam hati.
        2. Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan.
        3. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah dibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dicegahnya.
        4. Membenarkan segala apa yang dikabarkan dari hal-hal yang gha-ib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang.
        5. Mencintainya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, harta, anak, orangtua serta seluruh umat manusia.
        6. Mendahulukan sabdanya atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamalkan sunnahnya.

        KEEMPAT: KONSKUENSI SYAHADATAIN
        [A]. Konsekuensi “Laa ilaha illallah”
        Yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala ma-cam yang dipertuhankan sebagai keharusan dari peniadaan laa ilaaha illallah . Dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikit pun, sebagai keharusan dari penetapan illallah.

        Banyak orang yang mengikrarkan tetapi melanggar konsekuensinya. Sehingga mereka menetapkan ketuhanan yang sudah dinafikan, baik berupa para makhluk, kuburan, pepohonan, bebatuan serta para thaghut lainnya.
        Mereka berkeyakinan bahwa tauhid adalah bid’ah. Mereka menolak para da’i yang mengajak kepada tauhid dan mencela orang yang beribadah hanya kepada Allah semata.

        [B]. Konsekuensi Syahadat “Muhammad Rasulullah”
        Yaitu mentaatinya, membenarkannya, meninggalkan apa yang dilarangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunnahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bid’ah dan muhdatsat (baru), serta mendahulukan sabdanya di atas segala pendapat orang.

        KELIMA: YANG MEMBATALKAN SYAHADATAIN
        Yaitu hal-hal yang membatalkan Islam, karena dua kalimat syahadat itulah yang membuat seseorang masuk dalam Islam. Mengucap-kan keduanya adalah pengakuan terhadap kandungannya dan konsisten mengamalkan konsekuensinya berupa segala macam syi’ar-syi’ar Islam. Jika ia menyalahi ketentuan ini, berarti ia telah membatalkan perjanjian yang telah diikrarkannya ketika mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut.

        Yang membatalkan Islam itu banyak sekali. Para fuqaha’ dalam kitab-kitab fiqih telah menulis bab khusus yang diberi judul “Bab Riddah (kemurtadan)”. Dan yang terpenting adalah sepuluh hal, yaitu: Syirik dalam beribadah kepada Allah.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        “Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya.” [An-Nisa’: 48]

        “Artinya : … Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” [Al-Ma’idah: 72]

        Termasuk di dalamnya yaitu menyembelih karena selain Allah, misalnya untuk kuburan yang dikeramatkan atau untuk jin dan lain-lain.

        Orang yang menjadikan antara dia dan Allah perantara-perantara. Ia berdo’a kepada mereka, meminta syafa’at kepada mereka dan bertawakkal kepada mereka. Orang seperti ini kafir secara ijma’. Orang yang tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik dan orang yang masih ragu terhadap kekufuran mereka atau mem-benarkan madzhab mereka, dia itu kafir.

        Orang yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau hukum yang lain lebih baik dari hukum beliau. Seperti orang-orang yang mengutamakan hukum para thaghut di atas hukum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mengutamakan hukum atau perundang-undangan manusia di atas hukum Islam, maka dia kafir.

        Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekali pun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir. Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir.

        Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

        “Artinya : Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman.” [At-Taubah: 65-66]

        Sihir, di antaranya sharf dan ‘athf (barangkali yang dimaksud adalah amalan yang bisa membuat suami benci kepada istrinya atau membuat wanita cinta kepadanya/pelet). Barangsiapa melakukan atau meridhainya, maka ia kafir. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

        “Artinya : … sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada se-orangpun sebelum mengatakan: ‘Sesungguhnya kami hanya co-baan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’.”[Al-Baqarah: 102]

        Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

        “Artinya : Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” [Al-Ma’idah: 51]

        Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seperti halnya Nabi Hidhir boleh keluar dari syariat Nabi Musa alaihis salam, maka ia kafir. Sebagaimana yang diyakini oleh ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan/ melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai suatu derajat atau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

        Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

        “Artinya : Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” [As-Sajadah: 22]

        Syaikh Muhammad At-Tamimy berkata: “Tidak ada bedanya dalam hal yang membatalkan syahadat ini antara orang yang bercanda, yang serius (bersungguh-sungguh) maupun yang takut, kecuali orang yang dipaksa. Dan semuanya adalah bahaya yang paling besar serta yang paling sering terjadi. Maka setiap muslim wajib berhati-hati dan mengkhawatirkan dirinya serta mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah dan siksaNya yang pedih.”

        [Disalin dari kitab At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali, Edisi Indonesia Kitab Tauhid 1, Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan, Penerjemah Agus Hasan Bashori Lc, Penerbit Darul Haq]

        1. you said:
          [2]. “Laa ilaaha illallah” artinya:
          “Tidak ada pencipta selain Allah” . Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti ini hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup.

          [3]. “Laa ilaaha illallah” artinya:
          “Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah”. Ini juga sebagian dari makna kalimat ” “. Tapi bukan itu yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup

          I said:
          Jadi, sebagian makna dari ‘laa ilaaha illallaah’ adalah ‘laa robba illallaah’

          so, ilaah juga berarti robb, robb juga berarti ilah.

          lihat ayat ini:
          ???? ????????????? ?????????? ??????????? ???????????? ??? ???????? ??????? ???? ?????? ????? ????? ?????? ???? ?????? ????? ???????? ????? ?????? ????? ?????? ???????? ?????????? ????? ?????? ????????? ??????? ?????? ?????????

          Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada ilah (yang lain) beserta-Nya, kalau ada ilah beserta-Nya, masing-masing ilah itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari ilah-ilah itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu. [QS. Al-Mu`minun: 90-91]

          Di sini disifatkan bahwa ilah itu dapat mencipta. Jika benar bahwa ada ilah-ilah selain Allah, maka ada rabb-rabb selain Allah (arbaabam min duunillaah). Jadi, dg mengangkat yg selain Allah sebagai ilah, sebenarnya mereka juga telah mengangkat yg selain Allah itu sbg rabb. Di sini Allah menegaskan bahwa kesyirikan mereka bukan hanya soal uluhiyyah, tetapi juga rububiyyah.

          ????? ???? ?? ??? ?????? ? ???:????? ???? ?? ??? ? ?? ???? ? ?? ?????:( ??? ???? ?????? ????? ) ????? ? ???: ?? ???? ????? ?? ????????: ???? ??????? ??? ???: ?????? ????! ??? ???? ?? ???

          Qotadah berkata tentang ayat tersebut, “Tidaklah ditanya seseorang dari musyrikin: ‘Siapa Robbmu?’ kecuali menjawab: ‘Robbku Allah!’ sedangkan dia menyekutukan dalam hal yang demikian.”

          “Musyrikin” di sini maksudnya adalah orang yang menyekutukan Allah, bukan mereka yang tidak mengakui Allah sebagai rabb. “Dalam hal yang demikian” maksudnya adalah dalam hal rububiyyah.

          kalo mau lebih paham lagi, buka blog artikelislami terus masukkan kata pencarian: ‘rububiyyah’

        2. coba perhatikan ayat ini:
          “dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan Adam dari tulang rusuk mereka dan mengambil kesaksian atas diri mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Rabbmu?” mereka menjawab: “Benar, kami bersaksi (bahwa engkau adalah Rabb kami)”. (Kami melakukan hal itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami tidak tahu-menahu tentang hal ini”. Atau agar kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya nenek moyang kami sejak dahulu telah berbuat syirik, sedangkan kami ini hanyalah keturunan mereka (yang meniru perbuatan mereka). Apakah Engkau akan menyiksa kami (atas) kesalahan (mereka) orang-orang yang sesat?” (Al-A’raaf: 172-173).

          agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami tidak tahu-menahu tentang hal ini”

          tentang hal apa? liat pertanyaan sebelumnya, maka akan kita pahami bahwa yg mungkin mereka bantah adalah soal keesaan Allah sebagai rabb. Jadi, ‘tentang hal ini’ maksudnya adalah tentang tauhid rububiyyah.

          Atau agar kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya nenek moyang kami sejak dahulu telah berbuat syirik”

          Syirik dalam hal apa? Kalo diliat dari pertanyaan sebelumnya, maka syirik di sini dalam hal rububiyyah.

          Orang kafir yg tidak mau menyembah Allah, mereka tidak mengakui rububiyyah Allah. Orang musyrik yg menyembah Allah dan juga yg selain Allah, mereka tak mau mengakui keesaan Allah dalam hal rububiyyah juga. Itulah sebabnya mereka tak akan bisa menjawab ketika ditanya dalam qubur: “Man Robbuka?”

          1. @Taymiyah,
            jadi menurut kelompok ente, pertanyaan ana berikut gimana :
            1. APA MAKNA LAA ILAHA ILLALAH?
            2. APA RUKUN LAA ILAHA ILLALLAH?
            3. APA SYARAT LAA ILAHA ILLALLAH?

            tolong dijawab dong yang bener??? akh Baihaqi belum jawab tuch.

        3. For Donpay@

          panjang amat ya koment-nya? Dasar Wahabiyyun tak punya otak waras, he he he… Otaknya dah berganti dg tanduk syetan kali ya?

          Koment Nte akan lebih bijak kalau antum ringkas dg mengambil intinya, itu baru koment yang sopan. Nte masuk di blog ini sebagai tamu, jadi jangan kirim koment lebih panjang dari artikel di paostingan Ummati. Nte otaknya masih ada atau sudah berganti tanduk kok gak punya sopan santun?

          Kumat lagi COPAS-COPAS-nya, dasar otak udang sehingga gak mampu meringkas dan asal main Copas aja.

          Terus gemana saya mau kasih koment kepada Nte? Baca koment Nte aja saya malas, saya yakin nte juga gak paham dg artikel COPAS Nte sendiri, ya kan?

          Lihat tuh penjelasan Mas Taymiyah kalau Nte gak mudeng dg COPASAN Nte sendiri.

        4. Syeikh Donpay apa yang nt Copas adalah murni dari pemahaman pribadi
          Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan bukan pemahaman dari Salafus shalih jadi menurut ana dalil yang dikemukakan hanya untuk PEMBENARAN pendapatnya saja belum tentu makna Dalil tersebut sesuai dgn apa yang dimaksud Alloh ta’ala jadi ana berlepas diri dari pendapat Syeikh Donpay beserta Copasannya ….dan ana lebih memilih pendapat para IMAM mahzab wallohu ‘alam .

          1. @Mamo,
            pendapat Imam Mazhab dan pendapat PRIBADI antum gimana ya dengan pertanyaan ana berikut :
            1. APA MAKNA LAA ILAHA ILLALAH?
            2. APA RUKUN LAA ILAHA ILLALLAH?
            3. APA SYARAT LAA ILAHA ILLALLAH?

            Beserta dalil yaa.
            syukron Kang.
            syukron.

          2. waaaaah syaikh Donpay masih penasaran juga ya kalau nt tanyakan itu intinyakan nt mau ngebahas masalah Tauhid ya …….jawabnya panjang bro kalau ana Copasin sih bisa namun lebih bijak nt klik aja ya http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/05/05/tauhid-jadi-tiga/ disitu dalil n hadist komplit bro ana hanya taqlid aja biar selamat nggak punya ilmu untuk menggali langsung dari Al Quran n hadist bro namun taqlid kepada ulama yang mu’tabar bukan ulama2 an atau yang sok sok an ngaku ulama namun nggak berilmu yang mumpuni ……salam

    2. @Juman,

      andalan antum mengenai Wahhabi adalah hadist ttg fitnah Nejed, tempat keluarnya tanduk syetan. Ulama antum cuman nyocok-nyuocokin aja Nejed itu di Hijaz yaa.
      Berikut bantahan TELAK nya :
      1. Hadist itu saling menafsirkan
      Bagi orang yang mau meneliti jalur-jalur hadist ini dan membandingkan lafaz2 nya, niscaya tidak samar lagiy bagi dia penafsiran yang benar TENTANG MAKNA NEJED dalam hadist ini.
      Dalam lafazh yang dikeluarkan oleh Imam ath Thobroni dalam al-mu’jam al kabir :12/384 no:13422 dari jalur Ismail bin Mas’ud dengan sanad Hasan : menceritakan kepada kami Ubaidulloh bin Abdillah bin Aun dari Ayahnya dari Nafi’ dari Ibnu Umar dengan Lafazh arti :
      “Ya Allah berkahilah kami dalam Syam kami, ya Allah berkahi kami dalam Yaman kami.” Beliau mengulangi beberapa kali, pada ketiga atau keempat kalinya, para Sahabat berkata. “wahai Rasulullah! DALAM IRAK KAMI?”Beliau menjawab: “Sesungguhnya di sana terdapat kegoncangan dan fitnah dan di sana pula muncul tanduk setan”.
      Syaikh Hakim Muhammad Asyrof menulis buku khusus mengenai Hadist ini berjudul Akmal al Bayan fi Syarhi Hadist Najd Qornu Syaithon. Dalam kaitan ini beliau mengumpulkan riwayat – riwayat hadist ini dan menyebutkan pada Ulama ahli hadist, ahli bahasa dan ahli geografi, yang pada akhirnya beliau membuat kesimpulan bahwa maksud Nejed dalam hadist ini adalah IRAK.
      Berikut dinukilkan sebagian ucapannya,”maksud dari hadist-hadist di muka bahwa negeri-negeri yang terletak di TImur kota Madinah Munawaroh adalah sumber fitnah dan kerusakan, markas kekufuran dan penyelewengan, pusat kebid’ahan dan kesesatan. Lihatlah dipeta Arab dengan cermat, niscaya akan jelas lagiy bagi anda bahwa Negara yang terletak di timur Madinah adalah Irak saja, tepatnya kota Kufah, Bashrah, dan Baghdad.”
      Dalam tempat lainnya beliau mengatakan, “ Ucapan para pensyarah haduit, ahli bahasa dan pakar geografi dapat dikatakan satu kata bahwa Nejed bukanlah nama suatu kota tertentu namun setiap tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya maka ia disebut Nejed.”

      2. Sejarah dan Fakta
      Sejarah dan fakta di lapangan membuktikan kebenaran hadis Nabi di atas bahwa Irak adalah sumber fitnah baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, seperti keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, Perang Jamal, Perang Shiffin, fitnah karbala, tragedy Tartar. Demikian pula munculnya kelompok-kelompok sesat seperti Khawarij yangmuncul di kota Haruro’ (dekat Kufah), Rofidhoh, Mu’tazilah, JAHMIYAH, dan Qodariyah, awal munculnya mereka adalah di Irak sebagaimana dalam hadis pertama Shohih Muslim.

      3. Antara kota dan penghuninya
      Anggaplah seandainya “Nejed” yang dimaksud oleh hadist di atas adalah Nejed Hijaz, tetap saja tidak mendukung keinginan mereka, sebab hadist tersebut hanya mengabarkan terjadinya fitnah di suatu tempat, tidak memvonis perorangan seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Terjadinya fitnah di suatu tempat tidak mengharuskan tercelanya setiap orang yang bertempat tingggal di tempat tersebut.
      (Lihat Majalah Al Furqon, edisi 12 tahun ke 10)

      1. syaikh donpay@

        Oke Syaikh Donpay, begini saja deh, silahkan antum berteori tentang Wahabi yg baik-baik. Tapi mari kita lihat fakta berikut:

        1. Kalau antum cari wilayah Nejd di peta, kira-kira di mana letak Nejd, jawab ya?

        2. Syaikh Muhammad bin abdsul Wahab itu dari mana, dari Nejd atau dari Iraq, jawablah yaa Syaikh Donpay

        3. Sejak munculnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab bersama ajarannya, adakah ajaran yg melebihin Wahabisme dalam menebarkan fitnah di tengah Ummat Islam?

        4. Sekarang ini yg paling besar fitnahnya kepada Islam dan Kaum Muslimin di seluruh dunia, Wahabi atau Salafy Wahabi.

        Yang penting itu faktanya bagaimana tentang Wahabisme itu yaa Syaikh Donpay, jadi bukan teori semata-mata. Faktanya adalah Wahabi dan Wahabismenya adalah nyata-nyata menjadi fitnah di tengah-tengah kaum muslimin yang mayoritas yg ada di dunia ini. Paham antum yaa Syaikh Donpay?

        1. To Juman,

          antum cari sendiri di PETA biar wawasan antum nambah. cek di Google Maps.
          justru antum yang harus membuktikan FAKTA apa yang anda maksud Wahhabi menebarkan finah???
          Fitnah Wahhabi yang antum maksud apa sih???
          kalo Wahhabi mengajak kepada Sunnah Nabi yang shahih, aqidah shahihah yaitu Al Quran , Sunnah dan mengikuti jalan Sahabat, apakah itu antum sebut Fitnah??Allahu musta’an.
          Akal antum kagak beres yaa??
          Justru ORANG-ORANG, GOLONGAN ATAU KELOMPOK YANG MENGHALANGI MANUSIA KE JALAN SAHABAT DENGAN AQIDAH SAHIHAH ITU YANG DISEBUT FITNAH.

          1. Dari Nejd itu muncul tanduk setan. Suatu kekuasaan yg membawa kejahatan dan kezhaliman. Suatu kekuasaan yg menyebabkan perusakan terhadap ajaran Islam. Dan wahhabiyyah, sejak munculnya bukan membawa ummat kpd sunnah, tetapi kepada penghancuran ajaran Islam. Mereka mengelabui ummat. Mereka berkata bahwa mereka membawa air, padahal mereka membawa api. Itulah fitnah yg mereka bawa. Segala ajaran yg rusak, pembunuhan terhadap kaum Muslimin, menjauhkan ummat dari ibadah2 yg membawa kemenangan ummat, menjauhkan ummat dari sarana yang memupuk kecintaan kpd Rasul. Itulah fitnah yg mereka bawa.

          2. @Taymiyah,
            jangan mencampur adukan antara yang Haq dan Batil.
            udah jelas Wahhabi ber amar ma’aruf nahi munkar untuk menjadikan Islam kembali murni dan jaya Kang. ente mau nggak islam jaya???
            ente ini seperti antek2x penjajah inggris di jaman Syaikh aja menuduh Wahhabi macam -macam???

          3. Kasihan Wahabiyyun, tidak mampu melihat fakta yg sudah sangat jelas. Yang namanya Nej itu yan di Arab Saudi. Ini lihat fakta di peta sejarahnya, semoga sadar setelah lihat bukti ini:

             

          4. All Wahabiyyun@

            Peta di atas silahkan klik kanan, Open Link in New Tab. Nanti akan terlihat lebih jelas. Di situ Nejd terbukti ada Arab Saudi, masih mau terus mengelak antum-antum para Wahabiyyun?

            Lagian Nama Al-Najdi jelas-jelas ada di belakang nama Syaikk Muhammad bin Abdul Wahab sanga pembawa ajaran Wahabisme. Yaitu: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Attamimi Al-Najdi, maksudnya dar Nejd. Oke, paham ya kalian, he he he….

          5. Kang Juman di tempat,

            ente baca lagiy tentang bantahan Wahhabi tentang Nejed. sudah paham belum??
            ente nggak lihat itu sudah kesimpulan dari para Ahli bahasa, ahli geografi, para ulama. kalo ente ahli apa yaa??

            ente kalo sakit pergi ke dokter atau ke tukang sapu??
            kalo aqidah ente rusak mau pergi ke Ulama atau ke tukang becak sihh??

          6. Syaikh donpay@

            Yang sudah fakta jelas ada petanya aja masi diingkari, itulah Wahabi semakin terbukti fitnahnya. Yang jelas hadits Nabi tentang tanduk syetan dari Nejd sudah terbukti. Dan Nejd itu letaknya di Arab Saudi, dan terbukti pula sekarang ini dari Arab Saudi menyeber ke selurugh dunia Fitnah Wahabisme. di zaman sekarang ini tidak ada fitnah yg lebih besar dibanding fitnah-fitnah Wahabi kepada Islam dan Muslimin di seluruh dunia, itulah faktanya. Penjelasan dari Akhi @Taymiyah itu sangat jelas bagaimana Wahabi itu adalah pembawa dan penyebar fitnah di tengah kaum muslimin.

          7. Mas Juman Tambahan, Pake Hadist Mu’jam Ath-Thobrani Al-Kabir
            13422 – ????? ????? ?? ??? ??????? ??? ??????? ?? ????? ??? ???? ???? ?? ??? ???? ?? ??? ?? ???? ?? ???? ?? ??? ??? Y ?? ????? ??? ???? ???? ? ??? ??? : ( ????? ???? ??? ?? ????? ????? ???? ?? ????? ) ?????? ????? ???? ??? ?? ??????? ?? ??????? ????? ?????? ???? ??? ?????? ??? : [ ?? ] ??? ??????? ?????? ???? ???? ??? ??????? ) nggak ada tuh disebutin irak, ente ngarang Syaikh donpay@

          8. Yang bilang fitnah itu kelompok antum Kang yang dengki sama Syaikh….
            Alhamdulillah dakwah ini berkembang, walaupun Ahli Bid’ah sedunia kebakaran jenggot….

            WAHAI KAUM MUSLIMIN,
            KEMBALI LAH KEPADA PEMAHAMAN YANG BENAR DAN SHAHIH YAKNI PEMAHAMAN SALAFUSH SHALEH, PEMAHAMAN PARA SAHABAT RIDHWANULLAHI JAMIAN…

            INGAT SABDA NABI, SEANDAINYA KALIAN BERINFAK SEBESAR GUNUNG UHUD MAKA TIDAK AKAN MENYAMAI INFAKNYA SAHABAT WALAUPUN SATU MUD…

            INGAT SABDA NABI, BERPEGANGLAH KEPADA SUNNAHKU DAN SUNNAH KHULAFA AR RASYIDIN, GIGITLAH DENGAN GIGI-GIGI GERAHAM KALIAN, DAN BERHATI-HATILAH DENGAN PEKARA YANG BARU, KARENA KARENA SESUNGGUHNYA PERKARA YANG BARU ITU ADALAH BID’AH, DAN SETIAP BID’AH ITU SESAT, DAN KESESATAN TEMPATNYA DI NERAKA …

            INGAT PERKATAAN SAHABAT, SETAP BID’AH ITU SESAT WALAUPUN MANUSIA MENGANGGAPNYA BAIK ….

            BID’AH-BID’AH MERUSAK HATI, AKAL, DAN KANTONG, DLL…KEMBALILAH KEPADA SUNNAH NABI….

            SEANDAINYA BID’AH BIDAH DHOLALAH ITU BAIK MAKA PARA SAHABAT TELAH MENDAHULUINYA MELAKUKANNYA …

          9. Syaikh donpay , wah lucu banget ndagelnya, tapi ngomong2 Nte paham gak dg kata-kata Nte sendiri? Kalau gak paham jadinya seperti beo dong, bisa ngomong tapi tak paham omongan sendiri.

      2. Perlu diingat bahwa Muhamamd bin Abdul Wahhab an-Najd bertemu dg Hempher itu di Iraq, tepatnya di Bashrah.

          1. @syaik donpay lagi linglung and bingung,,,,,minum obat pengurang stress ya, ente kelihatan lagi stressss,,,,he.he.he….

  52. Mau minta tolong, tunjukkan satu doa saja yang diajarkan Alloh SWT (dalam alquran) maupun rasululloh SAW (dalam hadist), doa tersebut ada tawasulnya. Karena setahu saya doa-doa yang ada dalam alquran dan sunnah semuanya berisi permohonan langsung kepada Alloh SWT tanpa perantaraan mayit (tawasul).
    contoh : robbana atina fiddunya hasanah, artinya : Ya Alloh…(tanpa perantara), Robbana hablanaa artinya Ya Alloh…(tanpa perantara). Sholat 5 waktu maupun sholat sunnah, kita besujud langsung kepada Alloh SWT tanpa perantara mayit wali dll (tawasul).

    Harap tunjukkan contoh doanya, agar kita tidak debat kusir.

  53. kalo ada, ente mo terima? Kalo ga mo terima, berarti debat kusir dong?
    Gmn, janji ga bhw ente mo terima?

  54. Kita terhadap dalil yang shohih, firman Alloh SWT dan sabda rasululloh SAW harus sami’na wa ato’na. Ada dalil harus diterima, tanpa dalil harus ditolak karena bukan bagian dari agama.

    1. @sunan,
      tuh sudah dijelasin sama @taymiyyah … gmn? harus sami`na wa atho`na dong …. 😉 wah klo msh ngeyel berarti g konsisten dengan ucapannya sendiri.

  55. @sunan
    cakep tuh
    ane demen
    nih ente baca sendiri penjelasan ibnu Taymiyyah dalam al-Fatawa
    kalo ente ga paham, bilang aje, insya Allah ane jelasin
    tapi kalo ente paham, alhamdu lillah

    ?????????? ?????? ???????? ???????????? ???? ??? ?????????? ????? ??? ?????????? ??????? ??????? ?????????????? ??????????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ??????? ???? ??????? : ?????????? ????? ????????? ????????????? ?????? ?????????? ????????? ??????? ??????????? ??? ????????? ??? ??????? ??????? ????? ??????????? ??? ???? ?????? ??? ???????? ????????????? ?????????? ??????????? ???

    dan juga:
    ???????? ???????????? ???????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ??????? ??? ????????? ??????? ??????? ???????? ????????????? : ????? ????????????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? : ??? ??????? ??????? : ????? ??????? ??? ??????? ??????? ??????? ??? ??????? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????????? ??????? ???????????? ????? ???? : ?????????? ????????? ????????????? ?????? ?????????? ????????? ??? ????????? ????? ??????????? ??? ??? ????? ??????? . ?????????? ??????? ???????? ????? ??????? : ?????? ??????? ??? ??????? ???????? ?????? ??????? ??????? ???????? .

    dalam al-Mustadrak Imam Hakim
    ????? ??? ???? ???? ?? ???? ?? ????? ????? ????? ??? ????? ???? ?? ????? ?? ??????? ??????? ????? ??? ?????? ??? ???? ?? ???? ?????? ????? ??????? ?? ????? ???? ??? ?????? ?? ??? ?? ???? ?? ???? ?? ??? ?? ??? ?? ?????? ??? ???? ????? ??? ??? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ?????? ????????? ????? ???????????? ????? ??? ????? ????????? ??????? ????????? ????? ??????? ??? ??????? ???? ?? ??? ???????? ??????? ?????????? ??? ????? ??? ?? ?? ???????? ?????? ?????????? ??????? ????????? ????? ???? ?????? ??????? ??????? ????????? ????? ????????? ????????? ?????????? ??? ????? ????? ??????? ????????? ??????? ??????? ????????? ?????? ???? ?????? ???? ?????? ????? ??????? ????????? ?????? . ???? ???? ??????? ??? ????? ??? ???? ????? ???????. ??????? ???????? ????? ???? ?? ????????? ????????? ??? ????????? ??? ???? ???? ???????

    dalam Musnad Ahmad dan Sunan at-Tarmidzi:
    ?????????? ????????? ???? ????????? ?????????? ????????? ???? ?????? ?????????? ???????? ???? ????? ???????? ???? ????????? ???? ?????????? ???? ??????? ???? ????????? ???? ???????? ????? ??????? ??????? ????????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ????? ??????? ???? ???????????? ????? ???? ?????? ???????? ?????? ?????? ???????? ?????? ?????? ???? ????? ????????? ????? ?????????? ???? ??????????? ?????????? ????????? ?????????? ??????? ?????????? ?????????? ?????? ?????????? ????????????? ???????? ??????????? ????????? ??????? ??????????? ?????? ??????????? ???? ????? ?????? ??? ???????? ?????? ????????? ???? ?????????? ??????????? ????? ????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ???????

    kemudian Imam ath-Thabrani juga meriwayatkan:
    ?? ??? ?? ???? ??? ???? ??? ??? ???? ???? ????? ??? ??? ?? ??? ?? ??? ???? ??? ???? ????? -???? ??????- ????: ??? ??? ???? ???? ???? ????? ?? ????? ????: ???? ???? ??? ????? ??? ??? ?????? ???? ????? ????? ??? ??? ?????? ????? ????? ?????? ???? ????? ????????? ????????? ?? ???? ???? ???? ????????
    ???? ???????

    di dalam tafsir ibnu Katsir, al-Adzkar lin Nawawi, dan al-Majmu’ lin Nawawi:
    ????????? ????? ?????? ???? ??????????? ??? ????????? “??????????” ???????????? ?????????????? ????????????? ?????: ?????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ?????????? ??????? ???????????? ???????: ?????????? ???????? ??? ??????? ???????? ???????? ??????? ????: {?????? ????????? ???? ???????? ???????????? ???????? ??????????????? ??????? ????????????? ?????? ?????????? ?????????? ??????? ????????? ????????} ?????? ???????? ????????????? ????????? ????????????? ???? ????? ??????
    ????? ????????? ??????????????? ????????????? ???????? ?????????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??? ????????? ???????: ??? ??????? ????? ??????????????? ??????????? ????? ??????? ???? ?????? ??

  56. taymiyyah@

    Wah mantab, ikut nyimak dan ikut ngaji sama antum, syukron.

    Lha si @Sunan Wahabiyun itu nantangin malah kabur ke sini

  57. Jawaban rekan-rekan aswaja memang mantap.
    Donpay, kok tulisan ente melulu mengutip tulisan ulama wahabi…..? coba dong ente kutip ulama -ulama yang muktabar, ulama yang benar-benar salaf atau pewaris salaf sejati, bukan yang mengaku-ngaku and menafsirkan sendiri nash berdasarkan pemahamannya, lalu mengaku mengikuti salaf. SEMUA MENGAKU KEKASIH LAILA,TAPI LAILA TIDAk MENGAKUINYA.

    Saya mau tanya aja kepada donpay dan siapa saja wahabi yang mau menjawabnya.

    Apakah mungkin, orang-orang musyrik itu benar-benar meyakini akan sifat rubbubiyah Allah, sehingga dapat di sebut bertauhid rubbubiyah? sedangkan mereka tidak mau belajar bahkan menolak ayat-ayat Allah dan sabda baginda nabi termasuk penjelasan tentang sifat-sifat rubbubiyah Allah. Bagaimanakah mereka bisa tetap bertahan terhadap keyakinannya akan sifat rubbubiyah Allah sehingga disebut bertauhid rubbubiyah sedangkan mereka setiap hari berdoa, menyembah dan memuja berhala-berhala. Kalaulah seorang muslim yang telah belajar dan memahami sifat-sifat rubbubiyah allah bisa saja tergelincir atau khilaf dalam keyakinan akan sifat rubbubiya Allah sehingga tanpa sengaja telah melakukan perbuatan musyrik ( seperti biasa yang dituduhkan wahabi) lalu bagaimana pula dengan kaum musyrikin yang setiap hari menyembah berhala ? Kalau seorang muslim bila mereka telah melakukan kesalahan dapat meminta ampun dan bertobat, lalu kepada siapa kaum musyrikin meminta ampun dan bertobat ? secara akal sehat tidak mungkin seorang musyrik yang setiap hari berdoa dan menyembah berhala tetap dalam keyakinannya akan sifat-sifat rubbubiyah Allah (bila memang benar mereka meyakininya) selama hidupnya tanpa penyimpangan dan dapat disebut bertauhid rubbubiyah.

    Dasar ajaran wahabi adalah dasar yang tak masuk akal.

    Tidak ada nash yang mengatakan hal tersebut, Tidak pernah ada seorang salaf pun yang mengatakan bahwa kaum musyrikin bertauhid rubbubiyah, dan tak seorang pun salaf yang mengatakan kaum muslimin yang bertawasul telah melakukan perbuatan musyrik.

    pahamilah dengan akal sehat dan hati nuranimu wahai pengikut wahabi, bukan anda pahami dengan fanatisme dan kesombongan.

      1. kalo syaikh wahabi beda sama para mujtahid dan imam2 terdahulu ( salaf ), maka saya pegang pendapat para mujtahid dan imam2 terdahulu yang lebih kuat dibanding syaikhnya wahabi…
        mereka lebih kuat dalam segala hal,
        – kuat sanadnya ( syarat utama ), dari guru yang bersanad, bukan baca kitab doank
        – kuat ilmunya, hapalan hadits beserta sanad dll, juga menguasai minimal 15 cabang ilmu yang dibutuhkan oleh seorang mujtahid
        – kuat aqalnya, beda dengan orang akhir zaman yang lemah aqalnya, sehingga fatwanya kadang jungkir balik, kontradiksi satu sama lain…
        – kuat segala2nya deh…

        1. abah zahra@

          Yang waras pasti akan memilih seperti pilihan Abah Zahra, begitu juga saya dan seluruh kaum ASWAJA. Sedangkan Wahabi memang beda dan dengan itu mereka merasa sebagai kaum ghuroba, sungguh ironis ya kaum yg gak pinter-pinter walaupun sudah ngaji ilmiyah sejak dulu? Kira-kira kenapa ya mereka sejak dulu sampai sekarang itu kok gak meningkat kepintarannya dalam beragama Islam yg rahmatan lil alamin ini?

  58. @donpay
    Af1, ane jwb pk hape. Jd ga bs tulisan arab.
    Makna laa ilaaha illallaah
    Laa ma’buud bihaqqin fil wujuudi illallaahul ma’buudu bihaqqin
    Laa mustaghniyan ‘an kulli maa siwaahu wa muftaqiran ilayhi kullu maa ‘adaahu illallaahul mustaghniyu ‘an kulli maa siwaahul muftaqiru ilayhi kullu maa ‘adaahu
    Laa waajibal wujuudi illallaahul waajibul wujuud
    Laa mustahiqqan lil ‘ibaadati bi haqqin illallahul mustahiqqu lil ‘ibaadati bi haqq
    Laa khaaliqa illallaahul khaaliqu kulli syay-in
    Laa raaziqa illallaahur raaziqu kulli syay-in
    Laa muhyii illallaahul muhyii kulli syay-in
    Laa mumiita illallaahul mumiitu kulli syay-in
    Laa muharrika illallaahul muharriku kulli syay-in
    Laa musakkina illallaahul musakkinu kulli syay-in
    Laa naafi’a illallaahun naafi’u likulli syay-in
    Laa dhaarra illallaahudh dhaarru likulli syay-in
    Laa mutasharrifa fil wujuudi illallaahul mutasharrifu fil wujuud

    1. @taymiyyah,
      tolong sekalian artinya dong, maknanya?
      keliatannya antum fasih bhs arabnya.

      RUKUN dan SYARAT nya belum di jawab yaa?
      afwan.

      1. Syaikh donpay@

        Menurut antum yaa Syaikh donpay,

        – Apakah Nabi Muhammad Saw pernah bertanya soal rukun dan syarat laa ilaha illallah kepada para Sahabat dan orang2 yg baru masuk Islam?

        – Apakah para jin yang masuk Islam juga ditanya oleh Nabi Saw soal syarat dan rukun laa ilaha illallah?

        saya tunggu jawaban dari Syaikh donpay al-Wahabi. Terimakasih ya?

        1. Kang Juman kang Juman,

          ana nanya koq akang balik nanya sich???
          mau masuk kerja aja ada syaratnya Kang…kang ….
          maso mau syahadat tidak ada syaratnya…itulah kedangkalan pemahaman antum…
          antum baca lagiy artikel dari Syaikh Wahhabi di atas, biar haqqul yaqin….

          1. Syaikh donpay@

            Syaikh donpay, yang jadi acuan (dalil) dalam beragama Islam ini Syaikh Wahabi ataukah Nabi Muhammad Saw? Please jawab deh ah…?

      2. 1. apa hubungannya bahasan kita dg rukun dan syarat syahadat?
        2. mana dari rukun dan syarat yg tidak kami penuhi sehingga kami selalu dituduh musyrik oleh salafi-wahhabi?

      3. 1. apa hubungannya bahasan kita dg rukun dan syarat syahadat?

        2. mana dari rukun dan syarat yg tidak kami penuhi sehingga kami selalu dituduh musyrik oleh salafi-wahhabi?

        3. Dulu ada shahabat yg membunuh seseorang yg telah mengucap syahadat, karena shahabat itu menduga bahwa orang itu bersyahadat karena telah terdesak dan takut mati. lalu bagaimana sikap Nabi terhadap shahabat itu? Nabi malah marah dan berkata, “Apakah engkau telah membelah dadanya sehingga engkau dapat pastikan bahwa syahadatnya itu palsu?” Sekarang, sudahkah para wahhabi membelah dada2 kami hingga para wahhabi bisa memastikan bahwa syahadat kami telah batal?

  59. @donpay
    perhatiin pendapat Qotadah tentang ayat wa maa yu-minu aktsarihim billaah..

    Qotadah berkata
    tentang ayat tersebut,
    “Tidaklah ditanya
    seseorang dari musyrikin:
    ‘Siapa Robbmu?’ kecuali
    menjawab: ‘Robbku
    Allah!’ sedangkan dia
    menyekutukan dalam hal
    yang demikian.”

    “Musyrikin” di sini
    maksudnya adalah orang
    yang menyekutukan
    Allah, bukan mereka
    yang tidak mengakui
    Allah sebagai rabb.
    “Dalam hal yang
    demikian” maksudnya
    adalah dalam hal
    rububiyyah.

    1. Bang Taymiyahh,,

      pertanyaan ana belum di jawab, RUKUN dan SYARAT Laa Ilaha Illallah?
      bisa Abang bawakan sanadnya dari Qotadah tersebut?di kitab mana yach??

      Syukron Bang…

      1. Syaikh donpay, yang jadi acuan dalam beragama Islam ini Syaikh Wahabi apa Nabi Muhammad Saw? Please deh ah…?

  60. cape diskusi ama orang yg koar2 soal diskusi ilmiah dan nyuruh orang utk ijtihad, tapi nyatanya dia ga bisa bahasa arab dan ga sanggup istinbat.
    Kalo ga sanggup istinbat, jangan sok ijtihad, taqlid aje ama ulama2 yg mumpuni ilmunya.

    Taqlid itu mengikut tanpa hujjah, maksudnya tanpa istimbat.

    Nah, ente mo istinbat gmn? Bhs arab ga bisa, ga hafal hadits, ga hafal Quran, ga tau mana yg dah merupakan ijma, ga menguasai tafsir Quran, ga menguasai asbabun nuzul, ga menguasai asbabul wurud, dan lainnya. Terus gmn mo istinbat?
    Tanpa istinbat, maka ente itu taqlid. Kalo mo taqlid itu ama ulama2 yg mumpuni spt Imam Syafi’i, atau Imam Malik, atau Imam Ahmad, atau Imam Hanafi. Mereka lbh paham hadits dari pada para syaikh wahhabi, lebih amanah dari para syaikh wahhabi, sanad mereka bersambung ke Rasul.

    1. Iya dehh Bang Taymyah keliatannya ente sepeti Ahli Hadist….
      Definisi Hadist SAHIH, DHOIF, PALSU apa yaaa Bang ???ANE MAU BELAJAR AMA ANTUM …

      bANG, yang penting itu pemahaman Bang,,orang yang paling jago bahasa arab , dijuluki “sibawaih” lah KALO PEMAHAMANNYA rusak, maka dia sesat..
      YANG PENTING ITU ITTIBA BUKAN TAQLID..
      Beda ITTIBA dengan TAQLID adalah :
      ITTIBA : ENGKAU MENGIKUTI SESEORANG DAN MENGETAHUI DALIL-DALILNYA …
      TAQLID : ENGKAU MENGIKUTI SESEORANG DENgAN BUTA TANPA MEMERIKSA APA DALIL-DALILNYA ….istilah kita,, MEMBEBEK ATAU MENGEKOR YAA….

      1. dalam ushul fiqh hanya dikenal taqlid dan ijtihad. tidak ada istilah ittiba’
        taqlid itu ittiba’ tanpa istidlal dan tanpa hujjah
        Jika antum mengartikan ‘istidlal’ dg ‘tau dalil’, maka sungguh lucu pemahaman antum thdp istilah2 ushul fiqh.
        Jadi yg dimaksud dg taqlid itu adalah ittiba’ dg tanpa istinbath.

        Ane ga bilang bahwa ane ini ahli hadits. kapan ane bilang bahwa ane ini ahli hadits. Ane cuma bilang kalo antum ga sanggup beristinbath, ya udah, taqlid aje.

        ente pernah ngomong, “ulama yang kami maksud disini adalah Ulama yang amanah dan mengerti ilmu hadist, dapat membedakan mana hadist dhoif/lemah, maudhu/palsu, lasla lahu (tidak ada asal usulnya). kalo ulama tersebut tidak bisa membedakan derajat hadist yaa bukan Ulama namanya”

        Nah Imam Syafi’i, Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar, mereka telah memenuhi kriteria yg antum sebutkan. Berarti mereka itu ulama dong? Bahkan mereka ulama yg lebih kuat dibandingkan yg antum sebut sbg ulama dari kalangan wahhabi. Berarti mereka itu lebih layak untuk diikuti daripada ulama2 wahhabi.

        Gini deh, ane kasih pencerahan buat antum biar ga lagi keliru memahami taqlid. Soalnya kalo mengenai dalil, kami ini tau dalil, tapi kami ga sombong kaya antum dengan menyebut diri kami sebagai orang yg ittiba’.

        Ini penjelasan dari syaikh antum, al-utsaimin
        taqlid menurut beliau adalah:
        ????? ?? ??? ???? ???
        Taqlid dapat terjadi dalam dua tempat :

        ????? ?? ???? ?????? ?????? ?? ?????? ????? ????? ????? ????? ???????
        ??????: ?? ??? ??????? ????? ????? ??????? ? ?? ????? ?? ????? ???? ? ????? ?? ??????? ?????

        itu utsaimin sendiri yg ngomong, dan beliau ga ada tuh mendefinisikan istilah ittiba’ seperti antum mendefinisikan ittiba’
        jadi, istilah ittiba’ itu adalah bid’ah.

          1. IKLAN NIHH YEEE….
            HATI-HATI ENTE…KALO ISINYA SESAT MAKA ENTE KENA GETAHNYA JUGA TUH BRO MAMO….

          2. selama tidak bertentangan dgn Al Quran n hadist bagi ana nggak ada sesat syeikh kalau bertentangan dgn pemikiran salaf(i) wahabi ya Al hamdulillah ……….YANG HARUSNYA HATI2 ITU ENTE JALUR PEMAHAMAN NT HANYA MENTOK SAMPAI ULAMA IBNU TAIMIYAH NGGAK SAMPAI KE ROSULLULLOH SAAW ……….SALAM SYAIKH DONPAY……….

        1. ENTE KOQ LARI KE USHUL FIQIH..ANA KHAN LAGIY NANYA AQIDAH ANTUM,,,APA RUKUN DAN SYARAT LAA ILAHA ILLALLAH??
          BELAJAR DULU LAH ANTUM….
          BEGITULAH ANTUM,, KALO SESUAI DENGAN MAZHAB ANTUM NGAMBIL DALIL DARI SYAIKH WAHHABI,,TAPI ENTE KAGAK LIAT KITAB-KITAB SYAIKH UTSAIMIN SEMUA…
          KULLU KHAIRIN FITTIBAI MAN SALAF, WA KULLU SYARIN FIBTIDAI MAN KHALAF…
          PERKATAAN ITTIBA’ MA’RUF DIKALANGAN ULAMA…ENTE AJA YANG KURANG GAUL KALI YAAA DENGAN SYAIKH-SYAIKH WAHHABI:)
          antum membawa perkataan Qotadah namun itu tidak bertentangan BUng,,mungkin yaaa,,,dengan pembagian tauhid menjadi tigga…
          ente khan jago bhs arab,,,pembagian Kaidah Nahwau menjadi ISim, fiil dan Huruf apakah Bid’ah??kalo ente bilang bid’ah mungkini, otak antum udah dicuci kali yaaa sama Asyariyun lainn…

          1. lah.. Kan antum yg nyebut2 soal ittiba’ taqlid dsb..
            Kmrn ane dah tanya ama antum, apa dari syarat yg antum sebutkan itu yg blm kami penuhi shg kami sering dituduh musyrik oleh wahhabi? Emangnya antum dah belah dada kami?
            Terus, tolong antum nukilkan ucapan 7 ulama yg antum bilang membagi tauhid kpd 3 bagian.
            Soal nahwu, itu emang bid’ah, tp hasanah, krn tdk menyelisihi Quran, hadits, atsar, dan ijma’. Sedangkan pembagian tauhid kpd 3 spt pemahaman wahhabi adalah bid’ah, karena pemahamannya menyelisihi Quran, hadits, atsar atau pun ijma’.

          2. tAYMYAH,
            kalo ente sudah dicap musyrik ma Wahhabi ,,ente kagak boleh masuk Saudi….AKAL ENTE KGAK DIPAKE APA?? MANHAJ AKAL-AKAL AN ANTUM MANA???
            MANA ADA BIDAH = SESAT YANG HASANAH???
            qowaid dan dhowabit nya apa bid’ah hasanah???PASTI JAWABANNYA AKAL YAAA….HAHAHAA..UDAH KETAHUAN

          3. lah.. Kan antum yg nyebut2 soal ittiba’ taqlid dsb..
            Kmrn ane dah tanya ama antum, apa dari syarat yg antum sebutkan itu yg blm kami penuhi shg kami sering dituduh musyrik oleh wahhabi? Emangnya antum dah belah dada kami?
            Terus, tolong antum nukilkan ucapan 7 ulama yg antum bilang membagi tauhid kpd 3 bagian.
            Soal nahwu, itu emang bid’ah, tp hasanah, krn tdk menyelisihi Quran, hadits, atsar, dan ijma’. Sedangkan pembagian tauhid kpd 3 spt pemahaman wahhabi adalah bid’ah, karena pemahamannya menyelisihi Quran, hadits, atsar atau pun ijma’.

            Istilah ittiba’ emang dikenal, tapi ga spt yg antum pahami.

            Kalo soal ittiba’, saya ittiba’. Tapi tdk secara langsung. Karena ittiba’ secara langsung memerlukan kemampuan utk istidlal dan istinbath yg benar. Nah ane ittiba’ secara tdk langsung yg biasa disebut taqlid.

            Adapun yg dimaksud al-Utsaymin adalah mengikuti pemahaman salafush shalih, bukan mengikuti Quran dan Sunnah secara langsung. Maka itu taqlid juga namanya. Karena mengikuti perkataan seseorang yg bukan hujjah.
            Tapi benarkah kalian mengikuti pemahaman salafush shalih? Atau jangan2 cuma omong kosong belaka?

      2. Syaikh donpay,
        Antum belajar yg bener dg guru yg bener supaya tahu apa itu taqlid. Mudahnya begini Syaik Donpay ya, orang yg bukan Mujtahid itu disebut Muqollid atau orang taqlid.

        Nah, saya tanya deh, antum seorang Mujtahid ataukah seorang Muqollid? Jika antum jawab bukan seorang Muqollid berarti antum seorang Mujtahid. Apa layak orang yg form/dapur-nya seperti antum itu seorang Mujtahid? Plese deh, ah…
        Makanya pakai ilmu kalau bicara ya biar antum tidak jadi bahan dagelan bagi anak-anak ASWAJA. Oke Syaik Donpay?

        Oh ya, antum ini sebener Abahna Jibril ya, kok gayanya muter-muter persis Abahna Jibril?

        1. KANG JUMAN INI,
          KALO UDAH NGGAK PUNYA DALIL,JADINYA NUDUH-NUDUH GINI DECH…
          MUNGKIN DALIL ADA TAPI DICOCOK-COCOK TAPI DICOCOK-COCOKIN AJA AMA HAWA ANTUM ….
          UDAH DIKASIH DALIL NEJED DARI HADIST NABI..EHH MALAHHH NGEYEL..ANTUM BERIMAN NGGAK SIH SAMA NABI???JANGANNGAKU-NGAKU AJA ENTE BERIMAN SAMA NABI??DIKASIH HADIST TENTANG NEJED DARI IMAM TABHRONI MALAH DITOLAH PAKE PETA..HEHEHHE..AKAL ANTUM NURUT PETA ATAO SAMA NABI HAAA????
          AFWAN ….

          1. donpay atau abahna jibril@

            Hadits tentang tanduk syetan di Iraq itu cuma satu-satunya. Sedangkan hadits yg berbeda dengan itu (Iraq) jumlahnya ada 10 hadits. Menurut antum lebih kuat mana? Mana yg lebih shohih? Yang 10 hadits atau 1hadits yg antum ajukan itu? Jawabnya pakai ilmu ya?

            Terus ditambah fakta bahwa letak Nejd itu di Arab Saudi, kok masih ngeyel punya otak apa tanduk sih? Afwan….

  61. Syaikh donpay sudah kabur, kalau nggak kabur makin kebongkar kejahilannya, kwk kwk wk wkw kwk ….

    1. @Yanto,
      ngoceh aja antum tp kagak ada dalil…alias provokator…
      nama aja jenggot ,antum berjenggot nggak sihhh???kalo ada paling nggak segenggam??
      amalkan sunnah Nabi berjenggot ::
      “Juzzusy syawarib wa arkhul lihaa kholiful Majuz…”
      PARA NABI DAN RASUL, SAHABAT BERJENGGOT SEMUA LHO…
      Tobatlah ke jalan Salaf…:)

      1. Abahna Jibril eh donpay, jadi Nte masih bersikeras mewajibkan jenggot? Keterlaluan Nte dalam beragama ini ya?

        Dan sudah saya katakan saya juga berjenggot tapi terawat rapih dan cakep, tidak seperti jenggot para Wahabiyyun yg awut-awutan malu-maluin Ummat Islam secara keseluruhan. Itulah yg saya lihat wahabi Salafy yg saya lihat di sekitar saya. Ini sekaligus kritik saya kepada jenggot kalian agar lebih baik dan membanggakan sebagai muslim, itu kalau kalian masih merasa sebagai muslim. Begitu Abahna Jibril, eh Syaikh Donpay ya?

        1. TOBAT ENTE,,,SUDAH MENGHINA SUNNAH NABI…
          KAGAK TAKUT AMAL ANTUM KEHAPUS ….

          LIHAT KITAB SYAIKH IBNU TAIMYAH JUDUL ASH SHORIM AL MASLUL ‘ALA SYATIMIR ROSUL…PEDANG TERHUNUS TAJAM BAGI PENCACI MAKI SUNNAH RASUL…..

          1. donpay@

            donpay yg TELMI, Nte kok gak paham sih? Ane cuma krotik jenggot Nte N Wahabiyyun yg awu-awutan tapi merasa NYUNNAH, itu aja maksud saya. Tidak bermaksud menentang Sunnah jenggot sebab saya pun berjenggot ikut sunnah Nabi Saw.

  62. Ya elaaahhh…si DONPAY, pertanyaan ente tuh KAGAK MUTU ude banyak jawabannye tinggal googling aje langsung ketemu. Nih ane COPAS dari artikelnye orang SaWah biar ente puas dan ga ngebantah lageeee….coz’ kalo kite timpalin pake faham Ahlussunnah wal Jama’ah pasti bakal muter2 lageee…

    >>>yeee ktahuan deh ilmunye si Donpay, kirain mah ustadz beneran…kagak taunye…????
    >>>ude bang Taymiyyah jangan ditimpalin lagi sayang ilmu ente, ude ketauan emang orang SaWah tukang Copas, makanye kite jawabnye juga pake Copas….

    Ane usul nih ame ente bikin blog khusus aje namenye blog COPAS FOREVER…..

    Nih jawaban COPAS dari ane…..:

    Dan kalimat ?? ??? ??? ???? punya dua rukun, disebut oleh syekh Muhammad Attamimy Rahimahullah kata beliau,?? ???, ????? ????? ?? ???? ?? ??? ????
    ?? ??? adalah menafikan segala sesuatu yang disembah selain Allah
    ??? ???? ???? ??????? ??? ???? ?????? ?? ????????
    Penetapan ibadah hanya untuk Allah saja, tidak ada syarikat bagi-Nya di dalam ibadah kepada-Nya.
    ??? ??? ?? ???? ?? ?? ????
    Sebagaimana tidak ada serikat bagi Allah dalam kekuasaan-Nya.
    Allah maha berkuasa, maha mencipta sebagaimana Allah bersendirian disini, maka juga dalam ibadah harus disendirikan tidak boleh diperserikatkan dengan yang lainnya. Maka ini dua rukun dari ?? ??? ??? ???? .
    Rukun yang pertama adalah nafyi, orang yang mengucapkan kalimat ini harus menafikan segala sesuatu yang disembah selain Allah bukan sekedar penafian dalam bentuk berlepas diri tapi penafian dengan bentuk kufur kepadanya benci kepadanya, dia harus berlepas diri dari segala sesuatu yang disembah selain Allah, ini rukun yang pertama. Belum dikatakan mengucapkan la ilaha ilallah kalau dia masih datang minta ke kuburan, masih bermunajat ke tempat-tempat yang dikeramatkan, masih berhubungan dengan makhluk-makhluk halus dalam bentuk pengakuan dan penyembahan kepadanya. ?? ??? ??? ???? rukun yang pertamanya adalah nafyi,dia harus meniadakan segala sesuatu yang disembah selain dari Allah.
    Rukun yang kedua adalah itsbat, dia harus menetapkan bahwa yang disembah itu hanyalah Allah,segala ibadah itu hanyalah untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala semata.
    ? ?? ?? ????? ????? ?????? ?????? ??? ??? ??????? ?? ?????? ?
    “Katakanlah sesungguhnya shalatku dan sembelihanku dan hidupku serta matiku adalah untuk Allah rabb (pencipta ) alam semesta tiada sekutu bagi-Nya”.
    penyembahan hanya untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala, jadi ini dua rukun ?? ??? ??? ????. Karena itu salah perbuatannya orang-orang sufi kalu dzikir ?? ??? ??? ????
    Lama-lama ?? ??? , ?? ??? lama-lama ?? ,?? lama-lama ??,?? lama-lama apa? Tewas barangkali. tidak bisa dipisahkan dua kalimat ini, ada dua rukun yang harus terpenuhi, harus ada nafyi dan harus ada itsbat (penafian dan penetapan). Kalau dikatakan?? ??? saja tidak cukup, harus dikatakan ?? ??? ??? ???? , dan di sini kuatnya penekanannya. Sebab sesuatu itu kuat penekanannya kalau ada yang ditiadakan dan ada yang ditetapkan. Kalau pembicaraan biasa saja, yang disembah adalah Allah (sekedar pernyataan). Tapi ketika dikatakan tidak ada yang disembah kecuali Allah ini menafikan sambil menetapkan bahwa ini khusus hanya untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala saja. Maka seorang mukmin dan muslim dikatakan muwahid ( mentauhidkan Allah )kalau dia memahami makna ?? ??? ??? ???? ini dan menjalankan dua rukunnya. Dan ?? ??? ??? ???? punya syarat-syarat. Kata sebagian para ulama “bukankah kata ?? ??? ??? ???? adalah kunci surga?” Dikatakan kepada Wahb bin Munabbih, maka beliau menjawab “ya, tapi setiap kunci ada giginya “. perhatikan kunci, tidak ada yang polos pasti ada bentuk-bentuk tertentu supaya berbeda dengan kunci yang lain dan bisa membuka pintu tersebut. Gigi kunci itulah syarat-syaratnya ?? ??? ??? ????. Dan syarat-syarat?? ??? ??? ???? disebutkan oleh para ulama dalam dua bait syi’ir :
    ??? ???? ?????? ????? ?? ???? ??????? ??????? ???

    ???? ????? ??? ??????? ??? ??? ?????? ?? ?? ??????? ?? ????
    Jadi yang pertama : ????? mengilmui tentang makna ?? ??? ??? ????.
    yang kedua jujur dalam mengucapkannya ( ????? ).
    yang ketiga adalah ( ??????? ) ikhlash.
    yang keempat adalah cinta kalimat tersebut.
    yang kelima adalah ??? ????? terikat dengan makna ?? ??? ??? ???? tersebut dan sebagian para ulama menambahkan syarat yang kedelapan yaitu kufur kepada thaghut ????? ????? ??? ??????? ??? ??? ??? ???? ?? ???.
    Jadi ini semua rangkaian dari kalimat dari kandungan ?? ??? ??? ????. Kemudian setelah menjelaskan tentang makna ?? ??? ??? ???? dan di sini syaikh hanya menguraikan makna ?? ??? ??? ???? dan dua rukunnya. Sebab ini poin yang paling penting dalam kandungan makna ?? ??? ??? ???? . dan dari penguraian tentang syarat-syaratnya itu adalah uraian penjelasan rinci tentang makna ?? ??? ??? ???? tersebut dan menjelaskan tetang hal tersebut insyaallahuta’ala di kesempatan yang lain sebab akan memakan waktu dan materi kita masih panjang.
    Kata beliau :
    “Dan penafsirannya yang menjelaskan makna la ilaha ilallah ini setelah menjelaskan makna la ilaha illallah disebutkan dalilnya, dijelaskan maknanya kemudian disebutkan lagi penafsiran yang menafsirkan kalimat la ilaha illallah firman Allah Subhaanahu wa ta’ala,
    “Ketika nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya sesungguhnya saya berlepas diri dari apa yang kalian sembah kecuali yang menciptakan saya sesungguhnya ia akan memberikan hidayah kepadaku dan Allah pun menjadikan kalimat itu (kalimat Ibrahim) adalah kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali.”
    Disini dikatakan penafsiran yang lebih menjelaskan makna la ilaha illallah adalah firman Allah,
    “Ketika nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya1” sudah disebutkan makna la ilaha illallah terkandung dua rukun menafikan dan mengitsbat, disini juga Ibrahim mengatakan, “sesungguhnya saya berlepas diri dari apa yang kalian sembah” ini apa? Ini penafian kandungan la ilaha, kemudian beliau tetapkan “kecuali yang menciptakan saya” ini adalah itsbat kandungan illallah kemudian disebutkan di akhir ayat bahwa kalimat ini dijadikan sebagai kalimat yag kekal pada keturunannya. Nabi Ibrahim disebut sebagai Abul-Anbiya (bapaknya para nabi) nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam nasab beliau kembali kepada nabi Ibrahim juga dijadikan ini pada keturunannnya supaya keturunannya kembali kepada kalimat tersebut, firman Allah Subhaanahu wa ta’ala,
    “katakanlah wahai muhammad wahai ahlu kitab, mari kalian pada satu kalimat yang sama antara kita dan antara kalian.”
    Dikatakan kalimat-kalimat yang sama sebab seluruh dalam kitab kalian yang belum dirubah semuanya ada penyataan ini yaitu kita tidak boleh menyembah kecuali hanya kepada Allah, ditafsirkan penafsiran setelahnya dan kita tidak memperserikatkan sesuatu apapun kepadanya dan jangan sebagian dari kita menjadikan sebagian yang lain sesembahan-sesembahan selain dari Allah.
    ?????? jamak dari ????? tapi tidak mungkin dikatakan sebagai pencipta tetapi bermakna ??? (sesembahan), dan jangan sebagian dari kita menjadikan sebagian yang lain sebagai sesembahan selain dari Allah, siapa yang berpaling maka katakanlah persaksikan bahwa kalian orang yang Islam. Ayat ini juga menjelaskan makna la ilaha illallah bahwa ibadah itu diserahkan hanya kepada Allah tidak boleh mnyembah kecuali kepada allah dan tidak boleh memperserikatkan dengan sesuatu apapun dan tidak boleh membuat sesembahan-sesembahan selain Allah.

    1. Bang Nur yang Cakep,

      Walaupun COPAS harus paham dong yang Di COPAS apa???KALO ENTE YA CUMA COPAS-COPAS AJA KAGAL PAHAM…HEHEHEHE….
      ente COPAS dari Syaikh Wahhabi sendiri tuchh..BERARTI ENTE TERIMA DONG AJARAN WAHHABI…HEHEHEHE…adA YANG SALAH NGGAK???
      KALO DARI ASYARIYUN GIMANA COPAS-COPAS ILMIAH NYA mengenai syarat dan Rukun Kalimat thoybah Laa Ilaha Illallah????
      JANGAN CUMA BANTAH PAKE AKAL SAMA DALIL-DALIL UMUM ….

      1. Syaikh donpay eh Abahna Jibril, maaf salah sebut nama padahal dua-duanya benar kan?

        Baiklah, saya ulangi pertanyaan Mas Juman kepada antum, jawab yg bener dengan dalil ya? Sebab Nte ahli dalil kan?

        Ini pertanyaannya: Menurut antum yaa Syaikh donpay,

        – Apakah Nabi Muhammad Saw pernah bertanya soal rukun dan syarat laa ilaha illallah kepada para Sahabat dan orang2 yg baru masuk Islam?

        – Apakah para jin yang masuk Islam juga ditanya oleh Nabi Saw soal syarat dan rukun laa ilaha illallah?

        saya, Mas Juman dan All ASWAJA tetap tunggu jawaban dari Syaikh donpay al-Wahabi ini. Oke, terimakasih ya?

        1. pertanyaan antum kagak mutu…
          bertanyalah dengan pertanyaan yang bermanfaat…keliatan sekali dangkalnya pemahaman asyariyun terhadap ASWAJA….hehehhe….
          BELAJAT LAGIY LAHHH…TADDABBURI ITU AL QURAN DAN HADIST NABI…MULIAKAN PARA SAHABAT…JANGAN CUMA TAU AJA TRUS DIINGKARI HAKIKATNYA…

          1. Donpay gak bisa jawab, sebab memang Rasulullah saw memang tidak mencontohkan pertanyaan seperti pertanyaan kebanggaan Wahabiyyun tentang syarat/rukun Laa Ilaha Illallah. Sadarlah pertanyaan seperti itu bid’ah, merusak ajaran Islam karena sangaat mengada-adakan sesuatu tanpa contoh dari Rasul Saw.

            Buktinya Nte tak bisa jawab dari pertanyaan saya yg sederhana. Dan tak mungkin antum semua bisa jawab, dijamin!!!

      1. donpay, masih kurang lengkap, Al-Najdi-nya mana kok dikorupt?

        Nih lengkapnya: SYAIKH MUHAMMAD AT TAMIMI = SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB.AT-TAMIMI AL_NAJDI, orang dari NEJD, daerah tempat keluarnya tanduk Syetan (tuakang Fitnah).

      2. Ada orang yg datang dan berkata
        kepada Rasulullah
        shallallahu ‘alaihi wa
        sallam : “Berbuat
        adillah!” Maka Nabi
        berkata : “Celaka
        engkau, siapa lagi yang
        dapat berbuat adil kalau
        aku tidak adil?!” (HR.
        Bukhari nomor 3610 dan
        Muslim nomor 1064)
        Imam Ibnul Jauzi
        berkata : [Orang itu
        dikenal dengan nama
        Dzul Khuwaishirah At
        Tamimi. Dia adalah yang
        Khawarij yang pertama
        dalam Islam. Penyebab
        kebinasaannya adalah
        karena dia merasa puas
        dengan pendapatnya
        sendiri. Kalau dia
        berilmu, tentu ia akan
        tahu bahwa tidak ada
        pendapat yang lebih
        tinggi dari pendapat
        Rasulullah shallallahu
        ‘alaihi wa sallam.
        Para pengikut orang ini
        termasuk orang-orang
        yang memerangi Ali bin
        Abi Thalib. Itu terjadi
        ketika peperangan
        antara Ali dengan
        Muawiyah telah
        berlarut-larut. Pasukan
        Muawiyah mengangkat
        mushaf-mushaf dan
        memanggil pasukan Ali
        untuk bertahkim
        (mengadakan
        perundingan). Maka
        mereka berkata : “Kalian
        memilih satu orang dan
        kami juga memilih satu
        orang. Kemudian kita
        minta keduanya untuk
        memutuskan perkara
        berdasarkan Kitabullah.”
        Maka manusia (yang
        terlibat dalam
        peperangan itu)
        berkata : “Kami setuju.”
        Maka pasukan Muawiyah
        mengirim ‘Amr bin Al
        ‘Ash. Dan pasukan Ali
        berkata kepadanya :
        “Kirimlah Abu Musa Al
        Asy’ari.” Ali berkata :
        “Aku tidak setuju kalau
        Abu Musa, ini Ibnu Abbas,
        dia saja.” Mereka
        berkata : “Kami tidak
        mau dengan orang yang
        masih ada hubungan
        kekeluargaan
        denganmu.” Maka
        akhirnya dia mengirim
        Abu Musa dan keputusan
        diundur sampai
        Ramadhan. Maka Urwah
        bin Udzainah berkata :
        “Kalian telah berhukum
        kepada manusia. Tidak ada
        hukum kecuali milik
        Allah.”]
        Slogan ini yang
        selalu didengungkan oleh
        Khawarij sampai
        sekarang. Ucapan ini
        benar, tetapi makna
        yang dimaukan tidak
        benar.
        Nabi telah menjelaskan bhw dari keturunan orang itu (at-Tamimi) akan muncul penyesat. Sedangkan dari keturunan Abu Musa al-Asy’ari akan muncul pembela aqidah yg selamat. Wallahu a’lam.

        1. SEPERTI BIASA AA TAYMYAHH UDAH KEHABISAN DALIL-DALIL PAKE DALIL YANG DIPAKSAKAN…HEHEHEHE…TIDAK AMANAH,,,,
          ANA SARANKAN PAHAMI HADIST NABI YANG BENAR, JANGAN PAKE AKAL ANTUM SAKIT …. PAKE PEMAHAMAN SAHABAT,,JANGAN PAKE AKAL ANTUM YANG RUSAK TUHHH….TOBATLAHHH…

          1. He he he…. Donpay makin kebakaran jenggot. Udah gak mampu berhujjah yg benar, bahkan ketika dikasih tahu yang benar kok malah menggerutu seperti tawon bubar dari sarangnya.

  63. Yeee si DONPAY kagak nyambung…..
    Justru ane nampilin jawaban copasnye Wahabi biar ente puas kagak bekoar-koar ngata-ngatain Ahlussunnah wal Jama’ah. Ane sedih banget hare gene masih ade yang menghina ajaran ahlussunnah wal jam’ah….Dan kalo ane jawab versi Ahlussunah wal Jama’ah pasti ente bantah dan muter2 lagi jawabnnye….Ane jawab pake copas nye Wahabi biar ente diem, anteng dan tersenyum puassss….biar ente tambah ngerasa paling bener…Sebenernye ane males bgt tadi copas tuh jawaban, tp karena ente muter2 minte jawaban melulu, mangkanye ane kasih jawaban versi WAHABI biar ente tambah puas, puas, puas…..getooo loohhhh jangan ke GE ERan ente pake bilang ane pake faham Wahabi…wweeeekkkk…KAGAK SUDIIIIII…

    JAdi pertanyaan WAHABI…..yah kasih jawaban WAHABI biar sinkron…..dan biaaarrr puas mereka menjadi yang paling benar…..

    1. ALASAN AJA ANTUM BIAR KETAHUAN TIDAK ILMIAHNYA….HEHEHEHE
      KALO UDAH MENGAKUI WAHHABI YAAA MENGAKUI SAJA KEBENARANNYA,,NGGAK USAH MALU-MALU GITU KAYAK KUCING….

      1. He…he…he…ngapain pake yg ilmiah kalo cuman buat ngadepin ente, rugiii…debat ame ente cukup pake LOGIKA aje, weeeekk…
        Emang bener tuh ane sekarang jadi lebih mengakui WAHABI, tapi keblingernyeee….terutama diliat dari komen2 ente cucok tuh, ciri2 Wahabinye makin kentellll, kalah dah kopi…
        Baru bisa ngaji COPAS ajeeee ude takabur, awas ketinggian ntar kejedok tembok….
        ohhh…Donpay ilmumu sebates COPAS……ude gitu bangga lagiii…kuaciaaannn…

        1. PERMASALAHANNYA BUKAN DI COPAS BANG NUR…
          PERMASALAHANNYA ENTE KAGAK MAU MENERIMA KEBENARAN..GITUW AJA KOQ REPOT…PAKE NUDUH2 WAHHABI AJA…

          1. Maksa nih yeee? Isme Wahabi jangan dipaksakan, teruslah berjuang pasti akan ada yg cocok dg pemikiran Wahabi, percayalah. Gatoloco n Darmogandul yg jelas2 sesat pun ada kok yg jadi pengikutnya. Apalagi Wahabi yg kesesatannya sangat samar, past akan dapat pengikut, oke? Tapi kalau kami ASWAJA tidak mau ikut Isme Wahabi, jangan maksa gitu dong?

  64. Taymiyah@

    Mas Taymiyah, sampai merinding ana membacanya. Pantesan ya mereka (pengikut Tamimi Nejd) sampai sekarang amat sangat benci pada Asy’ariyah. Semakin jelas akar permasalahannnya. Ternyata matarantainya dimulai dari kisah antum di atas. Sangat ilmiyah dan terbukti sampai hari ini, excellent!!!

    Karena itu wahai kaum muslimin, bagi kalian yg belum terlalu jauh terseret dalam arus Wahabisme segeralah sadar dan larilah keluar selagi masih masih bisa. Jangan sampai kalian terbawa arus Wahabisme terlalu dalam sehingga antum semua tidak akan bisa keluar lagi. maaf ya saya tidak memaksa kalian keluar, ini hanya himbauan dari saya sebagai rasa cinta pada kalian. Keputusan tetap terseserah kepada kalian masing-masing.

    Kesesatan Wahabi itu sangat samar, bahkan sangat samar. Kalian pasti bertanya, bagaimana bisa sesat Wahabi itu kan berpegangan pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah yang pasti benar? Jawabnya adalah bahwa yg salah bukan Al-Qur’an Dan Al-Sunnah/Al-Hadits-nya, tetapi yang salah/sesat itu pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan Hadits.

    Kisah Ilmiyah dari Mas Taymiyah di atas bisa kalian jadikan pertimbangan dalam memikirkan kembali tentang hakekat Wahabisme. Kalau Wahabisme itu sesuai dg Islam pastilah para Ulama tidak ada yg berani menentangnya, tapi lihatlah kenyataan ribuan Ulama menentangnya sejak lahirnya Wahabisme sampai hari ini. Wallohu a’lam….

    Demikianlah, afwan…

    1. KANG JUMAN,,
      PERTANYAAN SEKALI LAGIY,,ENTE BERIMAN NGGAK SAMA HADIST NABI DARI IMAM THOBRONI ttg Nejd?????????
      Kalo beriman yaaa udah ,, jangan koar-koarr lagiy yang tidak ilmiah ,,kayak anak kecil aja antum,,,berapa sih umur antum???

      1. duh kang donpay, hadits tentang Najed adalah yang dimaksud oleh baginda Nabi itu diriwayatkan dalam Sohih Bukhori:
        ?? (?????? ?????? ??????? ?????? ???????): [????? ???? ??
        ?????? ???: ????? ???? ?? ????? ???: ????? ?? ??? ?? ???? ?? ?? ??? ???: ????? ???? ??? ?? ????? ??? ????? ???: ????? ??? (??????!)? ???: ??? ????? ???? ??? ?? ????? ??? ????? ???: ????? ??? (??????!)? ???: ??? ???? ??????? ?????? ???? ???? ??? ???????]

        dalam kitab yang sama, dari jalan rowi yang lain:
        ?? (?????? ?????? ??????? ?????? ???????): [????? ??? ?? ??? ???? ????? ???? ?? ??? ?? ?? ??? ?? ???? ?? ?? ??? ???: ??? ?????? ??? ???? ???? ????? ????? ???? ??? ?? ????? ????? ???? ??? ?? ????? ????? ?? ???? ???? ??? ????? ???: ????? ???? ??? ?? ????? ????? ???? ??? ?? ????? ????? ?? ???? ???? ??? ????? ????? ??? ?? ???????: (???? ??????? ?????? ???? ???? ??? ???????)]

        Dalam Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal, ada riwayat yang menyebutkan lafd “masyrikina”:
        ?? (???? ?????? ???? ?? ????): [????? ??? ??? ?????? ????? ???? ????? ??? ?????? ?? ???? ?? ???? ?? ?? ??? ?? ???? ????? ??? ???? ???? ????? ???: (????? ???? ??? ?? ????? ?????? ????? ???? ??? ??? (??????) ?? ???? ???? ???? ???? ????? ??? ???? ???? ????? ?? ????? ???? ??? ??????? ???? ???? ????? ????)]

        “masyrik” atau sebelah timur tidak bertentangan dari hadits Bukhori di atas, karena letak Najed ada di sebelah timur Madinah. karena “Na” setelah “masyrik” merupakan dhomir mutakallim ma`al ghoir yang menunjukkan posisi para sahabat dan baginda saat itu, yaitu Madinah.

        1. BANG JAFAR,

          DITIMUE MADINAH ITUUU ADALAH :
          -KUFAH
          -BASHRAH
          – BAGHDAD
          JADI ENTE BENER BAHWA NEJED ITU DI IRAK. OKE BRO??

      2. Syaik donpay atau abahna jibril@

        Jangan tanya soal iman kepada saya, sebab keimanan Nte juga sangat perlu dipertanyakan, oke? Hadits tentang tanduk syetan di Iraq itu cuma satu-satunya. Sedangkan hadits yg berbeda dengan itu (Iraq) jumlahnya ada 10 hadits. Menurut antum lebih kuat mana? Mana yg lebih shohih? Yang 10 hadits atau 1 hadits yg antum ajukan itu? Jawabnya pakai ilmu ya?

        Terus ditambah fakta peta (map) bahwa letak Nejd itu di Arab Saudi, kok masih ngeyel punya otak apa tanduk sih? Afwan….

        1. Mas Juman yang banyak CAKAP,

          kalo satu hadist SHOHIH atau Hasan ngelawan 10 hadist dhoif/palsu/tidak ada sanad antum mau pilih mana yaa??

          1. Kang donpay, sudah baca komen saya belum? Najd ada dalam riwayat Imam Bukhori, dan Sohih kan? sedangkan dalam riwayat Imam Thabarani, ada rowi yang tidak memenuhi sayarat Imam Bukhori dan imam Kutubussittah.
            Selengkapnya silakan baca:

          2. donpay@

            Donpay, diri nntum inilah bukti gambaran nyata tak terbantahkan bahwa orang-orang Wahabi itu benar-benar ngeyel dan dangkal ilmu. Itu jawaban saya sudah diwakili oleh Mas Jafar, bacalah biar antum tambah ilmu dan tidak ngeyelan lagi, oke?

            Terimakasih Mas @Jafar, semoga sadar itu syaikh Donpay alias Abahna Jibril. Kasihan orang jahil ini telah terbukti mewakili kejahilan Wahabiyyun yg asal njeplak gak pakai ilmu. Na’udzubillah, semoga jangan sampai menurun ke anak cucu kaum muslimin sifat-sifat jahil wahabiyyun yg ngeyelan. Amin….

          3. Kang juman-kang Juman,,,
            udah kepepet minta bantuan Mas Jafar …:)
            kehabisan dalil yaaaa…makanya gaul dikit sama kitab-kitan Syaikh Wahhabi……:)

      3. Definisi Najed :
        Dikutip dari wikipedia :
        ?? ??? ?????? ????? ??????? ????? ????? ?????? ?? ???????? ?? ????? ?? ?????? ??????? ??????? ??? ?????????? ????? “?????” ??? ???????. ??? ???? ?????????? ???????? ??? ??? ????? ?? ??????? ??????? ???? “???” ??? ??? ?????? ??? ?????? ??????? ??? ???? ????? ?????? ?? ????? ????? ??????? ??? ???? ???????? ?? ????? ?????? ??? ????? ??????? ??????? ????? ??????. ??? ????? ?????? ?? ??? ?????? ??? ??? ??????? ??? ???? ???????? ?? ????? ??????. ????? ??? ????? ???????? ???? ???????? ????? ??????? ?? ????? ???? ???????? ????? ???? ??? ?????? ??????? ?? ?????? ??? ??? ??????.

        Menurut Kitab “Atlas al-Hadith al-Nabawi” oleh Dr. Syauqi Abu Khalil

        Terjemahan dan gambar (Klik link gambar untuk lebih besar)

        http://bp2.blogger.com/_GzB9aMWqhIo/SEzAnpt2nlI/AAAAAAAAAEg/i5n_6UnjXrU/s1600-h/Najd+sebagai+pusat+timbulnya+fitnah2.jpg

        Terjemahan: Najd: Di antara bandar-bandarnya pada hari ini ialah Riyadh dan kawasan persekitarannya, Qasim, Sadir, al-Aflaj dan pada waktu dahulu orang ramai mengira bahawa kawasan yang jauhnya lebih kurang 100 km dari timur Madinah adalah Najd

        Dari segi bahasa pun, Irak adalah tempat yang rendah, Najed tempat yang tinggi, seperti dikutip dari Tarikh Baghdad:
        * ?? (????? ?????? ?1? ?24): [?????? ??? ?? ??? ??? ?????? ???: ?????? ??????? ?? ???? ?????? ???: ??? ??? ??? ???? ?? ?????? ???????? ??? ??? ????????: (???? ??? ?????? ?????? ???? ????? ?? ??? ????? ?? ?????. ???? ??: ???? ??????? ??? ????? ???? ?? ??????).

        Lebih lengkap mengenai sanggahan terhadap kitab ???? ?????? ?? ??? ???? ??? ??? ??????? yang dikutip oleh Donpay silakan lihat lihat makalah dari Dr. Muhammad Al-Mus`iri yang berjudul “Qorn Assyaithon” pada tautan berikut:

        Kalau kang Donpay masih ngeyel juga, setelah baca makalah tersebut, sungguh terlalu …. 🙂

        1. ente baca lagiy lahhh artikel ane…biar clear, kita serahkan pada Ahlinya (disitu sudah ada Ulama, Ahli Bahasa, Ahli Sejarah)….

          Dr. Muhammad Al Mus’iri sapa yaaa?ahli hadist bukan??
          kalo dia ahli hadist ,,pasti dech syaikh Wahhabi sudah menyanjung beliau

          1. kalau diliat dari ke NGEYELANNYA syeikh donpay kaya si Dufal ( dunia fals )……..yang lama nggak nongol …….kangen juga ana ( padahal dia sering ngata ngatain ana ) …….salam All

          2. NGEYEL TAPI DENGAN DALIL ILMIAHHH…ENTE NGEYEL TAPI YAAA NGGAK TAU DECH YANG DIEYELIN APA???
            BELAJAR LAGIY DEHHH…SARAN ANTUM BCA KITAB-KITAB TERPERCAYA SEPERTI SYAIKH-SYAIKH WAHHABI….JANGAN YANG LAIN

          3. TAYMYAHHH INI,
            KATANYA PENUNTUT ILMU…TAPI DIKASIH PENJELASAN YANG BENAR DENGAN DALIL-DALIL NYA TAPI MASIHHHH AJA TAQLID BUTA SAMA AKALNYA YANG PENDEK ITUU…..
            MARI KEMBALI KE PEMAHAMAN SAHABAT…
            DIBAWAH ANE KIRIMIN TUHHH BANTAHAN EMPAT IMAM MAZHAB YANG MEMBANTAH ABOU FATEHH ALA MAJHULI ….
            MAU IKUT MANA KANG TAYMYAHHH???KATANYA ENTE TAQLID SAMA IMAM MAZHAB???
            HAYOOO…HAYOOOO…..

          4. donpay@

            dalilnya mana yg mengatakan bahwa Nabi selalu menanyakan syarat dan rukun laa ilaha illallah, seperti Wahabiyyun yg hobby tanya syarat dan rukun laa ilaha illallah? Dalam hal ini Wahabiyyun bikin bid’ah karena Nabi Saw tidak pernah mengajarkan. syarat dan rukunnya. yang ada juga firman Allah: “qul amantu billah tsummastaqim…., jadi tidak perlu aneh-aneh seperti Wahabi kan?

          5. MAS…KALO SALAH SATU RUKUN SHALAT TIDAK DIKERJAKAN SAJA SHALATNYA NGGAK SAHHH…
            ENTE BELUM PAHAM RUKUN LAA ILAHA ILLALLAH????
            KEMBALI KE ARTIKEL WAHHABI…BIAR PAHAM YAAA….
            BACA DULU…RENUNGKAN…HAYATI …. BARU KOAR-KOAR ….OKE BRO???

          6. mempelajari Al Quran bukan sama Ahlinya silahkan duduk di Naroko ……he he syeikh donpay dalilnya cari sendiri ……..

          7. Saya sudah baca mas, nah mas donpay sendiri, sudah baca artikel yang saya kasih link nya belum? asli bahasa Arab lho …. 🙂

      4. donpay@

        Mas Juman lebih memilih hadits yg Nejd yg bukan di Iraq, baco dong koment2 Mas Juman di atas, masa Nte gak paham apa yg dimaksud Mas Juman? Intinya Nte jangan paksa orang ikut paham Nte yg sesat, oke? Jangan samakan isi kepalamu dg isi kepala orang lain, santai Bro Pay….

  65. wah diskusinya hebat banget……….
    ikut nyimak disini jadi luas pandangan
    tapi saya nilain syeh donpay kurang ilmiah dalam pengambilan dalil kalo menurut ane
    karena sumber2 yang dipakai kurang kuat dan cenderung taqlid pada satu sumber
    beda dengan taymiya dan kawan2, mebandingkan kajian satu dengan kajian lainnya baru ada kesimpulan, mana yang harus diyakini sesuai hujjah yang bersumber Rosulloh, ibarata buat tesis doctoral, jurnal yang dipakai harus mendukung secara keseluruhan dari topik2 yang berkaitan walau temanya beda…………………..

    monggo dilanjut tapi jangan terlalu nafsu, kalo tidak muktabar ya jangan diterima

  66. Lagian kalo nejd entu emang dari dulu (zaman Nabi SAW) pan ude ade daerahnye, kalo IRAQ mah baru ade belakangan pan….

    >>>pasti dibantah lagi neh ame si Dondong eh Donpay….(yah iyalaaahhh…Wahabi getu looch…)

    1. BANG NUR,
      LIHAT LAFAZ HADISTNYA,,,Sahabat berkata ” Yaa Rasulullah wa fii ‘iraqina? artinya : Yaa Rasulullah, dalam Irak kami?” Beliau menjawab :” sesungguhnya di Irak terdapat kegoncangan dan fitnah dan di sana pula muncul tanduk setan.”

    1. Maaf, Mas Jafar…. jika koment antum langsung lenyap saat dikirim atau tidak masuk daftar moderasi (biasanya kelihatan dari PC-mu kalau masuk daftar moderasi) berarti kemungkinannya ditelan AKISMET. Maklum kalau lagi ramai koment, seringkali mesin wordpress ini ngadat, maklum karya manusia tidak ada yg sempurna.

      Saran kami jika Mas Jafar juga yang lainnya ingin kirim koment sebaiknya sebelum dikirim agar di-Copy dulu, sayang kalau sampai hilang, kan susah dan cape nulisnya ya? Syukron untuk semuanya, jazakumullohu khoiron katsiron, wal afwa minkum .

      1. mas Admin, saya ucapakan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Sholawat dan salam semoga tercurah selalu pada baginda Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan ummat-ummatnya sampai hari akhir.
        Saya ucapkan terima kasih pada mas Admin dan seluruh pengunjung blog ini, sungguh, awalnya saya hanya ikut sekedar membaca, tapi melihat semangat dakwah dan kesabaran yang luar biasa dari mas Admin dan teman-teman Aswaja dalam berdialog dengan saudara kita yang Wahabi, membuat saya yang bodoh ini, ketagihan, ingin terus menyimak setiap artikel yang terbit di sini, dan mulai sedikit terlibat diskusi. Mudah-mudahan Allah SWT menambahkan kita semua ilmu dan pengamalannya, mencurahkan kita hidayah dan pahala atas dakwah di dunia maya ini. Maju terus Ummati, maju terus Aswaja.

  67. Baiklah mas Admin, saya coba lagi ya.
    @Donpay,
    Hadits yang meriwayatkan Najed ada dalam Sohih Bukhori dan Musnad Imam Ahmad bin Hambal (lihat komen saya di

    Sedangkan riwayat dari Imam Thabrani dalam al-Mu`jam al-Kabir yang dikutip oleh @Donpay, tidak memenuhi syarat tsiqoh Imam Bukhori dan Imam Kutubussittah.
    Ini redaksi hadits dalam al-Mu`jam al-Kabir:
    (?????? ??????): [????? ????? ?? ??? ??????? ????? ??????? ?? ????? ????? ???? ???? ?? ??? ???? ?? ??? ?? ???? ?? ???? ?? ?? ??? ?? ?????? ??? ???? ???? ????? ???: ????? ???? ??? ?? ????? ????? ???? ?? ????? ?????? ????? ???? ??? ?? ??????? ?? ??????? ????? ?? ???? ???? ??? (??????) ???: ?? ??? ??????? ?????? ???? ???? ??? ???????]

    dan rowi yang dimaksud adalah Ubaidillah bin Abdullah bin `Aun, tidak semasyhur Husaen bin Hasan dan Azhar bin Sa`dlm riwayat Bukhori.
    ???: ???? ????? ?? ??: ???? ???? ?? ??? ???? ?? ??? ??? ???? ???????? ???? ?? ?? ????? ??? ??????? ??? ???? ?? ?????? ??? ?????? ????? ???? ??????? ??? ?? ??????? ??????: (????? ??????)? ???? ??? ???? ?? (????? ????????): (???? ??????) ???? ??? ????? ?? ?????? ??????? ???????? ?? ?????: ??? ??? ???? ?? ??? ??????? ????? ?? ?????!

    sumber:

      1. donpay@

        Permasalahannya, mana yg lebih kuat dalinya? Hadits yg antum bawakan tentang Iraq atau Nejd? Dasar Wahabiyyun seslalu oakai Ilmu ngeyel, katanmya mau yg paling shahih saja, kok ternyata terbuklti hanya prettt aja Nte. Gedobrak!!!

        Itulah ternyata seperti diri Nte inilah gambaran umum kaum Wahabiyyun, he he he….

        1. LIHATLAH OCEHAN JUMAN YANG TIDAK ILMIAH DAN TIDAK PAHAM ILMU HADIST….
          RIWAYAT IMAM BUKHORI ITU DITAFSIRKAN OLEH RIWAYAT IMAM THOBRONI…LIANNA RIWAYAT BUKHORI ITU CUMA NEJED ADA TANDUK SYETAN, NAHHH KALO DI IMAM THOBRONI ITU MENJELASKAN NEJEN ITU DI IRAK…DAN TIDAK BERTENTANGAN HADIST BUKHARI DAN THOBRONI….
          RIWAYAT IMAM THOBRONI TIDAK DIDHOIFKAN OLEH AL IMAM BUKHARI….
          ENTE KAGAK BACA YANG DIKIRIM JAFAR YAA MATAN HADISTNYA????

          BELAJAR LAGIY DECHH….

          1. Biasa aja kali mas Donpay gaya penulisannya. Saran saya sih, huruf kapital ditempatkan pada tempatnya, sesuai kaidah EYD aja.
            Mas sudah baca kan artikel nya?
            Dalam artikel tersebut dipaparkan tinjauan lughowi, geografis sampai kutipan matan-matan hadtis yang serupa dengan berbagai sanad dan redaksi matan yang berlainan “Najd” dan “Irak”. Karena lafd “Najd” diriwayatkan oleh musnid yang diakui ke tsiqoahannya oleh Imam Bukhori, diperkuat ada qorinah “masyrik” dalam riwayat Imam Ahmad, kemudian adanya perselisihan matan karena perbedaan sanad yang dipilih adalah sanad yang lebih tsiqoh, dan beberapa musnid yang dianggap dhoif bahkan inkar dalam hadits yang menyebutkan “irak, sehingga disimpulkan bahwa “tanduk syaitan” tersebut adalah Najd di wilayah Arab Saudi sekarang.
            Sekali lagi, biar saya tidak dikira mengarang saja atau hanya mengikuti hawa nafsu, silakan mas Donpay baca sendiri artikelnya.
            Kiranya mas Donpay setelah membaca artikel tersebut, (jika tidak setuju atau masih “ngeyel”) dapat membuat bantahan atau artikel lain yang membantahnya.
            Selamat membaca …

          2. Kang Jafar ,
            sebaiknya antum membaca langsung kitab Akmal al Bayan fi Syarhi Hadist Najd Qornu Syaithon dan ente membandingkan dan pilih mana pembahasan yang lebih ilmiah.

          3. Mas Donpay,
            Afwan, saya sudah melaksanakan saran mas Donpay untuk membaca artikel yang dikutip dari majalah Al-Furqon dalam komen mas Donpay sebelumnya. Sekiranya mas Donpay menyertakan tautan kitab tersebut , Insya Allah saya akan membacanya.
            Nah, sesuai kata saran mas Donpay, agar fair, mas Donpay silakan baca artikel yang saya sertakan tautannya.
            Karena saat ini, saya hanya punya dua perbandingan, artikel mas Donpay yang merupakan sari pati kitab Akaml al Bayan dalam majalah al-Furqon dan artikel yang saya sertakan pada komen sebelumnya. Dan dari dua artikel tersebut, saya memilih arikel terakhir yang lebih ilmiah. Bagaimana mas Donpay? Sudahkah membaca artikel tersebut?

          4. Sudah …
            namun hadist tersebut seperti yang ana jelaskan sebelumnya ….
            mengenai pilihan Itu dikembalikan kepada antum ….
            kalo ana memlilih pendapat di kitab Akmal al Bayan fi Syarhi Hadist Najd Qornu Syaithon…

          5. Namanya juga Wahabi si tanduk syetan, he he he
            Sudah didesign oleh Allah Swt untuk sedemikian itu, maksudnya seperti si Donpay ini….

            Syukron kepada Mas @Jafar yg dengan sabar memberi penjelasan kepada Wahabiyyu yg satu ini. Walaupun mungkin tidak manfaat baginya, insyaallah bermanfaat bagi penguinjung yg lainnya, amin….

  68. Maaf ya syekh donpay……

    Bukankah awal mula kaum khawarij itu banyak di daerah Najd dan bukankah inilah kaum yg anti sahabat/khalifah Ali bin Abi Thalib sehingga beliau dibunuh oleh Abdulrahman ibn Muljam yg dikenal ahli ibadah sampe jidatnye gosong, ahli puasa dan qari? Ya inilah bukti sabda nabi bahwa Najd itu tempat keluarnya tanduk setan. Sejarah membuktikan bahwa bibit-bibit perpecahan umat Islam berawal dari sini dimana menantu nabi sekaligus amirul mukminin dibunuh oleh ahli ibadah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah

    1. mbah…
      itu kesimpulan ijtihad atau pendapat antum saja???
      masih penasaran, silahkan kembali membaca artikel ana di atas mengenai penjelasan hadist tanduk syetan.
      BIAR PLONGGGG ,,,,,,,

      1. Berarti donpay tidak paham dengan artikel yg di-COPAS-nya sendiri, kok seperti burung beo aja ya? Burung beo kan gak mudeng ocehannya sendiri, ya kan?

        1. ente ngomongin diri antum sendiri yaa…faktanya : ENTE KAGAK ADA DALIL, TAQLID AJA AMA FRIENDS ANTUM DISINI…HEHEHEHE…NGAK USAH NGOCEH LAGIY ENTE….

          1. donpay@

            Kami keluar dalil jika sudah benar-benar diperlukan, itulah tradisi ASWAJA. Tidak seperti kalian Wahabiyyun sediki-sedikit keluar dalil tapi sayang dalilnya banyak salah pasang. Contohnya sangat banyak, maklum kaum lemah akal jadinya tidak mampu pasang dalil untuk suatu permasalah dalam agama. Asal pakai dalil doang tanpa mikir benar apa salah dalil yg digunakan untuk dipasangkan.

  69. NGELIHAT JUDUL DIATAS OLEH ABOU FATEH (ALLAH ADA TANPA TEMPAT), KELIATAN SEKALI AQIDAHNYA MENYIMPANG DARI IMAM MAZHAB (ABU HANIFAH, IMAM SYAFII, IMAM AHAMAD, DAN IMAM MALIK.

    berikut bantahannya (jika kalian mengaku taqlid pada Imam Mazhab yang empat, MAKA IKUTILAH WAHHABI) :

    1. PERKATAAN IMAM AL IMAM ABU HANIFAH
    Abu Hanifah berkat : ” Sesungguhnya Allah di Langit bukan di Bumi”. (lihat Al-Uluw karya Adz Zahabi dan al asma’ wash Shifat karya Al-Baihaqi.

    2. PERKATAAN al Imam MALIK
    beliau berkata : “Allah di langit dan Ilmu Nya di setiap tempat, tiada satu tempat pun yang luput dari Ilmu Nya”. (lihat Asy Syariah karya Al Ajurri, Syarah Ushul I’tiqod karya al Laalikai)

    3. Perkataan al Imam Asy Syafii
    beliau berkata : …Dan bahwa Sesungguhnya Allah di atas ‘Arasy di atas Langit. Dia mendekati hambaNya sesuai cara yang Dia kehendaki dan Dia turun ke Langit dunia sesuai cara yang Dia kehendaki.” (lihat Itsbat Shifatil ‘Uluw karya Ibnu Qudamah dan Al Uluw karya az zahabi)

    4. Perkataan Al Imam Ahmad Bin Hambal
    Beliau berkata :” Ya, Allah di atas Arasy, dan Ilmu Nya tidak satupun tempat yang tersembunyi.” (lihat Mukhtashor Al- Uluw karya Adz Dzahabi dan Syarh Ushul I’tiqod karya al Lalikai)

    Berkata al Imam Abul Hasan Al Asy’ari dalam kitabnya, Risalah ila Ahli Tsaghor.
    “Bahwasanya sesungguhnya Allah Ta’ala di atas segal langit di ata Arsy, bukan di Bumi….”.

  70. @ Donpay,
    Dalam copasan nt diatas ada kata maujuud, nt mengartikannya=ada, setahu ana maujuud itu isim maf’ul, artinya yg diadakan, ana mohon pencerahannya dari nt, syuqron

    1. Afif Fatkhurrohman@

      Syukron linknya Mas Afif, materinya bermanfaat untuk menhadapi Wahabi yg benci kuburan Ulama/Wali.

      1. KAYAKNYA SEBUTANNYA BUKAN ASYARIYUN YAAA…KARENA MENGAKU NGAKU AJA WALAU IMAM ASYARI TELAH TOBAT….MUNGKIN SEBUTANNYA ABOU FATEHIYYUN YAAA…..HEHEEHEHE

        1. NAH INI LAGI, KENGAWURAN SYEKH DONPAY
          OLALAH SYEKH SYEKH……kapan atimu padang to……………?

  71. @ mas jafar, syaik Donpay abahna Jibril nggak bakal percaya dgn yg kita kasih bukti, sektenye anti mazhab, tp yg aneh mrk masih make pendapat imam2 mazhab, sekte bingung and linglung ????

  72. Maaf syekh donpay

    Terus terang ane sedikit bingung dengan si salwah. Di forum ini selalu dan seringkali komen yg intinya debat yg ilmiyah. Maksdnya ilmiyah apakah seperti ilmiyahnya ilmu pengetahuan, padahal yg namanya ilmiyah itu berdasar data dan fakta empiris karena kerja otak berdasar data-data dan fakta-fakta yg bisa dianalisa.
    Bukankah dalam Islam telah lahir kelompok ilmiyah yaitu muktazilah. Trus mksd kaum salwah ilmiyah itu yg bagaimana to?

    Sekarang kalau dalam bahasan ilmiyah, apa bisa otak membukttikan surga itu dimana, bagaimana neraka itu, bagaimana bentuk arasy itu? JELAS TIDAK BISA dan PASTI TIDAK BISA bukan?
    Karena informasi tentang itu semua kita terima melalui CAHAYA IMAN di hati.

    Maaf syekh donpay, soal tanduk syetan seperti komen ane diatas itu ane peroleh penjelasan seorang ulama di daerah saya. Kalau syekh ga setuju ya itu urusan syekh sendiri, namun ane menerima sebagai informasi berharga bagi diri ane sendiri.

    Syekh donpay, maaf ya ane tanya: Apa sih substansi dari menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah itu?

  73. @Donpay: Wajib beriman pada sifat Allah, tapi KUFUR kalau mengartikannya..
    Allah ber-Istawa’ atas ‘Arsy, wajib mengimaninya. Tapi jadi KUFUR kalau mengartikannya jadi Allah DUDUK di atas ‘Arsy..

    Mujassimah-Musyabbihah –> Aqidah utama Salafi-Wahhabi

  74. @Donpay: Wajib mengimaninya, tapi KUFUR mengartikannya secara leterleg.
    Allah Istawa’ atas ‘Arsy, wajib mengimaninya. Dan KUFUR mengartikannya Allah DUDUK di atas ‘Arsy.

  75. @Donpay

    1. PERKATAAN IMAM AL IMAM ABU HANIFAH
    Abu Hanifah berkat : ” Sesungguhnya Allah di Langit bukan di Bumi”. (lihat Al-Uluw karya Adz Zahabi dan al asma’ wash Shifat karya Al-Baihaqi.

    Perkataan ini untuk membantah kaum mutha’tillah yang menolak sifat Allah di langit dan menggantinya dengan perkataan lain seperti Allah ada di tiap tempat atau Allah di bumi. Maka Imam hanafi menegaskan bahwa kita mesti beriman dan menetapkan sesuai bahasa Al Qur an, yaitu Allah di langit. Perkataan ini bukan menunjukkan tafsir Allah di langit dengan makna harfiah/tekstual, bahkan akidah Imam hanafi adalah Allah ada tanpa tempat dan arah.

    2. PERKATAAN al Imam MALIK
    beliau berkata : “Allah di langit dan Ilmu Nya di setiap tempat, tiada satu tempat pun yang luput dari Ilmu Nya”. (lihat Asy Syariah karya Al Ajurri, Syarah Ushul I’tiqod karya al Laalikai)

    Ini juga menegaskan menetapkan sifat Allah sesuai bahasa Al Quran, bukan berarti Allah bertempat di langit dan mempunyai arah yaitu atas.

    3. Perkataan al Imam Asy Syafii
    beliau berkata : …Dan bahwa Sesungguhnya Allah di atas ‘Arasy di atas Langit. Dia mendekati hambaNya sesuai cara yang Dia kehendaki dan Dia turun ke Langit dunia sesuai cara yang Dia kehendaki.” (lihat Itsbat Shifatil ‘Uluw karya Ibnu Qudamah dan Al Uluw karya az zahabi)

    sekali lagi, istiwa di atas arsy dan di atas langit adalah bahasa Al Quran, maka kita beriman kepadanya dan sekali lagi saya katakan bahwa menetapkannya tidak berkonsekuensi menafsirkannya secara zhahir

    4. Perkataan Al Imam Ahmad Bin Hambal
    Beliau berkata :” Ya, Allah di atas Arasy, dan Ilmu Nya tidak satupun tempat yang tersembunyi.” (lihat Mukhtashor Al- Uluw karya Adz Dzahabi dan Syarh Ushul I’tiqod karya al Lalikai)

    Ini juga menegaskan menetapkan sifat Allah sesuai bahasa Al Quran, bukan berarti Allah bertempat di langit dan mempunyai arah yaitu atas.

    Berkata al Imam Abul Hasan Al Asy’ari dalam kitabnya, Risalah ila Ahli Tsaghor.
    “Bahwasanya sesungguhnya Allah Ta’ala di atas segal langit di ata Arsy, bukan di Bumi….”.

    Perkataan ini untuk membantah kaum mutha’tillah yang menolak sifat Allah di langit dan menggantinya dengan perkataan lain seperti Allah ada di tiap tempat atau Allah di bumi . Maka Imam Asy ari menegaskan bahwa kita mesti beriman dan menetapkan sesuai bahasa Al Qur an, yaitu Allah di langit. jadi kita tidak harus tha’til, dan kita juga tidak menafsirkannya secara zhahir sehingga kita menjadi tajsim.

    Maka perhatikanlah, bahwa akidah Ahlussunah wal jamaah tidak tha’til dan tidak tajsim.
    Inilah akidah yang benar.

  76. semua yang di tulis donpay mengutip perkataan Imam, adalah menunjukkan bahwa kita tidak boleh tha’til atas bahasa Al Qur an,dan menolaknya.
    perkataan ‘Sesungguhnya Allah di Langit bukan di Bumi’ itu maksudnya agar kita tidak mengganti perkataan dalam Al Qur an yang telah disebutkan dengan perkataan lain, misalnya Allah di langit dan di bumi atau Allah ada di setiap tempat lalu menolak sifat Allah di langit atau istiwa di atas arsy, yang menjadikan kita kelompok mutha’tilah.
    Namun perlu kita sadari pula bahwa janganlah kita menafsirkan perkataan tersebut secara zhahir yang menyebabkan kita tajsim dan menjadi kelompok mujasimah.

    awas jangan tertipu ama wahabi.

    1. LIHATLAH SAUDARAKU….ASYARIYUN SEDANG MEMBANTAH PERKATAAN IMAM….
      YAA UDAHHH DEHHH AHHH….IMAM MAZHAB AJA DIBANTAH PADAHAL SESUAI DENGAN AL QURAN HADIST DAN PEMAHAMAN SAHABAT…..
      IMAM ASYARI JUGA DIBANTAH SAMA ASYARIYUN….MAU IKUT SAPA SIHH ASYARIYUN SEBENARNYA…ATO TAQLID SAMA SI ABOU FATEH AL MAJHUL YAA….

      1. @donpay

        ente kalau mau komentar berpikir dulu, kayaknya ente kurang sehat.

        Siapa yang menbantah imam ? justru saya menjelaskan maksud perkataan imam.

        apanya yang saya bantah ? apakah saya membantah bahwa Allah di atas langit atau istiwa di atas arsy? saya tidak membantahnya, justru saya meluruskannya.

        yang aneh itu ente…. kenapa ente mengartikan maksud perkataan para imam itu berarti kita harus menafsirkan secara zhahir…. saya tidak pernah mendengar para imam mengatakan sebagaimana maksud ente. maaf ya menurut saya anda telah salah paham dan salah pikir.

  77. Mas Donpay hari ini jadi “primadona” ya di sini. Baiklah, saya ikut nimbrung lagi nih
    Saya tadinya ingin menunggu mas Donpay menyertakan teks Arab dari komen sanggahannya terhadap artikel Abu Fateh, tapi sayang, yang ada justru penyangkalan dan prasangka yang seharusnya tidak perlu dalam forum diskusi.

    donpay : al asma’ wash Shifat karya Al-Baihaqi.

    Dalam kitab al-Asma Wasshifat, justru Imam Baihaqi meriwayatkan hadits yang menujukkan Allah ada tanpa tempat dan arah. Berikut redaksi haditsnya:

    ??????? ??? ??? ?????? ?? ???? ?? ??? ????????? ? ???? ??? ??? ??? ???? ?? ??? ?? ???? ??????? ? ??? ??? ???? ????????? ? ??? ???? ?? ??????? ? ??? ???? ? ? ? ??? ??? ???? : ?????? ??? ?? ???? ? ?? ???? ? ???? ? ????? ?? ???? ?? ??? ???? ? ?? ???? ? ?? ??? ????? ? ??? ???? ??? ?? ????? ??? ???? ???? ???? ??? ??? ???? ??? ??? ??? ????? : « ????? ?? ???????? ??? ????? ?? ?? ??? ???? ???? ?????? ???? ??????? ???????? ??????? ???? ?? ?? ?? ?? ?? ?? ??? ??? ??????? ? ??? ????? ???? ???? ??? ???? ????? ???? ???? ??? ? ???? ?????? ???? ???? ??? ? ???? ?????? ???? ???? ??? » ??? ??? ?? ????? : « ??? ??? ????? ?????? ?? ????? » ???? ???? ?? ?????? ?? ??? ?????? ?? ???? ?? ???? ?? ??? ????

    Perhatikan sabda Nabi “???? ?????? ???? ???? ??? ? ???? ?????? ???? ???? ???” , artinya: Dan Engkaulah (Allah) yang Maha Dhzohir, maka tiada di atas-Mu sesuatu apapun, dan Engkaulah yang Maha Bathin, maka tiada di bawah-Mu sesuatupun” . Dengan demikian, apakah Allah ada dalam tempat? di atas? di bawah? Orang awam pun pasti faham, pasti jawabanya: tidak, karena jika diatas dan dibawah-Nya tiada apapun, lantas dimana? Maka jelaslah bahwa Allah ada tanpa tempat. Maha Suci Allah dari tempat dan arah.

    Sumber:

    http://www.sunna.info/Lessons/islam_474.html

      1. @Donpay ….
        Baca dulu hadits nya, ya, itu hadits nabi lho. Anda beriman dengan hadits nabi kan?
        Bukannkah pertanyaan itu yang mas Donpay ajukan ke mas Juman saat mengungkapkan hadits riwayat Imam Thobroni dalam diskusi mengenai “qorn assyaithon”.
        Nah, sekarang sekali lagi saya bertanya dengan pertanyaan yang sama, apakah mas Donpay beriman dengan hadits Nabi?
        Silakan mas Donpay baca haditsnya, dan artikan sendiri.
        Silakan buka tautan-nya agar menghindarkan prasangka.

      2. mas Donpay ..
        Silakan baca dulu haditsnya, dan artikan sendiri. Setelah tahu artinya, masihkan mas Donpay membantahanya? atau mas Donpay sudah tidak beriman dengan hadits Nabi?
        Pertanyaan yang sama mas Donpay lontarkan pada mas Juman saat diskusi mengenai “qornussyaithon”. Sekali lagi saya tanya, apakah mas Donpay sudah tidak beriman denga hadits Nabi?

        donpay :AKAL LAGI…CAPEEEE DECHHH…

        Wah mas Donpay, kita ini kan “Ulil Albab” dan “Ulil Abshar”, kita mensyukuri anugerah Allah dengan menggunakan akal pada tempatnya. Kecuali kalau mas Donpay hanya terima mentah-mentah penjelasan dari ulama Wahabi, yah jadinya buntu deh akal nya, tidak mau menerima kebenaran dari pihak lain.

        1. Ilmu adalah :
          – Allah Berfirman …
          – Rasul bersabda
          – Sahabat berkata
          ini dalil.

          bukan Jafar berkata :….
          ini bukan dalil.

          ok Bro?

          1. Lho. mas Donpay, itu bukan perkataan saya lho. itu sabda Rosulullah SAW. Mas Donpay baca lagi deh haditsnya. Kayaknya mas Donpay maksa banget ya. Saya memang bukan ahli ilmu mas, oleh karena itu saya kutipkan sabda nabi, tanpa interpretasi apapun. Sekali lagi, silakan baca lagi hadits yang saya tukilkan dari kitab Asma Wa Shifat nya Imam Baihaqi. OK Mas?

          2. Mas Jafar yang baek,
            kalo kita lihat hadist…kita jangan langsung tafsirkan sendiri…Ok??
            lihat hadist pun di lihat dulu shahih, dhoif atau tidak???lihat siapa imam yang menshahihkan atau yang lainnya….kalo ahli hadist abad ini adalah Syaikh Muhammad Nasiruddin Albani Rahimahullah….dikatakan beliau seperti imam – imam ahli hadist terdahulu…
            lihatlah kita-kitabnya…SILSILAH HADIST SHAHIHAH, SILSILAH HADIST DHAIFAH, SIFAT SHALAT NABI , DLLL
            Kalo ada ijtihad imam yang salah yaa jangan diikuti, atao menyelisihi ijma para Ulama….yaa kita pake Ijma dong…jangan pake akal kita sendiri dan mencari dalil-dalil yang mendukung mazhab kita….
            DAN YANG LEBIH PENTING :
            KALO SUDAH ADA PERKATAAN SAHABAT DAN PARA SAHABAT LAEN TIDAK MENYELISIHINYA MAKA ITU ADALAH IJMA SALAFUSH SHALEH…
            oke?

          3. Mas Donpay,
            Dalam komen mas Donpay yang menyanggah artikel Abou Fateh, mas Donpay menggunakan referensi kitab Asma Wa Shifat karya Imam Baihaqi kan? bahkan yang dikutip adalah terjemah dari perkataan Imam Hanafi nya, bukan asli teks Arab nya. Sebenarnya saya sangat menunggu mas Donpay sertakan teks Arabnya atau minimal tautan nya, agar ada perbandingan yang fair. Atau setidaknya sumber artikel tersebut seperti yang mas Donpay tuliskan saat memuat pendapat yang menerangkan “tanduk syaitan”. Bagaimana mas?
            Nah, saya pun mencoba mengimbangi hal itu dengan mengutip dari kitab yang sama dengan redaksi aslinya. Bukan opini pribadi.

          4. Nah lho, saya mengutip dari kitab versi online nya. Tidak melakukan takwil apapun. Atau barangkali pengertian takwil yang saya pahami beda dengan mas@Donpay. Karena kompetensi saya hanya sebagai pembelajar.
            Setidaknya saya bertanggung jawab dengan menyertakan tautannya. Justru dengan bahasa aslinya, mungkin lebih mudah googlingnya. Mas @Donpay, punya kan redaksi aslinya dalam bahasa Arab? atau hanya menyalin dari artikel yang sudah diterjemahkan seperti itu?

  78. @Donpay
    Wah mas Donpay jadi “primadona” ya, selamat deh! . Saya tadinya ingin menunggu mas Donpay menyertakan teks Arab dari artikel yang menyanggah tulisan akhina Abou Fateh. Tapi sayang, mas Donpay malah berkelit dan menuliskan prasangka yang seharusnya tidak perlu dalam sebuah diskusi.
    Dari tulisan mas Donpay

    donpay :al asma’ wash Shifat karya Al-Baihaqi.

    al-Imam Baihaqi pernah meriwayatkan hadits yang menjelaskan bahwa Allah ada tanpa tempat, berikut redaksi haditsnya:
    ??????? ??? ??? ?????? ?? ???? ?? ??? ????????? ? ???? ??? ??? ??? ???? ?? ??? ?? ???? ??????? ? ??? ??? ???? ????????? ? ??? ???? ?? ??????? ? ??? ???? ? ? ? ??? ??? ???? : ?????? ??? ?? ???? ? ?? ???? ? ???? ? ????? ?? ???? ?? ??? ???? ? ?? ???? ? ?? ??? ????? ? ??? ???? ??? ?? ????? ??? ???? ???? ???? ??? ??? ???? ??? ??? ??? ????? : « ????? ?? ???????? ??? ????? ?? ?? ??? ???? ???? ?????? ???? ??????? ???????? ??????? ???? ?? ?? ?? ?? ?? ?? ??? ??? ??????? ? ??? ????? ???? ???? ??? ???? ????? ???? ???? ??? ? ???? ?????? ???? ???? ??? ? ???? ?????? ???? ???? ??? » ??? ??? ?? ????? : « ??? ??? ????? ?????? ?? ????? » ???? ???? ?? ?????? ?? ??? ?????? ?? ???? ?? ???? ?? ??? ????

    Mari perhatikan sabda Nabi
    “??? ????? ???? ???? ??? ???? ????? ???? ???? ??? ? ???? ?????? ???? ???? ??? ? ???? ?????? ???? ???? ???”
    Artinya: Engkau Maha Awal, maka tiada sesuatu sebelum-Mu, Engkau Maha Akhir, maka tiada sesuatu setelah-Mu, Engkau Maha Dhzohir, maka tiada sesuatu di atas-Mu, Engkau Maha Bathin, maka tiada sesuatu di bawah-Mu.
    Nah, dapat dipahami bahwa tiada sesuatu sebelum dan setelah Allah, sehingga Allah ada tanpa terikat waktu. Tiada sesuatu di atas dan di bawah Allah, sehingga Allah ada tanpa terikat tempat. Atau dengan kata lain, Allah ada tanpa tempat.

    Referensi:

    http://www.sunna.info/Lessons/islam_474.html

    1. Ini juga ada di shahih Muslim, dan Imam Thahawi juga beraqidah demikian.
      ?????????? ???????? ???? ??????? ?????????? ???????? ???? ????????? ?????: ????? ????? ??????? ???????????? ????? ??????? ????????? ???? ???????? ???? ?????????? ????? ??????? ???????????? ????? ???????: «???????? ????? ????????????? ??????? ????????? ??????? ????????? ??????????? ???????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????? ??????????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????????? ??????? ???? ???? ????? ????? ?????? ?????? ????? ?????????????? ???????? ?????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ?????????» ??????? ??????? ?????? ???? ????? ??????????? ???? ?????????? ?????? ????? ???????? ??????????

      Juga an-Nasa-i:
      ?????? ???? ?? ??? ???? ?? ??????? ??? ??? ??? ???? ??? ??? ???? ??? ??? ???? ?? ???? ?? ??? ????? ??? : ??? ???? ???? ??? ???? ???? ? ??? ??? ??? ??? ????? ???? ????? ?? ???????? ??? ????? ??? ?? ??? ???? ???? ?????? ???? ??????? ???????? ??????? ???? ?? ?? ?? ?? ?? ?? ??? ??? ??????? ??? ????? ???? ???? ??? ???? ????? ???? ???? ??? ???? ?????? ???? ???? ??? ???? ?????? ???? ???? ??? ??? ??? ????? ?????? ?? ?????

      Ibnu Majah:
      ?????????? ????? ?????? ???? ????? ???????? ? ?????????? ????????? ???? ????? ?????????? ? ?????????? ????? ? ???? ?????????? ? ???? ????? ??????? ? ???? ????? ?????????? ????? : ?????? ????????? ?????????? ?????? ???? ??????? ???????? ?????????? ???????? ? ??????? ????? : ??? ??????? ??? ????????? . ?????????? ? ?????????? ?????? ?????? ??????? : ??????? ???????? ??????? ???????? ? ???? ??? ???? ?????? ?????? ? ??????? ????? ??????? : ?????? ??? ? ???? ??? ???? ?????? ?????? ? ????????? : ??????? : ?????? : ?????????? ????? ????????????? ????????? ? ??????? ????????? ?????????? ? ???????? ??????? ????? ?????? ? ???????? ???????????? ????????????? ???????????? ?????????? ? ?????? ????????? ???????? ???????? ?????? ? ???????? ??????? ???????? ???????? ?????? ? ???????? ?????????? ???????? ???????? ?????? ? ???????? ?????????? ???????? ??????? ?????? ? ????? ?????? ????????? ??????????? ???? ?????????

      Imam Ahmad bin Hanbal:
      ?????????? ???????? ? ?????????? ???????? ? ?????????? ???????? ? ???? ??????? ? ???? ????? ?????????? ? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ????? ??????? ????? ????? ????? ????????? : ?????????? ????? ????????????? ????????? ? ??????? ???????? ? ??????? ????? ?????? ? ??????? ???????? ?????????? ? ???????? ???????????? ?????????????? ???????????? ? ??????? ???? ???? ????? ????? ??? ????? ?????? ????? ????????????? ? ?????? ????????? ???????? ???????? ?????? ? ???????? ??????? ???????? ???????? ?????? ? ???????? ?????????? ???????? ???????? ?????? ? ???????? ?????????? ???????? ??????? ?????? ? ????? ?????? ????????? ? ??????????? ???? ?????????.

      Dalam kitab Al-Ibanah al-Kubra karya Imam ibnu Baththah:
      ?????????? ????? ?????? ??????? ??????????? ???? ???????????? ???????????????? ?????: ??? ??????? ???? ?????? ???????????? ?????: ??? ???????? ???? ?????????? ???? ????????????? ???? ?????????? ???????: ????? [?:190] ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????: «?????????? ?????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ??????»

      Adabul Mufrad Imam Bukhari:
      ?? ??? ????? ??? ???? ??? ?????: ????? ??????? ??????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ????? ????? ????? ?????????: ?????????? ????? ????????????? ??????????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????????? ?????????????? ???????????? ??????? ???? ???? ????? ??? ????? ?????? ????? ?????????????? ?????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ?????? ??? ??? ????? ?????? ?? ?????

      Dalam Mustadrak Imam al-Hakim:
      ??????????? ????? ?????? ???????? ???? ????????? ?????????? ???????????? ??? ??????? ???? ?????????? ???????????? ??? ???????? ???? ????????? ??? ????????? ???? ???????????? ???? ????? ???????? ???? ????? ?????????? ?????? ??????? ??????? ?????: ?????? ????????? ?????? ??????? ??????? ??????? ??????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ????????? ???????: ?????: «??????? ?????? ??????????? ??????? ???????? ???? ?????? ??????» ?????: ?????????? ???????? ???????? ????????? ?????: ” ??????: ?????????? ????? ?????????????? ??????? ????????? ??????????? ???????? ??????? ????? ??????? ???????? ???????????? ?????????????? ????????????? ??????? ???????? ??????????? ??????? ???? ???? ????? ????? ?????? ?????? ????? ?????????????? ?????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ????????? ” ????? ??????? ??????? ????? ?????? ?????????????

      Sunan Abu Dawud:
      ?????????? ?????? ???? ????????????? ?????????? ????????? ? ??????????? ?????? ???? ?????????? ???? ???????? ???????? ???? ????????? ???? ???????? ???? ????? ??????????? ???? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ????? ??????? ????? ????? ????? ?????????: «?????????? ????? ????????????? ??????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????? ??????????? ????????? ????????????? ??????????????? ????????????? ??????? ???? ???? ????? ????? ??? ?????? ?????? ????? ?????????????? ?????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ??????» ? ????? ?????? ??? ????????? «????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ?????????»

      Imam Tirmidzi:
      ?????????? ????? ???????? ?????: ?????????? ????? ?????????? ???? ??????????? ???? ????? ???????? ???? ????? ??????????? ?????: ??????? ????????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????????? ????????? ??????? ?????: ??????: ?????????? ????? ???????????? ?????????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ????? ?????? ???????? ???????????? ????????????? ???????????? ??????? ??????? ??????????? ??????? ???? ???? ????? ????? ?????? ?????? ????? ?????????????? ?????? ????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ??????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ????????? ???????? ??????? ??????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ????????

      Ibnu Sunni :
      ??????????? ????? ?????? ???????????? ?????????? ????????? ???? ????????????? ??? ???????? ???? ???????? ???? ????? ???????? ?????: ????? ????? ??????? ??????????? ????? ??????? ????????? ???? ??????? ???? ?????????? ????? ??????? ???????????? ????? ???????: «?????????? ????? ????????????? ??????? ?????????? ??????? ????????? ??????????? ???????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????? ??????????? ?????????? ???????????? ?????????????? ??????????????? ??????? ???? ???? ????? ????? ?????? ?????? ????? ?????????????? ?????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ?????????»

      Ibnu Hibban:
      ??????????? ????? ???????? ?????: ?????????? ????? ??????????? ?????: ?????????? ???????? ???? ????????? ?????: ????? ????? ???????? ??????????? ????? ??????? ????????? ???? ??????? ???? ?????????? ????? ??????? ??????????? ?????? ???????: «?????????? ????? ????????????? ??????? ????????? ??????? ????????? ??????????? ???????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????? ??????????? ???????? ???????????? ?????????????? ??????????????? ??????? ???? ???? ????? ????? ?????? ?????? ????? ?????????????? ?????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????? ???????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ??????? ????? ?????? ????????? ?????????? ???? ?????????»

      Sekarang mana pembagian tauhid menurut 7 ulama yg antum bilang, wahai Donpay alias Donkey alias Himar? Tolong antum nukilkan di sini. Jangan seperti himar penggilingan yang kerjanya muter2 ga pake otak dan ga ilmiyyah. Antum taqlid buta sih ama syaikh2 wahhabi, jadinya ga bisa membahas dg ilmiyyah.

      1. Mas Artikelislami Al Majhuli yang baek,
        kalo kita lihat hadist…kita jangan langsung tafsirkan sendiri…Ok??
        lihat hadist pun di lihat dulu shahih, dhoif atau tidak???lihat siapa imam yang menshahihkan atau yang lainnya….kalo ahli hadist abad ini adalah Syaikh Muhammad Nasiruddin Albani Rahimahullah….dikatakan beliau seperti imam – imam ahli hadist terdahulu…
        lihatlah kita-kitabnya…SILSILAH HADIST SHAHIHAH, SILSILAH HADIST DHAIFAH, SIFAT SHALAT NABI , DLLL
        Kalo ada ijtihad imam yang salah yaa jangan diikuti, atao menyelisihi ijma para Ulama….yaa kita pake Ijma dong…jangan pake akal kita sendiri dan mencari dalil-dalil yang mendukung mazhab kita….
        DAN YANG LEBIH PENTING :
        KALO SUDAH ADA PERKATAAN SAHABAT DAN PARA SAHABAT LAEN TIDAK MENYELISIHINYA MAKA ITU ADALAH IJMA SALAFUSH SHALEH…
        oke?

        1. Terimakasih ustadz@AI
          Dan mas@Donpay,
          Begitu banyaknya muhaddist (Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Baihaqi, Imam An-Nasa`i, Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Hakim, Ibnu Sunni, Ibnu Hibban) yang meriwayatkan hadits serupa, masihkah dibantah hanya karena mas Donpay belum menemukan keshohihannya oleh Al-Albani? Maaf, saya lebih memilih penadapat dari ulama-ulama Muhadditsin generasi salaf.
          Saya masih ingat, saat diskusi mengenai “Najd” /”Irak” apakah hadist yang mas@Donpay kutip juga sudah di shohihkan oleh Al-Albani. Kalau ya, silakan dibuktikan. Padahal dalam artikel yang saya sertakan, ada salah satu musnid dalam hadits yang dijadikan pegangan oleh @Donpay ,tidak memenuhi syarat keshahihan hadits menurut Imam Bukhori.
          Nah, mas@Donpay, dari sikap mas@Donpay tersebut dalam dua diskusi ini terlihat kontradiktif.

          1. @Jafar,
            Para Imam Ahli Hadist telah menyertakan sanadnya….dan Para Imam tersebut sudah melaksanakan amanah ilmiah…adapun menentukan derajat para Rawi maka kita serahkan kepada AHli Hadist yang lain secara ilmiah juga…jadi saling mengkritik sesama Ahli Hadist adalah sudah ada sejak dulu dan hal biasa …bukan “anak baru anak kemarin” mengkritik Ahli Hadist, ini yang nggak bener…
            seandainya seluruh Hadist mengacu syarat Imam Bukhari maka begitu banyak hadist yang dibuang namun para ulama telah ijma selama hadist tersebut sahih atau hasan dan para perawi nya tsiqoh maka dapat dipakai…oke bro?

          2. donkpay@

            Sekedar ngingetin, Nte sudah bilang di atas, Ilmu itu qola siapa? Ayo, ingat kan kata Nte sendiri lho itu.

            Nah, kalau yg qola Syaikh bin Baz, Syaikh alu syaikh, Syaikh Albani, itu ilmu bukan? Toloonng jawab dg konsisten menurut teorimu ya?

          3. sahabatnya siapa ????? sahabatnya Ibnu Taimiyah atau muridnya @pay ????? kalau shohabat Rosululloh nggak mungkin mudah memvonis bid’ah, syirik , kafir …….kita harus berbaik sangka terhadap saudara muslim itulah ahlak shohabat Rosululloh…….

          4. donpay :

            Sahabat Ibnu Mas’ud langsung mengingkari ada zikir jamaah …

            donpay, donpay….. Coba sebutkan apa kata Sahabat Ibnu mas’ud agar saya bisa jelaskan kekeliruan Nte n Wahabi.
            Nte bersama Wahabi kerjaannya fitanh Sahabat Nabi saw, tapi anehnya merasa mengikuti perbuatan n qoul Sahabat.

            Dzikir berjamaah sejak zaman Rasul saw, sahabat, tabi’in tak pernah dipermasalahkan, bahkan merupakan sunnah rasul saw, dan pula secara akal sehat, semua orang mukmin akan asyik berdzikir, dan hanya syaitan yg benci dan akan hangus terbakar dan tak tahan mendengar suara dzikir. kita bisa bandingkan mereka ini dari kelompok mukmin, atau kelompok syaitan yang sesat.., dengan cara mereka yang memprotes dzikir jamaah, telinga mereka panas, dan ingin segera kabur bila mendengar jamaah berdzikir.

            Tidak pernahkah kalian baca dalam sejarah, Para sahabat berdoa bersama Rasul saw dengan melantunkan syair (Qasidah/Nasyidah) di saat menggali khandaq (parit) Rasul saw dan sahabat-sahabat radhiyallhu ‘anhum bersenandung bersama sama dengan ucapan : “HAAMIIIM LAA YUNSHARUUN..”. (Kitab Sirah Ibn Hisyam Bab Ghazwat Khandaq). Perlu diketahui bahwa sirah Ibn Hisyam adalah buku sejarah yg pertama ada dari seluruh buku sejarah, yaitu buku sejarah tertua. Karena ia adalah Tabi’in.

            Kita Ahlussunnah waljama’ah berdoa, berdzikir, dengan sirran wa jahran, di dalam hati, dalam kesendirian, dan bersama sama. Sebagaimana Hadist Qudsiy Allah swt berfirman : “BILA IA (HAMBAKU) MENYEBUT NAMAKU DALAM DIRINYA, MAKA AKU MENGINGATNYA DALAM DIRIKU, BILA MEREKA MENYEBUT NAMAKAU DALAM KELOMPOK BESAR, MAKA AKUPUN MENYEBUT (membanggakan) NAMA MEREKA DALAM KELOMPOK YG LEBIH BESAR DAN LEBIH MULIA”. (HR Bukhari Muslim).

            Wahai kaum Muslimin, mari kita selamatkan Ummat Islam dari serangan Virus Wahabi, kita doakan saja para pengikut Wahabisme madzhab sempalan abad ke 20 ini, agar mereka diberi hidayah dan kembali kepada kebenaran. “Wahai Allah, telah terkotori permukaan Bumi-Mu dengan sanubari sanubari yang disesatkan syaitan, maka hujankanlah hidayah-Mu pada mereka agar mereka mau kembali pada kebenaran sehingga mereka istiqomah beridolakan sang Nabi Saw. Amiiin…”

  79. Syaikh donpay Abahna Jibril@

    Coba bandingkanapa yg antum sebutkan di atas dg yg aqidah 4 Imam madzhab ini, mungkin Nte nanti baru sadar kaum Wahabiyyun itu terbukti tukang fitnah dan pembohong. Oke, simaklah baik-baik ya?

    (klik kanan gambar di atas, lalu open link in new tab untuk memperbesar SCAN kitab di atas)

    Aqidah Para Imam Mdzhab adalah sebagai berikut:

    1. Imam Abu Hanifah ra. mengatakan bahwa kata Istiwa sudah dipahami. Bahkan Imam Abu Hanifah menolak mereka yang berpahaman Tajsim dan Tasybih sebagaimana tertuang dalam kitab beliau Fiqh al Akbar:

    Berkata Imam Abu Hanifah: “Dan kami ( ulama Islam ) mengakui bahawa Allah ta’ala ber-istawa atas Arasy tanpa Dia memerlukan kepada Arasy dan Dia tidak metetap di atas Arasy, Dialah menjaga Arasy dan selain Arasy tanpa memerlukan Arasy, sekiranya dikatakan Allah memerlukan kepada yang lain sudah pasti Dia tidak mampu mencipta Allah ini dan tidak mampu mentadbirnya sepeti juga makhluk-makhluk, kalaulah Allah memerlukan sifat duduk dan bertempat maka sebelum diciptakan Arasy dimanakah Dia? Maha suci Allah dari yang demikian”
    Amat jelas di atas bahwa akidah ulama Salaf sebenarnya yang telah dinyatakan oleh Imam Abu Hanifah adalah menafikan sifat bersemayam(duduk) Allah di atas Arasy.
    Semoga Mujassimah diberi hidayah sebelum mati dengan mengucap dua kalimah syahadah kembali kepada Islam.

    2. Imam Syafi’i
    ??? ????? ??? ??? ???? ???? ?????? ??? ??? ???? ??????? ??? ??? ??? ???? ?????? ?????? ???? ???????
    Artinya: Sesungguhnya Dia Ta’ala ada (dari azali) sementara tempat belum diciptakan, kemudian Allah mencipta tempat dan Dia tetap dengan sifatnya yang azali itu sebagaimana sebelum terciptanya tempat, tidak harus ke atas Allah perubahan. Dinuqilkan oleh Imam Al-Zabidi dalam kitabnya Ithaf al-Sadatil Muttaqin jilid 2 halaman 23
    3-Imam Ahmad bin Hanbal :
    -????? ??? ???? ?? ??? ???? ?????
    Artinya: Dia (Allah) istawa sebagaimana Dia khabarkan (di dalam al Quran), bukannya seperti yang terlintas di pikiran manusia. Dinuqilkan oleh Imam al-Rifa’i dalam kitabnya al-Burhan al-Muayyad, dan juga al-Husoni dalam kitabnya Dafu’ syubh man syabbaha Wa Tamarrad.
    ??? ????? ??? ???? ????????? ??? ??? ?????? ??????? ?? ??? -???? ???? ?? ????? ?? ????? ???? ?????? ??????? ????
    Artinya: dan apa yang telah masyhur di kalangan orang-orang jahil yang menisbahkan diri mereka pada Imam Mujtahid ini (Ahmad bin Hanbal) bahwa dia ada mengatakan tentang (Allah) berada di arah atau seumpamanya, maka itu adalah pendustaan dan kepalsuan atas namanya (Imam Ahmad) – Kitab Fatawa Hadisiah karya Ibn Hajar al- Haitami

    4- Imam Malik :
    ???????? ??? ??????? ?????? ??? ??????? ???????? ?? ???? ? ?????? ??? ????
    Artinya: Kalimah istiwa’ tidak majhul (diketahui dalam al quran) dan kaif (bentuk) tidak diterima aqal, dan iman dengannya wajib, dan bertanya tentangnya bid’ah
    Perhatikan : Imam Malik hanya menulis kata istiwa (???????) bukan memberikan makna dhahir jalasa atau duduk atau bersemayam atau bertempat (istiqrar)…..

    Coba bandingkan donpay, apapun hasilnya yang perlu antum sadar adalah Wahabiyyun itu sudah terlanjur terkenal tukang dusta n penipu. Oke?

    1. HMMM..KESIMPULAN YANG DIBUAT-BUAT SENDIRI OLEH JUMAN DENGAN AKALNYA….
      SEDANGKAN KALO DIPERHATIKAN PERKATAAN PARA IMAM BAHWA MEREKA MENETAPKAN SIFAT ALLAH…TIDAK SEPERTI ABOU FATEHHH DAN KANG JUMAN INI…
      USAHA ANTUM MEMBAWAKAN PERKATAAN IMAM ,,ANA HARGAI NAMUN ANTUM JANGAN MEMBUAT KESIMPULAN DENGAN AKAL ANTUM MEMUTAR BALIKAN PERKATAAN PARA IMAM…OKE BRO?

      1. Mas Donpay, wah tulisannya kapital semua lagi nih. Maaf nih mas, boleh saya sarankan lagi, penulisan huruf kapital sesuai dengan EYD aja ya.
        Apa yang mas Juman katakan, semata-semata menukil perkataan Imam Madzhab disertai dengan teks Arab nya bahkan scan kitabnya. Nah saran saya, agar ada perbandingan yang fair, komen mas Donpay yang menukil pendapat para Imam Madzhab boleh donk disertai teks Arabnya, mungkin diskusinya bisa lebih jernih, tanpa saling berprasangka.

        1. Mas Jafar@

          Si Donpay sudah mulai prustrasi terlihat dari tulisannya pakai huruf-huruf Capital semuanya. Itulah aslinya dia terekspresikan jelas lewat font-font tulisan. Kasihan ya, sudah meremehkan orang lain sedari awal diskusi, minta dalil dikasih dalil mental semua. Sudah keras hatinya akibat virus Wahabi menutup seluruh hatinya, jadinya sombong selangit. Tuh buktinya saya bisa datangkan bukti. Coba donpay, antum datangkan bukti SCAN KITAB yg antum bawakan itu. Jangan hanya ngoceh ngalor-ngidul merasa hebat kalau buktinya cuma muter-muter seperti keledai di penggilingan. Afwan for all, syukron.

          1. @Juman
            Kayaknya sih begitu mas Juman, tadi sih pas lagi diskusi hadits yang membahas “tanduk syaitan”, @donpay, sudah bisa menempatkan kembali huruf kapital pada tempatnya. Sekarang mah kambuh lagi. 🙂

        2. PERCUMA ANE KASIHH…NTAR ENTE PLINTIR LAGIY…HEHEHEHEHE
          DALIL AL QURAN DAN HADIST AJA DIPLINTIR APALAGIY PERKATAAN IMAM…NGGAK PUNYA ADAB EMANG KALIAN INI…MENUHANKAN AKAL KALIAN YANG CETEK…..
          YANG PENTING ITU ANE UDAH KASIH KITAB REFERENSINYA…TINGGAL ENTE YANG CARI DAHHHH SANA…..
          BANDINGKAN DENGAN BAIK JANGAN TAQLID ATAU MEMBEBEK DENGAN AKAL KALIAN ….DASAR ASYARIYUN …
          DIKASIH DALIL NGGAK MAU…MAU NYA DUIT KALI YAA…HEHEHEHE

          1. SYEKH DONPAY
            NAH KETAHUAN KAN KENGAWURAN DAN BEGONYA SYEKH. BUKTINYA APA TUDUHAN SYEKH KALAU REKAN2 ASWAJA ITU MENUHANKAN AKALNYA. APA SYEKH SDH MENGENAL SEUTUHNYA REKAN2 ASWAJA.
            KENAPA DALAM DISKUSI SEPERTI INI DENGAN SEENAKNYA SYEKH MENGELUARKAN KATA2 SEPERTI ITU. KAN KALAU TIDAK TERBUKTI ARTINYA SYEKH MEMFITNAH. APA SYEKH SUKA MEMFITNAH.

            TRUS LAGI UMPATAN YG TIDAK SEPANTASNYA DAN SELALU MUNCUL DARI SYEKH DAN SEMUA REKAN SYEKH, YAITU : DASAR ASYARIYUN. ANE DAH RATUSAN KALI MEMBACA KATA2 SEPERTI ITU.

            APA MEMANG WAHABI ITU SANGAT MEMBENCI NU? MENURUT SEJARAH MEMANG WAJAR KALAU WAHABI BENCI SAMA NU.

            SYEKH DONPAY, APA SYEKH SUDAH MERASA AMAN DAN PASTI MASUK SYURGA KELAK DIKEMUDIAN HARI? KALAU IYA BUKTINYA DONG SECARA ILMIYAH

            KENAPA SYEKH, HIDUP SEKALI DI DUNIA INI KOK HATI DIPENUHI RASA BENCI KEPADA SESAMA MUSLIM YG BEDA PANDANGAN? APA DENGAN MEMBENCI ITU SUDAH MENJADI JAMINAN MASUK SYURGA?

            KALAU HATI SYEKH DIPENUHI KEBENCIAN, ADUH KASIHAN SEKALI HIDUP SYEKH. SUNGGUH AMAT SANGAT KASIHAN SEKALI HIDUP SYEKH

          2. Donpay abahna jibril ( PERISAI ISLAM >>>PREEETTTTT!!! ) kok masih ngeyel dan muter-muter aja sih? Kapan tobatnye kalau seperti itu terus? Sadarlah mumpung napas belum sampai tenggorokan.

            Nah, itu koment Mas @Dianth adalah mewakili kami ASWAJA. Jadi betul itu, tidak makna dhohir seperti kalian Wahabi. Sehingga tangan Allah dibilang kanan dua-duanya, itu namanya fitnah kepada Allah Swt, di mana akal kalian wahai pengikut Wahabi? Afwan….

          3. KENTUT YAA KANG JUMAN….
            KANG KALO TOBAT ,,,SESUAI SUNNAH NABI BAHWA NABI TOBAT ISTIGHFAR 70 SAMPAI 100 DALAM SEHARI….
            KALO WAHHABI INSYAALLAH AKAL MENGIKUTI DALIL,,,BUKAN AKAL MENOLAK DALIL…NAAM…

      2. @Donpay, kami semua menetapkan sifat Allah. Kami beriman dan menetapkan sifat Allah di atas langit dan sifat istiwa Allah di atas Arsy sebagaimana Allah ungkapkan dalam Al Qur an, bedanya dengan wahabi, kami tidak menafsirkan ‘di atas langit’ dan ‘istiwa diatas arsy’ dengan makna zhahir.

  80. orang-orang yang dangkal ilmunya saling berdebat dengan kebencian. Sesungguhnya kebanyakan penghuni neraka adalah disebabkan karena lisan dan jemaluannya. Bagaimana jika orang yang dangkal ilmunya berbicara? Tak takutkah kalian semua jika termasuk golongan orang-orang yang berkata tanpa ilmu,yang mana dia berkata tentang Allah tanpa ilmu.
    Disini hanya debat kusir,dimana yang paling ngotot maka dia pemenangnya.
    Aku berlindung kepada Allah dari berkata tanpa ilmu.Hanya Allahlah pemberi hidayah.

    1. rudi hartanto@

      Terimakasih ya peringatannya, ana benar-benar dapat manfaat dari diskusi ini, amat sangat menarik memperluas wawasan tentang siapa kaum dangkal ilmu seperti kata antum. Semoga kaum lemah akal dan dangkal ilmu yg suka debat dg kebencian itu pada sadar dan bertobat.

      Mari kita simak Hadits Sahl bin Hunaif ra: Diriwayatkan dari Yusair bin Amr katanya: Aku bertanya kepada Sahl bin Hunaif: “Adakah engkau pernah mendengar Nabi saw menceritakan tentang Khawarij?” Sahl menjawab: “Aku mendengarnya sambil menunjuk dengan tangannya ke arah timur. ‘Suatu golongan membaca al-Quran dengan lidah mereka, tetapi tidak sampai ke otak mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan.’” [HR. Bukhari dan Muslim]

      Dari hadits di atas, kita dapat melihat bahwa Nabi telah memberitakan tentang akan munculnya suatu golongan yang kebanyakan mereka adalah kaum muda yang lemah akal. Mereka berbicara seakan-akan mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Qur`an, tetapi tidak memahami maknanya. Mereka keluar dari agama Islam seperti melesatnya anak panah dari busurnya. Memerangi mereka merupakan ibadah.

      Saat ini, kita dapat melihat banyak pula anak-anak muda yang lemah aqalnya yang mengikuti suatu pengajian. Mereka memang rajin berpuasa, rajin shalat, rajin membaca al-Qur`an. Mereka merasa bahwa mereka adalah manusia yang terbaik, yaitu mereka menisbahkan diri mereka kepada salafush shalih, generasi terbaik ummat ini. Padahal banyak dari perbuatan mereka yang sangat menyelisihi perbuatan salafush shalih.

      Mereka membaca al-Qur`an dan hadits, tetapi mereka tak paham maksud yang sebenarnya. Mereka berijtihad tanpa kaidah yang benar. Sehingga ketika telah lahir fatwa dari mereka, maka dengan mudahnya mereka menyebut orang yang berbeda pendapat dengan mereka sebagai ahlul bid’ah, musyrik, dan kafir.

      Nah, siapakah mereka para pemuda lemah akal itu??? Para Wahabiyun kah atau kaum ASWAJA? Silahkan baca lebih lengkap di link berikut ini:

    2. @ rusi hartanto
      iyalah pengikut wahabi memang orang2 yg berilmu dan penuh ilmunya, saking penuhnya sampai tumpah ruah sehingga mengkafirkan kepada mereka yg tidak sefaham dgn pemahaman wahabi serta halal darahnya untuk dibunuh.

  81. maaf mas admin, komen nya dobel2. saya kira ditelan akismet. 🙂 Silakan hapus aja komen yang kloningannya.

    rudi hartanto :orang-orang yang dangkal ilmunya saling berdebat dengan kebencian.

    Terimakasih mas Rudi sudah mengingatkan. Tapi Insya Allah, kami di sini tidak berdiskusi dengan berlandaskan kebencian. Apa yang kami sampaikan, Insya Allah berdasarkan pemahaman Ulama-ulama salafussholih terhadap Al-quran dan Sunnah. Bila ada kata-kata kami yang tidak berkenan atau salah dalam pandangan anda, dengan senang hati kami menerima masukannya.

  82. Syekh Donpay
    Maaf syekh, sapa yg curhat syekh…….ane cuman kasihan sama syekh aja kok. Ya karena syekh tidak konsisten (menurut ane aja).
    Cobalah pikir syekh, dalam suatu diskusi syekh selalu nantang agar ilmiah padahal ilmiah itu kan pake otak/rasional. Nah, begitu ada yg komen sekiranya beda sama pandangan syekh kok syekh nuduh seenaknya menuhankan akal.

    Sebenarnya capek dan menguras energi yg sia-sia meladeni perdebatan kusir yg ga ada selesainya, muter-muter pindah-pindah masalah sehingga jauh dari judul artikel.

    Kalau syekh memang benci setengah mati sama asyariyun, tolong jelaskan apakah ke 20 sifat Allah itu ada yang tidak pantas dinisbatkan kepada Allah. Mohon jelaskan syekh?

    Ane emang maklum kok karena sejak awal memang kaum wahabi melarang mempelajari sifat 20 itu, so juga ga heran kalau syekh juga. Kalau membahas hal ini tentu akan menguras energi karena sia-sia saja.

    SINGKAT KATA SYEKH: SYEKH SUDAH DENGAN JELAS MENGIKUTI PEMIKIRAN WAHABI DAN TENTU SUDAH SIAP DENGAN SEMUA AKIBAT KELAK DI ALAM KUBUR HINGGA AKHERAT. HANYA ADA DUA KEMUNGKINAN YAITU MASUK SYURGA ATAU NERAKA DAN ITU RAHASIA ALLAH, KITA TDK TAHU.
    SEKIRANYA SYEKH MASUK NERAKA KARENA MENGIKUTI PAHAM WAHABIYAH, SYEKH SUDAH SIAP DENGAN YAKINKAH?

    MAAF YA SYEKH, KALAU ANE SIH SEKIRANYA NANTI DIMASUKKAN NERAKA HANYA KARENA IKUT PAHAM ASYARIYAH DAN SUFI, ANE SUDAH SIAP KARENA DIDUNIA ANE DAH MANTAB. TAPI KALAU ANE MASUK NERAKA KARENA TUMPUKAN DOSA KEMAKSIATAN, ANE BELUM SIAP. TOBAT ANE MASIH BELUM TOTALITAS.

    SEKALILAGI SYEKH DONPAY YG TERHORMAT, MOHON JAWAB PERTANYAAN ANE DIATAS (KOMEN No.250). SEKIRANYA SYEKH LELAKI JANTAN DAN LUAS ILMUNYA, MOHON JA WAB PERTANYAANNYA.

  83. Hati-hati orang yang tak berakal tak wajib sholat sebagaimana hewan seperti Babi,tikus dan Anjing.dan hati-hati kepada kaum yang tak berakal karena tak mampu menterjemahkan Al-qur’an dan hadits

    1. Menurut pemahaman saya, setelah saya mengikuti kajian para ustadz, bahwasanya Iblis masuk surga dikarenakan dia tidak mau sujud kepada Nabi Adam, sesuai yang diperintahkan Allah kepada Iblis. Dalam Surah Al-Kahfi : 50 (Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim). Bukan hanya tidak mau sujud kepada Nabi Adam, Iblis takabur dan mengoreksi perintah Allah SWT. Dalam Qur’an Surah Al-Israa’ : 61 (Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”).Dan Dalam Qur’an Surah Al-Israa’ : 62 (Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” )
      Lihatlah Perilaku Iblis tersebut.. Iblis tidak hanya menolak perintah Allah SWT.. Iblis juga Takabur mengoreksi perintah Allah SWT.

      Trus apa bedanya dengan Orang-orang parlemen yang duduk di DPR yang tidak mau dengan Syariat Islam, malah jika ada satu perintah Allah di masukkan dalam Undang-udang dikoreksi dulu, di voting dulu.. sama seperti Iblis kelakuannya.

      Berarti disebut Kafir tidak orang2 yang duduk diparlemen itu?

      Coba direnungkan

      1. bahwasanya Iblis masuk surga dikarenakan dia tidak mau sujud kepada Nabi Adam, yang benar bahwasanya Iblis masuk Neraka dikarenakan dia tidak mau sujud kepada Nabi Adam/

        Harap maklum

  84. @donpay

    berikut ini saya sampaikan komentar Sulaiman Al-khitabi atas hadist abu dawud yang sanadnya dari Jabir bin Muhammad bin Jubair bin Math’am dari ayahnya dari kakeknya bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah kemudian berkata : “wahai Rasulullah, jika telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan keluarga-keluarga telah tiada”. Rasulullah bersabda : “celakalah kamu, apakah kamu tahu siapa Allah itu?”.
    Orang itu berkata dengan jarinya seperti mununjuk ke langit “arsyNya di atas langit-langitNya”.
    Ibnu Bisyar menambahkan “Allah di atas arsyNya di atas langit-langitNya”. Hadist itu disebutkan oleh Bukhari dalam ath Tarikh.
    Al-Khitabi berkata dalam sebuah komentarnya tentang kalimat “sesungguhnya Allah di atas arsyNya”. :
    “Perkataan ini jika sesuai dengan zhahir nya, maka merupakan bentuk kaifiyah, kaiyifiyah kepada Allah dan sifat-sifatNya yang muntafiyah, dapat dipahami bahwa yang dimaksudkan adalah pembenaran sifat ini dan tidak menetapkan/mendefinisikan seperti keadaan ini. Akan tetapi, hanya merupakan kalam-kalam pendekatan kata-kata yang dimaksudkan sebagai bentuk penetapan akan keagungan Allah. Dan yang dimaksudkan hanya sebagai upaya pemahaman kepada penanya dari sudut yang ia pahami. Jika orang Arab tersebut tidak punya pengetahuan dengan makna dari kalam itu, ada kata yang dihilangkan dari kata dhamir, maka makna ucapannya ‘apakah kamu tahu siapakah Allah itu?’ berarti ‘tahukah kamu apa keagungan Allah?”

    Saya kutip dari buku DR Said Ramadhan Al-Buthi ‘Salafi sebuah fase sejarah, bukan Mazhab’
    Beliau mengutip dari Ma’alimus Sunan ‘ala Sunan Abu Dawud.

    Al Khitabi adalah golongan pemuka khalaf yang dekat dengan salaf dan akrab dengan mereka.

    Al Khitabi juga mengatakan sikapnya terhadap ayat-ayat sifat seperti ini:
    “Saya katakan dan ini termasuk ilmu yang diperintahkan kepada kita agar kita mengimaninya sesuai dengan zhahirnya dan agar kita tidak mengungkap secara batinnya. ini termasuk dalam jumlah mutasyabihat yang telah Allah sebutkan dalam KitabNya”.

    Pahami baik-baik dengan akal sehat anda.

    1, Makna Alah di atas langit dan istiwa di atas Arsy menurut Al Khitabi adalah bentuk penetapan akan keagungan Allah, bukan dimaknai secara zhahir.
    2. Bahwa kita beriman kepada zhahirnya (tidak boleh tha’til) dan ada takwilnya (kita tidak mengungkap secara batinnya).

    Semoga anda memahaminya.

    1. Syeikh dianth;
      Sesuai dengan sabda Rasullullah SAW, Bahwa Allah berada di atas langit (di atas Arsy). Jadi apa yang dikatakan sufi, Allah ada dimana2 itu salah besar berarti.. Betul tidak?

  85. @xxxx, ‘Allah ada dimana-mana’ adalah sebuah ungkapan. Jadi kalau itu adalah sebuah ungkapan, tentu ente tahu maksudnya.

    1. waduh.. kalao ada dimana2, berarti Allah ada ditempat2 jorok (mohon maaf, di WC, di selokan).. Maha Suci Allah SWT, tidaklah mungkin Allah berada di tempat2 itu. Ilmu Allah sangat luas, Allah tidak perlu datang ke Bumi, untuk merubah sesuatu / menjalankan keiinginan-Nya. Sangatlah mudah bagi Allah cuma hanya seperti itu.
      Sudah Jelas diterangkan dalam Qur’an dan Sabda Nabi SAW, Bahwa Allah berada di atas langit (di atas Arsy)..

    2. Kalaupun itu ungkapan, Apakah kita boleh menyebut Allah ditempat-tempat jorok seperti itu? Jawabnya jelas tidak boleh. Itu ungkapan Allah Ada dimana2 siapa yang menciptakan.. Demi Allah, jika ada anak kecil ditanya “Dimanakah Allah”, Pasti anak kecil itu akan menunjuk ke arah langit. Itu adalah fitrah manusia.

      1. bodohnya…. kalau ente tahu itu ungkapan kenapa ente masih menyebut Allah ditempat-tempat jorok seperti itu.
        ungkapan itu siapa yang menciptakan? kan anda sendiri yang bilang itu perkataan sufi… kok masih nanya?

        anak kecil yanag mana ente nanya…. saya ragu ente pernah nanya anak kecil.
        belajar agama kok ama anak kecil. Fitrah dari hongkong.

        1. Nih ane jiblak dikomen antum, arab badui…
          berikut ini saya sampaikan komentar Sulaiman Al-khitabi atas hadist abu dawud yang sanadnya dari Jabir bin Muhammad bin Jubair bin Math’am dari ayahnya dari kakeknya bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah kemudian berkata : “wahai Rasulullah, jika telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan keluarga-keluarga telah tiada”. Rasulullah bersabda : “celakalah kamu, apakah kamu tahu siapa Allah itu?”.
          Orang itu berkata dengan jarinya seperti mununjuk ke langit “arsyNya di atas langit-langitNya”.

          1. anda juga mesti membaca maksud perkataan tersebut dari komentar Al Khitabi, jangan asal jiblak aja n tafsir sendiri.

          2. Kita berdoa setiap hari juga menengadahkan tangan dan kepala kita keatas.. Apakah itu bukan suatu bukti bahwa Allah ada di langit (di atas Arsy)? sudah terbukti kan? itu merupakan fitrah manusia

          3. “menengadahkan tangan dan kepala kita keatas”

            he he he, tentu lucu kalau lihat antum berdoa kepalanya ngadap ke atas.

        2. Tuh arab badui, orang awam yang ga tau apa2, kaya anak kecil.. apakah itu tidak menjadi contoh? dia menunjukan jarinya ke arah langit.
          Pengen bukti.. Coba tanyakan pada anak kecil. trus reungkanlah.. mudah2an bisa menguatkan hati antum.

          1. he he he. masih ngotot aja.

            ente mesti paham bahwa menunjuk tangan ke langit itu tidak mesti Allah itu bertempat di langit atau mempunyai arah di atas kepala kita.

            adakah dalil yang mengatakan bahwa fitrah manusia menunjuk langit berarti tuhan bertempat di langit?

            setiap orang juga ketika berdoa tertunduk kepalanya di bawah, apakah mesti tuhan itu dibawah?, atau tuhan itu secara zhahir ada didepannya, sehingga dia takut lalu menundukkan mukanya?

          2. berikut ini saya sampaikan komentar Sulaiman Al-khitabi atas hadist abu dawud yang sanadnya dari Jabir bin Muhammad bin Jubair bin Math’am dari ayahnya dari kakeknya bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah kemudian berkata : “wahai Rasulullah, jika telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan keluarga-keluarga telah tiada”. Rasulullah bersabda : “celakalah kamu, apakah kamu tahu siapa Allah itu?”.
            Orang itu berkata dengan jarinya seperti mununjuk ke langit “arsyNya di atas langit-langitNya”.

            yaitu dalilnya, arab badui yang awam dan ga tau apa2. klo pengen bukti lagi, coba kalau antum ngajari sama anak2 TPA yang masih imut2 itu, tanya dimanakah Allah? dah gitu aja beres kan?

          3. he he he, terserah antumlah, saya sudah jelaskan sedetailnya, hanya Allah yang memberi hidayah. Salam.

          4. Assalamu’Alaikum Wr Wb
            Sungguh ini sebuah diskusi yg amat bagus, dan ana mau ikut nimbrung {maaf kalo ilmu ane cetek}.
            Abu Umar Abdillah@ Kalau kita anggap bahwa Allah berada diatas (sebagaimana contoh Arab Badui, anak kecil dan berdoa dgn tangan diatas—>Fitrah) maka bagaimana bila kita berdoa pada jam 12 malam dan berdoa pada jam 12 siang? Bukankah bumi itu bulat dan berputar pada porosnya? Selain bumi itu sendiri mengelilingi matahari? Jadi atas pada jam 12 malam menjadi bawah pada jam 12 siang? Lalu atas pada saat yg mana antum maksudkan Allah berada di atas? Renungkanlah!

          5. Imani saja Bro sifat Allah diatas Arsy….namun jangan kita samakan dengan istiwa nya manusia…
            “laysa kamisylihi syaiun wa huwa samiun basiir”.

            jangan pake akal, akal kita terbatas…

  86. Iblis itu mengakui bahwa tidak ada Illah kecuali Allah, dan Muhammad adalah Rasullullah.. Iblis tau itu dan yakin betul. Tapi kenapa iblis masuk neraka? Karena iblis menolak perintah Allah, Takabur, dan mengoreksi perintah Allah.
    Jadi jangan senang dulu ya bahwa orang yang mengucapkan syahadat saja ada jaminan masuk surga.
    Itu namanya Tauhid apa coba?

    1. xxxxx@ abu umar abdilah …………wahabi tulen ……..dalil se abreg dikasih juga pecomah ……doakan saja teman2 aswaja …….dilayani hanya nambah dosa aja …salam .

  87. @xxx, benar Iblis masuk karena takabur. Nah. orang Islam, yang berdiskusi, kemudian merasa paling benar, lalu menyerang lawan diskuksinya dengan cacian, prasangka buruk dan merendahkan lawan diskusinya, kira-kira orang seperti itu takabur bukan ya?

    1. bukan hanya karena takabur.. salah ente. Kalao orang mukmin menyombongkan diri pada orang kafir gimana? apakah dihukumi kafir?

      1. Nah lho, pertanyaan saya belum dijawab, sudah berkelit dengan mengajukan yang baru.
        Baiklah, seandainya dalam pertanyaan saya ada kesalahan, silakan tunjukkan kesalahannya dimana.
        Dalam sirah nabawiyah, baginda Rosulullah SAW memimpin kota Madinah yang terdiri dari multi etinis dan agama, karena bukan hanya muslim dari berbagai kabilah ada juga Yahudi dari berbagai suku. Seandainya saat itu kaum muslimin menyombongnkan diri terhadap Yahudi Madinah, pasti resistansi akan lebih besar. Peperangan yang terjadi kemudian, bukanlah karena kesombongan kaum muslimin, tapi karena penghianatan Yahudi Madinah dan Musyrikin Mekkah terhadap piagam Madinah dan perjanjian damai lainnya, bukan karena kesombongan kaum muslimin.
        Silakan baca kembali Sirah Nabawiyah karya Ibn Hisyam atau kitab Nurul Yakin tentang tarikh Baginda Nabi.
        Nah sekarang, saya minta @xxx jawab pertanyaan saya di komen sebelumnya.

        1. Sudah diterangkan di dalam Qur’an bahwa Iblis menolak perintah Allah.. tidak mau sujud kepada Nabi Adam, dan Juga dia menyombongkan diri dan mengoreksi perintah Allah SWT.

          1. @Abu Umar Abdillah, baiklah saya sependapat dengan mas @Abu mengenai sebab-sebab terusirnya Iblis. Nah. bolehkan saya meminta jawaban mas@Abu atas komen saya 23 Juni 2011 pukul 11:18.

  88. o ya @xxx, boleh saya beri saran, kami di sini berusaha meminimalisir potensi prasangka-prasangka dalam berdiskusi dengan menggunakan nama. Jadi, saya sarankan acount @xxx, boleh dong diganti dengan nama. Sekedar saran aja sih. 🙂

    1. Mas Admin, mohon dengan sangat tolong yg pakai nama XXXX supaya di tambah menjadi Satani-XXXX atau Ibli-XXXX. Manusia kok namanya XXXX?

      Orang seperti XXXX itu harus dikasih pelajaran sopan santun agar tidak seperti iblis atau syetan, afwan….

    2. Saya sangat setuju dg usulan Mas Jafar n Mas Jabir, hadirnya si@xxx itu menjadikan suasana tidak nyaman. Rasanya seperti berbicara dg Iblis atau Syetan, sungguh inilah yg saya rasakan, benar-benar tidak nyaman.

      Ingat, Iblis dan Syetan berbentuk m,anusia itu lebih berbahaya dalam menyesatkan ummat manusia. Kalau si @xxxx itu manusia pastilah punya nama (nick-name). Boleh jadi memang dia ini syetan atau Iblis, maaf benar-benar sangat merusak suasana gara-gara ada nama @xxxx.

  89. Nah @xxxx (4 x ya), pepatah mengatakan, lain padang lain ilalang, di mana bumi dipijak, di situ langit di junjung. Mungkin di forum diskusi lain, penggunaan @xxxx tidak dipersoalkan, tapi di forum ini, mohon hargai peraturan mas Admin yang menyarankan atau bahkan menekankan pengunjung yang berdiskusi di blog ini menggunakan acount nama manusia. Bukankah menghargai tatakarama dan peraturan merupakan salah satu tanda orang yang tidak sombong dan sejalan dengan pembicaraan @xxxx dalam komen-komen sebelumnya, bahwa salah satu sebab Iblis terusir dari surga adalah karena kesombongannya.
    Jadi bagaiman @xxxx ?

    1. iblis masuk neraka juga karena tidak mentaati perintah Allah SWT, dan mengoreksi perintah Allah SWT.

  90. @XXXX

    Seandainya Nte tdk punya nama yg bagus, kan masih ada yang mirip @donpay. Misalnya monkey atao Jablay, maaf sekedar memberi masukan, diterima sukur kalau nggak diterima ya cobalah pakai nama manusia lah jangan pakai nama @XXXX kesannya malah seperti Syetan atai Iblis.

    Intinya saya setuju dengan usulan teman-teman di atas. Nama @XXXX memang merusak suasana diskusi, jadi nggak enak disimak karena seperti melihat debat antara manusia dg makhluk syetan ato iblis.

    Jadi, gantilah nama Nte sebelum Admin bertindak mendiskualifikasi Nte, toh Nte tidak lebih bermutu dibanding syekh @Donpay alias Abahna Jibril yg ngaku-ngaku sebagai PERISAI ISLAM. ( Perisai Islam Preeetttt….????)

  91. Maaf antum2 semuanya.. Yang ane tahu Ketauhidan adalah inti dari seorang hamba bisak masuk surga.
    Ketauhidan yang seperti apa yang antum2 maksud? apa hanya mengucapkan syahadat sudah dijamin masuk surga?

  92. Nah, gitu dong… silahkan berdiskusi lagi, semoga bermanfaat bagi semua pengunjung. Tapi ngomong-ngomong sudah ganti nama kok pertanyaannya masih seperti bocah kecil tidak sesuai namanya? Ha ha ha….cup, maaf…..

    Masa orang Islam ditanya seperti itu? Mau dijawab, jadinya lucu kalau pertanyaan tsb diajukan oleh orang dewasa. Silahkan kalau ada yg lain mau jawab pertanyaan bocah kecil.

    1. intinya jaminan masuk surga apakah hanya dengan syahadat? itu merupakan permasalahan krusial dikalangan umat yang awam

    2. @ Jalil: ane pengen tahu pemahaman tauhid tingkat dasar antum seperti apa.. apa bisa menjelaskan? atau mungkin ga mudeng dasarnya.

  93. @bener mas Jalil, Sahwah bener2 otake bocah, mau jadi Mujtahid???wajar kalau msh bocah ngomongnya pada nglantur, otake bocah,he.he.he…

    1. ferry ASWAJA@

      Ya mas fery, mereka sedang mengalami pubertas agama, jadi maklum aja kalau pertanyaannya seperti bocah lagi mengalami puber, lucu-lucu sekaligus bikin gregetan.

    2. makanya pemahaman itu dari tingkat dasar.. banyak orang awam yang baca disini.. apakah antum tidak mengerti juga?

  94. Nabi Muhammad shollallohu ‘alaih wa sallam bersabda:

    ((???? ?????? ???? ??? ?????? ?????? ????? ?????? ??????????))

    “Barangsiapa bersyahadat (bersak-si) Laa ilaaha illa Alloh, dia pasti akan masuk sorga”. [Hadits Shohih Riwayat Al-Bazzar dari Ibnu ‘Umar. Lihat: Ash-Shohihah no: 2344; Shohihul Jami’ no: 6318]

    Beliau shollallohu ‘alaih wa sallam juga bersabda:

    ((???? ?????? ???? ??? ?????? ?????? ??????? ??????? ?????????? ??????? ??????? , ??????? ??????? ???????? ????????))

    “Barangsiapa bersyahadat (bersak-si) Laa ilaaha illa Alloh, dan bahwa Muhammad adalah Rasul Alloh, niscaya Alloh haramkan neraka atasnya.” [Hadits Shohih Riwayat Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dari ‘Ubadah. Shohih Al-Jami’ush Shoghir, no: 6319]

    1. tuh orang munafik juga mengucapkan syahadat? apakah itu dijamin masuk surga? jawabannya tidak kan? mereka orang2 munafik masuk neraka yang paling bawah. trus kenapa?

      1. Orang munafik itu tau nggak apa artinya? artinya itu hanya ucapan di bibir saja, tetapi hatinya mengingkarinya. Di hadapan orang dia mengaku dan berpura-pura beriman.

      2. Abu Umar Abdillah@

        Terbukti kan tentang Pubertas agama yg sedang Nte dan Wahabiyyun alami? Koreksi dirimu, yang dibawakan Mas Dianth@ adalah hadits Shahih, dan hadits Shahih pun Nte ingkari.J adi Nte bener-bener hanya di bibir tidak sampai di lubuk hati persis bocah yg lagi puber.

        Ngomong-ngomong munafik kok kena diri sendiri ya? Masih tidak sadar ya?

  95. dianth@

    Mas Dianth, Syukron ya?
    Alhamdulillah, itu jawaban yg sangat tepat untuk @Abu Umar Abdillah. Semoga bermanfaat buat yg masih awam yg berkunjung di sini, juga buat ana tentunya.

  96. Saudaraku, jangan tertipu dengan wahabi yang memisahkan tauhid rubbubiyah dengan tauhid uluhiyah, bahkan membawa contoh Iblis bertauhid rubbubiyah tapi tidak bertauhid uluhiyah, seperti kutipan artikel di situs wahabi ini:

    “Tauhid rububiyah adalah percaya bahwa pencipta alam semesta ini adalah tunggal, yaitu Allah Swt. Tauhid ini belum dapat menyelamatkan seseorang dari siksa neraka.
    Iblis, misalnya, adalah makhluk bertauhid. Namun tauhidnya rububiyah, karena ia mengaku diciptakan oleh Allah Swt.
    Dalam Qs. al-A’raf ayat 12 dijelaskan,
    ????? ??? ???????? ?????? ???????? ???? ?????????? ????? ????? ?????? ?????? ??????????? ???? ????? ???????????? ???? ????? (???????: 12)
    Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruh-mu? Iblis Menjawab, Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. (Qs. al-A’raf:12)
    Dalam ayat ini dijelaskan, Iblis mengaku diciptakan oleh Allah dari api. Pengakuan seperti ini disebut tauhid rububiyah”

    Lihatlah perkataan batil ini : Iblis, misalnya, adalah makhluk bertauhid. Namun tauhidnya rububiyah, karena ia mengaku diciptakan oleh Allah Swt.

    Sesunguhnya kalau kita perhatikan lebih dalam, Iblis telah rusak pemahamannya akan sifat-sifat rubbubiyah Allah. lihat perkataannya: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

    Iblis telah mengingkari bahwa Allah maha berkehendak dan maha kuasa. Iblis telah lupa dan lengah bahwa Allah maha kuasa untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik dari ciptaan sebelumnya.
    Iblis telah lengah bahwa Allah lah yang memuliakan dan menghinakan.

    Pahamilah, jangan tertipu ama wahabi.

    1. MAS DIANTH,
      AKAL ANTUM EMANG UDAH KAPALAN YAAA….
      kagak paham sama ayat-ayat Allah yang mulia …..
      Iblis sudah jelas mengenal Allah namun Iblis kafir tidak mau melaksanakan perintah Allah untuk sujud kepada Adam….
      WAHAI KAUM ASYARIYUN ,
      LIHATLAH MANHAJ IBLIS BAHWA IBLIS MENOLAK PERINTAH ALLAH DENGAN AKALNYA DENGAN ALASAN IBLIS LEBIH BAIK DARIPADA ADAM ….PADAHAL JUSTRU ADAM LEBIH BAIK DARI IBLIS KARENA IBLIS TERCIPTA DARI API YANG SIFATNYA MERUSAK SEDANGKAN ADAM TERBUAT DARI TANAH YANG DARINYA TIMBUL BERBAGAI MACAM MANFAA….

      1. Mas Donpay,
        kesombongan Iblis telah membuat dia lengah akan sifat-sifat rubbubiyah Allah, dia memang mengakui bahwa Allah menciptakan adam, tapi dia memgingkari dan menolak bila Allah bisa menciptakan mahluk yang lebih baik dari dia. Ya, bisa jadi anda benar, karena akalnya iblis lupa akan sifat rubbubiyah Allah, bahwa Allah yang memberi kemuliaan dan maha kuasa untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik daripada dirinya.
        Pahamilah….

  97. Wahai kaum muslimin….
    Pembagian tauhid menjadi 3 disebut bid’ah? kenapa ya?
    bida’ah pada dasarnya adalah suatu perkara yang diada-adakan diluar syari’at Allah SWT.
    Atau perkara-perkara dalam hal untuk beribadah kepada Allah SWT yang tidak ada tuntunannya (ilmunya) dari Qur’an dan Hadist.
    kalau perkara dunia di sebut bid’ah itu namanya orang bodo / orang Jahil.
    (semasa Rasullulloh SAW, baju besi dibuat bentuknya macam2 tidak sesuai dengan baju besi milik Rasullulloh SAW, apakah itu disebut bid’ah? klo itu disebut bid’ah berarti orang geblek, sableng)

    Pembagian tauhid menjadi 3, itu cuma untuk memudahkan pemahaman tentang tauhid. Jadi dalil-dalil tentang tauhid di bagi 3, dengan tidak menambah maupun mengurangi. Jelaskan?
    untuk mempermudah orang-orang awam mempelajari tauhid.

    contah: ada membuat sayur asem, maka perlu dipisahkan antara bumbu, bahan, cara memasaknya.
    Kalau tidak ada pemisahan, ya tetep bisa dimasak, tapi nanti ga tau cita rasanya jadi seperti apa, tergantung orang yang memasaknya pinter atau bodo. Apa itu juga disebut bid’ah?

    1. Abu Umar Abdillah dan All Wahabi@

      Masalah tauhid itu adalah masalah Ushul (pokok) dalam Islam. Jadi jangan diada-adakan seperti kaum wahabi mengada-adakan pembagian Tauhid. Allah Swt, Rasul-Nya, para Sahabat Rasu-NYA, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’n, 4 Imam Madzhab, semuanya tidak mengajarkan pembagian Tauhid. Jadi janganlah kalian jangan membuat bid’ah dalam Tauhid. Allah dan Rasul-NYA tidak akan rida dg kalian, sebab kalian merusak tauhid.

      Mana bukti kalian yg mangaku menegakkan Tauhid? Bukannya menegakkan Tauhid malah merusaknya, itulah kelakuan kalian kaum Wahabi. Ingat, Allah dan Rasul-Nya tidak mengajarkan pembagian Tauhid. Namanya aja Tauhid kok masih kalian bagi-bagi lagi, di mana hati dan akal waras kalian? Apakah karena kalian masih dalam masa pubertas sehingga masih suka main-main?

      Wallohu a’lam, afwan.

      1. Gigi ane dah banyak yang bolong, masak ya di sebut pubertas..
        Pembagian tauhid menjadi 3, itu cuma untuk memudahkan pemahaman tentang tauhid. Jadi dalil-dalil tentang tauhid di bagi 3, dengan tidak menambah maupun mengurangi. Jelaskan?
        untuk mempermudah orang-orang awam mempelajari tauhid.

        1. bukannya malah jungkir balik tuh orang awam mempelajarinya ??? masa musyrikin ( quraisy, penyembah dewa-dewa, nasrani, dll ) dibilang bertauhid rububiyah…. ada – ada aja ente…. bukannya musyrik itu lawannya tauhid??

      2. Kang Jalil,
        ana kasih lagiy comment ane yang lalu, jangan asal ngomong:
        “”Dalam kitab “al-Mukhtashorul Mufid fi bayani Dalail Aqsami Tauhid, Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al Abbad -Rahimahullah- menukil ucapan-ucapan ulama Salaf yang menetapkan klasifikasi tauhid menjadi tiga ini seperti :
        – al Imam Abu Hanifah (w. 150 H),
        – Ibnu Mandah (182 H),
        – Ibnu Jarir (310 H),
        – ath Thohawi (w. 321 H),
        – Ibnu Hibban (354 H),
        – Ibnu Baththoh (387 H),
        – Al Qurthubi (671 H).
        Lantas, akankah setelah itu kita percaya dengan ucapan Abu Fateh di atas yang mengatakan bahwa klasifikasi ini baru dimunculkan Ibnu Taimiyah pada ABAD ke 8 Hijriah seperti ucapan penulis di atas?!pikirkanlah wahai orang-orang yang berakal. (Lihat majalah Al Furqon edisi ke 12 tahun ke 10).

        1. donpay@

          Donkpay, udah dijawab oleh teman-teman di atas, jangan muter-muter terus ya? Mana dalilnya, dalilnya mana tentang pembagian tauhid? Itulah yg belum Nte jawab. Mana, mana, mana dalinya Sykh Donkpay? Inagt dalilnya ya, bukan yg lain. Dalilnya oke syek Donkpay?

          1. Pembagian tauhid menjadi 3, itu cuma untuk memudahkan pemahaman tentang tauhid. Jadi dalil-dalil tentang tauhid di bagi 3, dengan tidak menambah maupun mengurangi. Jelaskan?
            untuk mempermudah orang-orang awam mempelajari tauhid.

          2. AFWAN , COPAS BRO
            BERIKUT DALILNYA :

            Pertanyaan
            Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Al-Atsari ditanya : Selama ini dalam berbagai kesempatan, saya banyak mendengar dari orang-orang yang mengatakan bermanhaj dan beraqidah Salaf, membagi tauhid menjadi Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma wa Sifat. Dari manakah pembagian ini, mengingat di dalam Al-Qur’an dan hadits tidak disebutkan. Dan menurut kami, hal itu tidak didapati pula pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun shahabat. Bukankah pernyataan tersebut termasuk suatu perkara baru (muhdats) dan tidak ada dalilnya?

            Jawaban
            Kami katakan, bahwa pembagian yang disyaratkan tersebut kedudukannya seperti pembagian para pakar ilmu Nahwu terhadap kata dalam bahasa Arab menjadi isim (nama), fi’il (kata kerja) dan harf (imbuhan). Apakah yang demikian itu suatu hal tercela, padahal sesuai dengan kenyataan dan hakekat perkaranya.

            Betapa tepatnya perkataan Syaikh Bakr Abu Zaid dalam risalahnya “At-Tahdzir” halaman 30 berkisar pembagian tauhid. Kata beliau : “Pembagian ini adalah hasil istiqra (telaah) para ulama Salaf terdahulu seperti yang diisyaratakan oleh Ibnu Mandah dan Ibnu Jarir Ath-Thabari serta yang lainnya. Hal ini pun diakui oleh Ibnul Qayim. Begitu pula Syaikh Zabidi dalam “Taaj Al-Aruus” dan Syaikh Syanqithi dalam “Adhwa Al-Bayaan” dan yang lainnya. Semoga Allah merahmati semuanya

            Ini adalah hasil telaah yang paripurna dari nash-nash syar’i , seperti yang dikenal dalam setiap bidang ilmu. Seperti hasil tela’ah pakar ilmu Nahwu terhadap bahasa Arab menjadi : isim, fi’il dan harf. Dan orang-orang Arab tidak mencela dan melecehkan para pakar Nahwu tersebut terhadap hasil tela’ahnya”.

            Berkata Syaikh Al-Baijuri dalam “Syarh Jauharah At-Tauhid” halaman 97. Firman Allah ; ‘Alhamdulillahir rabbil ‘alamiin’, mengisyaratkan pada pengakuan ‘Tauhid Rububiyah, yang konsekwensinya adalah pengakuan terhadap Tauhid Uluhiyah. Adapun konsekwensi Tauhid Uluhiyah adalah terlaksananya Ubudiyah. Hal ini menjadi kewajiban pertama bagi seorang hamba untuk mengenal Allah Yang Maha Suci. Kata beliau selanjutnya : “Kebanyakan surat-surat Al-Qur’an dan ayat-ayatnya mengandung macam-macam tauhid ini, bahkan Al-Qur’an dari awal hingga akhir menerangkan dan mengejawantahkan (menjelaskan)”.

            Kami katakan : “Sesungguhnya pembagian tauhid menjadi tiga ini, dikandung dalam banyak surat di dalam Al-Qur’an Al-Karim. Yang paling tampak serta paling jelas adalah dalam dua surat, yaitu Al-Fatihah dan An-Naas, dimana keduanya adalah pembuka dan penutup Al-qur’an.

            Oleh karena itu firman-Nya Yang Maha Suci ; ‘Alhamdulillahir rabbil ‘alamiin’, mengandung pengukuhan akan ke-rububiyah-an Allah Jalla wa Alaa terhadap seluruh makhluk-Nya, dan firman-Nya Yang Maha Suci : ‘Ar-Rahmanir Rahiim Maliki Yaumid Diin’ di disini mengandung pengukuhan terhadap sifat-sifat-Nya Yang Maha Tinggi dan nama-nama-Nya Yang Maha Mulia, sedangkan firman-Nya Yang Maha Suci : ‘Iyaaka Na’budu Wa Iyaaka Nasta’iin’ di sana mengandung pengukuhan ke-ubudiyah-an seluruh makhluk kepada-Nya dan ke-uluhiyah-an Allah atas mereka.

            Kemudian berkata Imam Ibnu Athiyah (wafat ; 546H) dalam kitabnya Al-Muharrar Al-Wajiiz, juz I, hal.75. Firman-Nya : ‘Iyaaka Na’budu’ adalah ucapan seorang yang beriman kepada-Nya yang menunjukkan pengakuan terhadap ke-rububiyah-an Allah, mengingat kebanyakan manusia beribadah kepada selain-Nya yang berupa berhala-berhala dan lain sebagainya”.

            Jadi pembagian tauhid menjadi tiga tersebut adalah pembagian secara ilmu dan merupakan hasil tela’ah seperti yang dikenal dalam kaidah keilmuan. Barangsiapa yang mengingkarinya berarti tidak ber-tafaquh terhadap Kitab Allah, tidak mengetahui kedudukan Allah, mengetahui sebagian dan tidak mengetahui sebagian yang lainnya. Allah pemberi petunjuk ke jalan nan lurus kepada siapa yang Dia kehendaki.

            Wallahu ‘alam

            [Diangkat dari rubrik soal-jawab majalah Al-Ashalah edisi 4 Syawal 1413H. Disalin ulang oleh Majalah As-Sunnah Edisi 14/II/1416 – 1995. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Gedung Umat Islam Lt. II Jl. Kartopuran 241A Surakarta 57152]

          3. sesuatu yang diada adakan nggak ada dalilnya adalah bid,ah dholalah ……
            kalau tauhid dibagi 3 itu baik sahabat pasti mendahuluinya ……..

          4. Pembagian tauhid ini dalam hal kaitannya (muta’alliqnya) bukan pembagian tauhidnya itu sendiri. Karena tauhid itu maknanya mengesakan (me-satu-kan). Maka, makna tauhid adalah mengesakan. Dalam hal apa? Dlm rububiyyah, uluhiyyah dan asma wa sifat Nya. Jadi, pembagian ini tdk sama dgn trinitas, malah pemahaman abou fateh dan ummatiummati cs yang mirip dengan Trinitas sebagaimana telah disinggung diatas.

          5. Bukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan membuat tauhid baru.

          6. LAU KANA KHOIRON LASABAQUNA ILAIH ……..
            hal ini biasa buat andalan group nt kan …..?????

          7. Abu Umar Abdillah@

            Abu Umar, pembagian Tauhid itu berakibat fatal bagi kaum muslimin. Kaum muslimin kalian hukumi musyrik sedangkan kaum musyrik kalain hukumi bertauhid rububiyyah. Oleh karena itulah Allah dan Rasul-NYA tidak pernah mengajarkan Tauhid Tiga versi Wahabi itu. Agama ini jadi kacau balau dan fitnah tersebar di tengah Ummat Islam gara-gara Bid’ah Tauhid ciptaan kaum Wahabi ini.

          8. Kang Mamo,

            tolong dibedakan antara Bid’ah dan Maslahat mursalah? karena perbedaannya cukup jauh. contohnya aja : kalo bid’ah bikin orang susah tapi kalo yang namanya entu Mashlahat mursalah membuat orang menjadi mudah. sebenarnya islam in mudah,,,namun yang membuat susah itu yaaa kita sendiri. oke bro?

          9. pembagian tauhid ala wahhabi malah bikin susah ummat dan bahkan bikin ummat keliru memahami aqidah. Berarti bid’ah dong…..

          10. yang susah apanya memahami tauhid menjadi 3?
            – tauhid Rububiyah : Allah Sebagai pencipta, pemberi rizki dll
            – tauhid uluhiyah : mengeskan Allah dalam ibadah atau disebut tauhid ibadah, yang mana tidak dimiliki oleh orang musyrik
            – tauhid asma wa sifat :
            beriman terhadap nama dan sifat-sifat Allah dan menetapkannya sesuai dg kemuliaan dan kebesaran Allah, tanpa meyamakannya dengan sifat makhluk.

          11. kalau sudah bersyahadat , shalat, puasa,zakat , naik haji namun tidak mengamalkan tauhid 3 spt antum apakah musyrik , kafir , spt musyriki Quraisyi kemudian halal darahnya, kehormatannya,hartannya ?????

  98. “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah adalah ulama.” (Fathir: 28)

    Pahamilah bahwa ulama adalah orang yang paling berilmu tentang agama dan mengenal Allah.
    Maka pahamilah bahwa pengenalan dan pemahaman kita akan sifat-sifat rubbubiyah Allah akan mengantarkan kita semakain takut dan taat kepada Allah.
    Kita diajarkan tawakal, bersyukur dan sabar, semua itu tidak lepas dari keimanan kita dan pemahaman kita akan sifat-sifat rubbubiyah Allah.

    Maka apakah mungkin seorang musyrik Qurais yang tidak mengenal Allah dan sifat-sifat rubbubiyah Allah dengan sebenar-benarnya disebyt bertauhid rubbubiyah?

    pahamilah wahai pengikut wahabi.

    1. Mas Dianth, begitulah kaum puber agama, sering tidak mengerti apa-apa yg diomongkannya sendiri. Suka mengada-ada dan ngarang-ngarang sendiri. Kaum musyrik kok digelari bertauhid rububiyyah, apa ora kacau ini agama. Wis-wis dasare lagi puber, he he he….

  99. @all aswaja,
    Yang saya amati dari diskusi dengan all wahabi, temanya tidak lepas dari tauhid 3, tafsir surat thoha ayat 5 (istiwa), maullid, tawasul, ziarah dan tanduk syetan. Meski sudah berulang kali didiskusikan, berkali-kali dipaparkan dalil naqli maupun penadapat para ulama, mereka tetap teguh atau katakanlah “ngeyel”. Dari awal diskusi yang saling memaparkan argumentasi dengan dalilnya masing-masing, yang disayangkan mereka kemudian sering kali mencaci lawan diskusi, merendahkan dan merasa paing benar sendiri sehingga tak jarang memancing lawan diskusinya melakukan hal yang sama. So para all @Aswaja, tetap sabar ya dalam berdakwah dengan all wahabi yang super ngeyel. Kalau pun, tidak ada titik temu, seperti kata mas@dianth,

    dianth :he he he, terserah antumlah, saya sudah jelaskan sedetailnya, hanya Allah yang memberi hidayah. Salam.

  100. Ada istilah baru dari Mas Jalil@ buat kaum Wahabi: Mereka sedang puber dalam agama.

    Sangat pas dan saya setuju sekali, saya suka istilah itu sangat pas buat menggambarkan pemahaman Wahabi dalam memahami Islam.

    WHAHABI KAUM PUBER AGAMA, gedobrak!!!!

      1. SHAHIH APANYA DALIL DHOIF AJA NGGAK ADA …….TAUHID DI BAGI 3 BID’AH YANG SANGAT DHOLALAH ……

          1. Membaca surat yasin boleh kapan saja, dimana saja kecuali ketika junub atau di kakus. Melarang pembacaan yasin di malam jum’at adalah bid’ah. Tak ada hadits atau pun atsar yg melarang pembacaan yasin di m
            alam jum’at.
            “Sesungguhnya setiap sesuatu ada hatinya, dan sesungguhnya hati al Quraan adalah (Yaasin), barang siapa yang membacanya; seolah-olah dia telah membaca al Qur`aan sepuluh kali.”

            Hadits ini dikeluarkan oleh at Tirmidziy (4/46), ad Daarimiy (2/456) dari jalan Humeid bin `Abdirrahman dari al Hasan bin Shoolih dari Haarun Abi Muhammad dari Muqaatil bin Hibbaan dari Qataadah dari Anas marfuu`an. Berkata at Tirmidziy: “Hadist ini hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalan ini, sedang Haarun abu Muhammad majhuul (tidak dikenal), pada bab ini juga dari Abu Bakr as Shiddiiq, tidak shohih, sebab sanadnya lemah, dan pada bab ini juga dari Abi Hurairah radhiallahu `anhu.”

  101. siapakah jama’ah ahli bid’ah ?????
    ciri2 mereka diantaranya ;
    1 menolak Bid’ah hasanah ( padahal ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui Bid’ah hasanah )
    2 mengharamkan Maulidur Rasul ( padahal Muhaddist , Shahabat , bahkan Rasulpun melakukannya )
    3 mengharamkan tawassul dengan Nabi
    4mengharamkan mengirimkan hadiah pahala untuk mayit
    5 mengharamkan tabarruk
    6 mengharamkan mencium tangan ulama shalih
    7 mengharamkan dzikir berjama’ah
    8 mengharamkan ziarah ke makam Nabi SaaW
    9 menolak bermahzab ……………
    nasehat dari saudara semuslim……….Yang merasa berjama’ah ada aturan diantaranya segera bertaubat ……..salam

    1. Mas Mamo,
      tolong disertakan dalil-dalilnya?
      dan ana mau tanya, kenapa mas mamo tidak muncukupkan saja yang sudah ada di sunnah yang shahih?? daripada membuat-buat hal yang baru??biar amannn gituw lhooo….yang sudah jelas aja dikerjakan …

      1. Dalil yg ente minta yg ky gimana? yg Qolallahu ta’ala, Qola Rasul, Qola shohabah, atau qolasy syaikh albani wabnu abdul wahhab??

        1. Hmmmm…artikel “mari bersatu”…dalilnya sahih namun kesimpulannya diputarbalikkan…
          seandainya perbuatan itu (dari 1-9) baik maka Para Sahabat telah mendahuluinya mengamalkannya..

          1. he he @donpay nt keluarkan jurus andalan ……..udah basi @pay Marilah kita sebarluaskan penjelasan kekeliruan selama ini dan hentikan penggunaan kaidah “LAU KANA KHOIRON LASABAQUNA ILAIH” (Seandainya hal itu baik, tentu mereka, para sahabat akan mendahului kita dalam melakukannya) untuk melarang amal kebaikan (amal sholeh) karena kaidah ini tidak berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits……..itu hanya hawa nafsu @pay

  102. Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah

    Kaum muslimin, semoga Allah meneguhkan kita di atas Islam yang haq. Sesungguhnya salah satu penyebab utama kemunduran dan kelemahan umat Islam pada masa sekarang ini adalah karena mereka tidak memahami hakikat kejahiliyahan yang menimpa bangsa Arab di masa silam. Mereka menyangka bahwasanya kaum kafir Quraisy jahiliyah adalah orang-orang yang tidak beribadah kepada Allah sama sekali. Atau lebih parah lagi mereka mengira bahwasanya kaum kafir Quraisy adalah orang-orang yang tidak beriman tentang adanya Allah [?!] Duhai, tidakkah mereka memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan lembaran sejarah yang tercatat rapi dalam kitab-kitab hadits ?

    Kaum Kafir Quraisy Betul-Betul Mengenal Allah

    Janganlah terkejut akan hal ini, cobalah simak firman Allah ta’ala,

    Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman,

    ???? ???? ???????????? ???? ?????????? ??????????? ???? ???? ???????? ????????? ?????????????? ?????? ???????? ???????? ???? ?????????? ?????????? ?????????? ???? ???????? ?????? ????????? ????????? ?????????????? ??????? ?????? ??????? ??????????

    “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)

    Dalil kedua, firman Allah ta’ala,

    ???????? ???????????? ???? ?????????? ???????????? ??????? ???????? ???????????

    “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)

    Dalil ketiga, firman Allah ta’ala,

    ?????? ???????????? ???? ??????? ???? ?????????? ????? ????????? ???? ????????? ???? ?????? ????????? ???????????? ??????? ???? ????????? ??????? ???? ???????????? ??? ???????????

    “Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)

    Dalil keempat, firman Allah ta’ala,

    ???? ???? ??????? ???????????? ????? ??????? ?????????? ???????? ?????????????? ????????? ????????? ???????? ???? ??????? ???????? ??? ????????????

    “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml: 62)

    Perhatikanlah! Dalam ayat-ayat di atas terlihat bahwasanya orang-orang musyrik itu mengenal Allah, mereka mengakui sifat-sifat rububiyyah-Nya yaitu Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, serta penguasa alam semesta. Namun, pengakuan ini tidak mencukupi mereka untuk dikatakan muslim dan selamat. Kenapa? Karena mereka mengakui dan beriman pada sifat-sifat rububiyah Allah saja, namun mereka menyekutukan Allah dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, Allah katakan terhadap mereka,

    ????? ???????? ???????????? ????????? ?????? ?????? ???????????

    “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)

    Ibnu Abbas mengatakan, “Di antara keimanan orang-orang musyrik: Jika dikatakan kepada mereka, ‘Siapa yang menciptakan langit, bumi, dan gunung?’ Mereka akan menjawab, ‘Allah’. Sedangkan mereka dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya.”

    ‘Ikrimah mengatakan,”Jika kamu menanyakan kepada orang-orang musyrik: siapa yang menciptakan langit dan bumi? Mereka akan menjawab: Allah. Demikianlah keimanan mereka kepada Allah, namun mereka menyembah selain-Nya juga.” (Lihat Al-Mukhtashor Al-Mufid, 10-11)

    Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa kaum musyrikin pada masa itu mengakui Allah subhanahuwata’ala adalah pencipta, pemberi rezki serta pengatur urusan hamba-hamba-Nya. Mereka meyakini di tangan Allah lah terletak kekuasaan segala urusan, dan tidak ada seorangpun diantara kaum musyrikin itu yang mengingkari hal ini (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat) Dan janganlah anda terkejut apabila ternyata mereka pun termasuk ahli ibadah yang mempersembahkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.

    Kafir Quraisy Rajin Beribadah

    Anda tidak perlu merasa heran, karena inilah realita. Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah menceritakan bahwasanya kaum musyrikin yang dihadapi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang rajin beribadah. Mereka juga menunaikan ibadah haji, bersedekah dan bahkan banyak berdzikir kepada Allah. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik juga berhaji dan melakukan thowaf adalah dalil berikut.

    Dan telah menceritakan kepadaku Abbas bin Abdul ‘Azhim Al Anbari telah menceritakan kepada kami An Nadlr bin Muhammad Al Yamami telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar telah menceritakan kepada kami Abu Zumail dari Ibnu Abbas ia berkata; Dulu orang-orang musyrik mengatakan; “LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA (Aku memenuhi panggilanMu wahai Dzat yang tiada sekutu bagiMu). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    ?????????? ???? ???? ???????????? ?????? ???????? ???? ???? ?????????? ????? ??????

    “Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan.” Tapi mereka meneruskan ucapan mereka; ILLAA SYARIIKAN HUWA LAKA TAMLIKUHU WAMAA MALAKA (kecuali sekutu bagi-Mu yang memang Kau kuasai dan ia tidak menguasai).” Mereka mengatakan ini sedang mereka berthawaf di Baitullah. (HR. Muslim no. 1185)

    Mengomentari pernyataan Syaikh Muhammad At Tamimi di atas, Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan bahwa kaum musyrikin Quraisy yang didakwahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kaum yang beribadah kepada Allah, akan tetapi ibadah tersebut tidak bermanfaat bagi mereka karena ibadah yang mereka lakukan itu tercampuri dengan syirik akbar. Sama saja apakah sesuatu yang diibadahi disamping Allah itu berupa patung, orang shalih, Nabi, atau bahkan malaikat. Dan sama saja apakah tujuan pelakunya adalah demi mengangkat sosok-sosok tersebut sebagai sekutu Allah atau bukan, karena hakikat perbuatan mereka adalah syirik. Demikian pula apabila niatnya hanya sekedar menjadikan sosok-sosok itu sebagai perantara ibadah dan penambah kedekatan diri kepada Allah. Maka hal itu pun dihukumi syirik (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    Dua Pelajaran Berharga

    Dari sepenggal kisah di atas maka ada dua buah pelajaran berharga yang bisa dipetik. Pertama; pengakuan seseorang bahwa hanya Allah lah pencipta, pemberi rezki dan pengatur segala urusan tidaklah cukup untuk membuat dirinya termasuk dalam golongan pemeluk agama Islam. Sehingga sekedar mengakui bahwasanya Allah adalah satu-satunya pencipta, penguasa dan pengatur belum bisa menjamin terjaganya darah dan hartanya. Bahkan sekedar meyakini hal itu belum bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan Allah.

    Kedua; apabila peribadatan kepada Allah disusupi dengan kesyirikan maka hal itu akan menghancurkan ibadah tersebut. Oleh sebab itu ibadah tidak dianggap sah apabila tidak dilandasi dengan tauhid/ikhlas (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

    Dengan demikian sungguh keliru anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwasanya tauhid itu cukup dengan mengakui Allah sebagai satu-satunya pencipta dan pemelihara alam semesta. Dan dengan modal anggapan yang terlanjur salah ini maka merekapun bersusah payah untuk mengajak manusia mengenali bukti-bukti alam tentang keberadaan dan keesaan wujud-Nya dan justru mengabaikan hakikat tauhid yang sebenarnya. Atau yang mengatakan bahwa selama orang itu masih mengucapkan syahadat maka tidak ada sesuatupun yang bisa membatalkan keislamannya. Atau yang membenarkan berbagai macam praktek kesyirikan dengan dalih hal itu dia lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Atau yang mengatakan bahwa para wali yang sudah meninggal itu sekedar perantara untuk bisa mendekatkan diri mereka yang penuh dosa kepada Allah yang Maha Suci. Lihatlah kebanyakan praktek kesyirikan yang merebak di tengah-tengah masyarakat Islam sekarang ini, maka niscaya alasan-alasan semacam ini -yang rapuh serapuh sarang laba-laba- yang mereka lontarkan demi melapangkan jalan mereka untuk melestarikan tradisi dan ritual-ritual syirik.

    ‘Kita ‘Kan Tidak Sebodoh Kafir Quraisy’

    Barangkali masih ada orang yang bersikeras mengatakan,“Jangan samakan kami dengan kaum kafir Qurasiy. Sebab kami ini beragama Islam, kami cinta Islam, kami cinta Nabi, dan kami senantiasa meyakini Allah lah penguasa jagad raya ini, tidak sebagaimana mereka yang bodoh dan dungu itu!” Allahu akbar, hendaknya kita tidak terburu-buru menilai orang lain bodoh dan dungu sementara kita belum memahami keadaan mereka. Saudaraku, cermatilah firman Allah ta’ala,

    ???? ?????? ????????? ?????? ?????? ???? ???????? ??????????? (84) ???????????? ??????? ???? ??????? ???????????? (85) ???? ???? ????? ????????????? ????????? ??????? ????????? ?????????? (86) ???????????? ??????? ???? ??????? ?????????? (87) ???? ???? ???????? ????????? ????? ?????? ?????? ??????? ????? ??????? ???????? ???? ???????? ??????????? (88) ???????????? ??????? ???? ???????? ??????????? (89)

    “Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’ Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’. Katakanlah,’Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’ Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’ Katakanlah,’Tidakkah kalian mau bertakwa’ Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’ Katakanlah,’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu?.’” (QS. Al-Mu’minuun: 84-89)

    Nah, ayat-ayat di atas demikian gamblang menceritakan kepada kita tentang realita yang terjadi pada kaum musyrikin Quraisy dahulu. Meyakini tauhid rububiyah tanpa disertai dengan tauhid uluhiyah tidak ada artinya. Maka sungguh mengherankan apabila ternyata masih ada orang-orang yang mengaku Islam, rajin shalat, rajin puasa, rajin naik haji akan tetapi mereka justru berdoa kepada Husain, Badawi, Abdul Qadir Al-Jailani. Maka sebenarnya apa yang mereka lakukan itu sama dengan perilaku kaum musyrikin Quraisy yang berdoa kepada Laata, ‘Uzza dan Manat. Mereka pun sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka minta adalah sekedar pemberi syafaat dan perantara menuju Allah. Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka jadikan perantara itu bukanlah pencipta, penguasa jagad raya dan pemeliharanya. Sungguh persis kesyirikan hari ini dengan masa silam. Sebagian orang mungkin berkomentar, “Akan tetapi mereka ini ‘kan kaum muslimin” Syaikh Shalih Al-Fauzan menjawab,“Maka kalau dengan perilaku seperti itu mereka masih layak disebut muslim, lantas mengapa orang-orang kafir Quraisy tidak kita sebut sebagai muslim juga ?! Orang yang berpendapat semacam itu tidak memiliki pemahaman ilmu tauhid dan tidak punya ilmu sedikitpun, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti hakikat tauhid”

    1. Abu Umar Abdillah@

      Abu Umar, pembagian Tauhid itu berakibat fatal bagi kaum muslimin. Kaum muslimin kalian hukumi musyrik sedangkan kaum musyrik kalain hukumi bertauhid rububiyyah. Oleh karena itulah Allah dan Rasul-NYA tidak pernah mengajarkan Tauhid Tiga versi Wahabi itu. Agama ini jadi kacau balau dan fitnah tersebar di tengah Ummat Islam gara-gara Bid’ah Tauhid ciptaan kaum Wahabi ini. Sadarlah mumpung masih hidup, akhi…

    2. Abu Umar Abdillah@

      Dalam COPASAn Nte ada kalimat: “Kaum Kafir Quraisy Betul-Betul Mengenal Allah”, GEDOBRAKKKK!!!!

      Itulah yg disebut dengan Memahami ayat sesuai hawa nafsu Wahabi. Mbok ya mikir, Nte yg sudah belajar siang malam tentang Islam aja belum kenal Allah, masa orang kafir disebut benar-benar kenal dg Allah? Itulah kebohongan dan kejahilan yg nyata.

      Malas ah, gak mau nerusin baca artikel COPASAN antum. Saya tidak cocok, lha masa orang kafir dikatakan benar-benar kenal Allah? Kalau dikatakan kenal okelah, itu fakta. Tapi dikatakan benar-benar kenal Allah? Aneh tapi nyata deh pikiran Wahabi.

      1. Juman:========>
        Apakah dalilnya tidak jelas, itu dari Qur’an. Allah SWT yang mengatakan seperti itu? Apakah antum menafsirkan lain terhadap Ayat2 Allah SWT di atas? Coba penafsiran antum seperti apa?

    3. Mumtazzz Kang Abu Umar…..
      sebagai orang yang beriman dan bertauhid maka selayaknya kita menerima penjelasan dari Kang Abu Umar Hafizahullah….

      1. Saya tidak menolak Ayat Al-Qur’an, yang saya ogah itu pemahaman gaya Wahabi, yg punya akal sehat pastilah gak bisa menerima keterangan gaya Wahabi di atas, gitu…

        1. Juman:======> yang ga jelas pemahaman seperti apa? bukankah Ayat-ayat Allah SWT sudah jelas..
          Coba pemahaman antum mengenai ayat di atas seperti apa?

          1. taymiyyah==> jangan mengalihkan perhatian ke konteks lain..
            itulah sifat kalian, kalau terpojok, langsung mengalihkan konteks lain..
            kembali kepermasalahan inti, jangan menyinggung masalah lain..
            Apakah ayat-ayat Allah SWT yang tidak sesuai, antum buang yang sesuai dengan keinginan dipakai?

    4. Ane juga bisa copas:

      Buat temen2 gue, buat yang musuhin gue, buat donpay, buat Abu Umar, buat semuanya, MAKAN NIH:

      Sebagian mereka beriman bahwa Allah adalah yang menciptakan langit, bumi dan gunung. Tetapi mereka menyekutukan Allah dengan arbabam min dunillah (rabb-rabb yang selain Allah). Artinya mereka tidak mengesakan Allah dalam hal rububiyyah. Beriman bahwa Allah yang menciptakan langit, bumi dan gunung, tetapi tidak mengesakan Allah dalam rububiyyah. Karena mereka juga percaya bahwa berhala dapat memberi petunjuk, rizqi, dan lainnya. Inilah kesyirikan mereka. Bukan hanya dalam hal uluhiyyah, tetapi juga rububiyyah.

      Coba perhatikan ayat ini:
      “Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan Adam dari tulang rusuk mereka dan mengambil kesaksian atas diri mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Rabbmu?” mereka menjawab: “Benar, kami bersaksi (bahwa engkau adalah Rabb kami)”. (Kami melakukan hal itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami tidak tahu-menahu tentang hal ini”. Atau agar kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya nenek moyang kami sejak dahulu telah berbuat syirik, sedangkan kami ini hanyalah keturunan mereka (yang meniru perbuatan mereka). Apakah Engkau akan menyiksa kami (atas) kesalahan (mereka) orang-orang yang sesat?” (Al-A’raaf: 172-173).

      Agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami tidak tahu-menahu tentang hal ini.”

      Tentang hal apa? Lihat pertanyaan sebelumnya, maka akan kita pahami bahwa yang mungkin mereka bantah adalah soal keesaan Allah sebagai rabb. Jadi, ‘tentang hal ini’ maksudnya adalah tentang tauhid rububiyyah.

      Atau agar kalian tidak mengatakan: “Sesungguhnya nenek moyang kami sejak dahulu telah berbuat syirik”

      Syirik dalam hal apa? Jika dilihat dari pertanyaan sebelumnya, maka syirik di sini dalam hal rububiyyah.

      Orang kafir yang tidak mau menyembah Allah, mereka tidak mengakui rububiyyah Allah. Orang musyrik yang menyembah Allah dan juga yang selain Allah, mereka tak mau mengakui keesaan Allah dalam hal rububiyyah juga. Itulah sebabnya mereka tak akan bisa menjawab ketika ditanya dalam qubur: “Man Robbuka?”

      Pengingkaran kepada keesaan rububiyyah Allah inilah yang kemudian melahirkan pengingkaran terhadap keesaan uluhiyyah Allah.

      Jelaslah sekarang, ketika seseorang menjadikan sesuatu sebagai ilah, misalnya dengan berdoa meminta rizqi kepada sesuatu itu, maka pada saat yang sama ia menjadikannya sebagai rabb karena ia meyaqini bahwa sesuatu itu bisa memberikan rizqi.

      ????? ???????? ???????????? ????????? ?????? ?????? ???????????

      Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah. [QS. Yusuf: 106]

      Ayat 106 dari surat Yusuf ini menceritakan tentang mereka yang menyembah Allah bersama arbabam min dunillah (rabb-rabb selain Allah), bukan tentang mereka yang menyembah arbabam min dunillah tanpa menyembah Allah. Orang Buddha, Hindu, Majusi, dsb itu tidak masuk dalam ayat ini, ia dibahas dalam ayat-ayat lain.

      Jadi tidak benar bahwa semua orang mengakui rububiyyah Allah. Dan tidak benar pula bahwa orang yang menyekutukan Allah itu mengesakan Allah dalam hal rububiyyah. Bahkan ayat itu menyatakan bahwa mereka itu tidak beriman kepada Allah, kecuali sembari menyekutukan Allah dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah. Jadi, mereka itu tidak beriman kepada Allah, kalau mereka beriman kepada Allah, maka mereka beriman kepada Allah sembari beriman kepada yang lain sebagai rabb mereka. Jadi, jika mereka ditanya tentang siapa yang menciptakan langit, bumi dan gunung, maka mereka akan menjawab: “Allah”, namun disamping itu, mereka juga beriman kepada yang selain Allah sebagai rabb.

      ????? ???? ?? ??? ?????? ? ???:????? ???? ?? ??? ? ?? ???? ? ?? ?????:( ??? ???? ?????? ????? ) ????? ? ???: ?? ???? ????? ?? ????????: ???? ??????? ??? ???: ?????? ????! ??? ???? ?? ???

      Qotadah berkata tentang ayat tersebut, “Tidaklah ditanya seseorang dari musyrikin: ‘Siapa Robbmu?’ kecuali menjawab: ‘Robbku Allah!’ sedangkan dia menyekutukan dalam hal yang demikian.”

      “Musyrikin” di sini maksudnya adalah orang yang menyekutukan Allah, bukan mereka yang tidak mengakui Allah sebagai rabb. “Dalam hal yang demikian” maksudnya adalah dalam hal rububiyyah.

      Antum ngambil dari tafsir Thabari, itu juga dari tafsir Thabari. Jadi yg dimaksud oleh Ibnu Abbas dg “Sedangkan mereka dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya” bukan dlm hal uluhiyyah saja, tetapi juga rububiyyah.

      Kemudian, Allah berfirman:
      ?????????? ????????????? ??????????????? ?????????? ???? ????? ??????? ???????????? ????? ???????? ????? ???????? ?????? ???????????? ??????? ???????? ??? ?????? ?????? ???? ??????????? ?????? ???????????

      Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai arbaba selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. At-Taubah: 31)

      “Arbaba” adalah jamak dari “rabb”. Perhatikan “padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa”
      Perhatikan juga kisah orang Nashrani yg berniat masuk Islam yang berkata kpd Rasul setelah dibacakan ayat ini: “Mereka tidak menyembah rahib2 itu.”

      Perhatikan itu. Ternyata kata rabb ini juga bermakna ilah.

      Perhatikan ayat berikut:
      ??? ???????? ??????? ???? ?????? ????? ????? ?????? ???? ?????? ????? ???????? ????? ?????? ????? ?????? ????????? ?????????? ????? ?????? ????????? ??????? ?????? ?????????

      Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada ilah beserta-Nya, masing-masing ilah itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari ilah-ilah itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu. (QS. Al-Mu`minuun: 91)

      Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa mengakui sesuatu sebagai ilah berarti mengakuinya sebagai rabb yang menciptakan kita, mengatur kita, dsb. Penyembahan kepada selain Allah adalah bathil. Jika benar ada ilah lain selain Allah, pastilah ilah yang selain Allah itu menciptakan makhluq yang lain dan membawa makhluq yang diciptakannya itu untuk dia lindungi atau ia bawa berperang melawan ilah lainnya dan makhluq dari ilah lainnya itu.

      1. Ane kagak musuhin antum Kang Taymyahh…namanya juga diskusi…khan kadang ada naeknya ..kadang ada turunnya…insyaAllah tidak memusuhi…Naam

      2. 23 Juni 2011 pukul 4:28 pm
        taymiyyah:=======> sesuai dengan perkataan antum “Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa mengakui sesuatu sebagai ilah berarti mengakuinya sebagai rabb yang menciptakan kita, mengatur kita, dsb.”
        Apakah cukup hanya mengakui saja itu disebut tauhid?

        bagaimana dengan tanggapan komen ane “Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah” (23 Juni 2011 pukul 4:28 pm).

        1. Ya ampun….
          gitu aja ga ngerti
          “Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah”
          Oke….
          Tapi mereka ibadah kepada berhala ga?
          berarti mengakui uluhiyyah berhala kan?
          Masukin pernyataan “mengakui sesuatu sebagai ilah berarti mengakuinya sebagai rabb”
          So, mengakui berhala sebagai ilah berarti mengakui berhala sebagai rabb.
          It’s so simple, but you don’t understand it
          how can you say that you a mujtaheed?

          1. Yes, this explanation is very good n very simple, if they still don’t know, it’s mean, it’s mean, wuehe he he he….

    5. wahabi menyamakan Muslim Ahli Tauhid dengan Musyrikin Quresy sebagaimana dinyatakan abu umar abdillah diatas , ajaran super ekstrim membahayakan ummat islam dan NKRI , pantas jika sejarah mencatat kebiadaban kaum wahabi membantai Ummat Islam lebih kejam dan brutal ketimbang Khowarij :

      Maka sungguh mengherankan apabila ternyata masih ada orang-orang yang mengaku Islam, rajin shalat, rajin puasa, rajin naik haji akan tetapi mereka justru berdoa kepada Husain, Badawi, Abdul Qadir Al-Jailani. Maka sebenarnya apa yang mereka lakukan itu sama dengan perilaku kaum musyrikin Quraisy yang berdoa kepada Laata, ‘Uzza dan Manat. Mereka pun sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka minta adalah sekedar pemberi syafaat dan perantara menuju Allah. Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka jadikan perantara itu bukanlah pencipta, penguasa jagad raya dan pemeliharanya. Sungguh persis kesyirikan hari ini dengan masa silam.

      sangat disayangkan ajaran seperti ini masih ada saja “penganut” yang menyebarkannya semoga Allah memberikan hidayah dan menghindarkan Muslimin dari bahaya faham ekstrim Wahabi.

      1. Mas Ahmad Syahid,
        kayfa haluk?
        inti wajaran Wahhabi sebenarnya ingin mengembalikan Islam kepada ajaran yang murni. seperti Nabi mengajarkan pemahaman tauhid 13 tahun di makkah, baru kemudian hukum lain. sampai akhir hayat Nabi juga mengajarkan tauhid, dimana Beliau bersabda: semoga laknat kepada Yahudi da Nasoro, mereka menjadikan kuburan Nabi mereka sebagai masjid”. Al Hadist.

        1. ahmadsyahid:========>
          Sesuai artikel (Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah 23 Juni 2011 pukul 4:28 pm), Ayat-ayat Allah SWT tersebut mau ditafsir seperti apa? menurut penafsiran ente?
          Sudah jelas ayat2 Allah SWT di atas. Apa perlu diulang ayat2 tersebut?

          1. abu umar artikel yang antum tampilkan sangat berbahaya bagi kesatuan dan persatuan Ummat Islam , artikel itu sangat provokatif dan destruktif , pernahkah sang Rosul Sahabat atau Tabi Tabi`in menyamakan Muslim Ahli Tauhid dengan Musyrikin Kafir Quresy….?

            jika pernah tolong sebutkan siapa….?

            kalo tidak pernah janganlah anda meneruskan kekacauan yang pernah ditimbulkan oleh Ibnu Taymiyah dan M abdul Wahhab.

        2. al-hamdulillah sehat wal-afiat kang donpay , antum sendiri gimana sehat… ? pake nick manusia dong biar ga aneh

      2. Mas Ahmad Syahid@

        Salam kenal, saya kangen lho Mas, lama banget gak kelihatan ka mana wae atuh? Gak naon-naon yg penting sehat n berkah nya’?

        Oh ya Mas, Syaikh donpay yg ngeyel ini ternyata Abahna Jibril, masih ingat ya? Abahna Jibril ini belum sembuh dari kontaminasi virus Wahabi, tolong diobati Mas, he he he….

        1. salam kenal juga kang Juman , semoga kehadiran antum disitus Ummati semakin banyak menyadarkan para Wahabis , amien.

  103. ITU KAN MENURUT PEMAHAMAN HAWA NAFSU ANTUM………INTINYA TUNJUKAN DALIL KHUSUSNYA ATAU HADIST MESKIPUN DHOIF SATU AJA BRO …………TAUHID 3 HANYA MEMUDAHKAN SESAMA MUSLIM SALING MENGKAFIRKAN …….

    1. ukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan membuat tauhid baru.

      1. Abu Umar Abdillah@

        Abu Umar, pembagian Tauhid itu berakibat fatal bagi kaum muslimin. Kaum muslimin kalian hukumi musyrik sedangkan kaum musyrik kalain hukumi bertauhid rububiyyah. Oleh karena itulah Allah dan Rasul-NYA tidak pernah mengajarkan Tauhid Tiga versi Wahabi itu. Agama ini jadi kacau balau dan fitnah tersebar di tengah Ummat Islam gara-gara Bid’ah Tauhid ciptaan kaum Wahabi ini. Sadarlah mumpung masih hidup, akhi…

        1. Juman;==============>
          juman kalau ente menafsirkan tauhid itu cuma mengenal Allah saja seperti orang2 kafir Quraisy. Berbahaya. Seperti halnya Iblis, dia pernah bertemu Allah SWT secara langsung, dia bener2 mengenal Allah SWT. dia tidak bakal menyekutukan Allah SWT sedikitpun. Buktinya dia berdoa (meminta) kepada Allah untuk matinya ditangguhkan sampai hari kiamat. Iblis tidak memakai perantara. Iblis juga mengakui semua nabi yang diturunkan oleh Allah SWT. lalu kenapa iblis kafir dan dinyatakan kekal di neraka?

          1. Karena iblis ga mau sujud menghormati Adam. Maka jelaslah bahwa orang yg ga mau menghormati Nabi dan para pewarisnya yg sejati itu adalah pengikut Iblis.

          2. Abu Umar Abdillah@

            Iblis itu membangkang makanya dikutuk Allah, begitu juga Wahabi membangkang terhadap perintah Allha disertai dg kesombongan. Kalian diperintah untuk bertauhidn eh malah men-tigakan TAUHID. Itu namanya membangkang seperti Iblis. Saya sudah bertanya berkali-kali kepada antum maupun donpay@, Tauhid di-TIGA-kan itu ajaran siapa? Jawab dong yang benar dan pakai dalil shahih tentunya.

            Awas jawabnya jangan qola si A, qola si B atau qola si C, tapi jawablah dg qolalloh, qolarrasul atau qolashshohabah, oke? Itulah ilmu menurut Syaikh donpay Abahna Jibril. Selai itu bukan ilmu, oke? Silahkan dijawab….

          3. Bukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan untuk membuat tauhid baru.

            Seperti halnya dalam mempelajari Islam secara kaffah, Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat? Apakah itu ada dalilnya?
            Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi memjadi beberapa bab. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat? Apakah itu ada dalilnya?

          4. @Abu Umar Abdillah ini kan ngikutin pemikiran nt kenapa nt nggak konsisten siiiih SETIAP BIDAH ITU SESAT nggak ada bid’ah hasanah ………gitu mboook ????? tauhid 3 nggak ada di zaman rosul ini bid’ah bahkan dholalah …….pahami bro walaupun nggak merubah apapun , hal itu cuma PEMBENARAN pendapat aja ….salam

  104. ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? : ?????? ???????? ??? ????? ?????????? ???? ??? ??????????? ???? ????? ?????????? ?????? ??????? ?????? ????? ???????? ???? ???????? ????? ?????????? ???????? ???????? ???????????? ?????? ???????????? ???? ????? ??? ?????? ?????? ??????? ???????? ???? ???????? ???? ????????

    (???? ???????)

    Sabda Rasulullah saw :
    Sungguh telah kukira wahai Abu Hurairah (ra) bahwa tiada yang menanyakanku mengenai hadits ini yang pertama darimu, dari apa-apa yang kulihat atas penjagaanmu pada hadits ini, yang paling bahagia dengan syafaatku dihari kiamat adalah yang mengucap Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan Selain Allah) ikhlas dari hatinya dan dirinya” (Shahih Bukhari)

  105. Wah, sangat menarik ana menyimak diskusi ini dari awal, sungguh menambah wawasan tentang kebatilan Wahabi yg diungkap oleh teman-teman ASWAJA. Ana jadi semakin yakin dg kepindahan ana dari Wahabi ke ASWAJA.

    Menegenai nickname @xxxx memang benar jadi merusak suasana diskusi. Berarti sama kesan kita ya? Dulu Ummati Press pernah bikin peraturan agar bagi komentator pakai nama manusia. Peraturan itu muncul akibat dari ulah anak-anak Wahabi yg pakai nama bukan nama maunusia dan terkesan sembarangan aja bikin nicname-nya.
    Coba klik dan lihat peraturannya di link ini: http://www.ummatipress.com/2011/02/20/peraturan-baru-bagi-para-pengirim-komentar-di-ummati-press/

    Yg cukup bikin heran bagi ana, kenapa anak-anak Wahabi itu suka pakai nama-nama bukan nama manusia? Kira-kira apa penyebabnya ya?

    1. Ummu Aiman, salam hormat buat antum semoga istiqomah di jalan ASWAJA.

      Ana jg heran kenapa sih mereka seneng pakai nama bukan nama manusia? Sebabnya mungkin karena mereka hanya “setengah manusia”, tapi nggak tahu juga sih, ana ngga yakin 100 % dg perkiraan ana. Pokoknya Wallohu a’lam aja deh.

      Terimakasih buat semua yg berdiskusi di sini, sabar ya? Salam…..

      1. Antum jangan asal menuduh. Ane ga bermaksud sperti itu. tidak ada yang namanya setengah manusia.. olok2an atum sungguh menyayat hati.. apa ente mau dijuluki setengah babi?

    2. PENGAKUAN NIHH YEEEE…..HEHEHEEHHE…KASIAN DEHHH ANTI ATAU ENTE YAAA MASUK ASYARIYUN…
      LEBIH PARAH LAGIY ASYARIYUN ADA YANG PAKE NAMA ABU JAHIL ATAU ABU JAHLE YAAA ALIAS JAHIL MURAKKAB….
      KENAPA KELUAR WAHHABI UMMU??EMANGNYA WAHHABI ITU HIZBIYAAHHH??
      BISA DICERITAKAN PENGALAMANNYA….

  106. abu umar abdillah udah baca punya mas mamo belum ?

    siapakah jama’ah ahli bid’ah ?????
    ciri2 mereka diantaranya ;
    1 menolak Bid’ah hasanah ( padahal ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui Bid’ah hasanah )
    2 mengharamkan Maulidur Rasul ( padahal Muhaddist , Shahabat , bahkan Rasulpun melakukannya )
    3 mengharamkan tawassul dengan Nabi
    4mengharamkan mengirimkan hadiah pahala untuk mayit
    5 mengharamkan tabarruk
    6 mengharamkan mencium tangan ulama shalih
    7 mengharamkan dzikir berjama’ah
    8 mengharamkan ziarah ke makam Nabi SaaW
    9 menolak bermahzab ……………
    nasehat dari saudara semuslim……….Yang merasa berjama’ah ada aturan diantaranya segera bertaubat ……..salam

    kaum super ngeyel wahabi khas pengikut aliran ahli bid`ah yang sesat nasalullahal a`fiyah

    1. Mas Syahid,

      Alhamdulillah….
      Selamat bergabung kembali di Ummati, semoga kaum Ahlu bid’ah dari Nejd semakin tercerahkan dengan kehadiran antum dengan koment-koment yg berbobot ilmiyah.
      Barokallohu fik, amin….

      1. wa alaikum salam mas mamo admin dan semuanya semoga Allah membalas Da`wah antum semua dengan segala kebaikan, amien.

        1. wa alaikum salam mas dianth , terus berjuang mas semoga abu Umar dan donpay serta all wahabis pada sadar atas kekeliruan ajaran mereka.

    2. ahmadsyahid:========>
      Apakah ada dalilnya, ente menyebut ciri2 jama’ah ahli bi’ad?
      Itu kan ciri2 menurut pemahaman dan kelompok ente.

      1. nt selalu tanya dalil namun dikasih pun nt nggak tobat sih ………..klik aja jangan nggak di klik yoooooo…….Abu @

  107. emangnya tuhan nyempil di atas dan terbatas ? wah pake akal tuh, orang masuk surga karena rahmatnya

  108. Muhamad Ibnu Abdul Wahhab mempunyai akidah atau keyakinan bahwa tauhid itu terbagi dua macam yaitu; Tauhid Rububiyyah dan Tauhid Uluhiyyah. Adapun mengenai tauhid rububiyyah, baik orang muslim maupun orang kafir mengakui itu.

    Adapun tauhid uluhiyyah, dialah yang menjadi pembeda antara kekufuran dan Islam. Ibnu Abdul Wahhab ini berkata: “Hendaknya setiap Muslim dapat membedakan antara kedua jenis tauhid ini, dan mengetahui bahwa orang-orang kafir tidak mengingkari Allah swt. sebagai Pencipta, Pemberi rezeki dan Pengatur”. Dia dengan berdalil firman-firman Allah swt. berikut ini:

    – “Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’ “. (S.Yunus [10] ;31).

    – “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, ‘Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan’? Tentu mereka akan menjawab,’Allah’, maka betapakah mereka dapat dipalingkan (dari jalan yang benar)”. (S. Al ‘Ankabut [29] ; 61)

    Selanjutnya Ibnu Abdul Wahhab berkata: “Jika telah terbukti bagi anda bahwa orang-orang kafir mengakui yang demikian, niscaya anda mengetahui bahwa perkataan anda yang mengatakan ‘Sesungguhnya tidak ada yang menciptakan dan tidak ada yang memberi rezeki kecuali Allah, serta tidak ada yang mengatur urusan kecuali Allah, tidaklah menjadikan diri anda seorang muslim sampai anda mengatakan, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’ dengan mengikuti/disertai melaksanakan artinya'””. (Fi ‘Aqaid al-Islam, Muhmmad bin Abdul Wahhab, hal. 38).
    Dengan pemahaman Muhammad Abdul Wahhab yang sederhana mengenai ayat-ayat Allah swt. ini, dia mudah mengkafirkan masyarakat muslim dengan mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang musyrik zaman kita–yaitu orang-orang muslim– lebih keras kemusyrikannya dibandingkan orang-orang musyrik yang pertama. Karena, orang-orang musyrik zaman dahulu (yang pertama), mereka hanya menyekutukan Allah disaat lapang, sementara disaat genting mereka mentauhidkan-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah swt. yang berbunyi, “Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai kedarat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (Risalah Arba’ah Qawa’id, Muhammad bin Abdul Wahhab, hal.4)

    Dia juga mengatakan setiap orang yang bertawassul kepada Rasulallah saw. dan para Ahlul-Baitnya (keluarganya), atau menziarahi kuburan mereka, maka dia itu kafir dan musyrik; dan bahkan kemusyrikannya jauh lebih besar daripada kemusyrikan para penyembah Lata,‘Uzza, Mana dan Hubal. Dibawah naungan keyakinan inilah mereka membunuh orang-orang muslim yang tidak berdosa dan merampas harta benda mereka. Pedoman yang sering mereka kumandangkan ialah: “Masuklah kedalam ajaran Wahabi. Dan jika tidak, niscaya anda terbunuh, istri anda menjadi janda, dan anak anda menjadi yatim”.

    ULAMA mulai dengan pembahasan singkat tauhid rububiyyah, yang menjelaskan kata ar-Rabb dengan arti Pencipta, hal ini sangat jauh dari apa yang dimaksud oleh Al-Qur’an. Sebenarnya arti kata ar-Rabb didalam bahasa dan didalam Al-Qur’an al-Karim tidak keluar dari arti “ Yang memiliki urusan pengelolaan dan pengaturan”. Makna umum ini sejalan dengan berbagai macam ekstensi (mishdaq)-nya, seperti pendidikan, perbaikan, kekuasaan, dan kepemilikan. Akan tetapi, kita tidak bisa menerapkan kata ar-Rabb kepada arti Penciptaan, sebagaimana yang dikatakan oleh golongan Wahabi/Salafi. Untuk membuktikan secara jelas kesalahan ini, marilah kita merenungkan ayat-ayat berikut ini, supaya kita dapat menyingkap arti kata ar-Rabb yang terdapat didalam Aal-Qur’an:
    Dalam surat Al Baqarah (2) : 21: “Wahai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu.”

    Dalam surat Al Anbiyaa (21) : 56: “Sebenarnya Rabb kamu ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya “.
    Jika kata ar-Rabb berarti Pencipta maka ayat-ayat diatas tidak diperlukan penyebutan kata yang telah menciptakanmu atau kata yang telah menciptakannya. Karena jika tidak, maka berarti terjadi pengulangan kata yang tidak perlu. Jika kita meletakkan kata al-Khaliq (Pencipta) sebagai ganti kata ar-Rabb pada kedua ayat di atas, maka tidak lagi diperlukan penyebutan kata yang telah menciptakanmu dan kata yang telah menciptakannya. Sebaliknya, jika kita mengatakan bahwa arti kata ar-Rabb adalah Pengatur atau Pengelola, maka disana tetap diperlukan penyebutan kata yang telah menciptakanmu dan kata yang telah menciptakannya. Sehingga dengan demikian, makna atau arti ayat yang pertama diatas ialah “sesungguhnya Zat yang telah menciptakanmu adalah pengatur urusanmu”, sementara arti pada ayat yang kedua ialah “Sesungguhnya pencipta langit dan bumi adalah penguasa dan pengatur keduanya “.

    Adapun bukti-bukti yang menunjukkan kepada makna ini banyak sekali, namun tidak perlu diungkapkan dibuku ini karena akan membutuhkan cukup waktu untuk menjelaskannya secara rinci. Oleh karena itu, perkataan Muhammad Ibnu Abdul-Wahhab yang berbunyi “Adapun tentang tauhid rububiyyah, baik Muslim maupun Kafir mengakuinya” adalah perkataan yang tanpa dasar, dan jelas-jelas ditentang oleh nash-nash Al-Qur’an, yang firman-Nya: ”Apakah aku akan mencari Rabb selain Allah, padahal Dia adalah Rabb bagi segala sesuatu.” (QS. al-An’am: 164). Firman Allah swt kepada Rasul-Nya ini tidak lain berarti agar beliau menyampaikan kepada kaumnya sebagai berikut: ‘Apakah engkau memerintahkan aku untuk mengambil Rabb (Tuhan) yang aku akui pengelolaan dan pengaturannya selain Allah, yang tidak ada pengatur selain-Nya sebagaimana engkau mengambil berhala-berhalamu dan mengakui pengelolaan dan pengaturannya’.

    Jika semua orang-orang kafir mengakui bahwa pengelolaan dan pengaturan hanya semata-mata milik Allah –sebagaimana dikatakan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab– maka ayat Al-An’am itu tidak mempunyai arti sama sekali, sehingga hanya menjadi sesuatu yang sia-sia, na’udzu billah. Karena setiap manusia –berdasarkan sangkaan Muhammad bin Abdul Wahhab ini– baik muslim maupun kafir, semuanya mentauhidkan Allah didalam rububiyyahnya, maka tentu mereka tidak memerintahkan untuk mengambil Rabb selain Allah.

    Terdapat juga ayat yang berkenaan dengan seorang yang beriman dari kalangan keluarga Fir’aun. Allah swt. berfirman didalam surat al-Mukmin [40]:28: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia mengatakan, ‘Rabbku ialah Allah’, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu”. Demikian juga, berpuluh-puluh ayat lainnya menguatkan bahwa kata ar-Rabb bukanlah berarti Pencipta, melainkan berarti Pengatur, yang di tangan-Nya terletak pengaturan segala sesuatu. Kata ar-Rabb dengan arti ini (yaitu Pencipta), sebagaimana ditekankan oleh ayat-ayat Al-Qur’an, tidak menjadi kesepakatan diantara anggota manusia.
    Muhammad bin Abdul Wahhab telah menukil pemikiran ini dari Ibnu Taimiyyah tanpa melalui proses pengkajian, sehingga bahaya yang ditimbulkannya atas kaum Muslimin sangat besar. Ibnu Taimiyyah tidak mengeluarkan pemikiran ini dari kerangka ilmiah. Berbeda dengan Muhammad bin Abdul Wahhab, yang ditunjang oleh keadaan sehingga bisa melaksanakan pemikiran ini pada tataran praktis dan menerapkannya pada kaum Muslimin. Maka hasil dari semua ini ialah, mereka mudah mengkafirkan madzhab lain selain madzhab Wahabi.

    Memang ada ayat yang artinya, ‘dan jika engkau bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: Allah, maka bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah swt)’? (al-Zukhruf: 87). Namun ayat berikutnya, menjelaskan bahwa mereka bukan kaum yang beriman. Firman Allah swt: ‘Dan (Allah mengetahui) ucapannya (Muhamad): Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman. Maka berpalinglah (hai Muhamad) dari mereka…sampai akhir ayat‘(al-Zukhruf: 88-89).

    Baik al-qur’an maupun sunnah tidak ada menyebut bahwa orang-orang Musyrik beriman dengan tauhid rububiah saja! Sebaliknya al-quran mengatakan dengan jelas, bahwa mereka bukan orang yang beriman. Bagaimana kita boleh mengubahnya mengatakan mereka beriman dengan tauhid rububiah? Telah diketahui oleh kaum muslimin dari zaman dahulu banyak orang kafir tidak mengakui wujudnyaTuhan, apalagi mentauhidkan-Nya!

    1. tolong dibedakan maksud Syaikh,
      orang awamnya dengan ahli bid’ahnya.
      ana kira orang awamnya tidaklah kafir,, namun kalo ahli bidahnya(ulama, ustad yang suu’) yang jelas-jelas mengetahui kebenaran namun masih berpaling, maka itu perlu diperinci lagiy, apakah perlu dialog hingga syubhat nya hilang dll. Tidak asal dikafirkan Bro. begitulah setahu ana paham Wahhabi (yang mengikuti Nabi dan Sahabat).

      1. Antumkan sdh diberi Allah SWT Akal untuk berfikir dan Hati untuk mencerna, Jawaban Antum (ana kira org awamnya tdklah kafir) innalilahiwainnailahi roji’un antum sdh mencela ayat-ayat Allah SWT,,,,inilah yg sesuai hadis nabi Muhammad SAW ,mereka mempelajari Al Qur’an hanya sebatas kerongkongannya saja, antum sy sarankan untuk m’baca Surat As Saff dan tejemahannya, disana dijelaskan keadaan orang2 yg mengikuti Rahib-rahib mereka yg tesesat,,smg antum mendapat pencerahan,,,,

        1. hadist itu khan tentang khawarij…namun khawarij masih dihukumi muslim walaupun mereka telah sesat..wallahu ‘alam…

          1. Allah SWT sdh jelas2 menghukumi mereka, antum msh sj membantahnya,ck.kc.ck….. beginikah tingkah dan pola fikir kaum sahwah ( ternyata memang Khawarij)???????

      1. Abu Umar Abdillah@

        Akhirnya Nte terbukti juga, terbukti sedang alami pubertas agama. Bid’ah dholalah pemabagian tauhid tiga dalam hatimu gak lihat malah bid’ah hasanah yasinan malah benci. Kebolak kebalik ini dunia Wahabi ya?

      2. Baca surat Yaa Siin kok dibilang bid’ah. Mana dalil pelarangannya? Baca surat Yaa Siin dan surat lainnya itu ibadah, bukan bid’ah. Jangan ngarang ente. Agama kok dikarang2.

  109. ana baca dari awal sampai akhir, Alhamdulillah bermanfaat…cuma ana ada pertanyaan yg bikin penasaran,bahkan sgt penasaran…ana hargai pendapat dr org non ASWAJA yg berpendapat tentang pembagan tauhid jadi 3,dengan maksud untuk mempermudah,ana hormati pendapatnya…namun ana penasaran, adakah Rasul SAW mengajarkannya,tow para sahabat megajarkannya,tow para ulama2 terdahulu yg jelas keilmuannya seperti para mujtahid mutlak seperti Imam madzhab mengajarkannya,,,krn setahu ana mereka adalah org2 yg punya kredibilitas tinggi dalam hal ini & diakui keilmuannya oleh seluruh umat islam di dunia,,,lalu siapa yg pertama kali mengajarkan tauhid versi 3 ini?klo memang pendapat ini benar,lalu kemanakah mereka,org berilmu sebelumnya,tak usah jauh2 ke jaman Rasul SAW,ke jaman para Imam Madzhab dulu ,apakah mereka dangkal ilmunya,sehingga tak bisa memberikan kemudahan terhadap umat,dgn tidak membagi tauhid versi 3 ini,bukankah klo konsep ini benar maka akan mempermudah umat sesudahnya.mungkin pertanyaan ana sangat bodoh & tidak berkelas,namun ana jujur benar2 ingin tahu,,,siapakah org pertama yg mengenalkan tauhid versi 3 ini,,,knapa konsep ini sampai tidak ada di jaman sebelumnya,apakah umat terdahulu sebegitu bodoh sehingga tak bisa memberikan sumbangsih ilmunya untuk kemudahan umat sesudahnya seperti saya yg awam ini,bukankah konsep tauhid itu teramat sangat penting.atau klo memang konsep tauhid yg sudah ada sebelum adanya konsep tauhid versi 3 ini benar adanya & tidak menyalahi,lalu mengapa harus ada konsep baru tauhid versi 3 ini,arti baru disini karna konsep ini datang belakangan…tolong dijawab oleh ustad2 yg ada disini,khususnya yg berpegang pada konsep tauhdi versi 3 ini…sebelumnya ana ucapkan terimakasih atas dimuatnya tulisan ini,& terimakasih pula bagi yg berkenan menjawabnya,ksusunya bagi kel yg berpegang dgn konsep tauhid versi 3. terimakasih .SALAM.

    1. pertanyaan mas sukapakir memang betul. Para pengikut wahabi mesti merenungkannya.
      Yang jelas meeka mengakui Ibnu Taimiyah dan syekh Muhammad bin Abdul Wahab adalah tokoh pembaharu, terutama pembaharu tauhid, kenyataannya mereka telah membuat kerancuan dan syubhat, akhirnya yang terjadi adalah fitnah.

      1. Mas Diant,
        setiap seratus tahun khan Allah mengirim pembaharu islam. pembaharu disini maksudnya bukan membuat bid’ah tapi menghidupkan sunnah.
        kalo menurut mas, pembaharunya sapa di zaman Ibnu Taymiah??
        bukan murid-murid Ibnu Taymyah adalah Para imam juga seperti Ibnul Qoyyim, Imam Az zahabi (imam jarh wa ta’dil), Ibnu Katsir, dll.

        1. Mas Donpay, pembaharu islam yang sesungguhnya hanya Allah yang tahu. Masalahnya ajaran Ibnu taimiyah dan Syekh Muhammad telah menimbulkan kontoversi dan penolakan mayoritas ulama pada saat itu. Berbeda dengan mayoritas ulama yang telah menetapkan Imam Syafei dan Imam Ghozali sebagai pembaharu Abad ke 3 dan ke 5, maka mayoritas ulama malah menentang dan menolak sebagian besar ajaran dan dakwah Ibnu taimiyah dan Syekh Muhammad bin AW. Maka yang mengatakan mereka sebagai pembaharu ya hanya wahabi aja yang jumlahnya minoritas. maaf ya saya lebih percaya dengan yang mayoritas.

          1. Mas yang dimaksud mayoritas dalam hadist itu adalah al jamaah, yakni pemahaman Nabi dan Sahabat. “wa in kuntuk wahdah..” meskipun engkau sendirian ,jika sesuai sunnh mka disebut al jamaah/mayoritas.
            Naam

          2. kalo ada satu kampung mayoritas melakukan amalan sirik dan bidah, maka disebut jamaah apa dong yang melakukan amalan sirik an bid’ah tersebut?

          3. kaum wahabi itu sangat tepat kalau disebut sebagai kaum lemah akal. Jama’ah kok sendirian? Siapa yg ngajari? Kalau sendirian itu benar-benar sendiri di tengah kaum kafir itu baru benar kalau nte sendirin berjamaah. Tapi kalau antum sendirian di tengah kaum muslimin itu namanya nyempal atau memisahkan diri, gitu aja kok gak mudeng?

    2. Mas Sukapakir,

      Namanya juga Ulama. kalo ijtihadnya benar khan dapat 2 pahala, kalo ijtihadnyab salah yaaa dapat satu pahala. jadi tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.
      yang salah khan kalo yang bukan ulama itu ijtihad. ini adalah hal yang baru. setuju bro semua di sini?

      1. Yang namanya ijtihad itu bukan menimbulkan masalah dan membuat fitnah apalagi mendakwahkan dengan menganggap ijtihadnya paling benar. Yang namanya ijtihad itu tidak mengatakan muslim yang berbeda pendapat dan bertawasul sama dengan kaum musyrikin Qurais, ini namanya fitnah bukan ijtihad.

    3. Bukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan untuk membuat tauhid baru.
      Seperti halnya dalam mempelajari Islam secara kaffah, Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
      Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi memjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?

      1. Bang Abu Umar,

        Golongan ente pan mengartikan Bid’ah secara letterleg yaitu perkara baru yang diada-adakan setelah zaman Nabi. Apakah hal2 yg ente sebutkan di atas bukan Bid’ah….??? (pasti ente akan jawab dengan merinci Bid’ah versi Wahabi…)

        Kalo’ kami Ahlussunnah wal Jama’ah memang menganggap itu semua Bid’ah karena kagak ade di zaman Nabi SAW, tapi kami menyebutnye sebagai Bid’ah Hasanah…… itulah cerdasnye Imam Syafi’i dalam menyikapi perubahan zaman dalam Islam. Beliau tau akan banyak perkara2 baru yang berdasar pada Al-Qur’an dan Hadits, makanye ade yg namanye Bid’ah Hasanah agar ummat tidak sempit dalam mengembangkan ajaran Islam dan mengikuti perkembangan zaman.

          1. Mana dalilnya…??? wah kemane aje ente, hari gini baru cari dalil Bid’ah Hasanah….

            Cari sendiri dalilnye tuh di Blog ini juga ade, jangan mau disuapin ajeee…Lagian kalo ane tampilin juga bakal ente bantah, terus muter-muter dah…..

            >>>afwan…

  110. @donpay: siapa bilang yg dianggep musyrik oleh wahhabi ga boleh msk saudi? Emang yg ngerjain renovasi Masjid Nabawi siapa? Bukannya Amerika itu tmn karib saudi? Itu muthawa2 bakalan pasag tampang serem kalo ada yg deketin makam nabi dg gelagat pengen ziaroh dsb. Mereka anggap itu sbg kesyirkan. Padahal ulama2 dulu ga bersikap begitu terhadap orang yg ziaroh ke makam rasul. Mereka membiarkannya, karena hal itu masyru’. Atas dasar apa wahhabi mengeluarkan ziarah ke makam rasul dari syari’at? Pake akal2an ya?

    1. dalam hadist,
      Nabi bersabda :
      “tidak boleh melakukan perjalanan kecuali tiga masjid: masjidil haram, Nabawi, Aqsha”
      Al Hadist.
      jika menkhususkan perjalanan untuk ziarah kubur mis : dengan membawa bekal, menginap maka ini yang haram tapi kalo ziarah deket-deket rumah yaa monggo dan yang pasti harus sesuai sunnah.
      sunnah disini bukan dalam istilah fikih yaaa…

      1. @Donpay

        Al-‘Iraqi berkata, “Di antara penafsiran terbaik yang lain adalah bahwa maksud hadist tersebut adalah khusus melakukan perjalanan ke masjid. Sehingga, tidak boleh melakukan perjalanan dengan niat berziarah ke masjid kecuali ketiga masjid ini saja. Adapun melakukan perjalanan dengan niat selain itu, seperti untuk menuntut ilmu, bersilaturahim kepada para ulama orang-orang shaleh serta para teman, berniaga, melakukan rekreasi dan lain sebagianya, maka tidak masuk dalam larangan ini. Hal itu sesuai dengan sebuah riwayat yang secara tegas menjelaskan hal itu. Imam Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan melalui jalur Hasan dan Abi Said al-Khudri r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,

        “Seseorang tidak selayaknya melakukan perjalanan ke suatu masjid untuk melakukan shalat di dalamnya, kecuali Masjidil Haram, Masjidil Aqsha dan masjidku ini.”

        Barnawi dalam Futuhat al-Wahhaj bi Tawdhih Syarh Minhaj ath-Thullab, atau lebih dikenal dengan Hasyiyat al-Jamal, menukil dari as-Subki bahwa dia berkata, “Tidak ada di dunia ini suatu tempat yang mempunyai keutamaan sehingga dilakukan perjalanan khusus kepadanya guna mendapatkan keutamaan itu kecuali ketiga tempat tersebut.” Ia melanjutkan, “Yang saya maksud dengan keutamaan ini adalah keutamaan yang diakui oleh syarak dan ditetapkan suatu hukum syarak yang berkaitan dengannya. Adapun negeri-negeri lain maka tidak boleh melakukan perjalanan kepadanya kecuali untuk tujuan berziarah kubur, menuntut ilmu atau perbuatan sunah dan mubah lainnya. Sebagian orang ada yang salah memahami hal itu, sehingga ia mengira bahwa melakukan perjalanan ke selain ketiga tempat itu, seperti berziarah ke makam Sidi Ahmad al-Badawi dan sejenisnya, adalah masuk dalam larangan hadist tersebut. Ini adalah pemahaman yang salah. Karena, pengecualian (al-Istitsna) harus sejenis dengan sesuatu yang dikecualikan (al-mustatsna minhu). Dengan demikian, maksud hadist tersebut adalah tidak boleh melakukan perjalanan ke suatu masjid atau ke suatu tempat karena keutamaan tempat itu, kecuali ketiga masjid yang disebutkan. Sedangkan melakukan perjalanan untuk ziarah kubur dan menuntut ilmu, bukanlah perjalanan ke suatu tempat, tapi melakukan perjalanan ke orang yang ada di tempat itu. Hendaklah penjelasan ini dipahami.”

        Lihat

      2. Hadits tsb maksudnya:
        Janganlah memaksakan diri utk pergi ke Masjid yg jauh, kecuali 3 Masjid tsb.

        Ga ada hubungannya ama larangan ziaroh qubur atau pun ziaroh qubur Nabi.

        Kami ziaroh qubur sesuai sunnah mas. Baca Quran di kubur, baca doa di kubur. Ga ada tuh yg nyembah2 qubur dan isi qubur. Berarti ga apa2 dong..? :mrgreen:

        Asal antum tau, baca Quran di kubur itu bikin terang quburan.
        Nabi pernah shalat di kubur, terus beliau bilang bahwa quburan2 ini gelap dan sholat beliau membuat qubur2 itu menjadi terang.

        1. Nabi bersabda : ” janganlah jadikan rumahmu seperti kuburan, bacalah Al Quran” aw kama qola. Al Hadist.
          mahfumnya : membaca Al Quran itu di RUmah bukan di kuburan.

          1. “jangan jadikan rumahmu seperti kuburan”
            kuburan itu gelap mas. kalo rumah ga dibacain quran, tuh rumah jadi gelap, ky kuburan. bikin terang tuh rumah dg baca quran
            nah kalo kita baca quran di kuburan, tuh kuburan jadi terang.

            Muhammad bin Qudaamah berkata kpd Imam Ahmad setelah beliau melarang seseorang membaca quran di kubur : Wahai Abu Abdillah (nama panggilan Imam Ahmad), apa pendapatmu tentang Mubasyir (seorang perawi hadits), Imam Ahmad menjawab : Ia Tsiqah (kuat dan terpercaya riwayatnya), maka berkata Muhammad bin Qudaamah sungguh Mubasyir telah meriwayatkan padaku dari ayahnya bahwa bila wafat agar dibacakan awal surat Baqarah dan penutupnya, dan bahwa Ibn Umar berwasiat demikian pula!”, maka berkata Imam Ahmad :”katakana pada orang yang tadi kularang membaca ALqur’an dikuburan agar ia terus membacanya lagi..”. (Al Mughniy Juz 2 hal : 225)

            Tuh ane ksh referensinya. Jadi jangan ngebacot lagi bahwa ane ga ilmiah.

          2. Kembali ke pemahaman Sahabat..jika benar seperti yang antum sampaikan..maka para Sahabat telah membacaka Al Quran di kuburan yang mana banyk Shabat lain yang mati syahid krn perang…tapi tidak ada dinukil para Sahabat membaca Al Quran di kubran…Wallahu ‘alam.

          3. Diriwayatkan juga bahwa Rasulallah saw, setiap tahun selalu berziarah ke makam para syuhada dibukit Uhud. Sesampainya di Uhud, beliau mengucapkan salam, yang kalimatnya termaktub dalam al-qur’an surat Ar-Ra’d ayat 24, yang artinya: ‘Keselamatan atasmu berkat kesabaran mu, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”.
            Para sahabat pun melakukan apa yang telah dilakukan Rasulullah saw, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari Al-Wakidi: “bahwa Nabi saw senantiasa berziarah kemakam para syuhada dibukit Uhud setiap tahun. Dan sesampainya disana beliau mengucapkan salam dengan mengeraskan suaranya, “Salamun alaikum bima shabartum fani’ma uqbad daar” –[QS Ar-Ra’d: 24]– (artinya, Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu). Lanjutan riwayat: Abu Bakar juga melakukan hal itu setiap tahun, kemudian Umar, lalu Utsman. Fatimah juga pernah berziarah ke bukit Uhud dan berdoa. Saad bin Abi Waqqash mengucapkan salam kepada para syuhada tersebut, kemudian ia menghadap kepada para sahabatnya lalu berkata, ‘Mengapa kalian tidak mengucapkan salam kepada orang-orang yang akan menjawab salam kalian?’
            @syaik donpay apakah syaik akan mengingkari ini, menyampaikan salam saja mendapatkan keberkahan apa lagi dibacakan ayat2 suci Al Qur’an dan dihadiahkan kpd mereka dimana persatuan hurup diberikan ganjaran pahala,,,,apakah antum tidak membutuhkan itu,,,??apakah antum sudah yakin masuk surga,,,,????apakah antum yakin dgn apa yg dikerjakan antum sdh benar..?????

      3. Makanya jangan taqlid ama syaikh2 wahhabi. orang yg taqlid ama muqallid itu sebenarnya taqlid ama hawa nafsu.
        Sedangkan kami ini taqlid kepada mujtahid.

  111. yang jelas kita tetap pegang teguh hadits
    “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’dzam).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalikai, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih) ^_^
    jadi ada kaum sempalan bilang ini dhoif itu bidah ini syirik itu musyrik biarin aja mereka ngajinya nggak tamat ……….suruh belajar islam lagi dari awal …….salam

    1. Kang Mamo,

      tolong dibedakan antara Bid’ah dan Maslahat mursalah? karena perbedaannya cukup jauh. contohnya aja : kalo bid’ah bikin orang susah tapi kalo yang namanya entu Mashlahat mursalah membuat orang menjadi mudah. sebenarnya islam ini mudah, ad dinu yusrun,,namun yang membuat susah itu yaaa kita sendiri. oke bro?

      1. justru itulah mas donpay, Bid’ah dan Maslahat mursalah itu siapakah yang berhak menentukan? apakah hanya ulama wahabi yang berhak ini termasuk bidah, yang ini termasuk Maslahat mursalah? memangnya ulama ente pasti benar…? apalagi menentukan masalah ini tentu tidak lepas dari ijtihad ulama…. lalu mengapa ente dan kelompok ente yang mesti benar?

        1. Kita ikut Ulama Ahlus sunnah, salah satu bedanya:
          kalo Bid’ah —> tujuannya taqorrub dengan hal yang baru berbentuk syariat/ibadah…
          kalo maslahat mursalah (kemaslahatan) —> tujuan untuk memudahkan saja … contoh :pembagian isim,fiil, huruf dalam bhs arab …
          berarti sudah jelas perbedaannya, kalo bid’ah bertentangan dengan dalil sedangkan mashlahat mursalah tidak, contoh: pembukuan al quran krn nama al quran adalah al kitab (artinya kumpulan)…Allah berfirman :”inna alayna jam’ahu wa quranah..”Al Qiyamah.

          1. berarti ente salah sasaran bro… asal nuduh, hukumnya fitnah tuh….. karena amalan yang dilakukan oleh aswaja gada yang bid’ah… semuanya gada yang baru…dan sesuai syariat mendapat pahala, makanya di sebut amalan sunnah……dikerjakan mendapat pahala…..

          2. @ donpay nt nggak konsisten (biasa org wahabi bgt)…..bagaimana dgn “Setiap bid’ah adalah sesat”…..nt kok ngebagi tuh bid’ah …….muter2 nt kayak gangsing sebagian pendapat Imam mahzab dipakai namun nggak bermahzab , bicara bid’ah udah bedalagi ……inilah rata2 wahabiyun .

      2. @donpay
        pembagian bid’ah menurut ente jadi serba “ah” bid’ah bikin orang susah, maslahat mursalah membuat.
        orang menjadi mudah.
        kayak pantun aja ya, belakangnya serba ah….. lucu ni ye ..he..he..he 3x

  112. Pembagian Tauhid Jadi Tiga yaitu Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Asma Wa Sifat.
    Bukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan untuk membuat tauhid baru.
    Seperti halnya dalam mempelajari Islam secara kaffah, Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
    Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi memjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?

    1. Dizaman Nabi juga Al Quran tidak ada titik koma … baru ada sejak jaman Abu Bakar, apakah itu Bid’ah?
      tentu tidak, itu mashlahat mursalah, untuk memudahkan kaum muslimin.
      ane yakin kalo al quran tidak ada titik koma maka kita kagak ada yang paham…:)

      1. Loh, katanya semua hal baru dalam agama sesat, bukankah itu hal yang baru akhiy?

        Pembagian Tauhid Jadi Tiga yaitu Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Asma Wa Sifat.
        Bukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat ->Tetap saja ini hal baru-inovasi-. Jelas tidak ada di zaman Rosul

        Wallahu ta’ala a’lam

        1. Afif:========>
          Seperti halnya dalam mempelajari Islam secara kaffah, Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
          Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi memjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?

          Apakah itu Tetap saja ini hal baru-inovasi-. Jelas tidak ada di zaman Rosul?

          1. Pemahaman antum bagaimana sih, katanya semua hal baru yang tidak ada di zaman Rosul bid’ah, tapi ketika ternyata ada pembagian tauhid menjadi 3 yang tidak ada di zaman Rosul antum nyatakan bukan bid’ah. Terkesan memaksakan dalil sesuai pemahaman antum.

            Wallahu ta’ala a’lam

          2. Afif;==============>
            kamu itu ditanya malah muter2.. itu jawab pertanyaan ane selain pembagian tauhid 3? ente sebut apa itu?
            eperti halnya dalam mempelajari Islam secara kaffah, Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
            Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi memjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?

            Jawab ini dulu afif.. jangan memutar balik saja?

          3. pemahaman tauhid ala wahhabi itu bid’ah dan merusak pemahaman ummat. jadi bid’ahnya itu bid’ah dholalah.

          4. Antum menyamakan pembagian semua kitab hadist dengan pembagian tauhid menjadi 3. Mana dalilnya jika permbagian itu termasuk maslahah mursalah seperti pembagian kitab hadist akhiy^_^?

          5. AFif==> jawab dulu itu pertanyaan.. apa itu ada dalilnya juga..
            jangan muter balik.. mesti kalah argumen, selalu menghindar dan membahas masalah lain..

          6. maslahah mursalah itu minimal harus didukung dalil aqli. dalil naqli ente dah gugur. dalil aqli ente ga ada. Maka jelas bahwa pembagian tauhid 3 itu bid’ah dholalah

          7. lihat kembali definisi bid’ah,di kitab al ‘itishom karya Imam Asy Syaitibi…biar kagak salah paham…
            kalo pesawat, radio, speker bid’ah nggak kang?

        2. Afif:========>
          “Loh, katanya semua hal baru dalam agama sesat, bukankah itu hal yang baru akhiy?”
          berarti ente ga tau apakah bid’ah itu? Belajar dulu sana biar tambah ilmunya, belajar yang benar.. berdoalah mudah-mudahan Allah SWT memberikan petunjuk untukmu..

        3. kalo Bid’ah —> tujuannya taqorrub dengan hal yang baru berbentuk syariat…
          kalo maslahat mursalah (kemaslahatan) —> tujuan untuk memudahkan saja ….
          paham bro?

          1. paham wahhabi cuma bikin susah ummat dan bikin rusak pemahaman ummat. Berarti paham wahhabi bid’ah dholalah dong…..?

          2. taymiyyah… jangan mengalihkan kepermasalahan lain dulu, konteksnya beda.
            ente mengkritik orang, ga jelas dalilnya bagaimana. untuk yang membahayakan umat, tidak membuat umat jadi pinter, tapi jadi bodoh. Dikasih dalil tidak mau, tapi dalilnya sendiri.

            Kembali konteks utamanya.. jangan mengalihkan perhatian ke yang lain.

          3. lah, ane cuma nerusin pemahaman donpay doang bos.
            kalo maslahat mursalah (kemaslahatan) —> tujuan untuk memudahkan saja ….
            nah pembagian tauhid ini kan bukan utk memudahkan, malah bikin susah ummat, ummat malah jadi bingung, ummat malah jadi rusak aqidahnya, berarti bid’ah dong…. bukan maslahah mursalah.

          4. Bid’ah (perkara baru yg diada-adakan) kagak bisa dibagi lagikan kan bro…??? artinye Bid’ah ya Bid’ah artinye sesat artinye Neraka, setuju kagak bro…???

            Ato ade pembagian klasifikasi Bid’ah menurut orang SaWah…???

          5. Nah, kalo klasifikasi model tauhid 3 ini kan baru juga bro….
            setiap yg baru adalah bid’ah
            gitu ya bro?

          6. Hua ha ha ha…. cup! Maaf, ana terlalu ngakak, ibarat ngejar maling, malingnya sudah terpojok di gang buntu. Jadi sudah tidak bisa berkelit. Kalau masih bisa berkelit lagi berrati malingnya pakai “ajian belut putih”, jadinya licin, kwk kwk kwk….