Inspirasional

Melawan Propaganda Radikal Lewat Website dan Media Sosial

Kontra Propaganda Radikalisme di Media Sosial

Dalam era teknologi informasi seperti sekarang, media cetak dengan jangkauan yang luas sebenarnya bersaing dengan media onlne. Aplikasi jejaring sosial yang begitu beragam dapat menyampaikan pesan berupa konten tulisan, suara, gambar, ataupun video. Inilah yang dimanfaatkan secara luas oleh kelompok radikal untuk menyampaikan propaganda.

Tiga jenis propaganda; propaganda putih, abu-abu, dan hitam.

Propaganda putih dilakukan media yang berpihak pada kepentingan politik atau kebijakan tertentu. Kegiatannya terbuka meski sponsor kegiatan propaganda itu sering tidak diketahui.

Propaganda abu-abu adalah kegiatan yang dilakukan tertutup. Contohnya dengan memanfaatkan wartawan untuk menulis pesan tertentu yang ditujukan ke publik agar mereka tergerak dan memercayai dan bergerak melakukan apa yang diinginkan.

propaganda hitam, yaitu kegiatan penyebaran informasi tertutup yang menyesatkan. Tujuannya untuk memberikan informasi yang meruntuhkan kredibilitas lawan. Misalnya yang dilakukan Soviet pada tahun 80-an. Mereka menyebarkan isu bahwa Amerika Serikat adalah penyebar AIDS ke seluruh dunia dari proses rekayasa genetika di Maryland.

 

 

Propaganda radikalisme dan media sosial

Media sosial merupakan sarana paling efektif untuk menyampaikan pesan ke khalayak sasaran. Lewat media sosial pula pesan dapat dikemas sedemikian rupa sehingga menyentuh emosi dari khalayak.

Tidak hanya negara atau pemerintah yang dapat berpropaganda. Aktor non-negara pun dapat melakukan termasuk kelompok radikal dan teroris. Tidak semua kelompok radikal memiliki media arus utama sehingga mereka menggunakan internet dan media sosial yang dapat digunakan siapa pun, di mana pun, tanpa takut kena sensor.

Ada tujuh fungsi situs web radikal yang digunakan kelompok teror dan simpatisannya di Indonesia (Sumbung 2015): propaganda, doktrinasi dan radikalisasi, pelatihan cyber paramiliter, perekrutan, komunikasi, publisitas, dan pendanaan.

Propaganda putih sering dilakukan kelompok radikal agama. Biasanya mereka membuat website di internet dengan berkedok sebagai situs berita atau portal tentang agama. Tulisan-tulisan di situs web tersebut berisi substansi yang cenderung menjurus pada narasi atau pesan tertentu. Pesan atau narasinya dapat berupa ajakan membenci agama atau kelompok lain dan juga mendirikan negara berdasarkan agama.

banner 2 2 - Melawan Propaganda Radikal Lewat Website dan Media Sosial

Dari situs web, tulisan perlahan akan disebarkan melalui jejaring sosial lainnya via simpatisan atau sering juga disebut KOL (key opinion leaders) sehingga menyebar ke khalayak umum. Tulisan di situs web biasanya akan diolah lagi sesuai gaya bahasa si KOL. Aktivitas masuk ke dalam propaganda abu-abu karena sudah menggunakan pihak ketiga untuk berkampanye. Khalayak sasaran tidak akan tahu dari mana info atau tulisan yang diolah KOL ini atau siapa sponsornya di balik layar. Propaganda seperti ini banyak dilakukan kelompok-kelompok radikal agama.

Sementara propaganda hitam banyak terlihat di dunia maya melalui tulisan-tulisan menyesatkan yang memelintir ayat-ayat suci. Mereka hanya mengambil secuil ayat dan kemudian menjadikannya pembenaran dalam pesan-pesan dan aktivitasnya.

Reach atau jangkauan jejaring sosial tidak kalah dengan media tradisional. Jejaring sosial, seperti blog, Twitter, dan Facebook, bahkan bisa diatur siapa saja yang dapat melihat konten. Dengan kelebihan jejaring sosial, siapa pun penggunanya memiliki keuntungan dibandingkan jika menggunakan media tradisional. Membuat ancaman radikalisasi di dunia maya menjadi lebih berbahaya dalam menghasut melalui propaganda.

Mengatasi propaganda radikalisme

Lalu bagaimana menghadapi propaganda radikalisasi di dunia maya? Seperti contoh di atas, kelompok teror pun sudah paham cara-cara propaganda, baik terbuka maupun tertutup. Yang paling sering dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasinya adalah dengan cara menutup situs web atau memblokir akses ke jejaring sosial.

Usulan cara lain adalah dengan melakukan kontra propaganda di media sosial. Kontra propaganda radikalisme juga berfungsi membalikkan pesan yang disampaikan oleh propaganda radikal. Kontra propaganda ini perlu dipikirkan secara matang. Perlu dilakukan perencanaan strategi propaganda yang efektif dan tepat sasaran.

Kontra propaganda radikalisme harus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, proses komunikasi yang efektif tidak bisa dicapai dalam waktu sekejap.

Pemblokiran akses situs web dan jejaring sosial para kaum radikal dan teror memang perlu untuk terus dilakukan, tetapi perlu ada kampanye berkelanjutan yang bersifat penggalangan massa dan kontra propaganda radikalisme lewat website dan jejaring media sosial.

Sesungguhnya pertarungan atau qital (perang) yang bertujuan untuk merebut khalayak dan diseminasi narasi akan terus berlangsung di dunia online. Oleh karena melawan mereka tidak cukup dilakukan secara insidental.

 

(Diringkas dengan sedikit editing tanpa merubah maksud dari tulisan berjudul: Kontra Propaganda Radikalisme di Media Sosial, Oleh Arindra Khrisna/KOMPAS 20 Januari 2016

Arindra Khrisna, Pascasarjana Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

1 thought on “Melawan Propaganda Radikal Lewat Website dan Media Sosial”

  1. Ping-balik: Melawan Propaganda Radikal Lewat Website dan Media Sosial | Batavia Pos

Tinggalkan Balasan

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker