Fikih Sunnah

Masuk Neraka Gara-gara Maulid Nabi Muhammad Saw ?

Maulid Nabi Muhammad SAW

Oleh: Imam Masjid Sayyidina bilal Cahngwon

“Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.

Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.

Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah Dia.

Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”

Pada kesempatan hari ini, ahad 13 feb 2011, yang InsyaAllah barokhah, kita semua masih bisa berjumpa, berkumpul di masjid Al-amin daegu ini dalam keadaan sehat, aman, dan sejahtera.

Banyak saudara saudara kita yang dikarenakan berbagai kesibukan tidak dapat hadir disisni, saat ini untuk memepringati hari kelahiran nabi Agung, Nabi penutup, Rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW. Betapa besar keagungan beliau, Nabi SAW, yang meski telah lama wafat namun namanya, ajarannya masih hidup hingga saat ini, dan InsyaAllah hingga akhir zaman kelak.

Banyak sekali ketauladanan yang bisa kita ambil dari beliau Nabi SAW. Dengan memperingati hari kelahiran beliau, kita bermaksud  mengingat kembali suri tauladan akhlaq Beliau yang sempurna, sebagai manusia, sebagai hamba Allah, sebagai kekasihNYA. Kesabaran beliau dalam berdakwah, mengemban missi Illahiyah untuk keselamtan sleuruh semesta alam melalui Al-quran dan sunnahnya agar kita wujudkan bersama.

Banyak juga diantara saudara kita, yang menganggap acara maulid ini sebgai sesuat yang tidak dianjurkan oleh beliau Nabi SAW, menganggapnya sebagai bid’ah. Namun kalau kita kaji secara mendalam, hikmah apa yang bisa dan dapat diamabil dari peringatan ini sejarah telah mebuktikan, antara mudharat dan manfaatnya. Perlu kita ketahui bersama, bahawasannya yang dinaksud bid’ah adalah sesuatu yang baru. Bid’ah bukanlah hukum!

BACA :  Isbal Tidak Otomatis "nyombong", Artinya Juga tidak Otomatis Haram!

Dalam Islam, hukum adalah;

Wajib

sunnah

makruh

mubah

haram

Bid’ah adalah berasal dari bahasa arab diartikan dengan “sesuatu yang diada-adakan dalam bentuk yang belum ada contoh sebelumnya” atau diartikan pula dengan “perkara yang baru” atau “menciptakan sesuatu yang baru tanpa mencontoh terlebih dahulu”

KLASIFIKASI BID’AH DAN DASAR HUKUMNYA.

a. Bid’ah Hasanah dan Dasar Hukumnya

Bid’ah hasanah adalah setiap tindakan kebaikan baru yang belum pernah ada pada masa Nabi Muhammad SAW, dimana jika dilaksanakan maka orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Siapa saja yang sudah meletakkan atau memulai perilaku perbuatan yang baik dalam Islam, maka dia akan mendapatkan pahala amalnya dan pahala orang yang melakukannya setelah dia, tanpa mengurangi pahala dia sedikitpun.” HR Muslim, shohih. Hadits Indek Nomer 1017.

b. Bid’ah Madzmumah dan Dasar Hukumnya.

Bid’ah Madzmumah adalah setiap hal baru yang tidak sesuai dengan al-Qur’an dan al-sunnah.

Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Setiap hal baru adalah bid’ah, dan sebagian bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan masuk neraka (bid’ah dlolalah).” (HR Annasai:1578). Sedangkan yang di maksud dengan bid’ah dlolalah dalam hadist ini adalah “setiap hal baru yang salah yang tidak sesuai dengan al-Qur’an dan sabda Rosul-Nya”

Pengertian seperti ini, di ambil dari sabda Nabi SAW dalam beberapa hadistnya, diantaranya ialah sbb: “Siapa saja yang berbuat bid’ah yang sesat yang Allah dan Rosul-Nya tidak meridloinya, maka dia akan mendapatkan dosa orang yang melakukan hal tersebut tanpa mengurangi dosa mereka.” (HR Ibnu Majjah 209 dan Turmudziy 2677)

banner gif 160 600 b - Masuk Neraka Gara-gara Maulid Nabi Muhammad Saw ?

“Siapa saja yang melakukan hal baru dalam urusanku yang tidak ada dalam agama, maka hal tersebut ditolak.” (HR. Bukhori:2550 dan Muslim:1718)

BACA :  Bid'ah Menurut Penjelasan Para Ulama Aswaja

CONTOH BID’AH HASANAH PADA MASA SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW

–  Kodifikasi (penghimpunan / tadwin) al-Qur’an dalam satu Mushaf.

Kodifikasi (penghimpunan / tadwin) al-Qur’an dalam satu Mushaf Termasuk bid’ah yang belum pernah di lakukan pada Nabi Muhammad SAW masih hidup. Kodifikasi al-Qur’an dalam satu mushaf di usulkan oleh sahabat Umar bin khothob kepada khalifah Abu Bakar al-Shiddiq guna terpeliharanya ayat-ayat al-Qur’an.

–  Sholat Tarawikh dengan Berjamaah Selama Satu Bulan Penuh.

Sholat Tarawikh dengan berjamaah termasuk bid’ah yang belum pernah di lakukan pada masa Nabi Muhammad SAW. Sholat tarawaikh yang di lakukan oleh Umar Bin khothob dengan berjamaah adalah bid’ah dan tindakan beliau mendapat dukungan dari para shohabat yg lain.

–  Penanggalan Kalender Hijriyyah.

Permulaan tahun hijriyyah yang ada di penanggalan-penaggalan, dilakukan pada awal bulan Muharrom, padahal Nabi Muhammad SAW berhijrah ke madinah terjadi pd Robi’ul awwal, 13 tahun setelah beliau di utus. Dengan demikian, tindakan pembuatan permulaan dari penanggalan tahun Hijriyyah di bulan Muharrom adalah bid’ah, karena belum pernah terjadi di masa Nabi Muhammad SAW. Sebab Nabi Muhammad SAW tidak pernah memerintahkan Khalifah Umar Bin Khothob melakukan penanggalan berdasarkan musyawarah dengan sahabat Ali Bin Abi Tholib beserta sahabat lainnya.

CONTOH BID’AH HASANAH PASCA MASA SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW

– Pemberian titik dan harokat dalam penulisan mushaf al-Qur’an.

Perbuatan Pemberian titik dan harokat dalam penulisan mushaf al-Qur’an sebagaimana yang beredar sekarang termasuk salah satu bid’ah yang belum pernah dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW dan masa sahabat.

Orang pertama yang memberikan titik dan harokat pada mushaf al-Qur’an adalah Yahya Bin Ya’mur, yaitu tabi’in yang hidup pada tahun 100 H / 719 M. Penambahan harokat pada huruf huruf al-quran yang jelas jelas tidak ada di masa Rasululloh dikarenakan untuk mempermudah pembacaan.

BACA :  Konsep Anti Bid’ah Hasanah Sangat Lemah dan Rapuh

penulisan Alquran ini dimulai dimasa sahabat Abu Bakar ra. yang ketika itu beliau memanggil sahabt Said bib tsabit ra. Said pun menjawab, adalah sangat berat bagiku apa yang tidak pernah dilakukan dimasa Rasul dimana sekarang aku harus melakukannya. Pesan beliau SAW;

”Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari kami, maka (amalan) itu tertolak.” (HR. Bukhori dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka itu tertolak.”

– kodifikasi (penghimpunan / tadwin) al-Hadits

Pembukuan / kodifikasi (penghimpunan / tadwin) al-Hadits di mulai oleh Ibnu Syihab al-Zuhry ( 124 H / 742 M ), atas perintah kholifah Umar Bin Abdul Aziz.

Kholifah Umar Bin Abdul Aziz adalah khalifah ke VIII dari dinasty Bani Umayyah.

Kita semua boleh melakukan bid’ah khasanah di luar ibadah mahdoh..

contoh-contoh bid’ah diatas telah kita lakukan.. tanpa bid’ah hasanah,  kodifikasi al-Qur’an dan hadits, harokat itu kita gak akan bisa baca al-Qur’an apalagi memahaminya.. meski sudah ada ilmu membaca Al-Quran tanap harokat

kebenaran tidaklah rusak dan tercemar meskipun di ucapkan oleh manusia yg berlumur dosa..

setiap dari kita adalah guru serta murid dari saudara yang lain jika yg di sampaikan adalah kebenaran..

terkadang telinga dan mata kita melihat jika yg membawa serta mengucapkannya adalah golongan kita atau guru / ustadz golongan kita..

serta menutup mata dan telinga rapat2 dari saudara yg lain..

Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga dengan acara maulid Nabi SAW ini, bisa menjadikan hikmah bagi kita untuk mengingat suri tauladan kita yang terbaik, mencontoh akhlaq junjungan alam Nabi Muhammad SAW.

Masjid Al-amin Daegu south korea

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

8 thoughts on “Masuk Neraka Gara-gara Maulid Nabi Muhammad Saw ?”

  1. orang goblok bin tolol alias idiot aja yang gak ngerti artikel ini….:mrgreen:

    artikel ini dah dengan jelas menerangkan, kalo gak ngerti juga….mending para wahabrot solat tobat 40 hari 40 malem… 😀

  2. Bila wahabi tetap saja masih berkeyakinan orang yang mengadakan maulid nabi masuk neraka, maka sy katakan “SAYA TIDAK TAKUT MASUK NERAKANYA WAHABI APALAGI NERAKANYA ALBANI CS”. Sy cuma takut nerakaNya Allah SWT.

    1. Ya Allah,kumpulkan kami para aswaja diakhirat nanti bersama kekasihMu Muhammad,sahabatnya,dan orang sholeh lainnya.Dan kumpulkanlah para wahabiyun bersama Albani,Binbaz,Firanda,dan pemimpin jamaah tabdi’ lainnya..Amiin..

        1. Nerakanya Wahabi ada juga di “Saudi Arabia” bagi T K I kita, yang disiksa, diperkosa, upahnya tidak dibayar dan dibunuh.

  3. yang udah pasti sentimen, yang namanya orang sentimen pasti akan berbuah kebencian dan setelah itu akan mencari cari untuk mempertahankan diri dari kegengsian, wong faham mereka belum lama toh hanya 200 tahunan munculnya…ia wahabi kan golongan baru nah golongan baru tdk ada jaman rasulullahnya nah itu diah bid’ah dollalah yang mengkapirkan, terus menerakakan orang islam yang punya dalil dan sanad nya dengan jelas dan macam nerake punye dia aja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker