Berita Fakta

Masalah Yasinan Baca Surat Yasin Itu Bukan Masalah

Masalah Yasinan Baca Surat Yasin Itu Bukan Masalah – Ada sebagian orang yang mempermasalahkan membaca surat Yasin. Entah mengapa, kalau ada istilah “Yasinan” itu bagi orang yang “alergi” (bawel) dalam masalah amalan orang NU, seakan-akan para pembaca  Surat Yasin  itu bukan orang Islam. Atau paling tidak minimal orang-orang ini akan disebut-sebut sebagai ahli bid’ah dan dan harus dinerakakan. Padahal Yasin-an, AlBaqoroh-an, AlFateha-an, Al Waqi’ah-an dan seterusnya masih banyak lagi. Tapi yang disorot  itu Yasinan saja. Untuk menjawab masalah ini kita bisa melihat tulisan KH. Munawwir Abd. Fattah, Pimpinan Pesantren Krapyak Yogyakarta. Berikut ini adalah tulisan beliau yang sarat dalil….

Tetapi lebih dari itu semua, ada sebuah hadits Nabi SAW rawayat Muslim yang menjamin orang-oarang beriman yang tidak ragu: Nabi memastikannnya masuk surga:  ” Anas bin Malik r.a. berkata: Ketika Nabi saw.  memboncengkan Muadz bin Jabal di atas kendaraannya, tiba-tiba Nabi saw. memanggil: Ya Muadz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa sa’daika, lalu dipanggil lagi: Ya Muadz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa sa’daika, kemudian diulangi lagi: Ya Muadz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa sa’daika.

Lalu Nabi saw. bersabda: Tiada seorang yang bersyahadat, mempercayai bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah benar-benar dari lubuk hatinya, melainkan Allah akan mengharamkannya dari api neraka. Muadz r.a. bertanya: Bolehkah aku beritakan hal itu pada orang-orang supaya gembira mereka?   Jawab Nabi SAW: Jika diberitakan mereka akan sembrono. Tetapi Muadz r.a. memberitakan hadits ini ketika hampir mati, karena khawatir menanggung dosa menyembunyikan ilmu dalam agama. (Bukhari, Muslim).

Jadi kenapa mesti ragu hanya gara-gara hasutan orang-orang yang anti yasinan? Yakin aja deh…. Biarkan mereka terus bicara,  biarkan mereka terus mengotak-atik teorinya, sementara  kita  terus membaca yasin di malam Jum’at, menjelang atau setelah kematian kerabat kita dan di perkumpulan-perkumpulan yang lainnya. Satu huruf dari surat yasin pahalanya 10 kebaikan, lalu kenapa  harus berhenti baca yasin gara-gara teorinya orang-orang yang anti? Yang penting itu praktek, praktek dan praktek, kemudian kita akan mengerti dan insyaallah pahalanya kita dapatkan, karena Allah SWT Mahatahu isi hatimu….

Surat Yasin Tergantung Niat Pembacanya

Ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa “Yasin lima quriat lahu”, artinya surat Yasin dibaca sesuai niat si pembaca. Yasin dapat dibaca saat kita mengharap rezeki Tuhan, meminta sembuh dari penyakit, menghadap ujian, mencari jodoh, dan lain-lain.

Akan tetapi, dalam praktik sehari-hari, akhir-akhir ini masyarakat sudah mentradisikan membaca Yasin dalam majelis-majelis kecil di kampung-kampung. Bahkan sudah lazim bacaan Yasin digabung dengan Tahlil. Tahlil dan Yasin telah menyatu menjadi bacaan orang-orang NU, dan selalu dapat kita dengar dari kelompok-kelompok kecil, kadang di siang hari, sore hari, malam hari, dan pagi hari.

BACA JUGA:  SILAHKAN DI-DOWNLOAD GRATIS....

Lebih dari itu, surat Yasin sudah menjadi kebiasaan masyarakat bila salah satu keluarga ada yang sakit kritis. Surat Yasin dibaca dengan harapan jika bisa sembuh semoga cepat sembuh, dan jika Allah menghendaki yang bersangkutan kembali kepada-Nya, semoga cepat diambil oleh-Nya dengan tenang.

Ada kalanya Yasin dibaca sendirian, ada juga bersamaan dengan tetangga yang lain. Yang jelas, orang yang sakit sudah tidak ada harapan lagi untuk sembuh karena tanda-tanda akan diakhirinya kehidupan ini sudah jelas. Dan surat Yasin menjadi pengantar kepulangannya ke hadirat Allah.

Dalil orang-orang NU membaca surat Yasin ini adalah, pertama dalam hadits riwayat Nasa’i bersumber dari Ma’qal bin Yasar al-Muzan mengatakan, Rasulullah SAW pernah bersabda:

???????? ?? ?????? ???????????

Bacalah surat Yasin di samping saudaramu yang sedang sekarat.”

Hadits ini juga berlaku bagi yang masih hidup untuk membacakan Yasin untuk yang sudah meninggal. Persis seperti sabda Rasulullah: Laqqinu mautakum La ilaha illallah (Tuntunlah orang mati dengan kalimat La ilaha illallah). Dan termasuk dalam hadits ini adalah bacaan Yasin di atas makam. (Demikian penjelasan dalam kitab Kasyifatus Syubhat, hlm. 263)

Dalam hadits Ma’qal bin Yasar tersebut juga disebutkan bahwa:

?? ?????? ???????? ??? ?????????? ?????? ???????? ????? ?????????? ????????? ????? ?????? ???? ???????????? ????? ???????????

Surat Yasin adalah jantung Al-Qur’an. Siapa saja yang membacanya semata-mata karena Allah dan berharap kebahagiaan akhirat maka ia akan diampuni. Maka bacakanlah Yasin di samping saudaramu yang sedang sekarat.

Diriwayatkan juga: jika seorang muslim dan muslimah dibacakan surat Yasin ketika mendekati ajal maka akan diturunkan 10 malaikat berkat dari huruf-huruf Yasin yang dibaca. Para malaikat itu berdiri berbaris di samping yang sakit, membacakan shalawat dan istighfar kepadanya dan ikut menyaksikan saat dimandikan dan mengantarkan ia ke makam. (Tafsir Yasin lil Hamamy, hlm. 2)

Dalam kitab Audhaul Ma’ani Ahadits Riyadh as Shalihin disebutkan bahwa bacaan surat Yasin untuk yang sedang mendekati ajal akan menjadi bekal dia, seperti halnyaa ia membawa susu kental dalam perjalanan. Dan surat Yasin pada dasarnya dapat dibaca untuk seseorang setelah meninggal di rumah atau bahkan di makam(Audhaul Ma’ani, hlm. 376).

KH Munawwir Abdul Fattah

BACA JUGA:  Kisah Taubatnya Salafy Tobat

Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta

 

………………………………………………………………………………………………………………………………..

FORSAN (Forum Santri) SALAF  menambahkan :

Diantara dalil membaca Surat Yasin untuk orang yang meninggal, hadits Nabi Saw :

” ????????? ?? ????? ??????????? ” ???? ??? ???? ????? ??? ????

“Bacalah yasin kepada orang-orang mati diantara kalian” {HR. Abu Dawud jilid 8/385}, hadist ini disahkan oleh Ibn Hibban.

Pendapat Abu Hatim dan sebagian ulama’ lainnya “ sunnah dibacakan Yasin, ketika menjelang kematian (sakarotul maut) karena Surat Yasin menceritakan kiamat, tauhid dan kisah-kisah umat terdahulu”. Namun menurut Ibn Rif’ah,  dianjurkan membacanya setelah meninggal. Oleh karena itu lebih utama menggabung keduanya (membacanya di waktu sakarotul maut dan setelah meninggal).     {Faidul Qodir juz 2 hal. 86}

Sebagian pendapat hadist ini do’if, namun tetap bisa diamalkan karena didukung oleh hadist lain yang kuat tentang sampainya pahala bacaan kepada mayyit

Pahala bacaan Surat Yasin sampai kepada mayyit

Wasiat Ibn Umar dalam kitab Syarh Aqidah Thahawiyah hal : 458

??? ?? ??? ??? ??? ???? ??? ??? ???? ?? ???? ??? ???? ??? ????? ?????? ???? ?????? ???????? ???? ???? ?? ??? ????????? ?????? ???? ??????

“diriwayatkan Ibn Umar ra. berwasiat agar dibacakan awal surat Al-Baqarah dan akhirnya di atas kuburnya seusai pemakaman. Demikian juga dinukil dari sebagian shahabat Muhajirin adanya pembacaan surat Al-Baqarah”.

Hadist ini menjadi dasar pendapat Muhammad bin Hasan dan Ahmad bin Hambal padahal Imam Ahmad sebelumnya pernah mengingkari sampainya pahala dari orang yang hidup kepada orang yang sudah mati. Namun setelah beliau mendengar dari orang-orang yang terpercaya tentang wasiat ibnu Umar, Beliaupun mencabut pengingkarannya.     [Mukhtasar Tazkirah Qurtubi hal.25].

Disebutkan imam Ahmad bin Hambal berkata : ” sampai kepada mayyit [ pahala ] setiap kebaikan karena adanya nash–nash yang menerangkannya dan juga kaum muslimin berkumpul di setiap negeri untuk membaca alquran dan menghadiahkan (pahalanya) kepada mereka yang sudah meninggal. Hal ini terjadi tanpa ada yang mengingkari ,maka jadilah ijma’ (Yas’aluunaka fid din wal hayat oleh Dr.Ahmad Syarbasi jilid III/423)

Hadis dalam sunan Baihaqi dengan isnad hasan :

?? ??? ??? ????? ?? ???? ??? ????? ??? ????? ??? ???? ?????? ???????

“ sesungguhnya Ibnu Umar menganjurkan untuk dibacakan awal surat al-Baqoroh dan akhirnya diatas kuburan seusai pemakaman”

Hadist ini mirip dengan wasiat Ibn Umar, bahkan di sini dinyatakan dianjurkan.

Hadist riwayat Daruquthni :

?? ??? ?????? ???? ?? ?? ???? ??? ???? ???? ??? ?? ??? ?????? ??????? ???? ?? ????? ???? ???????

“barang siapa masuk ke pekuburan lalu membaca surat Al-Ikhlas 11 kali kemudian menghadiahkan pahalanya kepada para mayit (dikuburan itu) maka ia diberi pahala sebanyak orang yang mati di tempat itu“

Hadist marfu’ riwayat Hafiz as-Salafi :

BACA JUGA:  Siapa yang Dimaksud dalam Hadits Rasulullah Saw Ini

?? ?? ???????? ???? ?? ?? ???? ???? ???? ??? ?? ??? ???? ??????? ???? ?? ????? ???? ???????

barang siapa melewati pekuburan lalu membaca surat Al-Ikhlas 11 kali kemudian menghadiahkan pahalanya kepada para mayit (dikuburan itu) maka ia akan diberi pahala sebanyak orang yang mati disitu “ (mukhtasar Al-Qurtubi hal. 26)

Syaikh Muhammad Makhluf, (mantan mufti mesir) berkata : “Tokoh-tokoh mazhab Hanafi berpendapat setiap orang melakukan ibadah baik sedekah atau bacaan Al-Qur’an atau lainnya dari macam-macam kebaikan, dapat dihadiahkan pahalanya kepada orang lain dan pahala itu akan sampai kepadanya”.

Syaik Ali Ma’sum berkata : “dalam mazhab Maliki tidak ada khilaf akan sampainya pahala sedekah kepada mayyit. Namun ada khilaf pada bacaan al Qur’an untuk mayyit . Menurut dasar Mazhab hukumnya makruh. Para ulama’-ulama’ muta’akhirin berpendapat boleh melakukannya dan menjadi dasar untuk diamalkan. Dengan demikian maka pahala bacaan tersebut sampai kepada mayyit. Ibn Farhun menukil bahwa pendapat akhir inilah yang rojih dan kuat”. [Hujjatu ahlis sunnah Wal jama’ah hal.15]

Dalam kitab Al-Majmu’ jilid 15/522 : “berkata Ibn Nahwi dalam syarah minhaj : dalam mazhab Syafi’i menurut qaul yang mashur, pahala bacaan tidak sampai, tapi menurut qaul yang muhtar, sampai apabila di mohonkan kepada Allah agar disampaikan bacaan tersebut”

Imam Ibn Qoyyim al- Jauziyyah berkata “yang paling utama dihadiahkan kepada mayit adalah sedekah, istighfar, do’a untuknya dan haji atas namanya. Adapun bacaan al-Qur’an serta menghadiahkan pahalanya kepada mayit dengan cara sukarela tanpa imbalan, akan sampai kepadanya sebagaimana pahala puasa dan haji sampai kepadanya.” [Yas’alunaka fid din wal-hayat jilid I/442]

Ibn Taymiyyah pernah ditanya tentang bacaan Al-Qur’an untuk mayyit juga tasbih, tahlil, dan takbir jika dihadiahkan kepada mayyit, apakah sampai pahalanya atau tidak? Beliau menjawab sebagaimana tersebut dalam kitab beliau Majmu’ Fatawa jilid 24 hal. 324 : “sampai kepada mayyit bacaan Al-Qur’an dari keluarganya demikian tasbih, takbir serta seluruh dzikir mereka apabila mereka menghadiahkan pahalanya kepada mayyit akan sampai pula kepadanya”.

??? : ?? ????? ??? ????? ??? ???? ? ???????? ???????? ???????? ????????? ??? ????? ??? ????? ??? ???? ?????? ?? ?? ? ????? : ??? ??? ????? ????? ????? ???????? ???????? ????? ????? ??? ?????? ??? ????? ??? ????? ??? ????? ????? ????

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

12 thoughts on “Masalah Yasinan Baca Surat Yasin Itu Bukan Masalah”

  1. tata cara yasinan tidak perlu mencontoh Nabi seperti juga tata cara berperang ( jenis senjata, dsb ),
    bukanlah rukun yang harus dipenuhi ( bukan merupakan ibadah tauqif seperti sholat )

  2. ayo tunjukan bahwa Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali memperingati 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari kematian Rasullullah SAW, Tunjukkan mana sejarahnya, Mana riwatnya, Mana buktinya.. Aku tantang sampai kamu mati.. Agar kamu bisa bertanya di Alam kubur kepada Malaikat yang datang.
    Ayo kamu pasti bisa, km kan pengikut Al-Qur’an dan As-sunah, harusnya ucapanmu bisa dicocokan dengan Al-Qur’an dan As-Sunah. Atau kamu perlu buat seminar dimana-mana tentang masalah ini, kamu tunjukan pada dunia bahwa kamu mempunyai dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunah.
    Jika semua perbuatan yang berupa ibadah tidak perlu dicocokkan dengan Al-Qur’an dan As-Sunah, Lantas mengapa Allah SWT mengatakan bahwa Agama ini telah sempurna? Apakah ada syariat yang belum diajarkan oleh Rasullullah SAW?

  3. ayo tunjukan bahwa Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali memperingati 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari kematian Rasullullah SAW, Tunjukkan mana sejarahnya, Mana riwatnya, Mana buktinya.. Aku tantang sampai kamu mati.. Agar kamu bisa bertanya di Alam kubur kepada Malaikat yang datang.
    Ayo kamu pasti bisa, km kan pengikut Al-Qur’an dan As-sunah, harusnya ucapanmu bisa dicocokan dengan Al-Qur’an dan As-Sunah. Atau kamu perlu buat seminar dimana-mana tentang masalah ini, kamu tunjukan pada dunia bahwa kamu mempunyai dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunah.
    Jika semua perbuatan yang berupa ibadah tidak perlu dicocokkan dengan Al-Qur’an dan As-Sunah, Lantas mengapa Allah SWT mengatakan bahwa Agama ini telah sempurna? Apakah ada syariat yang belum diajarkan oleh Rasullullah SAW, Atau apakah kamu menuduh Rasullullah SAW seorang pendusta dalam menyampaikan Risalah, Atau memang dirimu yang tidak puas dengan apa yang diterangkan oleh Allah SWT dan Rasullullah SAW.

    AKU TUNGGU SEMINARMU DIHADAPAN PARA ULAMA AHLI SUNAH.
    I MISS U..

  4. Apakah ada syariat yang belum diajarkan oleh Rasullullah SAW, Atau apakah kamu menuduh Rasullullah SAW seorang pendusta dalam menyampaikan Risalah, Atau memang dirimu yang tidak puas dengan apa yang diterangkan oleh Allah SWT dan Rasullullah SAW.

    AKU TUNGGU SEMINARMU DIHADAPAN PARA ULAMA AHLI SUNAH.
    I MISS U FOREVER

  5. Anda buat aturan sendiri ya?Apakah ada syariat yang belum diajarkan oleh Rasullullah SAW, Atau apakah kamu menuduh Rasullullah SAW seorang pendusta dalam menyampaikan Risalah, Atau memang dirimu yang tidak puas dengan apa yang diterangkan oleh Allah SWT dan Rasullullah SAW.

    AKU TUNGGU SEMINARMU DIHADAPAN PARA ULAMA AHLI SUNAH.
    I MISS U..

  6. ANDA MEMBUAT ATURAN SENDIRI YA?Apakah ada syariat yang belum diajarkan oleh Rasullullah SAW, Atau apakah kamu menuduh Rasullullah SAW seorang pendusta dalam menyampaikan Risalah, Atau memang dirimu yang tidak puas dengan apa yang diterangkan oleh Allah SWT dan Rasullullah SAW.

    AKU TUNGGU SEMINARMU DIHADAPAN PARA ULAMA AHLI SUNAH.
    I MISS U..

  7. YASINAN MENJADI KEHARUSAN BAGI MASYARAKAT SAMPAI ADA YANG NGUTANG SEGALA….MEMBERATKAN…..KALO MENURUT ISLAM, TIDAK PERLU RIBET SEPERTI ITU….
    Apakah ada syariat yang belum diajarkan oleh Rasullullah SAW, Atau apakah kamu menuduh Rasullullah SAW seorang pendusta dalam menyampaikan Risalah, Atau memang dirimu yang tidak puas dengan apa yang diterangkan oleh Allah SWT dan Rasullullah SAW.

    AKU TUNGGU SEMINARMU DIHADAPAN PARA ULAMA AHLI SUNAH.
    I MISS U..

  8. memang tidak ada syariat ” memperingati ” 3 hari, 7 hari, 40 hari…. juga tidak ada yang melakukannya kok.. jangan bikin2 gitu donk… itu namanya bid’ah, menambah syariat…. atau kalo ente menuduh, itu namanya fitnah ….

    yang ada itu mendo’akan si mayit, tausiah, pengajian, mengenang kebaikan si mayit, mengingat mati, dll yang sesuai syariat kok, kalo gak percaya, ikutan deh… biar ga jadi fitnah lo..ga rugi deh… daripada fitnah, lebih kejam dari membunuh, dosa kan, mendingan ikutan, malah dapet pahala…..

    syariat berperang menggunakan pistol juga gada juga kan??

  9. Yang jelas pada zaman Nabi, Shahabat, Tabi’in, Tabiut Tabi’in tidak ada yang namanya Yasinan,
    Klo sekarang ada berarti suatu perkara yang diada-adakan. Sunah yang di syariatkan yang lain aja banyak yang tidak dilaksanakan. Malah buat perkara baru..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker