Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

Lucu, Mantan Pejabat Negara Pakai Uang Negara Untuk Pijat

Lucu, Uang Negara Dipakai untuk Biaya Pijat Mantan Pejabat Negara, Ini Orangnya!

Adalagi urusan pribadi Jero Wacik lainnya yang ditanggung dari anggaran DOM, seperti untuk kegiatan pijat.

Islam-institute.com – Jakarta – Mantan anak buah Jero Wacik di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Luh Ayu Rusmaningsih, membeberkan sejumlah pengeluaran fiktif atasannya tersebut. Kepala Bagian Tata Usaha Menteri Pariwisata periode 2006 – 2011 ini membenarkan adanya markup pemakaian Dana Operasional Menteri (DOM) Jero Wacik saat menjabat sebagai Menteri Pariwisata, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurut Ayu, Jero Wacik memakai anggaran DOM untuk membiayai berbagai kegiatan operasional menteri, sampai urusan pribadi dan keluarganya. “Termasuk untuk makan, kesehatan, perjalanan ke daerah-daerah, dan protokol,” katanya saat menjadi saksi dalam kasus korupsi Jero Wacik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2015. Setiap pengeluaran tersebut, kata Ayu, disertai dengan kwitansi penerimaan DOM yang ditandatangani Jero Wacik.

 

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Sumpeno, sempat menanyakan adanya bukti kwitansi fiktif. Ayu mengakui ada kwitansi fiktif yang dimaksud Sumpeno. Ia mengatakan bukti tersebut digunakan untuk menutupi sejumlah pengeluaran Jero Wacik dan keluarganya. Misalnya, ketika Jero Wacik dan keluarganya berangkat ke Bali untuk menghadiri upacara meninggalnya bapak Jero pada 2008. “Kegiatan ini ternyata tidak dapat dipertanggunggjawabkan karena tidak bisa mengunakan uang DOM,” ujar Ayu.

BACA JUGA:  Beredar Video Anak Indonesia Berlatih Perang Ala ISIS

Maka, kata Ayu, atas izin Biro Keuangan, Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian berinisiatif membuat kwitansi fiktif perjalanan dinas atas nama para pegawai di Kementerian, termasuk kwitansi atas nama Ayu. Padahal, sesungguhnya biaya yang tertuang di dalam kwitansi itu digunakan untuk membayar tiket perjalanan Jero Wacik dan keluarganya ke Bali.

Dalam catatan Jaksa Penuntut Umum, Ayu sembilan kali melakukan perjalanan dinas fiktif. Setiap perjalan dinas fiktif ini, Ayu mendapat kompensasi Rp 500 ribu. Belakangan, Ayu mengembalikannya.

Mulanya, Ayu mengaku tidak mengetahui kwitansi fiktif tersebut. Ia awalnya cuma menyerahkan bukti kwitansi keluarga Jero Wacik ke Biro Keuangan. Namun Biro Keuangan menolaknya dengan alasan pengeluaran tersebut tak bisa ditanggung lewat anggaran DOM.

Adalagi urusan pribadi Jero Wacik lainnya yang ditanggung dari anggaran DOM, seperti untuk kegiatan pijat. “Beliau (Jero) suka pijat refleksi danmanggil laboratorium ke kantor. Uang taksinya dibayarkan,” kata Ayu. Selain itu, ujarnya, Kementerian juga diminta menanggung biaya-biaya transportasi satpam ketika mengantar berkas, makan ajudan, dan protokol melalui anggaran DOM.

BACA JUGA:  Pencopotan Arcandra Tahar Dinilai Prematur

Ayu menjelaskan, untuk menutupi beberapa pengeluaran tersebut, Kementerian terpaksa melakukan markup jenis-jenis pengeluaran yang bisa ditanggung lewat anggaran DOM, seperti biaya pembelian bunga untuk menteri.

Dalam kesaksiannya, Ayu mengatakan DOM menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan. Sejak 2007, Ayu dipercaya mengelola anggaran DOM berdasarkan Surat Keputusan Tim Pengelolaan DOM yang dibuat Sekretaris Jenderal Menteri Pariwisata. Sebelumnya, DOM dikelola oleh Biro Keuangan Kementerian.

“Pak Menteri (Jero Wacik) menyampaikan langsung kepada saya setiap kebutuhannya,” kata Ayu. Setelah Jero meminta dana yang dibutuhkan, Ayu lalu menyampaikannya kepada Biro Keuangan.

Dia bercerita, pada 2007, alokasi anggaran DOM sebesar Rp 2,4 Miliar. Lalu sejak 2008, Kementerian menaikkan alokasi anggaran DOM menjadi Rp 3,6 miliar setiap tahun. Jumlah ini berlaku sampai 2011. Adapun pengeluaran DOM direalisasikan Rp 300 juta setiap bulan. Tapi, kadang-kadang tidak habis digunakan. “Sisanya digabung ke bulan berikutnya. Kadang-kadang habis di bulan itu juga,” ujarnya.

BACA JUGA:  Masjid Baiturrahim Diterjang Tsunami Tetap Kokoh

Perempuan ini juga membeberkan peran Jero Wacik dalam penggunaan anggaran DOM tersebut. Sesuai berita acara pemeriksaan yang dibenarkannya di pengadilan, Jero Wacik pernah memanggil Ayu ke ruangannya pada 2007 silam. Kepada Ayu, Jero Wacik meminta agar istri dan anaknya diikutkan dalam kunjungan dinas Menteri Pariwisata ke luar negeri. “Juga diminta membelikan tiket nonton konser untuk anaknya di dalam negeri,” ucap Ayu.

Dalam kasus korupsi ini, Jaksa Penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa Jero Wacik dengan kasus rasuah sekaligus.

Pertama, Jero Wacik didakwa mengkorupsi anggaran DOM selama enam tahun dari 2004-2011 untuk keperluan pribadi dan keluarga sebesar Rp 8,4 miliar.

Kedua, Jero didakwa mengorupsi anggaran DOM ketika menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dari 2011 sampai 2014.

Ketiga, Jaksa mendakwa politikus Partai Demokrat ini telah menarima hadiah untuk membiayai kegiatan ulang tahun dirinya sebesar Rp 349 juta di Hotel Dharmawangsa pada 24 April 2012.

Uang itu berasal dari Komisaris Utama PT Trinergi Mandiri Internasional Herman Arief Kusumo.  (al/tempo)

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker