Cerita Lucu

LOGIKA TAHLIL BOLEH, TAHLILAN TIDAK BOLEH

Baca Yasin Boleh, Tahlil Juga Boleh,  Tapi Yasinan dan Tahlilan Itu Tidak Boleh

 

Ustadz Dul Mangab makin tersentak kaget. Jama’ah juga makin terkejut. Mereka masih belum memahami logika yang dianutnya sendiri. Telah benar apa kata orang, kedunguan itu akibat tidak paham dengan logika yang dianutnya.

 

UmmatPress – Kamis pagi bakda Subuh, pada Kultum (Kuliah Tujuh Menit) di Mushola al-Manaar, Sufi Gendeng yang ikut mendengar ceramah ustadz Dul Mangab membikin gempar jama’ah.

BACA :  Detik-detik Ustazah Wafat Saat Baca Al-Qur'an Terekam Video

Pasalnya, saat ustadz Dul Mangab menyatakan bahwa Tahlilan dan Yasinan adalah perbuatan bid’ah dengan penjelasan bahwa TAHLIL itu diperbolehkan karena maksudnya membaca ikrar Tauhid meng-Esa-kan Allah.

Tapi kegiatan TAHLILAN itu tidak boleh karena tidak ada contoh dari Rasulullah Saw. Begitu juga membaca YASIN itu boleh karena itu ayat Al-Qur’an. Tapi YASINAN itu tidak boleh karena tidak ada contoh dari Rasulullah Saw. Baik TAHLILAN maupun YASINAN tidak boleh.

BACA :  TAHLILAN: PENJELASAN ILMIYYAH SOAL JAMUAN MAKAN
banner gif 160 600 b - LOGIKA TAHLIL BOLEH, TAHLILAN TIDAK BOLEH

Mendengar uraian ustadz Dul Mangab, salah satu santri bernama Sufi Gendeng tiba-tiba berdiri dan berseru lantang, ”Berarti TAHLIL boleh TAHLILAN tidak boleh. Baca YASIN boleh tapi YASINAN tidak boleh, begitukah logikanya ustadz?”

“Ya seperti itu logikanya,” sahut ustadz Dul Wahhab menegaskan,”TAHLIL boleh TAHLILAN tidak boleh. Baca YASIN boleh tapi YASINAN tidak boleh!”

“Saya setuju logika sampeyan ustadz,” sergah Sufi Gendeng melepas sarung sambil berkata lantang, ”SARUNG boleh SARUNGAN (pakai sarung) tidak boleh!”

BACA :  Cerita Ketika KH Slamet Efendi Yusuf Ditertawai Gus Dur

Ustadz Dul Mangab tersentak kaget. Jama’ah juga terkejut.

“Sekarang saya masih pakai KATOK (celana pendek),” kata Sufi Gendeng melepas celana pendek sambil berkata, ”KATOK boleh tapi KATOKAN (pakai celana) tidak boleh!”

Ustadz Dul Mangab makin tersentak kaget. Jama’ah juga makin terkejut. Mereka masih belum memahami logika yang dianutnya sendiri. Telah benar apa kata orang, kedunguan itu akibat tidak paham dengan logika yang dianutnya. (AL/ARN)

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker