Berita Fakta

Lanjutan Debat Seru Tentang Maulid Nabi di Facebook

Lanjutan Debat Seru Tentang Maulid Nabi di Facebook

muhammad prophet - Lanjutan Debat Seru Tentang Maulid Nabi di Facebook

Debat Seru Tentang Maulid Nabi

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

39 thoughts on “Lanjutan Debat Seru Tentang Maulid Nabi di Facebook”

  1. Yang Pasti Nabi tidak pernah menyuruh merayakan maulidnya, sahabat tidak pernah, Imam Syafii juga tidak pernah, hanya orang2 belakangan aja yang merasa lebih hebat sehingga merasa perlu merayakan, padahal masih banyak sunnah nabi yang beliau perintahkan belum bisa kita laksanakan, karena sibuk mengerjakan yang tidak pernah beliau perintahkan.

      1. simple aja, boz!!
        aku paling suka nonton orang debat. yang debatnya menang, itu yang aku dukung. yang debatnya kalah, berarti ilmunya dangkal. orang wahabi mana pernah menang debat??? coba satu aja ada nggak cerita nyata yang wahabi pernah menang??? gak ada, bro!!!
        yang paling banyak aku temui, mereka k.o.
        nah itu tandanya dalil mereka lemah dan gak bisa dipertanggungjawabkan….

  2. Maulid adalah memuliakan Rasul …. kenapa sih kang salafy ribut amat ….
    Wong Allah & para malaikat aja bergembira dgn lahirnya sang Rasul rahmatan lil alamin aja apalagi kaum muslimin …. kita sbg umatnya adalah wajar menyambut bahagia hari mulia dilahirkannya Muhammad Rasulullah …. wong yg dilakuin pas maulid jg yang baik2 kok … tapi kalo sekte wahabi ingin keluar barisan ummat yg gembira menyambut hari kelahiran rasul yah itu urusan mereka …….

  3. Kebodohan umat terhadap agamanya, itu sebab mereka melepaskan keagungan manhaj salaf. Lebih berkiblat pada dogma dan doktrin menyesatkan, dalam hadist Nabi dan sejarah jelas tidak ada toleransi terhadap Bid’ah. Bedakan antara Shalawat dan Maulid. Sholawat itu yang mana. apa yang disusun oleh orang buta yang bernama Addiba’i atau sholawat Nabi. Silahkan bentangkan dalilnya kalau memang ada hadist yang menyruh kita bikin sholawat. Para shahabat Nabi saja masih bertanya kepada Nabi bagaimana caranya bersholawat. Ternyata orang orang yang mengaku kekasih (Habaib) Nabi tidak ada seorangfpun dari mereka membela kemurnian sholawat yang dari Rasul Itu. Mestinya mereka itu menjadi Bukhari Bukhari baru dalam Islam, bukan bikin pendapat sendiri. Warisan Nabi harus dijaga, bukan dikebiri dan dirusak dengan segala Bid’ah. Apa kurang sempurna, sehingga perlu dihadirkan nabi nabi baru. Sama saja artinya mereka yang kurang puas dengan kebenaran Allah Dan Rasulnya itu dan menjadi sumber petaka Bid’ah dan syirik didunia ini telah menjadikan dirinya sebagai nabi Palsu

    1. Yg mengharamkan Maulid juga buta..
      Tuh liat aja “si buta dari gua hantu” yg jadi mufti makkah. Wajahnya jauh dari nur Illahi, mufti hanyalah gelar belaka.

      Ah g usah nuduh sembarangan. Bukannya yg mencoba jadi Bukhari baru itu si Albani? Pake ngerubah kitab Imam Bukhari demi melancar kan aksi fitnah nya, khh

      Yg berusaha jadi nabi-nabi baru kan antek Wahabi. Dengan membawa syari’at bid’ah yg disebarluaskan demi mengkafirkan umat Muslim sedunia.

      Muhasabah dong..

  4. Saya sebagai mantan Santri di Madura, merasa penuh dosa dengan segala amalan yang saya kenal sebelumnya. Berapa ribu pesantren di Madura, setahu saya tidak ada yang mengajarkan Hadist secara detil. Justru yang disodorkan seperti kita Dlorratun Nasihin yang banyak hadist palsunya. Ihya’ Ulumudiin yang 50% persin hadist lemah dal palsunya, Syarah Fathul Mu’in (I’anattolibin) yang banyak bid’ahnya. Dhoqaiq al-Akhbar yang jelsas menyesatkan ceritanya. Saya menjerit setelah berbagai disiplin ilmu saya pelajari itu semua banyak salahnya, seakan saya memikul dosa. Bukan seperti situs salafi Tobat yang sebenarnya dia sok tahu aja tentang Islam> Menurut saya dia harus tobat lagi karena telah melakukan kecurangan kitab setelah saya periksa ternyata banyak bohongnya. Atau orang Arab yang tidak ngerti bahasa Arab. Kata Ahmad Deedat ketika mengkritika pastor dan pendeta Amerika: Anda adalah Orang Inggris tetapi bodoh Bahasa Inggris

      1. Allah memerintahkan bersyukur atas sebuah rahmat.Nabi Muhammad adalah rahmat untuk seluruh umat manusia.Saya sedang mengerjakan perntah Allah, dengan bersyukur atas lahirnya Rahmat terbesar tersebut.Jika Nabi bersyukur dgn berpuasa, sodara2 saya bersyukur dgn amalan2 yg lain, yg diajarkan Nabi Muhammad SAW.

        Kapan waktunya bersyukur? Setiap waktu dan sepanjang waktu. Trus ditambahin utk WAHABI, setiap waktu kecuali 12 Rabiul Awal….hehe jadi aneh ya.

        Bersyukur saja sodaraku WAHABI, atas kelahiran beliau, jgn menuduhkan apa yg anda tuduhkan kepada kami, yg bersyukur atas lahirnya Nabi.Kami sedang mengerjakan perintah Allah.

    1. anda mondok dimana bung? so aku juga dari madura, anda dapat dari mana dalil2 mengatakan ihya ulumuddin 50% hadis lemah dan palsu? saya kok meragukan pemikiran anda jangan-jangan anda sudah terekrut wahabi paling tidak atau dah terkontaminasi aliran sesat.

  5. Kalau saya mengenal Orang Arab huffadlul Quran dan Hadist di Madura,adalah Ustad Usman Bahabazy, semasa hidupnya tidak ada seorangpun kyai yang menentangnya. Tetapi setelah beliau pulang kerahmatullah, yang maki maki beliau banyak. Ini licik. Demikian juga dengan KH. Dahlan, saat hidunya semua tiarap, tetapi setelah meninggal, semua memanjangkan kepala. Ketika Ustad Hassan (Bandung) masih hidup mengapa para penegak bid’ah tidak bersuara, tetapi setelah beliat wafat, wah semua habis habisan menggasak beliau. Apa itu keberanian orang yang mengaku ahlussunan yang menurut saya Adalah Ahlul Bid’ah wal Furqa. Apa kata Hasyim Asy’aru dalam kitab Mawa’iznya:”Wahai Ulama yang fanatik pada Mazhab, tinggalkan fanatik kalian itu”.

    1. @ZEM, kalau raimu berani, datangilah orang2 yg tidak sefaham denganmu, jangan cuap2 disini. Dasar tukang maki-maki,licik, tolol.
      Mana ada salafi membuka pengajian dg speaker?
      Ditempatku, kalau lihat para pengaku salafi, mereka cuma tundak-tunduk tok. Disini toh berani koar-koarnya, pengecut.

  6. @All Brother ini Islam !!!
    HARE GEENEE MASIH RIBUTIN MAULID? MASALAH MAULID ITU SUDAH SELESAI DENGAN KELUARNYA FATWA KEDUA ULAMA DI BAWAH INI !

    1. Fatwa tentang perayaan kelahiran Nabi (Maulid Nabi) oleh Syekh ‘Atiyyah Saqr (Syeikh Al-Azhar)

    “Nabi Muhammad Saw., mengatakan bahwa hari dimana ia dilahirkan adalah hari yang istimewa. Seperti diketahui dalam agama Islam bahwa seorang Muslim harus mempergunakan kesempatan di hari-hari yang diberkati dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, umat Islam semestinya merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw. sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah Swt. karena telah membimbing mereka ke dalam Islam melalui Nabi Muhammad Saw.

    Oleh sebab itu, merayakan hari lahirnya Nabi Muhammad Saw. hukumnya boleh selama dalam merayakannya tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang. Sedangkan untuk ‘heboh’ dalam perjamuan makan, hal ini bersumberkan kepada ayat Al-Qur’an: (Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.) (Al-Baqarah 2: 172)

    Menurut saya merayakan sesuatu yang sifatnya relijius seperti maulid Nabi adalah dianjurkan terutama di zaman sekarang bagi kalangan anak muda yang telah melupakan tentang maulid Nabi dan hikmah dibalik merayakannya karena mereka dimanjakan dengan perayaan-perayaan lainnya.

    Merayakan kegiatan yang mulia seperti maulid Nabi seyogyanya diisi dengan menceritakan tentang Sunnah dan kehidupan beliau, membangun masjid, institusi keagamaan dan bentuk amal baik berupa sedekah atau lainnya yang mengingatkan orang tentang kehidupan Nabi serta perjuangan yang beliau lakukan.

    Untuk itu, boleh hukumnya untuk merayakan maulid Nabi sebagai ungkapan rasa cinta kita kepada beliau dan usaha kita untuk mengikuti beliau sebagai panutan asalkan dalam perayaannya tidak melibatkan sesuatu yang dilarang oleh agama. Beberapa hal yang dilarang itu seperti bercampurnya pria dan wanita, bersikap tidak pantas di dalam masjid dan ikut serta melakukan bid’ah yang salah seperti menyembah kuburan dan lainnya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Jika seandainya apa-apa yang dilarang dalam perayaan maulid Nabi sudah melampaui batas maka mereka harus menghentikannya guna menghindari pelanggaran dan kerugian seperti apa yang sudah diatur menurut Islam.”

    2. Fatwa tentang perayaan kelahiran Nabi (Maulid Nabi) oleh Syekh Yusuf Al-Qardhawi

    “Kita semua tahu bahwa para Sahabat Nabi Muhammad Saw. tidak pernah merayakan hari kelahiran Nabi, Hijrah ataupun perang Badar, hal ini dikarenakan mereka menyaksikan sendiri semua kejadian itu selama mereka hidup bersama Nabi Muhammad Saw. dan itu tetap membekas dalam hati dan pikiran mereka.

    Sa`ad bin Abi Waqas mengatakan bahwa mereka begitu bersemangat menceritakan kepada anak-anak mereka tentang cerita peperangan yang dialami oleh Nabi Muhammad Saw. seperti halnya mereka begitu bersemangat mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka. Oleh karena para sahabat terbiasa mengingatkan ke anak-anak mereka tentang apa yang terjadi semasa hidup Nabi Muhammad Saw. maka mereka tidak perlu untuk mengadakan perayaan seperti maulid Nabi. Namun generasi selanjutnya mulai melupakan sejarah gemilang kehidupan Nabi dan hikmah yang ada dibaliknya. Jadi perayaan seperti maulid Nabi diadakan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali jejak-jejak kehidupan Nabi dan nilai-nilai yang dapat kita pelajari yang terdapat didalamnya.

    Sayangnya, perayaan seperti maulid Nabi akan melibatkan hal-hal baru yang harus diadakan guna mengingatkan masyarakat tentang kehidupan yang pernah dijalani oleh Nabi Muhammad Saw. Sebenarnya merayakan kelahiran Nabi (maulid Nabi) berarti merayakan lahirnya Islam. Kesempatan seperti itu dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat bagaimana kehidupan Nabi Muhammad Saw..

    Allah Swt. berfirman: (Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.) (Al-Ahzab 33: 21)

    Disamping merayakan maulid Nabi juga ada perayaan Hijrah Nabi, perayaan Hijrah Nabi semestinya mengajarkan kepada umat Islam tentang nilai-nilai seperti pengorbanan, pengorbanan para Sahabat beliau, pengorbanan Sayyidina ‘Ali ra. yang tidur menggantikan Nabi Muhammad Saw. ketika beliau hijrah, dan pengorbanan dari Asma’ binti Abu Bakar yang mendaki Jabal Thur guna mengantarkan makanan bagi Nabi dan ayahandanya. Kita semestinya mengajarkan mereka bagaimana penyusunan rencana yang dilakukan oleh Nabi ketika beliau berangkat untuk Hijrah dan bagaimana beliau yakin kepada Allah Swt. sebagaimana dia yakinkan hal itu kepada Abu Bakar ra.: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah 9: 40)

    Kita memerlukan semua pembelajaran dan perayaan itu sebagai upaya untuk menghidupkan kembali hikmah dan nilai-nilai yang bisa diambil. Saya pikir jika perayaan seperti maulid Nabi ini dilakukan dengan cara yang benar akan menghasilkan manfaat yang sangat besar seperti mendekatkan kembali umat Islam kepada ajaran Islam dan Sunnah Nabi serta akhlak beliau semasa hidupnya.”

    ILMU ANTUM YANG PADA RIBUTIN MAULID PASTINYA GAK SEBANDING DENGAN KEDUA ULAMA YANG SANGAT DIHORMATI DI KALANGAN AHLUS-SUNNAH INI. JADI STOP DISKUSI GAK BERGUNA INI. IKUTI SAJA DENGAN RENDAH HATI FATWA KEDUANYA. BERARGUMEN NGALOR-NGIDUL HANYA MENUNJUKKAN KEJAHILAN DAN KEDANGKALAN KITA DALAM BERFIKIR DAN BERAGAMA !!!!

    1. @ Al Akh Javad Al kadzim rohimahulloh

      tuduhan terhadap Ibnu Taimiyyah itu adalah tuduhan dusta yang lahir dari kebiasaan Yahudi dan Jahmiyyah yang gemar main takwil. Mereka mempelesetkan ucapan Ibnu Taimiyyah sehingga keluar dari essensinya.

      Ahli Sunnah punya kaidah: “Tidak setiap orang yang jatuh dalam kesyirikan, maka syirik jatuh pada dirinya. dan tidak setiap orang yang jatuh dalam kebid’ahan, maka bid’ah jatuh pada dirinya.”

      seseorang yang melakukan kesyirikan, tidak serta merta dia langsung divonis sebagai musyrik. seseorang yang melakukan kebid’ahan, tidak serta merta dia langsung divoni sebagai mubtadi’.

      Ibnu Taimiyyah katakan bahwa sikap para sahabat anshor itu adalah peninggalan adat jahiliyyah bukan berarti beliau katakan bahwa mereka adalah kaum jahiliyyah. Coba bandingkan dengan kisah ketika eorang sahabat muhajirin memukul pantat seorang sahabat anshor, kemudian si anshor tidak terima, lalu ia menyeru “wahai para ashor!”, lalu si muhajirin juga menyeru “wahai muhajirin!”. Kemudian Rosululloh sangat marah mendengarnya. Beliau bersabda: “Tinggalkan seruan jahiliyyah itu!”

      apakah ini berarti bahwa Rosululloh menyebut para sahabatnya adalah kaum jahiliyyah?

      di zaman Umar bin Al Khoththob, beliau mendera para sahabat yang minum khomr. beranikah antum katakan bahwa Umar telah memfaiqkan para sahabat yang minum khomr itu?

      1. @abu ibu irfan,
        yang lebih tahu tentang si Ibnu Taymiyah itu, adalah para alim ulama, qadhi, dan orang-orang yang hidup dizaman, dan sezaman dengannya.

        Kamu dan kami tahu apa?
        Kita tahu dari sejarah yang kita baca, kan?

        Apa kamu mau bilang ini fitnah yg keji?
        Apakah para alim dan qadhi yang menghukumi ibnu Taymiyah itu lebih sesat? dari si ibnu taymiyah itu sendiri?

        Berapa kali ibnu taymiyah dipenjara?

        Penjahat memang layak dipenjara, apalagi seperti ibnu taymiyah yg jelas-jelas membenci ahlu bait.
        Dasar penghianat agama Islam.

  7. Perayaan Maulid nabi jelas adalah bid’ah (innovasi), karena

    1. Allah SWT mengatakan Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….” (Al Maidah : 3)… ini artinya agama islam telah sempurna sebagaimana yang di praktek kan rasullullah SAW, dan kemudian di contoh kan kepada para sahabat2 beliau. Dan perayaan seperti ini tidak pernah di contoh kan oleh rasulullah SAW. Oleh karena itu setiap kegiatan yang ada unsur ibadah yang tidak ada contoh dari rasulullah merupakan hasil innovasi atau bid’ah.

    2.Sesungguhnya tidak ada generasi sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg lbh alim dan faqih dalam agama Islam daripada para sahabat . Mereka adl generasi yg mempunyai sifat-sifat sebagaimana yg dikatakan Abdullah bin Mas’ud yg artinya : Generasi terbaik dari umat ini generasi yg paling tinggi kebaikan hatinya generasi yg paling tinggi ilmunya dan generasi yg paling sedikit takallufnya .Dengan demikian maka wajib bagi kaum muslimin utk ittiba’ {mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam } dan berhenti {cukup dgn syari’at yg dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak melakukan perkara bid’ah}.

    3. Kebiasaan peringatan semacam maulid di lakukan oleh Umat nasrani, yaitu perayaan natal atau maulid isa almasih. Seperti kita sama2 ketahui bahwa perayaan natal ini adalah menuruskan kebiasaan pagan romawi memperingati kelahiran “SUN’ god ketika kaisar romawi konstantin berkuasa dan mulai memeluk agama nasrani mereka mengganti peringatan kelahiran dewa matahari menjadi hari kelahiran Jesus christ atau Isa al-masih (as), padahal nabi isa lahir bukan pada hari natal tersebut(musim dingin), tapi pada musim panas. Oleh karena itu kita janganlah mengikuti cara2 kafir tersebut.

    3 wa kullu Bid’atin Dlolalah Wa Kullu Dlolalatin Fin Nar

    1. 3 wa kullu Bid’atin Dlolalah Wa Kullu Dlolalatin Fin Nar = omong kosong WAHABI ……BUKTINYA tauhid 3 itu bid’ah bukan @ Fauzhan yang sok tau tapi bodoh ….

  8. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Ikut Nibrung …. Pembahasan Maulid Saya rasa sudah Final…. dari dulu sampai sekarang , dari hulu sampai hilir, yaitu itu saja…. yg tetap nolak ya tetap dengan pendiriannya, sebaliknya yg melakukan maulid juga tetap konsisten dengan pemahamannya, yang benar …. yang tidak suka / keberatan akan maulid yaaa selayaknya jangan membenci apalagi nuduh dengan perkataan yg tidak semestinya ‘ bid’ah dholalah atau sesat, bukankah ”’ lana a’maluna walakum a’malukum …… ” bukannkah yg lebih tau dan yg punya kebenaran hakiki atas perkataannya adalah Alloh dan Rosul-Nya, Tunjukkan pada saya Imam / syeich mana yg bisa menjamin secara pasti / mutlaq akan kebenaran suatu hadist menurut penilaian Beliau?

    Misal, Hadist dihukumi dlo’if oleh sebagian ulama namun oleh sebagian ulama lain dihukumi shohih, atau pula dihukumi hasan, atau pula maudlu, mana yg paling benar dari ke-4 hukum hadist tersebut ? …….. Adapun kesepakatan para Imam dlm menentukan kaidah-kaidah ( ilmu hadist / mustholah hadist) adalah agar semaksimal mungkin hasil penilaian herhadap hadist-hadist Rosullulloh yg dilakukan oleh para penggali hukum dan orang yg mencurahkan sebagian umur dan hidupnya dalam agama mendekati kebenaran, jadi perlu standart baku, walaupun dalam prakteknya banyak unsur penilaian terhadap rowi/ para perawi hadist yg bersifat subyektif, hanya karena tidak tsiqoh / atau hapalannnya kurang baik / redaksi matan hadist berubah -ubah atau rawinya terputus / majhul, atau pribadinya yg kurang baik, sehingga hadist yg dibawakannya dihukumi menjadi lemah / maudlu, atau pula sebaliknya.

    Padahal tidak setiap berita yg disampaikan oleh orang yang tidak tsiqoh / majhul pasti beritanya salah / bohong, pula sebaliknya tidak setiap berita yg berasal dari orang tsiqoh pasti benar beritanya. BUkanlah manusia itu tempatnya lupa dan salah. kecuali Baginda Nabi besar kita Sayyida MUHAMMAD SAW.

    Sering dikata orang …. hadist ini ( masalah larangan dzikir berjama’ah selepas sholat / majelis dzikir ) oleh sebagian ulama dikatakan dlo’if dan sebagian yg lain shohih. padahal ini hanyalah bersumber dari atsar (perbuatan) Abdullah bin Mas`ud r.a.. yang mana dlm menentukan kedudukan hukum hadist tsb, para Imam hadist berbeda ada yg dlo’if dan ada yg men shohihkannya, padahal secara umum yg dinilai hanya 4 orang perawinya saja dan itupun juga pada unsur pribadi mereka ‘ tsiqoh / tidak tsiqoh, jujur namun kadang salah. Dalam kasus ini apakah yg mengatakan dlo’if merupakan hukum yg paling benar ataukah yg mengatakan shohih yg paling benar ? ……….. mestinya yg didukung oleh hujjah lain AL-qur’an dan Hadist Rasul lah yg mendekati pada kebenaran ( saya tidak mengatakan ini kebenaran mutlaq, tapi yg mendekati pada kebenaran ).
    Wassalam

    ============================================
    ADMIN@
    Kami sepakat Sepakat dengan uraian Abu Farah, ada pun postingan di atas memang dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran bagi pengunjung blog ini. Ada yang menarik, yaitu tentang uraian mengenai bid’ah yang disampaikan oleh Bung Ummat Dhoif.

    Kami sangat berterimakasih atas pencerahan dari Abu Farah.

  9. bismillah….bila ada yang menyamakan maulud nabi muhammad salallahualaihiwassalam dengan perayaan kaum nasrani ( kelahiran yesus tanggal 25 desember yang dinamakan dan diperingati sebagai natal ) berarti mereka itu telah mempercayai juga kalau yesus lahir 25 desember sebagai mana kaum nasrani percaya yang demikian.
    …………….bila kita mengikuti suatu kaum..maka kita adalah bagian dari kaum tersebut…hal itu masih MENGIKUTI…..bayangkan kalau MEMPERCAYAI….
    maaf bila ada ucapan atau kat – kata yang tidak berkenan di hati saudara2…bila ada ucapan yang benar maka itu dari Allah subhahanallahhuwataala dan bila ada kata yang salah itu dari saya…
    trima kasih…
    wassalamualaikum…..

    1. @aswinmauk hanya orang2 bodoh yang menyamakannya ………..kalau mereka tau apa yang dilakukan pada acara maulidan mereka masih bilang bid’ah dholalah mereka benar benar “buta” ……..

  10. assalamualaikum…

    saya pikir pembahasan ttg maulid gk prlu dipanjang2kn lagi, utk rekan2 salafy yg tidk menyetujuinya silakan dgn pemahamanny tapi tolong hormati yg lain…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker