Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Indonesia

Langkah Presiden Jokowi Copot Arcandra Diapresiasi

JAKARTALangkah Presiden Jokowi Copot Arcandra mendapatkan apresiasi. Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Arcandra Tahar dari posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diprasiasi Komaidi Notonegoro. Menurut Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, langkah Presiden Jokowi copot Arcandra patut diapresiasi. Dia menilai terkait kasus kewarganegaraan ganda yang dimiliki oleh Arcandra seharusnya dapat menjadi pembelajaran untuk Kabinet Kerja Jilid II.

“Saya kira langkah presiden yang cepat untuk mencopot Arcandra patut diapresiasi. Dan mungkin ini harus menjadi pembelajaran berharga. Untuk pemerintah ke depannya dalam memilih menteri,” kata Komaidi dalam Talkshow Polemik SindoTrijaya. Acara ini bertajuk ‘Geger Arcandra dan Nasib Sektor ESDM’ di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/8/2016). Seperti dilansir situs online berita SindoNews.

langkah cepat jokowi copot arcandra diapresiasi 8KV thumb - Langkah Presiden Jokowi Copot Arcandra Diapresiasi

Dia menerangkan banyak yang sudah menilai, bahwa  Arcandra itu sudah mulai bergerak dan mengatur pola yang positif di Kementerian ESDM. Namun akhirnya dihantam juga. Hal ini menurutnya karena ada ketidaktelitian seleksi untuk memilih menteri sektor energi ini.”Karena yang paling penting integritas dan kepemimpinan. Kalau hanya berangkat dari tittle dia sebagai profesionalisme, tanpa integritas, itu tidak bisa,” sambungnya.

BACA JUGA:  Vladimir Putin dan Informasi Seharga 50 Juta Dolar AS

Lanjut dia, keahlian pada dasarnya memang dibutuhkan. Namun untuk mengelola sektor ini, dimasa sekarang membutuhkan effort dan mengutamakan kontribusi energi yang terpenting. Pasalnya, sektor migas dan energi di Indonesia sekarang sedang dalam masa memprihatinkan.

“Saat ini kontribusi migas di Indonesia turun sekali cuma 6-8%. Dulu bisa sampai 60%. Ini karena masalah yang kombinasi. Produksinya menurun, harga minyak dunia juga masih di USD30-40 per barel. Maka, kita butuh sosok yang punya kepemimpinan dan integritas utamanya. Kalau keahlian bisa disupport. Tapi integritas dan wewenang tak tergantikan,” tutupnya.

 

 

Langkah Presiden Jokowi copot Arcandra, tak cukup hanya punya integritas

Terkait langkah Presiden Jokowi copot Arcandra, pengamat Energi dari Universitas Gajah Mada Fahmi Radi mengatakan pendapatnya. Bahwa untuk mengisi posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dibutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki integritas. Tapi juga mempunyai jiwa Merah Putih.
Mantan Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu menambahkan nantinya pengganti Arcandra Tahar harus mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia. Dan langkah Presiden Jokowi copot Arcandra adalah keputusan yang benar.
“Integritas memang dibutuhkan. Selain itu dia harus punya jiwa merah putih atau kebangsaan. Karena ini menyangkut banyak hal yang harus menjadi kepentingan bangsa,” terang dia dalam Talkshow Polemik SindoTrijaya. Acara ini bertajuk ‘Geger Arcandra dan Nasib Sektor ESDM’ di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/8/2016).Fahmi Radi mencontohkan misalnya PT Freeport Indonesia yang kontraknya akan berakhir 2021. Dan ladang-ladang minyak di Indonesia di mana mayoritas juga akan berakhir. Menurutnya butuh Menteri atau pemimpin yang punya jiwa nasionalisme. Karena jika tidak, dia mengkhawatirkan Freeport akan diperpanjang lagi untuk kepentingan bangsa lain.”Jadi tidak digunakan sebesar-besarnya untuk Indonesia, melainkan untuk bangsa asing,” lanjutnya.
BACA JUGA:  Humor Gus Dur VS Humor Mukidi, Keduanya Sama Lucunya

Langkah Presiden Jokowi copot Arcandra dan kesalah UU

Fahmi radi juga sempat menyalahkan Undang-undang (UU). Yang mengatakan bahwa sebagian besar mineral dan batu bara serta migas (minyak dan gas bumi) dikuasi oleh asing. Karena hal itu dia meminta UU Migas dapat segara direvisi.

“Karena ini menyangkut konstitusi, realita yang ada di mana sebagian besar minerba dan migas dikuasi asing. Tapi ini karena kesalahan UU juga, karena itu harus direvisi. Kalau mendasarkan institusi, menteri harus mengembalikan ini untuk kepentingan rakyat bukan untuk asing,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Ramzan Kadyrov Mulai Dikafirkan oleh Muhammad Al-Arifi

Seperti diketahui pemerintah masih mencari pengganti Menteri ESDM yang baru. Setelah Presiden Joko Widodo mencopot Arcandra Tahar. Langkah Presiden Jokowi copot Arcandra, antaran memiliki kewarganegaraan ganda yakni Indonesia dan Amerika Serikat. Sejauh ini Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri ESDM.

Selain apresiasi ditujukan Presiden Jokowi, ada juga pihak yang menyesalkan pencopotan Arcandra Tahar. Adalah Anggota Dewan Energi Nasional, Syamsir Abduh menyesalkan langkah Presiden Jokowi copot Arcandra.

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker