akidah

Koreksi Total Buat Abahna Jibril Soal Pembagian Tauhid

Membongkar Kesesatan Ajaran Wahabi Yang Membagi Tauhid kepada 3 Bagian; Aqidah Mereka Ini Nyata Bid’ah Sesat, oleh: Abou Fateh

Koreksi total  buat Abahna Jibril atas pembelaannya terhadap Pembagian Tauhid ini adalah bantahan dari Mas Ahmad Syahid. Bantahan ini untuk artikel di Blog Perisai Islam yang ditulis oleh Abahna Jibril sang pemilik blog wahabisme. Tulisan di blog Abahna Jibril itu berjudul: “Studi Kritis Tulisan Abou Fateh di Ummatiummati”.   Supaya anda tidak bingung dalam menyimak tulisan antara Akhi Ahmad Syahid, Abahna Jibril dan Abou fateh maka kami bedakan dengan warna huruf  sebagai batas dan pembeda.  Warna hijau untuk Abou Fateh, merah untuk Abahna Jibril dan biru ntuk Ahmad Syahid. Oh ya, ada lagi yang kami ingatkan bahwa Ahmad Syahid menyebut Abahna Jibril sebagai Abu Jibril.

Juga perlu anda tahu  bahwa kronologi dari aksi koreksi total ini adalah dimulai oleh Abahna Jibril yang membantah tulisan Abou Fateh di blog ini. Kemudian Ahmad Syahid mengoreksi dan membantah tulisan Abahna Jibril. Aksi koreksi total dari Mas Ahmad Syahid ini yang jelas sangat seru untuk disimak dan so pasti sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang kebatilan Wahabi dan Wahabisme. Selamat mengikuti….

Di bawah ini adalah koreksi total sekaligus  bantahan  buat Abahna Jibril yang ditulis oleh: Ahmad Syahid.

Abou Fateh:
Membongkar Kesesatan Ajaran Wahabi Yang Membagi Tauhid kepada 3 Bagian; Aqidah Mereka Ini Nyata Bid’ah Sesat
oleh: Abou Fateh
(AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT )

abu jibril:
Dari sisi judul saja ini sudah merupakan pengingkaran kepada aqidah yang shohih yang telah ditegakkan oleh Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ary – rahimahullah – perhatikan apa yang di katakan Al-Imam Abul Hasan dibawah ini didalam kitabnya : Al-Ibanah An-Ushulid Diyanah :
Firman Alloh :
“Mereka takut kepada rabb mereka yang berkuasa atas mereka” (Qs. An-Nahl : 50)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb” (QS. Al-Ma’aarij : 4)
“Kemudian Dia menuju langit dan langit masih merupakan asap” (Al-Fushilat : 11)
“Kemudian dia bersemayam diatas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Alloh) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia” (Al-Furqaa : 59)
“Kemudian Dia bersemayam diatas ‘Arsy. tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penulong pun dan tidak pula seorang pemberi syafa’at” (As-Sajdah : 4)
Semua ayat tersebut meyebutkan bahwa Alloh beristiwa’ diatas ‘Arsy-Nya yang berada diatas langit. dan menurut kesepakatan manusia langit bukanlah bumi. Ini menunjukkan bahwa Alloh dengan sifat ke Maha Esaan-Nya yang tunggal bersemayam diatas Arsy’-Nya, tidak menyatu dengan makhluk-Nya.

Bantahan atas bantahan abu jibril:
Akidah shahihah yang dianut salaf as-shalih adalah Allah ada tanpa tempat dan arah , kesalahan Abu Jibril adalah mempelajari kitab ibanah yang sudah dipalsu oleh hasyawiyun, Pemahaman teks Mutasyabihat secara literal bukanlah Manhaj al- Imam Abul Hasan Al- Asy`ari, terlebih jika pernyataan itu dinukil dari kitab al- Ibanah seperti yang dinyatakan oleh al-imam Ibnu ‘Asakir dalam kitab Tabyinul Kadzibil Muftari , begitu juga ditegaskan oleh al-imam tajuddin al-subki dalam tobaqot syafi`iyah , coba perhatikan pernyataan Imam abul hasan al-asy`ari : ” Allah ada tanpa tempat , menciptakan Arsy dan kursi tanpa butuh kepada keduanya sebagai tempat , dan Allah setelah menciptakan tempat , tetap seperti sebelum menciptakan tempat.” ( tabyinul kadzibil muftari hal 150)

Abu fateh:
Pendapat kaum Wahabi yang membagi tauhid kepada tiga bagian; tauhid Ulûhiyyah, tauhid Rubûbiyyah, dan tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât adalah bid’ah batil yan menyesatkan. Pembagian tauhid seperti ini sama sekali tidak memiliki dasar, baik dari al-Qur’an, hadits, dan tidak ada seorang-pun dari para ulama Salaf atau seorang ulama saja yang kompeten dalam keilmuannya yang membagi tauhid kepada tiga bagian tersebut. Pembagian tauhid kepada tiga bagian ini adalah pendapat ekstrim dari kaum Musyabbihah masa sekarang; mereka mengaku datang untuk memberantas bid’ah namun sebenarnya mereka adalah orang-orang yang membawa bid’ah.

Abu jibril:
Perkataan diatas hanya sebuah ketidak fahaman akibat dari kurangnya penelaahan atas kitab-kitab yang penulis sebut sebagai wahhabi.
Para ulama yang mengikuti manhaj as-salafush sholih ada yang membagi tauhid kedalam 3 bagian, dan ada yang membaginya kedalam 2 bagian , yang membagi kedalam 3 bagian adalah Tauhid Rububiyah, Uluhiyyah, dan Asma wa shifat. sedangkan yang membagi menjadi 2 adalah Tauhid Ibadah dan Tauhid I’tiqoddiyah, dalam perinciannya tidaklah kontradiksi, tauhid ibadah khusus membahas perkara-perkara yang berkaitan dengan mengesakan Allah dalam hal peribadahan (yaitu bab Uluhiyyah) sedangkan I’tiqodiyyah membahas perkara keyakinan tentang sifat-sifat Ketuhanan Allah, termasuk dalam tauhid ini pembahasan perkara tauhid Rububiyah dan Asma wa shifat.
Dan memasukkan pembagian tauhid ini kedalam perkara bid’ah adalah perkataan lancang tanpa ilmu sama sekali. Karena saya yakin, penulis sama sekali tak mampu memahami apa itu perkara bid’ah fiddien. Hanya hawa nafsu dan amarahnyalah yang berbicara dalam menulis artikel diatas.

Bantahan atas bantahan abu jibril:
Pembagian tauhid versi wahabi memang tidak pernah dikenal pada kitab – kitab Ushuluddin sebelum masa Ib nu taymiyah yang hidup pada abad 7-8 hijriyah. Sehingga sangat pantas jika Abou fateh menyatakan ”pembagian Tauhid versi wahabi adalah Bid`ah dolalah”.   Pernyataan abou fateh sama sekali bukan tanpa dasar, atau tidak memahami masalah Bid`ah fiddien. Bukan pula mengikuti hawa nafsu sebagaimana dituduhkan abu jibril dan nanti akan kita buktikan.

abujibril:
Bid’ah dalam hakikatnya merubah syari’at yang baku, adapun pembagian tauhid sama halnya dengan perkara ilmu nahwu, ilmu tajwid, sama sekali tak ada perubahan dalam sisi syari’at yang baku. Dan perkara Ilmu Nahwu serta tajwid pun sama halnya tak pernah dikenal pada zaman para salaf. Namun saat ilmu nahwu dijabarkan, apakah ada bacaan al-qur’an menjadi berbeda? Saat ilmu tajwid dirumuskan dan digunakan, apakah ada yang berubah dari isi kandungan al-qur’an? Tidak ada sama sekali.
Begitu pula pembagian tauhid ini, semua dalil yang digunakan tidak akan terlepas dari Al-qur’an dan sunnah, silahkan pembaca cek didalam kitab-kitab tauhid para salafi !!! APakah disana didapati ra’yu (rekayasa fikiran dengan pendapat sendiri)…? Tidak ada sama sekali !!! Hanya penulis saja yang rupanya malas mempelajari pembagian tauhid para salafiyyin.

BACA :  Bukti Kebenaran Akidah Asy'ariyyah Sebagai Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah

Bantahan buat Abu Jibril:
Bid`ah pada hakekatnya adalah perkara baru dalam agama , dalam arti perkara yang tidak diperintah atau dilakukan oleh Rosulallah SAW.  Bid`ah sama sekali tidak dapat disamakan / dibandingkan dengan Ilmu Nahwu dan ilmu Tajwid, sebab ilmu Nahwu dan ilmu Tajwid bukan bagian pokok dari agama Islam, disamping Nahwu dan tajwid sudah dikenal sejak Jaman Salaf as-sholihin.  Sangat berbeda dengan pembagian Tauhid versi wahabi yang memilah Tauhid menjadi tiga Bagian ( yang mirip dengan teologi kaum nashara ),  sebab pembagian Tauhid adalah pokok dalam islam.

Disamping pembagian tauhid versi wahabi tidak pernah dikenal dalam kitab-kitab Ushuluddin karya Ulama Islam sebelum masa Ibnu Taymiyah, menyamakan pembagian Tauhid dengan Ilmu Nahwu dan Ilmu Tajwid yang dilakukan abu jibril (wahabiyyun) menunjukkan jika mereka tidak paham Islam dengan berbagai disiplin keilmuannya. Pembagian tauhid yang dilakukan oleh sekte wahabi memberi kesan seolah ”teologi trinitas”  ini merupakan pegangan Salaf as-shalihin. Dan adalah sebuah bentuk takalluf  (usaha yang dibuat-buat)  serta Istighlal (eksploitasi/penyelewangan makna) Tauhid itu sendiri.

Abou fateh:
Di antara dasar yang dapat membuktikan kesesatan pembagian tauhid ini adalah sabda Rasulullah:

أمِرْتُ أنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتىّ يَشْهَدُوْا أنْ لاَ إلهَ إلاّ اللهُ وَأنّيْ رَسُوْل اللهِ، فَإذَا فَعَلُوْا ذَلكَ عُصِمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وأمْوَالَهُمْ إلاّ بِحَقّ (روَاه البُخَاريّ)

“Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (Ilâh) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah. Jika mereka melakukan itu maka terpelihara dariku darah-darah mereka dan harta-harta mereka kecuali karena hak”. (HR al-Bukhari).

Dalam hadits ini Rasulullah tidak membagi tauhid kepada tiga bagian, beliau tidak mengatakan bahwa seorang yang mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh” saja tidak cukup untuk dihukumi masuk Islam, tetapi juga harus mengucapkan “Lâ Rabba Illallâh”. Tetapi makna hadits ialah bahwa seseorang dengan hanya bersaksi dengan mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh”, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah maka orang ini telah masuk dalam agama Islam (ber-tauhid). Hadits ini adalah hadits mutawatir dari Rasulullah, diriwayatkan oleh sejumlah orang dari kalangan sahabat, termasuk di antaranya oleh sepuluh orang sahabat yang telah medapat kabar gembira akan masuk ke surga. Dan hadits ini telah diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

Abujibril:
Metodelogi vonis penulis ini sangat lemah dan tak berbobot, membawakan suatu hadits yang sama sekali tak menjadikannya bukti sebagai kesesatan, lalu di “bongkar seenaknya dan didalili sekenanya” dengan berkata. Mengapa? Karena hadits dan penjelasannya itu yang menelanjangi kekurang fahaman dia sendiri terhadap apa yang dibahasnya.
Makna Al-Ilah saja sudah menjelaskan sebuah maksud yang sangat jelas apa yang dimaui oleh makna syahadat tersebut, karena Al-Ilaah bermakna Al-Ma’bud – yang disembah, dan inilah inti da’wah para Nabi yang sebenarnya. Yaitu mengajak para manusia untuk menyembah Allah semata.

Bantahan atas bantahan Abu Jibril:
Perkataan abu jibril ini menunjukjkan jika Abu jibril tidak faham dengan apa yang disampaikan oleh Abou Fateh.  Abu Jibril juga tidak Faham dengan kandungan Hadits yang dibawakan, dia menganggap jika Hadits yang dibawakan abou fateh  sama sekali tidak menunjukkan kesesatan pembagian Tauhid, dalam Hadits  di atas dinyatakan jika Rosulallah Saw diperintah untuk memerangi (mengajak)  manusia untuk mengucapkan dua kalimah Syahadat,  sementara Wahabiyyun memerangi manusia yang sudah bersyahadat untuk meyakini  ”teologi trinitas” yang tidak diajarkan Roaulallah SAW.  Inilah kira-kira yang ingin disampaikan Abou Fateh ketika membawakan Hadist tersebut.

Makna al-ilah (dalam kalimat syahadat) saja sebenaranya sudah mencakup semua makna ketuhanan baik dari sisi Rububiyah, Uluhiyah maupun asma wa as-sifat.  Sehingga tidak perlu membuat Bid`ah pembagian tauhid.  Bahkan pembagian tauhid yang dikreasi wahabiyyun seolah menganggap jika salaf as-shalihin tidak pandai menyampaikan hakekat tauhid, sehingga perlu dibuat Pembagian Tauhid agar manusia mengerti apa itu Tauhid yang sesungguhnya. Akan tetapi kenyatannya bahwa Rasul Saw, Para Sahabat dan para Tabi’in tidak ada satupun dar mereka melakukan pembagian Tauhid.

Abu Jibril:
Bantahan ke 1
Perhatikanlah ayat dibawah ini pada Qs. Al-Mu’minun ayat :
84. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?”
85. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?”
86. Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?”
87. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?”
88. Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?”
89. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?”
Sekali lagi, saya katakan anda perhatikan baik-baik ayat diatas, agar anda tidak tertipu propaganda sesat tentang salafi oleh penulis dan crewnya.

banner gif 160 600 b - Koreksi Total Buat Abahna Jibril Soal Pembagian Tauhid

Dialog yang Allah abadikan didalam Kitab-Nya sangat sempurna gambarannya, yang mana semua pertanyaan yang ditujukan kepada para manusia yang Allah katakan tidak bertaqwa dan tertipu itu adalah kaum yang mengingkari Islam, agama yang dibawa oleh para Nabi -”Agamanya para Nabi itu satu…” – … jika menurut orang yang seperti ini adalah sah ke-Islamannya karena sudah bertauhid, maka mengapa Allah katakan “Maka dari jalan manakah kamu ditipu?” Untuk siapa khittab ini ditujukan menurut penulis ? Apakah untuk para sahabat yang telah beriman atau untuk kaum yang mengingkari Islam ? Jelas ayat ini adalah penegasan Allah terhadap orang – orang yang hanya mengakui sisi Rububiyah dan Asma’ wa shifatnya saja tanpa Tauhid Uluhiyah !!!

BACA :  Antara Syi'ah Rafidhah dan Wahabi Nawaashib Bisakah Bersatu ?

Bantahan buat Abu Jibril atas bantahan 1
Rangkaian ayat yang dibawakan abu jibril (qs. Al-mukminun 84-89) jelas ditujukan kepada Musyrikun , sangatlah keliru jika dikatakan rangkaian ayat diatas ditujukan terhadap orang orang yang mengakui sisi rububiyah , asma wa sifat saja , sebab lafadz Robb dan Ilah begitu juga as-ma wa sifat tidak dapat dipisahkan, orang orang Musyrik yang diabadikan dalam rangkain ayat diatas jelas Musrik baik dari sisi rububiyah Uluhiyah maupun asma wa sifat , mereka Musyrik dalam ketiga Hal ini , tidak hanya musyrik dalam Uluhiyah sebagaimana yang dinyatakan oleh abu Jibril.

Lagipula rangkaian ayat yang sering dijadikan hujjah oleh wahabiyyun yang diikuti oleh abu Jibril diatas , masih belum lengkap ayat ke 90 yang membantah pengakuan “dusta” pada ayat sebelumnya (84-89) tidak disertakan, : entah ada maksud apa wahabiyyun tidak utuh dalam menyampaikan sebuah rangkaian ayat suci al-qur`an…?

Abu jibril Bantahan ke 2 :
Kita tahu bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berkata :
“Barangsiapa yang di akhir perkataannya Laailaahaillalloh masuk syurga”
juga hadits : “Katakanlah : Laailaahaillallah maka engkau akan berjaya / meraih kemenangan”Kita fahami bersama bagaimana keadaan beragama pada masa Nabi di utus, berhala didalam ka’bah berjumlah ratusan, dan Al-qur’an diturunkan pada bangsa Arab dengan bahasa Arab. Maka lihatlah bagaimana dengan Abu Jahal, Abu Lahab, mengapa mereka enggan mengucapkan kalimah syahadat pada saat itu?? Padahal jika kita lihat sekilas makna kalimatnya hanya sederhana. mengucapkan dan selesai, yaitu masuk syurga dan mendapatkan kemenangan !!Artinya Tauhid Rububiyah yang juga difahami dan di imani kaum kafir quraisy belumlah memasukkan mereka kedalam Islam, karena tauhid rububiyah itu adalah fthrah semua manusia, sekalipun dia seorang atheis dan sebangsa dengan Fir’aun, dia dalam hati kecilnya mengakui tentang tauhid ini. Maka jelas tak perlu Rasulullah mensyaratkan Laa Rabba Ilallah sebagaimana penulis fahami.Oleh karena itu Rasululllah shollalloohu ‘alaihi wasallam hanya mensyaratkan Laailaahaillallah saja, dan Abu lahab serta para gembong kafir quraisy lainnya memahami konsekuensi berat ini, bukan hanya dilisan namun diamalkan dalam praktek Ibadah mereka !! Karena itulah mereka pernah berkata :“Apakah Muhammad itu akan menjadikan Tuhan-tuhan sesembahan kami hanya dengan menjadi satu Tuhan ?? “

Bantahan buat Abu Jibril atas bantahan 2
Sungguh menggelikan, abu jibril membawakan dua hadist yang dengan jelas dan tegas jika “Lailaha Illallah” sudah cukup menjadikan sesorang menjadi Muslim sejati masih saja memaksakan pembagian tauhid yang sama sekali tidak diisyaratkan oleh sang Rosul Saw. Lebih aneh lagi abu jibril menjadikan dua hadist yang dibawanya untuk mendukung sahnya pembagian tauhid. Rosul katakana ucapkanlah dua kalimah syahadat kalian akan masuk surge. Wahabi katakan tidak cukup mengucapkan dua kaliamah syahadat kalian juga harus mengimani pembagian Tauhid. Rosul katakana : ucapkanlah dua kaliamah syahadat kalian akan berjaya / mendapat kemenangan, wahabi katakana tidak cukup mengucapkan dua kalimah syahadat tanpa pembagian tauhid.

Lancang sekali rupanya wahabiyyun ini berani meng-intrupsi, membantah dan menyalahkan sang Rosul Saw. Rosul Saw katakan dua kalimah syahadat, wahabi katakan pembagian tauhid.

Tidak pernah ada seorang Ulama pun sebelum Ibnu taymiyah dan wahabiyyun yang menyatakan jika Kafirun Musyrikun quresy ” bertauhid ” meskipun hanya dengan tauhid rububiyah. Tidak pahamkah wahabiyyun apa yang dimaksud dengan  “Tauhid “…??? Mereka yang Allah abadikan dalam qur`an (84-89-90) adalah kafir dan Musyrik sama sekali tidak ber–tauhid sebagaimana dinyatakan oleh wahabiyyun.
Jika abu jibril (wahabiyyun) tetap menyatakan ”mereka ber-tauhid” maka abu jibril dan wahabiyyun harus menerima konsekwensinya yaitu ”mereka mukmin dan tidak akan kekal dineraka“.  Tentu konsekwensi ini bathil karena didahului oleh premis yang bathil: “mereka bertauhid”.

Pernyataan bathil lainnya adalah : tauhid rububiyah itu adalah fithrah semua manusia, sekalipun dia seorang atheis dan sebangsa dengan Fir’aun, dia dalam hati kecilnya mengakui tentang tauhid ini. Pernyataan ini menunjukkan jika abu jibril (wahabiyyun) tidak mengerti apa itu tauhid.  Sehingga mereka (wahabiyyun) tidak mampu membedakan antara ”fithrah kebutuhan akan Tuhan” dengan ”peng-esaan Tuhan Allah ( tauhid rububiyah).

Dan pernyataan abu jibril diatas sungguh bathil silahkan cermati ayat suci al-qur`an dibawah ini :
Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain ad-dahr (masa)”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. [QS. Al-Jatsiyah: 24] Begitulah ajaran takhyul kaum atheis. Mereka tak mengakui rububiyyah Allah. Sungguh berbeda dengan klaim Wahhabiyyun. Maka jelaslah sudah bahwa paham Wahhabiyyun itu bertentangan dengan Al-Qur`an. Dan itulah ajaran takhyul Salafiyyun Wahhabiyyun tentang Tauhid.

Abu jibril Bantahan ke 3 :
Perhatikan baik-baik Qs.Az-Zumar dibawah ini :
2. Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
3. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
4. Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
Lihat dan perhatikan yang saya cetak tebal !! Allah bercerita perkara kesyirikan dan menjelaskan alasan mereka melakukan kesyirikan tersebut !! Mereka mengingkari menyembah Latta, Uzza, Manat, dan para orang-orang sholih !! Tapi Allah menolak alasan mereka yang mengatakan :
“Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.“
Namun Allah katakan perbuatan mereka belum memenuhi persyaratan untuk :
“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.“
Lalu apakah bedanya dengan para manusia zaman sekarang yang mengatakan bahwa kami tidaklah meminta kepada para Nabi, Para Wali, makam keramat, melainkan hanya agar mereka mendekatkan kami kepada Allah ??

BACA :  INILAH YANG DISEBUT KAUM AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH

Bantahan buat Abu Jibril atas bantahan 3.
Inilah akar pengkafiran dan barbarisme sekte wahabi, berasal dari ”TEOLOGI TRINITAS” yang penuh dengan kerancuan dibarengi dengan kedangkalan pemahaman tentang Tauhid dan syirik. Sehingga menimbulkan kesalahan fatal dalam i`tiqod, yang menyebabkan sekte wahabi lebih memerangi Ummat Islam ketimbang memerangi penyembah syetan. Inilah faham Khowarij sebagaimana di-isyaratkan sang Rosul ” mereka memerangi ahli islam dan membiarkan penyembah berhala”.

Abu jibril (wahabiyyun) tidak memahami Nash (ayat suci al-qur`an) yang ia bawakan, sehingga mengambil kesimpulan yang salah: ”Mereka mengingkari menyembah Latta, Uzza, Manat, dan para orang-orang sholih !!” Abu Jibril tidak memahami kalimat: maa na`buduhum illa adalah Nafyu nafyi yang berarti Istbat. Maka pemahaman yang benar tehadap ayat itu adalah: mereka mengakui “menyembah” laata, Uzza dan manath dan yang lainnya. Sama-sekali bukan ”mengingkari” sebagaimana difahami oleh wahabiyyun dan abu jibril. Disebabkan kesalahan dalam memahami ayat suci al-qur`an dan istilah agama yang lainnya (tauhid, syirik, do’a, Ibadah dll) akibatnya wahabiyyun (abu jibril) mengambil kesimpulan dan perbandingan yang salah dan fatal dengan mengatakan: ”Lalu apakah bedanya dengan para manusia zaman sekarang yang mengatakan bahwa kami tidaklah meminta kepada para Nabi, Para Wali, makam keramat, melainkan hanya agar mereka mendekatkan kami kepada Allah??”

Kesalahan abu jibril (wahabiyyun) :
1.  Menyatakan bahwa: ” mereka MENGINGKARI  menyembah berhala.”
2.  Menganggap bahwa:  “menyembah sama dengan meminta.”
3.  Tidak memahami penyebab kemusyrikan dalam ayat yang mereka bawakan.

Abu jibril Kesimpulan: Jelas bahwa vonis sesat terhadap pembagian tauhid ini ternyata sebuah penyesatan saja.
Menyebut salafiyyin sebagai musyabbihah sama halnya dengan mengakui sendiri sebuah kebodohan dirinya sendiri, mungkin untuk orang-orang yang tak membaca menelaah kitab-kitab salafy -seperti para boneka komentator di ummatiummati- akan mengangguk-angguk saja, sebab golek dimainkan si DALANG !!!

Namun bagi yang pernah membaca kitab Tauhid nya para salafiyyin semisal “Tauhid” Syaikh Sholih Bin Fauzan, Syaikh Muhammad Al-Washobi Mesir, Syaikh Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu akan tertawa lucu melihat kebodohan si penulis, betapa kitab-kitab salafiyyin telah mensyaratkan ketat dan membongkar bagaimana firqoh Musyabbihah dalam hal aqidah mereka, betapa mengagumkan para salafiyyin mempunyai kaidah pembenteng dari pemahaman Musyabbihah, Mujassimah, Mu’athillah, Mu’Tazilah, Murji’ah, Para Ahli Ta’wil, Muwafidhdhoh, dan lain-lainnya firqoh sesat…

Bantahan Buat Abu Jibril atas KESIMPULAN Abu Jibril:
Vonis sesat atas pembagian Tauhid adalah vonis yang tepat, karena pembagian tauhid ini adalah Bid`ah. Wahabiyyun sama sekali tidak pantas disebut salafiy, sebab tidak ada satu pun salaf yang membagi Tauhid seperti ini. Dan tidak ada satu pun salaf as-shalihin yang menyamakan Muslimin dengan Musyrikin, tidak ada satupun salaf as-shalihin yang memahami ayat suci al-qur`an sebagai mana yang difahami wahabiyyun. Menyebut wahabiyyin dengan salafiyyin adalah kesalahan besar dan dosa yang sulit untuk diampuni.

Jika kita telaah buku-buku karangan wahabiyyun semisal “Tauhid” Syaikh Sholih Bin Fauzan, Syaikh Muhammad Al-Washobi Mesir, Syaikh Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu, betapa ancaman pembunuhan terhadap muslimin yang tidak sepaham dengan Wahabisme membanjiri isi buku mereka. Betapa kata Bid`ah, syirik, dan kafir memenuhi kata-kata dalam setiap bab dalam tulisan mereka. Betapa ajaran Tasybih dan Tajsim bertebaran dalam tulisan tulisan mereka.  wal-‘iadzu billah.

Abu Jibril:
Adapun perkara tawassul pernah kami bahas tersendiri di artikel lain, silahkan buka di daftar isi.
Mereka tak pernah mengerti dan mau mengerti bahwa salafiyyin didalam penetapan asma’ wa shifat diantaranya mengikuti para Imam Besar Ahlu Sunnah semisal Abul Hasan Al-Asy’ari, Imam Malik, Imam Ahmad, yang mana kaidah yang dirumuskan oleh para Imam ini lebih mendekati kebenaran dengan dukungan hujjah yang kuat dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Dengan syarah hadits dari penulis diatas, saya katakan : cukup kami faham bahwa anda sama sekali tidak mengerti akan penjabaran tauhid yang di fahami para salafiyyun.

Bantahan buat Abu Jibril:
Adalah kebohongan besar jika wahabiyyin didalam penetapan asma’ wa shifat diantaranya mengikuti para Imam Besar Ahlu Sunnah semisal Abul Hasan Al-Asy’ari, Imam Malik dan Imam Ahmad. Bagi orang yang mempelajari secara objektif Aqidah Salaf  Ash-Shalihin akan mengetahui seberapa jauh penyimpangan sekte Wahabi dari manhaj salaf ash-shalihin. Dia akan bisa membedakan mana akidah Salaf ash-halihin dan mana yang diatas-namakan secara dusta terhadap salaf ash-shalihin.

Insya Allah bersambung…

 

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

292 thoughts on “Koreksi Total Buat Abahna Jibril Soal Pembagian Tauhid”

    1. Tauhid kok dibagi-bagi, ajaran siapa tuh? Sudah terbukti di blog ini bahwa pembagian Tauhid bukan ajaran Rasulullah Saw. Dalam ajaran Islam yg dibawa Nabi Muhammad Saw tidak pernah dikenal. Pasti ini ajaran baru untuk menimbulkan kekacauan di tengah ummat Islam.

      Ya, emang fantastis, syukron Mas Syahid. Semoga antum punya waktu untuk membuat seri bantahan selanjutnya. Ana dukung seratus persen perjuangan antum yg luar biasa ini. Alhamdulillah…..

    2. Pembagian Tauhid menjadi Trinitas ini adalah alat untuk menghujat, mengkafir-musryrikkan umat SIlam dan para Ulama

  1. Celakanya,banyak orang awam yg terjerumus kedalam kesyirikan,oleh karenanya mempelajari ttg tauhid (Rububiyah,Uluhiyah dan Asmawashifatnya Allah )sangatlah penting buat ana,agar kita bisa mengetahui mana syirik mana tauhid.Celakanya,banyak orang awam yg terjerumus kedalam kesyirikan,oleh karenanya mempelajari ttg tauhid (Rububiyah,Uluhiyah dan Asmawashifatnya Allah )sangatlah penting buat ana,agar kita bisa mengetahui mana syirik mana tauhid.

    1. Nabi SAAW bersabda : “Aku sungguh tidak merisaukan syirik menimpa kalian setelah aku wafat, yang kurisaukan adalah keluasan dunia yang membuat kalian saling hantam memperebutkannya” (Shahih Bukhari)…..

      Ente lebih hebat dari Nabi SAAW ya? Nabi SAAW ga risau tuh ummatnya terjerumus ke syirikan… karena beliau udah menjelaskan masalah tersebut dengan sejelas2nya, dijelaskan juga oleh sahabat, salafus shalih dengan sejelas2nya….. Ente aja yang kerjanya memfitnah kalo ” banyak orang awam ” terjerumus kesyirikan…. Sebaliknya ente dan geng ente, wahabi saudi malah saling hantam memperbutkan dunia ( minyak, kemewahan), sampai melakukan apa yang disabdakan Nabi SAAW :
      “Mereka memerangi orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala”
      (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasai, dan Ahmad)

      ” Sudahlah wahai Wahhabi! Berhentilah merisaukan soal ‘ini syirik, itu bid’ah, mayoritas kaum Muslimin sudah menjadi musyrik’! Rasul tak merisaukan itu semua, karena mayoritas ummat Islam akan selamat dari syirik. Jadi janganlah kalian menuduh yang tidak-tidak kepada mayoritas kaum Muslimin. Justeru yang Rasul risaukan adalah kalian, wahai Wahhabi! Orang-orang seperti kalianlah yang membuat beliau risau, karena kalian saling hantam demi keduniaan. “

    2. Celakanya, semakin banyak orang-orang awam yg terjerumus ke dalam pemahaman Wahabi yg rusak, hal ini disebabkan oleh ilmu akidah mereka yg bid’ah dholalah. Mempelajari tentang Tauhid Trinitas Wahabi (Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah, dan Tauhid Asma Washifat) hanya akan merusak akal dan hati kita, bukan pemahaman tauhid yg benar yg kita dapatkan kecuali cuma akan pintar dalam memusyrikkan kaum muslimin yg beda faham dg ajaran Wahabi.

      Sudah terbukti di tengah Ummat Islam di mana-mana di seluruh dunia semakin banyak orang awam yg mempelajari TAUHID TRINITAS WAHABI semakin pandai dalam memvonis musyrik kepada muslimin yg non Wahabi. Jadi kesimpulannya, mempelajari Tauhid Trinitas Wahabi hanya menghasilkan kesia-siaan sebab tidak akan pernah mendapatkan pemahaman Tauhid yg benar. Hal ini karena Tauhid Trinitas Wahabi adalah bukan ajaran Allah Swt dan Rasulullah Saw. Wallahu a’lam bish-shawab…..

    3. Tauhid Trinitas: Semakin dipelajari, semakin jelas dan terang benderang kebid’ahannya. Ampun-ampun, sekte penghujat bid’ah namun dalam Ushuluddin mereka berbid’ah ria!

  2. @Abahana Jibril dkk
    Mohon bantahan atas pernyataan Akhir Ahmad Syahid di bawah ini :

    “Lagipula rangkaian ayat yang sering dijadikan hujjah oleh wahabiyyun yang diikuti oleh abu Jibril diatas , masih belum lengkap ayat ke 90 yang membantah pengakuan “dusta” pada ayat sebelumnya (84-89) tidak disertakan, : entah ada maksud apa wahabiyyun tidak utuh dalam menyampaikan sebuah rangkaian ayat suci al-qur`an…?

    Terima kasih atas kemurahan hatinya menjelaskan …

  3. Pembagian tauhid ala wahabi ini telah membuat mereka melakukan kebid’ahan dan kezaliman besar.

    Akibat ajaran tauhid ini :

    – Mereka mengatakan tawasul kepada orang saleh yang telah wafat adalah haram dan syirik.
    Padahal tidak pernah ada Salafussaleh yang menganggap syirik tawasul seperti ini.
    Hadist-hadist telah sampai kepada kita tentang tawasul dengan orang saleh yang telah wafat, tapi mereka tolak semua. Padahal Hadist-hadist ini telah ada dari zaman salaf dan ulama yang berbeda pendapat dan menolaknya kesahihan hadist ini juga tidak pernah berpendapat bahwa bertawasul dengan orang wafat itu syirik.

    Bila kita bisa berpikir dengan jernih maka kita bisa memahami, bahwa bila semua hadist yang mereka tolak itu sudah ada di zaman salaf dan adalah sebuah perbedaan pendapat, dan tentulah ada yang mengamalkan hadist-hadist ini. Lalu mengapa tidak ada satupun ulama salaf dan pengikutnya (sampai datangnya Ibnu taimiyah dan pengikutnya) yang membuat tulisan atau pembahasan tentang syiriknya bertawasul dengan orang saleh yang telah wafat, padahal dengan adanya hadist-hadist ini, maka bertawasul seperti ini sudah jelas ada dan nyata dihadapan mereka. Maka kesimpulan sudah jelas bahwa kaum wahabi telah bertolak belakang dan berbeda pemahamannya dengan para ulama salaf tentang masalah tawasul. Itu artinya mereka tidak mengikuti ulama salaf.

    – Menyamakan kaum muslimin yang bertauhid dan mengucapkan syahadat dengan kaum musyrikin Arab yang menyembah berhala gara-gara bertawasul dengan orang saleh yang telah wafat.
    Ini adalah dosa besar dan sebuah kezaliman. Tidak pernah ada satu patah kata pun dari nabi dan salafus saleh yang berkata seperti ini. Menurut saya, Ini adalah salah satu fitnah sebagaimana yang nabi sebutkan dalam hadist tanduk syetan dari Najd.

    – Menganggap kaum musyrikin Arab telah mengenal Allah seperti kaum muslimin mengenal Allah, sehingga tidak perlu belajar ilmu tauhid seperti sifat 20 dsbnya, juga tidak perlu mengenal Allah/ ber marifat seperti ahli tasawuf dan pelajaran ilmu kalam.
    Apalagi ini namanya kalau bukan kebodohan……??? ini sama saja melecehkan ulama-ulama yang telah berjuang dan berijtihad untuk merumuskan ajaran ihsan agar umat islam bisa memahami tauhid dengan benar dan Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Akibat pemisahan tauhid ini, mereka mengira tiada gunanya memahami dan mengenal sifat-sifat rububiyah secara mendalam, karena tidak berpengaruh pada ibadah/uluhiyah.
    Padahal sudah jelas : bahwa ihsan tidak akan tercapai bila kita tidak mendalami dan meyakini sifat rububiyah Allah dengan sempurna. Bagaimanakah kita bisa ‘memandang’Allah tanpa memandang sifat-sifat rububiyahNya? jadi keyakinan kita akan sifat-sifat rububiyah Allah itulah yang menjadikan ketaatan dan penghambaan serta ibadah. semakin tinggi pengetahuan dan keyakinan,semakin taat kita beribadah. Dan Rasul beribadah paling taat karena ingin menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah,lalu darimana rasa syukur yang besar itu…tentulah dari ma’rifatnya yang selalu yakin dan memandang sifat-sifat rububiyah Allah sebagai pemberi rahmat dan karuniaNya.

    Semoga kita semua dapat hidayah dan selalu diberi Rahmat oleh Nya dan mematikan kita semua dalam akidah yang lurus. Amin.

  4. Zahra@ya iyalah Rosulullah tdk merisaukan kesyirikan menimpa para sahabat,wong tauhidnya dah lurus dan kokoh,apa nt bisa menjamin orang2 pd jaman ini tauhidn nya seperti sahabat? mikir atuh,maneh geus kolot.jng bergelut dng aqidah mu’tazilah,jahmiyah dan shufi gaya baru.

    1. Jarjit@

      So pasti Nte salah faham dg maksud sabda Nabi Saw yg disampaikan oleh Abah Zahra. Hadits itu ditujukan bukan hanya kepada Sahabat tetapi kepada seluruh Ummat Nabi Muhammad Saw. Kalau hadits hanya ditujukan kepada para Sahabtnya, bisa otomatis batal semua dalil-dalil. Tapi tidak demikian sebab pemahaman Nte saja yg keliru total.

      Intinya, Nabi Saw pernah mengungkap keyakinannya, bahwa ummatnya tidak perlu dikuatirkan akan menjadi musyrik. Beliau bersabda: “Aku tidak takut kalian akan menjadi musrik. Tapi yang aku takutkan kalian akan berlomba-lomba dalam memperebutkan dunia (harta).” (Hadits Riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad).

      Apabila Nabi Saw tidak kuatir akan kemusyrikan ummatnya, tidak demikian dengan orang-orang wahabi. Wahabiyyun sangat berlebihan dalam ‘mengontrol’ ummat Islam agar tidak terjerumus ke dalam kesyirikan. Dilihat sepintas ini memang kelihatan baik. Namun ingat, sikap over akting ini telah menimbulkan fitnah yg luar biasa di tengah ummat Islam. Orang-orang Sholih dianggap musyrik oleh Wahabi.

      Makanya tidak salah jika dikatakan WAHABI ADALAH FITNAH ISLAM. Wallohu a’lam!

        1. Betul mas Dianth

          Seneng nuduh syirik tetapi bisa2 malah syirik sendiri ga merasa, tahu2 masuk neraka jahanam

    2. jarjit said :
      “ya iyalah Rosulullah tdk merisaukan kesyirikan menimpa para sahabat,wong tauhidnya dah lurus dan kokoh,apa nt bisa menjamin orang2 pd jaman ini tauhidn nya seperti sahabat?”
      =====
      kenapa ente protesnya ke saya?? protes aja ke Nabi SAAW… saya mah cuma nurut sama Nabi SAAW… Nabi ga risau mayoritas ummatnya jatuh syirik, ya saya mah ikut aja….
      Nabi SAAW risau yang tukang mensyirikkan malah rebutan harta dan dunia, saya mah ikut Nabi SAAW aja ah… emang kenyataannya bener kan?

      ya kalo sanad ilmunya nyambung ke sahabat dan salafushalih… ya pasti di jamin 100 % seperti tauhidnya sahabat…
      kalo menafsirkan sendiri dari buku sanad ilmunya ga nyambung, terus malah berbeda jauh dengan salafushalih… ya saya mah ga jamin ah….

      mau tanya… tauhid tiga sanadnya nyambung ke mana ya? melarang syariat tawasul dengan Nabi SAAW sanadnya nyambung ke mana ya?

    3. Kaum SAWAH punya prinsip: Lau Kana Khairan lafa’aluuh (Seandainya sesuatu itu bagus, tentu kanjeng Nabi dan para sahabat telah beramai-ramai mengerjakannya). Lalu kenapa prinsip ini tak digunakan untuk menyoal model Tauhid Trinitas yang tak pernah dilakukan oleh Rasulullah, Sahabat dan Salafus Shalih?

  5. So pasti, xi xi xi…. ana ikutan pakai kata; SO PASTI.

    Pokoknya So Pasti keren banget Kang Ahmad Syahid…. terus maju berjuang membela ASWAJA dar rong-rongan kaum Wahabi yg dholal tapi merasa benar.

    Syukron Kang Syahid, Mas Dianth, Baihaqi dll. Juga buat UMMATI syukron katsir… So Pasti seru banget, xi xi xi….

  6. Saya amat mengkhawatirkan kalau mereka (kaum wahabi) termasuk dalam khitob firman Allah Subhanahu Wataala:

    ????? ????????? ???????? ?????????????? ???????????????? ????? ???? ????????? ???????? ??????? ????????? ???????? ??????? ??????????

    Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

    Qurán surat Al Buruj :10

    1. Saya rasa mereka bukan termasuk dalam ayat ini. Tetapi kalau terus menerus membuat perpecahan diantara kaum muslimin dan terus-menerus membuat fitnah dan tuduhan terhadap jamaah kaum muslimin, mengubah isi dan penjelasan kitab-kitab ulama, apalagi menjadi teroris dan mengkafirkan jamaah umat islam, apa tidak takut dengan peringatan Allah diatas?

  7. Wahabinya takut ga brani nongol. Dah habis dalilnya melawan kebenaran ASWAJA.

    Baravo ASWAJA!!!

    Wahabi sudah selayaknya segera dimusiumkan saja. Sudah tidak layak beredar di tengah masyarakat, qix qix qix qix ….

  8. link di salafy tobat ini sangat bagus buat kita agar terhindar dari pemahaman tajsim dan mengetahui bagaimana akidah Az zahabi yang sering diambil sebagai rujukan Kelompok wahabi.

    Salam buat All Aswaja

  9. Saya sempat beberapa kali kunjungi blog PERISAI ISLAM dan sempat terkecoh, saya kira blog punya Ahlussunnah Wal Jamaah beneran, kok gak tahunya Wahabi punya. Beginilah nasib orang awam gampang ketipu? Ketika itu saya suka judul2nya di blog itu, tidak mengesankah Wahabi. Tapi akhirnya saya ketemu soal tawassul, dia berbeda dg yg pernah saya dengar. Saya mulai sedikit curiga sampai ketemu postingan di atas. Saya baru sadar 100 persen kalau blog itu emang Wahabi punya. Syukron.

    1. Alhamdulillah, kita memang harus berhati-hati dengan blog wahabi. Walaupun tidak semua isinya berbeda dengan aswaja, tetapi dalam beberapa hal mereka berbeda dengan kita.

  10. Mas Ahmad Syahid,

    dalam bantahan antum yg pertama itu antum menyebut kata “hasyawiyun”, apa maksud dari perkataan tsb? Maa, ana tanya serius karena tidak tahu, mohon penjelasan. Matur nuwun.

    1. hasyawiyun , sekelompok orang yang hidup pada abad ke 4 hijriyah mereka menisbatkan diri (bermadzhab) kepada Imam Ahmad , mereka terkenal dengan ajaran penyerupaan Allah dengan makhluknya , mujassimun musyabihun.

      1. Mas Ahmad Syahid,

        Terimakasih banyak atas jawabannya, ini sangat membantu saya dalam memahami tulisan antum di poatingan di atas.

        Setelah membaca seluruh artikel di atas, saya semakin yuakin memang Wahabi itu benar2 beda dg pandangan Ummat Muslimin Mayoritas. mengenai persoalan tauhid. Mereka sudah merasa benar tetapi ternyata keliru dan tampaknya mereka tidak menyadari kekeliruannya. sungguh menyedihkan keadaan mereka, semoga ASllah limpahkan hidayah kepada mereka sehingga ikhlas bertaubat, amin…..

  11. @Admin
    Mohon Copas berita Republika.co.id, tentang Wahabi Australia yg mencambuk Mualaf Australia yang mabuk :

    MUALAF AUSTRALIA YANG DICAMBUK SESAMA MUSLIM
    TETAP YAKIN ISLAM ASAMA INDAH

    Kamis, 21 Juli 2011 17:49 WIB

    REPUBLIKA.CO.ID, SIDNEY – Seorang warga Australia yang baru-baru ini memeluk Islam mengalami ‘hukuman cambuk’ dari empat kawan Muslim yang membobol masuk rumah dini hari sebelum Fajar. Alasanya Martinez dianggap layak dihukum karena menenggak alkohol.

    Terlepas itu, Chris Martinez mengatakan komunitas Muslim Australia selalu mendukungnya. Ia juga mengaku mengalami masalah dalam mengatasi kebiasaannya dengan minuman keras dan ia sempat mabuk di hari sebelum ia dicambuk.

    “Saya memang punya masalah dengan minum yang ingin saya atasi,” aku Martinez. “Saat itu saya minum bersama teman hingga pagi. Saya tidak pasti bagaimana, yang jelas seseorang pasti telah melihat saya minum.” tuturnya.

    Martinez, 31 tahun, berkata ia lalu tidur pagi hari usai Subuh dan terbangun untuk menyaksikan temanya bersama tiga lelaki lain mengingatkan bahwa ‘saya akan mendapat 40 cambukan sebagai hukuman karena minum alkohol”.

    “Pertama saya pikir ia bergurau. Tapi begitu mereka menarik tubuh saya untuk tengkurap, saya tahu mereka serius. Mereka mulai mencambuk saya. Saya menangis, berteriak berulang kali karena sakit. Ia dicambuk 40 kali menggunakan kabel selama sekitar 30 menit.

    Martinez mengklaim bahwa mereka yang melakukan serangan terhadap dirinya berasal dari sekte Wahabi yang menyebar dan berakar di Arab Saudi. Komunitas Muslim di Sidney pun mengutuk serangan sepihak tersebut.

    Ahmed Kilami dari MuslimVillage.com berkata, “Saya harap orang-orang ini ditangkap dan menghadapi ganjaran setimpal dengan perbuatannya.”

    Martinez sendiri telah pindah dari rumahnya. Namun ia tetap berharap pengalamannya tidak membelokkan pandangan publik terhadap agama barunya.

    “Islam adalah agama yang indah, ia adalah panduan luar biasa bagi kehidupan, cara nyata untuk menjalani hidup,” ujarnya. “Maksud saya, saya tidaklah sempurna,” ujar Martinez. “Tapi saya tegaskan Islam telah membantu saya melalui semua hal, semua masa lalu saya, dan kini saya meyakini saya menjadi orang baik karena Islam.” ujar Martinez yang beralih menjadi Muslim tiga tahun lalu.

    “Kejadian yang saya alami itu adalah hasil perbuatan individu, bukan agama.”

    Martinez mengatakan istrinya pun turut kesal dengan serangan itu, yang kini tengah diselidiki oleh Kepolisian New South Wales, Australia. Untungnya, istri dan anaknya tidak ada ditempat saat dicambuk. Tetangga yang mendengar ia menjerit kesakitan dan menangis itulay yang menelpon polisi.

    Usai penyerangan itu, Martinez menuturkan telah beberapa kali menolak uang dari ‘media besar’ untuk menuturkan kisahnya. “Saya merasa menjadi korban dua kali dari gangguan dan ancaman pemerasan,” ujarnya.

    Dua penyiksa Martinez, Wassim Fayad, 43 tahun, dan Tolga Cifci, 20 tahu, kini ditahan dengan jaminan pembebasan atas tuduhan melanggar dan memasuki properti secara ilegal dengan niat menyerang dan melukai orang lain.

    Polisi, kepada pengadilan Sydney berkata Fayad telah berencana menyerang Martinez sebagai hukuman yang ia anggap sejalan dengan keyakinan agamanya. Hukuman itu, kata Polisi, dilakukan Fayad juga atas sikap Martinez yang terus berkumpul dengan komunitas lamanya, yang dianggap si pecambuk ‘jahiliyah’.

    Fayad juga mencuri semua bir dan hard drive yang berisi rekaman CCTV dari rumah Martinez saat membobol masuk, demikian ungkap polisi. Mereka akan disidang ke pengadilan pada 14 September

    Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
    Sumber: Spero News

  12. Zahra@hadist tersebut shahih,namun bukan berarti Rosulullah meremehkan ttg kesyirikkan,berbeda dng pemahaman nt dan habib munzir dlm bukunya ‘meniti kesempurnaan iman’ yg meremehkan ttg kesyirikan. mungkin kalau dakwahnya kaum murjiah tdk mengenal adanya pembatal keislaman,akhirnya kesyirikan,perdukunan dan pemahaman2 yg bisa mengeluarkan dari islam semakin mesajalela dijaman ini,tetap dibiarkan.

    1. @ Jarjit
      Kalian para pengikut wahabi, tiap sebentar nuduh orang, syirik, bid,ah, kafir dll tuduhan ngawur yg gak berdasar dan merasa paling bertauhid, padalah tauhid kalian tauhid trinitas yang menyerupkan Allah dengan makhluk ciptaanNYA.
      kalian para wahabiyun sangat benci dengan pengkultusan sampai melarang Maulid Nabi (Maulid Nabi bukan pengkultusan tapi penghormatan) tapi panutan ente Dinasti Saud ada pengkultusan Utsaimin itu berarti Usaimin lebih mulia dari Nabi Muhammad SAW.
      untuk jelasnya silahkan klik ling dibawah ini :

    2. @jarjit
      coba antum sedikit bijak memahami maksud abah zahra. mementingkan dunia itu tidak hanya akan melegalkan kesyirikan dalalm mendapatkannya, tapi bisa juga memecah persaudaraan. amalan orang lain yang tidak sefaham diri sendiri jangan menjadikan kita gampang menuduh syirik, bid’ah terhadap orang lain. ingat kebenaran hanya Allah yang tahu. coba antum telaah hadis Rasul ketika beliau menegur sahabat yang menganggap sahabat lain munafik. atau antum fahami kisah sahabat yang membunuh musuh yang sudah terpojok kemudian mengucapkan kalimat syahadat, betapa marahnya Rasulullah. artinya janganlah terlalu mudah memfonis orang lain sesat, lebih-lebih sebagai pelaku syirik. Wallahu a’lam

  13. @jarjit
    Nabi SAAW ga risau tentang kesyirikan, karena beliau memang telah mengajarkan akidah dan tauhid yang benar… begitu juga para sahabat, ga risau juga,.. terus generasi berikut, gada yang risau tentang kesyirikan… ternyata eh ternyata… kerisauan tentang kesyrikan merupakan hal baru ( bid’ah ) seiring munculnya tauhid tiga dengan pemahaman yang berbeda dengan tauhid yang dibawa Nabi SAAW juga yang dipahami salafushalih…..
    Jadi yang salah tuh tauhid tiga dan pemahamannya… yang dianut oleh minoritas wahabi bukan pemahaman akidah dan tauhid yang diamalkan mayoritas muslimin…
    Ente pasti ga ngerasa kan…..???

  14. Kita memang harus menjaga diri kita dari kesyirikan. Hadist nabi ““Aku tidak takut kalian akan menjadi musrik” bukan berarti meremehkan kesyirikan, tetapi secara umum nabi telah memberikan gambaran bahwa mayoritas umat islam ini selamat dari kemusyrikan. Kebalikannya dengan pengikut wahabi, yang mengatakan banyak kaum muslimin telah banyak berbuat syirik. Begitu mudahnya kata syirik itu keluar…….

    Misalnya Apakah bila ada yang bilang dia percaya di Laut selatan ada Nyi Roro kidul, maka orang yang yang sakit pemahamannya akan gampang menuduh orang itu syirik…. padahal bisa jadi dia hanya berkeyakinan bahwa Nyi Roro Kidul itu adalah Jin dan mahluk Allah juga. Atau memvonis syirik ibu-ibu hamil atau mengendong bayi dengan membawa gunting dan paku sebagai pelaku syirik…. padahal ibu itu hanya berkeyakinan bahwa paku dan gunting itu dibawa agar mahluk halus / jin takut untuk menganggu, karena ibu itu percaya bahwa mahluk terebut takut dengan gunting atau paku. Hal-hal tersebut bisa jadi tahayul atau mengada-ngada…. tetapi juga tidak bisa langsung dihubungkan dengan syirik, karena tidak ada itikad menyekutukan tuhan.

    Bagaimana pendapat anda … pengikut wahabi?

  15. Ma’af ya Abah Zahra, td nya sy pengen jd pengamat aja dr komentar2 dr ASWAJA. Tentunya untuk menambah wawasan tentang pemahaman tauhid yg sebenarnya. Cm sy gak tahan krn ada yg lucu…:-) atas kerisauan Wahabi tentang syirik. Rasulullah SAW aj gak risau, apalagi sahabat jg gak risaw tentang kesyirikan…kok Wahabi risau banget??? malah pake pemurnian tauhid plus 3 in one lg, kok kyk shampo aja ya… yg parahnya para Wahabi ga ngerasa kan??? kalau di SD dulu sy pernah belajar bahasa tentang pepatah, malah ada lagunya lg “Semut di seberang lautan keliatan malah kok GAJAH di pelupuk mata kagak liat?? padahal gajah itu gede lo…gede banget…kebangetan malah….

  16. Menurut wahabi :
    Bidah adalah perkara baru yang dibuat-buat dan malah menyusahkan.
    mashlahat mursalah adalah perkara baru yang dibuat-buat dan untuk memudahkan.

    Karena itu pembagian tauhid 3 adalah mashlahat mursalah, sama halnya dengan perkara ilmu nahwu, tajwid, fiqh, dll.

    Jawab saya :

    Berbeda dengan ilmu nahwu/tajwid yang justru memudahkan orang awam untuk membaca Alquran dengan baik dan benar, tauhid 3 justru menyusahkan.

    Bukti paling mudah untuk hal ini adalah sulitnya temen2 aswaja menerima konsep ini, saking rumitnya. Bukti lainnya, pada jaman Rasulullah, orang masuk islam cukup dengan hanya mengucapkan syahadat. Simple, cepat dan memudahkan. Tidak pake ditanya-tanya tuh, apakah orang yang masuk islam tersebut mengenai konsep tauhid 3. Apa jika orang tersebut tidak mengerti tauhid 3 lantas islam nya tidak sah???

    Wahabi/salafy membuat2 konsep ini dengan tujuan membela nenek moyang mereka yang kafir, utamanya nenek moyang Muawiyah bin Abu Sufyan, idola orang wahhabi. Dengan konsep ini, wahabi ingin mengatakan Nenek moyang Muawiyah bin Abi Sufyan, sesungguhnya adalah orang yang bertauhid rububiyah.

    Wahabi memang berusaha mencari-cari cara untuk membela nenek moyang Muawiyah, Muawiyah sendiri yang dengan ganas membunuh Imam Hasam, dan Yazid anak Muawiyah yang dengan sadis membunuh Imam Husain. Dengan segala cara, wahabi berusaha menciptkan konsep untuk membela keluarga Muawiyah.

    Wahabi memang seperti…. (ADMIN: “disensor…. maaf ya mas???”)

    1. Ya Mas Gondrong memang sangat bagus. Itu ditulis oleh Mas Ahmad Syahid yg selalu aktif berpartisipasi dalam menyoroti Bid’ah-bid’ah Wahabi. Ada juga Mas Dianth, Mas Joyo, Mas Baihaqi, dll. Maa tidak disebut satu persatu, terimakasih untuk semuanya tanpa kecuali.

      Mas Gondrong, ikut aktif lagi dong Mas.

    2. Mas Gondrong, saya kangen lho, gemana kabarnya? Aktif lagi ya Mas… partisipasi antum akan memperkuat barisan ASWAJA di Ummati-Ummati ini. Terima kasih.

      1. Assalamua alaikum,ya mas syahid,mas baihaqi dan ustadz ummati2…
        Syukur Alhamdulillah,ana baik2 saja,..
        Insya Allah ana aktif lagi,..
        hanya ana malu,krn keilmuan,dan pemahaman ana sangat kurang dlm agama..,apalagi dlm pelaksanaan nya…teramat sangat jauh…
        wassalamualaikum…

  17. Namaku Sumi
    Kisah pahit getir TKW diperkosa ulama Wahabi Saudi

    Perkenalkan namaku Sumiarti. Sumi panggilanku. lebih singkat kata orang tuaku. Aku lahir disebuah desa di Indramayu. Wajahku terhitung cantik walaupun tidak terlalu cantik. Cukup banyak pemuda yang suka kepadaku. Tetapi karena kondisi perekonomian keluargaku termasuk miskin, aku sering mengacuhkan para pemuda tersebut. Kadangkala aku menerima tawaran bekerja sebagai penerima tamu di Jakarta. Walaupun gaji yang ditawarkan menarik, tapi aku selalu menolak. Semata-mata aku takut di jadikan pelacur. Apalagi keluargaku termasuk taat dalam menjalankan agama. Akhirnya dengan pertimbangan matang, aku menerima pekerjaan sebagai TKW di Arab Saudi. Salah satu alasan yang membuat aku bersedia menjadi TKW di Arab Saudi adalah

    Pertama, Arab Saudi adalah negara yang aman. Apalagi ada beberapa pemuda tetanggaku yang terlihat alim, sering sekali menyebut ulama2 saudi. Walaupun aku tidak mengenal ulama tersebut, tapi aku yakin, negeri 1001 ulama ini pastilah aman.

    Kedua, Arab Saudi adalah negeri islam yang kaya. Aku ditawai gaji yang lumayan besar, 1000 real. Padahal rata-rata TKW disana cuma ditawari gaji 800 real.

    Semakin mantaplah aku menerima pekerjaan di Arab Saudi. Di arab saudi, aku diterima bekerja disebuah keluarga muda dengan satu orang putra di kota Jeddah. Di jeddah, rumahnya rata-rata bertingkay dua dan besar-besar. Kesan pertama yang aku dapati tentang majikan baruku ini adalah keluarga yang kaya, harmonis dan taat beragama. Apalagi ketika aku memasuki rumah mereka pertama kali, aku melihat wajah yang sepertinya ulama. Dan memang benar, ternyata mertua majikan pria adalah seorang ulama di Mekkah. Namanya Syeikh SF. Sengaja aku menyembunyikan namanya agar aku tidak dituduh menfitnah orang. Belakangan hari ketika aku tiba kembali di Indonesia, aku baru tahu kalau Syeikh SF juga ulama yang sering dirujuk dan dijadikan panutan oleh saudara-saudara wahhabi disini. Oh ya, aku juga baru tahu istilah wahhabi juga ketika aku sudah tinggal di Jeddah. Singkat kata, mertua majikan pria ku adalah ulama besar wahhabi di Mekkah.

    Tapi anehnya, setiap aku memandang foto Syeikh SF yang kebetulan juga ulama besar wahhabi di Mekkah, aku merasa ngeri. Wajahnya tidak bisa dibilang cakap bahkan cenderung jelek dan menyeramkan. Air mukanya tidak terlihat seperti ulama, bahkan lebih tepat jika dikatakan air muka yang memancarkan aura seperti pemerkosa dan hidung2 belang di kampungku. Malah, aku merasa lebih damai jika melihat muka Ustadz Zainuddin Mz atau ustadz Udje yang sering muncul di televisi.

    Tapi perasaan aneh itu aku tepis dalam-dalam. Toh aku datang ke Jeddah berniat bekerja dan bukannya mengamati-ngamati wajah orang. Selama dua bulan lebih aku bekerja dengan tenang dan bahagia. Majikannku juga baik, hanya saja majikan perempuanku (putri ulama besar wahhabi) cederung jahat dan judes. Aku berusaha mengerti mungkin karakter dia memang begitu.

    Memasuki bulan ketiga, tiba-tiba Syeikh SF datang berkunjung. Aku sangat terkejut ketika pertama kali melihat beliau. Wajahnya jauh lebih buruk dan menyeramkan daripada di foto. Jidat2nya memang banyak tanda bekas sujud, tapi sama sekali tidak ada aura kecemerlangan dan kedamaian dari raut wajahnya. Pertama kali melihatku, Syeikh SF hanya melirik sekilas, tetapi jika kebetulan majikannku tidak melihat, Syeikh SF melihatku seperti menelanku bulat-bulat. Dan salah satu yang membuatku agak jijik adalah, badanya bau. Syeikh SF memang sering menggunakan wangi-wangian, sunnah Nabi kata orang. Tetapi wangi-wangian tersebut seperti tidak mampu menutupi bau badannya yang busuk. Cukup mengherankan sih, bagaimana pengikutnya kuat ya berhadapan dengan Syeikh SF.

    Akhirnya malam jahanam itu pun tiba …

    Ternyata Syeikh SF berniat tinggal di rumah majikan ku selama sebulan. Dan kebetulan, majikaku cuma seminggu menemani kami, karena ada urusan bisnis minyak yang mendesak di salah satu kilang miliknya di Kuwait, keluarga majikanku pergi keluarga negeri selama dua minggu. Praktis, selama dua minggu aku harus tinggal berdua dengan Syeikh SF. Ketakutanku menjadi kenyataan. Suatu malam, tiba-tiba dengan buas Syeikh SF memelukku. Syeikh SF yang biasanya berpura-pura bersikap lembut kepadaku, saat itu berubah menjadi setan. Memang sih, sehari-hari auranya juga mirip setan, tapi kali ini sudah menjadi setan beneran. Syeikh SF menciumiku habis-habisan. Bibirku dilumat, tanganku disekap, dadaku didekap. Aku tidak berdaya. Apalagi saat bibirnya mencium bibirku, mulutnya bau. Ingin muntah rasanya. Tetapi setiap kali ingin muntah, Syeikh SF seperti mengerti. Bibirnya langsung melumat bibirku.

    Dan yang membuatku makin mual, ketika aku muntah, tanpa rasa jijik Syeikh SF menyedot habis muntahanku dari mulutku. Biadab! ! ! Aku pingsan berkali-kali. Entah berapa kali Syeikh SF menyetubuhiku. Dia memperkosaku. Semua lubang tubuhku yang memungkinkan dimasuki, dimasuki oleh Syeikh SF. Setelah puas menggauliku, dengan santai Syeikh SF cuma berkata : “Kamu jangan menangis. Kamu adalah budakku, dan aku berhak menggaulimu. Dan saat aku menggaulimu, kamupun menjadi istriku”.

    “Ouuuuchhhhhhh, biadab. Iblis. Setan. “, teriakku dalam hati. Ingin rasanya memaki, tetapi aku tidak berdaya. Selama dua minggu aku harus menjadi pemuas nafsunya. Kadang-kadang Syeikh SF menggunakan kekerasan dalam menjalankan perilaku biadabnya. Karena tidak tahan, aku berusaha melarikan diri. Aku berlari terus. Tapi apa dayaku. Aku di negeri orang. Aku buta sama sekali tentang daerah ini. Mudah saja aku ditangkap polisi Jeddah. Ketika aku menceritakan kisah yang sebenarnya, aku malah dipukuli habis2an sama polisi Jeddah. Aku malah dipaksa menandatangani sebuat surat bahwa aku diperkosa oleh seorang preman Jeddah yang tidak diketahui kemana larinya. Kata penerjamah yang mendampingi selama proses penyeledikin, aku disarankan untuk mau menandatangi saja. Daripada dituduh berzinah yang bisa dihukum rajam, lebih ringan jika cuma dianggap diperkosa. Sang penerjamah juga memberitahuku bahwa tuduhan itu atas saran Syeikh SF sendiri. Masih menurut sang penerjemah, perbuatan Syeikh SF terhitung lumayan, karena Syeikh SF tidak meminta pasal perzinahan atas diriku.

    Aku hanya terdiam tidak mampu berkata-kata. Ternyata Syeikh SF adalah ulama yang sangat berpengaruh sekali di Arab Saudi. Tidak heran jika para polisi disana sangat tunduk kepadanya. Akhirnya, aku pasrah atas perilaku zalim ini. Toh itu lebih baik daripada di rajam. Sebulan kemudian, aku dibebaskan dan diantarkan ke KBRI untuk pulang ke Indonesia. Tanpa gaji, tanpa ganti rugi atas perbuatan biadab ini.

    Sebenarnya Aku masih terhitung beruntung. Karena ternyata ribuan TKW di arab saudi banyak yang mengalami nasib yang lebih buruk dari aku. Menurut data buruh migrant yang aku ketahui, setiap hari terjadi 49 kasus pemerkosaan terhadap para TKW di arab Saudi. Itu artinya, setiap jam terjadi 2 kasus pemerkosaan !

    Luar biasa. Negeri yang katanya tinggal 1001 ulama wahhabi, ternyata tidak mampu memberikan rasa aman kepada TKW. dan yang lebih membuat hal biadab tersebut tidak mendapat perhatian para Ulama. Para ulama wahhabi lebih sibut mengurusi jenggotnya yang morat-marit sambil mengkafirkan disana sini …

    Ironis …

    1. @ wahabisme
      kalau cerita diatas adalah kejadian yg sebenarnya bahwa Syeik SF memperkosa TKW kita dan menganggapnya sebagai budak pemuas nafsu belaka, alangkah bejatnya ulama itu dan gak beda dengan Iblis berbaju ulama alias musang berbulu domba.
      itulah ulama yang sebejat-bejatnya.

  18. Masya allah, kisah yg sangat menyayat hati, luar bisa jahatnya syekh Wahabi tsb. Sungguih sangat ironis sekali hal biadab seperti ini bisa terjadi di Arab Saudi yg di sana ada dua kota suci ummaty muslim sedunia. Dulu Nabi Muhammad sukses membersihkan kejahiliahan di sana, setelah Wahabi bercokol dan mengangkangi dua kota suci ini kenapa kejahiliahan itu kumat kembali. Ya, Allah segera turunkan pertolongan-MU untuk membebaskan dua kota suci Makkah dan Madinah dari cengkraman Wahabi yg biadab. Amin….

  19. Abahna Jibril lagi stress melihat postingan ini, kasihan ya, kejahilannya ditelanjangi bulat-bulat di sini. Semoga tidak ada lagi yg terkecoh kejahilan Wahabi yg dibungkus oleh “SEOLAH-OLAH/SEAKAN-AKAN ILMIYYAH”.

    1. Wah, mantab Mas Jundu Muhammad,
      maju terus pantang mundur. Semoga ke depan diberi kemampuan oleh Allah Swt, sanggup membangun Radio ASWAJA, RADIO JUNDU MUHAMMAD FM secara Real live streeming, amin….

  20. sungguh menyedihkan, golongan wahabi berdasarkan tauhid tiga ini telah mengatakan bahwa orang yang bertawasul dengan orang saleh yang telah wafat sebagai musyrik dan menjadikan perantara dalam beribadah kepada Allah lalu menyebutnya sebagai pembatal keislaman tanpa dalil dan hujjah yang yang benar tetapi membuat dalil dan hujjah berdasarkan pemahaman dan qiyas terhadap penyembahan berhala kaum musyrikin.

    Tobatlah wahai pengikut wahabi, karena Nabi telah berpesan :

    Hadits riwayat At-Thabrani dalam Al-Kabir ada sebuah hadits dari Abdullah bin Umar dengan isnad yang baik bahwa Rasulallah saw.pernah memerintah kan:

    ???????? ???? ????? (??? ??????? ?????? ?????) ??? ?????????????? ???????? ????? ????????? ????? ?????????????? ???? ??????????? ????????.

    “Tahanlah diri kalian (jangan menyerang) orang ahli ‘Laa ilaaha illallah’ (yakni orang Muslim). Janganlah kalian mengkafirkan mereka karena suatu dosa”. Dalam riwayat lain dikatakan:“Janganlah kalian mengeluarkan mereka dari Islam karena suatu amal ( perbuatan)”.

  21. Bahkan mereka mengatakan orang yang membantah ajaran mereka yang mensyirikkan amalan kaum muslimin yang bertawasul dan bertabaruk sebagai ‘musuh-musuh dakwah tauhid’. Sungguh perkataan yang jelek….. karena mengatakan kaum muslimin sebagai musuh -musuh dakwah tauhid itu sama saja dengan mengatakan secara tidak langsung sebagai musuh Allah dan RasulNya….. Bukankah dakwah tauhid itu adalah dakwah RasulNya dan perintah dariNya?

    Karena Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam mengatakan,

    ???? ????? ??????? ??????????? ???? ????? ??????? ???????. ???????? ???????? ?????? ????? ????????

    “Barangsiapa yang memanggil seseorang dengan sebutan “wahai orang kafir” atau mengatakan “wahai musuh Allah” sedangkan orang tersebut tidaklah demikian melainkan sebutan itu akan kembali pada dirinya sendiri”.

    Mudah-mudahan kita tidak mengatakan orang lain sebagai kafir atau musuh Allah.

    Mohon All Aswaja untuk tidak mengikuti jejak mereka

    Salam buat semuanya.

  22. Subhanallaah, artikel yang bagus, sukron Ummati,
    Astagfirullahal’azim, Kisah TKW sangat menyakitkan, sangat biadab,,,!

    1. Jarjit@

      Jarjit, itu bukan cerita jorok, tapi kisah nyata tentang kelakuan bejat Syekh Wahabi di Arab Saudi. Kok aneh, Nte gak paham-paham juga?

    2. @ jarjit
      pembelaan apa lagi yang ente mau berikan, atas kisah nyata kebejatan syaikh (ulama) wahbimu bin iblis di arab saudi sana, mungkin ente mau bilang fitnah dan mana dalilnya….. he he he 3x
      lucu ni ye. orang memperkosa kok minta dalil.

    3. @Jarjit
      banyak kisah seperti itu, apakah antum tutup telinga atau tutup mata?
      kalo antum tidak percaya silakan antum bersumpah dengan nama tuhan antum “BAHWA SAYA JARJIT MENGHALALKAN MUSLIMAH INDONESAI DIPERKOSA OLEH ORANG ARAB”

      gimana antum beranikah?

    4. @Jarjit (edit sedikit, maklum sedkit emosional nih)
      banyak kisah seperti itu, apakah antum tutup telinga atau tutup mata?
      kalo antum tidak percaya silakan antum bersumpah dengan nama tuhan antum “BAHWA SAYA JARJIT MENGHALALKAN MUSLIMAH INDONESAI HALAL DIPERKOSA OLEH ORANG ARAB”

      gimana antum beranikah?

      admin komen atas #60 mohon dihapus

  23. “Tentang Admin Perisai Islam
    Saya adalah seorang anak manusia yang prihatin dengan berbagai tuduhan, fitnah terhadap da’wah salafiyyah ini, sebelum saya mengenal da’wah ini, saya adalah seorang yang dilahirkan bukan dari keluarga muslim, sejak kecil saya telah mempelajari keyakinan beberapa agama, dan dalam perjalanan pencarian agama saya, saya mendapati Islam, dan saya masuk Islam kedalam aliran Tasawuf, yang mana saya dapati “kok banyak sekali keyakinan yang sama” dengan agama saya terdahulu, dalam dunia tasawuf Indonesia yang “ribet” saya memasuki dunia klenik dan perdukunan, bergaul dengan Jin, setelah mendapatkan Ijazah dari seorang Syekh dan mursyid, saya mendirikan sebuah Padepokan bernama “SAKI ILANDA” bersama beberapa orang kawan seperguruan, dan saya juga mengajarkan Ilmu Tenaga Dalam, baik yang konon “katanya MURNI TANPA KHODAM” sampai yang menggunakan bantuan KHODAM; Alhamdulillah Allah telah membimbing saya menuju cahaya-Nya yang terang yaitu da’wah salafiyyah yang haq ini, semoga Allah meneguhkan hati saya didalam kebenaran ini. Semoga bisa menjadi Ibrah untuk anda para pembaca… ”

    Kalau saya perhatikan dari keterangan Abahna Jibril, saya merasa beliau adalah orang yang tidak bisa membedakan ilmu tasawuf dengan ilmu paranormal dan tenaga dalam.

    Saya bersumpah…. sampai detik ini guru mursyid saya tidak pernah mengajarkan dunia klenik dan perdukunan, bergaul dengan Jin, bahkan juga mengajarkan Ilmu Tenaga Dalam. Dan saya juga tidak pernah mendengar seorang guru mursyid mengajarkan dunia klenik dan perdukunan, bergaul dengan Jin.

    Kalaulah seandainya ada guru mursyid yang mengajarkan ilmu bela diri, maka itu tidak ada hubungannya secara langsung dengan tasawuf dan tarekat.

    Saya jadi bertanya-tanya sebenarnya ilmu apa yang dipelajari oleh abahna jibril??? Kok ada seorang guru mursyid memberikan ijazah membuat padepokan tenaga dalam. (Kalau dalam rangka dakwah dan sarana memperkuat usaha dakwah ya tidak apa-apa sih… tapi nggak ada hubungannya dengan ilmu tasawuf tuh) apalagi dihubung-hubungkannya dengan khodam, klenik, jin segala macam.

    Teganya dia menuduh tasawuf itu seperti ajaran klenik padahal diakui dia sendiri dia masuk islam pertama kali kedalam aliran tasawuf.

    Saya tidak tahu apakah itu hanya karangan abah saja atau memang pengalaman pribadinya yang salah belajar, disangkanya ilmu tasawuf. padahal bukan.

    Saya pernah juga berdiskusi dengannya di sebuah artikelnya tentang pengalamannya di dunia tasawuf (anehnya disitu tidak disebut-sebut diajarkan ilmu tenaga dalam sampai buat padepokan pula ), yang tampaknya si abah telah salah memahami alias salah paham terhadap perkataan gurunya. atau bisa jadi Abah telah salah mendengar perkataan gurunya. Atau bisa jadi memang gurunya bukan seorang mursyid tarekat…. Abah seperti kebanyakan para salafi wahabi tidak bisa memahami ungkapan sufi yang mengandung isyarat. Sebenarnya bila kita berbaik sangka kepada guru dan sufi, maka akan mudah sekali kita memahami perkataan sufi. Kita kembalikan saja kepada Nash, maka kita akan temukan pengertiannya.

    Yang memprihatinkan, begitu banyak pembelaan para ulama dari jaman salaf hingga saat ini yang menjelaskan apa itu tasawuf yang sebenarnya, tetapi mereka tetap saja mempromosikan bahwa tasawuf itu adalah sebuah keburukan.

    Kalaulah demikian dangkalnya pemahaman seorang Abahna Jibril tentang tasawuf dan tarekat islam, maka sudah dapat kita pahami bersama mengapa Abah telah salah memilih mazhab.

    Abah dan pengikut salafi wahabi, kapan ente sadar …??

  24. Mas Dianth@

    Saya tidak percaya sama ceritanya Abah Jibril, gak masuk akal. Pasti itu imajnatif saja, ceritanya janggal. Banyak Para Salafiyyin ngaku-ngaku seperti itu. Mereka sudah biasa berdusta…..

    Masa Tasawuf seperti itu? Bapak saya seorang Sufi malah anti kesaktian? Sehari-hari pekerjaannya hanya nyangkul di sawah, ibadah dan menjaga wudlu agar terus menerus dalam keadaan suci dari hadats kecil. Nah, itulah sufi yg saya lihat pada Bapak saya. Dan alhamdulillah, sewaktu meninggal mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH…. khusnul khotimah. Begitulah akhir hidup seorang Sufi yg dikatakan sesat oleh Para Wahabiyyun.

    1. Alhamdulillah… semoga kita bisa wafat mengucapkan kalimat tauhid seperti ayah Mas Jabir.

      Begitulah Mas Jabir, Sufi itu orang yang diajarkan untuk selalu mengingat Tuhannya. Jadi kelihatan sekali janggalnya cerita Abahna Jibril.

      Salam Buat Mas Jabir.

    2. Saya rasa itu hanya karang2an abahna jibril saja, biar se-olah2 Tasawuf itu menyimpang dan salafi wahabi itu yang paling benar, biasalah cari pengikut untuk menipu orang awam supaya bertambah jamaahnya yang mengikuti Agama Wahabi.

    1. Mas AI

      Sepertinya memang abahna jibril belum pernah masuk tarekat islam. Tapi kok berani ya dia cerita pengalamannya yang nggak jelas dengan mengatsnamakan tasawuf islam. Apa dia tidak takut akan peringatan Allah?

    1. wah… kalau semua berdusta….. yang belajar ama mereka berarti telah diboongkan dong….. seharusnya pengikut wahabi bisa menggunakan aal dan hati nurani serta melihat segala sesuatunya lebih dalam …jangan hanya melihat sesuatu dari permukaan saja.

    2. ahmadsyahid@

      Mas, berart benar lho mereka itu tukang dusta, diantara mereka sendiri juga saling memberi cap dusta kan? Firanda yg agak senior dibanding abah jiril toh di cap pendusta oleh kolleganya sendiri. Kemudian Firanda balik men cap dusta kolleganya tsb. Nah, sama-sama dusta domg? Apalagi Abu Abahna Jibril yg masih yunior ilmunya. Setuju Mas syahid….

  25. setuju , palsu memalsu juga dah biasa , membajak karya orang lain biasa kok masih ada aja yang mo ngikutin……/ / /

    1. Scorpion kebanyakan makan bangku sekolah, sebab itulah koment cuma kaya gini doangan. Santap semua itu bangku sekolah biar makin mbeler Nte, kwk kwk wkwk….

  26. scorpion kalo kurang aku masih banyak tuh bangku sekolah , dari dulu gak ada yang makanin kalo nt mau abisin aja semua biar saya yang bayar, he he he

  27. kebanyakan yang komen disini hanya menggunakan nafsu,langsung menerima semua pendapat tanpa menelaah lebih dulu.
    banyak pendapat yang hanya bualan dan omong kosong seperti @wahabisme omongannya seperti orang ga berilmu

    1. bagus@

      Emang Wahabiyyun itu kerjaannya curiga melulu, he he he

      Oh, sekalian tanya, antara Wahabi dan Syi’ah itu sama nggak? Parrtanyaan ini bukan untuk Mas Bagus aja, tapi yang lainnya juga boleh jawab. Silahkan….

      1. @ ummati
        saya rasa mendingan syiah dibandingkan wahabi, soalnya setahu saya syi’ah gak seperti salafi wahabi tiap sebentar nuduh orang syirik, bid’ah, kafir dan halal darahnya untuk ditumpahkan serta hartanya untuk dirampas.
        setahu saya pula teroris2 bom bunuh diri itu dari kalangan wahabi bukan syiah.

      2. Sebenere ente itu mau mencari kebenaran apa kebakaran jenggot melihat pesatnya dakwah selain golongan kalian?
        Tahlilan org mati sudah banyak ditinggalkan, karena tidak bermanfat dan boros uang. dah ketimpa musibah masa ya harus ngeluarin uang banyak.. orang miskin lagi.. apa ga kasihan coba?

        1. @ cah ndeso
          siapa bilang acara tahlilan sudah ditinggalkan orang justru sebaliknya makin marak karena tahlilan itu ajang membaca doa dan zikir sekaligus silaturahmi, ente gak tau di desa2 sekarang banyak perkumpulan majelis taklim dan zikir baik ibu2 dan bapak2. gak seperti pengajian wahabi yg kerjanya mensyirikkan,membid’ahkan dan mengkafirkan orang sudah semakin sempit geraknya sejak pengeboman2 yang dilakukan jamaah salafi wahabi sesat terungkap lihat bom meledak di pesantren wahabi, dilombok pelakunya siapa lagi kalo bukan pengikut ajran sesat wahbi.

  28. Abahna Jibril sang pemilik Blog PIS ternyata stress beneran. Blognya sudah tidak terurus lagi. Mungkin dia lagi dimarahin bosnya gara-gara karangannya yg gak bermutu ditelanjangi bulat-bulat oleh Mas Syahid.

    Abahna Jibril bakalan disunat tuh santunan dari Bosnya, ha ha ha…..

    1. Sufi : untuk mempelajari tauhid kita harus melebur dulu ke dalam tauhid?

      Ahlus Sunnah : Kalau mempelajari iblis?

      Sufi : Masa ente ga tau, itu ungkapan.

      Ahlus Sunnah : ooo.. ungkapan? jadi ungkapanya untuk mempelajari iblis ya harus melebur jadi iblis gt?

      Sufi : betul-betul-betul. Begitu pula mempelajari Syetan, ya harus melebur jadi syetan dulu. ingat lho itu ungkapan. Yang penting di hati.

      Ahlus Sunnah : ooo.. jadi ungkapannya itu di jalankan di hati ya. Caranya gmn coba? setiap orang kan beda-beda isi hatinya.

      Sufi : Ya pokoknya turuti apa suara hati kalian.

      Ahlus Sunnah : Kalau suara hati kita itu untuk berbuat kemaksiatan gmn?

      Sufi : Ya harus kita turuti, mungkin di balik kemaksiatan ada kebaikan.

      Ahlus Sunnah : Bener2 orang aneh Si Sufi ini,,

      1. Cah Ndeso Poll@

        Ha ha ha… Wahabi kalau menghayal kok ada-ada aja ya? Hei, ini Wahabi kenapa pakai Nama Ahlussunnah? Sejak kapan kapan Wahabi yg sesat ini tiba-tiba berubah nama jadi Ahlussunnah?

        Setahu saya tidak ada Sufi kaya gitu, itu cuma hayalan orang2 Wahabi yg tidak sesuai fakta, kasihan deh Wahabi, ilmunya cuma berdasar hayalan semata-mata.

      2. Cah ndeso kasihan amat…

        udah kurang cerdas banyak menghayal pula…..

        menurut ente gimana coba memahami tauhid…..? dengan tauhid tiga kah? dengan memusyrikkan kaum muslimin kah ? dengan menganggap orang kafir bertauhid kah?

        oh kasihannya cah ndeso……. kalau ente punya hujjah dan dalil tunjukkanlah jangan hanya menghayal aja.

  29. Pemimpin kalian itu lebih mentingin UUD1945 dan Pancasila dan bhineka tunggal ika dari pada Syari’at Islam. Na’udzubillah..
    Bener2 berwatak seperti IBLIS LAKNATULLAH yang mengoreksi Perintah Allah Azza Wa Jalla.
    Qur’an dan Sunnah di Koreksi terlebih untuk menjadi undang-undang negara.
    Penentang Syariat Islam itu Justru yang akan menghancurkan negara. mengganti dengan hukum buatan manusia.
    Yang mengerti manusia itu Allah. Jadi Resep kehidupan yang ampuh itu dari Allah..
    Coba.. Siapa yang mau mengoreksi resep Dokter.. Orang GOBLOK berarti yang mengoreksi resep dokter.
    Syariat Islam ini resep dari Allah. SUPER GOBLOK POLLL yang mengoreksi Syariat Islam.
    Bener2 lebih rendah dari BINATANG..

    1. Orang yang main tuduh seperti ini sama aja dengan binatang.

      Kata-kata ente, telah menunjukkan ente telah bocor…..

      Apa ente sudah jadi khawarij?

      “Pemimpin kalian itu lebih mentingin UUD1945 dan Pancasila dan bhineka tunggal ika dari pada Syari’at Islam. Na’udzubillah..”

      Apakah ente mau menerapkan syariat islam pada saat sekarang ? ente udah bocor,,,,, menerapkan syariat islam secara kaffah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Para pemimpin dan ulama menerima UUD1945 dan Pancasila adalah sebuah solusi bernegara saat ini dan merupakan proses perjuangan untuk islam dan kepentingan umat islam.

    2. @Cah Ndeso Poll
      hati hati dengan kata nt. klo nt emang faham cb nt tunjukin hukum mn aja yang nt tuduhkan itu biar tmn2 aswaja bs tahu isi otak nt

  30. Wahabi sering menolak dan mengingkari kalau ajaran mereka adalah ajaran tafkir, padahal……….
    ini ada dua contoh bentuk tafkir ajaran wahabi…. hampir semua situs wahabi menulis dan mengutipnya.

    “Sepuluh Pembatal Keislaman :
    …………….
    [2] Mengangkat perantara dalam beribadah kepada Allah yang dijadikan sebagai tujuan permohonan/doa dan tempat meminta syafa’at selain Allah.

    [3] Tidak meyakini kafirnya orang musyrik, meragukan kekafiran mereka, atau bahkan membenarkan keyakinan mereka”
    ——————————————————————————————————————————————-

    Dalam penjelasannya mereka menganggap orang yang bertawasul pada wali yang telah wafat termasuk pada poin 2. Dan parahnya lagi nih….. yang tidak menganggap orang yang bertawasul dengan nabi/wali yang telah wafat itu kafir berarti masuk poin 3 dong.

    Masalahnya banyak Imam kaum muslim yang yang berpendepat hadist-hadist tentang tawasul dengan orang yang telah wafat itu shahih. Dan itu artinya para Imam menyetujui perbuatan itu bukan?

    Ada juga para Imam dan ahli hadist yang menganggap hadist-hadist tentang tawasul itu lemah atau tidak shahih……. tetapi mereka tidak pernah mengatakan atau menunjukkan keyakinannya bahwa orang yang bertawasul dengan dengan orang yang telah wafat masuk ke point 2 alias syirik dan kafir.

    Bahkan para sahabat dan ulama salaf tidak ada yang mengatakan atau menunujukkan keyakinannya bahwa orang yang bertawasul dengan orang yang telah wafat itu masuk point 2 alias syirik atau kafir.

    Yang menganggap bertawasul dengan orang saleh yang telah wafat itu adalah point 2 alias syirik alias kafir itu hanyalah Pengikut ibnu taymiah dan M abdul wahhab.

    Jadi …….. Apakah para salaf masuk point 3?
    apakah para imam yang bertawasul atau menyetujui tawasul seperti ini masuk point 2 dan 3?

    Jadi yang islam tinggal kaum wahabi dong?

    Ah…… kenapa masih ada yang percaya dengan ajaran tafkir seperti ini.

    1. mas dianth , ajaran wahabi tidak hanya mengkafirkan orang-orang yang hidup setelah sekte ini muncul , ajaran wahabi juga mengkafirkan seluruh ummat islam 600 tahun sebelum m. abdil wahhab muncul dengan da`wah takfirnya, bahkan mereka dengan kaidah Tawassulnya secara otomatis juga mengkafirkan para Sahabat Nabi.

      disinilah salah satu kesamaan Syi`ah wahabi , jika syi`ah terang-terangan mengkafirkan beberapa Sahabat Nabi , Wahabi mengKafirkan banyak Sahabat Nabi dengan cara samar dan Halus , ditambah dengan klaim tidak mencela sahabat , lengkaplah sudah penyamaran Wahabi dalam pengkafiran seluruh Ummat Islam.

      semoga dengan eksisnya situs situs seperti UUmmati ini, bisa menjadi penyeimbang atas maraknya situs-situs misionaris Wahabi. amin

      1. Kalau mereka telah berani mengkafirkan secara halus maupun samar seperti ini….. lalu apa yang tersisa dari ucapan mereka sebagai pengikut ajaran salaf? sedangkan ulama salaf mereka sendiri dianggap sesat?

        Yang sering saya perhatikan, mereka sering mensyarah ulang atau membuat pemahaman barus yang dilakukan ulama wahabi muthakirin terhadap pemahaman salaf dan ulama mazhab….. akhirnya mereka bukan mengikuti ulama salaf tetapi mengikuti pemahaman ulama wahabi yang membuat pemahaman baru atas pemahaman ulama salaf.

        ah…. kenapa masih saja ada yang percaya ?

        coba deh cek sendiri, pembahasan masalah agama… semuanya adalah pembahasan ulama mereka… paling-paling mereka kutip sedikit-sedikit dari ulama salaf.

  31. (AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT)

    abu jibril:
    Dari sisi judul saja ini sudah merupakan pengingkaran kepada aqidah yang shohih………..

    —————————————————————————————————————–

    Terkadang saya bingung dengan akidah mereka……..

    Abu jibril mengingkari Allah ada tanpa tempat

    Tapi ustad wahabi lain seperti firanda bilang diatas langit bukan berarti tempat, artinya menyetujui Allah ada tanpa tempat…..

    Jadi sebenarnya akidah kalian wahai wahabi , Allah ada dengan bertempat atau tidak sih?

    1. wahabi itu plin plan mas….lha kebanyakan kan yang direkrut orang2 awam agama dengan jargon aliran yang langsung dari nabi…padahal….cuman aliran sesat…beneran deh orang2 kaya gitu angkuhnya tinggi,,sombong,,kaya surga udah milik sendiri..yang lain ngontrak di neraka….
      saya dulu ikut pengajiannya di kampus,,,nggak betah blasss,,tapi saya dulu masih bingung.
      ajaran langsung dari nabi koq sempit banget,,nggak nyaman,,ajarannya aneh,,trus juga memisahkan diri dari pergaulan…bahkan teman saya yang wahabi (cwe) bilang sm saya dengan lantangnya,,”siapa bilang jihad melawan hawa nafsu itu jihad yang paling besar,, emang kita agama kebatinan”
      ..akhirnya saya keluar,, emang islam agama militer apa harus perang terus di negara damai lagi….hehehe….

  32. kalimat kotor yng kau tuduhkan wahai aswaja (ahli sufi wal jamaah) tdk akn membuat wahabi Gentar dan Takut itu hanya bualan orang orang yan benci islam tegak di bumi indonesia!

    1. bukan masalah tuduhan…. tetapi adalah sebuah kenyataan.

      Saya sudah kutipkan dan buktikan.

      Sekarang tinggal ente buat pembelaan dan bantahan. Kalau ente memang benar kenapa takut? tinggal ente jawab perkataan kami yang ente anggap tuduhan.

  33. wahabi terpecah menjadi beberapa golongan , namun semuanya menginduk kepada satu sumber yang sama yaitu Ibu Taymiyah.

    meskipun begitu antar satu golongan dengan yang lainnya ada beberapa perbedaan dalam Tajsim dan Tasybih , ada yang ghulat (ektrim) dalam Tasybih dan Tajsim ada juga yang tidak ektrim, namun semuanya sama terjerembab dalam Tajsim dan Tasybih hanya kadarnya saja yang berbeda.

    terus terang saya salut sama mas dianth , ketika dialog di blognya biawak (dobdob), nah ustadz biawak ini perlu diluruskan , sebab akan banyak orang awam yang terbawa oleh tulisan2 dob dob sang biawak.

    ketika sang biawak membela Ibnu Taymiyah soal istiwa dengan arti duduk , dia mengatakan ada rumor dst , dia anggap pernyataan Ibnu taimiyah itu Rumor bukan fakta , semoga mas dianth mau membuat bantahan2 atas artikel dob dob sang biawak.

    1. sepertinya koment ana juga sudah susah lagi masuk disana mas ahmadsyahid. Sudah ditutup koment ana… mungkin dianggap pengacau.

      saya juga pernah diskusi ama anung umar yang sering nulis di era muslim. diblognya tentang tawasul itu syirik. tetapi dia bilang bahwa blognya untuk orang awam, jadi koment ana juga tidak akan ditampilkan lagi katanya.

      Nasib ana sama dengan disitusnya abahna jibril.

      Ya udah disini aja deh….

      ada juga loh situs abu aisyah…. dia terbuka juga sejak ana masuk kesana, langsung koment ana tidak dimoderasinya. Diskusi nya lama juga…. tapi dia juga nggak bisa bantah bahwa quraisy itu juga syirik terhadap rububiyah Allah. Hanya dia tetap taqlid sama ulamanya.

      Saya ajak diskusi lagi masalah tawasul….. tapi sekarang dia ngakunya sibuk ndak ada urusan lain. Tapi sama Abu aisyah ini saya masih salut berani diskusi sama ana lama-lama.

      Salam buat masy syahid….. sekarang ana coba masuk ke myquran.

  34. Maaf om dianth,siapa ya imam yg dimaksud melegalkan tawassul trhd orang sholeh yg telah wafat.(jangan riwayat imam Syafi’i yah yg ada dikitabnya Al Baghdady)
    Maaf om dianth,siapa ya imam yg dimaksud melegalkan tawassul trhd orang sholeh yg telah wafat.(jangan riwayat imam Syafi’i yah yg ada dikitabnya Al Baghdady)

    1. Ya para Imam ahli hadist yang di kitab hadistnya ada riwayat tentang tawasul.

      Mendiamkan masalah tawasul kepada orang yang telah wafat itu artinya melegalkan juga kan?

    1. @ Jarjit
      Mua’wiyah walaupun sahabat nabi, tapi sahabat yang berhianat yang pantas dicela. mua,wiyah lah penyebab timbulnya golongan khowarij (yg sekarang diteruskan salafi wahabiyun) sesuai hadis nabi tentang tanduk setan dari najd, muawiyahlah penyebab dibunuhnya Sayidina Ali dan cucu nabi Hasan dan Husain.
      Kalau ente tersinggung karena Muawiyah dicela maklum aja entekan pengikutnya.

  35. ini situs,pendukungnya ada yg syiah,nu,shufi,klop deh semuanya.kaga ada yg liberal.nuduh2 orang wahabi,siapa juga wahabi.kenal juga kaga.orang ikut sunnah dibilang wahabi,lieur uing mah.siapa juga wahabi.kenal juga kaga.orang ikut sunnah dibilang wahabi,lieur uing mah.

    1. ah… saya sudah ajak diskusi kok.
      tinggal aja buktikan aja.

      Kami semua ikut sunnah kok. Tapi tidak disebut wahabi.

      Kenapa wahabi disebut wahabi? kan ikut sunnah? Lalu mau disebut apa coba… wong mereka sendiri yang memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin dan menuduh yang lainnya tidak ikut sunnah kok.

      Jadi kan lucu kalau ada yang keluar dari jamaah dan menuduhnya tidak ikut sunnah.

    2. Pendukungnya ada banyak juga mantan Wahabi yg tobat lho, Mas.
      Alhamdulillah, sekarang sudah mulai banyak Wahabi yg bertobat . Di Cieuliengsi Bogor banyak lho yg sudah pada tobat dari Wahabi. Mereka sadar setelah mendengar Radio Wadi FM. Radionya anak-anak lulusan Tarim Yaman….

    1. tawasul dengan orang yang telah wafat dong om.

      Banyak hadist yang sampai kepada kita kan….

      misalnya tentang hadist nabi adam bertawasul dengan nabi muhammad….
      tawasulnya nabi dengan nabi sebelum beliau sewaktu ibundanya fatimah binti asyad wafat.
      dsbnya.

      Semua riwayat itu sudah ada dari zaman salaf dan ada di kitab-kita ulama, baik yang mengakui kesahihannya maupun yang mengingkarinya.
      Itu artinya tawasul seperti ini sudah ada sejak dizaman salaf bukan?

      Lalu adakah ulama yang mengharamkan dan menganggapnya syirik?

      Tidak ada selain ulama pengikut Ibnu taymiah dan M Abdul Wahab.

      Nah kalau sebagian ulama itu diam tidak mengingkari amalan ini bahkan sebagiannya menyetujui kesahihan hadist-hadist dan riwayat tersebut, bagaimana pendapat ente ?

      1. @ dianth
        Mas dianth, mantap komennya.
        teruskan ! jangan bosan ngladeni wahabi supaya gak merajalela di negara tercinta ini.

  36. wahabi wahabi orangnya mah cuma seglintir , tapi nicknya banyak banget , gak pede dengan nama sendiri apalagi dengan nama agama baru Wahabi pasti lebih gak pede.

    eh jarjit , yang bikin nt kebawa paham wahabi apasih…? jarjit ente terpikat oleh apanya…?

  37. sdh sdh hentikan perseteruan jalin ukhuwah,kalo masing2 menganggap benar pemahamannya,jadilah aswaja yg salafy atau salafy yg aswaja yg mengikuti sunnah.

    1. jarjit gak kuat menerima kebenaran , padahal menolak kebenaran itu sebuah kesombongan , saking sombongnya Iblispun terusir dari Surga , semoga jarjit dan wahabiyyun tidak terus mengikuti jejak Iblis yang sombong.

  38. siapa juga yg wahabi,kalo abdul wahab bin rustum ,iya emang itu wahabinya.siapa juga yg wahabi,kalo abdul wahab bin rustum ,iya emang itu wahabinya.

    1. Kak Ros Jarjit@

      Nte itu namanya cari kambing hitam. Sebab track record A. Wahhab bin Rustum tidak dikenal sampai sekarang kok ya? Yg Masih dikenali bikin gara-gara kan ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab lah yang track recordnya jelas ada sampai sekarang. Seperti Nte dan Wahabiyyun lainnya terus menerus memecah belah Ummat Islam dan merusak ajaran Islam kan ajarannya Muh. bin Abdul Wahhab. Bukan bin Rustum kan? Ya nggak? Ya kan ? Ya kan?

      Hayo, bantah lagi dah….

  39. syahid2 kebenaran dah di depan mata syahid,hujjah dah ditegakkan,sebetulnya siapa yg sombong.radio rodja dah menyebar ke nusantara.nt sekali2 dtng ke al barqah cilengsi.ditunggu ust Badru untuk dialog.

    1. @ opah
      Siapa bilang radio rodja menyebar ke nusantara (mimpi kali ye….he he he 3x)
      Kalau nama Rodjak atau Razak memang banyak di nusantra sebab itu kalau gak salah salah satu dari 99 Asma ul Husna.

  40. Om dianth,masalah tawasul dah kelar,saya tetap pd pendirian,tawasul selain yg 3 perkara: dng amal shaleh,dng nama2 Allah,melalui orang sholeh yg msh hidup.selain itu bs bidah atau syirik,tp pelakunya blm lah dikatakan ahli bidah atau musyrik,itu
    urusannya dng Allah, titik.Allah bersemayam diatas Arsy Nya,dng kebesaran dan ketinggiannya,berbeda dan terpisah dng makhluk Nya.titik.

    1. Pendirian ente harus berdasarkan dalil dan hujjah yang jelas om.

      “selain itu bs bidah atau syirik,tp pelakunya blm lah dikatakan ahli bidah atau musyrik,”
      tidak ada dalilnya dan tidak jelas hujjahnya.

  41. Juman baca sejarah wahabi jng versi zaini dahlan yg katanya sufi,baca karangan syeh Jamil zainu.mana yg lurus,mana yg fitnah.

    1. Raju Jarjit@

      Pertanyaan saya singkat dan sederhana: “Yang jadi musuh Ummat Islam seperti yg terekam di blog UMMATI ini siapa? Wahabi yg BIN RUSTUM ataukah Wahabi yg BIN ABDUL WAHHAB? Silahkan dijawab Mas…

    2. raju , kalau mau menilai seseorang atau sebuah faham anda harus mendengar dari orang2 yang hidup semasa / se zaman dengan yang akan dinilai , nah jamil zainu hidupnya abad brp..? M. abdul wahhab abad berapa..? penilaian jamil zainu sama sekali tidak bisa dijadikan pegangan sebab dia tidak semasa dengan M. abdul wahhab, tahu apa jamil zainu soal m.abdul wahhab…..?

      1. Mas Syahid,
        He he he.. ramai banget nih. Wahabinya cari kambing hitam, eh ketemu namanya bin rustum. Kasihan bin rustum yg gak tahu apa-apa “ketiban awu anget”. Padahal ajaran yg bikin kisruh di tengah Ummat Islam kan bukan ajarannya bin Rustum? Yg bikin kisruh ini kan ajarannya Muh. bin Abdul Wahhab, kok bin Rustum dijadikan kambing hitam? Keterlaluan nggak bertanggung jawab, he he he….

    1. Yang bilang dhaif siapa? kalau albani itu ulama ente,….

      dari zaman dulu hadist ini udah ada, kalaupun ada ulama yang mengatakan hadist itu dhaif, tidak ada tuh yang yang mengatakan tawasul seperti itu adalah syirik.

      Nah …… kalau para ulama selain wahabi tidak memfatwakan syirik lalu bagaimana dengan antum? mau ikut ulama salaf dan mayoritas pengikutnya atau mau ikut ulama wahabi?

      1. he he he…. paling-paling dia bawa-bawa Albani mas syahid.

        Sudah ana tunjukkan bukti yang sangat jelas, kalau mereka menggunakan hati dan akal sehatnya tentu mereka dapat memahaminya.

  42. Hadist2 yg sering dibawakan anak2 aswaja ttg tawasul melalui yg telah wafat,dah ana tanyakan pd yg ngerti,hampir semuanya dhaif,karenanya berkunjung nt,kemarkas salafy dicilengsi.

    1. kroco-kroco wahabi nih luar binasa , berani bilang dhaif terhadap Hadist Tawassul , bin baz saja bahkan ibn taimiyah mengakui kashahihan hadist Bilal ibn Harist al-muzani , kok kroco kroconya lebih alim dari bin baz dan dan ibn taimiyah , luar binasa.

      1. sesungguhnya Umar bin al-Khottob tidaklah bertawassul dengan dzat/ kedudukan Nabi maupun Abbas. Coba kita simak ucapan ‘Umar bin al-Khottob tersebut :
        ?????????? ?????? ?????? ??????????? ???????? ???????????? ???????????? ???????? ??????????? ???????? ??????? ?????????? ??????????
        “ Ya Allah, sesungguhnya kami dulu bertawassul kepadaMu dengan Nabi kami sehingga kemudian Engkau turunkan hujan, dan sesungguhnya kami (kini) bertawassul kepadaMu dengan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan”

        Kalimat :
        ????????????
        “ dengan Nabi kami”
        mengandung kata tersirat yang sebenarnya adalah ‘doa’, sehingga diartikan sebagai
        ?? ( ??????? ) ??????????
        “ dengan (doa) Nabi kami “
        Mengapa demikian? Karena memang telah jelas bahwa dulunya para Sahabat bertawassul agar turun hujan dengan meminta kepada Nabi untuk berdoa, bukannya berdoa kepada Allah dengan menyebutkan jah atau dzat Nabi. Bukankah telah terdapat dalam hadits :
        ???? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ?????? ??????????? ?????? ???????? ???? ????? ????? ?????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ???????? ????????????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ????? ????? ??? ??????? ??????? ???????? ???????????? ????????????? ????????? ??????? ??????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ?????????? ????????? ?????????? ?????????
        “ dari Anas bin Malik bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid pada hari Jumat dari pintu arah Daarul Qodho’ sedangkan Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri berkhutbah, kemudian laki-laki itu menghadap Rasul dalam keadan berdiri kemudian berkata : Wahai Rasulullah telah binasa harta-harta dan telah terputus jalan-jalan. Doakanlah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kita. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya, kemudian berdoa : Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami” (Muttafaqun ‘alaih: disepakati oleh AlBukhari dan Muslim).
        Tidaklah ternukil sedikitpun dalam hadits yang shohih ataupun hasan yang menunjukkan bahwa para Sahabat bertawassul dengan dzat Nabi, baik saat beliau masih hidup, terlebih lagi saat beliau sudah meninggal dunia.
        Demikian juga, kalimat dalam ucapan Umar :
        ??????? ??????????
        “ dengan paman Nabi kami”
        mengandung kata tersirat yang sebenarnya adalah ‘doa’, sehingga diartikan sebagai :
        ?? ( ??????? ) ????? ??????????
        “dengan (doa) paman Nabi kami”
        karena tidaklah disebutkan dalam riwayat tersebut bahwa Umar sendiri yang kemudian berdoa dan bertawassul dengan menyebut dzat Abbas, tapi justru Abbas yang kemudian berdoa. Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany dengan menukil penjelasan az-Zubair bin Bakkar, bahwa Abbas kemudian berdoa :
        ?????????? ??????? ???? ??????? ?????? ?????? ???????? ? ?????? ??????? ?????? ?????????? ? ?????? ????????? ???????? ??? ??????? ?????????? ???? ??????? ? ???????? ?????????? ??????? ???????????? ????????????? ??????? ????????????? ?????????? ????????
        “ Ya Allah sesungguhnya tidaklah turun bala’ kecuali karena dosa, dan tidaklah disingkap (bala’ tersebut) kecuali dengan taubat. Dan sungguh kaum ini telah menghadapkan diri mereka kepadaMu denganku karena kedudukanku dari NabiMu, dan tangan-tangan kami itu (berlumur) dosa, sedangkan ubun-ubun kami menghadap (menuju) Engkau dengan taubat, maka turunkanlah hujan kepada kami” (Lihat Fathul Baari juz 3 halaman 443).
        Perhatikanlah saudaraku kaum muslimin….
        Umar tidaklah bertawassul kepada Nabi setelah beliau meninggal karena memang dengan ketinggian ilmunya, Umar tahu bahwa hal itu dilarang. Sehingga kemudian beliau bertawassul dengan doa Abbas yang masih hidup. Tidaklah ternukil sedikitpun dalam hadits yang shohih ataupun hasan bahwa para Sahabat pernah bertawassul dengan Nabi setelah Nabi meninggal.

  43. apin, mail, raju, badrol, tu atu, opah, jarjit, ijat meimei upin ipin ehsan mail, cikgu, ka saleh, ijat, Jarjit/Upin/mail/ehsan

    nick name tersebut adalah orang yang sama

    1. Biasalah kalo pengikut wahabi gonta ganti nick name, supaya terkesan banyak pengikutnya alias jamaahnya, padahal orangnya yang itu2 aja.

  44. Kalo membaca situs ini : , maka perbuatan wahhabi ini benar-benar menjengkelkan .. wahabi asiuuuu! ! !

    Bagaimana mungkin, makam Nabi di robohkan, sedangkan mereka membangun tempat untuk memuja Utsaimin bahlul ! ! ! Demi Allah, kotoran Rasulullah lebih aku pilih daripada diberikan kacamata peninggalan Utsaimin bahlul !

    Saya memohon kepada temen2 Aswaja, untuk membawa membawa permasalahan wahhabi ini ke NU Pusat. Jika perlu, usulkan kepada pemerintah agar mengusir wahabi/salafi dari Indonesia.

    Wahabi/salafy tidak pantas tinggal di Indonesia.

    Usir wahhabi/salafy dari Indonesia!

  45. Seorang pembantu wanita yang diperkosa, malah terkena hukum cambuk 200 kali.
    Seorang pembantu wanita bekerja tidak digaji, diperkosa dan bibirnya digunting.
    6 bulan bekerja tapi tidak menerima upah dan punggung pembantu wanita ini di sterika oleh majikannya.
    Pembantu wanita ini rambutnya dicukur, disiram air keras, dipukuli dengan kayu dan tidak menerima upah selama bekerja.
    Diperkosa majikannya, tangannya patah, hampir lumpuh dan dibuang oleh majikannya. Beginilah nasib pembantu wanita ini.
    Pembantu wanita ini diperkosa 46 orang secara bergilir, dan salah satunya adalah polisi ! ! ! !

    Ketika membaca berita diatas, negara mana yang anda bayangkan membiarkan hal tersebut?
    Apakah amerika serikat, negara yang seringkali dihujat karena menerapkan sekulisme ?
    Ataukah orang Israel, yang sering didemo karena penindasan-nya di Palestina?
    Atau negara komunis Soviet yang dianggap tidak mengenal Tuhan?
    Bisa jadi China, negara komunis yang melarang pembangunan tempat ibadah secara massive?

    Ups, bukan. Ternyata hal tersebut terjadi di Arab Saudi ! Ganti kata pembantu diatas dengan TKW, maka anda pasti setuju dengan saya.
    Arab Saudi sering dianggap sebagai negara islam. Paling tidak, begitulah anggapan banyak orang.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak para pedagang-nya meninggalkan dagangannya kala adzan berkumandang, maka jelas Arab Saudi itu islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak wanitannya menggunakan cadar, maka jelas Arab Saudi itu islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak lelakinya menggunakan baju gamis, surban melintang, jenggot yang panjang dan jidat menghitam, maka Arab Saudi adalah yang nomor satu sebagai Islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa sedikit wanita yang diperbolehkan bekerja, yakinlah Arab Saudi adalah negara islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak orang-orangnya berbicara bahasa Arab, hehehe, maka tidak ada yang mengalahkan Arab Saudi sebagai negara Islam.

    Tapi untunglah, Islam bukanlah urusan seberapa cepat anda meninggalkan dagangan anda kala adzan, ataukah seberapa sering anda bergamis ria, atau seberapa panjang jenggot anda, seberapa hitam jidat anda, ataukah anda menggunakan cadar atau tidak.

    Islam lebih luas dari itu. Islam adalah agama pembebasan. Islam agama anti penindasan. Islam agama yang membela para penindas dan yang sang tertindas.
    Ketika Muhammad SAAW diutus pertama kali kepada orang arab, keputusan politis yang sangat bersejarah adalah larangan membunuh bayi wanita !
    Ketika Muhammad SAAW diutus kepada orang Quraisy, Nabi yang sangat lemah lembut ini berkata :
    “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
    Itulah orang yang menghardik anak yatim,
    dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
    Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,
    (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,
    orang-orang yang berbuat ria.
    dan enggan memberikan pertolongan.”

    Atasnya Sayyid Hosain Nasr, sejarawan Mesir berkata : “Demi Allah, saya yakin 100% bahwa permusuhan orang Quraiys kepada Muhammad bukanlah karena Muhammad mengajarkan Lailahaillah Muhammad Rasulullah. Atau karena Muhammad mengajarkan sholat, puasa dan ritual ibadah lainnya. orang Quraiys tidak peduli dengan semua itu. Satu-satunya alasan mengapa orang Quraiys habis-habisan memusuhi Muhammad adalah karena ajaran Muhammad sangat Revolusioner yang dapat mengancam kekuasaan mereka”

    Setelah Islam dikumandangkan, Muhammad “memeluk” Bilal sang budak dengan mesra, mencintai Salman sang papa, menghargai dan menghormati Abu Dzar yang miskin, bersanding dengan Miqdad sang fakir serta bersahabat erat dengan Imam Ali sang pemimpin orang miskin.

    Ajaran Muhammad SAAW adalah ajaran kemanusian dan meletakkan kemanusian dalam kedudukan tertinggi.

    “Demi Allah, sesungguhnya kehormatan manusia sejak hari, lebih suci dari pada Kabbah!”, teriak sang Rasul pada haji Wada’.
    Jika ada orang Islam, yang begitu marahnya ketika kehormatan Kabbah dinodai, maka seharusnya mereka lebih marah ketika kehormatan manusia dinodai.

    Pada titik ini, Arab Saudi jelas bukan negara Islam.
    Ulama Arab Saudi lebih senang mengeluarkan fatwa-fatwa yang menggelikan seperti :
    * Kafir hukumnya jika meyakini bahwa bumi itu mengelilingi matahari. Karena berdasar nash, Mataharilah yang mengililingi bumi.
    * Berdemonstrasi mendukung Hamas adalah haram, karena itu merupakan perbuatan yang merusak bumi.
    * Kafir hukumnya membela Hizbullah saat berperang dengan Israel.
    * Wajib hukumnya bagi penduduk palestina untuk meninggalkan daerah konflik. Lebih baik mereka mengungsi ke Sudan misalnya.
    * Haram hukumnya memasan foto-foto atau menonton televisi.

    Ulama Arab Saudi lebih sibuk mengucapkan dzikir, adzan dengan keras, membaca AlQuran terus-menerus, sehingga membuat telinga mereka tuli, mata mereka buta terhadap penindasan yang dilakukan warganya.

    Berita dibawah ini dilansir oleh koran lokal Arab Saudi dan lansiran blog Indonesia. Berita ini adalah berita lama tahun 2009.
    Sebuah kebiadaban yang bahkan binatang-pun enggan melakukannya.

    Seorang TKW di Arab Diduga Diperkosa 46 Orang
    source: http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/04/seorang-tkw-di-arab-diduga-diperkosa-46.html

    Jumat, 13 Maret 2009 17:35 WIB
    Penulis : Maulana Fajar

    JAKARTA–MI: Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja di Arab Saudi diduga telah diperkosa oleh 46 orang pria. Hal tersebut mencuat setelah diberitakan oleh sebuah situs di negara Arab http://www.saudigazette.com pada tanggal 29 Januari lalu.

    “Identitas korban masih belum diketahui. Kita juga masih mencari tahu kebenaran berita tersebut, ” ujar Ketua Pengurus Besar Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (PB GASBIINDO), Soetito kepada wartawan, Jum’at (13/3).

    Soetito menjelaskan dugaan kasus pemerkosaan itu terjadi sekitar bulan November 2008. Dalam situs tersebut dikatakan bahwa TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu telah kabur dari tempat penampungan sponsornya di Al-Nuzha, Mekah.

    Ketika dalam pelarian, wanita itu mengaku dibawa oleh oleh petugas keamanan setempat ke sebuah penginapan di distrik Al-Assaila. Di tempat itulah ia mengaku diperkosa secara bergantian selama beberapa hari.

    Kasus ini juga telah ditangani oleh petugas kepolisian Mekah. 46 pria yang diduga melakukan pemerkosaan telah ditangkap. Namun, mereka kemudian dibebaskan kembali dengan jaminan.

    Atas pemberitaan tersebut, PB GABSIINDO yang selama ini melakukan advokasi terhadap kaum buruh berusaha untuk mengetahui identitas dan keberadaan korban, “Kami sudah mengirim surat ke pihak Kementrian luar negeri agar bisa memberikan bantuan hukum,” katanya.

    Selain itu, PB GABSIINDO juga telah mengirimkan surat kepada Duta Besar Arab Saudi untuk di Jakarta pada 30 Januari lalu. Namun, ia mengaku hingga kini belum mendapatkan respon. (*/OL-02)

    Raped maid not carrier of AIDS: Police
    source :

    MAKKAH: Police denied yesterday that an Indonesian maid who was raped by many people in December is an AIDS carrier as reported by several newspapers recently, Al-Watan newspaper reported.

    “We do not have evidence that the rape victim or the suspects are carriers of sex-related diseases,” said Maj. Abdul Muhsin Al-Mayman, spokesman for Makkah Police.

    Local newspapers reported on Tuesday that 46 men, including a police officer, raped the 38-year-old maid who ran away from her sponsor in the Al-Nuzhah district of the city in December.

    The woman was first picked up by a police officer who raped her at a rest house. It was also reported that the woman was abandoned and found by a police patrol that took her to Makkah’s King Faisal Hospital where she has been undergoing treatment for AIDS.

    AIDS victim’s rape being investigated
    source:
    MAKKAH: The Commission for the Promotion of Virtue and the Prevention of Vice and the Public Prosecution in Makkah are investigating the case of an Indonesian AIDS victim who was raped by 46 men, including one police officer, around a month ago.

    The woman, a 38-year-old maid, was initially raped at a backstreet rest house by a police officer. The woman was picked up by the officer after running away from her sponsor in the Nuzhah district late at night one month ago, Al-Watan newspaper reported.

    Forty-five other men then raped her over the course of the night and next day.

    The woman was then left on an empty road where another police patrol found her and took her to the King Faisal Hospital in the Al-Shishsha district of the city.

    Subsequently, medical investigations showed that the woman was suffering from AIDS. She is still recovering in hospital, the daily said.

    Police raided the rest house and arrested a number of men who raped the woman.

    One of the men then supplied police with the names of his friends who also raped the woman.

    Al-Watan newspaper also quoted a medical source as saying the suspects would have to wait at least six months to confirm whether they have AIDS, as symptoms only appear six months after the virus enters one’s body.

    The men have been released on bail while investigations continue.

  46. Prakata
    Salah satu resensi buku “Dinasti Bush dan Saud” serta resensi film Fahrenheit 911.

    Buku yang ditulis jurnalis Craig Unger yang menggambarkan perselingkuhan kotor antara Dinasti Saud (Raja Saudi) dan Dinasti Bush.
    Hampir semua arab dan orang amerika tahu, bahwa perselingkuhan kotor antara Dinasti Bush dan Saud benar adanya. Ditambah lagi dengan fakta-fakta meyakinkan yang dibeberkan sutradara kenamaan Michael Moore dalam Fahreihet 9/11.

    Michael Moore dalam Fahrenheit 911 bahkan memberikan bukti meyakinkan bahwa kerajaan Arab Saudi pernah memberikan dana sebesar 1,4 Milliar Dollar AS per tahun untuk menyokong kepemimpinan George W Bush kala itu. Investasi sebesar 860 Milyar Dollar juga ditanam pemerintahan Arab Saudi di Amerika dan sebesar 300 Trilyun Dollar AS (senilai dengan 2.805.000.000.000.000.000 rupiah) uang Arab Saudi disimpan di Bank AS.

    Tidak perlu embarbo Minyak seperti tahun 1978 untuk membuat Amerika collaps. Cukuplah Raja Arab Saudi itu menarik uang yang ditanam di Amerika. Tapi, maukah si emir Saudi melakukan itu? *ngimpi kali ye*

    Keduanya, baik Craig Unger maupun Michael Moore, adalah jurnalis-jurnalis amerika. Keduanya warga asli kelahiran amerika. Pendapat keduanya jelas lebih fair dan adil, dan sangat layak dijadikan rujukan. Keduanya jelas tidak memliki pretensi apapun untuk menjatuhkan amerika. Satu-satunya alasan mereka membongkar hal ini, karena mereka mencintai negeri mereka, Amerika. Tentu saja mereka tidak rela, jika negara mereka hanya dijadikan sapi perahan oleh Bush. Lebih-lebih, dalam menjalankan aksinya, Bush berkolaborasi dengan Raja Saudi.

    Oh ya, ada sih kelompok yang pura-pura buta atau buta beneran (seperti Bin Baz dan anteknya) tentang perzinahan kotor antara Raja Arab Saudi dengan Amerika Serikat. Siapa lagi kalo bukan Salafy dan begundal2nya. Biasanya, ketika fakta perzinahan kotor ini diuangkapkan, para begundal salafy marah-marah sambil berkelit sebisa-nya.

    Yang lebih lucu lagi, para salafy dan begundalnya ini, lebih suka menuduh negara lain sebagai antek amerika. Mereka pura-pura tolol (jadinya tolol beneran) kalo negara yang diidolakan adalah pendukung tulen amerika. Seharusnya sebelum menunjuk hidung orang, mereka tunjuk hidungnya sendiri.

    Makanya tidak heran, jika ulama salafy tiba-tiba mengeluarkan fatwa seperti dibawah ini :
    * Haram hukumnya membela Hizbullah dalam kampanye perang melawan Israel
    * Haram hukumnya berdemonstrasi mendukung Hamas. Demonstrasi dianggap sebagai perbuatan merusak bumi.
    * Wajib hukumnya bagi penduduk Gaza dan Tepi Barat (Palestina) untuk meninggalkan daerahnya. Biarkan keduanya dikuasai Israel.
    * Fatwa dari Bin baz dari Bumi itu bentuknya ceper. Sayangnya, fatwa jenius ini diralat oleh Bin Baz. Gara-garanya, ketika salah satu Emir Saudi melancong ke Luar Angkasa, sang emir melihat bumi itu bentuknya bulat…:) Jadinya, fatwanya diubah, bahwa bumi itu bentuknya bumi, saking luasanya maka kelihatan ceper. Hehehehe.. ada-ada aja si Bin baz ini ..
    * Fatwa dari Bin baz bahwa Matahari mengelilingi Bumi. Yang tidak percaya kafir. Sayangnya sang Emir tidak memiliki kesempatan pergi ke Mars untuk menyaksikan fakta bahwa Bumi Mengelilingi Matahari. Jadinya, fatwa ini ini masih berlaku sampai sekarang. Wakakakakaka ….

    Kalo ulamanya saja sudah mampu mengeluarkan fatwa lucu yang tidak lucu ini tapi suka melucu dan dilucu-lucukan, maka nya tidak heran jika ulama-ulama buta dan pura-pura buta hingga buta beneran untuk melihat fakta perselingkuhan kotor antara Saudi Arabia dan Amerika.

    House of Bush House of Saud (Dinasti Bush dan Saud)
    *Resensi Oleh :
    Redaksi03 Oct 2006 – 3:20 pm
    *

    [image: image] SEBUAH buku karya seorang jurnalis Craig Unger, yang
    mengungkapkan adanya aliansi antara Dinasti Bush dan Dinasti Saud, tidak
    hanya menyangkut hubungan personal, tetapi juga hubungan politik dan
    keuangan di antara dua “keluarga”. Aliansi ini tentu mempunyai konsekwensi
    terhadap kebijakan politik luar negeri AS, kehidupan demokrasi dan bahkan
    masa depan dunia. Begitulah pendapat Unger.

    Yang dimaksud dengan Dinasti Bush (The House of Bush) adalah George W. Bush,
    George H.W. Bush, James A. Baker III, Dick Cheney dan berbagai lembaga
    penting yang memiliki pertalian dengan mereka, termasuk the George H.W. Bush
    Presidential Library, the Carlyle Group dan Halliburton. Sedangkan yang
    dimaksud dengan Dinasti Saud (The House of Saud) yaitu anggota keluarga
    kerajaan Saudi dan berbagai perusahaan yang dikendalikan oleh mereka, serta
    para elite saudagar Saudi seperti keluarga bin Laden (bukan Usamah bin
    Laden) dan keluarga bin Mahfouz yang peruntungan dan kekayaannya sangat
    tergantung pada keluarga kerajaan.

    Di dalam laporannya, Unger juga menyampaikan gambaran tentang bagaimana Bush
    menerbangkan keluarga kerajaan Saud dan keluarga bin Laden pasca tragedi 11
    September. Menurut Unger, tak berapa lama setelah terjadinya tragedi 11
    September 2001, keluarga kerajaan Saudi dan anggota keluarga bin Laden
    meninggalkan AS dengan angkutan udara khusus milik White House. Di antara
    penumpang, terdapat seorang yang patut diduga keras mengetahui peristiwa 11
    September sebelum serangan teror itu benar-benar terjadi. “Immediately after
    9/11, dozens of Saudi royals and members of the bin Laden family fled the
    U.S. in a secret airlift authorized by the Bush White House. One passenger
    was an alleged al-Qaida go-between, who may have known about the terror
    attacks in advance.” Begitu tulis Unger.

    Unger juga mempertanyakan pendirian Bush, yang semasa kampanye untuk menjadi
    presiden AS kedua kalinya, gemar menyuarakan isu perang melawan terorisme,
    namun kenyataannya sebagai pemimpin dunia barat, Dinasti Bush sudah sejak
    lama mempunyai kedekatan dengan Dinasti Saud padahal Dinasti Saud punya
    aliansi dengan gerakan militansi Islam, bahkan kekuasaan Dinasti Saud
    menjadi kokoh berkat aliansinya dengan gerakan fundamentalis Wahhabi.

    Selain keluarga bin Mahfouz yang juga dekat dengan Dinasti Saud adalah
    keluarga bin Laden. Salah satu perusahaan keluarga bin Laden di bidang
    konstruksi, yaitu Saudi Binladin Group didukung oleh Citigroup (dan Citibank
    merupakan salah satu anggota unit bisnis Citigroup), juga oleh perusahaan
    sekuritas seperti Merrill Lynch. Keluarga bin Laden juga terlibat di dalam
    bisnis yang menjadi icon budaya barat seperti Disney, the Hard Rock Café,
    Snapple dan Porsche.

    Charles Freeman mantan Dutabesar AS untuk Arab Saudi pernah mengatakan
    kepada the Wall Street Journal, bahwa Saudi Binladin Group merupakan
    perusahaan yang punya hubungan sangat dekat dengan AS. “If there were ever
    any company closely connected to the U.S. and its presence in Saudi Arabia,
    it’s the Saudi Binladin Group.” Perlu juga diketahui, bahwa ayah Osama bin
    Laden yaitu Sheikh Muhammad bin Laden adalah investor pertama pada
    perusahaan minyak Arbusto milik keluarga George W Bush. Selain melalui
    Arbusto dan kemudian Harken (setelah beberapa kali nyaris bangkrut, pada
    1986 Arbusto dilebur menjadi Harken Energy Corporation), keluarga dan teman
    dekat Bush juga terlibat dalam bisnis Carlyle Group dan SBC, di sini Osama
    dan orang-orangnya memiliki jumlah saham yang signifikan. Keluarga bin Ladin
    tak hanya membesarkan bisnis keluarga Bush, tetapi juga keuangan Partai
    Republik.

    Tetapi jangan sampai berprasangka buruk terhadap mujahid Usamah bin Laden,
    seolah-olah main mata dengan Bush demi meraup keuntungan jutaan dolar di
    balik the global war on terrorism. Yang benar, ketika Halliburton (Bush)
    mengundang pemerintah Taliban pada April 2001 (5 bulan sebelum tragedi 911)
    agar setuju memberikan akses pipanisasi lewat Kandahar Afghanistan ditolak
    oleh Mullah Omar. Akhirnya Bush mencari dalih untuk memerangi pemerintah
    Taliban dengan isu teroris. Bush benar-benar kecewa dan tidak pernah
    menyangka, bahwa Taliban berani menolak keinginannya! Wallahua’lam.

    *Majalah RISALAH MUJAHIDIN No. 1 Th I Ramadhan 1427 H / September 2006, hal.
    79-80.*

    ==============

    Fahrenheit 9/11,
    Film yang Mengundang Kontroversi

    Film yang disutradarai Michael Moore, akhir-akhir ini telah menjadi fokus utama pembicaraan di masyarakat AS, terutama karena banyaknya fakta kontroversi yang diungkap (dan dibenarkan oleh Kongres AS baru-baru ini) oleh sang sutradara dengan gayanya yang kocak namun bernuansa semi dokumenter padat dengan fakta dan data yang sangat valid.

    Film ini mengungkapkan tentang kejadian pra dan pasca tragedi WTC 9/11, dimulai dari terpilihnya George W. Bush, di mana terdapat kecurigaan akan kecurangan setelah adanya praktek manipulasi berita dari jaringan Fox News mengenai terpilihnya George W. Bush mewakili daerah pemilihan Florida yang kemudian mengantarnya menjadi Presiden AS, padahal sekitar beberapa jam sebelumnya hampir seluruh jaringan televisi di Amerika menyatakan bahwa pemenang untuk daerah Florida adalah pesaingnya Al Gore.

    Juga terdapat kejadian pada saat pelantikan Presiden, untuk pertama kalinya seorang presiden terpilih tidak dapat berjalan kaki ke Istana sesuai tradisi bahkan ‘ngumpet’ di balik mobil limo-nya yang penuh dengan lemparan telur busuk puluhan ribu demonstran yang merasa hak pilihnya telah dimanipulasi oleh segelintir elit dari pemerintahan dan media massa (direktur Fox News pada saat itu adalah ipar dari Greorge W. Bush).

    Kemudian digambarkan bagaimana George W.Bush selama 8 bulan awal pemerintahannya hanya mengisi dengan banyak liburan dan plesir ke berbagai tempat, film ini juga menampilkan wajah George W. Bushyang tampak kebingungan dan berusaha santai tanpa melakukan tindakan apapun di sebuah Taman Kanak-Kanak pada saat WTC ditabrak 2 pesawat tepat pada pukul 9 pagi. Ditampilkan dia (tidak) sedang berpikir tentang adanya serangan teroris yang notabene telah diperingatkan oleh FBI pada Agustus 2001 dan adanya usaha terorganisir dari pemerintah AS saat itu untuk menghiraukan peringatan akan adanya serangan teroris ke menara kembar, di mana Condoleeza Rice (penasihat presiden) mengatakan bahwa laporan itu adalah palsu.

    Adegan menarik lainnya adalah adanya nama James R. Bath dalam sebuah surat pemerintahan yang kemudian pada tahun 2004 nama tersebut dihapus oleh Pentagon, setelah diselidiki ternyata James R. Bath merupakan teman baik George W. Bush sejak kuliah, mereka berdua kemudian mendirikan perusahaan minyak dengan James R. Bath sebagai penghubung antara klan Bush dengan pihak Arab Saudi pada waktu itu terutama keluarga bin Ladin via Salem bin Ladin.

    Dijelaskan bahwa Arab Saudi sebagai penyumbang dana utama bagi usaha energi klan Bush (dipertanyakan kenapa Arab Saudi negara dengan cadangan minyak terbesar dunia berinvestasi pada perusahaan minyakAS, bukan di dalam negerinya sendiri?). Dari situlah cikal bakal berdirinya The Carlyle Group (perusahaan investasi di bidang energi, telekomunikasi, pertahanan) yang notabene meraih keuntungan terbesar pasca tragedi WTC, dan yang menarik adalah para investor yang terdiri dari keluarga Bush (bapak dan anak), keluarga Bin Ladin (Safi bin Ladin), PM Inggris John Major serta James Baker (mantan dubes AS untuk Arab Saudi) mengadakan pertemuan pemegang saham di hotel mewah pasca tragedi WTC tepatnya 13 september 2001. Enam pekan tragedi WTC, sahamnya meningkat menjadi 237 juta Dollar disebabkan The Carlyle Group meraih kontrak pertahanan terbesar di AS untuk pengadaan tank lapisbaja bradley dan peralatan lainnya untuk kampanye anti terorisme Bush.

    Digambarkan pula bahwa dana sebesar 1,4 Milliar Dollar AS per tahun diberikan kerajaan Arab Saudi untuk menyokong kepemimpinan George W. Bush. Investasi sebesar 860 Milyar Dollar ditanam pemerintahan Arab Saudi di Amerika dan sebesar 300 Trilyun Dollar AS (senilai dengan 2.805.000.000.000.000.000 rupiah) uang Arab Saudi disimpan di Bank AS (sutradara kemudian bertanya apa akibatnya bila semua uang itu diambil pleh pihak Arab Saudi).

    Kemudian juga terdapat potongan wawancara dengan Richard Clarke (pimpinan investigasi FBI untuk WTC), dia mengungkap bahwa Presiden secara spesifik meminta bahwa dalam tragedi WTC harus ada kaitannya dengan Iraq, dan Donald Rumsfeld bilang bahwa tidak ada target bagus di Afghanistan, mari kita bom Irak.

    Juga diungkapkan Hamid Karzai (PM Afghanistan saat ini) sebelumnya adalah bekas Penasihat Unocal76 (perusahaan minyak AS) untuk kemudian melanggengkan proyek pipeline antara Afghanistan dan AS yang telah dirintis sejak zaman Taliban dengan kontraktor Halliburton (pemilik: Wapres AS Dick Cheney) pada masa awal kepemimpinan Taliban.

    Sutradara Michael Moore kemudian berkesimpulan bahwa War on Terror bukanlah sebuah perang melawan teroris untuk mempertahankan Negara Amerika melainkan Perang untuk menguasai minyak di seluruh dunia. Dengan lihainya George W. Bush memanfaatkan ketakutan rakyat AS untuk mendukung sepenuhnya kebijakan menyerang Irak (dalam hal ini Konsultan pembangunan dari Irak Youssef Sleiman menyatakan pasca Irak, uang yang mengalir tidak dapat dihitung lagi setelah minyak mulai mengalir), yang kemudian menjadi penyesalan mayoritas Senat dan Rakyat AS.

    Film ini juga mengisahkan nurani bangsa AS yang sebenarnya tidak ingin adanya perang untuk minyak, digambarkan seorang ibu dari prajurit yang mati di Karbala, Irak, membacakan surat terakhir anaknya “yang sangat berharap agar tidak ada lagi yang memilih si bodoh itu menjadi presiden mendatang”, juga pernyataan seorang marinir AS Abdul Henderson yang siap dipenjara bila dia menolak dikirim kembali ke Irak, “karena saya berjuang untuk AS bukan untuk membunuh orang yang tidak mengancam keamanan negara saya” dan banyak sekali pernyataan senada lainnya.

    Film yang meraih penghargaan sebagai film terbaik festival film Cannes pada Juli 2004, walaupun mengundang kontroversi, tapi juga best seller dengan meraih 115 juta dollar AS sampai saat ini. Dan fakta-fakta yang dibeberkan di film ini juga telah diverifikasi oleh anggota kongres yang tergabung dalam komisi 9/11 yang menyelidiki peristiwa WTC.

    Hal yang paling menarik dari keseluruhanfilm ini, adalah para aktor/pelakunya merupakan orang yang sebenarnya dan bukan diperankan artis Hollywood. Semoga tulisan ini tidak memotivasi Anda untuk membeli produk AS lainnya, tapi mungkin film ini layak untuk ditonton bagi kita supaya kita bisa benar-benar mengerti apa yang terjadi sebenarnya.

    ==============
    Fahrenheit 9/11
    Oleh Erdiawan Putra

    2004
    Lionsgate Ltd.
    Jenis: Dokumenter
    Sutradara: Michael Moore
    Pemain: Michael Moore, George W. Bush
    Penulis: Michael Moore
    Durasi: 142 menit
    MPAA Rating: R

    Michael Moore, dia adalah pembuat film dokumenter yang sempat memenangkan oscar lewat Bowling For Columbine. Tahun dia membuat dokumenter mengenai kesehatan di Amerika berjudul Sicko—filmnya beredar di Indonesia. Apa yang Saya lihat, tiga film terakhirnya menuai pujian dari berbagai kalangan. Film yang kita bicarakan sekarang, Fahrenheit 9/11 adalah karyanya yang paling kontroversial. Judulnya diambil dari judul buku fiksi ilmiah Fahrenheit 451—sudah pernah difilmkan juga. Pengarang novelnya sendiri, Ray Bradbury tidak suka dengan tindakan Moore yang mencopot sebagian judul novelnya.

    Perlu dicatat, film ini adalah film dokumenter tersukses sepanjang sejarah, sebelum akhirnya March of the Penguins dirilis. Moore betul-betul memiliki pesan yang harus dia sampaikan di sini. Dia pernah mengeluarkan pernyataan bahwa film ini boleh diunduh secara illegal diinternet—apa artinya itu? Itu artinya dia tidak peduli dengan hasil komersil film ini. Namun dia ingin semakin banyak orang menontonnya—filmnya ini tidak beredar di Indonesia. Jadi jangan salahkan diri Anda jika suatu saat melihat bootlegnya dan berkeinginan membelinya. Tonton saja.

    Seperti judulnya, Fahrenheit 9/11 mempunyai titik berat dalam politik Amerika Serikat sebelum dan sesudah tragedi 9 September. Moore berperan sebagai protagonist dalam film ini. Lalu antagonis jatuh pada Osama Bin Laden, dan sang bintang rock mereka, George W. Bush. Dari awal film, sudah dipertanyakan bagaimana kemenangan Bush tahun 2000—dan terpilih kembali tahun 2004. Apa yang terjadi pada Bush selama World Trade Center ditabrak. Mengapa itu bisa terjadi? Apa hubungannya keluarga Bush dengan keluarga Bin Laden? Apa yang sebenarnya menjadi tujuan utama penyerangan terhadap Irak tempo hari? Dan bagaimana respon penduduk Amerika akan hal itu?

    Seperti yang dikatakan Moore melalui narasi: Apakah ini semua adalah mimpi? Amerika adalah negara yang adikuasa. Dan selama bertahun-tahun telah dipimpin oleh orang yang salah. Banyak footage-footage dari pernyataan Bush sendiri yang cukup menggelitik bagi yang belum mengetahuinya. Bagaimana seorang presiden bisa mengeluarkan pernyataan itu? Bagaimana seorang presiden bisa menghabiskan hampir separuh waktunya untuk berlibur? Dan bagaimana seorang presiden Amerika dapat duduk dengan santainya di taman kanak-kanak walaupun sudah diberitai mengenai penyerangan menara kembar oleh pesawat yang dibajak? Itu sudah sering dijadikan sindiran yang selalu efektif seperti pada Scary Movie 3.

    Jelas-jelas ini adalah suara yang menentang pemerintahan Bush. Mewakili semua pembenci Bush—baik warga Amerika maupun warga dunia yang peduli politik luar negeri. Razzie melirik film ini dengan menghadiahi Bush sebagai aktor terburuk—dia berakting saat berbicara di hadapan publik Aktingnya buruk sekali walaupun aksennya begitu meyakinkan. Dan satu lagi adalah piala untuk Britney Spears yang telah mengeluarkan suatu pernyataan yang menjengkelkan. Banyak sekali quote-quote yang menarik di dalamnya. Bush berkata bahwa mereka (orang-orang yang berpikir bahwa dia tidak pernah bekerja) tidak tahu bahwa pukulan (golf) bagusnya adalah pekerjaan.

    Kontroversi? Kontroversi? Kontroversi apa? Ya, kontroversi apa? Kita melihat suatu sisi, Moore membuat film untuk menyerang Bush, di satu sisi lagi, kita tidak bisa begitu saja menuduh Moore ingin menyerang Bush dengan media film yang bersifat subjektif. Lantas, semua footage itu adalah rekaman asli dari Bush sendiri. Sekarang apa yang Anda lakukan untuk protes? Saya bukan warga Amerika, jadi Saya tidak berhak mencampuri urusan politik di sana. Saya membaca bahwa Bush sering dimasukkan ke dalam urutan kedua teroris terbesar di dunia hanya setingkat di bawah Osama Bin Laden. Saya pikir, Bush tidak harus mendapat peringkat dua. Tetapi Bush dan Osama sebagai tim sukses teroris, harus mendapat peringkat pertama. Terima kasih juga pada Moore dan film ini, keluarga Bush memang memiliki bisnis financial dengan keluarga Bin Laden—akhirnya kabar tulisan yang Saya lihat selama ini, bisa Saya saksikan juga berupa visual.

    Sebagai sebuah film—lepas dari dokumenter ataupun fiksi, Fahrenheit 9/11 begitu menghibur dalam penyampaiannya. Sedikit bergaya komedi—Saya menganggap ini adalah salah satu film terlucu selama abad 21. Ringan, lepas dan jujur dalam mengupas politik—yang ternyata tidak harus dibedah dengan konten yang berat dan menjelimet. Tetapi isinya langsung menusuk ke dalam. Moore memang tidak sedang berusaha untuk membuat humor mengenai Bush. Apa yang kita tertawakan adalah humor yang sempat dikatakan Bush sendiri. Kata-katanya seperti sudah dipersiapkan berhari-hari. Dan kebohongan-kebohongannya seperti sudah direncanakan bertahun-tahun.

    Film ini memberikan jawaban pada pertanyaan yang selama ini membuat Saya penasaran. Mengapa tiba-tiba harus terjadi invasi terhadap Irak? Saya baca seorang wanita berusaha mencegah perang itu dalam keadaan telanjang. Mengapa? Itulah yang Saya pikir. Mengapa? Dalam film ini, sekalipun ditanya pada seorang perwira, dia sendiri hanya mengaku untuk menjalankan tugas saja. Dia tidak tahu apa-apa. Saat sekelompok tentara Amerika menyerang Irak, mereka seperti monster. Burn, baby, burn. Tanpa ampun. Tapi apa yang dirasakan keluarga para korban penyerangan yang masih selamat, sama saja dengan apa yang dirasakan oleh keluarga Amerika yang memiliki anak yang tewas dalam perang di Irak. Mereka sama-sama tidak mengerti tujuan perang itu. Dan bagaimana jika, sang orang tua mayat tentara Amerika itu mengetahui bahwa anaknya berperang untuk omong kosong Bush? Dari dulu pertanyaannya adalah: mengapa Irak? BUkannya Amerika “bermasalah” dengan Saudi Arabia?
    Fahrenheit 9/11 adalah seperti sebuah pemberontakan, kebebasan, seksual, rock n roll. Ini adalah bentuk kejujuran dan membuka aib Amerika. Sungguh memalukan memliki presiden seperti itu. Bajingan seperti Bush memang perlu menonton sendiri filmnya dengan LCD 72 inch miliknya. Behave yourself, will ya? Bagaimana dengan di Indonesia? Kita memiliki Soeharto yang berjsa mengangkat Indonesia ke peringkat 3 negara paling korupsi di dunia.

      1. Fahrenheit 9/11
        Oleh Erdiawan Putra, info ini sangat menarik Amerika punya masalah dengan Saudi Arabia tapi kenapa yg diserang jstri Iraq? Ada apa geranga? Ternyata antara Bush dan Raja Arabia Suadi sama-sama Yahudi!!!

  47. Seorang pembantu wanita yang diperkosa, malah terkena hukum cambuk 200 kali.
    Seorang pembantu wanita bekerja tidak digaji, diperkosa dan bibirnya digunting.
    6 bulan bekerja tapi tidak menerima upah dan punggung pembantu wanita ini di sterika oleh majikannya.
    Pembantu wanita ini rambutnya dicukur, disiram air keras, dipukuli dengan kayu dan tidak menerima upah selama bekerja.
    Diperkosa majikannya, tangannya patah, hampir lumpuh dan dibuang oleh majikannya. Beginilah nasib pembantu wanita ini.
    Pembantu wanita ini diperkosa 46 orang secara bergilir, dan salah satunya adalah polisi ! ! ! !

    Ketika membaca berita diatas, negara mana yang anda bayangkan membiarkan hal tersebut?
    Apakah amerika serikat, negara yang seringkali dihujat karena menerapkan sekulisme ?
    Ataukah orang Israel, yang sering didemo karena penindasan-nya di Palestina?
    Atau negara komunis Soviet yang dianggap tidak mengenal Tuhan?
    Bisa jadi China, negara komunis yang melarang pembangunan tempat ibadah secara massive?

    Ups, bukan. Ternyata hal tersebut terjadi di Arab Saudi ! Ganti kata pembantu diatas dengan TKW, maka anda pasti setuju dengan saya.
    Arab Saudi sering dianggap sebagai negara islam. Paling tidak, begitulah anggapan banyak orang.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak para pedagang-nya meninggalkan dagangannya kala adzan berkumandang, maka jelas Arab Saudi itu islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak wanitannya menggunakan cadar, maka jelas Arab Saudi itu islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak lelakinya menggunakan baju gamis, surban melintang, jenggot yang panjang dan jidat menghitam, maka Arab Saudi adalah yang nomor satu sebagai Islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa sedikit wanita yang diperbolehkan bekerja, yakinlah Arab Saudi adalah negara islam.
    Jika Islam cuma dipahami dengan indikator seberapa banyak orang-orangnya berbicara bahasa Arab, hehehe, maka tidak ada yang mengalahkan Arab Saudi sebagai negara Islam.

    Tapi untunglah, Islam bukanlah urusan seberapa cepat anda meninggalkan dagangan anda kala adzan, ataukah seberapa sering anda bergamis ria, atau seberapa panjang jenggot anda, seberapa hitam jidat anda, ataukah anda menggunakan cadar atau tidak.

    Islam lebih luas dari itu. Islam adalah agama pembebasan. Islam agama anti penindasan. Islam agama yang membela para penindas dan yang sang tertindas.
    Ketika Muhammad SAAW diutus pertama kali kepada orang arab, keputusan politis yang sangat bersejarah adalah larangan membunuh bayi wanita !
    Ketika Muhammad SAAW diutus kepada orang Quraisy, Nabi yang sangat lemah lembut ini berkata :
    “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
    Itulah orang yang menghardik anak yatim,
    dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
    Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,
    (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,
    orang-orang yang berbuat ria.
    dan enggan memberikan pertolongan.”

    Atasnya Sayyid Hosain Nasr, sejarawan Mesir berkata : “Demi Allah, saya yakin 100% bahwa permusuhan orang Quraiys kepada Muhammad bukanlah karena Muhammad mengajarkan Lailahaillah Muhammad Rasulullah. Atau karena Muhammad mengajarkan sholat, puasa dan ritual ibadah lainnya. orang Quraiys tidak peduli dengan semua itu. Satu-satunya alasan mengapa orang Quraiys habis-habisan memusuhi Muhammad adalah karena ajaran Muhammad sangat Revolusioner yang dapat mengancam kekuasaan mereka”

    Setelah Islam dikumandangkan, Muhammad “memeluk” Bilal sang budak dengan mesra, mencintai Salman sang papa, menghargai dan menghormati Abu Dzar yang miskin, bersanding dengan Miqdad sang fakir serta bersahabat erat dengan Imam Ali sang pemimpin orang miskin.

    Ajaran Muhammad SAAW adalah ajaran kemanusian dan meletakkan kemanusian dalam kedudukan tertinggi.

    “Demi Allah, sesungguhnya kehormatan manusia sejak hari, lebih suci dari pada Kabbah!”, teriak sang Rasul pada haji Wada’.
    Jika ada orang Islam, yang begitu marahnya ketika kehormatan Kabbah dinodai, maka seharusnya mereka lebih marah ketika kehormatan manusia dinodai.

    Pada titik ini, Arab Saudi jelas bukan negara Islam.
    Ulama Arab Saudi lebih senang mengeluarkan fatwa-fatwa yang menggelikan seperti :
    * Kafir hukumnya jika meyakini bahwa bumi itu mengelilingi matahari. Karena berdasar nash, Mataharilah yang mengililingi bumi.
    * Berdemonstrasi mendukung Hamas adalah haram, karena itu merupakan perbuatan yang merusak bumi.
    * Kafir hukumnya membela Hizbullah saat berperang dengan Israel.
    * Wajib hukumnya bagi penduduk palestina untuk meninggalkan daerah konflik. Lebih baik mereka mengungsi ke Sudan misalnya.
    * Haram hukumnya memasan foto-foto atau menonton televisi.

    Ulama Arab Saudi lebih sibuk mengucapkan dzikir, adzan dengan keras, membaca AlQuran terus-menerus, sehingga membuat telinga mereka tuli, mata mereka buta terhadap penindasan yang dilakukan warganya.

    Berita dibawah ini dilansir oleh koran lokal Arab Saudi dan lansiran blog Indonesia. Berita ini adalah berita lama tahun 2009.
    Sebuah kebiadaban yang bahkan binatang-pun enggan melakukannya.

    Seorang TKW di Arab Diduga Diperkosa 46 Orang
    source: http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/04/seorang-tkw-di-arab-diduga-diperkosa-46.html

    Jumat, 13 Maret 2009 17:35 WIB
    Penulis : Maulana Fajar

    JAKARTA–MI: Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja di Arab Saudi diduga telah diperkosa oleh 46 orang pria. Hal tersebut mencuat setelah diberitakan oleh sebuah situs di negara Arab pada tanggal 29 Januari lalu.

    “Identitas korban masih belum diketahui. Kita juga masih mencari tahu kebenaran berita tersebut, ” ujar Ketua Pengurus Besar Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (PB GASBIINDO), Soetito kepada wartawan, Jum’at (13/3).

    Soetito menjelaskan dugaan kasus pemerkosaan itu terjadi sekitar bulan November 2008. Dalam situs tersebut dikatakan bahwa TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu telah kabur dari tempat penampungan sponsornya di Al-Nuzha, Mekah.

    Ketika dalam pelarian, wanita itu mengaku dibawa oleh oleh petugas keamanan setempat ke sebuah penginapan di distrik Al-Assaila. Di tempat itulah ia mengaku diperkosa secara bergantian selama beberapa hari.

    Kasus ini juga telah ditangani oleh petugas kepolisian Mekah. 46 pria yang diduga melakukan pemerkosaan telah ditangkap. Namun, mereka kemudian dibebaskan kembali dengan jaminan.

    Atas pemberitaan tersebut, PB GABSIINDO yang selama ini melakukan advokasi terhadap kaum buruh berusaha untuk mengetahui identitas dan keberadaan korban, “Kami sudah mengirim surat ke pihak Kementrian luar negeri agar bisa memberikan bantuan hukum,” katanya.

    Selain itu, PB GABSIINDO juga telah mengirimkan surat kepada Duta Besar Arab Saudi untuk di Jakarta pada 30 Januari lalu. Namun, ia mengaku hingga kini belum mendapatkan respon. (*/OL-02)

    Raped maid not carrier of AIDS: Police
    source :

    MAKKAH: Police denied yesterday that an Indonesian maid who was raped by many people in December is an AIDS carrier as reported by several newspapers recently, Al-Watan newspaper reported.

    “We do not have evidence that the rape victim or the suspects are carriers of sex-related diseases,” said Maj. Abdul Muhsin Al-Mayman, spokesman for Makkah Police.

    Local newspapers reported on Tuesday that 46 men, including a police officer, raped the 38-year-old maid who ran away from her sponsor in the Al-Nuzhah district of the city in December.

    The woman was first picked up by a police officer who raped her at a rest house. It was also reported that the woman was abandoned and found by a police patrol that took her to Makkah’s King Faisal Hospital where she has been undergoing treatment for AIDS.

    AIDS victim’s rape being investigated
    source:
    MAKKAH: The Commission for the Promotion of Virtue and the Prevention of Vice and the Public Prosecution in Makkah are investigating the case of an Indonesian AIDS victim who was raped by 46 men, including one police officer, around a month ago.

    The woman, a 38-year-old maid, was initially raped at a backstreet rest house by a police officer. The woman was picked up by the officer after running away from her sponsor in the Nuzhah district late at night one month ago, Al-Watan newspaper reported.

    Forty-five other men then raped her over the course of the night and next day.

    The woman was then left on an empty road where another police patrol found her and took her to the King Faisal Hospital in the Al-Shishsha district of the city.

    Subsequently, medical investigations showed that the woman was suffering from AIDS. She is still recovering in hospital, the daily said.

    Police raided the rest house and arrested a number of men who raped the woman.

    One of the men then supplied police with the names of his friends who also raped the woman.

    Al-Watan newspaper also quoted a medical source as saying the suspects would have to wait at least six months to confirm whether they have AIDS, as symptoms only appear six months after the virus enters one’s body.

    The men have been released on bail while investigations continue.

    1. @ Wahabi Is Dead
      salut dengan tulisan anda, anda ini kayaknya seorang wartawan.
      teruskanlah menulis disitus ummati ini, laporan dan tulisan anda sangat berguna biar mereka yang mengikuti faham sesat wahabi dan merasa arab saudi itu sangat Islami tahu betapa bobroknya negara wahabi yahudi itu, mudah2an terbuka mata hatinya kembali ke Islam yang sebenarnya yaitu ASWAJA.

  48. persamaan yahudi dengan syiah:

    v Sesungguhnya orang Yahudi mengatakan : Tidak boleh yang menjadi raja kecuali dari keluarga nabi Daud, Rafidhah berkata : Tidak boleh menjadi imam kecuali dari anak Ali.

    v Yahudi mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Masehid Dajjal dan diturunkan pedang. Orang Rafidhah mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah sampai keluar Al Mahdi, dan datangnya penyeru yang menyeru dari langit.

    v Orang Yahudi mengakhirkan (mengundurkan) shalat sampai bintang bertebaran, begitu juga orang Rafidhah mereka mengundurkan shalat maghrib sampai bintang-bintang bertebaran, padahal hadits mengatakan : “Senantiasa umatku di atas fitrah, selama mereka tidak mengakhirkan shalat maghrib sampai bintang bertebaran[1].

    v Orang Yahudi telah merubah taurat, begitu juga orang Rafidhah, mereka telah merubah Al Quran.

    v Orang Yahudi tidak memandang bolehnya mengusap khuf (sepatu kulit yang menutupi mata kaki), begitu juga orang Rafidhah.

    v Orang Yahudi membenci malaikat Jibril, mereka mengatakan : Malaikat Jibril adalah musuh kita dari kalangan malaikat. Begitu juga orang Rafidhah, mereka mengatakan : Malaikat Jibril telah salah menyampaikan wahyu kepada Muhammad[2].

    v Begitu juga orang Rafidhah meyerupai orang kristen pada satu ajaran nasrani yaitu, wanita-wanita mereka tidak memiliki hak mendapatkan mahar, akan tetapi hanya bersenang-senang dengan mereka dengan kesenangan, begitu juga orang Rafidhah, mereka menikah dengan cara mut’ah, dan mereka menghalalkan itu.

    v Orang yahudi dan kristen lebih utama dari orang Rafidhah dengan satu sifat (yaitu) :

    v Orang yahudi jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Musa.

    v Orang Kristen jika ditanya : siapakah orang yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah Hawari (sahabat-sahabat) Isa.

    v Orang rafidhah jika ditanya : siapakah orang yang terburuk di kalangan pemeluk agamamu? Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat Muhammad.”[

    1. Yono, kalau persamaan antara YAHUDI, SYIAH Dan WAHABI apanya yg sama, Yon? Tolong kasih tahu persamaan antara ketiganya, Yon. Syukron.

    2. mas yono, salah alamat…. nulisnya di situs syiah donk…. he..he… biasalah … wahabi sering salah alamat, nuduh ini itu… salah alamat, ngeluarin dalil ini itu, eh dalilnya salah sasaran….

  49. Bagaimana Akidah Syiah/Rafidhah Terhadap Para Sahabat Rasulullah?

    Akidah Rafidhah berdiri atas caci maki, mencela dan mengkafirkan para sahabat -semoga Allah meridhoi para sahabat-. Al Kulaini menyebutkan di “Furu’ Al Kafi” dari Ja’far ‘alaihi salam : “Manusia menjadi murtad setelah Nabi (meninggal) kecuali tiga orang, lalu aku bertanya : siapa tiga orang itu ? beliau berkata : Al miqdaad bin Aswad, Abu Dzar Al Ghifari dan Salman Al Farisi[1].

    Al Majlisi dalam kitab “Haqqul Yakin” menyebutkan : “Bahwasanya seorang budak Ali bin Husein berkata kepadanya : saya mempunyai hak pelayanan yang wajib atas dirimu, maka beritahu aku tentang Abu Bakar dan Umar, lalu ia menjawab : “Mereka berdua adalah orang kafir, dan orang yang mencintai mereka maka ia orang kafir juga.”[2]

    1. Kalau Tauhid dibagi tiga itu kerjaan Yahudi, Syiah, apa Wahabi bersama Yahudi? Tolong penjelasannya Yon, thanks you…

      1. Kesamaan mereka ya sama-sama anak Adam as bang saiaf. Tolong jelaskan buktinya orang yahudi bagi tauhid jadi 3 ?? Bukannya itu kerjanya orang nasrani coy ??

          1. tu yang lebih mudah lagi ndak dijawab, mana buktinya yahudi bagi tauhid jadi 3, nggak salah tu mas ?? itukan kerjanya orang nasrani yang bagi jadi Tuhan ayah, Tuhan anak dan Tuhan ibu ?? Orang yahudi malah mencela yesus mas, nganggap dia sebagai anak zina, lah piye toh iki ??

          2. Buktinya, lihat saja Trinitas Nasroni. Trinitas Nasroni yg bikin adalah orang2 Yahudi untuk membuat kaum Nabi Isa tersesat. Begitu juga Trinitas Wahabi, orang-orang Yahudi menyusup dalam kelompok ulama untuk merekayasa Tauhid agar jadi m,irip Trinitas Nasroni. Tujuannya jelas untuk menyesatkan kaum Nabi Muhammad saw. Terbukti sukses kan? Indikator dari suksesnya missi Yahudi adalah kaum Wahabi sekarang menganggap orang2 kafir bertauhid rububiyyah. Ajaib, orang kafir digelari sebagai orang bertauhid walaupun cuma tauhid rububiyyah? Sementara orang2 yg sudah beriman/bertauhid digelari sebagai musyrik. Sukses kan?

          3. @ Saiaf Aceh
            Bagus tulisannya menelanjangi sekte sesat wahabi yahudi, yang merasa paling benar dan bertauhid.
            teruskan menulis disitus ummati ini, semoga mereka yang tersesat akan mendapat hidayah dari Allah SWT kembali ke Ajaran Islam yang benar yaitu ASWAJA.

  50. Dalam tafsir Al Qummi pada firman Allah (An Nahl : 90) :

    ????? ?????? ???????? ??????????? ????????????? ????????? ??? ?????????? ????????? ???? ??????????? ???????????? ??????????? ?????????? ??????????? ????????????

    “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (an nahl: 90)

    Mereka mengatakan : al fahsyaa’ (keji) adalah Abu Bakr, al-munkar adalah Umar dan baghyi (kezoliman) adalah Utsman[3].

    Mereka mengatakan dalam buku mereka “Miftahul Jinaan” : Ya Allah anugerahkanlah salawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan laknatlah dua berhala kaum Quraisy dan dua yang mereka sembah selain Allah[4]. dan dua thoghut serta anak perempuan mereka berdua….dan seterusnya[5]. Dan yang mereka maksudkan dengan itu adalah Abu Bakar, Umar, Aisyah dan Hafshah.

  51. Pada hari asyura (hari ke sepuluh bulan Muharram), mereka membawa seekor anjing lalu mereka namakan dengan umar, kemudian mereka menghujani dengan pukulan pakai tongkat, serta melontarnya dengan batu sampai mati, kemudian mereka menghadirkan seekor anak kambing, mereka beri nama dengan Aisyah, kemudian mereka mulai mencabut bulunya, dan menghujani dengan pukulan pakai sandal, sampai mati[6].

    Sebagaimana mereka merayakan hari terbunuhnya Faruq Umar bin Khatab dan mereka memberi nama pembunuh umar yaitu abu Lu’lu’ al Majusi dengan nama Baba Syujaa’uddin (bapak) pemberani agama (pahlawan agama)[7], semoga Allah meridhoi seluruh sahabat dan para ummul mukminin.

  52. Lihatlah wahai saudaraku muslim, alangkah dengkinya dan alangkah kejinya golongan yang keluar dari agama ini, tentang apa yang telah mereka katakan terhadap manusia pilihan setelah para nabi, yang mana Allah dan rasul-Nya telah memuji mereka. Dan telah sepakat umat ini atas keadilan (kelurusan dan keterpercayaan) dan keutamaan mereka. Sejarah dan kenyataan pun telah membuktikan dan menyaksikan serta perkara-perkara ini sudah merupakan pengetahuan yang wajib diketahui (oleh setiap umat) atas kebaikan, dan posisi mereka selalu di depan serta jihad mereka dalam Islam.

    ——————————————————————————–

    [1] Furuu’ Al Kafi, oleh Al Kulaini, hal : 115

    [2] Haqqul Yakiin, oleh Al Majlisi, hal : 522. Di sini perlu di isyaratkan bahwa sesungguhnya Ali bin Hasein dan Ahlu Bait semuanya berlepas diri dari semua ini yaitu kedustaan yang diada-adakan oleh kaum Rafidah atas diri mereka, semoga Allah memerangi kaum rafidhah, alangkah jeleknya kedustaan yang mereka buat.

    [3] Tafsir Al Qummi, hal : 218

    [4] Ketahuilah pembaca budiman : Mereka sendiri telah menjadikan kuburan Kumaini sebagai tempat yang suci, dan mendirikan di atasnya bangunan seperti Ka’bah sebagai tandingan Ka’bah kita yang mulia

    [5] Miftahul Jinaan, hal : 114. Lihat doa dua berhala Quraisy, insya Allah di edisi ke 15

    [6] Tabdiidul Zhilaam wa tanbiihun Niyam, oleh Ibrahim Al Jabhaan, hal : 27

    [7] Abbas Al Qummi, (Alkuna wal Alqaab) 2/55

    1. Menurut informasi, kitab-kitab yg Nte jadika referensi tsb adalah buatan kaum Wahabi untuk memfitnah Syiah, lho Yon? Bagaimana tanggapan Nte?

  53. Umar bin al-Khottob tidaklah bertawassul dengan dzat/ kedudukan Nabi maupun Abbas. Coba kita simak ucapan ‘Umar bin al-Khottob tersebut :
    ?????????? ?????? ?????? ??????????? ???????? ???????????? ???????????? ???????? ??????????? ???????? ??????? ?????????? ??????????
    “ Ya Allah, sesungguhnya kami dulu bertawassul kepadaMu dengan Nabi kami sehingga kemudian Engkau turunkan hujan, dan sesungguhnya kami (kini) bertawassul kepadaMu dengan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan”

    Kalimat :
    ????????????
    “ dengan Nabi kami”
    mengandung kata tersirat yang sebenarnya adalah ‘doa’, sehingga diartikan sebagai
    ?? ( ??????? ) ??????????
    “ dengan (doa) Nabi kami “
    Mengapa demikian? Karena memang telah jelas bahwa dulunya para Sahabat bertawassul agar turun hujan dengan meminta kepada Nabi untuk berdoa, bukannya berdoa kepada Allah dengan menyebutkan jah atau dzat Nabi. Bukankah telah terdapat dalam hadits :
    ???? ?????? ???? ??????? ????? ??????? ?????? ??????????? ?????? ???????? ???? ????? ????? ?????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ???????? ????????????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ????? ????? ??? ??????? ??????? ???????? ???????????? ????????????? ????????? ??????? ??????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ?????????? ????????? ?????????? ?????????
    “ dari Anas bin Malik bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid pada hari Jumat dari pintu arah Daarul Qodho’ sedangkan Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri berkhutbah, kemudian laki-laki itu menghadap Rasul dalam keadan berdiri kemudian berkata : Wahai Rasulullah telah binasa harta-harta dan telah terputus jalan-jalan. Doakanlah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kita. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya, kemudian berdoa : Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami” (Muttafaqun ‘alaih: disepakati oleh AlBukhari dan Muslim).
    Tidaklah ternukil sedikitpun dalam hadits yang shohih ataupun hasan yang menunjukkan bahwa para Sahabat bertawassul dengan dzat Nabi, baik saat beliau masih hidup, terlebih lagi saat beliau sudah meninggal dunia.
    Demikian juga, kalimat dalam ucapan Umar :
    ??????? ??????????
    “ dengan paman Nabi kami”
    mengandung kata tersirat yang sebenarnya adalah ‘doa’, sehingga diartikan sebagai :
    ?? ( ??????? ) ????? ??????????
    “dengan (doa) paman Nabi kami”
    karena tidaklah disebutkan dalam riwayat tersebut bahwa Umar sendiri yang kemudian berdoa dan bertawassul dengan menyebut dzat Abbas, tapi justru Abbas yang kemudian berdoa. Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany dengan menukil penjelasan az-Zubair bin Bakkar, bahwa Abbas kemudian berdoa :
    ?????????? ??????? ???? ??????? ?????? ?????? ???????? ? ?????? ??????? ?????? ?????????? ? ?????? ????????? ???????? ??? ??????? ?????????? ???? ??????? ? ???????? ?????????? ??????? ???????????? ????????????? ??????? ????????????? ?????????? ????????
    “ Ya Allah sesungguhnya tidaklah turun bala’ kecuali karena dosa, dan tidaklah disingkap (bala’ tersebut) kecuali dengan taubat. Dan sungguh kaum ini telah menghadapkan diri mereka kepadaMu denganku karena kedudukanku dari NabiMu, dan tangan-tangan kami itu (berlumur) dosa, sedangkan ubun-ubun kami menghadap (menuju) Engkau dengan taubat, maka turunkanlah hujan kepada kami” (Lihat Fathul Baari juz 3 halaman 443).
    Perhatikanlah saudaraku kaum muslimin….
    Umar tidaklah bertawassul kepada Nabi setelah beliau meninggal karena memang dengan ketinggian ilmunya, Umar tahu bahwa hal itu dilarang. Sehingga kemudian beliau bertawassul dengan doa Abbas yang masih hidup. Tidaklah ternukil sedikitpun dalam hadits yang shohih ataupun hasan bahwa para Sahabat pernah bertawassul dengan Nabi setelah Nabi meninggal.

  54. Biar sebanyak apapun dalil atau ayat yg disajikan untuk mendukung argumentasi sekte wahaby/salafy tetap saja sy dan mungkin banyak orang lain ngak bakal percaya! Wong dari sejarahnya aja begitu banyak kitab2 klasik karangan ulama2 salaf yg asli aja dilenyapkan, diubah, ditambah, dikurangi de el el… plus jelas2 akidah mereka aja bisa dibagi tiga lagi!! Plus begitu banyaknya kasus biadab nyata diarab saudi sana… Yg jelas2 bertentangan dgn selogan islam murni, islam kafah, islam paling bener de el el…. Trus masih begitu banyak fakta2 kebobrokkan wahabi/salafy lainnya……
    Aaaaaaa suda aaaaah…… Males banget ngeladeni orang wahaby/salfy edan tenan reeek!!
    Ngak bakalan wahaby/salafy nyadar dari cengkraman setan yg terkutuk!!

  55. JANGAN ADA DUSTA DAINTARA KITA

    dalil yang disampaikan perlu mnjadi kajian, namun janganlah ada potongan cerita untuk kepentingan hawa nafsu belaka, saya undang kebenaran kisah ini:

    Tawassul Umar dengan Al-Abbas

    Diriwayatkan oleh al-Bukhari di dalam Sohihnya, daripada Anas RA berkata: “Bahawa Umar ibn al Khattab RA apabila mereka ditimpa kemarau, beliau meminta diturunkan hujan dengan kemuliaan Abbas ibn Abdul Muttalib RA, dengan doanya: “Ya Allah! Sesungguhnya kami dahulu sering bertawassul dengan kemuliaan NabiMu, maka Engkau menurunkan hujan kepada kami. Sekarang, kami bertawassul pula dengan bapa saudara nabi kami, maka turunkanlah hujan kepada kami.”

    Al-Zubair ibn Bikar telah meriwayatkan kisah ini di dalam al-Ansab dari beberapa jalan dan jalan perawi yang lain; yang meriwayatkan kisah ini dengan lebih ringkas. Daripada Abdullah ibn Umar RA berkata:Umar ibn al Khattab ? telah meminta diturunkan hujan pada tahun al-Ramadah dengan kemuliaan ‘Abbas ibn Abdul Muttalib RA. Dinamakan Ramadah kerana banyaknya debu-debu yang beterbangan akibat terlalu lama tidak turun hujan. Lalu Umar RA berucap kepada orang ramai :

    “Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Rasulullah SAW memandang (menghormati) Abbas RA sebagaimana seorang anak memandang (menghormati) bapanya. Maka ikutlah wahai sekalian manusia cara Rasulullah S menghormati bapa saudaranya, ‘Abbas ? dan jadikanlah dia sebagai wasilah kepada Allah. Berdoalah, wahai ‘Abbas!”

    Di antara doa ‘Abbas RA ialah: “Ya Allah! Sesungguhnya bala tidak akan turun melainkan kerana dosa dan ia tidak akan lenyap melainkan dengan taubat. Sesungguhnya umat ini telah bertawajjuh denganku kepadaMu kerana kedudukanku di sisi NabiMu SAW, dan ini adalah tangan-tangan kami yang melakukan dosa-dosa meminta kepadamu, sedang ubun-ubun kami tunduk kepadaMu dengan taubat. Maka siramilah kami dengan hujan dan peliharalah, ya Allah! Nabi kami SAW pada bapa saudaranya.”

    BERSAMBUNG…………..

  56. JANGAN ADA DUSTA DAINTARA KITA
    dalil yang disampaikan perlu mnjadi kajian, namun janganlah ada potongan cerita untuk kepentingan hawa nafsu belaka, saya undang semuanya mengecek kebenaran kisah ini:

    lanjutan:

    Maka langit menjadi mendung seperti bukit dan menurunkan hujan hingga tanah menjadi subur dan manusia dapat meneruskan kehidupan mereka. Maka ramailah orang menemui ‘Abbas RA menyapu jasadnya yang mulia (sebagai tanda terima kasih). Mereka berkata kepadanya, “Berbahagialah kamu, wahai penyiram al Haramain.” Umar RA berkata berikutan hal tersebut, “Demi Allah! Dia (‘Abbas RA) adalah wasilah kami kepada Allah dan orang yang mempunyai kedudukan di sisi Nabi SAW.

    Sebenarnya, Umar RA berhak menjadi imam untuk memohon diturunkan hujan kepada mereka (shalat istisqo’). Namun, Umar RA mendahulukan ‘Abbas RA untuk meminta hujan kerana membesarkan dan memuliakan Rasulullah SAW dan memuliakan keluarganya (ahlul; bait). Beliau mendahulukan paman Nabi SAW daripada dirinya sendiri untuk mencapai sebaik-baik tawassul dengan Rasulullah SAW bagi yang mampu. Beliau juga membolehkan pada orang lain untuk menjadikan ‘Abbas RA sebagai wasilah mereka kepada Allah. Maka beliau meminta diturunkan hujan bagi mereka di tempat solat Nabi SAW untuk mencapai cara yang terbaik dalam mengagungkan Rasulullah SAW dan menguatkan kelebihan ahli baitnya.

    doa Abbas RA:
    ‘Abbas RA juga ketika berdoa, dia bertawassul dengan Rasulullah SAW sebagaimana doanya: “Umat ini telah mendekatiMu dengan bertawassul denganku kerana kedudukanku di sisi NabiMu SAW (sebagai bapa saudaranya). Maka peliharalah, ya Allah! NabiMu pada pamannya.” Maksudnya, terimalah doaku kerana NabiMu SAW.

  57. @yono

    adakah kisah yang terpotong yang antum sampaikan? atau kisah dari saya merupakan kisah yang bohong belaka?

    “‘Abbas RA juga ketika berdoa, dia bertawassul dengan Rasulullah SAW sebagaimana doanya: “Umat ini telah mendekatiMu dengan bertawassul denganku kerana kedudukanku di sisi NabiMu SAW (sebagai bapa saudaranya). Maka peliharalah, ya Allah! NabiMu pada pamannya.” Maksudnya, terimalah doaku kerana NabiMu SAW.”

    sebenarnya Abbas RA juga bertawsul dengan nabi Muhammad SAW yang telah meninggal.

  58. @yono
    dalam terjemahan buku Syekh Abdul-Hayy Al Amrawi and Abdul Karim Murad, “Sufis and Sufism: A Defence”, kisah mengenai permintaan hujan oleh Sayidan Umar bin Khattab kwa tersebut dapat dipahami sebagia berikut:

    1. Pengetahuan Sayidan Umar bin Khattab kwa mengenai hadis mengnai tawassul. banyak hadis Umar bin Khattab tdk mengetahui karena kesibukannya berdagang, dibandingkan dengan sahabat2 nabi yang lain seperti Ibn ‘Abbas, Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurayrah. Demikian juga sahabat Abu Bakar kwa tidak semua hadis/sunnah diketahuinya sendiri dan Al-Mughira ibn Shu’bah lah yang memebri pengetuhan sunnah pada Abu Bakar kwa.

    2. Bertawsul dengan Nabi tidaklah harus dilakukan dan dibolehkan, bisa juga dengan bertawusul kepada lainya yang masih hidup.

    3. Allah berfirman “Atau siapakah yang memperkenankan doa orang dalam skesulitan apabila berdoa kepadaNYA dan yang menghilangkan kesusahan…” . Abbas ra juga dalam kondisi seperti yang lain, sehingga tidak diragukan untuk menjadikan Abbas sebagai wasilah

    4. Umar berwasilah memalui Abbas karena ingin meniru Nabi dengan pengehormatan terhadap kerabat Nabi, seperti jelas perkataan Umar. Dari Az-Zubayr ibn Bakkar tersambung pada Al-Ansaab dari Da’ud dari Ata’ dari Zayd ibn Aslam dari Ibn Umar berkata: ” Umar Ibn Al Khattab hadir dalam shalat Istisqo’ pad tahun yang kering dengan Al-’Abbas ibn Abdul Muttalib, dan Umar berkata pada yang hadir, “Rasulullah Mhammad SAW dan ahlul baitnya biasa menggunakan nasehat Abbas sebagai seperti nasehat Bapa pada anaknya, jadi, kalian ikutilah Rosulallah SAW dan ambilah dia sebagai wasilah pada
    Allah SWT

    bersambung…..

    1. Gini aja deh mas…
      Emang gue rasa loe lebih pinter dari nabi kita…
      Nabi kita menyuruh umar untuk mencari Uwais al qorny dan memohon do’a atau jelasnya bertawasul kepada dia,….
      Kenapa gak Nabi nyuruh umar untuk mendatangi makam Nabi ya kalo emang pengen bertawasul..????
      Emang lebih pinter loe mas dari Nabi,,,

      1. @ muda
        memang kami tidak lebih pintar dari ente, kami adalah orang awam dan pendidikan kami tidak setinggi ente yg lulusan Universitas.
        Tapi walaupun begitu dalam beragama kami gak mau didoktrin begitu aja, nurut aja apa kata ustad seperi kerbau yg dicucuk hidungnya, kami masih bertanya ke guru2 yg lain dan membaca kitab2 ulama ASWAJA dan mengikuti Ijma’ mayoritas ulama yang bersumber Al Qur’an dan Hadis

        Pokoknya gak mau terima katanya2 ustad lebih2 ustad
        si celana cingkrang, jenggot awut2an, jidat hitam.

      2. @muda, anda mulai ngos-ngosan ya berdiskusi dengan aswaja, udah habis ya copas dan taqlid buta pada ustadz anda, kelihatan dari comment anda yang mulai putus asa, sebenarnya wawasan islam anda yang sempit tuh yang membuat anda ngos-ngosan.
        @abah asra….mantab….lanjut bah…

      3. “Kenapa gak Nabi nyuruh umar untuk mendatangi makam Nabi ya kalo emang pengen bertawasul..????”

        ini termasuk pertanyaan bahlol. Nabi Muhammad kan masih hidup. Kalau nabi Muhammad masih ada, tentu Sahabat terdekatnya lebih suka meminta doa beliau. Lagipula bila nabi telah wafat, tentu tidak sulit kok mencarinya. Kalau Uwais ya harus dicari dulu. Itu artinya Nabi juga menganjurkan kita bertawasul kepada selain beliau. Bahkan Para Sahabat itu tidak kalah mulia dari Uwais, artinya kita boleh saja bertawasul kepada siapa saja orang beriman dan saleh yang diridhoi Allah, tidak peduli apakah dia lebih mulya atau lebih rendah kedudukannya.

  59. kalo menurut saya , persoalan pokok kenapa wahabi menolak Tawassul dgn yang sudah meninggal , adalah pada definisi Tauhid , Syirik dan Ibadah kacaunya pengertian Tauhid Syirik dan Ibadah yang dipahami wahabiyyun inilah yang jadi penyebab utamanya , sebab pelarangan Tawassul dengan yang sudah wafat itu baru muncul abad 7-8 hijriyah dengan munculnya kaidah yang dibuat oleh Ibnu taimiyah : ” La yajuzu tawassul illa bil hayyil hadir ” kaidah salah kaprah inilah penyebab utamanya.

    1. Mantab Mas Ahmad Syahid, saya setuju banget. Saya heran Kok Ibnu Taymiyah ini bisa berbeda dg para ulama sebelumnya kenapa ya, apakah dia ini ngarang sendiri tanpa pakai guru atau bagaimana? Apakah Mas Syahid tahu asal usulnya kenapa dia bisa menyimpang jauh dalam pemahaman agama dg para Ulama yg lain?

    2. Ilmu Ibnu Taimiyah lebih besar dari akalnya , ibarat sebuah wadah akalnya Ibnu Taimiyah tidak mampu mewadahi Ilmunya , sehingga luber tumpah ke mana-mana akhirnya dia mengikuti Salaf at-tholih , seperti Ibnu Bathoh pemalsu Hadist plus seorang Mujassim , Ibnu Taimiyah mempunyai Istilah tersendiri dengan ungkapan ” ikuti Salaf “, karena ternyata banyak Salaf Mujassim dan pemalsu yang menjadi rujukan Ibnu Taimiyah.

      1. Oh, begitu rupanya. Makasih Mas Syahid.

        Mungkin kalau zaman sekarang bisa dilihat gambarannya pada orang-orang Wahabi yg ilmunya luber sehingga bikin cemar dan rusak ajaran Islam. Di masjid-masjid mereka teriak-teriak sampai urat lehernya mecotot, eh yg diomongin cuma-soal-soal bid’ah yg isinya fitnah-fitnah. Masa hari Jum’at kemarin ada khotib Wahabi bilang orang yg menyebut Nabi saw dg Sayyidina disamakan dg menyembah Nab? Benar-benar ngeres itu otaknya si khotib Wahabi.

        Benar2 sempit nalarnya, masa orang menyebut Sayyidina untuk menghormati Nabi Saw dikatakan menyembah Nabi? Duuhhh Wahabi benar2 Wahabrot ajarannya.

  60. @muda
    antum salah menempatkan dalil lagi nih kayaknya, tapi tak apalah mari kita kaji sedikit cerita Uwais al Qorny, beliau adalah pahlawan Badar dan mengikuti beberapa peperangan lain dengan nabi, singkat cerita Uwais tidak ingin jati dirinya sebagai kekasih Allah diketahui oleh masyarakat, sampai Umar mengetahui atas petunjuk nabi, sampai akhir hayatnya tak banyak orang alias sedikit sekali yang mengetahui derajat beliau sebagai kekasih ALLAH (waliyuallah yang tersembunyi). Di saat meninggal warga desa dikejutkan dengan banyaknya orang yang bertkziah bukan dari desa tersebut, ketika memandikan sudah ada banyak orang yang memandikan, ketika warga hendak menggali kubur sudah adah banyak orang yang menggali kubur, dan banykalah orang yang menyalati dan mengiring jenazah beliau. Ternyata merka adalah para malaikat yang mendengar kematian beliau, dan penduduk desa baru mengerti bahwasannya Uwais al Qorny adalah sahabat nabi yang menjadi WALIYUALLAH.

    Segala sesuat adalah atas kehendak Allah, Allah memilih kekasihnya pada tiap2 tempat.

    hal ini keluar dari topik, bukankah Wahabiun ta mengenal waliyuallah? yang memiliki karomah2 dari sisiNYA?

    Cerita tersebut bukan mengenai tawassul sebagai subtansi bahasan, namun cerita yang mempertegas bhw Nabi mengetahui hal2 gaib ttg kekasih Allah dan siap2 saja sahabat yang dijamin masuk surga

    1. Wkwkwkwkwkkkwkwkwkw…..
      Dapat cerita darimana nih mas….
      ampun gue…betul-betul gue ngos-ngosan gue di bikin ketawa sama aswaja…
      Emang pintar loe mas suprenova…
      plok…plok…plokkk….

      1. muda,
        kamu googling aja pakai key word: Uwais al Qorny, insyaallah ustadz google punya kisah Wali Allah yg istimewa ini.

        Jadi jangan meledek dulu, nanti malah akan terlihat jelas kebodohanmu.

        Oh ya, dulu kamu saat pertama kali koment di blog ini tampak sebagai orang berakhlak mulia, tapi kenapa sekarang kamu kelihatan aslimu sebagai Wahabi? Apakah penampakanmu yg pertama dulu hanya pura-pura jadi orang berakhlak padahal aslinya seperti ini?

      2. @muda
        antum jeli melihat cerita tsb, dan ane minta maaf atas kesalahan redaksi cerita tsb, namun ada hal yang masih bisa dipakai sebagai hikma dari cerita tsb yakni Uwais al Qorny adalah seorang yang mencintai Allah dan Rasullnya, yang tekenal di langit tpai tidak dibumi

    1. @ Ua
      apa lagi situs pengikut wahabi, tak lebih situs yang sekedar membodohi dan menipu orang. pakai dong akal, hati nurani dan perasaan ente yang diberikan Allah SWT, sihingga dapat mnegetahui mana yang benar mana yang cuma cari pengikut fanatik yang sekedar menjadi boneka wahabi yahudi licik.

  61. Siapakah yang berani meragukan kecintaan dan pengagungan para Sahabat terhadap Nabi? Demikian besarnya pengagungan dan kecintaan tersebut, sampai – sampai para Sahabat merasa sangat tidak pantas jika mereka menjadi Imam sholat dalam keadaan Rasul menjadi makmum. Sungguh indah pelajaran yang bisa diambil dari hadits Muttafaqun ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad as-Saa’idy ketika Rasulullah pergi ke Bani ‘Amr bin ‘Auf untuk mendamaikan perselisihan di sana. Pada saat sudah masuk waktu sholat dan Rasul belum datang, para Sahabat meminta Abu Bakar menjadi Imam. Abu Bakar pun maju menjadi Imam. Ketika Rasul datang dan masuk dalam shof, para Sahabat yang menjadi makmum memberi isyarat kepada Abu Bakar agar mundur dan memberikan peluang kepada Rasul untuk maju menjadi Imam. Ketika banyak Sahabat yang memberi isyarat dengan bunyi tepukan tangan, Abu Bakr menoleh dan beliau melihat Rasul ada pada shof. Rasul sebenarnya memerintahkan kepada Abu Bakr untuk tetap menjadi Imam, tapi Abu Bakar tidak mau. Beliau mundur, agar Rasul bisa maju menggantikannya sebagai Imam. Selepas sholat, Abu Bakr ditanya oleh Nabi : ‘Wahai Abu Bakar mengapa engkau tidak tetap saja di tempatmu (sebagai Imam) ketika aku perintahkan?’ Abu Bakar menjawab :

    ??? ????? ??????? ????? ????????? ???? ????????? ?????? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ?????????
    “ tidak sepantasnya bagi Ibnu Abi Quhaafah (Abu Bakr) untuk sholat di depan Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam” ( faidah hadits ini disampaikan oleh Syaikh Nashiruddin al-Albaany dalam kitab at-Tawassul Anwaa-‘uhu wa Ahkaamuhu).
    Sehingga, terbantahlah persangkaan orang yang mengatakan : Sesungguhnya para Sahabat tidaklah bertawassul kepada Nabi setelah meninggalnya Nabi sekedar berpindah dari suatu hal yang utama menuju suatu hal yang boleh (tidak lebih utama). Bukankah tidak mengapa bagi Abu Bakr untuk menjadi Imam bagi Rasul karena beliau sendiri yang memerintahkan untuk tetap pada tempatnya? Tapi Abu Bakr merasa tidak pantas. Sebagaimana jika bertawassul kepada Nabi adalah disyariatkan meskipun beliau sudah meninggal, maka para Sahabat tidaklah akan berpindah menuju tawassul ke orang yang lain, karena demikian mulyanya kedudukan Nabi bagi para Sahabatnya.

    1. “Sehingga, terbantahlah persangkaan orang yang mengatakan : Sesungguhnya para Sahabat tidaklah bertawassul kepada Nabi setelah meninggalnya Nabi sekedar berpindah dari suatu hal yang utama menuju suatu hal yang boleh (tidak lebih utama)”

      Menurut saya ini benar.

      “Bukankah tidak mengapa bagi Abu Bakr untuk menjadi Imam bagi Rasul karena beliau sendiri yang memerintahkan untuk tetap pada tempatnya? Tapi Abu Bakr merasa tidak pantas. Sebagaimana jika bertawassul kepada Nabi adalah disyariatkan meskipun beliau sudah meninggal, maka para Sahabat tidaklah akan berpindah menuju tawassul ke orang yang lain, karena demikian mulyanya kedudukan Nabi bagi para Sahabatnya”.

      Hal ini tidak bisa dijadikan dalil, sikap Abu Bakar adalah sikap pribadi karena kerendahan hatinya, Nabi Muhammad memang paling mulya, tetapi sahabat berpindah menuju tawasul ke orang lain adalah pantas, karena bisa jadi para sahabat malu untuk meminta kepada Rasulullah, dan apakah ente tidak tahu bahwa para sahabat saja banyak yang malu atau takut-takut bertanya pada nabi, sehingga biasanya menunggu orang badui untuk disuruh bertanya kepada nabi.

      Semua yang tulis hanya asumsi dan pendapat, maka asumsi dan pendapat tidak bisa dijadikan dalil sebuah keharaman.

  62. Jika belum cukup contoh dari Umar (yang tidak bertawassul kepada orang yang meninggal namun meminta didoakan orang Sholih yang masih hidup), maka bagaimana dengan tawassulnya Sahabat Nabi Mu’awiyah bin Abi Sufyan kepada seorang Tabi’i Yazid bin al-Aswad al-Jurasyi agar mau berdoa memintakan turunnya hujan. Sebagaimana disebutkan riwayatnya dalam kitab Karomaatul Awliyaa’ karya Al-Laalikaa-i juz 1 halaman 191, juga disebutkan dalam Siyaar A’laamin Nubalaa’ karya al-Hafidz AdzDzahaby juz 4 halaman 137 :

    ?? ???? ?? ???? ???: ??? ?????? ??????? ???? ??? ??? ??????? ???: ??? ???? ?? ?????? ? ?????? ?????? ????? ???????. ????? ??????? ???? ??????? ???? ??????: ????? ??? ?????? ???? ?????? ??????? ???? ?? ??????? ?? ????? ???? ???? ??? ????.???? ???? ???? ????? ??? ??? ????? ?? ?? ???? ????? ??????? ???? ???? ?????? ??? ??? ????? ?? ?? ?????? ???????

    “ dari Sulaim bin ‘Amir beliau berkata : Mu’awiyah keluar untuk istisqa’, ketika telah naik ke atas mimbar beliau berkata : Mana Yazid bin al-Aswad ? Maka manusiapun memanggilnya, sehingga Yazid bin al-Aswad datang menghadap, maka Mu’awiyah memerintahkan kepadanya maka ia naik mimbar. Mu’awiyah berkata : Ya Allah sesungguhnya kami meminta syafaat kepadaMu dengan manusia yang terbaik dan paling utama di antara kami Yazid bin al-Aswad. Wahai Yazid, angkat tanganmu kepada Allah. Maka Yazid mengangkat tangannya (berdoa) dan manusiapun mengangkat tangannya (berdoa). Tidak berapa lama menjadi basahlah awan bagaikan at-tirs, dan angin bertiup kencang. Maka turunlah hujan kepada kami, sampai-sampai manusia hampir-hampir tidak bisa mencapai tempat tinggalnya”.
    Lihatlah, bagaimana Sahabat Nabi Mu’awiyah bin Abi Sufyan tidaklah bertawassul kepada Nabi yang sudah meninggal, tidak pula bertawassul kepada para Sahabat Nabi lain yang juga sudah banyak meninggal. Tapi justru beliau meminta Yazid bin al-Aswad seorang sholih yang masih hidup pada saat itu untuk berdoa.
    Kalau kita menyebutkan contoh dari Sahabat Mu’awiyah ini, akan ada yang mencibir : ‘kok pakai contoh Mu’awiyah?’ Kemudian dia akan mencela dan mencemooh Sahabat Nabi Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Demikian jauhnya umat dari bimbingan Ulama’ Ahlussunnah sehingga demikian mudah kaum muslimin termakan syubhat kaum syiah yang menjelek-jelekkan para Sahabat Nabi, termasuk Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
    Maka pada kesempatan kali ini sedikit kami akan uraikan beberapa dalil yang menunjukkan keutamaan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam melarang kita mencerca para Sahabatnya :
    ??? ????????? ?????????? ??? ????????? ?????????? ??????????? ??????? ???????? ???? ????? ?????????? ???????? ?????? ?????? ??????? ??? ???????? ????? ?????????? ????? ?????????
    “ Janganlah kalian mencela Sahabatku, demi Allah yang jiwaku berada di tangannya, kalau seandainya kalian berinfaq emas sebesar Uhud, niscaya tidak akan bisa menyamai infaq satu mud mereka tidak juga setengahnya” (H.R Muslim dari Abu Hurairah)
    ?????? ????????? ??????? ????? ??????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??? ????????? ?????????? ?????? ????? ???? ????? ???????????
    “ dari ‘Aisyah beliau berkata : Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Janganlah kalian mencela para sahabatku’. Allah melaknat orang yang mencela para sahabatku’ (diriwayatkan atThobaroony).
    Mu’awiyah bin Abi Sufyan adalah salah seorang sekertaris Nabi, penulis wahyu. Dalil yang menunjukkan bahwa Mu’awiyah adalah penulis wahyu yang mendampingi Nabi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas bahwa Abu Sufyan meminta 3 hal kepada Nabi, di antaranya agar Nabi menjadikannya sebagai penulisnya dan Nabi menyanggupinya (Lihat Shahih Muslim pada Bab min Fadhaaili Abi Sufyan bin Harb radliyallahu ‘anhu’)
    Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam berdoa untuk Mu’awiyah bin Abi Sufyan :
    ?????????? ????????? ???????? ?????????? ??????? ????
    “Ya Allah jadikanlah ia sebagai pemberi petunjuk yang mendapatkan petunjuk, dan berilah ia hidayah dengannya” (H.R atTirmidzi).
    ?????????? ??????? ??????????? ?????????? ???????????? ?????? ??????????
    “ Ya Allah ajarkanlah kepada Mu’awiyah al-Kitab, perhitungan, dan lindungilah ia dari adzab” (H.R Ahmad).
    Demikianlah saudaraku kaum muslimin….
    Penjelasan di atas menunjukkan 2 hadits shohih yang digunakan sebagai argumen untuk membolehkannya tawassul dengan jah orang yang sholih adalah tidak pada tempatnya. Justru hal itu merupakan bantahan terhadap mereka. Dalil-dalil tersebut diarahkan untuk membolehkan tawassul dengan orang-orang yang sudah meninggal dunia.

  63. @ yono yang anda ungkapkan hanya sepotong2, lengkapnya seperti ini :
    Tawassul” dari segi bahasa dari kata “wasilah” yang berarti ‘darajah’ (kedudukan), ‘qurbah’ (kedekatan), atau dari ‘washlah’ (penyampai dan penghubung). Dalam istilah syariat Islam tawassul dikenal sebagai sarana penghubung kepada Allah melalui ketaatan.
    Contoh: orang sakit datang ke dokter, dia menjadikan dokter sebagai perantara untuk mendapatkan kesembuhan dengan tetap meyakini bahwa pemberi kesembuhan adalah Allah Swt. Begitu pula seorang murid membaca buku atau belajar kepada seorang guru, maka dia menjadikan buku dan guru sebagai perantara untuk meraih ilmu. Sedangkan ilmu pada hakikatnya dari Allah Swt.
    Apabila diyakini dokter pemberi kesembuhan atau buku dan guru pemberi ilmu, maka dihukumi sebagai kesyirikan terhadap Allah.
    Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an:
    ??? ???????? ????????? ???????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ????????????
    “ Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadanya.” (QS Al-Ma’idah: 35).
    Perintah dari Allah di atas untuk mencari wasilah (perantara) mendekat diri kepada-Nya disebutkan secara mutlak (dalam bentuk ketaatan). Dalam kitab tafsir Asshowy diterangkan “Termasuk kesesatan dan kerugian yang nyata apabila mengkafirkan kaum muslimin karena berziarah ke makam para wali Allah, dengan menuduh bahwa ziarah merupakan penyembahan kepada selain Allah. Tidak! bahkan termasuk bentuk cinta karena Allah, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Saw
    ????? ??? ???????? ????? ??? ?????? ?? ???????? ?? ???? ??? ???? ???? ??????????? ???????? ????????????
    “Ingatlah ! tidak ada iman bagi orang yang tidak ada cinta, dan wasillah kepadanya yang dikatakan Al-Qur’an “dan carilah wasilah menuju Allah”. (As-Showi ala Tafsir jalalain juz 1 hal. 372)
    Macam-Macam Tawassul :
    a) Tawassul Dengan Amal Solih
    Hadits riwayat Imam Bukhori No. 2111 hal. 40 juz 8 menceritakan tiga orang yang terperangkap di dalam goa yang tertutup batu besar. Mereka keluar dengan selamat setelah memohon kepada Allah dengan wasilah amal-amal soleh mereka.
    b) Tawassul Dengan Orang Solih Yang Hidup
    Disebutkan dalam sohih Bukhori
    ?????????? ????????? ???? ????????? ????? ?????????? ????????? ???? ?????? ??????? ??????????????? ????? ?????????? ????? ?????? ??????? ???? ??????????? ???? ????????? ???? ?????? ??????? ???? ?????? ???? ?????? ???? ??????? ????? ?????? ???? ??????????? ?????? ??????? ?????? ????? ????? ???????? ?????????? ????????????? ???? ?????? ???????????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ??????????? ???????? ???????????? ???????????? ???????? ??????????? ???????? ??????? ?????????? ?????????? ????? ????????????
    Diriwayatkan dari Anas bin Malik sesungguhnya Umar bin Khatthab RA ketika masyarakat tertimpa paceklik, dia meminta hujan kepada Allah dengan wasilah Abbas bin Abdul Mutthalib, dia berdo’a “Ya Allah! Dulu kami bertawassul kepada-Mu dengan perantara Nabi kami, lalu kami diberi hujan. Kini kami bertawassul kepadamu dengan perantara paman Nabi kami, berikanlah kami hujan”. Perawi hadits mengatakan “Mereka pun diberi hujan.”. HR Bukhory : 4/99.
    Jelas sekali bahwa Sayidina Umar r.a. memohon kepada Allah dengan wasilah bbas, paman Rasulullah SAW padahal Sayidina Umar lebih utama dari Abbas dan dapat memohon kepada Allah tanpa wasilah
    c) Tawassul Dengan Orang yang telah meninggal.
    Dari Sayyidina Ali kr. “Sesungguhnya Nabi Saw ketika mengubur Fatimah binti Asad, ibu dari Sayyidina Ali Ra. Nabi mengatakan “Ya Allah! dengan Hakku dan Hak para nabi sebelumku ampunilah ibu setelah ibuku (wanita yang mengasuh Nabi sepeninggal Ibu-Nya)”. {HR. Thabrany dalam kitab Ausat juz 1 hal. 152}. Pada hadits tersebut Nabi betawassul dengan para nabi yang sudah meninggal.
    d) Tawassul Dengan Yang Belum Wujud.
    Allah berfirman :
    ???????? ????????? ??????? ???? ?????? ??????? ????????? ????? ???????? ????????? ???? ?????? ??????????????? ????? ????????? ???????? ???????? ????????? ??? ???????? ???????? ????
    “Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu”.(QS Al-Baqarah 89)
    Diriwayatkan bahwa kaum Yahudi memohon pertolongan untuk mengalahkan kaum Aus dan Khazraj dengan wasilah Nabi Muhammad SAW yang kala itu belum diutus dan mereka diberi kemenangan oleh Allah, Akan tetapi setelah beliau diutus sebagai Rasul mereka mengkufurinya. (Tafsir Attobari juz2 hal.333)
    Disebutkan pula
    ?? ??? ?? ?????? ??? ???? ??? ? ??? : ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? : « ??? ????? ??? ??????? ??? : ?? ?? ????? ??? ???? ??? ???? ?? ? ???? ???? : ?? ??? ? ???? ???? ????? ??? ????? ? ??? : ?? ?? ? ???? ??? ?????? ???? ????? ?? ?? ???? ???? ???? ????? ??? ????? ????? ?????? ?? ??? ??? ???? ???? ???? ???? ????? ??? ?? ??? ??? ???? ??? ??? ????? ????
    Dalam hadits yang diriwayatkan Umar bin Khatthab Ra. Rasullulah bersabda “Ketika Nabi Adam melakukan kesalahan, Beliau berkata, “Wahai Tuhanku! aku meminta kepada-Mu dengan Hak Muhammad ampuni aku”. Kemudian Allah menjawab “Wahai Adam! bagaimana kamu mengetahui tentang Muhammad padahal Aku belum menciptakan-Nya?”. Adam berkata “Wahai Tuhanku! karena ketika Engkau ciptakan aku dengan kekuasaan-Mu dan Kau tiupkan ruh ke dalam diriku, setelah aku mengangkat kepalaku, aku melihat pada tiang Arsy tertulis “Lailaha illallah Muhammad Rasullullah” maka aku pun meyakini, tidaklah Kau sandarkan sebuah nama pada nama-Mu kecuali mahluk yang paling Engkau cintai”. {HR. Hakim dalam kitab Mustadrok juz 10 hal. 7. dan dishohihkan oleh al-Hafidz As-Suyuthy dalam kitab khosois an-Nabawiyyah, Imam baihaqy dalam kitab Dalailun Nubuwwah, Imam al-Qasthalany dan Zarqany dalam kitab al-Mawahib al-Ladzunniyah juz 2 hal. 62, dan Imam As-Subky dalam kitab Syifa’us Siqom}.
    Ini adalah bukti bahwa Nabi Adam pun menjadikan Rasulullah SAW sebagai wasilah sehinga Allah menerima tobatnya, padahal beliau belum diwujudkan oleh Allah SWT.
    e) Tawassul Dengan Benda Mati
    Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 248 :
    ??????? ?????? ??????????? ????? ?????? ???????? ???? ???????????? ??????????? ????? ????????? ???? ????????? ??????????? ?????? ?????? ???? ?????? ?????? ???????? ?????????? ?????????????? ????? ??? ?????? ???????? ?????? ???? ???????? ???????????
    “Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman”.
    Al Hafidz Ibn Kasir dalam kitab tarikh mengatakan: “Ibn Jarir berkata: “Bani Israil apabila berperang melawan musuh, mereka membawa tabut, dan mereka mendapatkan kemenangan berkat tabut, yang berisi bekas peninggalan keluarga Musa dan Imran””.
    Ibn Kasir mengatakan pula dalam kitab tafsirnya “Tabut itu berisi tongkat Nabi Musa dan Nabi Harun serta baju Nabi Harun, sebagaian ulama mengatakan tongkat dan dua sandal”.
    Apabila bertawassul dengan bekas peninggalan para Nabi, Allah SWT ridho dengan perbuaatan mereka dengan mengembalikan tabut itu ke tangan mereka setelah lama hilang, karena kemaksiatan mereka dan menjadikan tabut itu tanda keabsahan kerajaan Tholut, padahal isi tabut adalah benda-benda mati maka apakah menjadi syirik bila kita bertawassul dengan sebaik-baik Nabi?
    Kesalahfahaman Kelompok Penentang Tawassul Dalam Memahami Ayat & Hadits
    Sebagian orang mengatakan bahwa tawassul hukumnya haram dan menyebabkan kesyirikan, karena perbuatan ini sama dengan perbuatan orang musyrik, berdasarkan firman Allah Swt
    ??????????? ?????????? ???? ??????? ??????????? ??? ???????????? ?????? ??????????????? ????? ??????? ???????
    Artinya “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya “.Az Zumar : 3
    Sebenarnya ayat di atas tidaklah tepat jika ditujukan untuk orang-orang yang beriman kepada Allah karena ayat itu diturunkan untuk menjelaskan kelicikan orang-orang musyrik di dalam membela diri mereka terhadap sesembahan mereka yaitu berhala-berhala yang sebenarnya mereka meyakini bahwa berhala-berhala itu berkuasa memberi manfat dan mendatangkan bahaya. Sedangkan orang yang beriman meyakini bahwa semua manfaat dan bahaya semata dari Allah.
    Selain itu kalimat ?? ?????? ??? ???????? artinya kami tidak menyembah berhala-berhala itu kecuali untuk mendekatkan diri kami kepada Allah. Apakah sama yang diyakini orang yang bertawasul ?, Tidak, mereka menyembah kepada Allah dan tidak menyembah kepada selain Allah dan mereka tidak menjadikan apa yang mereka tawassuli untuk mendekatkan diri kepada Allah, mereka meminta kepada Allah berkat orang-orang yang soleh yang telah diridhoi oleh Allah.
    Salah besar jika melarang tawassul dengan ayat di atas. Yang lebih mengggelikan, ayat yang ditujukan kepada musyrikin ini, mereka gunakan untuk menyerang orang-orang beriman yang meng-esakan Allah. Imam Bukhori berkata “Ini adalah perbuatan orang khawarij. Mereka mengambil ayat untuk orang kafir kemudian menimpakan ayat tersebut kepada muslimin dengan tanpa dalil dan disertai fanatik yang keterlaluan “. {lihat kitab Mas’alatul al-Washilah karya Muhammad Zaky Ibrohim hal. 8}.
    :Mereka juga salah di dalam memahami hadits
    ???? ???????? ????????? ??????? ??????? ??????????? ??????????? ?????????
    “Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Apabila kamu meminta tolong maka minta tolonglah kepada Allah” {HR. Turmudzy juz 9 hal. 56}
    Dinyatakan hadits di atas dalil untuk mengharamkan bertawasul.
    Sebenarnya hadits ini mengingatkan bahwa semua datangnya dari Allah Swt. Jelasnya, bila kamu meminta kepada salah satu mahluk, maka tetaplah berkeyakinan semuanya dari Allah Swt bukan larangan untuk meminta kepada selain Allah sebagaimana zhohir hadits. Sesuai dengan hadits berikut,
    ????????? ????? ?????????? ???? ??????????? ????? ???? ??????????? ???????? ???? ??????????? ?????? ???????? ???? ???????? ??????? ???? ?????? ??????????? ????? ???? ?????????? ???????? ???? ?????????? ?????? ???????? ???? ???????? ??????? ????????
    “Ketahuilah seandainya semua umat berkumpul untuk memberimu manfaat dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa memberimu manfaat kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah Swt kepadamu. Apabila mereka berkumpul untuk membahayakan kamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tentukan atasmu”. {HR. Turmudzy juz 9 hal. 56}
    Bandingkan ! hadits Nabi yang berbunyi :
    ??? ????????? ?????? ????????? ????? ???????? ????????? ?????? ???????
    “Janganlah bergaul dengan kecuali orang mu’min dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertqwa” {HR. Abi Daud juz 12 hal. 458}
    Apakah hadits ini sebagai larangan bagi kita untuk bergaul dengan orang kafir dan memberi makan orang yang tidak betaqwa itu haram ?. Tidak ! hadits di atas peringatan “janganlah disamakan bergaul dengan orang yang kafir dengan bergaul dengan orang yang beriman, dan lebih perhatikanlah membantu orang yang bertaqwa dari pada selainnya”. Hadits tersebut hanyalah anjuran, bukan kewajiban.
    Sebenarnya banyak sekali dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawasul bahkan menjadi suatu anjuran, tapi yang di atas kiranya menjadi cukup sebagai pemikiran tentang kekurang fahaman anda terhadap ayat-ayat dan hadits-hadits serta kefanatikan anda terhadap pendapat diri sendiri tanpa menghargai pendapat orang lain yang lebih tinggi ilmu dan kesolehannya.

  64. Yono,
    antum gak bisa dialog, sebaiknya nyimak aja seperti saya, oke?

    Jangan bikin pernyataan2 tapi begitu dijawab, antum kelabakan nggak bisa njwab lagi. Itu namanya nggak bisa dialog atau diskusi.
    Mendingan antum turun aja dan jadilah penyimak yg baik seperti saya. Nanti kalau antum sudah pintar seperti yg lain, silahkan naik lagi.

  65. pelarangan Tawassul oleh pengikut Ibnu taimiyah (wahabiyyun) sebenarnya Tanpa dalil sama sekali , wahabiyyun sudah berperan sebagai ” tuhan ” mengharamkan sesuatu yang Allah dan Rosulnya pun tidak Haramkan.

    Naudzu billah min syarrihim.

  66. @Yono
    Sebaiknya saran S.Aceh diperhatikan. Anda belum layak diskusi. Ke sana-kemari cuma bawa copypaste. Dibantah ga bisa jawab, terus lari ke topik lain. Untuk alihkan perhatian ya ?

  67. Monggo debat soal tawasul he he he. Ane mau tawasul nih…..BIARPUN SEMILYAR ORANG TERIAK ANTI TAWASUL DENGAN NABI, SAHABAT, TABIIN DAN AULIYA BAGAIKAN HALILINTAR, ANE TETAP YAQIN 1000 PERSEN BAHWA TAWASUL ITU BENAR DAN DIBENARKAN.

    Silahkan dilanjut debatnya…….

    1. maaf mbah , orang2 yang anti tawassul dengan para Nabi , jumlahnya gak nyampe 100 juta , jangankan satu milyar 40 juta juga Wallahu A`lam , sementara yang bertawassul Jumlahnya 1.5milyar lebih.

      1. Mas syahid

        Data thn 2009, jumlah pengikut madzab hanbali cuman 2% sedunia lho. sedang tertinggi hanafi sampe 40% lebih, syafii 30% lebih dan maliki hampir 30 %. Dari 2% pengikut hanbali tidak semua wahabiyun. trus jumlah wahabiyun berapa ya he he he

        1. meski sedikit mereka punya dana yang bejibun alias uangnya ga ada serinya dan harus diwaspadai. di satu negara pecahan soviet wahabi dikekang karena radikalismenya

  68. mbah redy,

    yang anti tawassul itu, saat ini sedang sibuk memperkosa TKW. Karena itu, menurut mereka tawassul itu buang-buang waktu …

  69. @wahabi is dead

    menurut mereka TKW adalah budak yang boleh diperkosa walau mereka bersyahadat seperti @yono @muda dan wahabiun indonesia

    pertanyaannya adalah jikalau TKW itu adalah saudara dari wahabiun indonesia (yono muda dkk) apa reaksi mereka dengan wahabi arab?

    sejarah mencatat sesama wahabi saling mengkafirkan

    lanjut maaaang

  70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah 35)

    mencari jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya adalah perintah Allah.

    Ketika orang musyrik mengaku mereka menjadikan orang saleh yang telah wafat sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, tidak ada yang salah, karena itu sesuai dengan perintah Allah. Tapi kenyataannya mereka hakikatnya bukanlah menjadikan orang saleh yang telah wafat sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, tetapi menjadikan orang saleh yang telah wafat sebagai berhala, sesembahan, dan meyakini berhalanya mampu menjadi pelindung dan memberi syafaat selain Allah.

    inilah jejak yang dirangkum dalam firmanNya:

    Mereka (orang musyrik) mengatakan: “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (Az-Zumar: 3)

    dan mereka berkata: ‘Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah’.” (Yunus: 18)

    ini adalah perkataan orang musyrik. Benarkah demikian kenyataannya?

    Allah telah menyatakan bahwa mereka telah MENYEMBAH/BERIBADAH berhalanya itu. Tidak perlu saya sebutkan lagi sudah jelas.

    Berdoa kepada Allah dengan cara bertawasul bukanlah menyembah/beribadah kepada objek tawasul tetapi menyembah/beribadah kepada Allah. Karena Doa hanya ditujukan kepada Allah, sedangkan permohonan sebagaimana kita meminta pertolongan kepada orang lain dapat ditujukan kepada siapa saja dan permohonan seperti ini bukanlah penyembahan.

    Lalu adakah dalil yang menyatakan bahwa bertawasul melalui orang yang hidup itu adalah berdoa kepada Allah sedangkan bertawasul dengan orang yang telah wafat adalah syirik atau menyembah kepada objek tawasul?

    tentu tidak ada. karena tawasulnya orang yang beriman kepada orang yang beriman lainnya adalah benar. Sebagaimana bila kita bertawasul dengan nabi ketika hidup dan ketika beliau wafat. Apa bedanya? objek dan tujuan tawasulnya sama, tidak ada yang berubah, kita semua tetap menganggap nabi hanya sebagai perantara dan segala sesuatunya bergantung kepada Allah. Sedangkan kehidupan adalah abadi selama Allah memberikannya keabadian. Kita hanya pindah alam saja, sebelumnya didunia, lalu kita pindah ke alam barzah. Kita tetap hidup, karena kehidupan itu adalah jiwa kita alias Roh kita alias hati nurani kita.

    Seandainya tawasul dengan orang yang hidup dengan orang yang wafat berbeda sehingga yang satu disebut ketakwaan dan yang satu disebut syirik, maka tentu Nabi akan menjelaskannya. Bila alasan orang musyrik menyembah berhala adalah karena untuk bertawasul, sehingga tawasul dengan orang wafat dianggap syirik, tentu nabi tahu karena nabi hidup dizaman itu, dan nabi serta para sahabat bergaul dan memahami perkataan kaum quraisy yang syirik. Lalu mengapa nabi tidak menjelaskannya? Lalu mengapa tidak ada sahabat yang menanyakannya? Apakah mereka semua tidak tahu hakikat kesyirikan kaum quraisy itu hanyalah menjadikan berhalanya perantara? apakah hanya kaum wahabi yang mengetahuinya?
    Kenyataannya kaum Quraisy itu syirik, dan yang namanya syirik itu tentulah pada rububiyah maupun uluhiyah, dan alasan mereka tidak sesuai dengan keyakinan mereka yang sebenarnya. Karena mereka menganggap berhalanya mampu memberikan manfaat maupun mudharat, karena mereka menganggap berhalanya mampu menjadi pelindung bagi mereka dan memberi syafaat secara independen….. kalaupun ada dari mereka yang menjadikannya sebagai perantara, tetapi tetap saja mereka berkeyakinan syafaat itu bergantung pada berhalanya. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah.

    “Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka”
    – “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah”
    – “Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah”
    – dan di banyak ayatnya Allah mengatakan bahwa mereka menyembah Illah selain Allah.

    Belum cukup jelaskah arti selain Allah ?

    Selain Allah itu artinya mereka telah menjadikan tandingan atau menjadikan tuhan mereka sama dengan Allah. Sebagai pelindung artinya ada pelindung lain yang mampu melindungi mereka secara independen lepas dari kekuasaan Allah. Pemberi syafaat artinya ada pemberi syafaat bagi mereka secara independen tanpa campur tangan Allah. Ini semua artinya mereka telah menjadikan berhala mereka Rabb bagi mereka yang melindungi mereka dan memberikan syafaat bagi mereka lain dan berbeda dari perlindungan Allah dan syafaat Allah dan mereka menjadikan perlindungan dan syafaat berhala mereka setara dengan perlindungan dan syafaat dari Allah. Ini semua adalah syirik dalam Rubbubiyah sekaligus uluhiyah.

    Maka tawasulnya kaum muslimin berbeda dengan penyembahan kaum musyrikin.

    saya sudah jelaskan berapa kali… tidak apa, biar kita diskusikan lebih dalam bila ada yang tidak setuju. Semoga semuanya dapat Hidayah.

  71. Sudah saya jelaskan pula bahwa tidak ada satupun ulama salaf dan pengikutnya belakangan yang mengharamkan dan menganggap syirik tawasul seperti ini. Padahal hadist-hadist tawasul sudah ada dari zaman salaf, kalaulah hadist-hadist itu palsu dan hanya untuk melegalkan perbuatan syirik…. tentulah para ulama akan menjelaskannya. Tapi …..tidak ada bukan.

    Kalau dibilang dizaman salaf dan ulama belakangan tidak ada yang bertawasul dengan orang wafat, maka itu adalah bohong. Bila ada riwayatnya, dan ada ulama yang menceritakannya tentulah hal itu pasti adanya. Lalu mengapa mereka tidak ada yang mengharamkannya? karena memang tidak haram dan tidak syirik. . Nah lalu mengapa kalian mengatakan haram dan syirik wahai kaum wahabi?

    1. @Ua

      antum baca artikel diatas nggak? kalo uda mari diskusi sesuai dengan artikel diatas tapi ga pake lari ya seperti yang lainnya

  72. @Ua

    antum tu ditunggu Mas @ahmadsyahid #211 yang juga disebut dalam artikel diatas

    INGAT JANGAN LARI DARI TOPIK ARTIKEL DIATAS, KALO EMANG ANTE PALING TAHU DAN PALING NGERTI WAHABI

    hujjag antum dilihat ASWAJA Ummati dan dicatat malaikat, innallaha al samii’un al bashiir

  73. klo ane perhatikan, sbenarnya mereka itulah orang-orang yang sangat taklid, klo bkan ustadzx yg ngsih pengajian mereka enggan ikut. ini pengalaman sndr wk ikut faham salafy dl. ummati lanjutkan terus, ane banyak dp pencerahan

  74. wahabiyyun menganggap aswaja taqlid buta, sementara sibuk
    bertaqlid sama buku terjemahannya, ustadznya!? yg super bid’ah dgn tauhid trinitasnya,
    menafsirkan orang kafir bertauhid, orang muslim bertawasul dikata syirik..
    yg begitu diikutin..

    al munafiqiina fiddarkil asfali minannaar.

    1. Waalaikum salam wr.wb.

      rupanya mas Fahmi mahasiswa di al-azhar ya… kalo bisa berbagi kitab2 tentang Firoq al-munharifah mas supaya ada pencerahan dan info baru.

      sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kunjungannya di Blog Ummati.

      1. Wah, untuk buku-buku tentang Firaq, kebetulan ana belum punya, ana masih koleksi buku-buku fikih dan ushul fikih….

        Nanti Insya Allah ana cari-cari nama kitab dan pengarangnya…

        Yang penting sekarang bukan mencari mana yang benar dan mana yang salah, karena kedua belah pihak saling mengaku. yang penting adalah bagaimana kita berdamai meski dengan perbedaan… Afwan…

      2. mas Fahmi ,

        Perdamaian yang kita harapkan bersama , bukan berarti menghilang kan al-amru bil Ma`ruf wan nahi `anil Mungkar , perdamaian itu bukan berarti kita diam dari kemungkaran , Ibnu Abbas dan Ibnu Umar telah memberikan contoh bagaimana mereka membantah Khowarij dan Mu`tazilah , begitu juga dengan Umar ibn abdil aziz dan Muhammad Ibn hanafiyah , melakukan pembelaan untuk aqidah shahihah dan membantah faham2 sesat.

        Berkata Imam Az-zarkasyi : sungguh para A`imah , telah mempelopori untuk membantah para ahli Bid`ah , Imam asyafi`I telah menulis Al-qiyas , untuk membantah mulhidin , beliau juga menulis al-barahimah untuk membantah firqoh doolah , Imam Abu Hanifah mengarang al-fiqhul akbar , untuk membantah firqoh doollah , begitu juga dengan Imam malik menulis at-thoriqul Qowim ,begitu juga Imam ahmad , Sungguh jika penyimpangan2 dibiarkan kemurnian dan keaslian Agama ini akan Hilang.

        Perpecahan adalah suatu keniscayaan , berdiam diri atas penyimpangan adalah Kebisuan dari setan , membantah dan meluruskan faham2 menyimpang adalah kewajiban , mohon maaf jika pendapat saya tidak berkenan dihati antum.

      3. Ah, nggak Mas… Tidak apa-apa… Memang benar, kita harus meluruskan pemahaman yang melenceng, dan kita memang tidak boleh diam. Namun ketika terlalu sering menyimak diskusi seperti ini entah di blog atau website lainnya, yang saya tangkap bukan saling meluruskan, tapi saling menghujat dan saling menyalahkan… bahkan saling mencela dan saling menghina…

        Jika ditelusuri, pendapat masing-masing di sini mempunyai rujukan dari pendapat para ulama di buku-buku mereka, dan para ulama itu yang berijtihad dari Al-Qur’an dan Hadis. Pendapat-pendapat kita masih berputar di bawah hasil ijtihad mereka.

        Jadi, yang berbeda pendapat bukan hanya orang awam seperti kita, tapi mereka juga berbeda. Jika kita menuduh yang lain sesat, maka para ulama tadi lah yang lebih utama untuk dituduh sesat, karena mereka lah yang berpendapat seperti itu dan pendapatnya diikuti oleh kita. tapi kita tidak seharusnya melakukan itu, apalah kita dibandingkan dengan mereka.

        Saya setuju dengan pelurusan pemahaman itu, saya juga setuju dengan saling tukar pendapat, namun tidak seharusnya dibarengi dengan saling cela, menghina, menyesatkan atau memfitnah.

        Para Sahabat, Tabi`in dan para ulama memang terkadang berbeda pendapat, tapi mereka tidak saling mencela dan menuduh. Imam Syafi`i adalah muridnya Imam Malik, mereka berbeda pendapat, namun tidak sekalipun Imam Syafi`i mencela Imam Malik. Imam Ahmad bin Hanbal adalah muridnya Imam Syafi`i, terkadang berbeda pendapat, namun tak pernah sekalipun Imam Ahmad mencela beliau. Kita tahu derajat keilmuan mereka jauh di atas kita, mereka saja tidak saling mencela, kenapa kita malah mencela?

        Itu yang saya kira hilang dari kita mas… Afwan.

        Insya Allah, nanti maraji` tentang firaq saya carikan… =D

        1. ok syukron , saya juga prihatin kalo terjadi saling cela , namun karena Blog seperti ini pada Umumnya terbuka untuk Umum , ya kita ingatkan saja ya mas , kata2 yang tidak sopan dan celetukan2 murahan apalagi kata2 kotor paling bisa kita ingatkan , pun begitu kata2 menjadi cermin pribadi dan golongan yang mengucapkannya, wal hasil terimakasih banyak sebelumnya jika memang ada maraji` yang bagus mohon diinformasikan, Syukron.

        2. Fahmi Hasan@

          Maaf Mas Fahmi, tolong kasih contoh real/nyata tentang komentar yg isinya mencela/menhina di postingan ini. Misalnya koment siapa di koment no berapa. Contoh ini penting supaya saya tahu bagaimana yg dimaksud dg “MENCELA” menurut mas Fahmi. Syukron….

          1. postingan ini aja.. bisa liat nomer:
            39, lebih baik gak usah dari pada menambah perbedaan semakin melebar.
            41, menurut ane terlalu terburu-buru jika menuduh syi`ah..
            60, seperti yang ditulis mas Supernova, masa ulama wahabi anaknya iblis?? hehe
            77, lebih baik diem, malah nambah komen yang ga jelas dari aswaja.
            92, gimana mau debat dengan kepala bersih kalo dibilang lebih rendah dari binatang??

            dan banyak sih mas, kudu bulak balik naik turun dan baca satu-satu.. =D

            ya Ushi nafsi wa iyyakum, ane juga bukan paling bener, cuma kan kalo pake bahasa yang enak itu lebih baik… bener kata mas Ahmad Syahid, bahasa juga menunjukkan watak orangnya..

            Ane juga tidak setuju dengan orang salafi wahabi yang suka ngerasa paling bener, terus asal nyalahin orang, padahal kita juga mempunyai dasar. tapi ane juga kurang setuju kalo sampe saling tuduh dan menjelekkan, apalagi yang dicela itu para ulama. meskipun itu ulama mereka.

            Kalo mereka suka menuduh, mencela dan menyesatkan, terus kita bales dengan tuduhan, celaan dan penyesatan, maka apa bedanya dong??

            Maaf mas, kita sama-sama belajar dan berbuat, biarlah mereka menuduh bagaimana, jika debat gak berujung, lantas bagaimana? Semoga Allah selalu memberi hidayah.

          2. Fahmi Hasan@

            Walaupun saya tidak puas dg jawaban antum, saya tetap ucapkan terima kasih. Ada istilah kata, “Seribu kepala seribu pemikiran dan pendapat”. Yang jelas saya merasa mendapatkan pengetahuan berharga dari “debat” di blog ini. Saya tidak melihat apa yg antum contohkan semuanya sebagai “MENCELA”, mungkin karena kepala kita berbeda, afwan….

        3. Wah, ideal banget nih komentnya. Kelihatan seperti benar 100 persen. Akan tetapi, kalau berdebat melawan kebatilan yg mengarah perpecahan ummat, maka sudah semestinya debat harus dilakukan.

          Contohnya begini, orang-orang Wahabi menhukum sesat para Sufi secara gebyah uyah/pukul rata. sementara kenyataannya, mayoritas Sufi adalah para hamba/ahli ibadah yg ihlas. Kecuali Sufi palsu pastinya sudah jelas sesatnya.

          Nah, apakah anggapan seperti orang-orang Wahabi itu terhadap Sufi harus dibiarka saja tanpa dilawan/dibantah/didebat, sementara kaum Wahabi terus menerus menyebarkan fitnahnya kepada kaum Sufi? Dan fitnah tersebut terus menyebar karena diajarkan dan dibikin buku panduannya.

          Demikian satu contoh kasus, tentunya sangat banyak kasus-kasus kebatilan kaum Wahabi. Silahkan jelaskan dulu satu kasus Sufi diatas. Bagaimana jadinya kalau penyebaran fitnah oleh kaum Wahabi itu dibiarkan saja karena tidak boleh dilawan/didebat/dibantah? Silahkan pencerahannya, atur nuhun….

          1. Ahli ibadah menjadikan ibadahnya itu rutinitas
            sedangkan ahli ilmu menjadikan rutinitasnya ibadah
            jadi ibadah kita itu harus menggunakan ilmu jangan asal ibadah
            percuma kalo kita ibadah ternyata tidak sesuai dengan tuntunan rosul SAW

  75. Masya Allah , admin bantahan salafy tobat langsung pasang moderasi setelah tim Aswaja nimbrung, weleh weleh weleh kebenaran kok takut dikritisi…..?

    1. Mas Syahid, jadi kemarin2 koment antum bisa langsung muncul ya Mas? Sebab beberapa koment ku di blog Bantahan Salafy Tobat nyangkut di moderasi tadi siang.

      Betul Mas, saya sepakat dg antum. Kalau merasa benar kenapa takut dikomentarai ya?

    2. mas sujarwo , ya begitulah wahabiyyun Klaim kebenaran ajarannya tidak mau diuji , semoga Allah memberikan hidayahnya, amien.

  76. “Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)

    Jika orang-orang wahabi adalah mereka yang percaya hanya kepada pertolongan Allah semata, dan percaya yang menyembuhkan hanyalah Allah, maka kita wajib mengenal wahabi lebih jauh. apa salah hanya kepada Allah meminta pertolongan?

    tak kenal maka tak sayang

    nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab. mestinya mengatakan Muhammadi nisbat kepada namanya, yaitu Muhammad. Tapi kenapa namanya wahabi? Al-Wahhaab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari nama-nama Allah yang baik (Asmaa’ul Husnaa).

    1. “Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)

      Maksud ayat itu apa sih….?
      Apa ente tidak boleh minta tolong ama kawan, pinjam duit misalnya…. ente minta langsung ama Allah ya?

      Terus… kita kan disuruh saling tolong menolong… betul ndak ?

      Mas, memahami sebuah nash itu harus menyeluruh dan jangan ditafsirkan sepotong-sepotong, susah nanti hidupnya… di dunia maupun akherat,

      “Jika orang-orang wahabi adalah mereka yang percaya hanya kepada pertolongan Allah semata, dan percaya yang menyembuhkan hanyalah Allah, maka kita wajib mengenal wahabi lebih jauh. apa salah hanya kepada Allah meminta pertolongan?”

      BUkan hanya wahabi mas, semua muslim sama prinsipnya, tiada yang berbeda….. bahkan bila kita berikhtiar mencari kesembuhan ke dokter, maka kita berkeyakinan bahwa yang menyembuhkan adalah Allah. Jadi buat apa mengenal wahabi, bila semua muslim prinsipnya sama. Kenalilah jamaah, yaitu ahlussunah, maka tak kenal jadi tak sayang. Jangan menyendiri mas, nanti diterkam ama syetan.

      1. itu hadist
        teman atau yang lain itu hanya perantara
        kalo kita sudah benar-benar yakin dengan Allah SWT
        menurut antum memang apa maksud dari hadits tersebut?

        prinsip muslim memang tidak berbeda tapi pribadi muslim yang membuatnya berbeda
        jika memang wahabi itu berpegang teguh dengan al qur’an dan sunnah kenapa kita harus mencela dan menghujat mereka
        ingat yang membedakan manusia itu kadar ilmunya
        kita tidak boleh merasa benar sendiri
        berbaik sangkalah sesama muslim berburuk sangkalah kepada sendiri

  77. Bertawassul adalah berdo’a kepada Allah. Barang siapa yg mengannggap tawassul itu memohon kepada selain Allah, maka orang tersebut belum paham apa itu tawassul. Orang-orang Wahabi adalah termasuk kaum yg samasekali tidak paham dg apa itu tawassul.

    Para pengikut Wahabisme selalu bertanya dg anehnya, KENAPA TIDAK DISEBUT MUHAMMADI? Padahal namanya kan Muhammad bin Abdul Wahhab, lagian Al-Wahhab itu kan termasuk Asmaul Husna? Bukan kalangan awamnya saja yg ngomong demikian, ternyata ustadz2nya juga demikian ngomongnya. Kok aneh banget ya, sebetulnya mereka ini benar-benar jahil atau hanya pura2 jahil? Wallohu a’lam.

    Untuk menjawabnya saya balik begini, kenapa Muhammad bin Idris madzhabnya disebut Madzhab Syafi’i dan bukan Madzhab Muhammadi juga? Padahal namanya kan Muhammad bin Idris?

    Pesan saya, jangan sekali-kali kalian menghubung2kan Wahabi dg Asmaul Husna, sebab memang sesungguhnya tidak ada samasekali hubungan antara Wahabi dg Asmaul Husna.
    Wahabi adalah nama sekte yg apabila kita berdzikr dg menyebut “Wahabi, Wahabi, Wahabi…” makaitu tidak bisa disebut sebagai dzikir. Sedangkan Smaul Husna adalah kalimat dzikir yg agung dan berpahala jika kita menyebutnya.

    1. @Jabir

      betul mas jabir, ana kadang ga habis pikir cara mereka berpikir, banyak kontradiksi, salah penempatan dalil, mengharamkan yang Allah tidak haramkan dll. ustad wahabi jago cuci otak orang awam tuduhan tak terelakkan

    2. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Mujadillah: 11)

  78. Orang-orang biasa menuduh “wahabi” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Quranul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdoa (memohon) hanya kepada Allah semata.

    Suatu kali, di depan seorang Syaikh penulis membacakan hadits riwayat Ibnu Abbas yang terdapat dalam kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah. Hadits ini berbunyi:

    “Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)

    Penulis sungguh kagum dengan terhadap keterangan Imam Nawawi ketika beliau mengatakan, “Kemudian jia kebutuhan yang dimintanya –menurut tradisi– di luar batas kemampuan manusia, seperti meminta hidayah (petunjuk), ilmu, kesembuhan dari sakit dan kesehatan, maka hal-hal itu (mesti) memintanya hanya kepada Allah semata. Dan jika hal-hal di atas dimintanya kepada makhluk maka itu amat tercela.”

    Lalu kepada Syaikh tersebut penulis katakan, “Hadits ini berikut keterangannya menegaskan tidak dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah.” Ia lalu menyergah, “Malah sebaliknya, hal itu dibolehkan.”

    Penulis lalu bertanya, “Apa dalil anda?” Syaikh itu ternyata marah sambil berkata dengan suara tinggi, “Sesungguhnya bibiku berkata, wahai Syaikh Sa’d” (1) dan Aku bertanya padanya, “Wahai bibiku, apakah Syaikh Sa’d dapat memberi manfaat kepadamu?!” Ia menjawab, “Aku berdoa (meminta) kepadanya, sehingga ia menyampaikannya kepada Allah, lalu Allah menyembuhkanku.”

    Lalu penulis berkata, “Sesungguhnya engkau adalah seorang alim. Engkau banyak habiskan umurmu untuk membaca kitab-kitab. Tetapi sungguh mengherankan, engkau justru mengambil aqidah dari bibimu yang bodoh itu.”

    Ia lalu berkata, “Pola pikirmu adalah pola pikir wahabi. Engkau pergi berumrah lalu datang dengan membawa kitab-kitab wahabi.”

    Padahal penulis tidak mengenal sedikitpun tentang wahabi, kecuali sekadar yang penulis dengar dari para Syaikh. Mereka berkata tentang wahabi, “Orang-orang wahabi adalah mereka yang melanggar tradisi orang kebanyakan. Mereka tidak percaya kepada wali dan karamah-karamahnya, tidak mencintai Rasul dan berbagai tuduhan dusta lainnya.”

    Jika orang-orang wahabi adalah mereka yang percaya hanya kepada pertolongan Allah semata, dan percaya yang menyembuhkan hanyalah Allah, maka aku wajib mengenal wahabi lebih jauh.

    Kemudian penulis tanyakan jama’ahnya, sehingga penulis mendapat informasi bahwa pada setiap Kamis sore mereka menyelenggarakan pertemuan untuk mengkaji pelajaran tafsir, hadits, dan fiqh.

    Bersama anak-anak penulis dan sebagian pemuda intelektual, penulis mendatangi majelis mereka kami masuk ke sebuah ruangan yang besar. Sejenak kami menanti, sampai tiada berapa lama seorang Syaikh yang sudah berusia masuk ruangan. Beliau memberi salam kepada kami dan menjabat tangan semua hadirin dimulai dari sebelah kanan, lalu beliau duduk di kursi dantak seorang pun berdiri untuknya. Penulis berkata dalam hati, “Ini adalah seorang Syaikh yang tawadhu’ (rendah hati), tidak suka orang berdiri untuknya (dihormati).”

    Lalu Syaikh membuka pelajaran-pelajaran dengan ucapan, “Sesungguhnya segala puji adalah untuk Allah. Kepada Allah kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan…”, dan selanjutnya hingga selesai, sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam biasa membuka khutbah dan pelajarannnya.

    Kemudian Syaikh itu memulai bicara dengan menggunakan bahasa Arab. Beliau menyampaikan hadits-hadits seraya menjelaskan derajat shahih-nya dan para perawinya. Setiap kali menyebut nama Nabi, beliau mengucapkan shalawat atasnya. Di akhir pelajaran, beberapa soal tertulis diajukan kepadanya. Beliau menjawab soal-soal itu dengan dalil dari Al-Quranun Karim dan sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau berdiskusi dengan hadirin dan tidak menolak setiap penanya. Di akhir pelajaran, beliau berkata, “Segala puji bagi Allah bahwa kita termasuk orang-orang Islam dan salaf.(2) Sebagian orang menuduh kita orang-orang wahabi. Ini termasuk tanaabuzun bil alqab (memanggil dengan panggilan- panggilan yang buruk). Allah melarang kita dari hal itu dengan firman-Nya, “Dan janganlah kamu panggil-mamanggil dengan gelar-gelaran yang buruk.” (Al-Hujurat: 11)

    Dahulu, mereka menuduh Imam Syafi’i dengan rafidhah. Beliau lalu membantah mereka dengan mengatakan, “Jika rafidhah (berarti) mencintai keluarga Muhammad. Maka hendaknya jin dan manusia menyaksikan bahwa sesungguhnya aku adalah rafidhah.”

    Maka, kita juga membantah orang-orang yang menuduh kita wahabi, dengan ucapan salah seorang penyair, “Jika pengikut Ahmad adalah wahabi. Maka aku berikrar bahwa sesungguhnya aku wahabi.”

    Ketika pelajaran usai, kami keluar bersama-sama sebagian para pemuda. Kami benar-benar dibuat kagum oleh ilmu dan kerendahan hatinya. Bahkan aku mendengar salah seorang mereka berkata, “Inilah Syaikh yang sesungguhnya!”

    A. Pengertian wahabi

    Musuh-musuh tauhid memberi gelar wahabi kepada setiap muwahhid (yang mengesakan Allah), nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab. Jika mereka jujur, mestinya mereka mengatakan Muhammadi nisbat kepada namanya, yaitu Muhammad. Betapa pun begitu, ternyata Allah menghendaki nama wahabi sebagai nisbat kepada Al-Wahhaab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari nama-nama Allah yang baik (Asmaa’ul Husnaa).

    B. Muhammad bin Abdul Wahab

    Beliau dilahirkan di kota ‘Uyainah, Nejed pada tahun 1115 H. Hafal Al-Quran sebelum berusia sepuluh tahun. Belajar kepada ayahandanya tentang fiqih Hanbali, belajar hadits dan tafsir kepada para Syaikh dari berbagai negeri, terutama di kota Madinah. Beliau memahami tauhid dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Memelihara kemurnian tauhid dari syirik, khurafat dan bid’ah, sebagaimana banyak ia saksikan di Nejed dan negeri-negeri lainnya. Demikian juga soal menyucikan dan mengkultuskan kubur, suatu hal yang bertentangan dengan ajaran Islam yang benar.

    Ia mendengar banyak wanita di negerinya ber-tawassul dengan pohon kurma yang besar. Mereka berkata, “Wahai pohon kurma yang paling agung dan besar, aku menginginkan suami sebelum setahun ini.”

    Di Hejaz, ia melihat pengkultusan kuburan para shahabat, keluarga Nabi, (ahlul bait), serta kuburan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,hal yang sesungguhnya tidak boleh dilakukan, kecuali kepada Allah semata.

    Di Madinah, Ia mendengar permohonan tolong (istighaatsah) kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, serta berdoa (memohon) kepada selain Allah, hal yang sungguh bertentangan dengan Al-Quran dan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Al-Quran menegaskan,

    “Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika berbuat (yang demikian itu), sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim.” (Yunus: 106)

    Zhalim dalam ayat ini berarti syirik. Suatu kali, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada anak pamannya, Abdullah bin Abbas:

    “Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hasan shahih)

    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menyeru kaummnya kepada tauhid dan berdoa (memohon) kepada Allah semata, sebab Dialah Yang Mahakuasa dan Yang Maha Menciptakan, sedangkan selainNya adalah lemah dan tak kuasa menolak bahaya dari dirinya dan dari orang lain. Adapun mahabbah (cinta kepada orang-orang shalih), adalah dengan mengikuti amal shalihnya, tidak dengan menjadikannya perantara antara manusia dengan Allah, dan juga tidak menjadikannya sebagai tempat bermohon selain daripada Allah.

    1. Penentangan orang-orang batil terhadapnya:

    Para ahli bid’ah menentang keras dakwah tauhid yang dibangun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Ini tidak mengherankan, sebab musuh-musuh tauhid telah ada sejak zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan mereka merasa heran terhadap dakwah kepada tauhid. Allah berfirman:

    “Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad: 5)

    Musuh-musuh Syaikh memulai perbuatan kejinya dengan memerangi dan menyebarluaskan berita-berita bohong tentangnya. Bahkan mereka bersekongkol untuk membunuhnya dengan maksud agar dakwahnya terputus dan tak berkelanjutan. Tetapi Allah Subhana wa Ta’ala menjaganya dan memberinya penolong sehingga dakwah tauhid tersebar luas di Hejaz, dan di negara-negara Islam lainnya.

    Meskipun demikian, hingga saat ini, masih ada pula sebagian manusia yang menyebarluaskan berita-berita bohong. Misalnya, mereka mengatakan dia (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) adalah pembuat madzhab yang kelima(3), padahal dia adalah seorang penganut madzhab Hanbali. Sebagian mereka mengatakan, orang-orang wahabi tidak mencintai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam serta tidak bershalawat di atasnya. Mereka anti bacaan shalawat.

    Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab – rahimahullah- telah menulis kitab Mukhtashar Siiratur Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam. Kitab ini bukti sejarah atas kecintaan Syaikh kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka mengada-adakan berbagai cerita dusta tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, suatu hal yang karenanya mereka bakal dihisab pada hari Kiamat.

    Seandainya mereka mau mempelajari kitab-kitab beliau dengan penuh kesadaran, niscaya mereka akan menemukan Al-Quran, hadits dan ucapan shahabat sebagai rujukannya.

    Seseorang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada penulis, bahwa ada salah seorang ulama yang memperingatkan dalam pengajian-pengajiannya dari ajaran wahabi. Suatu hari, salah seorang dari hadirin memberinya sebuah kitab karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebelum diberikan, ia hilangkan terlebih dahulu nama pengarangnya. Ulama itu membaca kitab tersebut dan amat kagum dengan kandungannya. Setelah mengetahui siapa penulis buku yang dibaca, mulailah ia memuji Muhammad bin Abdul Wahab.

    2. Dalam sebuah hadits disebutkan;

    “Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di negeri Syam, dan di negeri Yaman. Mereka berkata, ‘Dan di negeri Nejed.’ Rasulullah berkata, ‘Di sana banyak terjadi berbagai kegoncangan dan fitnah, dan di sana (tempat) munculnya para pengikut setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dan ulama lainnya menyebutkan, yang dimaksud Nejed dalam hadits di atas adalah Nejed Iraq. Hal itu terbukti dengan banyaknya fitnah yang terjadi di sana. Kota yang juga di situ Al-Husain bin Ali radhiallahu ‘anhuma dibunuh.

    Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian orang, bahwa yang dimaksud dengan Nejed adalah Hejaz, kota yang tidak pernah tampak di dalamnya fitnah sebagaimana yang terjadi Iraq. Bahkan sebaliknya, yang tampak di Nejed Hejaz adalah tauhid, yang karenanya Allah menciptakan alam, dan karenanya pula Allah mengutus para rasul.

    3. Sebagian ulama yang adil sesungguhnya menyebutkan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah salah seorang mujaddi (pembaharu) abad dua belas Hijriyah.

    Mereka menulis buku-buku tentang beliau. Di antara para pengarang yang menulis buku tentang Syaikh adalah Syaikh Ali Thanthawi. Beliau menulis buku tentang “Silsilah Tokoh-Tokoh Sejarah”, di atanra mereka terdapat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan Ahmad bin ‘Irfan.

    Dalam buku tersebut beliau menyebutkan, aqidah tauhid sampai ke India dan negeri-negeri lainnya melalui jama’ah haji dari kaum muslimin yang terpengaruh dakwah tauhid di kota Makkah. Karena itu, kompeni Inggris yang menjajah India ketika itu, bersama-sama dengan musuh-musuh Islam memerangi aqidah tauhid tersebut. Hal itu dilakukan, karena mereka mengetahui bahwa aqidah tauhid akan menyatukan umat Islam dalam melawan mereka.

    Selanjutnya mereka mengomando kepada kaum Murtaziqah (orang-orang bayaran) agar mencemarkan nama baik dakwah kepada tauhid. Maka mereka pun menuduh setiap muwahhid yang menyeru kepada tauhid dengan kata wahabi. Kata itu mereka maksudkan sebagai padanan dari tukang bid’ah sehingga memalingkan umat Islam dari aqidah tauhid yang menyeru agar umat manusia berdoa hanya semata-mata kepada Allah. Orang-orang bodoh itu tidak mengetahui bahwa kata wahabi adalah nisbat kepada Al-Wahhaab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari Nama-nama Allah yang paling baik (Asma’ul Husna) yang memberikan kepadanya tauhid dan menjanjikananya masuk Surga.

    Catatan kaki:

    (1) Dia memohon pertolongan kepada Syaikh Sa’d yang dikuburkan di dalam masjidnya.

    (2) Orang-orang salaf adalah mereka yang mengikuti jalan para salafus shaleh. Yaitu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, para shahabat dan tabi’in.

    (3) Sebab yang terkenal dalam dunia fiqih hanya ada empat madzhab: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.

    (Jalan Golongan yang Selamat, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Darul Haq, Cetakan II, hal. 55-62)

    1. H M , ente lagi enggak sakit mata kan….? , soalnya hanya orang buta atau Sakit mata parah yang tidak melihat di siang Hari.

      hari gini gak tahu si Khobist Ibn abdul wahhab, semoga Allah membuka mata hatimu.

      1. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Mujadillah: 11)

          1. Mas Jabir,

            Ustadz HM itu ilmunya ilmu COPAS, mana bisa menjelaskan maksudnya? Ibarat burung beo mana bisa mengerti apa yg diucapkannya? afwan….

    2. Yah, pengikut Wahabi membela diri sebisa-bisanya lah, biasa tuh. Sebelumnya keluar koment sedikit-sedikit, akhirnya ketahuan koment yg sedikit-sedikit itu ternyata diambil dari artikel yg panjang ini. Akhirnya ketahuan, emang Wahabi itu tukang COPAS, ilmunya COPAS begini bagaimana dia bisa paham?

      Hallo Wahabiyun, madzhab Islam itu banyak jumlahnya, hanya saja yg terkenal itu ada 4.

      1. Subhanaallah
        semoga Allah SWT membuka hati kalian semua dan memberikan hidayahnya karen hidayah itu hanya milik ALLAH SWT
        sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing” (HR Muslim).

          1. Definisi asing dalam hadits di atas bukanlah mutlak diberikan bagi seorang yang tampil beda di tengah masyarakatnya. Akan tetapi, asing di sini bermakna seorang muslim yang melaksanakan syariat Islam dengan benar ketika masyarakat melupakannya. Ketika ia melaksanakannya, masyarakat di sekitarnya mengingkarinya bahkan menentangnya. Makna asing di sini dijelaskan dalam hadits lain bahwasanya mereka adalah, “orang-orang yang berbuat kebajikan ketika manusia rusak”, dan dalam riwayat lain mereka adalah, “orang-orang shalih di antara banyaknya orang-orang yang buruk, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka”.

          2. ana bukan seorang ustad
            ana hanya orang awam yang ingin mengenal Islam lebih dalam lagi dengan ilmiah sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah

  79. Ass wr wb,..
    @hidupmulia
    Kalau anda meyakini hadits dibawah ini bersangkutan dgn keadaan sekte yg anda anut,

    [..]sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing” (HR Muslim).

    1)Tolong jelaskan maksud kata “ISLAM” didalam hadits itu !
    2)Seandainya seluruh sekte didalam Islam mengikuti sekte anda,apakah anda masih merasa dalam keadaan asing dan merasa beruntung ?

    Kepada admin saya ucapkan terimakasih atas numpang comentnya

  80. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ,

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ – أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

    Pada Buku = RASIONALITAS AL-QUR’AN = Studi Kritis atas Tafsir Al-Manar ( yang membahas kesesatan para Dedemit WAHABI ) = karya – M.Quraish Shihab . MA. = di Halaman 74 nomor 3 menyatakan :

    “ Syaikh Abdul Ghani ar-Rafi , mengajarkannya ( kepada Rasyid Redha al-Mu’tazili ) sebagian dari kitab hadits NAIL al AUTHAR yang dikarang oleh : asy-Syaukani yang bermadzhab Syi’ah Zaidiyah “

    …Ulama Besar Syi’ah dijadikan MASCOT oleh para DEDENGKOT WAHABI…lucu…maksud hati ingin meluruskan AQIDAH ….akhirnya …berkolaborasi dengan Aqidah Syi’ah….Na’udzubillah tsumma Na’udzubillah.

    وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    لا تجتمع هذه الأمة على ضلا

    “Umat ini tidak akan bersepakat diatas Kesesatan.”

    (HR. Asy-Syafi’I dalam Ar-Risalah)

    http://thesaltasin.wordpress.com/2011/09/16/o/

  81. Assalamu alaikum, maaf kalo kelewat & pernah dibahas, saya dpt inbox dr teman spt dibawah, mohon bisa dikaji spy saya bs mengerti lebih dalam lagi, silahkan disimak :

    Kaidah Penetapan Nama dan Sifat Allah Ta’ala
    Adapun secara terperinci, maka dalam masalah ini, ada beberapa kaidah yang disebutkan oleh para ulama:
    1. Menetapkan semua nama dan sifat yang Allah sifatkan untuk diri-Nya, baik dalam Al-Qur`an maupun melalui As-Sunnah. Sifat yang Allah tetapkan (tsubutiah) ada dua jenis: Dzatiah dan fi’liah.
    Dzatiah adalah sifat yang terus-menerus ada pada Allah dan Dia tidak pernah tidak bersifat dengannya. Dan sifat ini terbagi lagi menjadi dua: Khabariah dan ma’nawiah.
    Contoh khabariah: Sifat wajah, dua tangan, kaki dan sifat-sifat semacamnya yang tersebut dalam Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih.
    Contoh ma’nawiah: Sifat hidup, berilmu, mendengar, melihat dan semacamnya.
    Fi’liah adalah sifat yang tidak selalu ada pada Allah, akan tetapi dia tergantung pada kehendak Allah: Jika Dia berkehendak maka Dia bersifat dengannya dan demikian pula sebaliknya. Contoh: Sifat marah, benci, turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan semacamnya.

    2. Menolak semua nama dan sifat yang Allah tiadakan dari diri-Nya -baik dalam Al-Qur`an maupun melalui As-Sunnah-, lalu menetapkan kebalikan dari sifat yang ditiadakan tersebut secara sempurna bagi Allah Ta’ala.
    Contoh: Di dalam Al-Qur`an, Allah Ta’ala menafikan sifat zhalim, sifat lelah, tidur dan ngantuk dari diri-Nya. Maka sikap kita adalah menolak semua sifat tersebut -sebagaimana Allah menolaknya-, lalu kita menetapkan kebalikan dari semua sifat kurang tersebut secara sempurna. Sehingga setelah kita menolak semua sifat kurang di atas, maka kita menetapkan bahwa Allah mempunyai sifat keadilan yang sempurna, kekuatan yang sempurna dan kehidupan yang sempurna.
    Hal ini, yakni menetapkan kebalikan dari sifat kurang tersebut, adalah hal yang penting. Karena perbuatan hanya menafikan sifat kurang dari Allah tanpa menetapkan kebalikannya bukanlah merupakan pujian untuk Allah Ta’ala, maka hendaknya hal ini dipahami.

    3. Menafsirkan nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan makna lahiriah dan hakikatnya.
    Telah masyhur dari beberapa orang ulama salaf bahwa mereka berkomentar tentang ayat-ayat yang berisi sifat Allah, “Biarkan dia sebagaimana datangnya.” Maksudnya -wallahu al’am- adalah pahamilah sifat-sifat tersebut dengan makna lahiriahnya yang langsung ditangkap oleh akal ketika membacanya. Karenanya mereka juga berkata tentang ayat-ayat sifat, “Tafsirannya adalah dengan membacanya.” Maksudnya -wallahu a’lam- adalah bahwa makna dari sifat Allah tersebut adalah makna yang langsung kita pahami darinya ketika kita membacanya, tanpa butuh penjelasan apa-apa.
    Contoh: Allah Ta’ala berfirman, “Bahkan kedua tangan-Nya terbentang, Dia memberi nafkah sebagaimana kehendak-Nya.” (QS. Al-Maidah: 4) Makna ‘dua tangan’ di sini adalah sesuai dengan lahiriah dari ayat itu atau apa yang langung dipahami ketika membacanya, yaitu bahwa Allah mempunyai dua tangan hakiki (sebenarnya).

    4. Dalam menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah, harus menjauhi empat jenis bid’ah dan pelanggaran, yaitu: At-tahrif, at-ta’thil, at-tamtsil, dan at-takyif.

    Penjelasan kaidah yang keempat.
    Berikut keterangan mengenai empat perkara yang wajib dijauhi dalam masalah ini:
    1. At-Tahrif
    At-Tahrif secara bahasa bermakna menyimpangkan sesuatu dari hakikat, bentuk, dan kebenarannya. Adapun menurut istilah syariat, maknanya adalah memalingkan sebuah ucapan dari makna zhahirnya yang semula dipahami, kepada makna lain yang tidak ditunjukkan oleh rangkaian kalimatnya.
    At-Tahrif ada dua jenis:
    a. Yang dilakukan pada teks lafazh.
    Jenis yang ini terbagi kepada tiga bentuk:
    1. Mengubah harakatnya. Misalnya apa yang dilakukan oleh Jahmiah terhadap firman Allah Ta’ala:

    وَكَلَّمَ اللهُ مُوْسَى تَكْلِيْمًا

    “Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” (An-Nisa`: 164)
    Mereka merubah harakat ‘ha’ pada kata ‘Allah’ dari dhammah menjadi fathah untuk merubah posisi kata ‘Musa’ dari objek (maf’ul) menjadi pelaku (fa’il). Sehingga makna ayatnya: Dan Musa berbicara kepada Allah. Ini mereka lakukan untuk mengingkari bahwa Allah mempunyai sifat berbicara.
    2. Menambahkan hurufnya, yang demikian itu seperti men-tahrif bacaan اسْتَوَى yang artinya tinggi, menjadi اسْتَوْلَى yang artinya berkuasa. Ini dilakukan oleh Jahmiah karena mereka mengingkari sifat ketinggian Allah.
    3. Menambahkan kalimatnya, yang demikian itu seperti menambahkan kata (الرَّحْمَةُ) yang artinya rahmat, pada firman Allah: وَجَاءَ رَبُّكَ yang artinya “telah datang Rabbmu”, sehingga menjadi: وَجَاءَ رَحْمَةُ رَبِّكَ yang artinya “telah datang rahmat Rabbmu.”
    b. At-Tahrif yang dilakukan pada makna kata tanpa mengubah harakat dan lafadznya. Contohnya seperti ucapan sebagian ahli bid’ah terhadap firman Allah Ta’ala, “Bahkan kedua tangan-Nya terbentang.” (Al-Ma`idah: 64)
    Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tangan-Nya adalah kekuasaan atau nikmat-Nya..
    Di sini perlu ditegaskan bahwa ahli bid’ah yang suka melakukan tahrif tidak menamakannya dengan tahrif, tetapi menyebutnya sebagai ta`wil yang artinya penafsiran. Hal ini karena mereka tahu bahwa kata tahrif berkonotasi jelek dan tercela di dalam Al-Qur`an. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mentahrif (mengubah) perkataan dari tempat-tempatnya.” (An-Nisa`: 46)
    Pada ayat di atas Allah Ta’ala menisbatkan perbuatan tahrif kepada kaum Yahudi. Ini menunjukkan bahwa konotasi maknanya adalah jelek. Mereka mengganti istilah tahrif dengan istilah ta`wil agar bisa diterima oleh banyak kalangan dan dalam rangka melariskan dagangan kebid’ahan mereka di antara orang-orang yang tidak bisa membedakan antara keduanya.
    Hukum tahrif/ta’wil:
    Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin -di awal syarh Lum’ah Al-I’tiqad- menyebutkan adanya rincian dalam hukumnya, yang kesimpulannya sebagai berikut:
    Jika tahrifnya lahir dari niat yang bagus dan ijtihad dalam menemukan kebenaran -sebagaimana yang terjadi pada sebagian ulama sunnah, diantaranya adalah Al-Hafizh Ibnu Hajar, An-Nawawi, Al-Baihaqi dan selainnya-, maka tahrif seperti ini dimaafkan dan tidak menjadikan pelakunya keluar dari ahlussunnah. Akan tetapi jika tahrifnya lahir dari niat yang jelek maka: Jika tahrifnya tidak mempunyai dukungan dari sisi bahasa Arab, maka pelakunya dihukumi kafir, karena itu sama saja dengan mengingkari lafazh dalam Al-Qur`an.
    Tapi jika tahrifnya mempunyai dukungan dari sisi bahasa maka: Kalau tahrifnya itu merendahkan Allah atau menyifati Allah dengan sifat kurang maka pelakunya dihukumi kafir. Tapi kalau tahrifnya tidak seperti itu maka tidak dihukumi kafir, tapi dihukumi sebagai pelaku bid’ah.

    2. At-Ta’thil
    At-Ta’thil secara bahasa maknanya meninggalkan dan mengosongkan. Adapun menurut istilah syariat, maknanya adalah menolak makna yang benar di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah. At-Ta’thil terbagi kepada dua jenis:
    1. Ta’thil yang bersifat kulli (menyeluruh), yaitu menolak nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala secara menyeluruh. Sebagaimana yang dilakukan oleh sekte Jahmiah dan yang sependapat dengan mereka, dimana mereka menolak semua nama dan sifat Allah kecuali satu sifat, yaitu sifat wujud (ada).
    2. Ta’thil yang bersifat parsial, yaitu menolak sebagian dan menetapkan sebagian yang lain, sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Al-Mu’tazilah yang menolak sifat-sifat Allah Ta’ala dan menetapkan nama-nama-Nya. Demikian pula kelompok Al-Asya’irah yang hanya menetapkan 20 sifat, dan mirip dengannya Al-Kullabiyyah, dan Al-Maturidiyyah.
    Hukum ta’thil: Ta’thil yang sifatnya kulli hukumnya adalah kekafiran karena merendahkan Allah karena menganggap bahwa Allah tidak punya nama-nama dan sifat-sifat.

    3. At-Tamtsil
    At-Tamtsil secara bahasa maknanya menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Adapun menurut istilah syariat, maknanya adalah meyakini bahwa sifat-sifat Allah yang Maha Pencipta serupa dengan sifat-sifat makhluk ciptaan-Nya. Tamtsil juga terbagi menjadi dua jenis:
    1. Menyerupakan makhluk dengan Yang Maha Pencipta, yaitu menetapkan untuk makhluk sesuatu yang telah menjadi kekhususan Yang Maha Pencipta. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nasrani ketika mereka mengatakan bahwa Nabi Isa adalah Allah Ta’ala, juga seperti keyakina sufi ekstrim bahwa para wali juga berperan dalam mengatur alam semesta.
    2. Menyerupakan Zat Yang Maha Pencipta dengan makhluk ciptaan-Nya, yaitu menetapkan untuk Zat yang Maha Pencipta sesuatu yang telah menjadi kekhususan makhluk-Nya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Yahudi ketika mereka mengatakan bahwa Allah Ta’ala adalah kedua tangan Allah terbelenggu, dan seperti ucapan sekte al-musyabbihah bahwa tangan Allah sama seperti tangan makhluk. Wal’iyadzu billah.
    Hukum tamtsil: Tamtsil mengkafirkan pelakunya karena menyandarkan sifat kurang kepada Allah, yaitu bahwa sifat-Nya seperti sifat makhluk yang penuh dengan kekurangan.

    4. At-Takyif
    Takyif secara bahasa bermakna membagaimanakan atau bertanya dengan kata kaifa (bagaimana). Adapun secara istilah, maka takyif ada dua bentuk:
    1. Mengkhayalkan sifat-sifat Allah Ta’ala dalam bentuk tertentu yang dibayangkan di alam pikiran. Misalnya seseorang mengkhayalkan kaifiat kaki Allah dengan mengkhayalkan kaki yang sangat besar lagi hebat yang ada dalam pikirannya.
    2. Menanyakan kaifiat hakikat sifat Allah Ta’ala walaupun tanpa menyerupakannya dengan makhluk. Seperti pertanyaan seorang ahli bid’ah kepada Imam Malik tentang bagaimana caranya Allah istiwa` di atas arsy.
    Perbedaan antara takyif dan tamtsi adalah: Takyif menyerupakan sifat-sifat Allah Ta’ala dengan sesuatu yang tak ada wujudnya di luar alam pikiran (kenyataan), sedangkan tamtsil menyerupakan sifat-sifat Allah Ta’ala dengan sesuatu yang ada wujudnya di luar alam pikiran. Adapun persamaan keduanya adalah bahwa keduanya merupakan perbuatan menyerupakan Allah Ta’ala dengan makhluk, karena khayalan manusia juga adalah makhluk ciptaan Allah.
    Hukum takyif: Sama halnya dengan tamtsil, takyif juga adalah kekafiran karena keduanya adalah perbuatan menyamakan Allah dengan makhluk.

    Faidah:
    Para ulama menyatakan bahwa tamtsil dan takyif tidak bisa dilakukan -secara akal- kecuali jika ada salah satu dari tiga perkara berikut:
    1. Pernah melihat objek yang akan ditamtsil atau ditakyif.
    2. Tidak pernah melihatnya akan tetapi pernah melihat yang mirip dengan objek tersebut.
    3. Tidak memiliki kedua hal di atas, akan tetapi dia telah mendapatkan kabar dari orang yang terpercaya akan gambaran objek tersebut.
    Misalnya: Jika ada seseorang yang meminta anda untuk menggambarkan (tamtsil) atau mengkhayalkan (takyif) bentuk tubuh dan wajah Zaid -misalnya-. Maka anda pasti tidak akan bisa melakukannya kecuali kalau anda pernah melihat Zaid, atau pernah melihat saudaranya yang mirip dengannya, atau paling tidak pernah mendapatkan pengabaran dari orang yang terpercaya -misalnya orang tua Zaid- tentang postur Zaid.
    Demikian pula halnya dengan sifat Allah. Apakah ada makhluk yang pernah melihat Allah? Ataukah pernah melihat sesuatu yang serupa dengan Allah? Dan apakah ada pengabaran tentang kaifiat sifat Allah dari orang yang terpercaya tentang Allah -yaitu Rasulullah-? Jawabannya tentu tidak ada. Kalau begitu secara akal -terlebih lagi secara syar’i-, tamtsil dan takyif adalah kebatilan dan mustahil bisa dilakukan.
    Demikian penjelasan ringkas mengenai kaidah-kaidah ahlussunnah dalam tauhid al-asma` wa ash-shifat, semoga bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil alamin.

    mohon bantuan rekan-2 ummati, afwan kalo kepanjangan & merepotkan….

    1. Mas Nasrul, itu sudah benar kok apanya yg perlu dibahas? Wahabi juga pakai difinisi2 seperti yg antum Copas ini, tetapi dalam prakteknya mereka kedodoran. Maklum lah baik ulamanya atau awamnya sama burung beo-nya. Gak mudeng sehingga tak mampu praktek atas difinisi2 tsb.

      Mas nasrul, apakah antum ingin mempertentangkannya dg Sifat 20? Atau bagaimana maksud antum dg memunculkan masalah ini? Setahu ana antum selama dikenal di Ummati ini sebagai Aswaja, apakah sekarang sudah masuk Wahabi?

      Ingatkah Wahabi mentakyif profil Allah sebagai pemuda Amrad berambut kriting….?

      1. yg ini mbak yg aneh menurut saya : Contoh: Allah Ta’ala berfirman, “Bahkan kedua tangan-Nya terbentang, Dia memberi nafkah sebagaimana kehendak-Nya.” (QS. Al-Maidah: 4) Makna ‘dua tangan’ di sini adalah sesuai dengan lahiriah dari ayat itu atau apa yang langung dipahami ketika membacanya, yaitu bahwa Allah mempunyai dua tangan hakiki (sebenarnya).
        juga yg ini : Contoh khabariah: Sifat wajah, dua tangan, kaki dan sifat-sifat semacamnya yang tersebut dalam Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih.

        Mas nasrul, apakah antum ingin mempertentangkannya dg Sifat 20? ===>>> ane lom paham sekali mbak ttg sifat 20, ane cari-2 artikel di ummati kok lom ketemu yah ???

        Atau bagaimana maksud antum dg memunculkan masalah ini? Setahu ana antum selama dikenal di Ummati ini sebagai Aswaja, apakah sekarang sudah masuk Wahabi?=====>>>> hehehehe insya Alloh ane masih aswaja mbak, lihat saja postingan di FB saya : Nasrull winka rooney fergusson, semua ttg aswaja ( postingan ttg agama yah mbak ), maksud ane gini, ane dpt inbox tsb dari temen ane yg sepertinya wahabi or salafy yg dia anggap…nah ane kan mang masih abu syibr/masih dangkal otak ane, makanya ane kan ga bisa beragumen , makanya ane minta penjelasan kepada mbak or rekan-2 ummati lainnya.

        Ingatkah Wahabi mentakyif profil Allah sebagai pemuda Amrad berambut kriting….?=====>>. masih ingat mbak, itu dari Ibnu Taimiyah yah kalo ga salah, afwan kalo khilaf…

        mohon penjelasannya lagi…

        1. Mas @nasrulloh.
          coba ente lihat lagi ayatnya karena ayat Al Maa’idah : 4 : “Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang Telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang Telah diajarkan Allah kepadamu[*]. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu[**], dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya)[***]. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.

          [*] Maksudnya: binatang buas itu dilatih menurut kepandaian yang diperolehnya dari pengalaman; pikiran manusia dan ilham dari Allah tentang melatih binatang buas dan cara berburu.
          [**] yaitu: buruan yang ditangkap binatang buas semata-mata untukmu dan tidak dimakan sedikitpun oleh binatang itu.
          [***] Maksudnya: di waktu melepaskan binatang buas itu disebut nama Allah sebagai ganti binatang buruan itu sendiri menyebutkan waktu menerkam buruan.

          Coba dicek lagi.

    1. @nasrulloh
      Coba deh ente cek lagi ayat2 yang ditulis. al Maidah 64 : ayat itu orang Yahudi yang mengatakan bahwa :”Orang-orang Yahudi berkata: Tangan Allah terbelenggu”, jadi mereka yang menganggap Allah seperti itu (persis seperti paham ….), Nah lihat lagi ayat an Nisaa 46 :”….dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama.”

      Ini koreksi ya mas. semoga kita tambah hati-hati.

  82. Ping-balik: short twitter url
  83. Subhanalloh, Jayalah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah karena ahlu sunnah wal jama’ah itu islam dan islam itu adalah ahlu sunnah wal jamaa’ah. Maka barang siapa yang membenci dan memusuhi ahlu sunnah wal jama’ah niscaya akan binasa.

    ” Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. DAN JANGANLAH ENGKAU TAMBAHKAN BAGI ORANG-ORANG YANG ZALIM ITU SELAIN KEBINASAAN” (S. Nuh: 28)

  84. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al Bukhari, al Bayhaqi dan Ibn al Jarud).

    Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘Arsy, langit, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah. Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri dari sesuatu yang baru (makhluk).

    Hal ini sesuai dengan firman Allah swt :
    “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (Q.S. as-Syura: 11)

    sayyidina Ali ibn Abi Thalib -semoga Allah meridlainya-:
    “Allah ada (pada azal) dan belum ada tempat dan Dia (Allah) sekarang (setelah menciptakan tempat) tetap seperti semula, ada tanpa tempat” (Dituturkan oleh al Imam Abu Manshur al Baghdadi dalam kitabnya al Farq bayna al Firaq)

    Al Imam Ali -semoga Allah meridlainya- mengatakan: “Sesungguhnya Allah menciptakan ‘Arsy (makhluk Allah yang paling besar) untuk menampakkan kekuasaan-Nya bukan untuk menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya” (diriwayatkan oleh Abu Manshur al Baghdadi dalam kitab al Farq bayna al Firaq)

    Al Imam Abu Hanifah dalam kitabnya al Fiqh al Absath berkata:
    “Allah ta’ala ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat, Dia ada sebelum menciptakan makhluk, Dia ada dan belum ada tempat, makhluk dan sesuatu dan Dia pencipta segala
    sesuatu”.

    Al Imam Abu Hanifah -semoga Allah meridlainya- berkata :
    “Barangsiapa yang mengatakan saya tidak tahu apakah Allah berada di langit ataukah berada di bumi maka dia telah kafir”. (diriwayatkan oleh al Maturidi dan lainnya).
    Al Imam Syekh al ‘Izz ibn ‘Abd as-Salam asy-Syafi’i dalam kitabnya “Hall ar-Rumuz” menjelaskan maksud Imam Abu Hanifah, beliau mengatakan : “Karena perkataan ini memberikan persangkaan bahwa Allah bertempat, dan barang siapa yang menyangka bahwa Allah bertempat maka ia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya)”. Demikian juga dijelaskan maksud Imam Abu Hanifah ini oleh al Bayadli al Hanafi dalam Isyarat al Maram.

    Al Imam Fakhruddin ibn ‘Asakir (W. 620 H) dalam risalah aqidahnya mengatakan : “Allah ada sebelum ciptaan, tidak ada bagi- Nya sebelum dan sesudah, atas dan bawah, kanan dan kiri, depan dan belakang, keseluruhan dan bagian-bagian, tidak boleh dikatakan “Kapan ada-Nya ?”, “Di mana Dia ?” atau “Bagaimana Dia ?”, Dia ada tanpa tempat”.

    Al Imam al Bayhaqi (W. 458 H) dalam kitabnya al Asma wa ash- Shifat mengatakan: “Sebagian sahabat kami dalam menafikan tempat bagi Allah mengambil dalil dari sabda Rasulullah shalllallahu ‘alayhi wa sallam:
    “Engkau azh-Zhahir (yang segala sesuatu menunjukkan akan ada-Nya), tidak ada sesuatu di atas-Mu dan Engkaulah al Bathin (yang tidak dapat dibayangkan) tidak ada sesuatu di bawah- Mu” (H.R. Muslim dan lainnya).
    Jika tidak ada sesuatu di atas-Nya dan tidak ada sesuatu di bawah-Nya berarti Dia tidak bertempat”.

    Sayyidina Ali -semoga Allah meridlainya- juga mengatakan yang maknanya: “Sesungguhnya yang menciptakan ayna (tempat) tidak boleh dikatakan bagi-Nya di mana (pertanyaan tentang tempat), dan yang menciptakan kayfa (sifat-sifat makhluk) tidak boleh dikatakan bagi-Nya
    bagaimana” (diriwayatkan oleh Abu al Muzhaffar al Asfarayini dalam kitabnya at-Tabshir fi ad-Din)

    Al Imam al Hafizh Ibn al Jawzi (W. 597 H) mengatakan dalam kitabnya Daf’u Syubah at-Tasybih :
    “Sesungguhnya orang yang mensifati Allah dengan tempat dan arah maka ia adalah Musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan Makhluk-Nya) dan Mujassim (orang yang meyakini bahwa Allah adalah jisim: benda) yang tidak mengetahui sifat Allah”.

    Al Hafizh Ibnu Hajar al ‘Asqalani (W. 852 H) mengatakan : “Sesungguhnya kaum Musyabbihah dan Mujassimah adalah mereka yang mensifati Allah dengan tempat padahal Allah maha suci dari tempat”.

  85. Wahai orang yang pro “Wahabi” kalian tidak akan pernah menang melawan argumentasi kaum aswaja ini, bagaimana pun dalamnya ilmu kalian apalagi yang cuma copas aja. Lha wong kaum aswaja ini kumpulannya ‘orang pinter’. Jangankan antum, Allah dan RosulNya saja dibantah kok.

    Allah berfirman: ‘Ar-Rahman (Allah) bersemayam di atas Arsy’

    Kaum aswaja bilang : Engkau tidak bersemayam, melainkan ‘menguasai’ Arsy

    Allah berfirman: ‘Pada hari kiamat bumi seluruhnya berada dalam Genggamannya dan langit digulung dengan Tangan KananNya’ (Az-Zumar: 67)

    Kaum Aswaja bilang: itu bukan tangan dalam arti hakiki, melainkan KekuasaanNya.

    Padahal Rosululloh pun membenarkan ucapan seorang Yahudi Madinah bahwa langit digulung oleh Tangan Allah pada hari kiamat.

    Demikian pula terhadap Rosululloh kaum aswaja yang konon ‘menurut shohibul hikayat’ adalah Para Pecinta Rosululloh sejati tidak segan-segan menolak dan membantah sabda Beliau.

    Rosululloh bersabda: ‘Semua bid’ah sesat’

    Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ berkata: Ah, ada kok yang namanya bid’ah hasanah.

    Rosululloh bersabda: “Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam yang terakhir setiap malamnya’

    Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ berkata: Kalau begitu kerjaan Allah cuma turun ke langit dunia saja, Soalnya perbedaan waktu di setiap negara berbeda-beda, berarti setiap saat Allah turun terus ke langit dunia’.

    Padahal kata mereka Allah tidak terikat waktu dan tempat tapi kenapa ya mereka menolak hadits Rosululloh itu berdasarkan adanya perbedaan waktu di setiap negara.

    Tapi anehnya Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ meyakini bahwa Rosululloh hadir ketika mereka membacakan asrokol atau apa pun namanya ketika mereka merayakan ulang tahun (Maulid menurut orang Islam/Natal menurut orang Kristen) Beliau.

    Sungguh kasihan betapa repotnya Rosululloh terutama di bulan Robi’ul Awal harus menghadiri peringatan hari ulang tahunnya dalam satu malam dan pada waktu yang sama bisa mencapai ratusan kali bahkan ribuan kali ke tempat-tempat yang berbeda-beda, padahal ketika hidup beliau tidak bisa berada di dua tempat berbeda pada waktu yang sama.

    Rosululloh bersabda: ‘Wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnahnya khulafaur rasyidin’

    Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ berkata: Wajib bagi kita berpegang teguh dengan ajarannya Abu Hasan Al-Asya’ri’

    Luar biasa ‘orang-orang pinter’ ini.

    1. @Anti Aswaja Gadungan

      Alhamdulillah…
      itulah perbedaan anda dan kami..
      dalam memahami Al-Qur’an dan Hadist nabi, kami lebih memilih menggunakan pendapat sebagian besar ulama-ulama salaf… karena dari segi keilmuan mereka lebih mumpuni.. berbeda dengan anda dan kelompok anda.. yang lebih memilih pendapat ulama-ulama modern atau langsung comot ayat dan hadist lalu mengartikan seenaknya tanpa ilmu yang mumpuni…
      mengaku salafi tapi gak mau ngikuti ulama-ulama salaf..
      tidak masalah jika kalian merasa ilmiah jika menampilkan Al-Qur’an dan Hadist dalam setiap permasalahn yang ada..
      tapi tolong.. perhatikan juga penafsiran ulama-ulama salaf yang memang terbukti kompeten dibidangnya.. mereka itu MENGERTI dan PAHAM tentang hujjah-hujjah yang kalian sampaikan.. mereka belajar bukan hanya dari membaca.. tapi juga mendengar penjelasan, melihat tingkah laku dan akhlak dari guru mereka. begitupun guru mereka terhadap gurunya lagi.. hingga ke Rasulullah saw.
      mereka banyak hafal hadist dan Al-Qur’an.. ilmu mereka sangat dalam dan berhati-hati dalam menafsirkan Al-Qur’an dan hadist…

      maaf saja saudara-saudaraku.. kami lebih memilih mengikuti pendapat-pendapat mereka, para ulama salaf.. dari pada ikut pendapat sekelompok orang dijaman modern yang langsung comat comot ayat dan hadist.. menyalahkan pendapat-pendapat para ulama salaf.. dengan slogan kembali ke Al-Qur’an dan sunnah nabi saw.. padahal ilmu mereka tidak ada apa-apanya dibanding ulama salaf.. kami sadar niat mereka baik.. tapi kami takut.. karena keterbatasan ilmu mereka di banding ulama salaf, bukannya kembali ke Al-Qur’an dan sunnah nabi.. justru melenceng dari itu semua.. kami lebih memilih yang pasti-pasti saja.

      semoga anda mengerti dan Allah melunakkan hati kita untuk menerima kebenaran

      1. @mbak Vira, coba tolong sebutkan salah seorang di antara Imam Yang Empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali yang merupakan representasi Salafussholih yang berpendapat bahwa Allah tidak bersemayam di atas Arsy’, melainkan menguasai Arsy’. Tidak ada satupun ulama Salaf yang berpendapat demikian, mungkin kalau ulama Saraf atau Salafu Salah ada yang berpendapat demikian.

        Yang pasti-pasti saja mestinya kan penafsiran yang diberikan |Rosululloh sebagai utusanNya yang ditugaskan untuk menjelaskan al-Qur’an. Kalau Rosululloh saja tidak memberikan penafsiran lain selain yang tertulis dalam al-Qur’an, kenapa kita harus mengambil penafsiran orang lain yang bisa salah dan bisa benar, buktinya mereka saling berbeda pendapat dalam masalah ini. Jadi yang kita ambil yang sesuai dengan penafsiran Rosululloh dong.

        1. @anti aswaja gadungan
          haduuh.. kok mbulet sih sampeyan mas
          kan udah di jelaskan bolak-balik ma ustad-ustad disini tentang pendapat para ulama.. ust. agung di atas komen anda juga udah jelasin.. iya kan ❓

          Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata :
          إنه تعالى كان ولا مكان فخلق الـمكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه الـمكان لا يجوز عليه التغيِير فى ذاته ولا في صفاته

          “Sesungguhnya Allah ta’ala ada dan tidak ada tempat, maka Dia (Allah) menciptakan tempat, sementara Dia (Allah) tetap atas sifat azali-Nya, sebagaimana Dia (Allah) ada sebelum Dia (Allah) menciptakan tempat, tidak boleh atas-Nya berubah pada dzat-Nya dan pada sifat-Nya”. [Kitab Ithaf As-Sadati Al-Muttaqin –Jilid 2-halaman 36].

          saya setuju dengan pandangan anda
          kita memang harus mengikuti Rasulullah saw.. Alhamdulillah kita sependapat

          sekarang anda memberikan penafsiran yang berbeda dengan ulama-ulama salaf… padahal sumbernya satu, Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah

          bedanya.. mereka insyaAllah lebih mengerti maksud dari perkataan Nabi saw
          karena mereka tidak hanya membaca kitab, tapi juga mendengar penjelasan, melihat tingkah laku, akhlak, dan perbuatan dari guru mereka. dan guru mereka juga begitu ke gurunya.. hingga ke Rasulullah. ilmu mereka juga tinggi, sangat berhati-hati dan takut kepada Allah.
          makanya saya lebih memilih mereka.. karena sudah pasti.. InsyaAllah

          sekarang tolong berikan alasan buat saya
          kenapa saya harus mempercayai anda dan kelompok anda.. apakah anda lebih berilmu dari ulama-ulama salaf tersebut? apakah anda memiliki sanad keilmuan hingga ke Rasulullah saw sehingga saya yakin.. bahwa penjelasan anda tentang makna hadis dan Al-Qur’an memang benar-benar seperti maksud Nabi saw?
          seorang anak yang tidak bersekolah bisa saja membaca buku pelajaran yang sama dengan anak yang bersekolah.. tapi dia tidak mendapat penjelasan dari guru yang kompeten..
          padahal klo gak dijelasin oleh orang yang kompeten, sebuah buku bisa saja membingungkan dan menyebabkan salah penafsiran
          makanya masih ada dosen dan guru walaupun buku-buku sudah banyak dicetak..

          saudaraku yang dimuliakan Allah..
          sekali lagi, tolong beri saya alasan.. kenapa saya harus percaya penafsiran anda tentang Al-Qur’an dan hadis yang notabene berbeda dengan ulama-ulama salaf?

          kita sama saudaraku
          anda, saya dan ustad-ustad disini, sama-sama kembali ke Al-Qur’an dan sunnah Nabi saw dalam mengatasi permasalahan. InsyaAllah .

  86. @anti aswaja gadungan alias @abdul khaliq
    Kasihan Wahabi satu ini, sudah mulai prustasi dengan Ilmunya sendiri.
    “Allah berfirman: ‘Ar-Rahman (Allah) bersemayam di atas Arsy”
    Allah berfirman : Sujudlah dan mendekatlah (Al Alaq)

    “Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ berkata: Ah, ada kok yang namanya bid’ah hasanah”
    He he he ente sudah menyalahkan para Imam, terutama Imam Asy Syafi’i.

    “Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ berkata: Kalau begitu kerjaan Allah cuma turun ke langit dunia saja, Soalnya perbedaan waktu di setiap negara berbeda-beda, berarti setiap saat Allah turun terus ke langit dunia”
    Ini kan cuma koment ente aja, pernah gak aswaja ngomong begitu ?

    “Tapi anehnya Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ meyakini bahwa Rosululloh hadir ketika mereka membacakan asrokol atau apa pun namanya ketika mereka merayakan ulang tahun (Maulid menurut orang Islam/Natal menurut orang Kristen) Beliau”
    Ente pernah baca atau dengar gak hadist : Barangsiapa seorang umatku membaca 1 x shalawat, maka shalawat itu akan disampaikan oleh malaikat kepadaku dan Allah akan memberikan 10 x kebaikan dan 10 x dihilangkan keburukan, Jika salah seorang umatku membaca shalawat 100 x maka aku akan mendatanginya.

    “Sungguh kasihan betapa repotnya Rosululloh terutama di bulan Robi’ul Awal harus menghadiri peringatan hari ulang tahunnya dalam satu malam dan pada waktu yang sama bisa mencapai ratusan kali bahkan ribuan kali ke tempat-tempat yang berbeda-beda, padahal ketika hidup beliau tidak bisa berada di dua tempat berbeda pada waktu yang sama”
    Itulah Ilmu Allah yang kita tidak ketahui, Malaikat Ijrail ada satu, kenapa pada saat yang bersamaan, 10, 100 atau 1000 orang mati. Sudah buta kah mata hati ente atau memang sudah dibutakan ?????

    “Kaum Aswaja ‘Para Pencinta Rosululloh Seolah-olah’ berkata: Wajib bagi kita berpegang teguh dengan ajarannya Abu Hasan Al-Asya’ri”
    Karena Aqidah Imam Abu Hassan al Asyari sama dengan yang dibawa oleh Rasulullah, Sahabat2 beliau, Para Imam, Para Ulama. Maka ane mengikutinya, karena ane yakin dengan ajarannya yang bersanad, tidak seperti Imam ente, seperti albani (maaf), sanadnya sampai dimana ???????

    Ruaar biasa ente, Ilmu ente cuma sekian, tapi sudah berani mengatakan Bid’ah, sesat bahkan mengkafirkan umat Islam.

    1. Ana belum pernah baca hadits yang ente sebutin, yang saya pernah baca sih hadits yang berbunyi: ‘Barangsiapa yang bersalawat kepadaku satu X maka Allah akan bersalawat kepadanya 10 X’

      Adapun ucapan: “Kalau begitu kerjaan Allah cuma turun ke langit dunia saja, Soalnya perbedaan waktu di setiap negara berbeda-beda, berarti setiap saat Allah turun terus ke langit dunia” saya baca di ‘buku pinter’ nya ‘orang-orang pinter’ yang ditulis oleh KH. Sirajudin Abbas: “40 Masalah Agama” dan “Iktikod Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”

      Di dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi, saya belum pernah mendapatkan nama Malaikat Ijrail yang bertugas mencabut nyawa. Yang ada cuma disebut Malaikat Maut.Bisa ente sebutin di di surat apa dan ayat berapa dan di dalam hadits shahih riwayat siapa nama Malaikat Ijrail bisa saya temukan? Terus tahu dari mana Malaikat Maut (Ijrail?) cuma ada satu?

      Setau ana tuduhan Wahabi itu pertama kali digunakan oleh orang-orang Syi’ah untuk menjauhkan umat dengan ajaran Islam yang putih bersih, malamnya seperti siangnya yang menjadi misinya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rohimahulloh (Semoga Allah menempatkannya di Surga Firdaus. Dan membinasakan orang-orang yang memfitnah dan mencaci maki beliau dengan membabi buta)

      Jangan-jangan ente dan sejenis ente orang Syi’ah. soalnya kalau dicermati dengan seksama ajaran yang kalian usung dengan label aswaja hampir sama dengan ajarannya Syi’ah, dibandingkan dengan ajarannya Abu Hasan Al-Asyari. Apakah Abu Hasan Al-Asyari pernah merayakan maulid Nabi dan ritual-ritual selamatan dengan berbagai macam variasinya?

      1. @anti aswaja gadungan alias @abdul khaliq
        Coba ente baca lagi kitab2 hadist dan cari yang ane sebutin ada gak.

        Jadi siapa yang menamakan Malaikat yang 10 itu (Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Rakib, Atid, Ridwan dan Malik ? menurut ente, tolong dong sebutin….

        Bukankah yang pertama kali menyebut kata WAHABI adalah kakak kandung Muhammad ibn Abdul Wahab sendiri yaitu Syeikh Sulaiman ibn Abdul Wahab. (baca kitab : “As-Shawaiqul Al-Ilahiyyah Fi Ar-Raddi ‘Ala Al-Wahhabiyah”)

        Apakah Abu Hasan Al-Asyari pernah merayakan maulid Nabi dan ritual-ritual selamatan dengan berbagai macam variasinya?
        Perlu ente ketahui, bahwa pandangan Imam Abu Hassan al Asyari adalah : Mencintai Rasulullah beserta keluarganya, Sahabat2nya, Pengikut2nya serta Ulama2.

  87. HI… I AM HERE AGAIN
    Assalamu’alaikum @anti aswaja gadungan, postingan antum mengingatkan suatu kejadian beberapa bulan yg lalu pd kajian fathul barii. Sewaktu al ustadz sedang menjelaskan tentang Allah tabaroka wa ta’ala yg turun ke langit bumi pd tiap-tiap akhir malam, seorg juhala (baca;penyusup) tiba2 mengacungkan tangannya dan berkata “ustadz, jika Allah turun ke langit bumi berarti arys-NYA kosong dong..? spontan hadirin “gerrrr”.
    Seraya tersenyum al ustadz menjawab ” yang bilang Allah jalla wa a’la itu turun ke langit bumi bukan saya, tetapi Rasulullah pd hadist-nya yg shohih”.Kemudian lanjut “LAYSA KAMITSLIHI SYAI’IUN, yang antum tanyakan itu sifat makhluq.
    “Allah juga menjelaskan bahwa Dia punya Wajah tp tidak ada yg tahu bagaimana wajah Allah”.”Dan Rasulullah,para shahabat, tabi’in. dan tabi’uttabi’in dan a’imatul arba juga tidak bertanya ttg wajah Allah”,
    Kemudian al ustadz bertanya kepada si penanya tadi “Antum punya wajah dan monyet punya wajah, apakah sama wajah antum dgn wajah monyet?. Geerrr lagi (tapi enggak terbahak-bahak dan tdk tepok tangan)

    1. Ibn abd choir, tetapi para ulama mu’tabar tidak memberi penjelasan seperti yg dikatakan oleh Al Ustadz yg antum ceritakan. Itu namanya ustadz antum memfitnah Nabi saw, sebab mengtasnamakan pemahamnnya kpd Nabi saw.

      Kalau menurut penjelasa para Ulama, bahwa yg turun itu rahmat-NYA, jadi bukan Allah secara fisik yg turun ajrut-ajrutan. Gunakan akalmu, Mas abdul choir.

      Coba cerna, malam di Indonesia beda dg dg di Amerika, beda lagi dg di benua lainnya, dll. Betapa capek Alah swt ajrut2an, habis dong waktunya buat turun naik di seluruh belahan bumi?

    2. Bismillah,

      saudarakau, @ibn abdul chair, pernyataan Ustadz anda dalam cerita sebagaimana yang anda sampaikan,

      Kemudian al ustadz bertanya kepada si penanya tadi “Antum punya wajah dan monyet punya wajah, apakah sama wajah antum dgn wajah monyet?. Geerrr lagi

      cerita anda tersebut jika memang benar adanya justru menunjukkan bahwa anda dan kelompok anda termasuk orang-orang yang tidak memiliki dasar keilmuan dalam memahami Nash, meski hanya berupa kaedah bahasa…. berikut kami buktikan :

      Analogi yang dipakai Ustadz anda atas ayat “Laisa Kamitslihi Syaiun” dengan perbedaan antara wajah manusia dengan wajah monyet membuktikan ustadz anda sama sekali tidak mengerti kaedah bahasa dengan benar. Untuk membuktikannya tanyakan pada ustadz anda tentang:

      1. Apa pengertian kata “Mitsl” ?
      2. Apa Nuktah ketika kata “Mitsl” di Jar-kan dengan Huruf Jar “KA” ?
      3. Apa Nuktah pnggunaan kata “Syaiun” dalam bentuk nakiroh dalam konteks ayat tsb?
      4. Apa perbedaan kata-kata seperti “Al Mitsl, An Nahw, As Syibh, Ka, Kufwah, dst?…

      untuk membuktikan siapa yang menggunakan akal dalam memahami al qur’an maupun as sunnah, anda perlu dan bahkan wajib menjawab pertanyaan2 kami diatas… belum lagi ketika ayat “Laisa Kamitslihi Syaiun” disandingkan dengan ayat-ayat yang lain dan atau hadits2 yang dalam konteks ayat tsb, akan semakin membuktikan (maaf) kebodohan penjelasan dalam cerita anda tsb..

    3. @Ibn Abdul Chair

      dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk-Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba-Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim)

      Apakah boleh kita mengatakan; Kita akan menetapkan bagi Allah sifat sakit, tetapi sakit Allah tidak seperti sakit kita (makhluk-Nya)? Bolehkah kita meyakini menurut dhahir/lahir kalimat tanpa memasukkan unsur kiasan. jika ada seorang hamba sakit maka Allah juga akan terserang sakit, dan Dia akan berada di sisi si hamba yang sakit itu?

    4. @Ibn Abdul Chair

      Allah swt. Berfirman : ”Nasuullaha fanasiahum” mereka melupakan Allah maka Allah pun melupakan mereka, (QS. At-taubah : 67).

      Apkah Apakah boleh kita mengatakan; Kita akan menetapkan bagi Allah sifat lupa, tetapi lupa Allah tidak seperti lupa kita (makhluk-Nya)?

      tolong dijelaskan. trm kasih.

      1. mantab Mas Agung, jangankan anak buahnya, Syakh2nya yg di Najd sana juga pening kepalanya mikirin pertanyaan antum. Gugur lah hujjahnya, tapi mereka tetap merasa paling benar, karena sudah takdirnya demikian seperti pernah disinyalir oleh Nabi Saw dalam hadits mengenai fitnah tanmduk setan dari Najd.

        wallohu a’lam.

    5. @ibn abdul khair dan anti aswaja gadungan :
      Sungguh pembicaraan saudara dan golongan saudara diatas tidak didasarkan ilmu dan meremehkan penjelasan ulama, apalagi sekelas KH. Siradjuddin Abbas. Beliau ulama dan penulis kitab dan buku yang sangat ikhlas dan mengajarkan i’tiqad ahlus sunnah waljamaah yang sangat saya hormati. Bahkan dari beliau pertama kali mata saya terbuka akan adanya aliran Salafy Wahabi yang pemahamannya kacau macam saudara berdua.

      Bahkan saudara melecehkan keagungan Allah dengan bercandaan yang menurut saya sangat menghina kekuasaan Allah. Maulid yang kami lakukan untuk mengenang dan mempelajari kehidupan Rasulallah Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam juga saudara remehkan seakan kegiatan yang haram.

      Sekarang begini saja, kalau saudara memang orang yang berilmu dan memiliki ahlaqul karimah, silahkan bahas sesuatu berdasarkan nas/dalil yang kuat, kemudian kita saling memperkuat hujjah yang ada. Perkataan saudara tanpa dasar yang kuat menunjukkan kesombongan saja, bagaikan tong kosong.

      Mengenai sifat Allah yang Maha Sempurna dari segala kekurangan, jika saudara memang betul berilmu sebenarnya sudah cukup dibahas pada surat yang pendek yang sering saudara hina (karena seringnya kaum Ahlus Sunnah Wal Jamaah membacanya) yaitu Al Ikhlas. Dan Allah tidak sama dengan ciptaan-Nya. Kalau saudara memahami dengan dalam Surat Al Ikhlas saja sudah menjawab semua pendapat yang menyamakan Tuhan layaknya makhluq, punya tangan, kaki, duduk, menempati, berbicara layaknya manusia dan lain sebagainya. Ingatlah saudaraku, apa yang kalian katakan sudah sangat diluar batas tentang kesempurnaan Allah Azza Wa Jalla Maha Pencipta Maha Pemelihara dan Maha Sempurna.

      Semoga pemikiran saudara diluruskan Allah dengan ke-Maha Lembutan-Nya Allah, sehingga saudara tidak jauh tersesat dalam pemahaman jisim yang menyamakan Allah dengan mahluq-Nya.

      Kebenaran hakiki hanya milik Allah
      Hamba Allah yang dhaif dan faqir
      Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

    6. @Ibn Abdul Chair

      Kaum Musyabbih menyebutkan beberapa ayat al-Qur’an yang secara literal (zhahir) mengarah pada pengertian bahwa Allah subhanahu wa ta‘ala itu ada di atas ‘Arasy sesuai keyakinan mereka.

      Sekarang saya ingin bertanya,kepada mereka yg meyakini bahwa Allah swt. Bertempat. jika Al-Qur’an itu harus dipahami secara literal (zahir). “Bagaimana dengan firman Allah subhanahu wa ta‘ala:

      “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (QS. al-Hadid : 4).

      “Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya….” (QS. al-Mujadilah : 7).

      “Dan Ibrahim berkata, “Sesungguhnya aku pergi menuju Tuhanku (Palestina), yang akan memberiku petunjuk.” (QS. al-Shaffat : 99).

      “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat dahak di arah kiblat, lalu beliau menggosoknya dengan tangannya, dan beliau kelihatannya tidak menyukai hal itu. Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya apabila salah seorang kalian berdiri dalam shalat, maka ia sesungguhnya berbincang-bincang dengan Tuhannya, atau Tuhannya ada di antara dirinya dan kiblatnya. Oleh karena itu, janganlah ia meludah ke arah kiblatnya, akan tetapi meludahlah ke arah kiri atau di bawah telapak kakinya.” (HR. al-Bukhari).

      Bukankah ayat ayat tersebut serta hadist yg diriwayatkan oleh Imam Bukhori bertentangan dengan keyakinan kaum musyabbih yg mengatakan bahwa Allah swt. Itu bersemayam di’Arasy.

      Akidahnya kami, ahlussunah wal jama’ah, seperti yg disampaikan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu : “Allah subhanahu wa ta‘ala ada sebelum adanya tempat. Dan keberadaan Allah sekarang, sama seperti sebelum adanya tempat (maksudnya Allah tidak bertempat).” (al-Farq bayna al-Firaq)

      Al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi berkata dalam al-Farqu Bayna al-Firaq: “Kaum Muslimin sejak generasi salaf (para sahabat dan tabi’in) telah bersepakat bahwa Allah tidak bertempat dan tidak dilalui oleh waktu.” (al-Farq bayna al-Firaq)

    7. @Ibnu Abdul Chair

      Ustadz anda berkata : ““Allah juga menjelaskan bahwa Dia punya Wajah tp tidak ada yg tahu bagaimana wajah Allah”.”Dan Rasulullah,para shahabat, tabi’in. dan tabi’uttabi’in dan a’imatul arba juga tidak bertanya ttg wajah Allah”.

      Jika ustadz anda menetapkan wajah bagi Allah swt. berarti Allah swt. itu mempunyai bentuk dan ukuran.

      berikut Jawaban kami :

      Menurut ulama tauhid yang dimaksud al mahdud (sesuatu yang berukuran) adalah segala sesuatu yang memiliki bentuk baik kecil maupun besar. Sedangkan pengertian al hadd (batasan) menurut mereka adalah bentuk baik kecil maupun besar.

      Al Imam Sayyidina Ali -semoga Allah meridlainya- berkata yang maknanya: “Barang siapa beranggapan (berkeyakinan) bahwa Tuhan kita berukuran maka ia tidak mengetahui Tuhan yang wajib disembah (belum beriman kepada-Nya)” (diriwayatkan oleh Abu Nu’aym (W. 430 H) dalam Hilyah al Auliya’)

      Al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi -semoga Allah meridlainya- (227- 321 H) berkata: “Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran sama sekali), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya) maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya). Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi enam arah penjuru tersebut”.

      Perkataan al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi di atas merupakan Ijma’ (konsensus) para sahabat dan Salaf (orang-orang yang hidup pada tiga abad pertama hijriyah).

      Al Imam As-Sajjad Zayn al Abidin Ali ibn al Husain ibn Aliibn Abi Thalib (38 H-94 H) berkata : Engkaulah Allah yang tidak diliputi tempat, dan dia berkata: Engkaulah Allah yang Maha suci dari hadd (benda, bentuk, dan ukuran), beliau juga berkata : Maha suci Engkau yang tidak bisa diraba maupun disentuh. (Diriwayatkan oleh al Hafizh az-Zabidi dalam al Ithaf dengan rangkaian sanad muttashil mutasalsil yang kesemua perawinya adalah Ahl al Bayt; keturunan Rasulullah).

      kesimpulan : As-Salaf ash-Shalih Mensucikan Allah dari Hadd, Anggota badan, Tempat, Arah dan Semua Sifat-sifat Makhluk.

  88. @Ibn Abdul Chair : ““Allah juga menjelaskan bahwa Dia punya Wajah tp tidak ada yg tahu bagaimana wajah Allah””.

    Jawab :
    ‘Segala sesuatu pasti binasa kecuali wajah-Nya’ (QS. al-Qashash: 88), dan juga firman Allah swt. yang berbunyi, ‘Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu, yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan’ (QS. ar-Rahman: 27).

    Ath-Thabari berkata, “Mereka berselisih tentang makna firman-Nya, ‘kecuali wajah-Nya’. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang dimaksud ialah, segala sesuatu pasti binasa kecuali Dia. Sementara sebagian lain berkata bahwa maknanya ialah, kecuali yang dikehendaki wajah-Nya.

    Baghawai berkata, “Yang dimaksud dengan ‘kecuali wajah-Nya’ ialah ‘kecuali Dia’. Ada juga yang mengatakan, ‘kecuali kekuasaan-Nya’.

    Abul ‘lyalah berkata, “Yang dimaksud ialah ‘kecuali yang dikehendaki wajah-Nya’.” (Tafsir al-Baghawi).Di dalam kitab ad-Durr al-Mantsur, dari Ibnu Abbas yang berkata, “Artinya ialah ‘kecuali yang dikehendaki wajah-Nya’.

    Dari Mujahid yang berkata, “Yang dimaksud ialah ‘kecuali yang dikehendaki wajah-Nya.’” Dari Sufyan yang berkata, “Yang dimaksud ialah ‘kecuali yang dikehendaki wajah-Nya, dari amal perbuatan yang saleh’.

    Dalam memahami ayat ayat mutasyabihat terdapat dua pendapat dalam menafsirkannya salah satunya Madzhab Tafwidh Ma’a Tanzih yaitu mengambil dhahir lafadz dan menyerahkan maknanya kepada Allah swt, dengan I’tiqad Tanzih (mensucikan Allah dari segala penyerupaan), artinya, hanya menyebutkan apa adanya tekts saja yaitu menurut bacaannya saja, tidak memberikan arti apapun tentangnya dan menyerahkan kepada Allah swt. pemaknaannya.

    Ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal masalah hadist sifat, ia berkata ”Nu’minu biha wa nushoddiq biha bilaa kaif wala makna”, (Kita percaya dengan hal itu, dan membenarkannya tanpa menanyakannya bagaimana, dan tanpa makna).

    Sedangkan Ustadz anda berkata bahwa Allah swt. mempunyai wajah. Itulah yg namanya beraqidah Tajsim/penjasmanian dan Tasybih/penyerupaan Allah swt.kepada makhluk- Nya. Jadi bila ada kata-kata di alqur’an wajah Allah, tangan Allah dan seterusnya harus diartikan juga wajah dan tangan Allah secara hakiki. Na’udzubillahi.

  89. Semua reaksi yg disampaikan hanya menjelaskan aqidahnya masing-masing. Ada yg Kulabiyah, ada yg Mu’tazilah, ada yg Syi’ah dan lain-lain. Cuma jelas JUMUD-nya akal doang.

    1. ibn abd khair@

      antum dan kaum Wahabi itu memang perlu penjelasan, penjelentrehan agar bisa mudeng. Tapi sayang dikasih penjelasan n penjelentrehan malah antum cela tanpa mikir sedikit pun, capek deh?

      Ibaratnya begini, antum sedang berjalan lalu tersesat jalan terus banyak orang kasih tahu bahwa antum tersesat tapi antum malah ngeyel bahwa jalanmu sudah benar alias tidak tersesat. Kalau sdh begitu, ya capek deh?

    2. @ibn abdul chair :

      Melihat reaksi dan tanggapan saudara terlihat saudara datang kesini hanya sebagai PENGGEMBIRA, sambil teriak-teriak supaya kita panas. Saudara salah, sudah sering orang-orang macam saudara memanas-manasi suasana umat Islam khususnya pengikut i’tiqad Ahlus Sunnah Wal Jamaah tapi kami akan tetap sabar dan dengan ahlak yang baik menerima saudara disekitar kami. Jadi kalau menurut saya lebih baik saudara diam daripada bicara tidak ada isi sama sekali.

      Kebenaran hakiki hanya milik Allah
      Hamba Allah yang dhaif dan faqir
      Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  90. Yang lebih bahaya lagi AKAL digunakan utnuk MENIPU antas nama ulama. Contoh Ulama bilang salafus sholeh … eh DIMANIPULASI menjadi salafi. Mbok ya akan digunakan untuk kebaikan. Untah minta izin belum ama ulama yang bersangkutan?

  91. ibn abdul choir, ngeyel aja kerjaannya, bawa hujjah dong biar berbobot, jangan cuma justifikasi aja dong? Coba baca artikel di atas, dialog antara Ahmad Syahid vs Abahna Jibril, itu sangat menarik di mana Ahmad Syahid memberikan penjelasannya yg sangat gamblang.

    Ternyata abahna jibril itu cuma bergaya doang sok ilmiyyah sama persis dg Firanda yg sok ilmiyyah, asal comot dalil dan akhirnya selalu dan senantiasa salah pasang dalil.

  92. BANTAHAN BUAT ABU JIBRIL

    Abu Jibril : “Semua ayat tersebut meyebutkan bahwa Alloh beristiwa’ diatas ‘Arsy-Nya yang berada diatas langit”.

    Agung : Al Imam Abu al Hasan al Asy’ari (W. 324 H) semoga Allah meridlainya berkata: “Sesungguhnya Allah ada tanpa tempat” (diriwayatkan oleh al Bayhaqi dalam al Asma wa ash-Shifat). Beliau juga mengatakan: “Tidak boleh dikatakan bahwa Allah ta’ala di satu tempat atau di semua tempat”. Perkataan al Imam al Asy’ari ini dinukil oleh al Imam Ibnu Furak (W. 406 H) dalam karyanya al Mujarrad.

    Ini adalah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa kitab al Ibanah yang dicetak dan tersebar sekarang dan dinisbatkan kepada al Imam Abu al Hasan al Asy’ari telah banyak dimasuki sisipan-sisipan palsu dan penuh kebohongan, maka hendaklah dijauhi kitab tersebut.

    Al Imam Abu Manshur Al Baghdadi (W. 429 H) dalam kitabnya al Farq Bayna al Firaq berkata: “Sesungguhnya Ahlussunnah telah sepakat bahwa Allah tidak diliputi tempat dan tidak dilalui oleh waktu”.

    Abu Jibril : “Para ulama yang mengikuti manhaj as-salafush sholih ada yang membagi tauhid kedalam 3 bagian, dan ada yang membaginya kedalam 2 bagian , yang membagi kedalam 3 bagian adalah Tauhid Rububiyah, Uluhiyyah, dan Asma wa shifat. sedangkan yang membagi menjadi 2 adalah Tauhid Ibadah dan Tauhid I’tiqoddiyah”.

    Agung : “Siapa as-salafush sholih yg membagi tauhid menjadi 3 atau 2, seperti klaim Abu Jibril?”

    Jika manusia mati dan dimasukan kedalam kubur maka akan ditanya oleh malaikat : Man rabbuka ? (Siapa Tuhan (Rabb) kamu? Maka mukminin (orang orang yang beriman) akan menjawab : Allahu Rabbii (Allah adalah Rabb (tuhan) kami!

    Kenapa Allah tidak bertanya siapa ilah kamu ? (uluhiyah versi Abu Jibril) karena tauhid itu adalah iman yang tidak bisa dibedakan /atau dipisah2kan (rububiyah dan Uluhiyah)!, Seseorang yang beriman pada rubbubiyah pasti juga beriman pada uluhiyah!

    Abu Jibril : “Bid’ah dalam hakikatnya merubah syari’at yang baku adapun pembagian tauhid sama halnya dengan perkara ilmu nahwu, ilmu tajwid”.

    Agung : “Menurut Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Baari sebagai berikut: “Pada asalnya bid’ah itu berarti sesuatu yang diadakan dengan tanpa ada contoh yang mendahului. Menurut syara’ bid’ah itu dipergunakan untuk sesuatu yang bertentangan dengan sunnah, maka jadilah dia tercela. Yang tepat bahwa bid’ah itu apabila dia termasuk diantara sesuatu yang dianggap baik menurut syara’, maka dia menjadi baik dan jika dia termasuk diantara sesuatu yang dianggap jelek oleh syara’, maka dia menjadi jelek. Jika tidak begitu, maka dia termasuk bagian yang mubah. Dan terkadang bid’ah itu terbagi kepada hukum-hukum yang lima”.

    ilmu Nahwu dan ilmu Tajwid bukan bagian pokok dari agama Islam. Sedangkan ilmu tauhid merupakan pokok agama. Rasulullah shallalllahu ‘alayhi wasallam ditanya tentang sebaik-baik perbuatan, beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. (H.R. al Bukhari)

    Abu Jibril : “Jelas ayat ini adalah penegasan Allah terhadap orang – orang yang hanya mengakui sisi Rububiyah dan Asma’ wa shifatnya saja tanpa Tauhid Uluhiyah !!!”.

    Agung : “Orang kafir yang mempersekutukan Tuhan digelar kaum Tauhid. Adakah Sahabat-sahabat Nabi menamakan orang musyrik sebagai ummat Tauhid? Tidak! Syirik dan Tauhid tidak mungkin bersatu. Hal ini adalah 2 perkara yang berlawanan bagai siang dengan malam. Mungkinkah bersatu siang dengan malam serentak?Begitulah juga tidak adanya syirik dan tauhid bersatu dalam diri seseorang. Sama ada dia Tauhid atau Musyrik. Tidak ada kedua-duanya sekali.

    Allah swt. Berfirman : “Padahal kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mereka benar benar pendusta”. (Qs. Al Mukminun : 90)

    Mereka tidak digolongkan dalam .beriman. karena ini adalah hanya sekedar .ucapan. tapi tidak ada keyakinan dalam hati dan tidak diamalkan dalam perbuatan.

    Allah swt. berfirman; “Padahal al-Masih berkata, ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabb-ku (Tuhanku) dan Rabbmu (Tuhanmu).’ (QS. al-Maidah: 72)

    Firman-Nya: “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Rabbmu (Tuhanmu), maka sembahlah Aku.” (QS. al-Anbiya: 92)

    Jika tauhid itu dipisah pisah seperti keyakinan Abu Jibril dan orang musrik jg bertauhid yaitu tauhid Rububiyyah, lantas, mengapa dalam kedua Ayat tersebut, Allah swt dan Isa Al Masih menggunakan kata Rabb (tuhan), bukan Ilah? Karena Tauhid itu merupakan satu kesatuan yg tidak terpisahkan.

    Abu Jibril : “Tauhid Rububiyah yang juga difahami dan di imani kaum kafir quraisy belumlah memasukkan mereka kedalam Islam, karena tauhid rububiyah itu adalah fthrah semua manusia, sekalipun dia seorang atheis dan sebangsa dengan Fir’aun, dia dalam hati kecilnya mengakui tentang tauhid ini.”

    Agung : “Al Imam asy-Syafi’i -semoga Allah meridlainya– berkata: “Barang siapa yang berusaha untuk mengetahui pengatur-Nya (Allah) hingga meyakini bahwa yang ia bayangkan dalam benaknya adalah Allah, maka dia adalah musyabbih (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), kafir. Dan jika dia berhenti pada keyakinan bahwa tidak ada tuhan (yang mengaturnya) maka dia adalah mu’aththil -atheis- (orang yang meniadakan Allah). Dan jika berhenti pada keyakinan bahwa pasti ada pencipta yang menciptakannya dan tidak menyerupainya serta mengakui bahwa dia tidak akan bisa membayangkan-Nya maka dialah muwahhid (orang yang mentauhidkan Allah); muslim”. (Diriwayatkan oleh al Bayhaqi)

    Lihatlah, Imam Syafi’I tidak mengatakan bahwa orang atheis adalah umat yg bertauhid tapi mu’aththi yaitu yg meniadakan eksistensi Allah swt. Tapi mengapa Abu Jibril mengatakan bahwa atheis juga bertauhid?

    Abu Jibril : “Allah bercerita perkara kesyirikan dan menjelaskan alasan mereka melakukan kesyirikan tersebut !! Mereka mengingkari menyembah Latta, Uzza, Manat, dan para orang-orang sholih !! Tapi Allah menolak alasan mereka yang mengatakan : “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.“ Namun Allah katakan perbuatan mereka belum memenuhi persyaratan untuk : “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.“

    Lalu apakah bedanya dengan para manusia zaman sekarang yang mengatakan bahwa kami tidaklah meminta kepada para Nabi, Para Wali, makam keramat, melainkan hanya agar mereka mendekatkan kami kepada Allah ??”.

    Agung : “Ibadah ialah ketundukan kata-kata dan perbuatan, yang bersumber dari keyakinan adanya sifat uluhiyyah atau sifat rububiyyah pada diri sesuatu yang di-ibadahi, atau keyakinan bahwa sesuatu itu merdeka didalam perbuat annya, atau memiliki kekuasaan atas salah satu segi dari kehidupannya secara merdeka dan terlepas dari kekuasaan Allah.

    Maka seluruh perbuatan yang disertai dengan keyakinan ini terhitung sebagai perbuatan syirik kepada Allah. Oleh karena itu, kita menemukan orang-orang musyrik jahiliyyah meyakini bahwa sesembahan-sesembahan mereka memiliki sifat-sifat ketuhanan.

    Al-Qur’an al-Karim dengan gamblang telah menjelaskan hal ini. Allah swt. berfirman, “Dan mereka telah meng- ambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka.”(QS. Maryam:81). Artinya, mereka meyakini sesembahannya memiliki sifat-sifat ketuhanan.

    Allah swt. berfirman; “Yaitu orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah, maka mereka kelak akan mengetahui akibat- nya.” (al-Hijr: 96)

    Ayat-ayat di atas ini menjelaskan bahwa terperosoknya para penyembah berhala kedalam kemusyrikan ialah disebabkan mereka meyakini sesembahannya memiliki sifat-sifat ketuhanan.

    Allah swt. telah menjelaskan hal ini didalam firman-Nya yang berarti: “Dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olok kamu, (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah; maka kelak mereka akan mengetahui akibatnya.” (QS. al-Hijr: 94 – 96)

    Ayat-ayat di atas ini menetapkan perbandingan didalam masalah syirik. Yaitu keyakinan akan adanya sifat-sifat ketuhanan pada diri ma’bud (sesuatu yang disembah).

    Oleh karena itu, mereka menolak dan mengingkari akidah tauhid yang dibawa oleh Rasulallah saw.. Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, ‘Tiada Tuhan selain Allah’, mereka menyombongkan diri.” (QS. ash-Shaffat: 35).

    Semua dakwah para nabi kepada manusia ditujukan untuk memerangi keyakinan mereka yang mengatakan adanya Tuhan selain Allah. Orang musyrikin menyakini pada diri sesuatu yang disembah (ma’bud) mempunyai sifat ketuhanan.

    Tawassul adalah “Memohon datangnya manfaat (kebaikan) atau terhindarnya bahaya (keburukan) kepada Allah swt. dengan menyebut nama seorang nabi atau wali untuk memuliakan (ikram) keduanya”. (Al-Hafizh al-’Abdari, al-Syarh al-Qawim)

    Orang yang bertawassul jika meyakini bahwa media yang dijadikan untuk bertawassul kepada Allah swt itu bisa memberi manfaat dan derita dengan sendirinya sebagaimana Allah swt. atau tanpa izin-Nya, niscaya ia musyrik.

    “Masyarakat telah tertimpa bencana kekeringan di zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Bilal bin Harits –salah seorang sahabat Nabi– datang ke pusara Rasul dan mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka telah (banyak) yang binasa’. Rasul saw. menemuinya di dalam mimpi dan memberitahukannya bahwa mereka akan diberi hujan (oleh Allah) ”. (Fathul Bari)

    Berkata al-Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin Musa an-Nukmani dalam karyanya yang berjudul ‘Mishbah adz-Dzolam’; Sesungguhnya al-Hafidz Abu Said as-Sam’ani menyebutkan satu riwayat yang pernah kami nukil darinya yang bermula dari Khalifah Ali bin Abi Thalib yang pernah mengisahkan: “Telah datang kepada kami seorang badui setelah tiga hari kita mengebumi- kan Rasulullah. Kemudian ia menjatuhkan dirinya ke pusara Rasulallah saw. dan membalurkan tanah (kuburan) di atas kepalanya seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, engkau telah menyeru dan kami telah mendengar seruanmu. Engkau telah mengingat Allah dan kami telah mengingatmu. Dan telah turun ayat; ‘Sesungguhnya Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang’ (QS an-Nisa: 64) dan aku telah mendzalimi diriku sendiri. Dan aku mendatangimu agar engkau memintakan ampun untukku. Kemudian terdengar seruan dari dalam kubur: ‘Sesungguhnya Dia (Allah) telah mengampunimu’ ”. (Kitab “Wafa’ al-Wafa’)

    Syeikh Abu Manshur As-Shabbagh dalam kitabnya Al-Hikayatul Masyhur- ah mengemukakan kisah peristiwa yang diceriterakan oleh Al-‘Utbah sebagai berikut:
    “Pada suatu hari ketika aku (Al-‘Utbah) sedang duduk bersimpuh dekat makam Rasulallah saw., tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui. Didepan makam beliau itu ia berkata: ‘As-Salamu’alaika ya Rasulallah. Aku mengetahui bahwa Allah telah berfirman: Sesungguhnya jika mereka ketika berbuat dhalim terhadap diri mereka sendiri segera datang kepadamu (hai Muhammad), kemudian mohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun me mohonkan ampun bagi mereka, tentulah mereka akan mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (An-Nisa: 64). Sekarang aku datang kepadamu ya Rasulallah untuk mohon ampunan kepada Allah atas segala dosaku, dengan syafa’atmu, ya Rasulallah..’. Setelah mengucapkan kata-kata itu ia lalu pergi. Beberapa saat kemudian aku (Al-‘Utbah) terkantuk. Dalam keadaan setengah tidur itu aku bermimpi melihat Rasulallah saw. berkata kepadaku: ‘Hai ‘Utbah, susullah segera orang Badui itu dan beritahu kan kepadanya bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya’.

    Peristiwa di atas ini dikemukakan juga oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Idhah bab 4 hal. 498. Dikemukakan juga oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya mengenai ayat An-Nisa: 64. Para ulama pakar lainnya yang mengetengah- kan peristiwa Al-‘Utbah ini ialah: Syeikh Abu Muhammad Ibnu Qaddamah dalam kitabnya Al-Mughny jilid 3/556; Syeikh Abul Faraj Ibnu Qaddamah dalam kitabnya Asy-Syarhul-Kabir jilid 3/495; Syeikh Manshur bin Yunus Al-Bahuty dalam kitabnya Kisyaful-Qina (kitab ini sangat terkenal dikalangan madzhab Hanbali) jilid 5/30 dan Imam Al-Qurthubi (Tafsir Al-Qurthubi jilid 5/265) yang mengemukakan peristiwa semakna tapi kalimatnya agak berbeda.

    Dari riwayat di atas menjelaskan bahwa; bertawassul kepada Rasulullah pasca wafat beliau adalah hal yang legal dan tidak tergolong syirik atau bid’ah.

    Abu Jibril : “salafiyyin didalam penetapan asma’ wa shifat diantaranya mengikuti para Imam Besar Ahlu Sunnah semisal Abul Hasan Al-Asy’ari, Imam Malik, Imam Ahmad”.

    Agung : “Sebelumnya Abu jibril berkata : Semua ayat tersebut meyebutkan bahwa Alloh beristiwa’ diatas ‘Arsy-Nya yang berada diatas langit”.

    Sekarang, pertanyaan yg timbul adalah, bagaimana akidah Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, Imam Malik, Imam Ahmad, apakah sesuai dengan keyakinan Abu Jibril atau tidak?

    Al Imam Abu al Hasan al Asy’ari (W. 324 H) semoga Allah meridlainya berkata: “Sesungguhnya Allah ada tanpa tempat” (diriwayatkan oleh al Bayhaqi dalam al Asma wa ash-Shifat). Beliau juga mengatakan: “Tidak boleh dikatakan bahwa Allah ta’ala di satu tempat atau di semua tempat”. Perkataan al Imam al Asy’ari ini dinukil oleh al Imam Ibnu Furak (W. 406 H) dalam karyanya al Mujarrad

    Al Imam Malik –semoga Allah meridlainya– berkata: “Ar-Rahman ‘ala al ‘Arsy istawa sebagaimana Allah mensifati Dzat (hakekat)-Nya dan tidak boleh dikatakan bagaimana, dan kayfa (sifat-sifat makhluk) adalah mustahil bagi-Nya” (Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dalam al Asma’ Wa ash-Shifat).

    imam malik menulis kata istiwa bukan duduk atau bersemayam atau bertempat. Maksud perkataan al Imam Malik tersebut, bahwa Allah maha suci dari semua sifat benda seperti duduk, bersemayam, berada di suatu tempat dan arah dan sebagainya.

    Al Imam Ahmad ibn Hanbal –semoga Allah meridlainya mengatakan: “Barang siapa yang mengatakan Allah adalah benda, tidak seperti benda-benda maka ia telah kafir” (dinukil oleh Badr ad-Din az-Zarkasyi (W. 794 H)

    Al Imam Ahmad ibn Hanbal dan al Imam Tsauban ibn Ibrahim Dzu an-Nun al Mishri, salah seorang murid terkemuka al Imam Malik -semoga Allah meridlai keduanya- berkata: “Apapun yang terlintas dalam benakmu (tentang Allah) maka Allah tidak menyerupai itu (sesuatu yang terlintas dalam benak)” (Diriwayatkan oleh Abu al Fadll at-Tamimi dan al Khathib al Baghdadi)

    Dan apa yang telah masyhur di kalangan orang-orang jahil yang menisbahkan diri mereka pada Imam Mujtahid ini (Ahmad bin Hanbal) bahwa dia mengatakan tentang (Allah) berada di arah atau seumpamanya, maka itu adalah pendustaan dan kepalsuan ke atasnya (Imam Ahmad). (Kitab Fatawa Hadisiah karangan Ibn Hajar al- Haitami)

    Syekh Ibn Hajar al Haytami (W. 974 H) dalam al Minhaj al Qawim, mengatakan: “Ketahuilah bahwasanya al Qarafi dan lainnya meriwayatkan perkataan asy-Syafi’i, Malik, Ahmad dan Abu Hanifah – semoga Allah meridlai mereka- mengenai pengkafiran mereka terhadap orang orang yang mengatakan bahwa Allah di suatu arah dan dia adalah benda, mereka pantas dengan predikat tersebut (kekufuran)”.

    Al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi -semoga Allah meridlainya- (227- 321 H) berkata: “Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran sama sekali), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya) maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya). Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi enam arah penjuru tersebut”.

    Perkataan al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi di atas merupakan Ijma’ (konsensus) para sahabat dan Salaf (orang-orang yang hidup pada tiga abad pertama hijriyah).

    Al Imam As-Sajjad Zayn al Abidin Ali ibn al Husain ibn Aliibn Abi Thalib (38 H-94 H) berkata : Engkaulah Allah yang tidak diliputi tempat, dan dia berkata: Engkaulah Allah yang Maha suci dari hadd (benda, bentuk, dan ukuran), beliau juga berkata : Maha suci Engkau yang tidak bisa diraba maupun disentuh. (Diriwayatkan oleh al Hafizh az-Zabidi dalam al Ithaf dengan rangkaian sanad muttashil mutasalsil yang kesemua perawinya adalah Ahl al Bayt; keturunan Rasulullah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker