Inspirasi Islam

Koreksi Ahlussunnah Wal-Jama’ah Kepada Salafy Wahabi Soal Tawassul

Koreksi Ahlussunnah Wal-Jama’ah Kepada Salafy Wahabi Soal Tawassul. Bagi Anda yang pernah belajar ilmu agama Islam tahu bahwa Allah Swt memerintahkan orang-orang  beriman (mukminin) untuk bertawassul sebagaimana firman-NYA:    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah/patuhlah kepada Alloh swt dan carilah perantara (tawassul) yang dapat mendekatkan kepada Alloh SWT dan berjuanglah di jalan Alloh swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan”  (QS.Al-Maidah-35).

Jadi,  bertawassul adalah perintah Allah Swt, dan merupakan amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Termasuk amalan Tawassul adalah berdo’a dengan menggunakan perantara, bisa dengan amal shalih,  atau dengan kedudukan Kenabian Nabi Muhammad Saw atau kedudukan orang-orang Shalih di sisi Allah Swt, baik ketika masih hidup dan setelah wafatnya.  Banyak hadits-hadits shahih yang menjelaskan akan hal ini, dan banyak contoh orang-orang beriman yang shalih melakukan do’a tawassul yang demikian itu.

Tapi celakanya akhir-akhir ini ada sekte Islam yang mengingkari amalan do’a tawassul dengan Nabi Saw  setelah wafatnya, dengan alasan orang yang telah wafat tidak mampu memberikan manfaat atau mudhorot apa-apa. Para pengikut sekte sempalan ini lupa atau mungkin tidak menyadari bahwa pada hakekatnya yang memberi manfaat atau mudhorot adalah Tuhan satu-satunya yaitu Allah Azza Wajalla.

Bagi orang-orang yang mampu berpikir lebih dalam tentang kekuasaan Allah Swt akan menyadari,  sesungguhnya tak ada perbedaan antara yang hidup dan yang mati dalam hal memberi manfaat sebab semuanya tidak ada yang mustahil dengan kekuasaan dan izin Allah swt. Yang hidup tak akan mampu berbuat melainkan dengan izin Allah swt dan yang mati pun bukan mustahil memberi manfaat bila memang dikehendaki oleh Allah swt.  Pengingkaran akan kekuasaan Allah swt atas orang yang mati dalam hal kemanfaatan adalah kekufuran yang sangat jelas, karena hidup ataupun mati tidak membedakan kekuasaan Allah dan tidak bisa membatasi kemampuan Allah SWT.

Ketakwaan Nabi Saw dan orang-orang shalih  dan kedekatan mereka kepada Allah Swt tetap abadi walau mereka telah wafat.  Maka jelaslah semua ini sangat erat berkaitan dengan ibadah tawassul yang diperintahkan Allah dan dicontohkan oleh Rasul Saw. Akan tetapi ketika kaum muslimin menjalani tawassul serta-merta dianggap musyrik. Sebab menurut paham ajaran sesat itu, orang bertawassul itu  disamakan dengan menyembah selain Allah Swt.

Bertawassul sudah diperintahkan oleh Allah, tetapi saat ada yang bertawassul dianggap musyrik, bukankah ini suatu kontradiksi yang sangat jelas? Hal inilah yang dikoreksi oleh seorang facebooker ASWAJA terhadap tulisan artikel Ustadz Muhammad Umar As-Sewed seorang pentolan Salafy Wahabi Indonesia.  Mari kita simak bersama mudah-mudahan kita mendapatkan ilmu yang  bermanfaat dan berkah, amin….

 

muslim berdoa - Koreksi Ahlussunnah Wal-Jama'ah Kepada Salafy Wahabi Soal Tawassul
CC BY-SA by mohd fahmi

TAWASSUL

Oleh: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
pada 31 Maret 2011 jam 0:03

Setelah pada edisi yang lalu kita me-ngetahui bahaya kesyirikan yang sangat besar di dunia dan akhirat, kita perlu mengetahui secara rinci bentuk-bentuk kesyirikan yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Di antara bentuk-bentuk yang banyak terjadi pada mereka adalah berdoa dan me-minta pada kuburan-kuburan yang dianggap keramat, kepada orang-orang shalih yang telah mati atau kepada jin-jin dan malaikat-malaikat. Banyak pula di antara mereka yang bertawassul (mengambil perantara) dengan ruh atau kedudukan nabi dan bertawassul dengan kemuliaan para wali dan orang-orang shalih (yang sudah mati). Jika kita mencer-mati nash-nash dalam al-Qur’an maupun sunnah, maka akan kita dapati pula hal demi-kian ini pada zaman jahiliyah dulu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diutus.

Kaum musyrikin di zaman jahiliyah dulu ataupun pada zaman kita ini selalu beralasan bahwa mereka tidak me-nyembah sesembahan-sesembahan tadi mela-inkan hanya sebagai taqarruban (mendekat-kan diri) dan wasilah (perantara) kepada Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla mengkisahkan jawaban mereka ketika diperingatkan dari kesyirikan dalam firman-Nya:

????? ??????? ???????? ?????????? ??????????? ?????????? ???? ??????? ??????????? ??? ???????????? ?????? ??????????????? ????? ??????? ??????? ????? ??????? ???????? ?????????? ??? ??? ???? ????? ????????????? ????? ??????? ??? ??????? ???? ???? ??????? ????????. ?????: 3

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah me-reka melainkan supaya mereka men-dekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (az-Zumar: 3)

Siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang meminta sesuatu kepada selain Allah dimana mereka tidak mungkin akan dapat mengabulkannya sampai hari kiamat. Mereka telah mati, telah terputus hubungannya dengan kita dan berbeda alam-nya. Bahkan Mereka di alam barzakh disi-bukkan dengan urusannya sendiri.

?????? ??????? ??????? ??????? ???? ????? ??????? ???? ??? ??????????? ???? ????? ?????? ???????????? ?????? ???? ??????????? ?????????? . ???????: 5

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembah-an selain Allah yang tiada dapat memperke-nankan (do’a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka? (al-Ahqaaf: 5)

Mengapa tidak meminta secara langsung kepada yang Maha Mendengar dan Maha Melihat?

??????? ????????? ????????? ?????????? ?????? ????? ????????? ??????????????? ???? ?????????? ????????????? ????????? ??????????. ?????: 60

Dan Rabb-mu berfirman: “Berdo’alah kepa-da-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi-mu. Sesungguhnya orang-orang yang me-nyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam ke-adaan hina dina”. (az-Zumar: 60)

Mereka yang dianggap oleh sebagian masyarakat dapat menyampaikan harapannya kepada Allah, dalam keadaan sedang sibuk mendekatkan diri mereka sendiri kepada-Nya, mengharapkan rahmat dari-Nya dan takut akan adzab-Nya. Dan mereka tidak dapat mendengarkan do’a mereka. Bahkan jika mereka adalah orang-orang yang shalih ketika hidup di dunia, tentu akan mengingkari kesyirikan ini pada hari kiamat kelak.

???? ??????????? ??? ?????????? ??????????? ?????? ???????? ??? ???????????? ?????? ???????? ???????????? ??????????? ???????????? ????? ??????????? ?????? ???????. ????: 14

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalaupun mere-ka mendengar, mereka tidak dapat memper-kenankan permintaanmu. Dan pada hari ki-amat mereka akan mengingkari kemusyri-kanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberi-kan oleh Yang Maha Mengetahui. (Faathir: 14)

Maka yang akan terjadi pada hari kiamat adalah mereka saling salah-menyalahkan sebagaimana dalam kelanjutan ayat dalam surat Al-Ahqaaf di atas:

??????? ?????? ???????? ??????? ?????? ????????? ????????? ??????????????? ??????????. ???????

Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka. (al-Ahqaaf: 6)

Untuk itu perlu kita bahas makna ta-wassul dan wasilah. Karena jika terjadi kesa-lahan dalam masalah ini dapat menjerumus-kan seseorang dalam kesyirikan besar yang dapat menggugurkan seluruh amalannya.

Definisi tawassul

Tawassul berasal dari kata ??????? yaitu suatu sebab yang dapat menghantarkan pada tercapainya tujuan. Wasilah juga mempunyai makna yang lain, yaitu kedudukan di sisi raja, atau derajat dan kedekatan. Di dalam hadits berikut ini kata wasilah dipakai untuk pengertian “kedudukan tinggi di surga”.

????? ?????????? ?????????? ????????? ?????? ??? ??????? ????????????? ????? ??????? ??????? ??????? ???? ?????? ??????? ??????? ?????? ????? ???????? ????? ???????? ????? ?????? ????? ???? ????????????? ?????????? ??????????? ??? ?????????? ??? ?????????? ?????? ???????? ???? ??????? ????? ??????????? ???? ???????? ???? ?????? ?????? ???? ????????????? ??????? ???? ????????????. (???? ????

Apabila kamu mendengar (ucapan) mu-adzin, maka ucapkanlah seperti apa yang di-ucapkannya. Kemudian bershalawatlah ke-padaku karena sesungguhnya orang yang membaca satu shalawat kepadaku, maka Allah akan membalasnya sepuluh kali. Ke-mudian mintalah kepada Allah untukku wasilah, karena ia adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba di antara hamba-hamba Allah dan aku berharap menjadi orang tersebut. Ba-rangsiapa meminta untukku wasilah ter-sebut ia berhak memperoleh syafaat. (HSR. Muslim)

Itulah makna wasilah secara bahasa.

Adapun makna wasilah menurut al-Qur’an adalah sebagaimana firman Allah:

??????????? ????????? ????????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ???????????? ??????????? ??? ????????? ??????????? ???????????. ???????: 35

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa-lah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihad-lah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (al-Maidah: 35)

Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah -ke-tika mengutip penafsiran Ibnu Abbas, Muja-hid, Abu Wail, Al-Hasan, Abdullah bin Katsir, Asu-Suddi, Ibnu Zaid dan lainnya- berkata bahwa wasilah di dalam ayat ini (al-Maidah ayat 35) ialah peribadatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Beliau juga menukil perkataan Qatadah mengenai ayat tersebut: “Mendekatkan kepada Allah dengan mentaati-Nya dan mengerjakan amal yang membuat-Nya ridla”.

Maka tawassul atau wasilah adalah mencari jalan kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan beribadah kepadanya dengan cara yang diajarkan oleh Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan demikian hendaklah orang yang berdo’a mengambil perantara agar dikabul-kan do’anya dengan perkara-perkara yang dicintai dan disukai oleh Allah, yaitu yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bukan dengan kebidahan yang membuat Allah benci bukan pula dengan kesyirikan yang mambuat Allah murka!

Tawassul yang Disyariatkan

Ada beberapa macam tawassul yang di-syari’atkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam , yaitu:

1.Bertawassul dengan nama-nama Allah ta‘ala, sifat-sifat-Nya dan per-buatan-Nya

????????? ???????????? ?????????? ?????????? ?????. ???????: 18

Hanya milik Allah asmaaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu … (al-Anfaal: 18)

Di antara tawassul dengan nama-nama Allah adalah ucapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:

??????????? ?????? ???????? ????? ???????? ???? ????????? ?????????? ???????? ????? ????? ???????? ?????? ????? ????????? ?????????? ???????? ???????? ????? ???? ???? ????????? ???? ???????? ???? ???????????? ??? ????????? ???? ??????????? ??????? ???????? ???????? ????????? ???????? ????????? ??????? ?????????. (???? ???? ????? ????????

Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak ham-ba-Mu yang laki-laki dan anak hamba-Mu yang perempuan. Ubun-ubunku ada di ta-ngan-Mu. Hukum-Mu telah berlaku atasku. Ketentuan-Mu telah adil bagiku. Aku memo-hon kepada-Mu, ya Allah, dengan semua nama yang Engkau miliki yang Engkau na-makan diri-Mu dengannya. Atau yang Eng-kau turunkan dalam kitab-Mu. Atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari hamba-Mu. Atau yang Engkau khususkan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu. Jadikanlah al-Qur’an al-Adhim sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihan dan kegelisahanku. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani)

Di antara tawassul dengan menyebutkan sifat-Nya adalah doa beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam:

???????? ????????? ????? ???????????? ???? ????? ??? ?????? ???????????. (???? ????

Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti. (HR. Muslim)

Dan di antara tawassul dengan perbuatan-perbuatan Allah adalah shalawat yang diajar-kan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dikenal dengan shalawat Ibrahimiyah yaitu:

???????? ????? ????? ????????? ??????? ??? ????????? ????? ????????? ????? ??? ????????????

Ya Allah, berilah shalawat kepada Muham-mad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya.

Kalimat “kama Shallaita” dalam hadits di atas yang artinya “sebagaimana Engkau memberi shalawat” merupakan salah satu perbuatan Allah.

2.Bertawassul dengan keimanan kepada Allah dan rasul-Nya

Adapun dalil bolehnya tawassul dengan keimanan yaitu, firman Allah:

???????? ???????? ????????? ?????????? ???????? ???????????? ???? ????????? ??????????? ????????? ???????? ????????? ????? ?????????? ????????? ?????? ????????????? ???????????? ???? ??????????. 193

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mende-ngar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Rabb-mu”, maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesa-lahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. (Ali Imran: 193)

Dari ayat di atas disebutkan bahwa dengan sebab keimanan kami kepada rasul-Mu maka ampunilah dosa kami. Maka jadilah iman ke-pada Allah dan rasul-Nya menjadi wasilah atau sebab diampuni dosa-dosa.

3. Bertawassul dengan keadaan orang yang berdoa.

yaitu seorang yang berdoa bertawassul dengan keadaannya, seperti pernyataan seseorang ketika berdo’a:

??????????? ?????? ????? ??????????? ????????? ??????????? ??????? ????? ??????????? ?????? ????????

Ya Allah, sesungguhnya aku ini faqir sangat membutuhkanmu. Ya Allah sesungguhnya aku ini tawanan (budak) milikmu….

Adapun dalilnya adalah firman Allah:

????? ?????? ????? ?????????? ??????? ???? ?????? ???????.?????: 24

“Ya Rabb-ku sesungguhnya aku sangat me-merlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (al-Qashash: 24)

4. Bertawassul dengan doanya orang yang mungkin dikabulkan doanya.

Adapun dalilnya adalah ketika seseorang yang meminta Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdoa kepada Allah agar diturunkan hujan, orang itu berkata: “Wahai Rasulullah, telah binasa harta benda kami dan terputus jalan-jalan, maka mohonkanlah kepada Allah agar menu-runkan hujan”. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya, lalu berdoa: “Ya Allah turunkanlah hujan, ya Allah turun-kanlah hujan”. (HR. Muslim)

Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa syarat orang yang diminta untuk berdoa adalah:

1. Hadir atau dapat mendengar permintaan orang tersebut.

2. Masih hidup dan dapat melakukan do’a tersebut.

3. Hati harus tetap yakin bahwa Allahlah yang akan menentukan segala sesuatunya. Tidak ada kecenderungan hati kepada selain-Nya.

Adapun meminta didoa-kan atau meminta disampaikan keinginannya kepada orang yang telah mati atau kepada kuburan-kuburan, atau kepada orang yang tidak hadir dan tidak mendengar walaupun masih hidup, maka yang demikian merupakan kesyirikan yang nyata.

5. Bertawassul dengan amal shalih; yakni menyebutkan dalam doanya amal shalih yang pernah dikerjakannya.

Hal itu seperti yang ditunjukkan oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar, bahwa ada 3 orang laki-laki yang terkurung di dalam gua. Kemudian mereka berdoa dengan menyebut-kan amalan shalihnya masing-masing agar dibukakan pintu gua tersebut dari batu yang menutupinya. Akhirnya Allah mengabulkan doa mereka, dan mereka dapat keluar dari gua tersebut .

Demikianlah uraian ringkas tentang tawassul yang disyari’atkan dan peringatan terhadap bentuk-bentuk tawassul yang dapat menjerumuskan kita dalam kesyirikan. Semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari segala macam kesyirikan sehingga akan selamatlah amalan-amalan kita. Amien. Wallahu a’lam

Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Komentar:

  •  

    Imam Nawawi
    nah di atas merupakan pemahaman sesat kaum yang tidak faham makna tawassul
  • 30 Maret jam 23:05
  •  

    Imam Nawawi
  • semoga Allah menjaga iman dan Islam kita sehingga tidak tertipu dg TIPU DAYA yg mengatasnamakan agama sebagaimana artikel di atas ^_^ Aamiin Allaahumma Aamiin
  • 30 Maret jam 23:05
  • baca dulu baik2, apakah bertentangan dengan nash2 Al Qur”an dan Sunnah?, kesesatan yang paling jauh menurut Al Qur’an adalah Kesyirikan, dosa yang paling Agung, dan tidak akan di ampuni dosanya bila mati dalam keadaan belum bertaubat, kedzaliman yang paling besar, jangan memutar balikkan makna2 Al Qur’an ataupun Sunnah,
  • 30 Maret jam 23:10 · 1 orang
  • Aqil Fikri
  • hhihihi…rip apa beda washilah dan wasithoh kok rancu amat
  • 30 Maret jam 23:10
  •  

    Imam Nawawi
  • ya waspada tipu aliran sesat yg berani menyelewengkan makna Qur’an dan Hadits, sehingga menimbulkan pemahaman yg sesat dan menyesatkan sebagaimana isi sebagian artikel di atas ^_^
  • 30 Maret jam 23:12
  •  

    Imam Nawawi

    jadi contoh pemahaman yg sesat artikel di atas seperti ini
    “Adapun meminta didoa-kan atau meminta disampaikan keinginannya kepada orang yang telah mati atau kepada kuburan-kuburan, atau kepada orang yang tidak hadir dan tidak mendengar walaupun masih hidup, maka yang demikian merupakan kesyirikan yang nyata.”
  • Maka secara tidak langsung siapapun yg membenarkan kata2 ini telah menganggap Nabi Muhammad syirik juga semua ulama’2 salafussholeh yg sering bertawassul di makam2 orang2 soleh

????????????? ???? ????? ??????? ??? ??? ??????????? ????? ???????????? ???????????? ????????? ???????????? ?????? ??????? ???? ?????????????? ??????? ????? ??? ???????? ??? ???????????? ????? ??? ????????? ?????????? ??????????? ?????? ???????????. ????: 18

banner gif 160 600 b - Koreksi Ahlussunnah Wal-Jama'ah Kepada Salafy Wahabi Soal Tawassul
  • Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah ka-mu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan (itu). (Yunus: 18)
  • 30 Maret jam 23:15
  •  

    Suripto As-salafy Al-Banyumasi

    Kesyirikan membuat pelakunya haram masuk surga dan kekal dalam neraka
    Bla bla bla….  Maaf didelete karena  Copy Paste Artikel ini yg sangat  panjang, anda bisa melihat  di link ini http://www.facebook.com/note.php?note_id=202784503080034&comments
  • 30 Maret jam 23:15 · 1 orang
  •  

    Imam Nawawi
  • menyembah selain Allah jelas itu namanya syirik semua sudah faham ^_^
  • 30 Maret jam 23:16
  •  

    Suripto As-salafy Al-Banyumasi

    Kesyirikan membuat pelakunya haram dinikahi
    Bla bla bla….  Maaf didelete lagi karena  Copy Paste Artikel ini yg sangat  panjang, anda bisa melihat  di link ini:
  • http://www.facebook.com/note.php?note_id=202784503080034&comments
30 Maret jam 23:16
  •  

    Imam Nawawi
  • sedang tawassul itu hanya berperantara dan yg diminta tetap Allah ^_^
  • 30 Maret jam 23:16
  •  

    Imam Nawawi
  • dan tidak ada muslim yg musyrik ^_^
  • 30 Maret jam 23:17
  •  

    Imam Nawawi
  • semua muslim sudah pasti bertauhid dan hanya menyembah Allah Ta’ala ^_^
  • 30 Maret jam 23:17
  •  

    Imam Nawawi
  • jadi rupanya pembuat artikel di atas tidak begitu faham tentang makna tawassul, dg bukti dalil2 yg disampaikan pertama, sama sekali tidak ada kaitannya dg tawassul, hanya dalil2 tentang kaum musyrik yg menyembah selain Allah
  • 30 Maret jam 23:20
  • ?@in: Coba kupas surah Al-Ikhlas, ayat terakhir, dan surah Al-Fatiha pada ayat: “Iyya kana’budu waiyya kanasta’in”baru anda berkomentar
  • 30 Maret jam 23:20
  • Imam N : Cukup sdh hujjah tentang kesyirikan, silahkan kalau mau di debat, ana mau tidur dulu. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, belalah agamamu….
  • 30 Maret jam 23:20
  •  

    Imam Nawawi
  • wa’alaikumsalam, semoga Allah menjaga iman dan Islam kita sehingga terhindar dari faham sesat dan menyesatkan yg menganggap tawassul melalui ruh orang2 soleh (amalan sunnah) sebagai amalan syirik
  • 30 Maret jam 23:22
  • @IN: Anda mau berhujjah dg hadist dhoif ketika nabi Adam As dipanggil oleh Allah SWT, dimana beliau mengatakan tahu kalau Allah akan menciptakan Rasullah?
  • 30 Maret jam 23:23
  • @IN: Sama. Sy jg mau tidur. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
  • 30 Maret jam 23:25
  • @in: Tp sebelum tidur, sy mau ty, hujjah apa yg anda pakai kalau tawassul kpd orang yg sdh meninggal dunia itu dibolehkan dan tdk syirik. Tp hujjahnya hujjah yg shahi, jgn ambil hujjah di jalan
  • 30 Maret jam 23:28 · 2 orang
  •  

    Imam Nawawi

    Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia mengatakan; ketika Fathimah binti Asad meninggal dunia, Rasulullah saw. datang dan duduk di sisi kepalanya sembari bersabda: ‘Rahimakillah ya ummi ba’da ummi ‘ (Allah merahmatimu wahai ibuku pasca ibu [kandung]-ku). Kemudian beliau saw. menyebutkan pujian terhadapnya, lantas mengkafaninya dengan jubah beliau. Kemudian Rasulallah memanggil Usamah bin Zaid, Abu Ayyub al-Anshari, Umar bin Khattab dan seorang budak hitam untuk menggali kuburnya. Kemudian mereka menggali liang kuburnya. Sesampai di liang lahat, Rasulallah saw. sendiri yang menggalinya dan mengeluarkan tanah lahat dengan meng- gunakan tangan beliau saw.. Setelah selesai (menggali lahat), kemudian Rasulallah saw. berbaring disitu sembari berkata: ‘Allah Yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Yang selalu hidup, tiada pernah mati. Ampunilah ibuku Fathimah binti Asad. Perluaskanlah jalan masuknya, demi Nabi-Mu dan para nabi sebelumku”. (Lihat: Kitab al-Wafa’ al-Wafa’)Hadits yang serupa di atas yang diketengahkan oleh At-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath. Rasulallah saw. bertawassul pada dirinya sendiri dan para Nabi sebelum beliau saw. sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik, ketika Fathimah binti Asad isteri Abu Thalib, bunda Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw. wafat, Rasulallah saw. sendirilah yang menggali liang-lahad. Setelah itu (sebelum jenazah dimasukkan ke lahad) beliau masuk kedalam lahad, kemudian berbaring seraya bersabda:
    “Allah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah Allah yang Maha Hidup. Ya Allah, limpahkanlah ampunan-Mu kepada ibuku panggilan ibu, karena Rasulallah saw. ketika masih kanak-kanak hidup dibawah asuhannya, lapangkanlah kuburnya dengan demi Nabi-Mu (yakni beliau saw. sendiri) dan demi para Nabi sebelumku. Engkaulah, ya Allah Maha Pengasih dan Penyayang”. Beliau saw. kemudian mengucapkan takbir empat kali. Setelah itu beliau saw. bersama-sama Al-‘Abbas dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhumaa memasukkan jenazah Fathimah binti Asad kedalam lahad. (At-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath.)
  • Pada hadits itu Rasulallah saw. bertawassul disamping pada diri beliau sendiri juga kepada para Nabi sebelum beliau saw. dan jelas para Nabi sebelum beliau telah wafat ^_^ dan inilah bukti bahwa tawassul melalui ruh orang2 soleh itu sunnah, bukan Syirik sebagaimana pendapat orang2 yg tidak faham makna tawassul ^_^
  • 30 Maret jam 23:31
  •  

    Nugh Dimas

    ?@IN: ya … Sy jd bangun deeh …Maaf, sy blm bisa memastikan apa hadist tersebut shahi atau tdk, sebab sy lagi safar, tp Pak, coba bapak baca sekali lagi dg teliti pernyataan bapak. Sy mau ty, ” ……. demi nabiMu dan nabi2 sebelum aku …”, ucapan Rasullah itu apakah beliau berdoa atau menjadikan perantara atau mentawasuli nabi2 sebelum beliau kepada Allah?. Tidak!!!!. Untuk dirinya sendiri, apa itu bisa disebut tawasul?. Waah … bapak kurang teliti niih …….
  • 30 Maret jam 23:51
  •  

    Imam Nawawi
  • hadits tersebut shohih 100%, jelas itu namanya tawassul, kalau tanpa tawassul tidak usah kata2 “demi nabiMu dan para Nabi sebelum aku”
  • 31 Maret jam 6:04
  •  

    Imam Nawawi
  • Nugh Dimas silahkan baca teliti artikel mengenai tawassul di atas, ada yg bertawassul melalui amal sholeh di atas, jadi mereka berkata yang intinya “demi amal baikku, tolong bebaskan kami dari gua ini” dan derajat keNabian lebih utama daripada “amal baik” seseorang
  • 31 Maret jam 6:07
  •  

    Imam Nawawi
  • jadi Nugh Dimas rupanya kurang teliti ya ^_^ jadi kalau membaca yang teliti ya, agar tidak salah paham dan salah kesimpulan ^_^
  • 31 Maret jam 6:08
  •  

    Imam Nawawi
  • dan bila artikel di atas ditujukan pada umat Islam pada umumnya maka sangat jelas bagi kita, bahwa Umar As-Sewed adalah Kaum Khowarij
  • 31 Maret jam 7:54
  •  

    Imam Nawawi
  • karena memang sudah ciri khas kaum Khowarij menggunakan ayat2 yg ditujukan pada kaum musyrikin atau ayat2 yg menggambarkan sikap kaum musyrikin, ditujukan pada kaum muslimin, tentu ini merupakan perbuatan “dzolim” serta “penyelewengan makna” Qur’an dengan menganggap kaum muslim = kaum musyrik
  • 31 Maret jam 7:56
  •  

    Imam Nawawi
  •  Fakta yang ada tidak seorang muslim pun yg berperantara dg berhala yg dibenci Allah sebagaimana sikap kaum musyrikin jahiliyah dahulu yg digambarkan melalui firman2 Allah seperti QS. Az-Zumar : 3 dan 60, QS. Al-Ahqof : 5 dan 6, QS. Fathir : 14jadi sangat keliru bila ayat2 di atas ditujukan pd amalan sunnah Rasulullah yg tawassul melalui ruh2 orang2 yang soleh yg sangat diridloi Allah Ta’ala
  • 31 Maret jam 8:00
  •  

    Imam Nawawi
  • dan niat ana menyampaikan ini semua, agar semua orang waspada akan aliran2 sesat yang makin banyak berkembang saat ini, dan semoga semua yang membaca keseluruhan diskusi ini terhindar dari sikap2 kaum Khowarij yg menggunakan ayat2 yg ditujukan pd kaum kafir kemudian ditujukan pd kaum muslim sebagaimana sikap Umar As-Sewed
  • 31 Maret jam 8:03
  •  

    Nugh Dimas

    ?@IN: Akan sy kupas satu persatu statment anda: 1. Menyambung hadist rasullah yg bapak tunjukan dan uraikan, perkara awal adalah mengenai tawasul yg diharamkan dan bersifat syirik yaitu tawasul kpd orang yg sdh meninggal. Dalam hadist Rasullah itu, telah sy kupas bahwa Rasullah sama sekali tdk berdoa dg mentawasuli para nabi sebelum beliau. Itu namanya bukan tawasul, pak.Terkecuali Rasullah memohon kepada nabi2 sebelum beliau sebagai perantara, itu baru namanya tawasul dan itu tawasul yg diharamkan dan besifat syirik.Dan doa yg dipanjatkan dg mentawasuli dirinya sendiri untuk, pertanyaan sy apa itu disebut “Tawasul”?. Coba bapak simak dan urut dg teliti, apa perkara awal?. Perkara awal, spt yg sy katakan barusan adalah tawasul yg diharamkan dan bersifat syirik.Jd,apa yg sdh sy katakan tawasulnya Rasullah dg dirinya, itu diluar subtansi. Faham?. 2. Tawasuldg amal sholeh itu diperbolehkan, tp itu diluar dari perkara awal dan itu gak bisa dijadikan hujjah “pembenaran” kesyirikan anda. 3. Bapakmengatakan ust. Umar As-Sewed khawarij?. Bapak tahu definisi dari khawarij?. Uraikan sama saya. 4. Itulah gambaran kaum muslimin kebanyakan. Mereka banyak melakukan perkara2 yg menyelisihi sunnah. Bid’ah dan kesyirikan adalah hal yg sangat digandrungi. 5. Itu bapak yg bilang,bukan ahlus sunnah. 6. Bapak tahu siapa ust. Umar As Sewed?. Dan dasar apa bapak bicarakan demikian. Sebaiknya bapak berguru dg beliau yg ahlus sunnah bukan kepada guru yg mengajarkan kebid’ahan dan kesyirikan
  • 31 Maret jam 8:36 · 1 orang
  •  

    Imam Nawawi
  • guru ana sama sekali tidak pernah mengajarkan kesyirikan ^_^ dan ana juga tidak pernah syirik, karena ana benar2 muslim ^_^
  • 31 Maret jam 11:08
  •  

    Imam Nawawi
  • dan alasan Umar as-Sewed Khowarij adalah sebagaimana penjelasan ana di atas yaitu menggunakan ayat2 yg ditujukan pd orang kafir dan diarahkan pd orang muslim
  • 31 Maret jam 11:08
  •  

    Imam Nawawi

    jadi menurut Umar as-Sewed juga Nugh Dimas Imam Hanafi itu kaum musyrik ya, karena Imam Hanafi telah mengatakan ini saat ziarah ke makam Nabi:
    “Hai orang yg termulya di antara manusia dan jin dan sebaik-baik makhluk, berilah aku kemurahanmu dan ridloilah aku dg ridlomu. Aku merindukan kemurahan darimu, engkaulah satu2nya harapan Abu Hanifah” (kitab al-Ziyaroh Nabawiyah hal. 56 karya Sayyid Muhammad al-Maliki) dan maaf ana tidak sepaham dg Umar as-Sewed dan Nugh Dimas yg mengatakan Imam Hanafi orang musyrik, bagi ana Imam Hanafi adl ulama’ salaf yg soleh yg imannya kuat dan karya2 beliau menjadi rujukan ulama’2 dunia sampai saat ini
  • 31 Maret jam 11:15
  •  

    Imam Nawawi

    kemudian menurut Umar as-Sewed juga Nugh Dimas amalan ini juga kalian anggap syirik
    Abu Qosim al-Thobary (260-360 H/874-971 M) Abu al-Syaikh al-Asbihany (274-369 H/ 897-979 M)dan Abu Bakar bin Muqry al-Asbihany (273-381 H/ 896-991 M) Mereka mengisahkan kondisi mereka dlm keadaan lapar selama satu tahun kurang makan,lalu setelah waktu Isya’ mereka bertawasul dan beristighosah dg cara mengunjungi makam Rosulullah saw seraya berkatademikian: “Yaa Rosulullah kami semua lapar dan lapar” dan saat salah satu mau pulang,al-Thobary berkata: Duduklah,kita tunggu datangnya rizki atau kematian, kemudian 2 org teman al-Thobary tidur di sisi makam Rosulullah saw,sedang al-Thobary duduk sambil memandang sesuatu, tiba2 datang seorang lelaki ‘alawy (yaitu keturunan Nabi saw) bersama dg 2 budaknya yg masing2 membawa keranjang yg penuh dg makanan. Lalu kami duduk dan makan bersama, kemudian lelaki ‘alawy berkata: Hai kamu apakah kamu semua mengadu kpd Rosulullah? Aku barusan bermimpi bertemu dg Rosulullah saw dan menyuruh aku membawakan makanan untuk kamu sekalian (kitab al-Wafa bi Ahwal al-Musthafa hal.818 karya Ibnu al-Jauzy)maaf ana tidak sepaham dan tidak setuju dg pendapat Umar as-Sewed juga yg taqlid padanya Nugh Dimas, bagi ana Imam Thobari, Syekh Asbihany juga Syekh Abu Bakar termasuk ulama’2 yang sholeh, bahkan Imam Thobary adl seorang Muhaddits yg diakui keilmuan dan ketaqwaannya, bagi ana “tawassul” yg mereka lakukan “bukanlah Syirik” sebagaimana pemahaman Umar as-Sewed
  • 31 Maret jam 11:20
  •  

    Imam Nawawi
  • sekali lagi bagi kaum ahlussunnah wal jama’ah tawassul melaui ruh orang2 soleh bukanlah syirik sebagaimana pemahaman kaum sesat wahabi yang memang selalu menebar FITNAH dan TIPU DAYA pada jama’ah muslimin
  • 31 Maret jam 11:23
  •  

    Imam Nawawi
  • dan sekarang ana tanya kalau perkataan “Demi nabiMu dan para Nabi sebelum aku” itu bukan bermakna tawassul, maka maknanya apa, jangan cuma membantah tapi anda sama sekali tidak memberi penjelasan apa2 ???? ^_^
  • 31 Maret jam 11:26
  •  

    Imam Nawawi
  • semoga Allah menjaga ana dan semua teman2 ana dari pemahaman sesat Kaum Khowarij sebagaimana Umar as-Sewed… Aamiin Allaahumma Aamiin


S u m b e r

Tags
Show More

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

217 thoughts on “Koreksi Ahlussunnah Wal-Jama’ah Kepada Salafy Wahabi Soal Tawassul”

  1. ANA LEBIH BAIK KELUAR DARI PERKARA(AMALAN) YANG DIPERSELISIHKAN,DAN MELAKSANAKAN AMALAN YG SUDAH JELAS PERINTAHNYA DARI ROSULULLAH,SEDIKIT AMALAN YG SUNNAH,LEBIH BAIK DARIPADA AMALAN YG BANYAK TAPI BID’AH.

    1. Hanya sekte Salafy Wahabi yg memperselisihkan tawassul. Ajaran tawassul ini dalam Islam sudah sangat jelas memiliki dalil Al-Qur’an n Hadits shahih. Jika Wahabisme menyerang tawassul dg melabeli pelakunya sebagai musyrik atau penyembah kuburan, itu memang mereka segaja membuat fitnah dalam ajaran Islam. Dalam sejarah Wahabi dikenal sebuah nama Mr. Hempher seorang Yahudi Inggris yg menitipkan kepada Syaikh M ibnu A Wahhab, agar melarang bertawassul. Sebab tawassul ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Swt, dan do’a cepat diijabah dg bertawassul. Oleh karena itu Yahudi sangat takut dg ajaran tawassul ini.

      Coba simak firman Allah Swt berikut yang menyuruh orang-orang beriman agar bertawassul:
      “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah/patuhlah kepada Alloh swt dan carilah perantara yang dapat mendekatkan kepada Alloh SWT dan berjuanglah di jalan Alloh swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan” (QS.Al-Maidah-35).

      Jadi ini sudah sangat jelas sekali, orang-orang yg menganggap musyrik pelaku twassul itu artinya sengaja membuat fitnah dalam Islam, atau memang tidak tahu dan hanya ikut-ikutan saja kepada teman-temannya atau utsdz-ustzd sesatnya.

  2. Saya merinding dan berurai air mata, membaca hadits tawasulnya Rosulullah SAW yg di kutip Imama Nawawi diatas waktu pemakaman Fatimah binti Assad ibundanya Imam Ali yg mengasuh beliu sejak kecil dan bertawasul kepada dirinya sendiri dan nabi2 sebelum beliau, terbayang oleh saya Baginda Rosulullah sejak bayi ditinggal oleh bundanya sendiri dan diasuh oleh ibundanya Imam Ali itu yg membuat saya terharu.

    1. abah asra@

      Ya Mas, sangat menyentuh hati. Nabi Muhammad sebagai manusia paling mulia pun bertawassul, sungguh akhlaknya sangat terpuji. Dalam hal ini beliau tidak menyombongkan diri, padahal jika mau tanpa tawassul pun do’anya pasti dikabul oleh Alla Swt. Inilah contoh paling indah bagaimana bertawassul Nabi Saw, padahal Nabi Muhammad adalah pemimpin Para Nabi dan para Rasul, tapi kenapa masih bertawassul kepada Nabi-nabi sebelumnya? Renungkanlah wahai Salafiy Wahabiyyin para penyebar fitnah Islam.

  3. Tawasul adalah amal yg jelas dan disunnahkan. Yang memperselisihkan itu hanyalah kaum wahabi. Kalau sekedar berbeda pendapat masih wajar, tapi memusyrikkan saudaranya sendiri kaum muslimin, itu sungguh keterlaluan. Adakah karakter umat nabi Muhammad seperti ini? Renungkanlah wahai pengikut wahabi.

  4. Pertengahan lebih baik bagi ana yg awam ini,diantara tercebur kedalam kemusyrikan dan menuduh kaum muslim yg lain musyrik.

    1. mas slamet@

      Silahkan antum tidak tawassul, toh ini bukan ibadah wajib? Yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa Tawassul itu sama dg keyirikan dan pelakunya musyrik, sebab hal ini bisa menimbulkan fitnah dalam agama Islam.

      Coba simak koment Mas Jundu Muhammad koment no. 3 diu atas, di situ Imam Syafi’i bertawassul di kuburan Imam Abu Hanifah. Kalau masih ngotot tawassul itu syirik, maka Imam Syafi’i musyrik dong? Makanya perlu diluruskan pemahaman seperti yg disebarkan oleh ajaran Salafy Wahabi itu. Fitnah yg ditimbulkan oelh ajaran Salafy itu luar biasa, sebab bisa berimabas kepada Nabi Saw yg bertawassul dg Nabi-nabi sebelumnya, juga memfitnah para Ulama Salaf sebab Para Ulama Salaf juga bertawasssul sebgaimana Imam Syafi’i dll.

      Fitnah Islam yg dilakukan oleh ajaran Salafy Wahabi itulah yg wajib dikoreksi agar fitnah Islam ini tidak semakin meluas di tengan Ummat Islam.

    2. he..he.. silakan aja.. ente ga mau tawassul… asal tau aja… Allah SWT sangat mencintai Nabi SAAW…. coba baca riwayat-riwayat terdahulu… do’a disertai tawassul dengan Nabi SAAW lebih sering dikabulkan ketimbang tanpa tawassul… Dulu Bani Israil juga berdoa disertai tawassul dengan Nabi akhir zaman, makanya doa dan keinginan dan cita-cita mereka dikabulkan oleh Allah, pas tau Nabi akhir zaman bukan dari Bani Israel, mereka tidak mau ummat Islam bertawassul dengan Nabi SAAW, karena kalau ummat Islam bertawassul dengan Nabi SAAW, pasti doanya dikabulkan oleh Allah SWT, dan akan selalu disertai dengan kegemilangan….

      ente ga mau bertawaasul dengan Nabi SAAW, berarti termakan skenario Yahudi….

    3. Hadis Shahih menegaskan bhw Kanjeng Rasul saw bertawassul pada para Nabi. Kini ada yang tuduh tawassul sebagai kemusyrikan. Apakah berarti Kanjeng Rasul saw Juga dituduh denmikian? Wal ‘iyadzu billah

  5. Mazhab baru (Salafi Wahabi), selalu saja berkomentar bahwa tawasul, tabaruk, tahlil adalah bid’ah. Padahal kalau kita sadar 100 %, kita juga diajarkan bertawasul oleh ulama klasik (sampai abad ke 2 H), bahkan dalam tahiyat akhir kita memberi salam dan memberikan doa kepada para nabi dan kaum Shalihin. Apakah ini bukan munafik namanya?, dan kita tahu orang munafik adalah kerak neraka.
    Mereka secara tidak sadar maupun sadar, mengkultus diri mereka sendiri kejurang kemunafikan. Ane gak habis fikir cara pemahaman, kajian serta amalan yang mereka fikirkan.
    Seperti Tahlilan, ane pernah tanya sama seorang resi hindu di jawa tengah, ternyata tahlilan 1,3,7, 40 hari gak ada dalam agama hindu. Lha, jadi orang-orang yang bilang itu dari hindu dasarnya apa, dalam weda dan Mahabarata juga gak ada, cuma asal-usul aja kali ya. Ini kajian ane, mohon maaf.
    Wasalam

    1. Bolehlah antum tawassul dengan tawassul yang disyari’atkan, tapi jika antum tetap berakidah wahabi maka akidah antum berbeda dengan akidah ahlu sunnah wal jama’ah-Na’udzu billahi min dzalik-

      Wallahu ta’ala a’lam

    2. ya gitu deh… udah jelas tawassul bagian dari syariat agama, udah jelas dicontohkan oleh Nabi SAAW,…. bukannya dilaksanakan malah dipermasalahkan…
      Bukannya sami’na wa atho’na… eh… malah dipermasalahkan…
      Coba ente cek aja deh… gada yang mempermasalahkan syariat yang turun dari Allah kecuali ………
      Gada yang mempermasalahkan tawassul kecuali ….
      Silakan isi titik2 tersebut
      Heran deh….

  6. Bismillah Ar-rahmaan Ar-rahiim.

    Tawassul dan tabarruk memang amaliyah yang sudah ada dalil kuat dan contohnya. Baik tawassul dan tabarruk dengan orang-orang sholih yang masih hidup maupun sudah meninggal.

    Amaliyah tersebut diamalkan pula oleh para ulama’ ahlussunnah wal jama’ah, seperti halnya al-Imam asy-Syafi’i rahimahullaah yang setiap hari ziarah ke makam imam Abu Hanifah rahimahullaah untuk bertabarruk dan bertawassul dengan imam Abu Hanifah rahimahullah.

    Al-imaam asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Sesungguhnya saya benar-benar melakukan tabarruk (mencari berkah) kepada Imam Abu Hanifah, aku mendatangi makamnya setiap hari untuk ziarah, jika ada suatu masalah yang menimpaku maka aku shalat dua raka’at dan aku mendatangi makam Imam Abu Hanifah, aku meminta kepada Allah agar terselesaikan urusanku di samping makam beliau, hingga tidak jauh setelah itu maka keinginanku telah dikabulkan”. (Tarikh Baghdadi, h.123)

    Dalam riwayat tersebut, disebutkan bahwa al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah ziarah ke makam imam Abu Hanifah rahimahullah untuk bertabarruk sekaligus bertawassul di samping makam imam Abu Hanifah rahimahullaah.

    Apakah dengan bertabarruk dan tawassul yang demikian maka al-Imaam asy-Syafi’i rahimahullah terjerumus ke dalam kesesatan? Wal ‘iyaadzu billaaah dari prasangka yang demikian.

    http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/05/08/dalil-dianjurkannya-bertabarruk-dengan-peninggalan-orang-sholih/

    Semoga bermanfaat.

  7. Afif@Ana hanya cari jalan selamat ,karena tawassul melalui orang mati ini yg pernah ana baca,riwayatnya banyak yg dhaif,seperti yg sdr jundu tulis.atau kalaupun shahih,pemahamannya yg salah.

    1. Yang dibaca antum kitab apa? Coba antum minta penjelasan kepada para ulama ahlu sunnah-. InsyaaAllah bermanfaat

    2. mas slamet@

      Intinya menurut antum, bertawassul dg yg sudah mati pelaku tawassul jadi musyrik? Begitu ya Mas Selamet.

    3. Kalau tidak salah pernah ada perdebatan masalah tawassul Buya Yahya dan Al Ustadz Thoharoh Lc. Bisa di cari CDnya. Mungkin teman-teman aswaja bisa bantu.

    4. Mas Selamet, dosa besar kaum salafi wahabi kepada Allah Swt dan kepada Ummat Islam adalah menganggap tawassul kepada Nabi Saw setelah wafatnya sebagai musyrik. Tawassul ini adalah syari’at Islam tapi yg melakukannya kok disebut musyrik? Sungguh mereka kaum yg gak takut dosa besar.

  8. @mas slamet
    kalo gitu jawab donk pertanyaan Imam Nawawi di atas sehubungan dengan hadits shahih tersebut :
    “….. sekarang ana tanya kalau perkataan “Demi nabiMu dan para Nabi sebelum aku” itu bukan bermakna tawassul, maka maknanya apa, jangan cuma membantah tapi anda sama sekali tidak memberi penjelasan apa2 ????”

  9. Maaf,baihaqi,afif,abah zahra@sekali lagi ana tegaskan,ana hanyalah seorang thalabul ilm,dan ingin keluar dari perkara tawassul melalui orang shaleh yg telah wafat.intinya ana tetap tdk ingin terjerumus dan tdk memusyrikkan,sblm mendapatkan hujjah yg shahih.

  10. mas slamet@

    Yo wis Mas Selamet, nggak apa-apa sampeyan tawassul aja dg yang lainnya. Antum tawassul dengan amal shalih atau dg apa Mas, bisa kasih contoh tawassul dg apa yg antum lakukan?

    1. hebat nt met@…………dgn asmaul husna ????? setelah membaca alQuran ????? bisa dijelaskan met dalil patokan n hadist nabinya ????? maaf ana yang bodoh met@ …salam

    2. Kalau mau tawasul yg benar dengan para auliya yg sudah wafat, monggo datang kerumah ane. Ntar ane kasih tahu penjelasannya dengan detil, kalau ditulis disini panjang dan repot. Bisa2 nt salah paham lagi he he he

  11. Ya,,sabar ikhwah Aswaja.
    Kan emang Wahabiyyun lebih pandai daripada para Imam Madzhab,,sok rendah hati ngakunya ‘thalabul ilmi’,,tapi udah sok berkata ‘HADITSNYA SHAHIH G’??

    Rendah hati atau rendah IQ?? Emang ilmunya sampai dimana kok sok mau kroscek tingkat ke-shahih an sbuah hadits?? Udah ngerasa bergelar Muhaddits ya?? Ato udah menyandang predikat al-Hafiz??

    Padahal Imam Ahmad ibn Hanbal,,yg konon hafal 1 juta hadits beserta sanad & matannya berkata:
    “..apabila kau tidak menemukan hadits yg kuat,,kau bisa memakai hadits yg lemah..”
    “Aku lebih suka berpegang pada hadits dha’if daripada Qiyas”

    Nah,,kaum Wahabiyyun ini ngerasa lebih hebat daripada para Imam Madzhab,,padahal 100 hadits aja g hafal,,apalagi serta sanad & matannya,,aneh -,-“

    1. Bukannya itu adalah perintah Allah bung Mambaul ?? Bahwa setiap berita yang datang kita harus mempertanyakan / cek dan ricek tentang kebenarannya ?? Bertanya tentang kesahihan hadits emangnya berarti ngaku sebagai ahli hadits ya ?? Karena awam dan tidak bisa meneliti haditslah makanya sangat wajar bagi kita untuk bertanya tentang kualitas hadits. Adapun tentang hadits dhaif di zaman salaf spt imam Ahmad telah dijelaskan oleh para ulama bahwa istilah ini pada zaman itu digunakan utk hadits yang sekarang dianggap sebagai Hadits Hasan. Bukannya para ulama juga mengatakan bahwa hadits dhaif tidak lebih dari zhan / prasangka ?? sehingga kebanyakan dari mereka melarang total untuk mengamalkannya karena khawatir akan adanya amal yang tidak dipernah dikerjakan Nabi dan para sahabat dahulunya ??

    1. @met kalau benar nt mencari pemahaman yang lurus nt seharusnya menerima saran atau nasehat dari sesama muslim lainnya sembari belajar dengan para ulama yang muktabar nah jangan mengambil dari orang2 yang nggak jelas keilmuannya carilah ilmu yang sanadnya sampai ke Rosululloh insyaAlloh nt nggak tersesat @met ….salam

  12. Kanggo Mas Slamet hati2 klo bilang para nabi, wali, syuhada atw orang2 sholeh telah mati dan putus hubungan sama sekali ama kita yg masih hidup. Di dalam Al-Quran sendiri dikatakan kita g boleh menyangka bahwa orang2 yang meninggal dijalan Allah ntu mati akan tetapi mereka hidup bahkan diberi rezeki di sisi Allah cuman kita saja yang kaga bisa merasakan. Nah silahkan dah cek sendiri ayatnya biar Mas lebih sreg, itung2 sambil nyari pemahaman yg lurus sesuai kata Mas slamet.
    Oya tambahan, perlu diketahui bahwa orang2 yg bertawassul dengan orang2 sholeh (yg telah meninggal) sama sekali tidak meyakini bahwa mereka (yg telah meninggal) memiliki kekuasaan atas hajat orang yg bertawassul. Tawassul adalah meminta hanya pada Allah dan kekuasaan mutlak milik Allah selaku ILAHUN WAHIDUN.

  13. Salafy Wahaby adalah sekte sesat, salah satu buktinya adalah Ummat Islam tidak bisa hidup tentram dalam ibadah akibat hawa nafsu panas yg ditebar ajaran Wahabi di tengah Ummat Islam. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Dan Nabi Muhammad sudah wanti-wanti sejak ribuan tahun yg lalu bahwa akan muncul sekte sesat (tanduk syetan) dari Najd. Dan Wahabi memang muncul dari Najd – Hijaz, Arab Saudi…

    Fakta ini tidak mungkin bisa dipungkiri oleh pengikut Wahabi yg sekarang merubah diri menjadi Salafy (WAHABI).

    Berkaitan dg artikel M Umar Sewed yg diluruskan oleh Facebooker Imam Nawawi, ya begitulah faktanya orang-orang Wahabi itu selalu bikin ksruh di tengah ummat Islam di seluruh dunia. Wallohu a’lam…..

    1. Joko@

      Anda betul Mas Joko, Nabi Saw membuat kisruh di tengah kaum musysrikin Makkah. Sedangkan Salafy Wahabi bikin ksruh di tengah kaum Muslim Mukmin di seluruh dunia. Bedanya jauh…. bagai surga dan neraka, he he he…

      Kalau kasus di Nusantara Indonesia, Wali Songo mengislamkan orang-orang non Islam, tapi kalau Wahabi masuk Indonesia kerjaannya memsuyrikkan kaum Muslimin. Luar biasa bejat Wahabi ini, kebejatan yg dibungkus dalil terkesan kebenaran bagi orang-orang awam.

    2. @Mas Joko. Oya klo untuk Rosul saw bahasanya jangan disamakan kyak orang SAWAH dong “membawa kisruh” tapi membawa ROHMAH bagi seluruh alam. leres kan…

  14. Yang paling mulia disisi Allah adalah ketakwaan. Maka kedudukan orang mulia disisi Allah amat dekatnya, maka melalui wasilah mereka, insyaallah kita juga akan dekat disisi Allah.

    1. Betul Mas Joko, hadits dhoif itu bisa digunakan hujjah untuk fadhoilul a’mal, yang tidak bisa digunakan itu namanya hadits maudhu’. Jangan samakan hadits dhoif dg hadits maudhu'(palsu).

      Bagaimana tanggapan antum dengan “jasa hebat” salafy wahabi dalam memusyrikkan ummat Islam?

    2. Izinkan saya menukil sebuah kisah..

      Ketika Imam Ahmad ibn Hanbal meninggalkan forum halaqahnya & berbincang dengan Imam Asy-Syafi’i, salah seorang murid Imam Ahmad datang kepada beliau dan berkata:
      “Wahai guru, kenapa engkau meninggalkan halaqah kita & lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan orang Badui (Imam Asy-Syafi’i) ini?”

      Imam Ahmad berkata: “Diam kau, jika kau TIDAK MENEMUKAN HADITS YANG KUAT, kau BISA BERPEGANG pada HADITS YANG LEMAH. Tapi jika kau tidak menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan pemuda ini (Imam Asy-Syafi’i), aku takut kau tidak akan sempat menjumpai seseorang yang mempunyai pemahaman lebih mendalam ttg Al-Qur’an daripada pemuda ini.”
      (Mukaddimah pentahqiq Ar-Risalah)

      Dalam riwayat lain Imam Ahmad ibn Hanbal berkata: “Aku LEBIH BERPEGANG pada HADITS DHA’IF daripada al-Qiyas.”

      Konon Imam Ahmad ibn Hanbal telah hafal 1 juta hadits beserta sanad & matannya,,meski begitu beliau sangat menghargai HADITS DHA’IF.

      Nah,,@Joko sepertinya lebih hebat daripada Imam Hambali nih..nyombong g mau pegang hadits dha’if
      Boleh tanya udah hafal berapa hadits?? Metode apa yg @Joko pakai untuk menilai tingkat keshahih-an sebuah hadits??

      Tolong jelaskan,,lebih BEJAT mana Imam Ahmad ibn Hanbal yg ilmunya sangat luas tapi masih berpegang pd hadits dha’if,,dibanding @Joko yg ilmunya jongkok tapi udah sok buang hadits dha’if??

  15. INILAH JAWABAN-JAWABAN KAUM MUSYRIKIN PADA MASA JAHILIYAH
    Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” 085. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” 086. Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya `Arsy yang besar?” 087. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” 088. Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu mengetahui?” 089. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” ( Q.S 23 : 84 – 89 )
    ” Ingatlah , hanya kepunyaan Allah – lah Agama yang bersih ( dari syirik ) . Dan orang – orang yang mengambil pelindung (penolong ) selain Allah berkata : ” Kami tidak menyembah mereka , melainkan supaya mereka mendekatkan ( permohonan ) kami kepada Allah dengan sedekat – dekatnya ”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan diantara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya . Sesungguh nya Allah tidak menunjuki orang – orang yang pendusta dan ingkar ”. ( Q S . 39 : 3 )
    ” Katakanlah : ” Serulah mereka yang kamu anggap ( sebagai tuhan ) selain Allah , mereka tidak memiliki ( kekuasaan ) seberat zarrahpun dilangit dan dibumi , dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan ) langit dan bumi dan sekali – kali tidak ada diantara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya ”. ( Q S , Saba : 22 )
    ” Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba – hamba – Nya , dan mereka mempertakuti kamu dengan ( sembahan – sembahan ) yang selain Allah ? dan siapa yang disesatkan Allah maka tiada seorangpun pemberi petunjuk baginya . Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah , maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya . Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai kekuasaan untuk meng-azab ? ”. ( Q S . 39 : 36 – 37 ).

    1. Kalau tidak ada ilmu,,tafsirnya g usah ditambah-tambahi dengan hawa nafsu.

      Klo ente sakit kepala minum obat apa?? Ente ke dokter ato ke dukun?? Ato ente langsung berdoa pada Allah SWT supaya sembuh??

  16. Joko :
    BetUl bai,sprt situs ini yg bejat,hadist dan riwayat dhaif pun masih dimuat

    waduh bung Joko, piye toh, masa situs dakwah kajian islamiyah dikatakan “b***t”. Jika memang tidak setuju dengan isinya, silakan dibantah dengan ilmiah juga. Kenapa dengan Hadits dhoif? lebih baik berpegang dengan hadits dhoif yang jelas-jelas hadits dari pada fatwa/pendapat yang gemar memvonis bidah-sesat-musysrik bagi sesama muslim.

  17. Pokok timbulnya kemusyrikan pada manusia adalah melalui pemujaan kepada para pemuka masyarakat yang saleh saleh. Begitu mereka meninggal pengikutnya menunggui kuburan mereka, kemudian membikin patung mereka dan kemudian menyembahnya , kemusyrikan di dunia ini muncul pada masa Nabi Nuh . zaman dahulu, hiduplah lima orang sholih yang bernama Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Ketika mereka meninggal, kaumnya dibisikan oleh syetan untuk membuat patung-patung yang serupa dengan mereka dan dinamakan sebagaimana nama-nama mereka. Awalnya, patung-patung tersebut tidak disembah. Karena, akal sehat mana yang membenarkan penyembahan patung buatan sendiri. Tapi saat mereka (generasi pembuat patung) sudah meninggal, dan pengetahuan tentang hal tersebut mulai kabur, maka ritual penyembahan patung mulai tumbuh dan berkembang . Mereka mengira, patung-patung tersebut bisa mendekatkan diri mereka kepada Alloh Subhaallohu wa Ta’ala, sehingga pantas untuk disembah. Tentu saja itu perkiraan yang tidak berdasar sama sekali dan melenceng dengan suksek dari kebenaran. Sungguh hal ini adalah hasil tipu daya syetan atas kekurangan manusia pada saat itu dalam mencari kebenaran dan Aqidah yang shohih. Kemudian Alloh Subhanallohu wa Ta’ala membangkitkan Rasul-Nya yang pertama, nabi Nuh ‘Alaihissalam untuk menggiring mereka kembali kepada jalan yang benar. Sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”, Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, yaitu) sembahlah olehmu Alloh, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Alloh akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Alloh apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”” (QS. Nuh: 1-4)

    1. @AA
      Tidak ada masalah denga sejarah yang mas AA tuliskan, karena konteks tulisan ini jelas mengarah kepada kaum musyrikin, bukan kaum muslimin.
      Dan di Indonesia WNI beragama Islam tidak ada yang membuat patung para ulama/wali untuk kemudian dipuja/sembah. Sedangkan beziarah untuk tabarruk dan tawassul ke makam para aulilya, para ulama, dan orang-orang tua, hal tersebut jelas tidak terlarang dalam agama.
      Nah, mas AA, alangkah bijak jika tidak serampangan dalam melabeli bidah/musrik/sesat kepada orang yang jelas bersyahadat.

    2. @Alwani
      Tunjukkan dimana di Indonesia ada kaum muslim membuat patung ulamanya trus disembah-sembah? AYO TUNJUKKAN DIMANA ALAMATNYA, JANGAN SUKA NEBAR FITNAH KPD SESAMA MUSLIM.

  18. @abdurrahman alwani:
    bisa disebutkan di daerah mana ada Muslim yg bikin patung Ulama’ trus disembah-sembah?? Jangan menjudge sesama Muslim berdasarkan ‘khayalan’ ente saja..

  19. BEtul bos,hadist dhaif boleh digunakan untuk fhadoil amal,tp ada syarat2nya bos,salah satunya harus dijelaskan bahwa hadist itu dhaif,tp yg terjadi banyak beredar hadist dhaif dipake untuk amal ibadah.

    1. Bukankah fadhoil amal (keutamaan-keutamaan amal) adalah motivasi bagi muslim agar lebih giat beribadah? terlebih bagi masyarkat awam seperti saya.
      Jadi menurut @mas Joko, melakukan amal ibadah berlandaskan hadits dhoif tidak diperbolehkan?

  20. Bai,bagaimana tAnggapan nt,mengenai gerakan syiah yg menyusuf ke ahlul bait dan memasukkan hadist2 maudlu.
    Miz@bgimn nt tau imam Ahmad,imamnya ahlussunnah menggunakan hadist dhaif pada jamannya di banding dng hadist dhaif setelah jauh beliau wafat.

  21. Bai,bagaimana tAnggapan nt,mengenai gerakan syiah yg menyusuf ke ahlul bait dan memasukkan hadist2 maudlu.
    Miz@bgimn nt tau imam Ahmad,imamnya ahlussunnah menggunakan hadist dhaif pada jamannya di banding dng hadist dhaif pada jaman ini setelah jauh beliau wafat.

  22. Kenapa ya wahabi tetap menolak argumen dan dalil bahwa bertawasul dgn orang yg sudah wafat pernah dilakukan oleh salaf umat ini, bahkan baginda nabi. Kalau boleh saya bertanya, adakah dalil dan larangan para ulama salaf tentang tawasul dgn orang yg telah wafat. Bukan dalil tentang orang musyrik ya, karena jelas mereka MENYEMBAH orang saleh. Juga bukan penjelasan ibnu taimiyah dan para muridnya serta pengikut wahabi. Ayo kalau ada tunjukkan dalilnya ya.

    1. dalil-dalil tentang tawassul yang disyari’atkan sudah dijelaskan oleh ust.Muhammad Umar As-Seweed , tolong Dianth carikan juga dalil-dalil larangan sholat subuh 4 rakaat .

  23. Bagi saya ayat-ayat tentang orang musyrik yg menyembah berhala dgn alasan bertawasul, justru menunjukkan tawasul itu merupakan amalan yg masyur dan disyariatkan. Kalau tidak demikian tentu mereka mencari alasan lain bukan?

  24. “ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”
    ( Q . S Al – Fatihah : 5 )

    “ Katakanlah : Dialah Allah Yang Maha Esa . Allah adalah Tuhan
    yang bergantung kepada – Nya
    segala sesuatu ”
    ( Q . S Al – Ikhlas : 1 – 2 )

    1. kalau nt sakit ke dokter musyrik nggak bro ????? @AA klau usaha utang ke bank syirik nggak brooo ????? @AA….

  25. Bertawasul melalui orang yg telah wafat bukanlah bentuk penyembahan, mencium kuburan orang saleh, berdoa disamping makamnya dengan harapan doa lebih makbul juga bukan penyembahan ataupun bentuk ibadah kepada selain Allah. Seorang muslim tidak menyembah berhala, kalau ada kesalahan, maka meluruskannya bukanlah dgn menuduhnya berbuat syirik kan?

    1. ber-tawassul dengan arwah orang-orang sholeh untuk menyampai kan hajad mereka kepada Allah Swt, sebenarnya telah mempersamakan kedudukan ke Mahakuasaan Allah SWT ( al-Khaliq ) sebagaimana kedudukan dan kekuasaan Raja atau Presiden ( makhluk ) , jika seseorang berhajat untuk meminta sesuatu kepada Raja atau Presiden tidak bisa langsung , tetapi harus melalui perdana menteri atau pembantu-pembantu yang ditunjuk atau dipercaya . ini yang kami fahami dari penjelasan para ulama Aswaja . ini artinya menyamakan Al-Khaliq sebagaimana Makhluknya , menyamakan ke -MahaKuasaan dan ke Agungan Allah Swt ( al-Khaliq ) sebagaimana kekuasaan dan keagungan Raja atau Presiden di-dunia ini ( Makhluk ) ” Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” ( Q S 39 : 67 )
      ” ( tidak ), tetapi hanya Dia ( Allah ) lah yang kamu seru , maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu ber-do’a kepada-Nya , jika Dia menghendaki , dan kamu tinggalkan sembahan – sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah) ”. ( Q.S 7 : 40 )

    2. Dianth ,
      salah satu gambaran tentang pengertian menyembah barangkali antum bisa buka kitab tafsir ibnu katsir , yaitu tafsir ayat 31 Surah At-Taubah .

  26. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan, maksudnya bahwa kita tidak boleh lupa kepada Allah sebagai sumber pertolongan dan hakikatnya Allah jua yg mewujudkan segala pertolongan. bukankah kita diperintahkan Allah untuk saling tolong menolong? Allah tempat bergantung segala sesuatu, itulah keyakinan orang yg bertawasul. Terkabul atau tidaknya doa tawasul kita tergantung pada Allah, bukan bergantung pada selainnya, tawasul adalah sarana yg diberikan oleh Allah, sebagai bentuk karuniaNya.

    1. “ Dan janganlah kamu menyeru / berdo’a kepada sesuatu selain daripada Allah , yaitu apa-apa yang tidak memberi manfaat dan mudharat bagimu , sebab jira kamu berbuat (yang demikian itu ) , maka sesungguhnya kamu termasuk orang – orang yang zhalim . Jika Allah berkehendak menimpakan kemudharatan kepadamu , maka tidak ada seorangpun yang mampu menghindarkannya kecuali Dia sendiri , dan manakala Allah berkehendak memberikan sesuatu kebaikkan bagi kamu , maka tak seorangpun yang mampu menghambat karunia-Nya itu . Dia memberi karunia bagi hamba-hamba yang dikehendaki-Nya dan Dia maha Pengampun lagi Maha Pengasih “ ( QS 10 : 106 – 107 )
      “ Katakanlah : Apakah kita akan menyeru ( memohon dan meminta ) selain dari Allah , sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak ( pula ) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan ( apakah ) kita akan dikembalikan kebelakang ( menjadi musyrik ), sesudah Allah mem beri petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syetan dipesawangan yang menakut kan ; dalam keadaan bingung , dia mempunyai kawan kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus ( dengan mengatakan ) : “ marilah ikuti kami “. Katakanlah : “ Sesungguhnya petunjuk Allah itulah ( yang sebenarnya ) petunjuk ; dan kita disuruh agar berserah diri kepada Tuhan Semesta Alam ” ( QS. 6 : 71 )

  27. assalamualaikum, salam kenal n salam ukhuwah…u saudara2 ku baik aswaja maupun salafi…ada pertanyaan u sdra ku dr salafi, ”saya berbeda pendapat tentang tauhid 3(rubbubiyah,uluhiyah,asma wassifat) apakah berarti saya musyrik krna brbeda tauhid dgn sdra ku dr salafi?

  28. @alwani, jawaban anda ndak nyambung semua. Apalagi menganggap kami menyamakan tuhan dgn mahluk, makin ngaco. Coba tanya kenapa ya ada ayat dimana Allah menyuruh meminta ampun kepada Allah melalui nabi Muhammad.

  29. Setiap muslim pasti berdoa kepada Allah, tidak pernah tuh berdoa kepada mahluk. Kalau ada seorang muslim menyeru seseorang untuk meminta bantuan, maka itu hal yg wajar, emangnya ada orang tak pernah minta tolong sama orang lain? Ini tak masuk akal kan. Ayat-ayat yg menceritakan kaum musyrikin yg menyeru selain Allah itu adalah seruan kepada tuhan mereka, dan kaum musyrikin menyembahnya, mereka menganggap sesembahan mereka dapat memberi manfaat dan mudharat, bukan sekedar tawasul, karena Allah telah meluruskan keyakinan mereka dgn mengatakan yg mereka seru itu tidak dapat memberi manfaat dan mudharat. Adapun setiap muslim berkeyakinan bahwa tiada yg dapat memberi manfaat dan mudharat selain Allah. Coba tanya, kalau ada wahabi dikejar rampok, terus ada polisi, apakah pengikut wahabi menyeru ke pak polisi minta tolong atau tetap ngotot tidak mau menyeru memanggil pak polisi, padahal pak polisi adalah penolong masyarakat. Allah juga telah mengatakan bahwa kaum muslimin adalah penolong.

    1. sebetulnya penjelasan sdr Dianth cukup bahkan lebih jelas dari siang hari bolong / terang benderang ………namun Si @AA sudah terjangkit virus lumayan parah jadi mas Dianth saran ana jangan di lanjut serahkan semua ke Alloh ta’ala doakan aja Si @AA dapat hidayahNya ……Amiin .

  30. Orang musyrik itu MENYEMBAH BERHALA, dan beralasan menyembah berhala sebagai bentuk tawasul untuk mendekatkan diri pada Allah. Mukmin itu MENYEMBAH ALLAH, dan berdoa kepada Allah dgn berbagai cara, salah satunya dgn bertawasul/berwasilah untuk mendekatkan diri pada Allah. Jelas ya bedanya. Jadi mencari jalan untuk mendekatkan diri pada Allah itu disyariatkan oleh Allah, maka kaum muslimin melakukannya melalui jalan orang-orang saleh berdasarkan rasa cinta, penghormatan dan keinginan untuk meneladani mereka, dan kita berkeyakinan hanya Allah yg mengabulkan doa serta pewujud mutlak segala harapan kita. Berbeda dgn orang musyrik yg menyembah orang saleh berdasarkan penghambaan dan keyakinan bahwa yg mereka sembah itu adalah tuhan yg sedikit atau banyak diyakini sebagai pengabul doa-doa mereka dan mampu mewujudkan harapan-harapan mereka.

  31. Maka siapapun orangnya, tiada yg berhak menghukum dan menvonis musyrik seorang muslim yg mengekspresikan rasa cinta dan penghormatannya kepada orang saleh, walaupun terlihat berlebihan atau ghuluw. Bahkan sujudnya para malaikat pada nabi adam bukanlah bentuk penyembahan melainkan bentuk penghormatan, yg semua itu tidak lain adalah bentuk kecintaan kita pada Allah dan RasulNya. Semua sudah jelas seharusnya. Maka semoga pengikut wahabi dapat memikirkannya.

    1. mas Dianth ana jadi heran dgn saudara kita yang berbeda paham masalah tawasul …….maaf kira2 kalau mereka dulu bareng2 ama para malaikat dan disuruh sujud kpd nabi Adam as mau nggak ya ????? kan musyrik sujud kpd selain Alloh ……..

  32. @mas mamo, begitulah mereka selalu menvonis tanpa melihat lebih dalam. Mereka sering salah tafsir, padahal mereka mengaku selalu berdasarkan nash, kenyataannya mereka menggunakan akalnya yg tidak sehat untuk memvonis sesat dan musyrik kaum muslimin yg bertawasul.

  33. iya… saya juga heran.. dari Nabi SAAW terus ke salafussholeh kan memang melakukan tawassul dengan kedudukan Nabi dan orang sholeh, baik masih hidup atau pun sudah wafat…
    Coba Para Wahabi, sebutkan siapa yang pertama kali menyatakan ” tidak boleh bertawassul dengan orang yang wafat ” maksudnya ilmu tersebut kan dari guru nya, terus dari gurunya lagi…. terus ditelusuri sampai kita dapat yang pertama kali melarang tawassul dengan orang yang telah wafat ? apakah Ibn Taimiyah ? atau siapa ?

  34. @abah Zahra , @ Dianth ……sebetulnya letak permasalahan yang menjadi perbedaan diantara saudara2 kita adalah dalam hal pemahaman dan metoda cara memahami Al Qur’an dan Hadits ………kalau para ulama semuanya memahami dalam cara metode yang sama insyaAlloh perbedaan akan menjadi rahmat bukan menjadi malah seperti benar sendiri ……..kebanyakan dari saudara kita salafy wahabi hanya ikut dgn pemahaman ustadz, syaikh ,ulama mereka tanpa mau berfikir jernih bahwa pemahaman Al Qur’an dan Hadits itu tidak semudah seperti mengartikan cerita dgn bahasa inggris diterjemahkan apa adanya …….bahkan kadang saudara kita menggonakan terjemahan google translate (masyaAlloh) …….ini sangat konyol kan …..bahasa Al Qur’an maupun Hadits ditulis dgn nilai sastra tingkat tinggi dan hanya kehendak Alloh yang bisa memahaminya “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)“.(QS Al Baqarah [2]:269 )
    maka perbedaan ini juga kehendak Alloh maka kita hanya bisa mendoakan mereka …..wallohu’alam ….wassalam

  35. Klo ane boleh berpendapat, cara orang SAWAH mencerna dalil mirip orang yang makan hidangan mentah-mentah. Mereka menolak hidangan yang telah dimasak para ulama yang notabene adalah para pakar dalam meracik dan mengolah dalil agar bisa dikonsumsi orang awam. Padahal sesungguhnya hidangan yang disajikan para ulama selain lebih enak rasanya, juga tidak mengurangi kandungan nilai gizinya.
    Beda halnya klo kita makan langsung tanpa olahan bisa2 bukan sehat malah cacingan. he…

  36. mamo cemani gombong@

    Wah, Mas Mamo bahasanya mulai rapi dan tata bahasanya mengalami perbaikan yg siknifikan. Selamat ya, terus belajar Mas Mamo saya yakin antum akan mengalami kemajuan dalam menulis koment-koment.

    Saya kasih masukan bagaimana menggunakan tata bahasa yg baik, perhatikan cara penulisan artikel di Ummati. Bagaimana harus menggunakan huruf besar, tanda baca titik koma dan lain-lain. Kalau tata bahasanya bagus dibaca pun jadi enak Mas Mamo. Siiip, maju terus Mas Mamo, antum makin keren, barokallohu fik.

  37. mamo cemani gombong@

    tambahan Mas Mamo, untuk memahami suatu artikel biasanya saya baca minimal sepuluh kali baca dalam beberapa kali kunjungan, dan bahkan ketika sudah pernah saya baca pun terkadang saya baca lagi. Itulah kenapa saya pun dari yg tadinya minim peengetahuan soal isu-isu bid’ah dll, akhirnya sedikit demi sedikit mengalami peningkatan. Ah, maaf ini sekedar sharing aja….. Semoga juga bermanfaat bagi yg teman-teman yang lain.

  38. @mas joyo, memang begitulah gaya mas mamo, beliau tidak menyembunyikan karakternya ya jujur dan ceplas ceplos, tidak seperti kita yang seolah-olah pintar dan alim, padahal mungkin kita jauh dari semua itu. Salam buat semuanya, semoga kita semua menjadi manusia yg saleh dan bertakwa disisi Allah bukan disisi manusia. Amiin.

    1. Dianth@

      Sejujurnya, saya termasuk salah seorang penggemar Mas Dianth. koment-koment antum sangat bagus dan bermanfaat untuk tambahan ilmu, saya terus terang selalu menunggu-nunggu antum jika dalam waktu lama gak muncul berkomentar, rindu…..

  39. Saya juga heran sama amalan aswaja,maulidan,tasawufan.tahlilan,dibaan,barjanzian,qosidahan,sholawatan bidah,tawasulan bidah,ga ada tuh dijaman alimam arba.koq jaman sekarang ada ya,tlng di kroscek lagi ya dikitab mana syukron.

    1. @amad said
      Justru yg aneh itu sampeyan. Makanya to mas, belajar lagi yang lebih matang dan luaskanlah wawasan sampeyan.

      Sampeyan itu lucu sekali kalau komen seperti diatas dan kami malah merasa kasihan sekali sama sampeyan.

    2. walah walah… wahabihyyun lagi… yang dimasalahin cuma itu-itu muluuuuu…… kan sudah dijelasin sama ustadz-ustadz diatas…. wahabiyyun ga tahu tentang maulidan, tasawuf, barjanjian, sholawatan..dll karena memang kalian kepala batu semua. ga pernah mau belajar. cuma belajarnya dari uztad wahabi saja. dasar kepala batu ! kalo emang ga tahu dan ga mau jalanin ya sudah ga usah jalanin. tapi ga usah mengkafirkan yang jalanin.

  40. amad said@

    Mas Amad Said, silahkan baca-baca artikel di Ummati dulu biar tambah pinter, kalau udah pinter silahkan nanti komentar lagi. Ini saran saya, jujur saya pun tadinya hanya sebagai penyimak saja sambil baca-baca artikel. Tapi berhubung komentator yg hebat-hebat di Ummati sepertinya sudah pada sibuk dg pekerjaannnya masing-masing maka tidak berkoment lagi. maka saya pun memberanikan diri ikut koment…. Hitung-hitung belajar menulis siapa tahu bisa jadi penulis handal pembela Aswaja, he he he….

  41. baca Al Qur’an dan hadist2 katanya ente paling paham, paling pinter, paling dan paling !!!!????? emangnya kami aswaja pake primbon ya?????

  42. Untuk mas said@ krocek dulu ente ya, baru krocek aswaja!!Paling ente nukil2 pendapat Ulama2 Asya’irah yg sdh sangat mempuni!!!

  43. @ahmad said, tak perlu heran. Maulidan adalah mengenang rasulullah di hari kelahiran beliau, sesuatu yg sangat wajar bila kita terkenang kepada kekasih kita di hari kelahirannya, setiap peristiwa mempunyai kenangan dan kita bersyukur atas kelahiran beliau, rahmat bagi alam semesta. Sedangkan tasawuf adalah pengetahuan yg mendalam ttg penyucian jiwa yg pasti dilakukan rasulullah, maka hakikatnya tasawuf ada sejak adanya rasul walaupun istilahnya beda. Kalau tahlilan adalah salah satu bentuk majelis zikir. Berzikir kepada Allah sambil duduk, berbaring pun boleh kan? apalagi bersama-sama dgn urutan dan tatacara yg baik. Masalah tata cara dan urutan ini masuk dalam masalah khilafiyah jadi tidak perlu heran, justru yg harus kita herankan adanya majelis yg isinya mencela dan memojokkan amalan orang lain dalam lingkup fikih dimana memang wajar terjadi perbedaan pendapat. Semua yg anda sebutkan mempunyai dalil, silahkan anda mencarinya di situ ummati ini. Jadi tidak perlu lagi diperdebatkan.

    1. Sejarah munculnya peringatan maulid
      Disebutkan para ahli sejarah bahwa kelompok yang pertama kali mengadakan maulid adalah kelompok Bathiniyah, yang mereka menamakan dirinya sebagai bani Fatimiyah dan mengaku sebagai keturunan Ahli Bait (keturunan Nabi r). Disebutkan bahwa kelompok batiniyah memiliki 6 peringatan maulid, yaitu maulid Nabi r, maulid Ali bin Abi Thalib t, maulid Fatimah, maulid Hasan, maulid Husain y dan maulid penguasa mereka. Daulah Bathiniyah ini baru berkuasa pada awal abad ke-4 H. Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa maulid Nabi r baru muncul di zaman belakangan, setelah berakhirnya massa tiga abad yang paling utama dalam umat ini (al quruun al mufadholah). Artinya peringatan maulid ini belum pernah ada di zaman Nabi r dan para sahabat, tabi’in dan para Tabi’ tabi’in. Al Hafid As Sakhawi mengatakan: “Peringatan maulid Nabi r belum pernah dinukil dari seorangpun ulama generasi terdahulu yang termasuk dalam tiga generasi utama dalam islam. Namun peringatan ini terjadi setelah masa itu.”
      Pada hakekatnya, tujuan utama daulah ini mengadakan peringatan maulid Nabi r adalah dalam rangka menyebarkan aqidah dan kesesatan mereka. Mereka mengambil simpati kaum muslimin dengan kedok cinta ahli bait Nabi r. (Dhahiratul Ihtifal bil Maulid An Nabawi karya Abdul Karim Al Hamdan)
      Siapakah bani Fatimiyah
      Bani Fatimiyah adalah sekelompok orang Syi’ah pengikut Ubaid bin Maimun Al Qoddah. Mereka menyebut dirinya sebagai bani Fatimiyah karena menganggap bahwa pemimpin mereka adalah keturunan Fatimah putri Nabi r. Meskipun aslinya ini adalah pengakuan dusta. Oleh karena itu nama yang lebih layak untuk mereka adalah Bani Ubaidiyah bukan bani Fatimiyah. Kelompok ini memiliki paham syi’ah rafidlah yang menentang ahlu sunnah, dari sejak didirikan sampai masa keruntuhannya. Berkuasa di benua Afrika bagian utara selama kurang lebih dua abad. Dimulai sejak keberhasilan mereka dalam meruntuhkan daulah bani Rustum tahun 297 H dan diakhiri dengan keruntuhan mereka di tangan daulah Salahudin Al Ayyubi pada tahun 564 H. (Ad Daulah Al Fathimiyah karya Ali Muhammad As Shalabi).
      Daulah Fatimiyah ini memiliki hubungan erat dengan kelompok syi’ah Al Qaramithah Bathiniyah. Perlu diketahui bahwa Kelompok Al Qaramithah Bathiniyah ini memiliki keyakinan yang sangat menyimpang dari ajaran islam. Diantaranya mereka hendak menghilangkan syariat haji dalam agama islam. Oleh karena itu, pada musim haji tahun 317 H kelompok ini melakukan kekacauan di tanah haram dengan membantai para jama’ah haji, merobek-robek kain penutup pintu ka’bah, dan merampas hajar aswad serta menyimpannya di daerahnya selama 22 tahun. (Al Bidayah wan Nihayah karya Ibn Katsir).
      Siapakah Abu Ubaid Al Qoddah
      Nama aslinya Ubaidillah bin Maimun, kunyahnya Abu Muhammad. Digelari dengan Al Qoddah yang artinya mencolok, karena orang ini suka memakai celak sehingga matanya kelihatan mencolok. Pada asalnya dia adalah orang yahudi yang membenci islam dan hendak menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Dia menanamkan aqidah batiniyah. Dimana setiap ayat Al Qur’an itu memiliki makna batin yang hanya diketahui oleh orang-orang khusus diantara kelompok mereka. Maka dia merusak ajaran islam dengan alasan adanya wahyu batin yang dia terima dan tidak diketahui oleh orang lain. (Al Ghazwul Fikr & Ad Daulah Al Fathimiyah karya Ali Muhammad As Shalabi).
      Dia adalah pendiri dan sekaligus orang yang pertama kali memimpin bani Fatimiyah. Pengikutnya menggelarinya dengan Al Mahdi Al Muntadhor (Al Mahdi yang dinantikan kedatangannya). Berasal dari Iraq dan dilahirkan di daerah Kufah pada tahun 206 H. Dirinya mengaku sebagai keturunan salah satu ahli bait Ismail bin Ja’far As Shadiq melalui pernikahan rohani (nikah non fisik). Namun kaum muslimin di daerah Maghrib mengingkari pengakuan nasabnya. Yang benar dia adalah keturunan Said bin Ahmad Al Qoddah. Dan terkadang orang ini mengaku sebagai pelayan Muhammad bin Ja’far As Shodiq. Semua ini dia lakukan dalam rangka menarik perhatian manusia dan mencari simpati umat. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak diantara orang-orang bodoh daerah afrika yang membenarkan dirinya dan menjadikannya sebagi pemimpin. (Al Bidayah wan Nihayah karya Ibn Katsir & Ad Daulah Al Fathimiyah karya Ali Muhammad As Shalabi).
      Sikap para ulama terhadap Bani Ubaidiyah (Fatimiyah)
      Para ulama ahlus sunnah telah menegaskan status kafirnya bani ini. Karena aqidah mereka yang menyimpang. Para ulama menegaskan tidak boleh bermakmum di belakang mereka, menshalati jenazah mereka, adanya hubungan saling mewarisi di antara mereka, menikah dengan mereka, dan sikap-sikap lainnya sebagaimana yang selayaknya diberikan kepada orang kafir. Diantara ulama Ahlus Sunnah yang sezaman dengan mereka dan secara tegas menyatakan kekafiran mereka adalah As Syaikh Abu Ishaq As Siba’i. Bahkan beliau mengajak untuk memerangi mereka. Syaikh Al Faqih Abu Bakr bin Abdur Rahman Al Khoulani menceritakan:
      “Syaikh Abu Ishaq bersama para ulama lainnya pernah ikut memerangi bani Aduwillah (Bani Ubaidiyah) bersama bersama Abu Yazid. Beliau memberikan ceramah di hadapan tentara Abu Yazid: “Mereka mengaku ahli kiblat padahal bukan ahli kiblat, maka kita wajib bersama pasukan ini yang merupakan ahli kiblat untuk memerangi orang yang bukan ahli kiblat (yaitu Bani Ubaidiyah)…”
      Diantara ulama yang ikut berperang melawan Bani Ubaidiyah adalah Abul Arab bin Tamim, Abu Abdil Malik Marwan bin Nashruwan, Abu Ishaq As Siba’i, Abul Fadl, dan Abu Sulaiman Rabi’ Al Qotthan.
      (Ad Daulah Al Fathimiyah karya Ali Muhammad As Shalabi).

      1. Ya ampun, masih saja mempermasalahkan maulid. kenapa juga kalau tidak pernah dilakukan oleh sahabat nabi…. mereka mengenang Rasulullah dengan caranya… dan tidak larangan mengenang sesuatu yang indah dan menimbulkan rasa cinta yang mendalam apalagi mengatur cara-caranya… ya terserah, yang penting tidak melanggar syariat. Ngapain bawa-bawa nukilan sejarah yang belum tentu benar hanya untuk melarang maulid….., Sesungguhnya memperingati hari kelahiran beliau adalah bentuk dan manifestasi rasa cinta kita kepada beliau, jadi kenapa anda harus melarangnya? apakah anda tak pernah terkenang pada beliau?

      2. Oalah mas, itu kan sejarah buatan syekh wahabiyun.

        Bosan ah, masak kepinteran wahabiyun cuman membahas maulidan doang. Komen wahabiyun kata orang jawa nggilani. Masalah cuman itu-itu aja dari dulu sampe sekarang.

  44. Amad Said@
    Kalau Rasulullah menjelaskan sampai detail mungkin Islam tidak sebanyak ini kali ya.
    Begini, saya mempelajari Ilmu pengetahuan yang cukup banyak terkandung dalam ulama-ulama klasik seperti :
    1. Dalam Fusus Al Hikam (Ibnu Arabi), dikitab ini, Islam berhasil menggugurkan Teori Darwin – Manusia berasal dari Kera.
    2. Dalam Fusus Al hikam dan Al Yakin (Ibnu Arabi), Teori Kosmik alam semesta dibahas jauh lebih dalam, seperti yang di ketemukan baru2 ini oleh John Hofkin tentang partikel terkecil dialam luar bumi.
    3. Penemu Helikopter (sykorsky-Rusia), Dia berujar “Saya temukan ini (heli-pen) setelah membaca kitab Ibnu Sina – Al Mantiq”
    4. Galileo tidak percaya bahwa alam ini hanya bumi saja, Itu bisa dilihat dari Kitab Al Yakin Ibnu Arabi.
    Jadi belajar tentang Islam ini yang matang, karena Ilmu Al qur’an cukup banyak yang belum tersentuh, dari pada anda hanya bisa bilang bid’ah, syirik atau apalah.
    Wassalam

  45. Terus terang ane Malu dan tersinggung atas perkataan Mahatir Muhammad pada sidang OKI beberapa tahun lalu “Umat Islam ini banyak, tapi bodoh”, tapi ane harus terima memang itu kenyataannya.

  46. ‘AJARAN WAHIDIYAH’
    LILLAH: segala perbuatan daniati ibadah(mengabdi) pd Alloh SWT, kecuali yg dilarang, kecuali yg tdk diridloi Alloh SWT wa Rosuulihi SAW,
    BILLAH : segala perbuatan disadari dirasakan bahwa yang menciptakan segala sesuatu adalah Alloh SWT, termasuk gerakan kita, (sedetik tidak billah, sedetik musyrik)
    LIRROSUL: segala perbuatan diniati mengikuti Rosuulalloh SAW, kecuali yg dilarang/ yg tdk diridloi Alloh SWT wa Rosuulihi SAW,
    BIRROSUL : segala gerak perbuatan di sadari bahwa mendapat jasa dari Rosuulalloh SAW, kecuali yg tdk diridloi Alloh SWT wa Rosuulihi SAW,
    …..
    http://WWW.WAHIDIYAH.ORG@

  47. @mas Joyo & @ mas Dianth ana juga belajar dari Ummati , dan teman2 ASWAJA semua termasuk antum berdua mas ………yang jelas marilah belajar bersama tanpa harus memvonis paling benar dan semua keliru ……patokan umat Islam dah jelas tinggal kita gali tentu dgn metoda yang benar yang diajarkan dan di contohkan bagaimana cara menggalinya para ulama mahzab yang terkenal maliki,syafi’i,hanafi dan hambali……dan terimakasih atas penilaian saudaraku berdua sebetulnya ana jauh dari dikatakan berilmu mas ana hanya menyampaikan apa yang pernah disampaikan dari guru ana Alm ….semoga beliau selalu disisinya dgn bahagia dan tak kurang suatu apapun Amiin ya Robbal ‘Alamiin ……komen anda berdua juga bermutu dan bermanfaat …….salam .

  48. Orang yg tdk BILLAH otomatis bighoirillah/binnafsi, dan termasuk syirik khofi (syirik dalam batin / syirik i’tiqod) sebab berarti menyamakan dirinya dg Alloh SWT yg qiyamuhu binafsihi, qodiimuhu binafsihi, baqoouhu binafsihi,…(dst sifat 20) itu hanya Alloh belaka, adapun makluq dan kita manusia hanya memiliki sifat2 wujuduhu billahi (ai biwujuudillahi) dst…, apabila tidak BILLAH, maka iman kita tidak bertauhid, seperti orang pd umumnya dan orang jahiliyah ketika ditanya tentang siapa pencipta langit, bumi matahari. Tetapi iman merka tdk diterima Alloh karena tidak IMAN TAUHID (BILLAH).
    Jadi, semua amal yg tidak disertai LILLAH-BILLAH (seperti yg diajarkan sholawat wahidiyah), meskipun sudah memenuhi syarat rukun lahir tetap tidak diterima oleh Alloh SWT,

  49. kata guru saya sama antara yang hidup ama yang mati. bahwa kedudukannya sebagai mahluk. jadi kesimpulan yang saya ambil dari otak saya yang lemah ini kalau ama yang hidup aja kita boleh minta tolong, tawassul istigasah dll maka sama yang matipun hukumnya jadi boleh karena yang hidup dan mati adalah hal yang sama.
    beda lagi mungkin kesimpulannya kalo ada yang mengangap yang hidup mah beda ama yang mati.

  50. pada dasarnya perbuatan yang dilakukan orang muslim hendaknya dipahami sebagai sesuatu yang tidak bertentangan dengan dasar tauhid. Kita tidak boleh terburu-buru memvonisnya telah melakukan kekafiran atau kemusyrikan. Karena keislamannya merupakan indikasi kuat yang mengharuskan kita tidak memahami semua perbuatannya sebagai perbuatan yang mengakibatkan kekafiran. Ini merupakan kaedah umum yang harus diterapkan oleh kaum muslimin dalam setiap perbuatan yang dilakukan oleh kaum muslimin yang lain.

    Imam malik, Imam Darul Hijrah rahimahullah telah menyatakan hal itu dengan kata-kata beliau, “Barang siapa melakukan sesuatu yang sembilan puluh sembilan persennya mengandung kemungkinan sebagai kekafiran dan satu persennya sebagai keimanan, maka tindakan itu harus dipahami sebagai keimanan.”

    Wallahu ta’ala a’lam
    Referensi Dar Al-Ifta Mesir

  51. Emang orang SAWAH pokoke hal2 yang tidak dia ketahui dianggap bid’ah, syirik dll. Padahal hal2 yg tidak dia ketahui itu bukan berarti tidak ada.

    1. @Joko biar nggak salah paham ikut tahlilan n yasinan ……..baru nt bisa menilai amalan tsb bagaimana ……..

        1. Mas gondrong ini gemana seh, ditunggui dari dulu-dulu kok gak muncul-muncul? Selamat bergabung Mas gondrong.

          Oh ya Mas, tahu di mana Mas Syahid, Akbar Caniago, Aryopati dll? Wah, kalau kalian ikut gabung lagi dijamin tambah siip dan kompak deh barisan ASWAJA. Barvo ASWAJA, laa ilaha illallah Muhammadur raasulullah….. Allahumma shalli ala sayyidina muhammad wa ala alih…..

          1. assalamualaikum mas,
            Insya Allah ane slalu ikuti perkembangan di ummati2 ini,
            dan selamat juga buat mas joyo..

            tuk mas syahid,mas akbar plus mas aryopati nya ane kurang tahu juga, mudah2an semua dalam keadaan sehat, dan selalu dalam lindungan dan dan keberkahan dari Allah,smoga dapat berkumpul kembali di blog tercinta ini..amiin

    2. @Joko:
      Wahabiyyun itu aneh ya?? Ente ngerasa g klo aneh??
      Orang tahlilan & yasinan dibilang sia-sia & bid’ah, tapi ente kata orang mati butuh do’a.

      Makanya, klo g pernah ikut tahlilan atau yasinan, jangan keburu menuduh bid’ah & munkar. Klo begini ente kemakan kata-kata sendiri kan??

      Semoga Allah memberikan hidayah-Nya, amin.

  52. Justru tahlilan n yasinan itu kita kumpul untuk mendo’akan orang-orang yug telah meninggal. Benar2 aneh ya, berarti Mas Joko selama ini belum tahu sudah koment ngalor-ngidul, ikut-ikutan anut grubyuk orang ngomong, he he he…..

  53. Mendoakan orang yg sdh meninggal telah diajarkan oleh Rosulullah,dan ritual tahlilan bukanlah dari sunnah Rosulullah.

  54. Ingat, tahlil dan tahlilan berbeda,yasin dan yasinan berbeda.tahlil dan yasin adalah haq,sedangkan tahlilan dan yasinan..???

    1. Heran ya? Pendapat ente tuh dari mana? Jangan menanyakan tahlilan, yasinan dll dari orang yang membencinya… tanya donk sama pelakunya…. atau kalau perlu ikutan donk… jeleknya wahabi kan gini nih…. lihat dari luar, terus tanya2 sama orang lain, langsung aja komentar… ini terjadi dalam segala hal lho… akhirnya jatuhnya jadi fitnah…. dikasih tahu sama yang ngerti, sama pelaku langsung, malah ngeyel…
      Orang yang ga mau belajar…. prinsipnya ” pokoknya… pokoknya tahlilan salah, pokoknya yasinan salah,…. pokoknya tawasul sama orang yang sudah wafat salah… ” padahal dalil dan argumen sudah ada semuanya…..

    2. Tahlilan itu istilah bahasa Jawa, maksudnya adalah membaca tahlil
      Yasinan itu istilah bahasa jawa, maksudnya adalah membaca surah Yasin

      Nah, apanya yang tidak diajarkan Nabi Saw, semuanya adalah ajaran Nabi Saw, semuanya ada dalilnya.

      Mas Joko ini oran Jawa apa orang Padang kok gak tahu istilah bahasa Jawa?

  55. Salam!

    Ada yg rancu,
    1. Tawassul bukan berarti Menyembah!
    2. Ziyarah kubur orang soleh tidak berarti Menyembahnya dan meminta padanya!
    3. Meminta barokah bukan berarti Mengakui adanya kekuatan selain Allah. . .

    Kita saling salah menyalahkan, karena menganggap diri paling benar dan yg lain salah! Semuanya punya dalil, walau bagaimanapun tidak akan kita temukan titik temu! Hanya Allah yang mengetahui kebenaran itu, meski kita Menghafal seluruh dalil dari Qur’an dan Hadis!

    Syukron!

  56. Fahmi@ ente benar, Tapi apa kata Wahabi, itu bid’ah, Sesat, syirik bahkan sampai keluar kata Kafir. Atau mereka gak pernah praktekan atau denger dengan jelas, kemudian mereka bicara, seolah-olah surga miliknya.

  57. @ joko, 14 Mei 2011 pukul 1:34 pm | #114

    Mendoakan orang yg sdh meninggal telah diajarkan oleh Rosulullah

    =============

    coba deh. menurut Joko mendoakan orang yang sudah meninggal itu bagaimana ya? barangkali ada yang saya belum tahu. misalnya syarat dan rukun mendoakan orang yang sudah meninggal sesuai syariat adalah :…….( disertai dalilnya ). Tolong diisi titik2nya biar kita semua disini tau.

    1. Betul, apakah kaum Wahabiyyun tahu rukun berdo’a untuk orang yg sudah mati?
      Saya penasaran, bisa di-share kan klo ada yg tahu ‘rukun’ nya?? hhe

  58. @Joko, kalau bisa pertanyaannya jangan ngalor-ngidul dung. coba jawab pertanyaan MIZ di atas : “Tolong jelaskan,,lebih BEJAT mana Imam Ahmad ibn Hanbal yg ilmunya sangat luas tapi masih berpegang pd hadits dha’if,,dibanding @Joko yg ilmunya jongkok tapi udah sok buang hadits dha’if??”
    Jawab dong …!

  59. Kepada all aswaja

    1. Mungkin hanya mengingatkan saja. Banyak pengunjung yang membaca blog ini. Jadi jangan sampai banyak kata-kata yang terkesan kasar. Takutnya mereka menyimpulkan secara prematur bahwa aswaja tidak sesuai Alqur’an dan Sunnah.

    Selamat berjuang menegakkan tauhid yang haq all aswaja!

  60. 1. Bertawassul itu ndak wajib, klo mau silahkan klo g mau juga g ada yg peduli.
    Tawassul hanyalah sebuah cara yg diajarkan Rasulllah juga para Salaf as-Shaleh ASLI untuk terkabulnya sebuah do’a.
    Tawassul-Washilah-Istighatsah pada hakikatnya itu sama saja, memohon pada Allah melalui perantara orang-orang yg dikasihi Allah dengan harapan agar do’a kita lebih mustajabah. Orang yg bertawassul yakin bahwa yg bisa memberi manfaat & mudharat hanyalah Allah, sedangkan para kekasih Allah walaupun bisa memberi manfa’at namun itu semua pasti seizin Allah, tidak datang dari diri makhluk sendiri.

    Keyakinan ini tertanam pada hati & jiwa kaum Muslim yg melakukan Tawassul. Fitnah mulai timbul saat ada kaum (Salafi-Wahabi) yg menyamakan orang-orang yg berTawassul dengan pemujaan & penyembahan kaum Kafir, sehingga fatwa-fatwa khurafat-bid’ah-sesat-musyrik-kafir mengalir deras dari lidah-lidah kaum Sa-Wah jauh lebih banyak ketimbang menyebut Asma Allah.

    Padahal, bukankah Rasulullah SAW pernah bertawassul dengan para nabi sebelum beliau, saat ibunda Sayyid Ali ibn Thalib kw. meninggal? Juga para Salaf as-Shaleh seperti Sayyid Umar ibn Khattab ra. hingga Imam Asy-Syafi’i r. juga mencontohkan bertawassul.

    Pertanyaan saya, apabila perantara / wasilah tidak diperbolehkan & harus meminta langsung pada Allah.
    – Kenapa kita shalat menghadap Ka’bah, tidak menghadap ke Allah langsung? Bukankah Wahabi kata Allah ada di atas, maka kemukakan alasan kenapa kaum Wahabi tidak shalat dengan posisi telentang saja, seperti keyakinan Wahabi Allah ada di atas??
    – Kenapa kita sebagai umat Muslim disarankan memperbanyak shalawat pada Nabi untuk memperoleh syafa’atnya di Yaumul Akhir kelak? Bukankah pemilik syafa’at hanyalah Allah SWT semata? Lantas apakah kaum Wahabi menafikkan syafa’at Rasulullah SAW??

    Kalau Wahabi kata semua itu ada dalil & tuntunannya, maka bukankah berTawassul juga ada dalil & tuntunannya? Maka muncul pertanyaan lain, kenapa kaum Salafi-Wahabi mempercayai sebagian & mendustakan sebagian lainnya, padahal kesemua itu ada tuntunannya?? Apakah kaum Salafi-Wahabi ingin membuat-buat syari’at baru dengan membuang syari’at yg menurut golongan mereka tidak benar?

    Rasulullah SAW juga para shalihin memang hanya manusia biasa. Namun mengungkapkan hal ini tanpa mengungkapkan kelebihan-kelebihan yg dimiliki oleh mereka dapat berakibat kufur!

    Bukankah Rasulullah SAW mempunyai banyak kelebihan dibanding seluruh ciptaan Allah SWT?
    Bukankah ketika hidup Nabi tidak pernah menghukum Musyrik pada orang yg meminta do’a pada beliau?
    Bukankah banyak dalil yg sangat jelas menunjukkan bahwa Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi & kekasih-Nya?
    Bahwa mereka hidup di sisi Allah & mendapat rezeki dari-Nya? Bahwa beliau juga mampu melihat perbuatan ummatnya, mengucap syukur ketika ummatnya berbuat baik, & memohonkan ampun ketika umatnya berbuat buruk?

    Maka dimanakah dalil-dalil ini ketika kalian kaum Wahabiyyun mengharamkan Tawassul?? Kalian menyebutkan sifat Nabi sebagai makhluk tapi menutup mata akan segala kelebihan beliau?? Dimana rasa terima kasih kalian akan limpahan nikmat Islam yg dibawa oleh Rasulullah SAW sehingga kalian begitu anti terhadap kelebihan yg beliau miliki??

    Tak cukup hanya itu, kalian juga mengharamkan apa yg tidak diharamkan Allah, mengharamkan apa yg ada dalil & tuntunannya??
    Kemudian kalian kaum Wahabi menghalalkan apa yg diharamkan Allah, mengatakan & menghukum kafir pada Muslim lainnya??

    Maka timbul 1 pertanyaan baru, benarkah kami yg menyembah orang mati, padahal begitu banyak dalil & tuntunan syari’at yg kalian tutup-tutupi.
    ATAU KALIAN YG MENYEMBAH ULAMA’-ULAMA’ KALIAN DENGAN MENGHARAMKAN APA YG DIHALALKAN ALLAH & MENGHALALKAN APA YG DIHARAMKAN ALLAH??

    (nb: Ini bukan COPAS, saya anti-COPAS)

  61. 1. Bertawassul itu ndak wajib, klo mau silahkan klo g mau juga g ada yg peduli.
    Tawassul hanyalah sebuah cara yg diajarkan Rasulllah juga para Salaf as-Shaleh ASLI untuk terkabulnya sebuah do’a.
    Tawassul-Washilah-Istighatsah pada hakikatnya itu sama saja, memohon pada Allah melalui perantara orang-orang yg dikasihi Allah dengan harapan agar do’a kita lebih mustajabah. Orang yg bertawassul yakin bahwa yg bisa memberi manfaat & mudharat hanyalah Allah, sedangkan para kekasih Allah walaupun bisa memberi manfa’at namun itu semua pasti seizin Allah, tidak datang dari diri makhluk sendiri.

    Keyakinan ini tertanam pada hati & jiwa kaum Muslim yg melakukan Tawassul. Fitnah mulai timbul saat ada kaum (Salafi-Wahabi) yg menyamakan orang-orang yg berTawassul dengan pemujaan & penyembahan kaum Kafir, sehingga fatwa-fatwa khurafat-bid’ah-sesat-musyrik-kafir mengalir deras dari lidah-lidah kaum Sa-Wah jauh lebih banyak ketimbang menyebut Asma Allah.

    Padahal, bukankah Rasulullah SAW pernah bertawassul dengan para nabi sebelum beliau, saat ibunda Sayyid Ali ibn Thalib kw. meninggal? Juga para Salaf as-Shaleh seperti Sayyid Umar ibn Khattab ra. hingga Imam Asy-Syafi’i r. juga mencontohkan bertawassul.

    Pertanyaan saya, apabila perantara / wasilah tidak diperbolehkan & harus meminta langsung pada Allah.
    – Kenapa kita shalat menghadap Ka’bah, tidak menghadap ke Allah langsung? Bukankah Wahabi kata Allah ada di atas, maka kemukakan alasan kenapa kaum Wahabi tidak shalat dengan posisi telentang saja, seperti keyakinan Wahabi Allah ada di atas??
    – Kenapa kita sebagai umat Muslim disarankan memperbanyak shalawat pada Nabi untuk memperoleh syafa’atnya di Yaumul Akhir kelak? Bukankah pemilik syafa’at hanyalah Allah SWT semata? Lantas apakah kaum Wahabi menafikkan syafa’at Rasulullah SAW??

    Kalau Wahabi kata semua itu ada dalil & tuntunannya, maka bukankah berTawassul juga ada dalil & tuntunannya? Maka muncul pertanyaan lain, kenapa kaum Salafi-Wahabi mempercayai sebagian & mendustakan sebagian lainnya, padahal kesemua itu ada tuntunannya?? Apakah kaum Salafi-Wahabi ingin membuat-buat syari’at baru dengan membuang syari’at yg menurut golongan mereka tidak benar?

    Rasulullah SAW juga para shalihin memang hanya manusia biasa. Namun mengungkapkan hal ini tanpa mengungkapkan kelebihan-kelebihan yg dimiliki oleh mereka dapat berakibat kufur!

    Bukankah Rasulullah SAW mempunyai banyak kelebihan dibanding seluruh ciptaan Allah SWT?
    Bukankah ketika hidup Nabi tidak pernah menghukum Musyrik pada orang yg meminta do’a pada beliau?
    Bukankah banyak dalil yg sangat jelas menunjukkan bahwa Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi & kekasih-Nya?
    Bahwa mereka hidup di sisi Allah & mendapat rezeki dari-Nya? Bahwa beliau juga mampu melihat perbuatan ummatnya, mengucap syukur ketika ummatnya berbuat baik, & memohonkan ampun ketika umatnya berbuat buruk?

    Maka dimanakah dalil-dalil ini ketika kalian kaum Wahabiyyun mengharamkan Tawassul?? Kalian menyebutkan sifat Nabi sebagai makhluk tapi menutup mata akan segala kelebihan beliau?? Dimana rasa terima kasih kalian akan limpahan nikmat Islam yg dibawa oleh Rasulullah SAW sehingga kalian begitu anti terhadap kelebihan yg beliau miliki??

    Tak cukup hanya itu, kalian juga mengharamkan apa yg tidak diharamkan Allah, mengharamkan apa yg ada dalil & tuntunannya??
    Kemudian kalian kaum Wahabi menghalalkan apa yg diharamkan Allah, mengatakan & menghukum kafir pada Muslim lainnya??

    Maka timbul 1 pertanyaan baru, benarkah kami yg menyembah orang mati, padahal begitu banyak dalil & tuntunan syari’at yg kalian tutup-tutupi.
    ATAU KALIAN YG MENYEMBAH ULAMA’-ULAMA’ KALIAN DENGAN MENGHARAMKAN APA YG DIHALALKAN ALLAH & MENGHALALKAN APA YG DIHARAMKAN ALLAH??

    (nb: Ini bukan COPAS, saya anti-COPAS, asli ketik awal smpe akhir)

  62. @Mas MIZ, saya masih penasaran dengan @joko, kok blum jawab pertanyaan Mas, bahwa Imam Ahmad bin Hambal ternyata masih menggunakan hadis Dhoif, sementara Joko dengan gagahnya menyatakan bahwa yang menggunakan hadis Dhoif BEJAT.

    1. Memang patut dimahfum bahwa orang yg tertipu dakwah Salafi-Wahabi adalah orang awam.
      Dikarenakan awam itulah mayoritas dari mereka tidak tahu akan hal tersebut, terbukti mereka menyamakan kedudukan hadits dha’if dengan hadits maudlu’.

      Mungkin si @Joko kaget, ternyata Imam Ahmad ibn Hanbal (yg katanya Imam-nya kaum Salafi-Wahabi, pdhl bukan) ternyata masih berpegang pada hadits dha’if.

      Semua perkataan akan kembali, mengatakan orang lain bejat, maka scr tidak sadar dirinyalah yg lebih bejat.
      Pun begitu mengatakan orang lain kafir, maka scr tidak sadar kaum Salafi-Wahabi akan seperti yg mereka omongkan, terbukti dengan membagi Tauhid 3 ala Trinitas juga berpaham Mujassimah-Musyabbihah.

  63. info down load
    ==============
    Ebook MASA-IL DINIYYAH, gratis 100%,
    Judul : MASA-IL DINIYYAH
    Penyusun : Kholil Abou Fateh
    Tahun : 2011
    Kompilasi Ebook oleh : M. Luqman Firmansyah

    http://www.mediafire.com/file/d787tgoroulaqug/MASA-IL%20DINIYYAH.exe

    http://www.mediafire.com/file/0jqshtt6t91utdl/MASA-IL%20DINIYYAH.pdf

    baca lebih lengkap nya di link ustadz abou fateh :

    http://allahadatanpatempat.blogspot.com/2011/03/ebook-masa-il-diniyyah-gratis-100-mohon.html

  64. Assalamu’alaikum wr.wb semua saudara2 aswaja, untuk saudara2 aswaja yg belum bergabung mari kita bergabung rapatkan barisan dan jgn ada celah bagi berkembangnya paham2 yang memecah belah umat, yang merusak akidah kaum muslim yang awam, belah panji2 Allah SWT dan Rosulnya, amin.

  65. Saya siap selalu mensupor dakwah Aswaja di blok kesayangan kita ini. semoga seakin menguatkan akidah dan ukhuwah islamiyah kita. Amin.

  66. Penjelasan Bapak Nawawi diatas mengenai keshahihan riwayat tawasul tersebut tolong diperjelas, maksudnya ulasan ulama ahli hadits terdahulu mengenai hadits tersebut, sekalian juga teman-teman sekalian yang menukil riwayat-riwayat para ulama diatas, tolong diulas analisa keshahihan hadits-hadits tersebut biar semuanya jelas, kemudian dijelaskan pula syarah dari ulama pakar hadits terdahulu mengenai riwayat-riwayat tersebut, karena selama saya mengikuti argumentasi yang berhujjah dengan hadits-hadits tersebut jarang menampilkan studi keshahihan riwayat hadits hanya langsung mempercayai kitab tersebut, sepengetahuan saya ketika ulama meriwayatkan hadits tersebut belum tentu hadits tersebut dia shahihkan, bisa karena lantaran telah ia bahas dalam kitabnya yang lain, bisa pula dia belum sempat menelitinya sendiri sehingga memberikan kesempatan pada ulama setelahnya untuk menelitinya, jadi biar fair tolong diulas ya studi or analisa keshahihannya, baik dalam studi jarh wa ta’dilnya beserta ulasan ulama2 yg berkompeten dalam hal itu dan ulasan2 yang lain. terima kasih

    1. Hebat..

      Mau tanya, ente klo belajar fisika, rumus Newton apakah mesti ditanya bagaimana cara menemukan rumusnya atau ente mau buat rumus sendiri?

      Gelarnya ente apa mas? Al-Muhaddits, Al-Hafidz, ato apa?
      Merasa bisa & pantas untuk mengecek keshahihan hadits?? Udah hafal berapa ratus hadits??

      Klo sudah hafal 300 ribu hadits & mendapat gelar al-Hujjah, Insya Allah ente g perlu nangkring di sini untuk cari tingkatan hadits tsb.

      1. ya jelas supaya mendapat gambaran dan pemahaman lebih baik, spt newton jelas melakukan langkah metode ilmiah dalam menemukan rumus dari hipotesa hingga menjadi suatu formulasi ilmiah dimana hal ini sudah ma’ruf dikenal dengan metodologi ilmiah, nah tiap2 rumus tersebut tergantung pd langkah2 yang diambil, sample, dsb tp bukan disini tempatnya, sekarang kembali kpd pertanyaan semula apakah ada hadits atau larangan ulama dahulu ketika bertanya mengenai masalah itu?kenapa kok dsn menjadi sensitif mengenai masalah itu?namanya mencari manfaat dan faedah apakah ada larangannya dan batasannya?ya saya kira ahlul iman dan ilmu yang mengedepankan akhlak tdk akan spt itu jawabannya, tentu para ulama antum jg g akan spt itu. Sebenarnya kalo jawaban antum seperti itu bukannya malah menambah positif pandangan umat islam yang lain, tetapi sebaliknya malah menambah tajam pandangan bahwa antum asal ambil dari ulama g tahu bener atau tidak, kalo bgt tdk selayaknya antum jg menyalahkan ulama2 wahabi yg nota bene lebih berilmu dari antum. Semoga dengan ini kita semua dapat terbuka hati dan fikiran kita, kalo saudara abah zahra bilang ikut ahli ilmu dari kalangan Imam syafi’i, Imam hanafi, dan Imam2 yang lain saya juga ikut perkataan Imam Syafi’i dalam kitabnya Ar Risalah bahwa taklid membuat orang lalai, juga perkataan muridnya Imam AL Muzani dlm ringkasan AL Umm bhw dia(Imam AL Muzani) menukil perkataan gurunya bahwa Imam ASy Syafi’i melarang bertaklid, bgt pula Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad, dimana mereka semua menyatakan supaya melihat darimana mereka mengambil yakni Al Quran n Sunnah, nah gmn tuh siapa yang mengikuti siapa? Fas alu ahladz dzikri inkuntuk laa ta’lamuun, kalo di blog ini g ada spt yg dimaksud dg “ahludz dzikri” ya ane nyari “ahludz dzikri” yang lain yg mumpuni, amanah, serta berakhlaq. Semoga Allah memberi hidayah kita semua untuk menetapi kebenaran….

  67. kalo saya sih ikut ahli ilmu aja…. kalo Imam Thabrani, Imam Madzhab eperti Imam Syafi’i. Imam Hanafi, yang ilmu haditsnya mumpuni aja bertawassul… kita ikut tawassul aja… kalo yang nanya2 hadits lagi, riwayat lagi, ya…. silakan aja belajar hadits sendiri, sampai ilmu hadistnya setingkat beliau2, baru bisa ngeluarin pendapat sendiri…. gitu

  68. kalo saya sih ikut ahli ilmu aja…. kalo Imam Thabrani, Imam Madzhab eperti Imam Syafi’i. Imam Hanafi, yang ilmu haditsnya mumpuni aja bertawassul… kita ikut tawassul aja… kalo yang nanya2 hadits lagi, riwayat lagi, ya…. silakan aja belajar hadits sendiri, sampai ilmu hadistnya setingkat beliau2, baru bisa ngeluarin pendapat sendiri…. gitu….

  69. kepada kaum wahabiy trma kasih atas bid ahnya’ karena kamu adalh khawarij,teroris,galak,angas,pembenci yg bd faham,pergi kau ke afrika bersama suku pedalamn

  70. assalamu’alaikum………..
    ana berpendapat umat2 salafy atau yg sering disebut wahabi ini , sebenarnya org2 baik, yang ingin mengamalkan islam secara benar hanya saja mereka terjebak dalam idiologi Wahabiah yang terkesan sempurna,, padahal faham yang muncul di dari timur madinah ini (najd) atau wahabiy ini adalah faham yg sangat ekstrim yang selalu menebar fitnah,, berikut keterangan shohih dari Rosululloh SAW tentang golongan ini.
    dr abdullah ibnu umar ra yg brkata “aku mendengar Rosulullah saw brsabda di atas mimbar “ketahuilah,sesungguhnya fitnah itu disana(sambil menunjuk ke timur madinah) dr sana muncul tanduk setan (HR.bukhari,muslim,ahmad)

    dr ibnu umar ra berkata “rosulullah saw keluar dr rumah aisyah lalu bersabda “puncak kekafiran berasal dari sana yg mana disana muncul tanduk setan -yakni dari timur madinah (hr.bukhari,muslim,malik,ahmad)
    rosulullah bersabda ” ya Allah berikanlah kami kberkahan kpd negri syam kami,ya Allah berikanlah kami keberkahan kpd negeri yaman kami..orang” dr najd meminta juga kpd negeri najd kami ya rosulullah..rosulullah menjawab ya Allah berikanlah kami kberkahan kpd negeri syam kami..ya Allah berikanlah kami kberkahan kpd negeri yaman kami..orang” dr najd kmbali meminta juga kpd negeri najd kami yg rosulullah..rosulullah brsabda untuk ktiga kalinya,”dr najd timbul berbgai kegoncangan,fitnah”,dan dr sana munculnya tanduk setan..(HR.bukhari,ahmad,thabarani,ibnu hibban)

    mudah2an bermanfaat ,, amiiin

  71. asslamualaikum ikhwani fillah.,salam ta’aruf buat semuanya.,saya mu nanya,ada beberapa temen saya tidak melaksanakan nya.,dengan dalih bahwa hadits yang di gunakan tidak kuat dan lain sebagai nya.,kita yang notabene bermazhab safii di sunah kan untuk membaca qunut bahkan klo di tingglakan di perintahkan buat sujud syahwi.,saya ingin penjelasan dari ikhwan sekalian.,tentang masalah yang saya ajukan tadi.,dan bagaimana harus menyikapinya,.syukron,.

  72. adalah fakta bahwa kaum khawarij mereka tekun ibadahnya,bacaan alquran nya juga sangat bagus tetapi kelakuanya terhadap sesama muslim yg tidak sepaham mereka SANGAT TEGA MEMBUNUHNYA. DAN sekte WAHABI yg kita lihat sekarang ini kelakuanya boleh dikatakan sama.mereka membunuh karana bid’ah lah, syirik,kafir dan kata kata keji sejenis.

    HATI HATI DENGAN SEKTA WAHABI. SEKTE MEREKA ADALAH SUMBER PERPECAHAN UMAT ISLAM.

  73. Memang bener Wahabi dari Najd kenyataan dan fakata yang tak bisa terbantahkan lagi. Rosul telah mewanti-wanti kepada kita semua hati-hati terhadap tanduk setan yang bisanya gudal-gadil yang memporakporandakan umat islam.Islam hanya dipakai perlidungan agar lebih bebas menghasut, musang berbulu domba.Walaupun dijelaskan secara keilmuan yang benar oleh para ulama tetep mereka tidak akn paham dan tidak mau faham sebab pemahaman terhadap yang benar bukan sebagai tujuan, tapi menginginkan mengikuti paham yang sesat. Mengkajinya kebanyakan mengikuti doktrin, coba saja hampir semua paham Wahabi yang dihantam adala Aswaja, mereka merekrut untuk menyesatkan dan mengkafirkan muslim. Tindak tanduknya sangat tidak islami jauh dri akhlak Rosul sangat tidak nyunah.Oleh karena itu yang pantas dan pas untuk mereka adalan alairan sesat.

  74. orang salafy ga ngerti tawassul rupanya. Mereka fikir bhw tawassul dg nabi berarti berdoa kpd nabi. Betapa tololnya mereka dari agama. Dan mas slamet adalah contoh korban syubhat wahhabi. Tawassul dg nabi yg tdk dipertentangkan, bahkan Imam Ahmad dan syaikh ibnu taymiyyah mengatakan bhw hal itu disyariatkan, oleh wahhabi malah dibilang dipertentangkan. Mas slamet, kalo anda mau slamet, jangan termakan syubhat yg ditebarkan wahhabi.

  75. ALL: Beda pendapat sah2 saja…..ayo teruskan belajarnya, jangan hanya cuma mendengar aja…..jaga kerukunan karena sesungguhnya sesama muslim adalah saudara…

    1. Makanya cari ilmu itu jangan cuma dengar Radio Roja, pasti kalian akan semakin jauh dari Islam dan Tauhid yg sebenarnya. Saya yakin Salafy Wahabi haqqul yakin bukan saudara semuslim. Bisa dilihat mereka hanya ngaku-ngaku Muslim saja, tidak lebih sekedarr ngaku-ngaku muslim. Buktinya di seluruh dunia track record-nya membuat kerusakan agama Islam dan memfitnah Islam dan tauhid itu sendiri.

      Kesimpulannya Salafy / Wahabi itu musuh Tauhid, Islam dan Ummat Islam seluruh dunia. Karena track record-nya yg terlihat selama ini tidak menunjukkan kalau mereka itu sebagai saudara semuslim. Begitu juga ajarannya tidak menunjukkan kalau itu ajaran Islam, itu adalah ajaran Wahabiisme.

      1. Haqqul yakin bukan saudara semuslim bung Juman ?? berarti anda sama dong dengan mereka yang ada tuduh khawarij itu ?? Gampang mengkafirkan orang. Mana contoh track record orang salafy membuat kerusakan dimuka bumi ?? Tawassul yang boleh itukan dengan amal shalih ataupun meminta doa kepada orang salih yang masih hidup ?? Siapa bilang boleh bertawasul dengan jah-nya Nabi SAW ?? kalau memang iya coba contohkan praktek para sahabat yang bertawasul dengan zat nabi setelah beliau wafat ?? Sedangkan benda spt hajar aswad saja, ogah mereka menciumnya kalau bukan karena pernah dikerjakan Nabi, karena khawatirnya mereka akan kesyirikan.

    1. @ikhwannunah

      kalo komen gini aja mendingan ga usah komentar mas………alias ke laut aje.
      seperti saya saja pemerhati kengawuran wahabi yang dibantai habis oleh mas @dianth, @ahmadsyahid, dan lain lain sahabat ASWAJA

      komen antum bikin resek ga ada ilmunya

  76. Rasulullah SAW pernah melarang umatnya untuk ziarah ke makam krn khawatir imannya belum kuat.

    Dan ternyata benar sekarang banyak umat islam berziarah ke makam-makam orang sholeh niatnya bukan untuk :
    1. Mendoakan orang yang meninggal tersebut
    2. Mengingatkan untuk dirinya bahwa suatu saat nanti akan mati

    Tetapi malah yang dilakukan dengan niat :
    1. Meminta kepada yang sudah meninggal tersebut supaya doanya cepat dikabulkan
    2. Minta kekayaan dll

    Allah SWT berfirman : “Berdo’alah kepadaku niscaya akan kukabulkan”, dan kita harus yakin bhw Allah akan mengabulkan do’a kita jika kita sabar dan bersungguh-sungguh meminta kepadaNya,apakah kita tidak PE-DE untuk berdo’a langsung kepada Allah SWT, tetapi mengapa berdo’a melalui perantara orang yang sudah meninggal? karena orang yang sudah meninggal tidak dapat memberi manfaat atau mudharat kepada yang masih hidup. Allah SWT menyukai orang-orang yang sabar dan Allah berjanji bahwa akan mengabulkan do’a hamba-hambanya yang sabar dan berdo’a kepadaNya.Semoga kita mengerti arti surat Al Fatihah yang kita baca setiap 5 waktu dalam sholat yang salah satu ayat :”hanya kepadaMu aku meminta dan hanya kepadamu aku memohon pertolongan.
    Wallahua’lam bisshowab

      1. Mas Syahid, orang sesat tapi ngaku cinta sunnah Rasul, mana berani diajak diskusi?

        Lihat aja nalarnya sudah kelihatan dari komentnya, kwk kwk kwkkkk……

    1. “Berdo’alah kepadaku niscaya akan kukabulkan”

      Cara berdoa itu macam-macam. Jadi bertawasul itu salah satu cara berdoa. Bertawasul itu berdoa kepada Allah. Bila kita memohon sesorang untuk mendoakan kita atau menyampaikan hajat kita kepada Allah, maka itu bukan kita berdoa kepada orang tersebut…itu hanya permohonan saja.

      Bukan masalah pd atau tidak pd, tetapi kita menyadari kekurangan dan kehinaan kita serta menghormati orang-orang saleh yang dekat kepada Allah. Bertawasul itu juga macam-macam, dan tentu setiap berdoa kita dianjurkan bertawasul, misalnya menyebut amal saleh kita, keimanan kita, tidak mesti menyebut orang yang telah wafat, namun tidak mengapa kita bertawasul melalui orang saleh yang telah wafat.

      “orang yang sudah meninggal tidak dapat memberi manfaat atau mudharat kepada yang masih hidup”, orang yang hidup juga tidak dapat memberi manfaat atau mudharat kepada yang masih hidup.

      Mungkin maksudnya orang yang wafat tidak bisa menjadi perantara atau wasilah, sebenarnya bisa tidak bisa tidak ada hubungannya dengan syirik. Adapun bila Allah berkehendak, tentu saja orang yang telah wafat itu bisa menjadi wasilah, sebab Allah berfirman :
      Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: ‘Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?’ Mereka menjawab: ‘(Perkataan) yang benar, dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar’.” (Saba: 22-23)

      ”Mereka tidak bisa memberi syafa’at kecuali kepada orang yang diridhai oleh Allah”. [Al-Anbiya : 28].

      1. Walau berjuta-juta kekurangan dan kehinaan kita karena kita adalah mahluk yang dhaif ,saya kira ayat dibawah ini sudah sangat-sangat jelas bahwa oleh Allah kita disuruh berdo’a langsung kepadaNya
        Allah SWT berfirman:

        “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al Baqarah [2]:1860

        Walaupun kita mahluk dhaif tetapi kita Harus PEDE dan YAKIN SEYAKIN-YAKINNYA akan janji Allah SWT ZAT YANG MAHA HIDUP yang ditujukan kepada hamba-hambaNya yang berdoa langsung kepadaNya,bukan berdo’a melalui ORANG YANG SUDAH MATI.

        Saya percaya keilmuan para orang-orang shaleh yang dimuliakan oleh Allah SWT dan begitu besar jasanya dan patut menjadi contoh bagi kita semua, tetapi beliau2 sudah wafat KAWANNN…..

        Dan saya tidak mengerti akan cara berfikir,akal dan logika anda, kok orang yang sudah mati diminta bantuan untuk membantu permohonan kita kpd Allah.kebalik tuch pak….biarpun orang shaleh, mereka yang sudah wafat mengharapkan kepada kita untuk mendo’akan mereka supaya diterima amal ibadahnya diampuni segala kesalahannya.YA AMPIUNNNN PLEESE DEHH……….GUNAKAN AKAL SEHATMU…

        Adapun tawasul yang diperbolehkan adalah seperti tawasul dengan amal sholeh yang telah dilakukan atau dengan nama-nama Allah yang husna, seperti allahumma, atau yaa robbi… nah, dalam tawasul ini diperbolehkan, bahkan dianjurkan… karena jika melihat hadist2 nabi yang berkaitan dengan masalah doa atau berdzikir, pasti di awal-awalnya disebutkan asma Allah ta’ala

        Dan adapun tawasul yang tidak diperbolehkan adalah tawasulnya orang indonesia yaitu bertawasul kepada kuburan atau kepada orang yang telah wafat.

        tawasul diyakini oleh kebanyakan orang kita ini sama halnya dengan syafaat, yakni kita memohon kepada Allah dengan melalui perantara…

        untuk perlu kita ketahui, yang namanya tawasul atau syafaat harus terpenuhi beberapa hal
        pertama:
        orang yang diminta syafaat adalah orang yang masih hidup dan ada di hadapan kita, bukannya meminta kepada orang yang telah mati atau goib (tidak ada dihadapan kita)

        Mohon maaf atas kekurangan saya saudaraku, jgn marah ya
        semoga dapat dipahami, semoga Allah SWT memberi cahaya ilmu kpd kita semua

        wallahu a’lam

        1. “Dan saya tidak mengerti akan cara berfikir,akal dan logika anda, kok orang yang sudah mati diminta bantuan untuk membantu permohonan kita kpd Allah.kebalik tuch pak….biarpun orang shaleh, mereka yang sudah wafat mengharapkan kepada kita untuk mendo’akan mereka supaya diterima amal ibadahnya diampuni segala kesalahannya.YA AMPIUNNNN PLEESE DEHH……….GUNAKAN AKAL SEHATMU…”
          ————————————————————————

          Orang yang telah wafat memang membutuhkan doa kita. Jangankan orang biasa, nabi aja mesti kita sampaikan salam dan sholawat kita kepada beliau… padahal tentu saja beliau sudah selamat dan bahagia di alam barzakh. Itulah cara kita menjaga silaturahmi dan cinta kita kepada sesama muslim apalagi pada nabinya. Karena salah satu ciri cinta itu adalah saling mendoakan. Oleh karena itu doa dan mendoakan pun tidak dibatasi oleh hidup alam, dunia maupun barzakh. Bila kita ke kubur kita pun mengucapkan salam…. apakah hanya basa basi? tentu tidak, mereka ahlu kubur juga akan menjawab salam kita dan salam adalah doa. Jadi kita saling mendoakan bukan?

          Kalau anda tidak mengerti logika ini…. coba tanyakan kepada nabi, kenapa beliau berkonsultasi dan minta bantuan nabi Musa (orang yang telah wafat) tentang sholat pada saat isra miraj. kalau anda ingin mengerti logika, coba tanya kepada Nabi Yusuf, kenapa menggunakan wasilah benda mati (gamisnya) untuk menyembuhkan mata orang tuanya nabi Yakub.

          Kalau Allah yang maha kuasa memberikan izinNya kepada ruh orang saleh yang telah wafat agar menjadi wasilah, kenapa ente kalutkan?

          Kalau Allah izinkan nabi dan orang saleh bisa mendoakan kita, kenapa kita permasalahkan?

          Tawasul adalah salah satu cara berdoa, bukan kewajiban atau keharusan dalam berdoa. Bahkan telah sampai kepada kita hadist-hadist tentang tawasul. Jadi kenapa ente masih kepikiran?

        2. “untuk perlu kita ketahui, yang namanya tawasul atau syafaat harus terpenuhi beberapa hal
          pertama:
          orang yang diminta syafaat adalah orang yang masih hidup dan ada di hadapan kita, bukannya meminta kepada orang yang telah mati atau goib (tidak ada dihadapan kita)”
          —————————————————————————–

          Menghadap ke makam orang saleh, seperti berhadapan dengannya, karena ruh orang yang wafat tentu berhubungan dengan makamnya. Bersholawat dan salam kepada nabi juga tidak perlu dihadapan nabi, namun Allah menyampaikan kepada nabi, lalu nabi membalasnya, begitu juga bertawasul dengan orang saleh, tidak mesti berhadapan, bila Allah menyampaikannya atau memberinya kemampuan untuk mendengar permohonan kita, lalu apa masalahnya? dan kemudian Allah memberikan izin kepada orang saleh itu menjadi wasilah, kenapa tidak…? Allah Maha Kuasa.

  77. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al Baqarah [2]:1860 )

  78. maaf saya baru Ol, csr tolong bawakan dalil larangan

    1. Meminta kepada yang sudah meninggal tersebut supaya doanya cepat dikabulkan
    2. Minta kekayaan dll

  79. Walau berjuta-juta kekurangan dan kehinaan kita karena kita adalah mahluk yang dhaif ,saya kira ayat dibawah ini sudah sangat-sangat jelas bahwa oleh Allah kita disuruh berdo’a langsung kepadaNya
    Allah SWT berfirman:

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al Baqarah [2]:1860

    Walaupun kita mahluk dhaif tetapi kita Harus PEDE dan YAKIN SEYAKIN-YAKINNYA akan janji Allah SWT ZAT YANG MAHA HIDUP yang ditujukan kepada hamba-hambaNya yang berdoa langsung kepadaNya,bukan berdo’a melalui ORANG YANG SUDAH MATI.

    Saya percaya keilmuan para orang-orang shaleh yang dimuliakan oleh Allah SWT dan begitu besar jasanya dan patut menjadi contoh bagi kita semua, tetapi beliau2 sudah wafat KAWANNN…..

    Dan saya tidak mengerti akan cara berfikir,akal dan logika anda, kok orang yang sudah mati diminta bantuan untuk membantu permohonan kita kpd Allah.kebalik tuch pak….biarpun orang shaleh, mereka yang sudah wafat mengharapkan kepada kita untuk mendo’akan mereka supaya diterima amal ibadahnya diampuni segala kesalahannya.YA AMPIUNNNN PLEESE DEHH……….GUNAKAN AKAL SEHATMU…

    Adapun tawasul yang diperbolehkan adalah seperti tawasul dengan amal sholeh yang telah dilakukan atau dengan nama-nama Allah yang husna, seperti allahumma, atau yaa robbi… nah, dalam tawasul ini diperbolehkan, bahkan dianjurkan… karena jika melihat hadist2 nabi yang berkaitan dengan masalah doa atau berdzikir, pasti di awal-awalnya disebutkan asma Allah ta’ala

    Dan adapun tawasul yang tidak diperbolehkan adalah tawasulnya orang indonesia yaitu bertawasul kepada kuburan atau kepada orang yang telah wafat.

    tawasul diyakini oleh kebanyakan orang kita ini sama halnya dengan syafaat, yakni kita memohon kepada Allah dengan melalui perantara…

    untuk perlu kita ketahui, yang namanya tawasul atau syafaat harus terpenuhi beberapa hal
    pertama:
    orang yang diminta syafaat adalah orang yang masih hidup dan ada di hadapan kita, bukannya meminta kepada orang yang telah mati atau goib (tidak ada dihadapan kita)

    Mohon maaf atas kekurangan saya saudaraku, jgn marah ya
    semoga dapat dipahami, semoga Allah SWT memberi cahaya ilmu kpd kita semua

    wallahu a’lam

    1. “Dan saya tidak mengerti akan cara berfikir,akal dan logika anda, kok orang yang sudah mati diminta bantuan untuk membantu permohonan kita kpd Allah.kebalik tuch pak….biarpun orang shaleh, mereka yang sudah wafat mengharapkan kepada kita untuk mendo’akan mereka supaya diterima amal ibadahnya diampuni segala kesalahannya.YA AMPIUNNNN PLEESE DEHH……….GUNAKAN AKAL SEHATMU…”
      ————————————————————————

      Orang yang telah wafat memang membutuhkan doa kita. Jangankan orang biasa, nabi aja mesti kita sampaikan salam dan sholawat kita kepada beliau… padahal tentu saja beliau sudah selamat dan bahagia di alam barzakh. Itulah cara kita menjaga silaturahmi dan cinta kita kepada sesama muslim apalagi pada nabinya. Karena salah satu ciri cinta itu adalah saling mendoakan. Oleh karena itu doa dan mendoakan pun tidak dibatasi oleh hidup alam, dunia maupun barzakh. Bila kita ke kubur kita pun mengucapkan salam…. apakah hanya basa basi? tentu tidak, mereka ahlu kubur juga akan menjawab salam kita dan salam adalah doa. Jadi kita saling mendoakan bukan?

      Kalau anda tidak mengerti logika ini…. coba tanyakan kepada nabi, kenapa beliau berkonsultasi dan minta bantuan nabi Musa (orang yang telah wafat) tentang sholat pada saat isra miraj. kalau anda ingin mengerti logika, coba tanya kepada Nabi Yusuf, kenapa menggunakan wasilah benda mati (gamisnya) untuk menyembuhkan mata orang tuanya nabi Yakub.

      Kalau Allah yang maha kuasa memberikan izinNya kepada ruh orang saleh yang telah wafat agar menjadi wasilah, kenapa ente kalutkan?

      Kalau Allah izinkan nabi dan orang saleh bisa mendoakan kita, kenapa kita permasalahkan?

      Tawasul adalah salah satu cara berdoa, bukan kewajiban atau keharusan dalam berdoa. Bahkan telah sampai kepada kita hadist-hadist tentang tawasul. Jadi kenapa ente masih kepikiran?

      “untuk perlu kita ketahui, yang namanya tawasul atau syafaat harus terpenuhi beberapa hal
      pertama:
      orang yang diminta syafaat adalah orang yang masih hidup dan ada di hadapan kita, bukannya meminta kepada orang yang telah mati atau goib (tidak ada dihadapan kita)”
      —————————————————————————–

      Menghadap ke makam orang saleh, seperti berhadapan dengannya, karena ruh orang yang wafat tentu berhubungan dengan makamnya. Bersholawat dan salam kepada nabi juga tidak perlu dihadapan nabi, namun Allah menyampaikan kepada nabi, lalu nabi membalasnya, begitu juga bertawasul dengan orang saleh, tidak mesti berhadapan, bila Allah menyampaikannya atau memberinya kemampuan untuk mendengar permohonan kita, lalu apa masalahnya? dan kemudian Allah memberikan izin kepada orang saleh itu menjadi wasilah, kenapa tidak…? Allah Maha Kuasa.

  80. C S R , Dan adapun tawasul yang tidak diperbolehkan adalah tawasulnya orang indonesia yaitu bertawasul kepada kuburan atau kepada orang yang telah wafat.

    dalilnya mana mas……? peng -Halalan dan peng-Haraman Hanya milik Allah masa ente melarang sesuatu tanpa Dalil….?

  81. Sebelum menjawab permasalahan ini, marilah kita bahas dua point penting sebagai berikut.

    1. Bahwa sumber agama Islam ini adalah Al-Qur’an/Al-Kitab dan Al-Hadits/As-Sunnah yang shahih. Tidaklah setiap orang yang membawakan sebuah hadits, lantas diterima! Tetapi perlu diteliti tentang kebenaran hadits tesebut, shahih atau tidak. Dan siapa saja yang berbicara mengenai agama Islam tanpa meruju’ kepada Al-Kitab dan As-Sunnah, berarti telah berbicara atas nama agama Allah tanpa ilmu, yang hal itu merupakan dosa besar, bahkan lebih berbahaya daripada syirik! Allah berfirman:

    ???? ???????? ??????? ??????? ???????????? ??? ?????? ??????? ????? ?????? ??????????? ??????????? ???????? ???????? ????? ?????????? ??????? ??? ???? ????????? ???? ?????????? ?????? ????????? ????? ????? ?????? ???????????

    “Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui”. [Al-A’raaf 7:33]

    2. Barangsiapa menginginkan berada di atas keselamatan dan jalan yang lurus, maka dia harus berpegang teguh terhadap Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih dengan pemahaman Salafush Shalih. Dalil-dalil tentang hal ini banyak sekali, baik dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah.

    Adapun tentang pertanyaan anda, yang berkaitan dengan masalah tawassul dan wasilah, maka sebelum menjawabnya, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang makna kata-kata tersebut.

    ARTI WASILAH SECARA BAHASA
    Wasilah secara bahasa memiliki beberapa arti, yaitu: qurbah (perbuatan untuk mendekatkan diri); perantara; apa yang dapat menghantarkan dan mendekatkan kepada sesuatu; berharap; permintaan; kedudukan dekat raja; dan derajat. Lihat makna-makna ini di dalam kamus-kamus bahasa Arab, seperti: An-Nihayah, Al-Qamus, Mu’jamul Maqayis, dan lainnya.

    ARTI WASILAH DI DALAM AL-QUR’AN
    Perkataan wasilah disebutkan dua kali di dalam Al-Qur’an.

    Pertama: di dalam firman Allah:

    ??????????? ????????? ????????? ???????? ????? ??????????? ???????? ???????????? ??????????? ??? ????????? ??????????? ???????????

    “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah (wasilah) jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”.[Al Maaidah 5:35]

    Imamnya para mufassirin, Al-Hafizh Ibnu Jarir Ath-Thabari berkata tentang makna “dan carilah (wasilah) jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya”: Dan carilah qurbah (apa yang mendekatkan diri) kepadaNya dengan mengamalkan apa yang menjadikanNya ridha”. Ar-Raghib Al-Ash-fahani berkata di dalam Mufradatnya tentang makna firman Allah “dan carilah (wasilah) jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya”: Dan hakekat wasilah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah: menjaga jalanNya dengan beramal dan beribadah”.

    Imam Ibnu Katsir menukilkan dari Ibnu Abbas tentang makna wasilah pada ayat itu adalah: qurbah (apa yang mendekatkan diri kepada Allah). Demikian juga Ibnu Katsir menukilkan pendapat Mujahid, Abu Wail, Al-Hasan, Abdullah bin Katsir, As-Suddi, Ibnu Zaid, dan lainnya. Ibnu Katsir juga menukilkan perkataan Qatadah tentang ayat tersebut, yaitu: “Hendaklah kamu mendekatkan diri kepada Allah dengan metaatiNya dan beramal dengan apa-apa yang menjadi keridhaanNya.”

    Kemudian Ibnu Katsir berkata: “Dan yang dikatakan oleh para imam ini tidak ada perselisihan padanya di antara mufassirin…wasilah adalah sesuatu yang digunakan untuk menghantarkan mencapai tujuan”

    Ayat kedua pada firman Allah.

    ?????????? ????????? ????????? ??????????? ????? ????????? ???????????? ????????? ???????? ??????????? ?????????? ???????????? ????????? ????? ??????? ??????? ????? ??????????

    “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari wasilah (jalan) kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti” [Al Israa’ 17:57]

    Seorang sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud, telah menyatakan sebab turunnya ayat ini yang menjelaskan maknanya, dia berkata: “Ayat ini turun mengenai sekelompok orang Arab yang beribadah/menyembah sekelompok jin, kemudian jin-jin itu masuk Islam, sedangkan manusia yang menyembah mereka tidak mengetahui”. [HSR. Muslim, Syarh Muslim 8/245; Bukhari semacamnya, Fathul Bari 8/320-321]

    Ibnu Hajar berkata: “Yakni manusia yang menyembah jin terus menyembah jin, sedangkan jin tidak meridhainya, bahkan mereka masuk Islam. Jin itulah yang mencari wasilah (sarana/jalan) kepada Rabb mereka. Inilah yang dipegangi dalam penafsiran ayat ini.” [Fathul Bari 10/12-13]

    Syeikh Al-Albani berkata: “Inilah jelas, bahwa yang dimaksudkan wasilah adalah apa yang dapat medekatkan diri kepada Allah, oleh karena itulah Allah berfirman: “mereka mencari”, yaitu mereka mencari apa yang dapat medekatkan diri kepada Allah Ta’ala, yaitu amalan-amalan yang shalih.”
    Dan amalan itu menjadi shalih dan diterima di sisi Allah, jika memenuhi dua syarat –sebagaimana telah maklum-, yaitu: pelakunya meniatkan untuk mencari wajah Allah semata, dan kedua: sesuai dengan apa yang Allah syari’atkan di dalam kitabNya atau dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Sunnahnya. Jika kehilangan salah satu dari keduanya, maka amalan itu tidak menjadi amalan shalih dan diterima oleh Allah.

    ARTI TAWASSUL
    Sedangkan tawassul adalah melakukan wasilah, yaitu melakukan apa yang dapat medekatkan diri kepada sesuatu. Tetapi istilah tawassul sering dimaksudkan dengan arti: berdoa kepada Allah dengan perantara.

    TAWASSUL MASYRU’.
    Tawassul ada yang diajarkan oleh agama, yang disebut dengan istilah tawassul masyru’ (tawassul yang disyari’atkan), sehingga dapat diamalkan. Ada juga yang tidak diajarkan oleh agama, sehingga tidak boleh diamalkan, karena tawassul termasuk ibadah, sedangkan ibadah haruslah berdasarkan tuntunan. Tawassul yang tidak ada tuntunannya ini disebut tawassul mamnu’ (tawassul yang terlarang).

    Adapun jenis-jenis tawassul masyru’ -secara ringkas- adalah:
    1. Tawassul/berdoa kepada Allah dengan menggunakan perantara nama Allah atau sifatNya.

    ?????? ???????????? ?????????? ?????????? ?????

    “Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu” [Al A’raaf 7:180]

    2. Tawassul/berdoa kepada Allah dengan menggunakan perantara amalan shalih yang dilakukan oleh orang yang berdoa.

    ????????????????? ????????? ?????????? ???????? ??????????? ???? ????????? ??????????? ??????????? ???????? ????????? ????? ?????????? ??????????????? ????????????? ???????????? ???? ????????????

    “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu):”Berimanlah kamu kepada Rabbmu”; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakt”. [Al Imraan 3:193]

    3. Tawassul/berdoa kepada Allah dengan menggunakan perantara doa orang shalih yang masih hidup.

    ???? ?????? ????? ??????? ?????? ????? ??????? ?????????? ???????? ?????? ??????????? ??????? ?????? ??????? ??? ??????? ????? ????? ????? ???? ??????????? ????????????? ?????????? ??????????? ?????? ??? ????? ????????? ?????? ????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ????? ??????????? ????????????? ??????? ?????? ????????? ???? ???????? ??????? ????? ????? ???? ?????????? ?????? ?????? ????????? ??????? ?????????? ???????????? ????? ????????? ???????? ?????????? ??????????? ?????? ???????????? ????? ???????? ?????? ????????????

    “Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhotbah pada hari jum’at, lalu seorang lelaki berdiri dan berkata: “Wahai Rasulallah, berdoalah kepada Allah agar Dia memberikan hujan kepada kami”. Maka langitpun mendung, dan kami mendapatkan hujan, sehingga hampir-hampir lelaki tadi tidak sampai ke rumahnya. Terus-menerus hujan turun sampai jum’at berikutnya. Maka lelaki itu, atau lainnya, berdiri lalu berkata: “Berdoalah kepada Allah agar Dia memalingkankan hujan dari kami, karena kami telah kebanjiran”. Maka Rasulallah n berdoa: “Wahai Allah jadikanlah hujan sekitar kami, jangan kepada kami. Maka mulailah awan menyingkir di sekitar kota Madinah, dan tidak menghujani penduduk Madinah” [HSR. Bukhari]

    Dan kami tidak melihat dalil shahih yang dapat dipegangi bagi orang-orang yang membolehkannya. Dan kami menuntut mereka untuk membawakan nash shahih dan nyata dari Al-Kitab dan As-Sunnah tentang bertawassul dengan makhluk, tetapi sangat jauh mereka mendapati sesuatu yang menguatkan pendapat mereka, atau menyokong dakwaan mereka, kecuali kesamaran-kesamaran dan kemungkinan-kemungkinan, yang kami akan membantahnya setelah ini.” [Tawassul Anwa’uhu Wa Ahkamuhu, Al-Albani, hal: 46-47]

    semoga bermanfaat
    wallahu a’lam

    1. dari antum :

      Ayat kedua pada firman Allah.

      ?????????? ????????? ????????? ??????????? ????? ????????? ???????????? ????????? ???????? ??????????? ?????????? ???????????? ????????? ????? ??????? ??????? ????? ??????????

      “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari wasilah (jalan) kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti” [Al Israa’ 17:57]

      Seorang sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud, telah menyatakan sebab turunnya ayat ini yang menjelaskan maknanya, dia berkata: “Ayat ini turun mengenai sekelompok orang Arab yang beribadah/menyembah sekelompok jin, kemudian jin-jin itu masuk Islam, sedangkan manusia yang menyembah mereka tidak mengetahui”. [HSR. Muslim, Syarh Muslim 8/245; Bukhari semacamnya, Fathul Bari 8/320-321]

      Ibnu Hajar berkata: “Yakni manusia yang menyembah jin terus menyembah jin, sedangkan jin tidak meridhainya, bahkan mereka masuk Islam. Jin itulah yang mencari wasilah (sarana/jalan) kepada Rabb mereka. Inilah yang dipegangi dalam penafsiran ayat ini.” [Fathul Bari 10/12-13]
      ————————————————————————————————————–

      Lihatlah ayat itu baik-baik dan keternagan dari Abdullah bin mas ud dan Ibnu hajar. Sudah jelaskan mereka menyeru dalam rangka penyembahan. Bahkan dari zhahir ayat ini sudah jelas bukan tidak cocok di pasang buat orang yang bertawasul dengan orang saleh yang telah wafat. Lihat dan perhatikan baik-baik : “mereka sendiri mencari wasilah (jalan) kepada Rabb mereka”. Itu artinya yang disembah itu masih hidup, tidak mungkin mencari wasilah lagi bila telah wafat, karena orang saleh yang telah wafat sudah mempunyai kedudukan yang mulia di sisi TuhanNya.

      Justru para jin yang disembah itu sendiri mencari wasilah…. nah loh….. berarti mencari wasilah memang disyariatkan dan yang sangat-sangat terlarang adalah penyembahan.

      Perlu anda ketahui Albani itu bukan ahli fikih, juga bukan teolog islam, dirinya sebagai muhadist juga sangat-sangat diragukan. Kenapa tidak mengambil pendapat dari ulama-ulama aswaja, yang jelas keilmuannya?

      semoga bermanfaat
      wallahu a’lam

  82. Selamat menunaikan ibadah Shoum Ramadhan 1432 H. Maaf atas segala kesalahan dan perkataan yang tdk berkenan karena saya manusia yang dhaif…dan terus bertolabul ilmu..semoga Allah SWT menerima doa dan pahala kita semua…amin

  83. C S R , panjang lebar namun tidak menyentuh substansi : tawasul yang tidak diperbolehkan adalah tawasulnya orang indonesia yaitu bertawasul kepada kuburan atau kepada orang yang telah wafat.

    dalilnya mana mas……? peng -Halalan dan peng-Haraman Hanya milik Allah masa ente melarang sesuatu tanpa Dalil….? tolong jangan muter2 terus saya hanya minta dalil Larangannya , sebab Tawassul itu Masyru` lalu kemudian dibatasi oleh golongan anda , pembatasan itu tanpa Dalil, pengharaman itu tanpa dalil , katanya mengikuti Qur`an dan Sunnah kok melarang sesuatu yang dibolehkan oleh Qur`an dan Sunnah…..?

  84. mas Ahmad Syahid dan saudaraku lainnya….anda menanyakan larangan bertawasul kepada orang sholeh yang sudah mati..? datang saja ke kuburan yaa tanya saja kepada orang sholeh yang wafat tersebut…ada tidak larangannya 🙂 sorry becanda….

    Sekarang gantian saya tanya kepada saudara :
    1. Ada tidak dalil yang melarang Takbir shalat idul fitri atau idul adha sampai 20 kali? kan bagus lebih banyak takbirnya
    2. Ada tidak dalil yang melarang mengumandangkan azan untuk shalat idul fitri atau idul adha?kan lebih afdol ,lebih agung
    3. Ada tidak dalil yang melarang shalat sunnah qobliyah subuh 6 rokaat? kan lebih banyak pahalanya
    4. Ada tidak dalil yang melarang bacaan shalat pakai bahasa indonesia?kan lebih dimengerti artinya apa2 yang dibaca dlm shalat

    Boleh bantu saya mas Ahmad Syahid atau saudara2 saya yang lain. dimana ya bisa menemukan larangan2 ttg hal pertanyaan diatas? karena saya tidak menemukan larangannya walaupun baca di buku,kumpulan hadis,kitab atau dengar ceramah2 dari dai,ustad,kyai NU/Muhammadiyah,Persis atau lainnya

    Kalau tidak ada larangannya boleh dong :
    1.saya Takbir shalat idul fitri atau idul adha sampai 20 kali? kan bagus lebih banyak takbirnya
    2 saya mengumandangkan azan untuk shalat idul fitri atau idul adha?kan lebih afdol ,lebih agung
    3. saya shalat sunnah qobliyah subuh 6 rokaat? kan lebih banyak pahalanya
    4. saya shalat pakai bahasa indonesia?kan lebih dimengerti artinya apa2 yang dibaca dlm shalat

    kan tidak ada larangannya.
    maaf….sekali lagi bahwa segala yang berhubungan dengan masalah ritual ibadah harus sesuai dengan Perintah Allah dan Rosulnya (Al Qur’an dan Hadist yang shahih) misalnya dalam bab shalat harus sesuai dengan tata cara shalat Rasulullah SAW tidak semaunya sendiri sebagaimana dalam hadistnya sebagai berikut:

    ???????? ????? ???????????????? ?????????

    “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (H.S.R. Bukhari)

    begitu juga dalam hal berdo’a/bertawasul semuanya telah diatur sempurna oleh Rasulullah SAW (hadistnya yang shahih) dan petunjuk dari Allah SWT (al Qur’an) kita sebagai umatnya berkewajiban untuk menjalankan saja bukan mengurangi,menambah bahkan membuat-buat ritual ibadah

    saya sadar betul dari dulu sampai kapanpun masalah ini masih/terus menjadi perbedaan diantara umat muslim, silahkan kalau anda semua mencap/mengatakan saya sesat/ngeyel/ngawur bin jahil atau bin2 lainnya lantaran tulisan saya, karena niat saya bertalabul ilmu bukan bermaksud yang lainnya.

    maaf kalau ada kata2 yang tidak berkenan
    semoga Allah SWT selalu membimbing kita…

    1. C S R , nah lebih baik anda menyerah seperti itu , sampai kiamat pun anda tidak akan menemukan dalil larangan Tawassul sebab Tawassul itu Hal yang disyari`atkan.

      adapun pertanyaan anda soal dalil Larangan :

      1. Ada tidak dalil yang melarang Takbir shalat idul fitri atau idul adha sampai 20 kali? kan bagus lebih banyak takbirnya
      2. Ada tidak dalil yang melarang mengumandangkan azan untuk shalat idul fitri atau idul adha?kan lebih afdol ,lebih agung
      3. Ada tidak dalil yang melarang shalat sunnah qobliyah subuh 6 rokaat? kan lebih banyak pahalanya
      4. Ada tidak dalil yang melarang bacaan shalat pakai bahasa indonesia?kan lebih dimengerti artinya apa2 yang dibaca dlm shalat

      Dalil Larangannya sangat jelas ketika Rosul katakan : ” Solatlah kalian seperti kalian melihat aku sholat ” , berarti Sholat itu terikat dengan Waktu dan tata cara persis seperti yang Rosul Contohkan,

      Ketika ” Rosul katakan Solatlah kalian seperti Kalian melihatku Solat , secara Otomatis Mafhum Mukholafahnya ” jangan lah kalian Solat jika Tidak seperti kalian melihatku Solat.”

      Nah sekarang pertanyaan anda sudah terjawab semuanya , C S R , anda tidak bisa mendatangkan dalil Larangan Tawassul , Anda juga tidak bisa meng Qiyaskan Tawassul dengan Sholat , lalu apa sebenarnya yang anda Ikuti….? Hawa Nafsu ….? atau Fanatik Buta….?

  85. semua permasalahan dunia telebih lagi masalah addienulislam harus berpijak pada Al Quran dan As Sunnah dan semua ulama baik dari sahabat, tabiin, tabiut tabiin sampai generasi sekarang bependapat seperti itu. namun demikian tidak semua orang mampu untuk memahami al Quran dan as Sunnah secara sempurna, sehingga bagi yang belum mampu dapat taqlid dengan ulama secara cerdas.
    sejaman nabi, sahabat beberapa kali mebuat suatu hal baru dari yang dicontohkan nabi. dan nabi pun memberi legalitas kebolehannya. dari situ ulama2 salaf dapat mengambil hikma dan hakekat ucapan dan keputusan nabi untuk dijadikan landasan2 dalam kaidah amaliah dan sosial. namun kadangkala ada sanggahan seperti ini “itukan jaman nabi masih sugeng, nah kalo kita apa tidak cukup dengan yang dianjurkan nabi sesuai hadist soheh”, ingatlah tidak semua yang tidak dilakukan nabi itu haram atau tidak boleh.

    mongggo dilanjut

    mohon maaf lahir batin dari segala ucapan selama dikusi disini baik sengaja maupun tidak sengaja. selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1432 H, Allah meridhoi semua amalan kita yang dilkukan dengan ikhlas mohon ridhonya. amiiien

  86. @CSR

    Klu nt mau cari dimana logikanya orang mati kok dimintai pertolongan. Ndak usah pusing mikirin logikanya lha wong ni bukan urusan logika empiris kok.

    Ila hadhrotin nabiyil mustofa sayyidina Muhammad saw…….Al Fatihah 41 x trus baca shalawat 1000 x. Rasakan dihatimu he he he he

  87. monggo dilanjut pembahasan tentang tawasulnya.
    Mudah-mudahan orang awam semakin jelas mana yang salah dan mementingkan hawa nafsunya serta mana yang benar sesuai dengan dalil yang haq dan tuntunan Rasullullah.

    1. Betul sekali mas, apalagi di bulan puasa, tidak boleh menurutkan hawa nafsu untuk memusyrikkan dan membidahkan amalan kaum muslimin yang yang mempunyai hujah dan dalil yang jelas, baik dalil umum maupun dalil khusus.
      Dan yang penting kita berpedoman pada pendapat ulama terutama pendapat ulama salaf. Dan Alhamdulillah, ulama salaf semuanya tidak ada satupun yang membidahkan dan memusyrikkan amalan tawasul, padahal amalan ini sudah ada sejak jaman salaf.

  88. Ahmad Syahid@

    Terimakasih Mas Mas Ahmad Syahid atas dukungannya baik lahir maupun batin, baik dukungan yg kelihatan maupun yg tidak kelihatan semoga Allah Swt memberi balasan kebaikan yg banyak dan berkah, amin….

  89. assalamualaikum,

    ijin bergabung kembali pada @ummati, salam buat mas @syahid, mas@dianth, mas@ucep zenal, @mbah redhy al lemahireng dan semua bloger aswaja

    lanjutkan

  90. Buat Mas Ucep Zaenal, selamat sudah tiba di Indonesia. Bagi cerita di sini dong, pastinya sangat menarik.

    Untuk Mas Super Nova, dan all Aswaja. Kami belum bisa aktif secara normal, website ini pun masih banyak problem tidak berjalan sebagaimana biasanya. Masih banyak error pada link-linknya. Mudah-mudahan bisa lebih cepat teratasi dari target 3 minggu yg kami rencanakan. Aamin….

    Kami sekarang sedang mendesign template webnya agar khas Ummati, atau supaya lebih Ummati banget gitu lho.

    Tetap pantau terus perkembangan Ummati agar tidak ketinggalan infonya.

    Oh ya, Buat Mas Dianth. Kemarin antum kirim koment dan sudah muncul tetapi hilang, sebab kemarin seharian terjadi gagal akses terus di restore oleh pengelola Hosting. Hilang deh koment antum. Kalau masih ada copyan nya silahkan kirim kembali.

    Untuk saat ini kami tidak bisa masuk ke Dasbor/admin area, terjadi pesan errror seperti ini: Fatal error: “Allowed memory size of 33554432 bytes exhausted (tried to allocate 491520 bytes) in /home/ummatipr/public_html/wp-admin/menu.php on line 254”

    Nah, inilah sekedar curhat atau laporan sepintas kepada antum semua. Semoga tidak bosan menanti “normal”-nya kembali website kita ini. Syukron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker