Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Inspirasional

Kiyai NU Harus Menggandeng Anak Muda Untuk Berdakwah di Internet

Postingan di media sosial dapat memberikan pengaruh terhadap sebuah kebijakan publik.

KH Maman Imanulhaq menghimbau para Kiyai NU agar Menggandeng anak muda untuk berdakwah di dunia maya (internet) ….

 
Di era digital seperti sekarang, kiyai NU semestinya tidak hanya berdakwah di dunia nyata tapi harus mulai berdakwah di internet (dunia maya). Karena daya jangkau yang lebih luas, praktis dan privasi yang kuat membuat dakwah internet ini menjadi sangat penting di era global ini.

Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh KH Maman Imanulhaq saat mengisi materi dalam kegiatan Pendidikan Kader NU di Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Ahad (28/2).

“Memperkuat  dakwah di hadapan jamaah majelis taklim, pesantren, dan publik secara langsung harus tetap dijalankan,” kata Kang Maman Imanulhaq yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU ini.

BACA JUGA:  Melawan Propaganda Radikal Lewat Website dan Media Sosial

Keadaan zaman ini juga mengharapkan para kiai untuk menyapa dan menyentuh pengguna media sosial yang didominasi oleh anak-anak muda, kaum kosmopolitan, dan kelompok sekuler yang haus akan nilai spiritualitas yang rasional, toleran, dan damai.

“Kita harus mengakui bahwa kiyai-kiyai NU masih belum banyak mengisi ruang dakwah cyber,” tambahnya.

Untuk itu, kita mengharapkan para kiyai untuk memanfaatkan jaringan internet, terutama media sosial agar ajaran-ajaran Islam yang moderat, toleran, damai dan rahmatan lil alamin dapat menyentuh jamaah yang ada di internet (dunia maya).

BACA JUGA:  ISLAM DAN PANCASILA TAK PERNAH BERTENTANGAN

“Adanya propaganda intoleransi, radikalisasi, terorisme, pornografi dan amoral di dunia maya itu karena kurang berperannya kelompok moderat di sana,” kata Pengasuh Pesantren Al-Mizan ini.

Menurut Kang Maman, sebuah postingan di media sosial dapat memberikan pengaruh terhadap sebuah kebijakan publik atau bisa juga dijadikan sebagai rujukan media massa.

“Saya pernah ngetwit kemudian banyak yang baca karena followers saya banyak, kemudian twit tersebut dijadikan sebagai rujukan kebijakan,” tambahnya.

Para kiyai juga diharapkan menggandeng anak muda untuk mendokumentasikan pengajian kitab kuning di pesantren, ceramah di majelis dan tablig akbar para kiyai NU yang berisi ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, prinsip  ke-NU-an, dan nilai kebangsaan.

BACA JUGA:  Gadis Vietnam Potong Tangan dan Kaki Demi Rp2,3 Miliar

Tiga hal yang menjadi ciri khas kiyai NU ini kemudian diunggah di medsos dan Youtube agar bisa diakses publik yang lebih luas di seluruh dunia.

====

Bila setiap pengajian kitab kuning diberbagai pesantren dapat di upload di dunia maya seperti facebook, instagram dan youtube, maka dunia maya akan kaya dengan khazanah keilmuan Islam yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah.

Semoga para santri yang memiliki kapasitas ilmu komputer dan informasi teknologi dapat membantu pesantrennya untuk mendokumentasikan setiap kegiatan pengajian yang ada di setiap pesantren masing-masing. Baik berupa video ataupun artikel dan berita.  (al/mfa)

Source: www.nu.or.id

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker