Advertisement

AffiliatBlog Solusi Berbagai Kebutuhan Affiliate Marketing Anda

Berita Fakta

KISAH NYATA: Ustadz Firanda Jadi Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri

Hati-hati menimba ilmu dari Ulama Najd

SAMBUNGAN KISAH NYATA: Ustadz Firanda Menjadi Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri

( BAGIAN TERAKHIR: Efek  Menuntut Ilmu kepada Ulama Najd )

Dalam postingan ini yang merupakan sambungan dari postingan terdahulu di sini, semakin memperjelas siapa sebenarnya ustadz Firanda. Sungguh payah pemahamannya tentang ajaran Islam, payah dalam arti yang sebenarnya. Pesan kami, hati-hatilah mengikuti pemahamannya, jangan sampai anda pun ikut-ikutan terjerat dalam pemahaman yang batil yang disebarkannya di muka bumi ini.

Tulisan yang diblock quote adalah dari Ustadz Firanda, sedangkan yang tanpa block quote adalah komentar atau jawaban H. Ahmad Syahid. Selamat mennyimak semoga bermanfaat bagi kita semua untuk memperoleh pemahaman yang benar tentang dienul Islam yang sesuai Al Qur’an dan Hadits menurut penjelasan yang diajarkan para Ulama  Ahlussunnah Wal Jamaah.

Sambungan dari Postingan: “Ustadz Firanda Bisa Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri”

Ustadz Firanda melanjutkan :

Lantas bagaimana ustadz abu Salafy menyatakan bahwasanya jika seseorang berdoa kepada selain Allah, kepada Nabi atau kepada wali maka itu bukanlah kesyirikan selama tidak disertai keyakinan bahwasanya wali atau nabi tersebut ikut mencipta dan mengatur alam semesta serta memberi rizki??!!

Perkataan seseorang “Wahai Rasulullah, sembuhkanlah aku!!!” ini bukanlah kesyirikan??, perkataan seseorang, “Wahai Abdul Qodir Jailani, tolonglah aku…!!”, ini juga bukan kesyirikan??!!, iya bukan kesyirikan, selama tidak meyakini Nabi dan Abdul Qodir Jailani ikut mencipta dan mengatur alam semesta..!!!!, demikianlah keyakinan Abu Salafy.

Dan saya harap para pembaca memperhatikan ayat-ayat dan hadits di atas yang bersifat umum tentang doa. Allah dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam tidak pernah mengecualikan bahwasanya jika berdoa kepada makhluk dengan keyakinan bahwasanya makhluk tersebut (baik malaikat atau nabi atau wali) tidak ikut mencipta, mengatur, dan memberi rizki secara independent maka bukan kesyirikan.

Lebih aneh lagi Abu Salafy tidak menganggap istighotsah sebagai ibadah. Abu Salafy berkata ((Sebab inti masalahnya sebenarnya terletak pada pemahaman menyimpang Ibnu Taimyah dan para mukallidnya seperti Ibnu Abdil Wahhâb dan kaum Wahhâbi mukallidnya dalam mendefinisikan makna ibadah…di mana mereka memasukkan meminta syafa’at, beristighatsah, bertawassul dll. misalnya sebagai bentuk kemusyrikan… sementara para mufassir klasik yang selama ini dirujuk kaum Wahhâbiyyûn dan Salafiyyûn sama sekali tidak memasukkannya dalam daftar kemusyrikan!)) (lihat http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/08/benarkan-kaum-musyik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-bantahan-untuk-ustad-firanda-i/).

Jawaban Ahmad Syahid:

Di point ini saya tidak berkomentar banyak, saya serahkan kepada pembaca Budiman untuk menilai siapakah yang benar dan siapakah yang salah. Siapakah yang lebih berhak menjadi Ustadz…? Apakah Abu salafy yang kokoh argumentasinya atau Firanda yang telah menjerat dirinya sendiri dengan argumentasinya dalam kubangan kemusyrikan?


Ustadz firanda melanjutkan :

Sungguh kedustaan yang dinyatakan oleh Abu Salafy, justru para ahli tafsir telah menjelaskan hal tersebut merupakan kesyirikan. Kita malah balik bertanya ulama ahli tafsir mana yang menyatakan bahwa beristigotsah dan berdoa kepada selain Allah –selama tidak syirik dalam rububiyah- bukanlah kesyirikan??!!

Karenanya jika kita bertanya kepada orang-orang yang beristigotsah kepada para wali dengan berdoa kepada wali tatkala dalam keadaan genting, “Apakah jika kalian beristigotsah dan berdoa kepada Allah tatkala dalam keadaan genting maka bukankah hal itu merupakan ibadah?”, tentunya mereka akan menjawab : iya. Tidak ada seorang muslimpun yang mengingkari hal ini bahwa seseorang yang dalam keadaan terdesak lantas berdoa kepada Allah maka berarti ia beribadah kepada Allah !!! Ini semakin menegaskan bahwasanya berdoa dan beristigotsah merupakan ibadah. Lantas bagaimana Abu Salafy tidak menganggap istighotsah sebagai ibadah??!!

Jawab:

Justru kita yang bertanya kepada ustadz Firanda, Ulama Tafsir manakah yang menyatakan bahwa beristighostah dan berdoa kepada selain Allah Adalah kesyirikan? Saya mohon ustadz Firanda menyampaikannya di sini satu saja ( jika Istighotsah dan tawassul menurut ahli tafsir adalah syirik ) jika memang ada. Jika tidak ada, sungguh ustadz Firanda telah berdusta atas nama Ulama Tafsir, untuk mendukung kekeliruannya yang fatal hingga dirinya pun menjadi musyrik ( karena pemahamannya sendiri ).

Ustadz firanda melanjutkan :

Tentang majaz ‘aqliy

Untuk semakin memperkuat igauannya maka ustadz Abu Salafy berdalil dengan majaz aqli, ia berkata ((misalnya ketika ia menyeru, ‘Ya Rasulullah sembuhkan aku’ sebenarnya ia sedang meminta agar Rasulullha saw. sudi menjadi perantara kesembuhan dengan memohonkannya dari Allah SWT. kendati ia meyakini bahwa kesembuhan itu dari Allah, akan tetapi karena ia dengan perantaraan do’a dan syafa’at Rasulullah, maka ia menisbatkannya kepada sebab terdekat. Penyusunan kalimat dengan bentuk seperti itu banyak kita jumpai dalam Al Qur’an, Sunnah dan pembicaraan orang-orang Arab. Mereka menamainya dengan Majâzz ‘Aqli, yaitu “menyandarkan sebuah pekerjaan tertentu kepada selain pelakunya, baik karena ia sebagai penyebab atau selainnya, dikarenakan adanya qirînah/alasan yang membenarkan”.))

Maka sanggahan terhadap perkataannya ini dari beberapa sisi, diantaranya :

Pertama : Pendalilan dengan majaz ‘aqli untuk membenarkan kesyirikan atau mentakwil kesyirikan tidak pernah disebutkan oleh seorang ulama pun dari kalangan mutaqoddimin sepanjang pengetahuan saya. Semua ulama menghukumi syiriknya seseorang dengan dzohir lafal kesyirikan yang terucap. Pentakwilan dengan majaz ‘aqli ini adalah bid’ah yang dicetuskan oleh Ali bin Abdil Kaafi As-Subki (wafat 746 H) dalam kitabnya Syifaa As-Siqoom fi ziyaaroh khoir Al-Anaam (hal 174), kemudian ditaqlid buta oleh Ahmad bin Zaini Dahlaan (wafat 1304 H) dalam kitabnya “Ad-Duror As-Saniyah fi Ar-Rod ‘alaa Al-Wahaabiyah” dan Muhammad Alawi Al-Maaliki dalam kitabnya “Mafaahiim yajibu an tushohhah”. Dan sekarang diwarisi oleh muqollid mereka Abu Salafy.

Jawab :

Tentang majaz ‘aqli , majaz ‘aqli bukanlah dalil bukan pula hujjah , majaz ‘aqli digunakan untuk menjelaskan sebuah perkara atau persoalan kepada orang-orang ngeyel seperti ustadz firanda ini. Dia mengeneralisir jika semua do’a adalah Ibadah. Dia tidak mau menjelaskan kata Do’a dalam al-qur`an mempunyai banyak arti, rupanya dia sengaja sembunyikan jika al-Qur`an membawa 6 atau 7 maksud dan arti dalam satu kata ” Do’a”. Karena kengeyelan dan penyembunyian fakta dalam Al-qur`an inilah, akhirnya dia pun terjerat dalam perangkap yang dia buat sendiri. Secara tidak sadar dia telah menjadikan dirinya Musyrik karena tentunya dia juga TAAT, TUNDUK dan MERENDAH dihadapan Makhluq yaitu kedua orang tuanya.

Di point ini pun kelihatan sekali akhlak buruk Ustadz Firanda dalam menyebut dan menyikapi perbedaan pendapat dari Imam-imam besar. Imam As-Subki seorang Muhaddits, Sayyid Ahmad Zaini dahlan adalah mufti makkah pada zamannya dan Ulama besar di zamannya Sayyid Al-maliki .

Ustadz firanda melanjutkan :

Kedua : Hal ini melazimkan bahwa tidak seorang pun yang kafir dengan lisannya, karena setiap seseorang mengucapkan kesyirikan atau bahkan kekufuran maka harus dibawakan kepada makna yang benar dengan qorinah (indikasi) keislaman pengucapnya.

Yang lebih parah lagi Abu Salafy tidak hanya menerapkan majaz ‘aqli pada perkataan syirik seperti doa “Yaa Rasuulallah sembuhkanlah aku”, bahkan ia juga menerapkan majaz ‘aqliy pada perbuatan syirik, seperti menyembelih kepada wali.

Jika perkaranya demikian maka percuma bab-bab tentang kemurtadan yang ditulis oleh para ulama, tidak ada faedahnya, karena jika ada seseorang yang mengucapkan kekufuran atau kesyirikan maka harus di takwil pada makna yang tidak syirik karena pelakunya ber KTP islam, padahal para ulama telah sepakat bahwasanya seseorang tidak boleh mengucapkan perkataan kufur kecuali jika dipaksa.

Jawab :

1. Bagi Ahlu Sunnah Wal-jama`ah (asy`ariyah/maturidiyah pemeluk madzhab 4 ) sangatlah sulit menghukumi sesorang dengan hukum Kafir. Apalagi jika perkataan kufur keluar dari lisannya seorang Muslim karena Qorinah yang kuat adalah keislamannya. Ada tatacara dan proses yang panjang untuk menghukumi sesorang dengan Hukum Kafir, sebab jika tidak terbukti maka hukum kafir itu akan kembali dan mengenai yang menghukumnya.  Saya harap Ustadz Firanda tidak gampangan dalam menghukumi seseorang dengan kata Kafir .

2. Begitu juga dengan menyembelih, saya harap ustadz Firanda tidak serampangan dengan menghukumi palakunya dengan hukum syirik. Sebab al-Qur`an pun pernah bercerita tentang Nabi Ibrohim yang menyembelih anak sapi untuk para tamunya. Apakah di mata ustadz Firanda, Nabi Ibrohim pun telah Musyrik karena menyembelih untuk tamunya? Jika ya, maka keterlaluan sekali ustadz Firanda ini. Sebab dalam kisah itu Allah pun tidak menghukumi syirik kepada Nabi Ibrohim. Begitu juga Rosulallah SAW tidak mengatakan bahwa perbuatan Nabi Ibrohim adalah perbuatan Syirik.

3. Mungkin bab-bab fiqh tentang kemurtadan yang ditulis oleh para Ulama Islam adalah percuma dan tidak ada Faidahnya bagi ustadz firanda? Karena ustadz Firanda tidak bisa melampiaskan Hasyratnya untuk mengkafirkan dan memusyrikkkan orang lain. Karena memang bab-bab tentang Riddah dan takfir ditulis oleh para ulama bukan untuk mengkafirkan dan memusyrikkan orang lain. Dan sangat berbahaya jika digunakan oleh orang-orang semisal ustadz Firanda yang kacamatanya kotor dan pisau analisanya tumpul dalam memahami Qur`an, Hadist dan perkataan para ulama. Terbukti jika dirinya pun terjerat oleh perangkap kesyirikan yang dibuatnya sendiri.

Ustadz firanda melanjutkan :

Ketiga : Hal ini melazimkan bahwasanya kaum musyrikin yang menyembah berhala orang sholeh atau menyembah malaikat juga tidak bisa dihukumi sebagai kaum musyrikin. Karena mereka mengakui dalam banyak ayat bahwasanya Allahlah satu-satunya pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam semesta. Pengakuan mereka terhadap rububiyah Allah ini merupakan qorinah bahwasanya permintaan mereka kepada berhala orang sholeh hanyalah majaz ‘aqliy.

Jawab :

BACA JUGA:  Errornya UmmatiPress Kemarin Bukan Karena Diserang Hacker

Perkataan ustadz Firanda ini berawal dari pemahamannya yang salah terhadap kata kunci ” penyebab kemusyrikan kafir Quresy ”. Dia menetapkan jika yang menyebabkan kafir Quresy Musyrik adalah karena mereka mengambil perantara dalam berdo’a. Padahal yang benar adalah: karena Kafir Quresy menyembah selain Allah yaitu laata Uzza dan manath serta sesembahan lainnya. Karena mereka menyembah selain Allah inilah, Kafir Quresy menjadi Musyrik. Dan rupanya Ustadz Firanda pun tidak faham apa itu majaz ‘aqly sehingga keliru dalam menerapkannya.

Ustadz firanda melanjutkan :

Keempat : Dalih majaz ‘aqliy ini melazimkan bolehnya para penyembah kubur untuk menyerahkan sebagian ibadah kepada para wali dengan alasan mereka hanya menjadikan para wali penghuni kuburan tersebut sebagai sebab, dan yang mengabulkan hanyalah Allah.

Jawab :

Rupanya ustadz Firanda belum faham jika sumber hukum dalam Islam adalah Qur`an, hadist ijma’ dan Qiyas. Abu salafi, Imam As-subki , Mufti makkah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan Sayyid Al Maliki serta ulama-ulama besar lainnya tidak pernah menjadikan Majaz ‘aqly sebagai dalil. Majaz ‘aqli hanya dipakai untuk menjelaskan kepada orang – orang ngeyel seperti ustadz Firanda ini agar sadar bahwa dirinya telah keliru. Kalau ngeyel terus akhirnya ustadz firanda pun tidak selamat dari perangkap yang dibuatnya sendiri, karena dia telah TAAT , TUNDUK dan MERENDAH-kan diri di hadapan kedua orang tuanya.

Ustadz firanda melanjutkan :

Kelima : Hal ini melazimkan tidak boleh ada pengingkaran sama sekali terhadap kesyirikan yang terjadi ditengah kaum muslimin yang memiliki KTP muslim, karena KTP nya merupakan qorinah bahwasanya perkataan dan perbuatan syiriknya adalah bukan kesyirikan.

Jawab :

Pengingkaran terhadap kemungkaran haruslah tetap ditegakkan di mana pun itu terjadi. Seperti pengingkaran dan menunjukkan kekeliruan sekaligus meluruskan pemahaman keliru Ustadz Firanda agar sadar dan tidak terus menerus dalam kemungkaran. Sebab faham keliru ustadz Firanda ini bila dibiarkan akan menyebabkan kehancuran besar bagi aqidah Ummat Islam, termasuk Ustadz Franda dan orang tuanya. Karena saya yakin orang tua Ustadz Firanda adalah orang sholeh yang TAAT, TUNDUK dan MERENDAH di hadapan kedua orang nenek dan kakek ustadz Firanda.

Ustadz firanda melanjutkan :

Keenam: Bahkan berdasarkan pemahaman Abu Salafy memang tidak ada kesyirikan sama sekali di umat ini, karena tidak ada diantara mereka yang meyakini bahwa ada dzat lain yang ikut mencipta, mengatur alam semesta, dan memberi rizki secara independent.

Jawab :

Selama Ummat Islam tidak ada yang meyakini bahwa ada dzat lain yang ikut mencipta, mengatur alam semesta, dan memberi rizki secara independent, selama itu pulalah tidak ada kemusyrikan. Lalu kenapa sih ustadz Firanda begitu menggebu-gebu agar ada ummat Islam menjadi Musyrik? Ya akhi, gunakanlah ilmumu untuk membawa Ummat menuju Ridlo Allah, janganlah pergunakan ilmumu untuk mengkafirkan dan menginginkan kemusyrikan terjadi dalam ummat Islam.

Ustadz firanda melanjutkan :

Ketujuh : Majaaz ‘aqliy secara umum adalah menyandarkan fi’il (perbuatan) bukan kepada pelakunya yang hakiki akan tetapi kepada salah satu dari dua perkara:

– Penyandaran fi’il kepada waktu atau tempat terjadinya fi’il. Penyandaran perbuatan kepada waktu seperti misalnya perkataan “Musim semi telah menumbuhkan tanaman” (maksudnya : Allah menumbuhkan tanaman di waktu musim semi). Penyandaran perbuatan kepada tempat misalnya perkataan “Jalan kota Jakarta ramai” (maksudnya : “Orang-orang ramai di jalan kota Jakarta”, karena keramaian dilakukan oleh orang-orang para pengguna jalan dan bukan dilakukan oleh jalan)

– Penyadaran fi’il (perbuatan) kepada sebab terjadinya fi’il. Contohnya perkataan “Gubernur membangun gedung yang tinggi” (maksudnya : Gubernur sebab dibangunnya gedung yang tinggi yaitu dengan memerintahkan para pekerja” (lihat Al-Balaagoh Al-Waadhihah karya Ali Al-Jaarim dan Mushthofa Amiin, hal 115-117)

Maksud dari ustadz abu salafy dengan pendalilan majaz ‘aqliy di sini adalah menyandarkan fi’il kepada sebab terjadinya fi’il, bukan kepada waktu atau tempat terjadinya fi’il. Karenanya ustadz Abu Salafy menjelaskan bahwasanya perkataan seseorang “Wahai Rasululullah sembuhkanlah aku” atau “Wahai wali fulan selamatkanlah aku, angkatlah musibahku” maksudnya adalah, “Yaa Allah sembuhkanlah aku, yaa Allah angkatlah musibahku”. Sebagaimana taktala kita berkata “Musim semi menumbuhkan tanaman” maksudnya “Allah menumbuhkan tanaman tatkala musim semi”

Oleh karenanya agar bisa tepat penerapan majaz aqliy di sini maka seorang yang beristighotsah kepada wali tatkala dalam kondisi genting maka dia harus meyakini bahwa wali tersebut merupakan sebab yang pasti untuk datangnya pertolongan Allah, maka ia harus memiliki tiga keyakinan:

– Wali yang sudah mati ini bisa mendengar seruannya tatkala ia dalam keadaan genting dimanapun ia berada

– Meyakini bahwa sang wali yang sudah mati ini mengetahui kondisi musibah yang sedang ia alami, karena jika sang wali tidak pasti tahu maka berarti sang wali bukanlah sebab.

– Meyakini bahwasanya wali ini pasti memberi syafaat baginya di sisi Allah. Karena kalau tidak pasti maka berarti wali ini bukanlah sebab

Dan ketiga keyakinan ini 1)bahwa wali mendengar secara mutlaq, dan 2)sang wali memiliki ilmu yang mutlaq sehingga mengetahui musibah yang sedang dialaminya, dan 3)syafaat mutlaq (bahwasanya sang wali pasti memberi syafaat kepadanya) tidak diragukan lagi merupakan kesyirikan.

Jawab :

Lagi-lagi ustadz Firanda keliru dan salah faham, karena 3 syarat yang disebutkan oleh ustad Firanda adalah murni Aqidah Ustadz firanda kenapa dinisbatkan kepada Abu Salafy? Kenapa kacamata milik ustadz Firanda dipakaikan kepada Abu salafy…? Gak cocok dong kacamata kotor di pakaikan ke orang lain…, entar orang lainnya marah gemana? Lagian kalo Abu Salafy enggak min dipakein kaca mata ustadz Firanda yang min bisa pusing tuh Abu Salafy.

Ustadz firanda melanjutkan ;

Kedelapan : Hukum asal dalam memahami sebuah perkataan adalah dibawa ke makna hakiki bukan ke makna majaz. Oleh karenanya para ulama balaghoh juga tidak membolehkan majaz ‘aqli secara mutlaq digunakan, oleh karenanya mereka hanya menyebutkan sedikit contoh berupa syair-syair atau perkataan-perkataan yang beredar di masyarakat.

Jika kita mendengar sebuah perkataan “Musim semi menumbuhkan tanaman” maka –secara akal- kita akan paham bahwa maksud dari pengucap kata ini adalah “Allah menumbuhkan tanaman tatkala musim semi”. Maka saya ingin bertanya secara jujur kepada abu salafy apakah tatkala seseorang berkata “Yaa Husain angkatlah musibah kami, wahai Husain sembuhkanlah aku, wahai Rasulullah sembuhkanlah aku” maksudnya adalah “Wahai Allah sembuhkanlah aku”??!!!, apakah Abu salafy memahami demikian??!!. Jangan-jangan yang mengucapkan “Abdul Qodir Jailani selamatkanlah aku” ia sendiri tidak paham apa itu majaz ”aqliy??!!.

Jawab :

Sekali lagi diingatkan jika majaz ‘aqli bukanlah Dalil.  Majaz  ‘aqli hanya digunakan untuk memberi penjelasan khususnya bagi orang-orang ngeyel yang mereasa dirinya faham padahal enggak faham. Merasa dirinya benar padahal enggak benar ya kayak ustadz firanda ini. Dia aja kejerat sendiri oleh pemahaman dan kaidah yang dia buat sendiri bahwa do’a` adalah hanya berarti Ibadah dan Ibadah adalah ketaatan , ketundukan dan kerendahan.  Sementara kata ” Do’a`” tidak hanya bermaknai Ibadah, doa` juga berarti : meminta, memanggil, dst….

Lalu ustadz Firanda mengenelarisir jika doa` semuanya bermakna Ibadah. Inilah pangkal kekeliruan fatal Ustadz Firanda, karena ketika dia meminta kepada orang tua atau Istri dan anaknya berarti dia telah berdoa` (meminta) , dan menurut dia semua doa` adalah Ibadah berarti ustadz Firanda sedang memalingkan doa` (Ibadah ) kepada selain Allah. Karena ustadz Firanda memalingkan Ibadah (doa“) kepada selain Allah yaitu orang tua anak dan Istrinya maka Ustadz firanda telah menjadi Musyrik. Makanya ustadz , Formulasikan ( definisikan ) dengan baik apa itu Ibadah, dan sampaikan kepada Ummat jika tidak semua do’a bermakna Ibadah. Sampaikanlah sesuai Qur’an dan Sunnah apa adanya, jangan ditutup-tutupi hanya karena ingin mengkafirkan dan menghukumi Musyrik kepada Ummat Islam .

Ustadz firanda melanjutkan :

Kesembilan : Apakah orang yang dalam keadaan genting kemudian mengucapkan “Wahai Abdul Qodir Jailani selamatkanlah aku” tatkala itu ketundukannya dan rasa pengharapannya sedang ia tujukan kemana??, kepada Allah semata??, ataukah juga kepada Abdul Qoodir jailaani??, bukankah inilah hakekat kesyirikan???

Bukankah Allah-lah yang menghilangkan kesulitan??

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (QS An-Naml : 62)

Jawab :

Semua Ummat Islam berkeyakinan jika pada hakekatnya hanya Allah lah yang menghilangkan kesusahan dan kesulitan sekecil apapun kesulitan itu ( apalagi yang besar). Semua Ummat Islam berkeyakinan pada hakekatnya hanya Allah yang menyembuhkan penyakit, dokter hanyalah sebab dan obat pun hanya sebatas sebab tidak lebih. Begitu juga dengan para Nabi dan para Wali yang di-istighostahi ( dimintai tolong ) hanyalah sebab tidak lebih, karena pada hakekatnya hanya Allah yang menhilangkan kesusahan dan kesulitan.

BACA JUGA:  Abu Huroiroh dan Istighotsah, Sahabat Nabi Beristighotsah Musyrik ?

Adapun ayat 62 dari surat an-Naml ini, merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya di mana kaum Musyrikun telah menyembah selain Allah. Di sinilah Allah mengingatkan kepada mereka agar tidak menyembah bersama Allah sesembahan yang lainnya. Dan pada ayat – ayat selanjutnya orang-orang kafir itu mengingkari hari kebangkitan (yaumul ba’st) yang merupakan kekhususan ketuhanan Allah. Ayat ini membantah hipotesa ustadz Firanda cs, bahwa kaum Musyrikun itu bertauhid Rububiyah, ternyata ayat ini justru membantah kesimpulan ustadz Firanda diatas.

Ustadz firanda melanjutkan : .

Kesepuluh : Taruhlah bahwasanya maksud seseorang tatkala berucap “Wahai Abdul Qodir Jailaani, tolonglah aku” maksudnya adalah berdoa kepada Abdul Qodir jailani agar memberi syafaat baginya di sisi Allah, agar Allah menolongnya. Bukankah inilah hakekat kesyirikan kaum musyrikin Arab?? (sebagaimana telah saya jelaskan di http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/126-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-5-hakikat-kesyirikan-kaum-muysrikin-arab).

Jawab :

Akibat dari kekliruan awal dalam mendefinisikan kata ” Ibadah ”, juga tindakannya menyembunyikan makna do’a` yang sebenarnya dan ditambah kekeliruan dalam mengidentifikasi penyebab kemusyrikan Kafir Quresy, akhirnya kesimpulan ustadz Firanda lagi-lagi salah dan keliru.
Karena hakekat kemusyrikan kafir Quresy adalah karena menyembah selain Allah, sementara Kaum muslimin yang bertawassul tidak ada yang menyembah sayidina Abdul Qodir dan wali-wali lainnya. Kaum muslimin hanya menjadikan mereka ( para wali) sebagai perantara dan sebab terkabulnya doa. Sebagaimana orang sakit yang datang ke rumah sakit dan meminta kepada dokter untuk mengobati , rumah sakit , dokter dan obat hanyalah perantara dan sebab sembuhnya penyakit , tidak lebih dari itu.

Jika mengambil perantara dan sebab, adalah penyebab kemusyrikan kafir Quresy , maka yakinlah tidak ada kaum muslim di dunia ini, semuanya adalah kaum Musyrik (termasuk ustadz firanda ). Karena semua orang pernah sakit dan kebiasaan orang sakit akan pergi mencari wasilah ( perantara ) dan mencari sebab dengan mendatangi dokter , rumah sakit dan minum obat. Hanya orang – orang sadis dan tidak mengerti agama Islam, jika mengambil perantara dan mencari penyebab dikatakan sebagai Musyrik.

Ustadz firanda melanjutkan :

Kesebelas : Bukankah Rasulullah juga melarang lafal-lafal yang mengandung kesyirikan meskipun pengucapnya tidak berkeyakinan kesyirikan??

Renungkanlah hadits-hadits berikut ini

أَنَّ يَهُودِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّكُمْ تُنَدِّدُونَ وَإِنَّكُمْ تُشْرِكُونَ تَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ وَتَقُولُونَ وَالْكَعْبَةِ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادُوا أَنْ يَحْلِفُوا أَنْ يَقُولُوا وَرَبِّ الْكَعْبَةِ وَيَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ شِئْتَ

“Ada seorang yahudi mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Sesungguhnya kalian berbuat kesyirikan, kalian berkata : “Atas kehendak Allah dan kehendakmu”, dan kalian berkata : “Demi Ka’bah”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka jika mereka hendak bersumpah hendaknya mereka berkata “Demi Robnya ka’bah”, dan mereka berkata : “Atas kehendak Allah kemudian kehendakmu” (HR An-Nasaai no 3782)

Dalam hadits ini orang yahudi saja mengerti bahwasanya bersumpah atas nama selain Allah adalah kesyirikan dan mengucapkan “Atas kehendakmu dan kehendak Allah” adalah kesyirikan. Dan hal ini diiqror (diakui) oleh Nabi dan Nabi tidak membiarkan para sahabat untuk tetap mengucapkan perkataan-perkataan tersebut karena majaz ‘aqliy, tentunya para sahabat tidak meyakini ada pencipta selain Allah.

Kesyirikan lafal-lafal tersebut diperkuat dan dipertegas oleh Nabi.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا شَاءَ اللهُ، وَشِئْتَ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَجَعَلْتَنِي وَاللهَ عَدْلًا بَلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ ”

Dari Ibnu Abbaas radhiallahu ‘anhumaa ada seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Atas kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apakah engkau menjadikan aku tandingan bagi Allah”, akan tetapi “Atas kehendak Allah saja” (HR Ahmad 3/339 no 1839, Ibnu Maajah no 2117)

Nabi juga bersabda :

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah maka telah berbuat kesyirikan” (HR Ahmad 9/275 no 5375 dan Abu Dawud no 3253).

Jawab :

Dalam dua hadits di atas (seorang yahudi, dan seseorang dalam riwayat Ibnu Abbas ) jelas sekali jika Nabi SAW  tidak menghukumi sahabat yang bersumpah dengan selain Allah sebagai Musyrik. Dan sesorang dalam riwayat Ibnu Abbas pun tidak dihukumi dengan Syirik.  Nabi hanya melarang penggunaan kata seperti itu, sementara ustadz Firanda dengan mudahnya menghukumi syirik. Siapakah yang lebih memahami Tauhid dan Syirik, apakah ustadz Firanda lebih  paham dibanding Rasulullah Saw?

Adapun hadits yang ketiga adalah larangan sumpah dengan selain Allah tidak ada kaitannya dengan Tawassul dan Istighotsah. Bagi yang ingin tahu masalah sumpah dengan nama selain nama Allah silahkan merujuk kepada kitab fiqh 4 madzhab,  karena masalah sumpah adalah masalah fiqh, bukan masalah aqidah. Begitulah Ustadz firanda salah menempatkannya ke persoalan aqidah.

Ustadz firanda melanjutkan :

Kedua belas : Tidak diragukan lagi bahwasanya para sahabat dan juga para tabi’in banyak mengalami kondisi-kondisi yang genting, akan tetapi tidak seorangpun dari mereka yang kemudian beristigotsah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jawab:

Untuk mencapai tujuannya ustadz Firanda tidak segan – segan berbohong dan menyembunyikan fakta. Rupanya ustadz Firanda sudah tidak punya malu. Hadist a’ma, Hadist Ustman bin Hunaif , Hadist Bilal ibn harist al-muzani dan hadist-hadist lainnya, hanya dianggap sampah sejarah. Semua Ulama Madzhab 4 melakukan Tawassul dan Istighotsah sejak zaman Sahabat hingga abad 7 hijriyah tidak ada yang mengingkarinya, baru pada awal abad 8 hijriyah muncul syeikh Ibnu taimiyah yang mengharamkan tawassul dan istighotsah dengan yang telah meninggal. Muncullah istilah Istighotsah dan Tawassul syar’i dan Bid’i yang tidak pernah diajarkan oleh Rosulallah SAW.

Lalu munculah 3 syarat tawassul yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulallah SAW dan para sahabatnya. Tiga syarat bathil 1. yang ditawassuli harus masih hidup , 2. yang ditawassuli Hadir / ada dihadapan yang ber tawassul 3. yang ditawassuli mampu memenuhi permohonan yang bertawassul. Ke-3 syarat bathil inilah justru yang akan membawa kepada kemusyrikan, penjelasannya membutuhkan artikel tersendiri.

Ustadz firanda melanjutkan :

Peringatan :

Telah jelas Abu Salafy menyatakan bahwasanya barangsiapa yang berdoa kepada selain Allah, meminta kepada wali yang sudah mati tidak akan terjerumus dalam kesyirikan selama tidak meyakini bahwa wali tersebut tidak ikut mencipta, mengatur alam semesta, dan ikut memberi rizki.

Abu salafy berkata ((Syirik adalah sudah jelas, ia menyekutukan Allah SWT. dalam:

A) Dzat, dengan meyakini ada tuhan slain Allah SWT.

B) Khaliqiya, dengan meyakini bahwa ada pencipta dan ada pelaku yang berbuat secara independen di alam wujud ini selain Allah SWT.

C) Rububiyah, dengan mayakini bahwa ada kekuatan selain Allah SWT yang mengatur alam semesta ini secara independen. Adapun keterlibatan selain Allah, seperti para malaikat, misalnya yang mengaturan alam adalah dibawah kendali Allah dan atas perintah dan restu-Nya….

F) Ibadah dan penyembahan, dengan menyembah dan bersujud kepada arca dan sesembahan lain selain Allah SWT, meminta darinya sesuatu dengan kayakinan bahwa ia mampu mendatangkannya secara independen dan dengan tanpa bantuan dan izin Allah SWT.

Batasan-batasan syirik, khususnya syirik dalaam ibadah dan penyembahan adalah sudah jelas dalam Al Qur’an dan Sunnah. Dari ayat-ayat Al Qur’an yang mengisahkan kaum Musyrikin dapat dimengerti bahwa kendati kaum Musyrikin itu meyakini bahwa Allah lah yang mencipta langit dan bumi, pemberi rizki dan pengatur alam, akan tetapi tidak ada petunjuk bahwa mereka tidak meyakini bahwa sesembahan mereka itu; baik dari kalangan Malaikat maupun Jin memiliki pengaruh di dalam pengaturan alam semesta ini! Dengan pengaruh di luar izin dan kontrol Allah SWT. Mereka meyakini bahwa sesembahan mereka mampu menyembuhkan orang sakit, menolong dari musuh, menyingkap bencana dan kesusahan dll tanpa izin dan restu Allah!)) (http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/31/kitab-kasyfu-asy-sybubuhat-doktrin-takfir-wahhabi-paling-ganas-23/))))

Coba para pembaca memperhatikan kembali perkataan Abu Salafy di atas, ia sangat menekankan kalimat “Independen”, artinya yang namanya kesyirikan adalah jika seorang yang berdoa kepada selain Allah tersebut meyakini bahwa dzat yang ditujukan kepadanya doa tersebut berhak mengatur alam semesta secara independen dan tanpa idzin Allah. Sekarang yang menjadi pertanyaan, bagaimana jika seorang yang berdoa kepada Abdul Qodir Jailani meyakini bahwa Abdul Qodir Jailani juga ikut mengatur alam semesta namun dengan izin Allah, apakah ini bukan kesyirikan??!!. Dzohir dari perkataan Abu Salafy di atas ini bukanlah kesyirikan. Karena aqidah seperti ini menimpa sebagian kaum sufiyah, yang meyakini bahwasanya para wali ikut mengatur alam semesta dengan izin Allah.

Jawab:

Telah jelas jika ustadz Firanda telah keliru dalam mendefinisikan kata ” Ibadah ” , keliru dalam mengartikan ” Do’a` “, dan keliru dalam mengidentifikasi penyebab kemusyrikan Kafir Quresy. Sehingga akhirnya menyebabkan dirinyapun terjerat dalam perangkap yang telah dibuatnya sendiri.

Jika Ibadah didefinisikan sebagai ketaatan, ketundukan dan kerendahan tidak akan ada seorang muslim pun di muka bumi ini (termasuk ustadz firanda) yang tidak musyrik, semuanya menjadi musyrik.

BACA JUGA:  Jadwal Pengajian Dakwah Habib Munzir Bulan Mei 2011

Jika Do’a hanya diartikan sebagai ibadah, tidak ada seorang arab pun yang muslim yang tidak menjadi musyrik ( termasuk guru-guru ustadz Firanda di madinah). Ingatlah ustadz,  jika orang arab mengatakan: “Abuka yad`uuka artinya bapakmu memanggilmu. Yad`uu berasal dari kata yang sama dengan kata do’a. Tapi kenapa begitu jelas Ustadz Firanda hanya mengartikan do’a dengan Ibadah, berarti menurut kacamata ustadz Firanda sang Bapa telah musyrik karena telah berdoa` kepada anaknya.

Dan Jika penyebab kemusyrikan Kafir Quresy adalah karena semata-mata mengambil perantara dan sebab, maka tidak akan ada orang yang bertauhid ( termsuk ustadz Firanda dan guru-gurunya). Siapakah yang tidak pernah mengambil perantara dan sebab, di dunia ini wahai ustadz Firanda…?

Firanda melanjutkan :
Padahal inilah hakekat kesyirikan dalam rububiyyah, bahkan lebih parah dari kesyirikan kaum muysrikin Arab. Kalau kaum muysrikin Arab hanya menjadikan sesembahan mereka (baik orang sholeh maupun para malaikat) hanya sebagai washitoh/perantara dan pemberi syafaat dalam memenuhi kebutuhan mereka dan mengabulkan doa mereka,

Jawab :

Sadarlah wahai ustadz Firanda, itu adalah identifikasi yang salah tentang penyebab kemusyrikan kafir Quresy.

Firanda melanjutkan :
maka keyakinan bahwa para wali telah mendapatkan izin dari Allah untuk mengatur alam semesta lebih parah. Karena posisi para wali tatkala itu bukan lagi sebagai perantara,

Jawab :

Jika Allah berkehendak tidak ada yang mustahiil. Bukankah Allah telah memberi malaikat untuk mengatur Hujan, mengatur rizqi dan mengatur selainnya? Tentu semua itu atas Idzin dari Allah atas Qodrat dan Irodah Allah. Para Nabi dan juga Wali tentu lebih mulia dari malaikat,  jika Allah memberi tidak ada yang mustahil, bukankah demikian ustadz Firanda?

Firanda melanjutkan :
akan tetapi berhak untuk mencipta dan mengatur alam semesta atas kehendak mereka karena telah diberi hak otonomi oleh Allah. Inilah kesyirikan yang nyata.
Yang sangat disayang sebagian orang yang menjadikan rujukan Abu Salafy ternyata juga mendukung pemikiran seperti ini.

Jawab :

Bukankah orang biasa pun bahkan orang kafir pun diberikan Hak oleh Allah untuk mencipta? Tidak pernahkah ustadz Firanda mendengar ada pencipta lagu, pencipta music, pencipta shoftware dan pencipta-pencipta lainnya? Apakah jika seorang muslim mencipta lagu menjadi Musyrik? Apakah jika seorang Muslim mencipta alat tempur menjadi Musyrik? Apakah jika seorang muslim mencipta alat yang belum pernah dicipta sebelumnya menjadi Musyrik? Tentu semuanya itu hanya bisa terjadi atas idzin, qudrat dan iradah Allah SWT semata. Tanpa Idzin dari Allah, tanpa qudrat dan iradah Allah ustadz Firanda pun tidak akan mampu membantah tulisan ini. Tanpa idzin dari Allah, tanpa Qudrot dan Irodat yang Allah beri mustahil hal itu bisa terjadi.

Ustadz firanda melanjutkan :
Lihatlah perkataan Muhammad Alwi Al-Maliki –salah seorang yang membenarkan kesyirikan dengan berdalih majaz ‘aqliy-, ia berkata di kitabnya mafaahiim yajibu an tushohhah :

فَالْمُتَصَرِّفُ فِي الْكَوْنِ هُوَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَلاَ يَمْلِكُ أَحَدٌ شَيْئاً إِلاَّ إِذَا مَلَّكَهُ اللهُ ذَلِكَ وَأَذِنَ لَهُ فِي التَّصَرُّفِ فِيْهِ

“Maka yang mengatur di alam semeseta adalah Allah subhaanahu wa ta’aala, dan tidak seorangpun memiliki sesuatupun kecuali jika Allah menjadikannya memilikinya dan mengizinkannya untuk mengaturnya”

Ia juga berkata tentang kondisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah wafatnya Nabi :

فَإِنَّهُ حَيِّيُ الدَّارَيْنِ دَائِمُ الْعِنَايَةِ بِأُمَّتِهِ، مُتَصَرِّفٌ بِإِذْنِ اللهِ فِي شُؤُوْنِهَا خَبِيْرٌ بِأَحْوَالِهَا

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup di dunia dan akhirat, senantiasa memperhatikan umatnya, mengatur urusan umatnya dengan izin Allah dan mengetahui keadaan umatnya”

Jawab:

Kenapa ustadz Firanda heran dengan pernyataan seperti ini? Atau ustadz Firanda pura-pura heran? Coba lihat sohih Bukhori hadist yang diriwayatkan sayidina Anas Bin Malik ra berkata : “Lewat di hadapan mereka ( Nabi Saw dan para sahabat ) jenazah , lalu sahabat memuji jenazah yang lewat, lalu Rosul SAW berkata : “Telah wajib baginya…” , kemudian lewat lagi jenazah lainnya, lalu para sahabat tidak memujinya dengan kebaikan, maka Nabi pun kembali berkata: “Telah wajib baginya…”, maka berkatalah Sayiduna Umar ra: “Telah wajib apa baginya ya Rosulallah…….?” Nabi SAW menjawab: “Yang ini kalian telah memujinya dengan baik maka wajib baginya mendapatkan surga, dan yang ini kalian tidak memujinya dengan kebaikan maka telah wajib baginya neraka, kalian adalah saksi Allah dibumi.”

Lihatlah, bukankah dalam hadits tersebut surga dan neraka Nabi yang tentukan? Padahal hakekatnya Surga dan Neraka adalah Milik Allah? Hak prerogatif Allah untuk menentukan siapa masuk surga dan siapa masuk neraka sama sekali bukan milik dan hak Rasulullah, tapi karena Allah sudah memberikan idzin kepada Rasulullah sesuai qudrat dan iradah Allah maka tidak ada yang mustahil.
Kemudian ada Hadits ‘ardul a’mal bahwa amal perbuatan Ummatnya disodorkan kepada Nabi SAW hingga akhir zaman jika amal baik Nabi senang dan memuji Allah, jika amal jelek Nabi mamintakan ampun untuk umatnya. Begitu juga dengan Hadits dalam shahih bukhori dari sayidina Umar ra , berkata : bersabda Rosulallah SAW, “Siapa pun dari Ummat Islam yang disaksikan 4 orang saksi (atas jenazahnya) dengan kesaksian yang baik, akan Allah masukkan dalam Surga.” Kami (para Sahabat)berkata: 3 saksi saja ya Rosulallah. Nabi bersabda “ya 3” ,  kami berkata lagi, 2 saja ya Rosul, Nabi bersabda : ya 2 saksi , dan kami ( para Sahabat) tidak meminta 1 (saksi). Dan masih banyak hadits-hadits lainnya, di mana dhohirnya sesuai dengan perkataan Sayyid al-maliki.

Ustadz firanda melanjutkan :
Seorang tokoh sufi besar yang bernama At-Tijaani memperkuat keyakinan ini. Berkata penulis kitab Jawaahirul Ma’aani fi Faydi Sayyidi Abil ‘Abaas At-Tiijaani (Ali Al-Faasi) :

“Adapun perkataan penanya : Apa makna perkataan Syaikh Abdul Qodir Al-Jailaani radhiallahu ‘anhu : “Dan perintahku dengan perintah Allah, jika aku berkata kun (jadi) makan (yakun) terjadilah” …dan juga perkataan sebagian mereka : “Wahai angin tenanglah terhadap mereka dengan izinku” dan perkataan-perkataan para pembesar yang lain radhiallahu ‘anhum yang semisal ini, maka berkata (At-Tijaani) radhiallahu ‘anhu : “Maknanya adalah Allah memberikan kepada mereka Khilaafah Al-’Udzma (kerajaan besar) dan Allah menjadikan mereka khalifah atas kerajaan Allah dengan penyerahan kekuasaan secara umum, agar mereka bisa melakukan di kerajaan Allah apa saja yang mereka kehendaki. Dan Allah memberikan mereka kuasa kalimat “kun”, kapan saja mereka berkata kepada sesuatu “kun” (jadilah) maka terjadilah tatkala itu” (Jawaahirul Ma’aani wa Buluug Al-Amaani 2/62)

Hal ini juga dikatakan oleh tojoh sufi zaman kita yang bernama Habib Ali Al-Jufri, ia berkata bahwasanya wali bisa menciptakan bayi di rahim seorang wanita tanpa seorang ayah dengan izin Allah (silahkan lihat http://www.youtube.com/watch?v=kDPMBJ7kvfI)

Jika ternyata keyakinan bahwasanya wali ikut mengatur alam semesta dan mengatur manusia ternyata diyakini oleh pembesar-pembesar sufi tentunya hal ini disebarkan juga di masyarakat, jika perkaranya demikian maka sangatlah mungkin jika orang-orang yang tatkala terkena musibah atau dalam kondisi genting kemudian berkata, “Wahai Rasulullah selamatkanlah aku”, atau “Wahai Abdul Qodir Jailaani sembuhkanlah aku” mereka mengucapkan ungkapan-ungkapan istigotsah ini dengan berkeyakinan bahwasanya Rasulullah dan Abdul Qodir Jailaani bisa langsung menolong mereka dengan idzin Allah. Sehingga tidak perlu adanya majaz ‘aqli..!!!

Jawab :

Yap, begitulah Sunnatullah. Itulah yang Allah kehendaki, sudah Allah taqdirkan dan Allah tetapkan, kenapa ustadz firanda terlihat kesal? Dan ujung-ujungnya Cuma begini? Gak ada kesimpulan yang jelas dari ustadz firanda, Al-hamdulillah.

( Cape ngomentarin ujungnya Cuma begini? )

Pembaca yang budiman, demikianlah perjalanan bersama Ustadz Firanda dan Ustadz Abu Salafy semoga ada manfaat dan ada faidahnya ….amien…..

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku lebih dahulu wafat daripada kalian, dan aku menjadi saksi atas kalian, dan aku demi Allah, sungguh aku melihat telagaku sekarang, dan aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi atau kunci-kunci bumi, demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang aku khawatirkan atas kalian adalah kalian berlomba-lomba mendapatkannya ( harta dan kekayaan ) ” (HR Bukhari 6102)

Kesimpulan :

1). Vonis syirk terhadap pelaku Tawassul dan Istighitsah ternyata Muncul dari:

1. Kekeliruan dalam meng-identifikasi ” penyebab kemusyrikan ” kafir Quresy.

2. Kekliruan dalam mendefinisikan kata ” Ibadah ”.

3. Kekeliruan dalam memaknai kata Do’a. Terbukti dengan kekeliruan ini ustadz Firanda pun menjadi Musyrik karenanya. Vonis yang keluar dari kekeliruan ini akan memunculkan mafsadah / kerusakan besar bagi ajaran Islam di muka bumi.

2). Tawassul dan istighitsah adalah masyru` baik dengan yang masih hidup maupun dengan yang sudah wafat, hukumnya jaiz alias boleh. Dan ini sudah dilakukan sejak ratusan abad yang lalu oleh seluruh Ummat Islam pemeluk 4 madzhab.

3). Hendaknya kaum Wahabi segera membenahi kekeliruan mereka dalam meng-identifikasi kata ” Ibadah ”, dan membenahi identifikasi penyebab kemusyrikan kafir quresy. Kekeliruan ini telah banyak menimbulkan vonis syirik yang salah kaprah serta terlalu banyak korban dari kekeliruan ini.

Jawaban dan kesimpulan di atas disampaikan oleh: H. Ahmad Syahid,

Indonesia, 18 juli 2012.

Tags
Show More

Artikel Terkait :

loading...

Islam Institute

Islam Institute News: situs dakwah berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hadir sebagai media online penyeimbang informasi dari berbagai info Islam berbasis internet.

Related Articles

64 thoughts on “KISAH NYATA: Ustadz Firanda Jadi Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri”

  1. Pantesan wong Salafy Wahabi itu sedikit2 ngatain orang syirik, sedikit sedikit ngatain orang musyrik, lha ustadznya aja kayak gitu? Tapi kenapa kalau dirinya tidak dikatakan syirik juga, padahal kan mereka sendiri juga sudah tercakup dalam pemahaman seperti itu? Apakah karena mereka sendiri tak mengerti apa yg dipahami tsb? wallohu a’lam.

  2. mas Amr dan yang lainnya , semua ini berkat Mas Admin Ummati yang pandai meng-edit dan memberi judul yang pas dan menarik , hingga menjadi hidup berkat komen antum semuanya.

  3. emang benar-benar payah pemahaman ustdz Firanda tentang Ibadah dan kesyirikan, semoaga beliau melihat postingan ini dan mau membacanya, biar sadar atas kekeliruannya.

    Tolong teman2 Salafy atau murid2nya kasih tahulah ustadz firanda tentang koreksi atas tulisannya ini, siapa tahu beliau dapat hidayah berkat postingan ini. Hidayah hanyalah milik Allah dan akan diberikan kepada siapa saja yg dikehendaki-NYA.

    Kalau ustadz Firanda bertaubatrujuk kepada kebenaran alangkah indahnya dunia ini, akan banyak anak2 muda yg terselamatkan jika Ustadz Firanda rujuk kepada kebenaran. alhamdulillah….

  4. Mas Ahmad Syahid, syukron atas penjelasannya skaligus koreksi terhadap artikel ustadz Firanda yg melenceng dari ajaran Islam.

    Semoga ini bisa menyadarkan anak2 muda yg sudah terlanjur jadi korban pemahaman Firanda yg amburadul ini. Kebiadaban Firanda dan ajaran Wahabinya telah mengangkat derajat kaum kafir musyrik Quresy menjadi BERTAUHID RUBUBIYYAH, sedangkan kaum muslimin yg bersahadat dan bersholat dihinanya sebagai Musyrikuun, na’udzu billah min Firanda wa minhum ajma’iin, amin.

    Begitulah ajaran Wahabi mati-matian mengangkat derajat kaum kafir musyrik Quresy, akan tetapi yg jelas2 sudah beriman dan menjalankan sholat didholiminya dg cara menghinanya sebagai musyrikuun.

    1. mas Prass , mas Gondrong , Mas Baihaqi , dan Ikhwan fillah semuanya , ditunggu tulisan-tulisan antum semua untuk sama2 berkontribusi meluruskan faham2 yang perlu diluruskan , dan terimakasih atas dukungan antum semuanya.

      1. mas admin, kenapa semalaman kami sekeluarga tdk bisa akses UmmatiPress? Muncul halaman Ummati tapi kosong tanpa tampilan seperti ini.

        Alhamdulillah sekarang sudah normal, smg Ummatipress tetap terus eksis membentengi faham aswaja dari rong-rongan Wahabisme, amin.

      2. alhamdulillah, ummati sudah bisa diakses lagi. Semalam mau ikut koment-koment, tapi gagal karena tampilannya blank. Sekarang sdh lupa mau koment apa.

        Oh ya, sekarang Ummati loadingnya terasa lebih ringan dan beberapa hari iti tiak ada error internal server 500 lagi sejak ganti template yg sekarang ini. Kecuali semalam tampil kosong, ada apa ya? Maaf, saya cuma kuatir kehilangan web ini selama-lamanya.

        oh ya, kami sekeluarga dan teman2 juga selalu mengikuti dakwah wesite ini, semoga tetap jaya di dunia maya. amin, amin, amin….

  5. ustadz Firanda kalau baca jawaban H Ahmad syahid ini gemana kira2 ya? apakah semakin kebakaran jenggot atau semakin menggosongkan jidatnya? Mudah2an dia dapat hidayah-NYA setelah mendapat penjelasan yg jelas dari Ustadz Ahmad Syahid ini.

    Barvo Ummati, semoga menjadi website besar, maju terus, terus maju dan terus berkembang menuju ke yang lebih baik lagi, amin ya raobbal alamin.

  6. Asalamu’alaikum warohmatulloh wahabrokatuh buat semua all aswaja…

    Saya selalu mengikuti update2 artikel ummatipress hingga kini, dan alhamdulillah hadirnya kembali kang Ahmad Syahid juga All aswaja yg lain semakin membuat eksis ummati dimayapada menjadi penerangan bagi semua.
    Saluuuut buat semuanya dan semoga ummati kedepannya akan semakin eksis…

    Hanya sekedar saran buat admien, sebaiknya widgets share kembali dipasang untuk memudahkan visitor membagikan informasi…. ^^

    Syukron.

    1. wa alaikumussalam wr wb.

      makasih usulannya mas wahyu, sedang diusahakan untk widget share yg bukan wp-plugin, sebab kalau sejenis plugin memakan habis memory dan disk usage yg tersedia di server, akibatnya error internal 500. Seperti kemarin2 error setiap saat bikin jengkel pengunjung.

  7. Asalamu’alaikum Admien kemaren malam saya nemu software bagus untuk membuka file ber ektensi chm maka saya share dimari, sebab siapa tau ada yg membutuhkan software ini untuk membuka file2 yg berektensi chm, berikut tutorial singkatnya.

    Cara menggunakan WinCHM ini adalah sebagai berikut :

    1. Download softwarenya terlebih dahulu
    2. Setelah di instal, masukkan serialnya agar full version
    3. Setelah windownya terbuka, pilih creat a new project ? OK
    4. Pada halaman selanjutnya, pilih create a blank project dan tentukan project titlenya sesuka hati, project folder merupakan tempat penyimpanannya, selanjutnya ? OK
    5. New Item 1 merupakan judul besar file CHM, Folder 1 dan sebagainya merupakan sub menunya. Anda bisa mencoba coba sendiri.
    6. Akan muncul permintaan untuk men save setiap perpindahan halaman. Sebagai contoh: setelah membuat judul dan isinya, bila ingin membuat sub menu akan diminta men save secara otomatis, so tinggal save aja.
    7. Bila telah selesai, untuk mengolah data tadi menjadi file CHM, kita pilih Compile ? build project. Posisinya di bagian kiri atas menu bar.
    8. Setelah muncul build project. Kita diberi 3 pilihan. Membuat HTML Help (CHM), website help, single HTML file (format PDF dan Word) kita pilih yang pertama. Ntar yang lainnya nyusul untuk jadi bahan pelajaran otodidak hehehe. Sebelumnya pastikan dicentang view…bla bla bala.., Pilih ? start, secara otomatis proses pembuatan file CHM berjalan dan langusung terbuka
    9. selesai

    Bagi yang ingin mencoba menggunakan WinCHM bisa anda download disini lengkap dengan serial number atau keygennya, so winCHMnya sudah pasti full version
    Selamat mencoba !
    Semoga bermanfaat

    Link downloadnya:

    1. Wa alaikumussalam, Mas wahyu. Makasih infonya.

      Mengenai usulan antum kemarin soal pemasangan widget share sudah kami realisasikan. Lihat di pojok kanan paling bawah, bukan berupa plugin widget share tapi cuma button-link Facebook, Twitter, RSS feed. Fungsinya sama dg plugin widget share.

  8. Kontennya lumayan, sayangnya naruhnya di web hosting kacangan. Jadinya sering eror.
    Kalo pake WP, jangan banyak naruh plugin boss. Berat di server.
    WP dikenal sbg CMS yang kurang bersahabat.

  9. Salam,
    Setelah saya baca tulisan ini, ada yang saya ingin tanyakan ke mas admin atau H. ahmad Syahid

    saya mencoba untuk membuat block quote apa yang saya ingin sampaikan, tapi terus terang nggak tau caranya. mohon mas admin bisa bantu, supaya saya juga bisa ikut diskusi

    Terima kasih

    1. Mas Sabar,

      Cara bikin block quote begini:

      <blockquote>…….</blockquote>

      Titik-titik tersebut ganti dengan kalimat yang akan diblocquote.

      Cara nulis blockquote ini juga kami peruntukkan bagi siapa saja yg belum tahu caranya. Semoga bermanfaat.

  10. Bonus buat Mas Sabar dan siapa saja yang belum tahu caranya bikin tulisan tebal.

    Cara bikin tulisan tebal begini:

    <strong>……</strong>

    titik-titik tersebut gantilah dengan kalimat yang akan ditebalkan.

    Semoga bermanfaat.

      1. Sama-sama Mas Ahmad Syahid, rupanya langsung dipraktekkan bikin tulisan tebal, alhamdulillah.

        Block quote (kutipan kalimat) silahkan dipraktekkan dalam koment-koment berikutnya.

        Sekedar contoh block quote / Block kutipan kalimat:
        Mas Ahmad Sahid berkata:

        syukron Ilmunya mas admin

        1. Sama-sama Mas Ahmad Syahid, rupanya langsung dipraktekkan bikin tulisan tebal, alhamdulillah.

          betul saya langsung praktek syukron

          1. Mas Ahmad Syahid, kelihatannya belum berhasil bikin block quote, jangan ada spasi antara kode blockquote dg kalimat yg akan dikutip.

            Begini Cara bikin block quote:

            <blockquote>……….</blockquote>

            titik-titik tersebut gantilah dengan kalimat yang akan dikutip ( blocquote).

    1. <blockquote>Bla.. blaaa blaaaa….blah</blockquote>

      Kode html di atas coba copy paste ke halaman komentar, kemudian tulisan “Bla.. blaaa blaaaa….blah” dihapus dan ganti dg kalimat yg mau dikutip. smoga kali ini berhasil.

    1. Siiip lah, akhirnya Mas Ahmad Syahid berhasil, horeeeee….! Mantab Mas, Saya jadi ikut senag pokoknya, nggak sia-sia kesabaran Mas admin memberikan bimbingannya soal bikin block quote!

      Saya juga mau coba semoga berhasil.
      Mas Syahid bilang:

      bismillah sahur sahur sahur…..

      bim salabim, jadilah!

  11. @admin, ustd firanda yg mana ya? tolong di perjelas sumber nya.. mngkin aja ustd firanda ga ngomong bgitu. saran saya, antum cari dulu sumber yg jelasnya. kmudian antum tabayyun langsung sama dia. jgn lngsung posting kaya gini. klo salah, malah antum yg berdosa. dia tu org berilmu akhi.. selama ana denger pengajian dia, ana ga pernah denger kaya gitu. dia jg ustad yg di percaya sama jami’ah islamiyyah madinah. faintanaza’tum fi syaiin farudduhuilallahi warrosul. wallahu a’lam

    1. Antum yg ngaku Hamba Allah, tulisan di atas adalah bagian terakhir dari tiga tulisan. coba deh baca dari bagian awal biar antum mudeng. Subernya jelas dari FirandadotCom, sebab tulisan di atas adalah tanggapan dari tulisan ustadz Firanda. kalau ustadz Firanda berilmu itu jelas saya juga tahu, semua juga tahu, tapi sayang ilmunya Ilmu Wahabisme.

  12. waduh,,, ngebantah kok kaya gini….
    benar-benar ga ilmiyah..

    saya rasa anak yang belum baligh juga bisa seperti ini yang hanya menagandal ra’yu nya.
    tolong donk bantah secara ilmiah.. atau memang ga bisa..????

    1. Kang IS,
      sebenarnya jika anda mengerti, di sini Ahmad Syahid lebih tepat jika dikatakan sebagai orang yg berusaha menjelaskan atau meluruskan pemahaman Ustadz Firanda kacau. Sangat jelas tergambar di sini bahwa Ustadz Firanda tidak mengerti apa yg dikatakannya sendiri, dan Ahmad Syahit berusaha menjelaskannya. Demikian Akhi….

      Cobalah baca yg teliti dan jangan emosi dulu biar antum mengerti duduk persoalannya. Syukron.

    2. @Ikuti salaf

      Dari Anas bin Malik ra sungguh Umar bin Khattab ra ketika sedang musim kering ia memohon turunnya hujan dengan perantara Abbas bin Abdulmuttalib ra, seraya berdoa : “wahai Allah.., sungguh kami telah mengambil perantara (bertawassul) pada Mu dengan Nabi kami (Muhammad saw) agar Kau turunkan hujan lalu Kau turunkan hujan, maka
      kini kami mengambil perantara (bertawassul) pada Mu Dengan Paman Nabi Mu (Abbas bin Abdulmuttalib ra) yang melihat beliau Sang Nabi saw maka turunkanlah hujan” maka hujanpun turun dengan derasnya. (Shahih Bukhari hadits No.954)

      Berkata Hujjatul Islam Al imam Ibn Hajar Al Asqalaniy mensyarahkan hadits ini :
      maka diambil faidah dari kejadian Abbas ra ini menjadi hal yang baik memohon syafaat pada orang – orang yang baik dan shalih, dan keluarga Nabi saw, dan pada hadits ini pula menyebutkan keutamaan Abbas ra dan keutamaan Umar ra karena rendah dirinya, dan kefahamannya akan kemuliaan Abbas ra. (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Bab Al Jum’ah No.954)

      “Masyarakat telah tertimpa bencana kekeringan di zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Bilal bin Harits –salah seorang sahabat Nabi– datang ke pusara Rasul dan mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka telah (banyak) yang binasa’. Rasul saw. menemuinya di dalam mimpi dan memberitahukannya bahwa mereka akan diberi hujan (oleh Allah) ”. (Fathul Bari jilid 2 halaman 398, atau as-Sunan al-Kubra jilid 3 halaman 351)

      Apakah perbuatan diatas termasuk syrik?

  13. @Ikuti salaf

    Didalam surat An-Nisaa (4):123: ‘Dialah satu-satunya sebagai pelindung. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak pula penolong baginya selain dari Allah’.

    Dan surat An-Nisaa (4): 45: ‘Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu)’.

    Dalam surat Al-Ahzab (33): 17; ‘Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah’.

    Juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmudzi dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulallah saw. berkata: ‘Jika engkau minta sesuatu mintalah pada Allah dan jika engkau hendak minta pertolongan mintalah kepada Allah. Ketahuilah seumpama manusia sedunia berkumpul untuk menolongmu, mereka tidak akan dapat memberi pertolongan, selain apa yang telah disuratkan Allah bagimu. Dan seumpama mereka berkumpul untuk mencelakakan dirimu mereka tidak akan dapat mencelakakanmu selain dengan apa yang telah disuratkan Allah menjadi nasibmu”.

    Mari kita telaah ayat-ayat ilahi yang kelihatan berlawanan dengan ayat-ayat di atas tadi mengatakan bukan hanya Allah swt. saja yang bisa menolong hamba-Nya sebagai berikut:
    Dalam surat Al-Maidah (5):55: “Sesungguhnya penolong kamu (Waliu-kum) adalah Allah, dan Rasul-Nya dan orang orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat seraya mereka tunduk/rukuk (kepada Allah).”

    Dalam surat At-Tahrim (66): 4: “Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan), dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitupula) Jibril dan orang orang mukmin yang baik, dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula”..

    Dalam surat Al-Maidah (5): 56: “Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengkikut (agama) Allah, itulah yang pasti menang”.

    Surat An-Nisaa (4): 75: “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung (waliyan) dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong (nasira) dari sisi Engkau”.

    Pada saat Allah berkata bahwa hanya Dialah satu-satunya dan cukuplah hanya Dia sebagai Wali (Penolong/Penjaga) itu maka Malaikat, Rasulallah saw. dan orang orang beriman atas izin-Nya termasuk didalamnya.

    jika Ustadz Firanda memvonis perkataan “Wahai Rasulullah, sembuhkanlah aku!!!” adalah sebuah kesyirikan. maka, perbuatan sahabat Umar bin Khattab dan Bilal bin Harits, dapat dikategorikan sebagai sebuah kesyrikan. Bahkan, jika kita membaca firman Allah swt diatas, ustadz firanda telah membuat Allah swt sendiri Musyrik karena membolehkan hambaNya menjadikan Rasulullah saw. malaikat dan orang orang beriman sebagai penolong.

  14. selektif tapi sepertinya ada yang masih kurang tentang penolakan itu kalo hanya berdasarkan kemampuan pemahaman kita yang terbatas
    yang bagus ya mumpuni dengan ILMU juga donk
    Kalo ust firanda ternyata lebih benar dengan ilmunya malah kita membuat fitnah yang besar..

    1. nas abid@

      baca aja kenapa mas abid, biar antum ngerti duduk persoalannya. Jadi, jangan koment kalau baru cuma baca judulnya, tapi sebaiknya baca juga isi artikelnya biar ngerti apa yg dimaksud dalam tulisan. Nah, setelah itu baru deh silahkan koment, oke mas?

  15. 🙁 :mrgreen: kelihatannya jawaban yang digunakan untuk membantah ustadz firada ngawur semua. banyak yang ga nyambung. contohnya : 2. Begitu juga dengan menyembelih, saya harap ustadz Firanda tidak serampangan dengan menghukumi palakunya dengan hukum syirik. Sebab al-Qur`an pun pernah bercerita tentang Nabi Ibrohim yang menyembelih anak sapi untuk para tamunya. Apakah di mata ustadz Firanda, Nabi Ibrohim pun telah Musyrik karena menyembelih untuk tamunya? Jika ya, maka keterlaluan sekali ustadz Firanda ini. Sebab dalam kisah itu Allah pun tidak menghukumi syirik kepada Nabi Ibrohim. Begitu juga Rosulallah SAW tidak mengatakan bahwa perbuatan Nabi Ibrohim adalah perbuatan Syirik.

  16. Bagi ustadz Firanda – semoga Allah menjaganya – ini sih belum apa2 Rin. hujatan dari org yg ngaku ‘salafi’ aja beliau sudah terima, apalagi anti yg jelas berseberangan..

    1. berarti ust. firanda emang ngaco kalo sampe yang segolongan aja sampe menghujat… :mrgreen:

      orang kek gitu kok didenger…. :mrgreen:

      pantesan aja orang salaf cara mikirnya “pinter banget”, yang didengerin orang kek ust. firanda….

  17. Al Faqir, yg cerdas dikit ah, khan tulisannya begini yg ngaku ‘salafi’. kl kata salafinya ada tanda petik, bisa dipahami khan maksaudnya.

    1. lalu siapa dong? wahabi??

      emang yang suka ngaku salafi siapa sih??? :mrgreen:

      keknya gak ada yang ngaku2 salafi selain salafi itu sendiri, yang islamnya ‘paling murni’ itu loh….yang tauhidnya ada tiga, lain waktu bisa jadi dua sesuai kebutuhan dakwah… :mrgreen:

  18. yang jelas ustadz firanda itu memang benar manhajnya cuma banyak yang pada hasad dengki biasalah apalagi para pembela syiah yg selalu mencaci maki para sahabat! apa gak takut dg azab Allah

    1. pembela sunnah wahabi mbok? Ya, sesama Kaum Salafy memang pada dengki / hasad dg Firanda, soalnya Firanda dapat dana bosnya dari Najd lebih mengalir lancar daripada yg lainnya.

      Hallo teman, Syiah itu sama saja dg Salafy Wahabi, sama2 tukang fitnah, sama2 menyesatkan ummat.

    2. mas alex mungkin saudara kita yang ngaku Ahlu Sunnah ini korban buku ” firoq as-syi`ah ( kelompok2 syi`ah ) , dimana Asy`ariyah dalam buku tersebut dimasukan dalam golongan syi`ah , merka tidak segan membuat tipu Muslihat Agar ahlu Sunnah Asy`ariyah dimata awam adalah syi`ah.

      jadi dia enggak mabok hanya memang terkena doktrin dan manipulasi alias tipu muslihat ” buku kelompok kelompok syi`ah” , yang disebar luaskan oleh kaum wahabi.

  19. astagfirullah hal ajim ada apa ini ustaz firanda,, ngomong komentar sana sini ngak karuan ngambil pendapat pendapat orang keren tapi hujah dari ustaz itu ko tdk masuk ya dgn perkataan dari pak abu ini udah jelas musrik bener2 musrik..orang2 mulia memiliki ke istimewaan. nabi dan rasul itu ke istimewaannya mu’zizat,,, wali itu karomat,,,,Kyai atau ustaz itu ma’unat…nah kalo dukun kan di istimewakan oleh syaitan ya itu istizrat kalau ustaz ustaz dari nhaz yang dtang fitnah besar dari situ yang bertanduk keistimewaannya istizrad.. nih pak firanda antun ngomong ampei berbudah2 gitu ampe tanganmu encokan dan ampe rusak keyboard puluhan percuma tdk ada manfaatnya.. yang namaya mendapatkan ijin Alloh ya bisa atuh.. saya bisa terbang kalau ada ijin Alloh nah kita kan khalipah di muka bumi ya bumi ditundukan oleh manusia atas ijin alloh..makanya pak firanda bisa hidup sampai sekarang ya karena ibu bapak pak piranda ngasi makan pak piranda semuanya atas ijin Alloh betul tidak…cepat cepatlah taubat bro saya kasihan sama antum pinter tapi jahiliyah gitu lhoe saya bisa menyamakan kedudukan ustad firanda dengan albert einsten…eisten itu jenius pintar tapi jahiliyah. beliau tetep gitu sampai wafatnya tetutup dari hidayah Alloh dan tdk menyambutnya.

  20. Saya pernah dengan di RojaTV, Beliau Ust. Firanda menyerukan agar pengikutnya tidak bergeming dari jalan dakwah meny syirikkan yang menyimpang, kata mereka; Tidak mundur selangkahpun, dan tidak akan berpaling dari jalan lurus ini, kata mereka; biar saja orang kiri-kanan mengatakan mereka salah, perkataan itu harus di indahkan agar dakwah tidak terganggu, kata mereka; saya kasihan, seharusnya orang berilmu itu apalagi ilmu agama, mendengarkan dan melihat argumen orang lain sebelum menyatakan perang, seolah ini menjadi sifat mereka, sebenarnya iya syaitan telah menjadi raja Mereka atas nama Allah dan Rasul serta pemurnian Islam…. itu adalah sifat seorang pembenci dan pelaknat, dihati mereka ada noda hitam, dan memakan iman seperti ulat memakan daun, maka Allah lukiskan dalam raut muka mereka, wajah mereka suram terlebih tanda didahinya, bandingkan ulama besar sekelas al-maliki dari makkah, wajahnya sejuk dipandang dan menentramkan jiwa saat mendengar kata2 nya yang lembut karena Allah.

  21. Wah parah juga tuh Firanda :O. Tapi saya aga bingung juga, pusing sama beberapa pernyataan di atas. Pernyataan seperti para wali dan nabi mengatur alam semesta…… kok ane jadi inget ama ajaran syiah yah?? kalo malaikat mengatur alam semesta dengan izin Allah, oke…. tapi kalo para wali? Hehe maaf saya bego jadi ngga ngerti walau udah baca dari A-Z 😀

    (Saya pernah juga tuh pas awal2 baru blajar Islam, baca buku yang bilang kalo kita berkata “saya sembuh karena dokter anu” maka kita telah melakukan syirik kecil karena hanya Allah yang bisa menyembuhkan. Wah serem…… Baru nyadar jangan2 biang kerok di balik pernyataan itu adalah sama)

  22. Nabi Wali dan malaikat adalah makhluk , meyakini bahwa sebagian makhluk mengatur alam semesta dengan Izin Allah sama sekali bukan syirik , berbeda jika meyakini bahwa makhluk mengatur alam semesta tanpa izin Allah , sebab semua yang terjadi di alam semesta ini adalah atas kehendak qudrat dan izin Allah semata.

  23. Kalau minta dalam bentuk berdoa itu langsung kepada Allah. Terserah nanti. Allah akan kabulkan doa kita, apa melalui Orang, apa melalui Perusahaan, apa melalui Hewan, apa melalui Alam Semesta, itu terserah.

    Yang penting, kita minta dalam bentuk berdoa itu langsung kepada Allah, bukan minta dalam bentuk berdoa kepada Orang, bukan minta dalam bentuk berdoa kepada Perusahaan, bukan minta dalam bentuk berdoa kepada Hewan, bukan minta dalam bentuk berdoa kepada Alam Semesta.

    Berbeda kalau minta langsung. Itu kepada orang. Karena kita dapat berkomunikasi langsung, dan berhadapan langsung. Dan tetap mengharap kepada Allah, agar orang tersebut mengabulkan permintaan kita.

    Itulah Aqidah Bersih. Bukanlah jika kita minta uang kepada Isteri, dan Isteri memberi uang kepada kita, maka kita Musyrik. Itu pemikiran Tolol dan Membangun Fitnah. Subhaanallaah.

  24. Kelompok2 tersebut (wahabi) tidak akan pernah terbuka hatinya untuk kembali ke jalan yang benar. sampai pada akhirnya mereka sendiri yang mencari kebenaran-kebenaran yang selama ini dipertentangkan oleh kaum mereka (wahabi) akan tetapi mereka terlambat karena pembahasan-pembahasan materi tersebut sudah terputus.

    semoga Allah senantiasa memberikan limpahan rahmat bagi kaum2 wahabi termasuk ust. firanda

    saya ingat pesan Abah Guru Sekumpul “Apabila kita melihat cermin, pastilah kita melihat wajah kita sendiri”, seperti itu jua apabila kita berbuat baik dan buruk (termasuk mengkafirkan orang lain) akan berbalik kepada kita sendiri.

    bahkan semua Ulama-ulama yang mengamalkan seperti Maulid, Tahlil, Isra’ Miraj, Ziarah kubur, Istighosah, Shalawat mereka adalah mulia dan berkharomah, dan mereka-mereka semua adalah keturunan daripada Rasullullah. Apabila mereka salah dengan amalan-amalan tersebut, tentunya Rosulullah pasti melarang beliau karena kita yakin bahwa ulama-ulama tersebut bisa berkomunikasi langsung dengan Rosullullah

    sekedar mengingatkan bagi teman-teman apabila mau berguru khususnya ilmu Agama, silahkan dilihat terlebih dahulu sanad dan keguruannya sampai kepada Rosulullah atau tidak.

    ilmu dan pemahaman agama yang dangkal dan apalagi keturunan Rosulullah saja bukan, berani mengkafirkan orang lain lebih parahnya sesama muslim ?????!!!!!!!!!@#@@@

    wallahu’alam bishowab

    semoga berkenan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker